cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
setiawan1000@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
nurgiansah@upy.ac.id
Editorial Address
Jl. IKIP PGRI I Sonosewu No.117, Sonosewu, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kewarganegaraan
ISSN : 19780184     EISSN : 27232328     DOI : https://doi.org/10.31316/jk.v7i1.5299
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Kewarganegaraan is published 2 times in 1 year in June and December. The scope of the article includes: 1. Pancasila Education 2. Citizenship Education 3. Social Sciences 4. Politic 5. Law
Articles 1,679 Documents
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI DAN FALSAFAH BANGSA DI KEHIDUPAN SUKU ADAT TOBELO DALAM Adriansyah Aria Kusumah; Alya Zahra Camila Muthmainnah; Salsazahra Rofilah; Wiennetou Joel Hermesha
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 2 (2021): 1 Juli - 31 Desember 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.166 KB) | DOI: 10.31316/jk.v5i2.2013

Abstract

AbstrakMasyarakat Suku Tobelo Dalam adalah salah satu 300 kelompok etnik atau suku bangsa, atau tepatnya 1.340 suku bangsa di Indonesia yang masih terisolasi dari dunia luar. Dalam kehidupan kesehariannya suku Tobelo Dalam menganut nilai adat istiadat setempat yang sudah diwariskan secara turun temurun. Keberadaan Suku Tobelo Dalam yang diakui sebagai bagian dari masyarakat Negara Republik Indonesia, tentunya perlu menganut dan menanamkan nilai praksis Pancasila di kehidupan mereka karena Pancasila sebagai dasar negara berarti setiap tindakan Masyarakat dan Negara Indonesia harus sesuai dengan nilai- nilai Pancasila. Untuk mengetahui kehidupan, nilai-nilai kebudayaan, adat istiadat masyarakat, dan pengimplementasian nilai-nilai praksis Pancasila oleh Suku Tobelo Dalam maka dilakukan penelitian ini melalui metode studi pustaka dengan memperoleh berbagai data dan referensi literatur dari buku, jurnal ilmiah dan artikel media massa yang berkaitan dengan masalah untuk menguji hipotesis awal. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai dari adat istiadat Suku Tobelo Dalam sudah hampir sesuai dengan pengamalan nilai praksis pancasila, khususnya di bidang kemasyarakatan dan sitem kepemimpinan guna menciptakan kesejahteraan bersama Masyarakat Suku Tobelo Dalam. Akan tetapi dalam hal kepercayaan, sebagian besar dari mereka masih menganut kepercayaan leluhur dan masih sedikit yang menganut agama resmi sesuai dengan yang tercantum pada penjelasan pasal 1 UU Penodaan Agama. Namun pada Pasal 28E ayat (1) Undang- Undang Dasar Tahun 1945 tentang menjamin kebebasan beragama di Indonesia, bahwa kebebasan beragama dan kepercayaan tertentu yang dianut masyarakat di Indonesia termasuk salah satu hak asasi manusia yang sudah selayaknya dilindungi oleh negara dengan memastikan setiap masyarakatnya memeluk agama dan peribadatan dengan aman dan berjalan baik tanpa adanya interfensi dari luar.Kata kunci: Adat Istiadat, Suku Tobelo Dalam, Nilai-nilai Praksis Pancasila. AbstractThe Tobelo Dalam people are one of 300 ethnic groups or ethnic groups, or precisely 1,340 ethnic groups in Indonesia that are still isolated from the outside world. In their daily lives the Tobelo tribe in embracing the value of local customs that have been passed down through generations. The existence of the Tobelo Dalam tribe which is recognized as part of the society of the Republic of Indonesia, of course, needs to embrace and instill the praxis value of Pancasila in their lives because Pancasila as the basis of the state means that every action of the People and the State of Indonesia must be in accordance with the values of Pancasila. To find out the life, cultural values, customs of society, and the implementation of the praxis values of Pancasila by the Tobelo Tribe in this research through the method of literature studies by obtaining various data and reference literature from books, scientific journals and mass media articles related to the problem to test the initial hypothesis. The results showed that the value of the customs of the Tobelo Dalam tribe was almost in accordance with the practice of pancasila praxis values, especially in the field of community and leadership system to create prosperity with the Tobelo Dalam People. But in terms of beliefs, most of them still adhere to ancestral beliefs and there are still few who adhere to official religion in accordance with the explanation of article 1 of the Blasphemy Law. But in Article 28E paragraph (1) of the 1945 Constitution on guaranteeing freedom of religion in Indonesia, that certain religious freedoms and beliefs embraced by the people in Indonesia include one of the human rights that should be protected by the state by ensuring that each of its people embraces religion and worship safely and runs well without any interference from outside.Keywords: Customs, Tobelo Tribe In, Praxis Values of Pancasila.
PERANAN TEKNOLOGI TERHADAP PERJUANGAN HAK JUAL- BELI MASYARAKAT JAWA BARAT PADA MASA PANDEMI Gaudia Sweta Kumara; Muhammad Ilman Karimurrahman; Ramadhyan Priyo Sembodo; Silvano Leonard Winata
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 2 (2021): 1 Juli - 31 Desember 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (869.339 KB) | DOI: 10.31316/jk.v5i2.2016

