cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
setiawan1000@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
nurgiansah@upy.ac.id
Editorial Address
Jl. IKIP PGRI I Sonosewu No.117, Sonosewu, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kewarganegaraan
ISSN : 19780184     EISSN : 27232328     DOI : https://doi.org/10.31316/jk.v7i1.5299
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Kewarganegaraan is published 2 times in 1 year in June and December. The scope of the article includes: 1. Pancasila Education 2. Citizenship Education 3. Social Sciences 4. Politic 5. Law
Articles 3,219 Documents
Evaluasi Pemahaman Pendidikan Kewarganegaraan Terhadap Peserta Didik Dalam Upaya Pembentukan Karakter dan Penanaman Nasionalisme Sintya Miftakhul Fadilla; Fatma Ulfatun Najicha
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2504

Abstract

AbstrakTiap – tiap negara mempunyai peraturan yang berbeda-beda untuk menyelenggarakan Pendidikan Kewarganegaraan. Menjadi negara merdeka, Indonesia secara terpisah memberikan Pendidikan kewarganegaraan melalui mata pelajaran khusus yang disebut pendidikan ‘kewarganegaraan’, sedangkan negara lain, contonya Malaysia, menggabungkan bentuk pendidikan kewarganegaraan ke dalam mata pelajaran lain. Kebijakan Pendidikan Kewarganegaraan di Indonesia bertujuan untuk mengembangkan warga negara yang berjiwa nasionalisme dan patriotisme (Tertuang dalam Pasal 37 Undang-Undang No. 20 Tahun 2003). Penelitian ini dikerjakan melalui penelitian kualitatif. Data dianalisis secara deskriptif, terdiri dari kutipan. Selanjutnya, Pendidikan Kewarganegaraan berlandaskan pendidikan nilaii guna terwujudnya warga negara yang terpuji, yang mempunyai kompetensi penuh berdasarkan pengetahuan keterampilan, dan sikap-sikap berdasarkan kepribadian atau karakter negara (nilai-nilai Pancasila atau Lima Prinsip Indonesia).Kata kunci: Kewarganegaraan, Pancasila, PendidikanKarakter, Jati Diri Bangsa. AbstractEach country has different regulations to organize Citizenship Education. Being an independent country, Indonesia separately provides citizenship education through special subjects called 'citizenship' education, while other countries, for example Malaysia, incorporate forms of citizenship education into other subjects. The Citizenship Education Policy in Indonesia aims to develop citizens who have the spirit of nationalism and patriotism (Contained in Article 37 of Law No. 20 of 2003). This research was carried out through qualitative research. Data were analyzed descriptively, consisting of citations. Furthermore, Citizenship Education is based on value education in order to realize commendable citizens, who have full competence based on knowledge, skills, and attitudes based on the personality or character of the state (the values of Pancasila or the Five Principles of Indonesia).Keywords: Citizenship, Pancasila, Character Education, National Identity.
Peran Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Membangun Karakter Moral Pelajar di Era Modern Rayhan Zaki Gunawan; Fatma Ulfatun Najicha
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2507