Abstract

AbstrakSejak zaman dahulu, manusia telah melakukan kegiatan jual-beli untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Berkerumun dan berkumpul untuk melakukan transaksi jual-beli menjadi suatu rutinitas dan bagian dari gaya hidup. Pasar konvensional dan mal menjadi tempat yang tidak sepi akan pengunjung. Namun, pandemi COVID-19 pada akhir tahun 2019 membuat pemerintah Indonesia melakukan pembatasan kegiatan sosial. Masyarakat dilarang untuk berkegiatan sosial dalam skala besar sehingga dilarang untuk berkerumun di tempat ramai. Pusat perbelanjaan pun sebagian besar ditutup dan membatasi jumlah pengunjungnya. Kondisi pandemi membuat masyarakat secara terpaksa harus mengadaptasi gaya hidup baru yang mengurangi kontak langsung dengan orang lain. Adanya kemajuan pada teknologi berbasis internet memberikan peluang pada masyarakat untuk menghadapi pembatasan sosial tersebut. Kini pandemi COVID-19 telah berlangsung selama dua tahun dan masih belum diketahui kapan akan berkahir. Masyarakat telah menciptakan gaya hidup baru, menyesuaikan diri dengan kondisi pandemi. Perlaku baru pun muncul ketika melakukan kegiatan jual-beli. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas teknologi berbasis daring terhadap kegiatan jual-beli masyarakat pada masa pandemic. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan melalui observasi dan pembagian kuesioner secara daring. Melalui penelitian ini, diharapkan diketahuinya sikap masyarakat pada kegiatan jual-beli dalam masa pandemic yang telah berlangsung selama dua tahun dan diperolehnya data rill pada lapangan.Kata Kunci: Jual-Beli, Teknologi, Daring, Masyarakat, Perilaku AbstractSince ancient times, humans have been doing buying and selling activities to meet their needs. Crowding and gathering to make buying and selling transactions becomes a routine and part of the lifestyle. Conventional markets and malls become places that are not empty of visitors. However, the COVID-19 pandemic at the end of 2019 led the Indonesian government to restrict social activities. People are forbidden to do social activities on a large scale so it is forbidden to crowd in crowded places. Shopping malls were mostly closed and limited the number of visitors. Pandemic conditions make people forced to adapt a new lifestyle that reduces direct contact with others. Advances in internet-based technology provide opportunities for people to face these social restrictions. Now the COVID-19 pandemic has been going on for two years and it is still unknown when it will be eradicated. Society has created a new lifestyle, adjusting to pandemic conditions. New equipment also appeared when doing buying and selling activities. This research aims to measure the effectiveness of online-based technology against people's buying and selling activities during pandemics. The data collection in this study was conducted through observation and online questionnaire sharing. Through this research, it is expected that the public's attitude to buying and selling activities in the pandemic period that has lasted for two years and the acquisition of rill data in the field.Keywords: Buying and Selling, Technology, Online, Community, Behavior
ANALISIS PERLINDUNGAN HAK DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA PETANI YANG BERKUALITAS DI PROVINSI BANTEN (STUDI IMPLEMENTASI PASAL 12 DAN PASAL 42 UU NO 19 TAHUN 2013 TENTANG PERLINDUNGAN DAN PEMBERDAYAAN PETANI) Heri Fransisco Siagian; Damanhuri Damanhuri; Ronni Juwandi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.771 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2028