Abstract

AbstrakTujuan dari dibuatnya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran Pendidikan dalam membangun karakter moral pelajar di era modern. Sistem Pendidikan nilai yang efektif di sekolah diharapkan mampu menjadi pendorong para siswa mampu untuk mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung dalam isi materi pokok yang diajakan pendidik serta mampu dalam membangun karakter moral yang baik. metode penelitian studi literatur secara kualitatif yang diperoleh melalui proses literasi dari berbagai buku, artikel, serta jurnal yang berkaitan dengan materi yang dibahas. Kesimpulan yang dapat diambil dari peran Pendidikan dalam membangun karakter moral pelajar di era modern. perlunya perencanaan yang terstruktur dari pembelajaran yang dilakukan di sekolah-sekolah. Perlu dilakukan suatu sistem terobosan baru dalam hal mengajar maupun dari isi materi karena hal itu akan menjadi salah satu dasar untuk mewujudkan tujuan dari Pendidikan kewarganegaraan sendiri. Ketika sistem yang dirancang tersebut efektif, maka pengimplementasian isi dari materi yang dibawakan pendidik akan diterima dengan baik oleh para siswa.Kata kunci: Pendidikan Kewarganegaraan, Karakter Moral, Era Modern AbstractThe purpose of this research is to find out how the role of education in building the moral character of students in the modern era. An effective value education system in schools is expected to be able to encourage students to be able to implement the values contained in the content of the subject matter invited by educators and be able to build good moral character. qualitative literature study research method obtained through the literacy process from various books, articles, and journals related to the material discussed. Conclusions that can be drawn from the role of education in building the moral character of students in the modern era. the need for structured planning of learning carried out in schools. It is necessary to make a new breakthrough system in terms of teaching as well as from the content of the material because it will be one of the bases for realizing the goals of civic education itself. When the system designed is effective, then the implementation of the content of the material presented by the educator will be well received by the studentsKeywords: Citizenship Education, High Moral Character, Modern Era
Penumbuhan Modal Sosial dan Budaya (Social and Cultural Capital) melalui Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Mirwan Fikri Muhkam; Andi aco Agus
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2509

Abstract

AbstrakPentingnya upaya membangun social and cultural capital demi menghadirkan kehidupan bersama melalui pemahaman nilai-nilai sosial kebudayaan. Pendidikan Kewarganegaraan memiliki misi psikologis-pedagogis yakni membentuk warga negara yang sosialis yang bertanggungjawab atas terselenggaranya masyarakat sosialis Indonesia yang adil dan makmur baik spiritual maupun materil yang berjiwa Pancasila. Dalam artikel ini, metode yang digunakan adalah metode studi kepustakaan. Adapun hasil dari penelitian bahwa Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (1) dapat membentuk keteladanan dan mengembangkan kreatifitas sebagai cerminan jati diri bangsa dengan nilai sosial kultural ke-Indonesiaan dalam menghadapi realitas sosial yang kurang menguntungkan secara kultural, (2) sebagai pembelajaran dapat menstimulus kemerdekaan pemikiran tentang isu sosial menumbuhkan keterlibatan warga negara dalam penyelesaian konflik sosial secara konstruktif, (3) dapat menumbuhkan wawasan serta aktivitas sosio kultural seperti tumbuhnya social sensitive dan memberikan konstribusi aksi sosial sesuai harapan di dalam masyarakatKata Kunci: Budaya, Pendidikan Kewarganegaraan AbstractThe importance of efforts to build social and cultural capital to bring a common life through understanding socio-cultural values. Citizenship Education has a psychological-pedagogical mission, namely forming socialist citizens who are responsible for the implementation of a just and prosperous Indonesian socialist society both spiritually and materially with the spirit of Pancasila. In this article, the method used is the literature study method. As for the results of research that Civic Education Learning (1) can form transparency and develop creativity as a reflection of the identity of the nation with indonesian socio-cultural values in the face of social realities that are not culturally beneficial, (2) as learning can stimulate freedom of thought on social issues fostering citizen involvement in the resolution of social conflicts constructively, (3) can foster socio-cultural insights and activities such as the growth of social sensitivity and  contributing social action as expected in societyKeyword: Culture, Citizenship Education
Peran Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Mengatasi Lunturnya Nilai Nasionalisme dan Cinta NKRI di Era Globalisasi Faradina Rizky Amalia; Fatma Ulfatun Najicha
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2511

Abstract

AbstrakPengaruh negatif dari globalisasi berdampak besar kepada nilai-nilai kewarganegaraan masyarakat Indonesia khususnya para generasi muda. Oleh karena itu, terlahirnya permasalahan rasa nasionalisme dan cinta terhadap NKRI yang memudar. Maka dari itu, penelitian ini membahas mengenai pentingnya membangun pemahaman akan Pendidikan Kewarganegaraan serta pengimplementasiannya pada kehidupan sehari-hari sebagai solusi utama sarana pendidikan dalam mengatasi ataupun mengantisipasi dampak negatif globalisasi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data menggunakan penelitian kepustakaan yang bersumber dari artikel ilmiah, makalah ilmiah, jurnal penelitian, dan laporan yang relevan, lalu disampaikan secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam mengatasi pengaruh negatif globalisasi sangatlah pula berpengaruh hingga mengantar para pelajar generasi muda memahami dan melestarikan nilai-nilai kewarganegaraan yang ada dan terwujudnya para peserta didik yang memiliki pendirian dan jiwa nasionalisme yang tinggi, taat dan bertanggung jawab pada aturan yang berlaku, berpikir kritis, serta berkepribadian kreatif dan inovatif.Kata kunci: Globalisasi, Nilai - nilai Kewarganegaraan, Pendidikan Kewarganegaraan. AbstractThe negative influence of globalization has a major impact on the civic values of the Indonesian people, especially the younger generation. Therefore, the problem of the sense of nationalism and love for the Republic of Indonesia is fading. Accordingly, this study discusses the importance of building an understanding of Citizenship Education and its implementation in everyday life as the main solution for educational facilities in overcoming or anticipating the negative impacts of globalization. This study uses a qualitative method. Collecting data using library research sourced from scientific articles, scientific papers, research journals, and relevant reports, then submitted descriptively. The results of this study indicate that the role of civic education in overcoming the negative effects of globalization is also very influential so as to lead the younger generation of students to understand and preserve existing civic values and the realization of students who have a high attitude and spirit of nationalism, are obedient and responsible for applicable rules, critical thinking, as well as creative and innovative personality.Keywords: Globalization, Civic Values, Citizenship Education.
Problematika Civic Disposition Dalam Kurikulum Pendidikan Kewarganegaraan Pada Pembelajaran Daring Fricean Tutuarima; Agustinus Nindatu; Siti Nadifa
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2514

Abstract

AbstrakTujuan utama dari civic disposition adalah untuk menumbuhkan karakter warga negara yang meliputi karakter privat dan karakter publik. Pertanyaannya, bagaimana peran PKn dalam membentuk karakter bangsa yang baik di sekolah? Secara kurikuler sebagai program pendidikan, Pendidikan Kewarganegaraan mengembangkan sejumlah program pendidikan dan model implementasi dalam mempersiapkan peserta didik menjadi manusia dewasa yang berkarakter melalui lembaga pendidikan. Dengan demikian, Pendidikan Kewarganegaraan memiliki posisi yang sangat strategis dalam “pembangunan karakter bangsa”. Uraian dalam kurikulum pembelajaran dikemas sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Kondisi ini menjadi berbeda ketika pandemi COVID-19 terjadi dan pembelajaran dilakukan secara online. Guru PKn sulit mengembangkan disposisi kewarganegaraan atau karakter kewarganegaraan siswa karena pembelajaran dilakukan secara online. Realitas inilah yang melatarbelakangi penelitian ini. Penelitian kualitatif ini dilakukan di beberapa SMA di Kota Ambon yang melakukan pembelajaran secara online. Pengumpulan data dilakukan secara purposive sampling melalui teknik wawancara dan dokumentasi. kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk menimbang disposisi kewarganegaraan dalam pembelajaran online, guru PKn mengembangkan berbagai strategi dan pendekatan pembelajaran dalam konteks pandemi untuk mengembangkan karakter kewarganegaraan siswa. Salah satunya dengan mengembangkan model blended learning untuk mengukur civic disposition dalam mencapai tujuan pembelajaran di masa pandemi.                          Kata kunci: Civic Disposition, Kurikulum Pendidikan Kewarganegaraan, Pembelajaran Daring AbstractThe main purpose of civic disposition is to cultivate the character of citizens which includes private character and public character. The question is, what is the role of Civics in shaping good national character in schools? Curricularly as an educational program, Citizenship Education develops a number of educational programs and implementation models in preparing students to become mature human beings with character through educational institutions. Thus, Citizenship Education has a very strategic position in "national character building". The description in the learning curriculum is packaged according to the learning objectives to be achieved. This condition becomes different when the COVID-19 pandemic occurs and learning is carried out online. It is difficult for Civic Education teachers to develop the civic disposition or citizenship character of students because learning is done online. This reality is the background of this research. This qualitative research was conducted at several senior high schools in Ambon City that conducted online learning. Data were collected by purposive sampling through interview and documentation techniques. then analyzed descriptively qualitatively. The results showed that in order to weigh the civic disposition in online learning, Civic Education teachers developed various learning strategies and approaches in the context of a pandemic to develop students' civic character. One of them is by developing a blended learning model to measure civic disposition in achieving learning goals during a pandemic.Keywords: Civic Disposition, Civics Curriculum, Online Learning.
Pengaruh Citra Merek (Brand Image) dan Harga Terhadap Minat Beli Tiket Pada Maskapai Lion Air di Bandar Udara Internasional Supadio Pontianak Yuliani Yuliani; Arif Fakhrudin
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2515