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Implementasi Pasal 12 & Pasal 14 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2013 Tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani serta hambatan dalam pelaksanaan Implementasinya. Penelitian ini dilakukan di Provinsi Banten dengan menggunakan metode deskriptif pendekatan kualitatif. Peneliti mengumpulkan data dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini yaitu Implementasi yang dilakukan oleh pemerintah dengan memberikan sarana dan prasarana pertanian berupa alat-alat pertanian, memberikan kepastian usaha dan kontrol harga dengan penentuan harga melalui Harga Pembelian Pemerintah (HPP) dan juga stabilisasi harga yang dilakukan oleh Bulog, Pemerintah juga memberikan asuransi bagi petani yang mengalami gagal panen melalui Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Selain pemberian prasarana, sarana pertanian dan kontrol harga, pemerintah juga memberikan penyuluhan dan pendampingan untuk pengembangan petani lebih berkualitas dalam proses produksi pertanian.  Dari hasil penelitian yang dilakukan peneliti di simpulkan bahwa perlindungan dan pengembangan yang dilakukan pemerintah dilihat dari Undang-undang Nomor 19 Tahun 2013 sudah berjalan cukup baik dengan adanya bantuan bagi petani dalam usaha taninya, walaupun dalam pelaksanaannya masih terdapat hambatan dalam pemerataan sarana pertanian, perubahan kebijakan atas Bulog yang berdampak terhadap tidak rutinnya Bulog dalam menyerap panen petani dan juga minimnya penyuluh di Provinsi Banten tidak sebanding dengan jumlah desa yang ada di Provinsi Banten.Kata kunci: Perlindungan Hak Petani, Pemberdayaan Petani, Implementasi AbstractThe purpose of the study is to knowing the Implementation of Article 12 & Article 14 of the Number 19 Act 2013 About Farmer Protection and Empowerment also the obstacles of its Implementation. This research located in Banten Province using the descriptive method of qualitative approaches. Researcher collect data using observation techniques, interviews and documentation. The result of this study is the Implementation was done by the government providing agricultural infrastructure within of agricultural tools, giving business certainty and price control with establishment prkce named (HPP) also price stabilization by Bulog, the Government also provided insurance for farmers who experienced crop failure through named Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Moreover infrastructure management, agricultural infrastructure and price control, the government also done socialization and mentoring for the development of more qualified farmers in the agricultural production process. From this research can conclude that the protection and development that the government has seen from the Number 19 Law of 2013 has been well enough with assistance for farmers in its farming efforts, although in the implementation there are still barriers to the equalization of agricultural means, policy changes over Bulog that have impacted the non-routine of Bulog in absorbing farmers' harvests and also lack of socialization in Banten Provinces as not worth as number of villages in the Banten Province.Keywords: Farmers' Rights Protection, Farmers' Empowerment, Implementation of Law
Strategi Pengembangan Economic Civic di Lingkungan Persekolahan Guna Mendorong Peserta Didik Sebagai Wirausaha Muda Hariyanti; Filma Alia Sari
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.748 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.2034