Abstract

AbstrakLion Air  adalah  salah satu maskapai bertarif rendah ( Low Cost Carrier), karena banyaknya pesaing. Persaingan antar industri penerbangan ditandai dengan hadirnya Low Cost Carrier atau  layanan LCC. Layanan LCC memiliki dampak luas pada industri penerbangan di Asia Pasifik dan ASEAN. Mengingat beberapa dampaknya,  pertama persaingan dari layanan LCC dapat menekan maskapai yang ada menjadi lebih efisiensi, mengurangi lalu lintas udara secara keseluruhan dan meningkatkan permintaan di semua penerbangan. kedua maskapai yang ada dapat mengharapkan persaingan berkat layanan LCC, termasuk penurunan harga tiket yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada  pengaruh citra merek dan  harga terhadap minat beli tiket  Lion Air di Bandara Internasional Supadio Pontianak. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penumpang atau /pelanggan  Lion Air. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan kuesioner dan sampel yang diambil sebanyak 100 responden. metode pengambilan sampel menggunakan teknik non-probability sampling dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian ini  menunjukkan bahwa nilai koefisien regresi variabel X1 dan X2  berpengaruh positif terhadap variabel Y. Sehingga hipotesis dalam penelitian ini dapat dikatakan ada hubungan yang positif signifikansi antara variabel X1 dan X2 terhadap variabel Y. Sehingga citra merk memiliki tHitung ( 5,515) > t tabel (1,984) dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,005. dan harga memperoleh tHitung  (3,336)  > t tabel ( 1,984) dengan nilai signifikan sebesar 0,001< 0,005.  Sedangkan hasil dari Fhitung memperoleh nilai sebesar (61,672)> Ftabel (309) dengan nilai signifikan sebesar 0,000 < 0,005 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh variabel  Citra Merek (X1) dan Variabel harga (X2) secara simultan terhadap Variabel Y.Kata Kunci: Citra Merk, Harga,Minat beli tiket AbstractLion Air is one of the low cost airlines (Low Cost Carrier), because of the many competitors. Competition between the aviation industry is marked by the presence of Low Cost Carrier or LCC services. LCC services have a broad impact on the aviation industry in Asia Pacific and ASEAN. Given the multiple impacts, firstly, competition from LCC services could pressure existing airlines to become more efficient, reduce overall air traffic and increase demand across all flights. both existing airlines can expect competition thanks to LCC services, including significant ticket price reductions. This study aims to determine whether there is an influence of brand image and price on interest in buying Lion Air tickets at Supadio Pontianak International Airport. The population in this study were all passengers or/customers of Lion Air. This research uses quantitative research with questionnaires and samples taken are 100 Respondent. sampling method using non-probability sampling technique with purposive sampling method. The results of this study indicate that the regression coefficient values of the variables X1 and X2 have a positive effect on the Y variable. So the hypothesis in this study can be said that there is a significant positive relationship between the X1 and X2 variables on the Y variable. So that the brand image has tcount (5,515) > t table (1.984) with a significance value of 0.000 < 0.005. and the price obtained tcount (3.336) > t table (1.984) with a significant value of 0.001 < 0.005.Keywords: Brand Image,Price, Buying interest
Proses Pembuatan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Kurikulum 2013 Dalam Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (Studi Deskriptif di Kelas IX SMP Negeri 10 Kota Serang) Desti Angraeni; Ria Yuni Lestari; Wika Hardika Legiani
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2518

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses pembuatan LKPD Kurikulum 2013 pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, untuk mengetahui peran LKPD Kurikulum 2013 dalam meningkatkan kemandirian peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, dan untuk mengetahui kendala pemanfaatan LKPD Kurikulum 2013 dalam meningkatkan kemandirian peserta didik pada pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di SMP Negeri 10 Kota Serang.  Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan pengumpulan data melalui hasil dari wawancara, observasi dan dokumentasi kepada wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru, dan peserta didik SMP Negeri 10 Kota serang. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa proses pembuatan LKPD Kurikulum 2013 pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dilakukan dengan tahap melakukan analisis kurikulum, menyusun peta kebutuhan LKPD, menentukan judul KPD, menulis LKPD dan menentukan alat penilaian. Terdapat peran LKPD Kurikulum 2013 dalam meningkatkan kemandirian belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan yaitu menciptakan suatu kondisi dimana peserta didik memiliki hasrat bersaing untuk maju demi kebaikan dirinya sendiri, sebagai sarana pembelajaran agar peserta didik mampu mengambil keputusan dan inisiatif untuk menghadapi masalah yang dihadapi, sebagai alat untuk menumbuhkan kepercayaan diri peserta didik atas apa yang dilakukannya. Adapun kendala yang dihadapi guru dan peserta didik dalam memanfaatkan LKPD Kurikulum 2013 dalam meningkatkan kemandirian belajar peserta didik itu sendiri baik internal maupun eksternal adalah konsistensi, kreatifitas, kurangnya focus peserta didik, lemahnya daya tangkap peserta ddik dalam memahami materi serta pembelajaran jarak jauh pada kondisi pandemik covid 2019.Kata kunci: LKPD, Kemandirian, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan AbstractThe purpose of this study was to describe the process of making the 2013 Curriculum LKPD in Pancasila and Citizenship Education subjects, to determine the role of the 2013 Curriculum LKPD in increasing the independence of students in Pancasila and Citizenship Education subjects, and to find out the obstacles to using the 2013 Curriculum LKPD in increasing independence. students in Pancasila and Citizenship Education lessons at SMP Negeri 10 Serang City. This study uses a descriptive method with a qualitative approach and data collection through the results of interviews, observations and documentation to the deputy principal of the curriculum, teachers, and students of Junior High School Number 10 of  Serang City. The results of this study indicate that the process of making LKPD Curriculum 2013 in the subjects of Pancasila and Citizenship Education is carried out by conducting curriculum analysis, compiling a map of LKPD needs, determining the title of KPD, writing LKPD and determining assessment tools. There is a role for the 2013 Curriculum LKPD in increasing the independence of students' learning in the subjects of Pancasila and Citizenship Education, namely creating a condition where students have a competitive desire to advance for their own good, as a learning tool so that students are able to take decisions and take initiatives to deal with problems that arise. faced, as a tool to foster students' confidence in what they are doing. The obstacles faced by teachers and students in utilizing the 2013 Curriculum LKPD in increasing the learning independence of students themselves both internally and externally are consistency, creativity, lack of student focus, weak grasping power of students in understanding the material and distance learning in pandemic conditions. covid 2019.Keywords: LKPD, Independence, Pancasila Education and Citizenship
Upaya Pemerintah Dalam Mewujudkan Bela Negara Dan Pembentukan Karakter Bangsa Saat Pandemi Covid-19 Chalid Darmawan; Rudiyanto Rudiyanto; Bayu Asih Yulianto; Pujo Widodo; Herlina Juni Risma Saragih
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2521