Abstract

Abstrak Sumber Daya Manusia yang berkualitas dihasilkan dari system pendidikan yang mampu membekali lulusannya dengan kemampuan intelektualitas yang bermutu, keterampilan soft skill maupun hard skill dan karakter yang matang, artinya SDM yang berkualitas harus memiliki civic competences yang menyatu dalam dirinya. Artikel ini menggunakan metode literature review dalam menganalisis permasalahan melalui kajian teori dan hasil penelitian yang relevan untuk membuah sebuah solusi. Tahun 2045, Indonesia diperkirakan mengalami bonus demografi, dimana jumlah penduduk yang berusia produktif cukup tinggi. Economic civic merupakan salah satu upaya untuk mempersiapkan warga negara yang berkualitas dan berdaya saing sehingga tidak hanya menjadi konsumen produk negara lain tetapi menjadi produsen yang mampu mendatangkan income. Economic civic dibangun dalam lingkungan sekolah karena nilai-nilai entrepreneurship harus dibekali sejak dini, dilakukan secara kontiniu dan terbina. Economic civic dapat dikembangkan melalui (1) infiltrasi dalam mata pelajaran di sekolah; (2) membentuk kegiatan ekstrakurikuler entrepreneurship di sekolah yang peminatannya bersifat pilihan bagi peserta didik; (3) sinergi antara pihak sekolah dan pemerintah daerah untuk mengikutsertakan dan mendorong peserta didik untuk membuat dan menjual produk/karya mereka dalam kegiatan ekonomi kreatif. Kata Kunci: Economic Civic, Sekolah Abstract Quality human resources are produced from an education system that is able to equip graduates with quality intellectual abilities, soft skills and hard skills and mature characters, meaning that quality human resources must have civic competences that are integrated within them. This article uses the literature review method in analyzing problems through theoretical studies and relevant research results to produce a solution. In 2045, Indonesia is estimated to experience a demographic bonus, where the number of people of productive age is quite high. Economic civic is one of the efforts to prepare qualified and competitive citizens so that they are not only consumers of other countries' products but also producers who are able to bring in income. Economic civic is built in a school environment because entrepreneurship values ​​must be provided from an early age, carried out continuously and nurtured. Economic civic can be developed through (1) infiltration in subjects at school; (2) establishing entrepreneurship extracurricular activities in schools whose specialization is optional for students; (3) synergy between schools and local governments to involve and encourage students to make and sell their products/works in creative economic activities. Keywords: Economic Civic, School.
PEMANFAATAN E-LEARNING DALAM MENANAMKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS KEWARGANEGARAAN (INTELLECTUAL CIVIC SKILLS) PESERTA DIDIK MELALUI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN Herdi Winangun; Damanhuri Damanhuri; Ria Yuni Lestari
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.464 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2035

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pemanfaatan elearning dalam menanamkan kemampuan berpikir kritis kewarganegaraan Peserta Didik melalui pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di SMA Negeri 1 Kota Serang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitiatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pendidik memanfaatkan bentuk atau fitur-fitur yang tersedia di microsoft teams seperti fitur chating, memberikan ulangan atau kuis melalui fitur penugasan, mengadakan diskusi dan memerintahkan untuk On Cam, memberikan penugasan berbentuk file yang dapat di save di one drive. Strategi penerapan Pendidik dan kepala sekolah yaitu mengembangkan keterampilan diri dan mengembangkan instrument evaluasi hasil belajar. Faktor pendukung yaitu faktor intenal berupa peran pendidik dan kepala sekolah serta sarana dan pra sarana, sedangkan faktor eksternal yaitu berasal dari pemerintah dan orang tua, adapun faktor penghambat seperti terkendala dijaringanKata Kunci: E-learning, Kemampuan Berpikir Kritis, PPKn AbstractThe purpose of this study is to determine the use of e-learning in instilling students critical thinking skills in citizenship through learning pancasila and citizenship education at SMA Negeri 1 kota attack. This study uses a qualitative approach with the descriptive. The data collection technique in this study used the technique of interviews, observations and documentation. The result showed that educators take advantage of forms or features available in microsoft teams such as chat featrures, giving tests or quizzes through the assignment feature, hold discussions and order to on cam, give assignment in the form of files that can saved on one drive. Strategy for implementing educators and principals, namely develoving self-skills and developing learning outcomes evalution instrument. Supporting factors are internal factors in the form of: the role of the educators and school principals as well as facilities and infrastructure, while the external that comes from the government and parents, as for the inhibiting factors like being constrained in the network.Keywords: E-learning, Critical Thinking Skills,
TINJAUAN PELANGGARAN HAK DAN PENGINGKARAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA BERDASARKAN UUD 1945 Siti Zikrina Farahdiba; Nisrina Nur Sai'dah; Desmi Salsabila; Siti Nuraini
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 2 (2021): 1 Juli - 31 Desember 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.25 KB) | DOI: 10.31316/jk.v5i2.2044