Abstract

AbstrakPesatnya kemajuan teknologi informasi telah mempermudah komunikasi di dunia digital. Kehadiran media online menjadi ciri pesatnya pertumbuhan teknologi informasi dan komunikasi. Dalam beberapa tahun terakhir, media online berkembang pesat dan berkembang menjadi sarana pemenuhan kebutuhan informasi masyarakat. Kemajuan pesat dalam inovasi informasi dan komunikasi memiliki pengaruh yang sangat akurat terhadap analisis legitimasi media dan reporter yang menulis berita. NVivo merupakan sebuah perangkat lunak studi kasus kualitatif yang dibuat oleh Qualitative way to Solve and Research (QSR), perusahaan pertama yang mengembangkan perangkat lunak tersebut. Penulisan artikel ini untuk menganalisis beberapa berita dan artikel online yang terkait bela negara dengan pembentukan karakter bangsa saat pandemi covid-19 untuk mengetahui hubungan dan upaya yang digalakkan pemerintah. Hasil dari penulisan ini menunjukkan bahwa Bela negara sangat erat kaitannya dengan pembentukan karakter bangsa di era pandemi covid-19. Karena Bahaya covid-19 yang tidak hanya menyerang fisik tetapi juga mental idiologi generasi muda. Sehingga pemerintah berkolaborasi dengan masyarakat menggalakkan revolusi mental untuk membangun nilai-nilai bela negara yang akan membentuk karakter bangsa selama pandemi covid-19 di beberapa sektor seperti pendidikan, media sosial dan lingkungan masyarakat.Kata Kunci: Teknologi, Media Online, Bela Negara, Karakter Bangsa AbstractThe rapid advancement of information technology has facilitated communication in the digital world. The presence of online media characterizes the rapid growth of information and communication technology. In recent years, online media has grown rapidly and has developed into a means of fulfilling people's information needs. Rapid advances in information and communication innovation have had a very accurate influence on the legitimacy analysis of media and reporters who write news. NVivo is a qualitative case study software created by Qualitative Ways to Solve and Research (QSR), the first company to develop the software. The writing of this article is to analyze some online news and articles  related to defending the country with the formation of the nation's character during the covid-19 pandemic to find out the relationship and the efforts promoted by the government. The results of this paper indicate that state defense is closely related to the formation of national character in the era of the covid-19 pandemic. Because of the danger of covid-19 which not only attacks the physical but also the mental ideology of the younger generation. So that the government collaborates with the community to promote a mental revolution to build state defense values that will shape the nation's character during the COVID-19 pandemic in several sectors such as education, social media and the community environment.Keyword: Technology, Online Media, Defend the Country, The Character of the Nation
Kebijakan Pencegahan dan Strategi Penanganan Stunting di Kalurahan Donokerto Turi Sleman Yogyakarta Ari Retno Purwanti; Titik Mulat Widyastuti; Yulian Agus Suminar
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2522

Abstract

AbstrakStunting adalah gangguan tumbuh kembang yang dialami anak akibat gizi buruk, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai. Kajian ini untuk menjelaskan bagaimana kebijakan pencegahan stunting di Kalurahan Donokerto Turi Sleman Yogyakarta dijalankan, dan untuk mengetahui bagaimana kebijakan yang dicanangkan oleh pemerintah desa dan relevansi penerapannya di masyarakat. Kebijakan yang dicanangkan oleh pemerintah desa akan ditelaah berdasarkan pada analisis kebijakan publik, indikator permasalahan yang ditemukan dalam implementasi kebijakan, dan saran atau rekomendasi kebijakan dalam pencegahan stunting di Desa Donokerto. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana upaya yang ditempuh oleh Pememerintah Desa Donokerto dalam melakukan pencegahan stunting pada warganya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data diperoleh melalui dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian diperoleh bahwa dalam penanganan stunting kebijakan dari Kalurahan Donokerto telah melakukan berbagai cara diantaranya penyuluhan oleh kader-kader yang sudah dibentuk, PMT ibu hamil, PMT ibu menyusui, Pembinaan kader-kader di desa-desa, rembuk stunting, melengkapi fasilitas posyandu untuk kegiatan penanganan stunting.Kata Kunci: Stunting, Pemerintah AbstractStunting is a developmental disorder experienced by children due to malnutrition, recurrent infections, and inadequate psychosocial stimulation. This study is to explain how the stunting prevention policy in Kalurahan Donokerto Turi Sleman Yogyakarta is carried out, and to find out how the policies proclaimed by the village government and the relevance of their implementation in the community. Policies launched by the village government will be reviewed based on public policy analysis, indicators of problems found in policy implementation, and policy suggestions or recommendations in stunting prevention in Donokerto Village. The purpose of this study is to find out how the efforts taken by the Donokerto Village Government in preventing stunting in its citizens. This research uses qualitative methods with a descriptive approach. Data sources are obtained through documentation and interviews. The results of the study obtained that in handling stunting policies from Kalurahan Donokerto have carried out various ways including counseling by cadres who have been formed, PMT pregnant women, PMT nursing mothers, Fostering cadres in villages, rembuk stunting, completing posyandu facilities for stunting handling activities, while the obstacles faced by the Government in implementing stuntingKeyword: Stunting, Government
Pendidikan Karakter dan Bela Negara Melalui Pembelajaran Jarak Jauh di Era Pandemi Covid-19 Luxni Maulana; Syamsunasir Syamsunasir; Panji Suwarno; Tomi Aris
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2523

Abstract

AbstrakPendidikan merupakan satu bidang yang menjadi tanggung jawab Negara. Pemerintah Indonesia telah menetapkan tujuan pertama Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005 – 2025 adalah pembentukan karakter bangsa. Pendidikan karakter di Indonesia merupakan gerakan nasional untuk menciptakan sekolah dalam membina generasimuda yang beretika, bertanggung jawab, karena pendidikan karakter lebih menekankan pada aspek nilai yang universal. Lembaga pendidikan dihadapkan dengan masalah besar untuk menanamkan nilai nilai bela Negara, dimana kondisi pergeseran ancaman maupun tantangan bagi Indonesia saat ini begitu nyata. Sebagai lembaga pendidikan, sekolah dasar harus dapat mempersiapkan generasi penerus yang memiliki karakter khususnya di era pandemi Covid-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah menggunakan studi pustaka. Hasil penelitian yang didapatkan adalah Pendidikan karakter bela negara memerlukan strategi yang lebih inovatif dan efektif dalam pembelajarannya sehingga mampu meminimalkan dampak pandemi covid-19 khususnya pada perubahan perilaku peserta didik. Penilaian pendidikan karakter bela negara tetap dapat berjalan dengan baik melalui pembelajaran yang terbimbing dan terarah sehingga setiap siswa efektif belajar dan memanfaatkan waktu dengan baik. Selain itu Pendidikan karakter melalui pembelajaran daring bisa dilakukan dengan pembiasaan melakukan hal-hal yang positif, seperti yang kebanyakan diterapkan pada saat interaksi langsung dengan orang lain, baik itu teman, guru, dosen maupun yang lainnya.Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Pandemi Covid-19, Bela Negara AbstractReserve Component as a national resource that is prepared to be deployed through mobilization to enlarge and strengthen the strength and capabilities of the main components, namely the TNI and POLRI. The existence of an active period and an inactive period of Komcad on the other hand is also a question of whether Komcad can maintain its leadership competence during an in the off period. This study aims to improve the leadership competence of backup components through Reserve Component Integrated Training and Monitoring System (SPMT Komcad) in the off period. The method used in this research is a quantitative approach. The data collection technique in this research is using literature study, the authors develop a system with the waterfall model, namely sequentially starting from the analysis, design, coding, testing and support stages. Improving the leadership competence of backup components through through Reserve Component Integrated Training and Monitoring System (SPMT Komcad) in the off period can be a solution to increasing the leadership competence of Reserve Components during in off periods. Keywords: Character Education, Covid-19 Pandemic, National Defense