Abstract

AbstrakTujuan dari literatur ini adalah supaya masyarakat mengerti tetang hak dan kewajiban dalam bewarga negara di Indonesia. Serta mengerti tentag fakto-faktor apa saja yang menybabkan pelanggaran hal dan pengingkaran kewajiban warga negara. Metode penulisan yang dilakukan   menggunakan metode penulisan kepustakaan (library research). Pemahaman hak dan kewajiban ini harus dimiliki oleh setiap warga negara. Tujuannya adalah untuk memastikan semua warga negara bisa menghargai hak diri sendiri dan orang lain serta melakukan kewajibannya. Pelanggaran hak warga negara terjadi ketika warga negara tidak dapat menikmati atau memperoleh haknya sebagaimana mestinya yang ditetapkan oleh undang-undang. Pelanggaran hak warga negara merupakan akibat dari adanya pelalaian atau pengingkaran terhadap kewajiban, baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun oleh warga negara sendiri.Kata kunci: kewajiban warga negara, Hak warga negara, UUD 1945 AbstractThe purpose of this study is for people to understand the meaning of the civic right and civic duties in Indonesia as well as to make them understand the factors that cause violation of the rights and obligations of citizens. This study used Literary methods (library research). All citizens must understand these rights and obligations so that they can respect the rights of themselves and others and fulfill them. Abuse of citizens’ rights occurs when they can't enjoy and get their rights. Even though the rights of citizens are already regulated in the Constitution of Indonesia. Violation of the citizen's right is the result of negligence or denial of obligations, whether carried out by the government or by citizens.keyword: civic duties, civic right, constitution of indonesia.
BUDAYA MENGGUNAKAN AIR KOBOKAN PADA RUMAH MAKAN PADANG TERKAIT PENYEBARAN COVID-19 Galuh Mawarni M; Dhafin Iedfaza; Reyhan Ranggadhita; Kallista Adelia
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 2 (2021): 1 Juli - 31 Desember 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.613 KB) | DOI: 10.31316/jk.v5i2.2047

Abstract

AbstrakPandemi COVID-19 membuat manusia semakin sadar akan pentingnya kebersihan. Salah satu budaya minang yang masih sering dilakukan dalam hal kebersihan adalah membersihkan tangan dengan air kobokan yang sering ditemukan di rumah makan padang. Tujuan penelitian studi literatur ini adalah untuk mengkaji potensi penyebaran COVID-19 melalui penggunaan air kobokan sebagai alternatif metode cuci tangan pada wastafel. Pada penelitian ini, metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur. Penelitian ini dibuat agar masyarakat lebih mengerti mengenai air kobokan yang mempunyai peluang dalam penyebaran COVID-19, sehingga masyarakat dapat mencari alternatif lain dari air kobokan atau tidak lagi menggunakan air kobokan. Hal ini didukung dengan banyaknya pendapat dokter yang menyatakan air kobokan tidak dapat membersihkan tangan secara efektif, tetapi justru menambah populasi kuman ataupun virus di tangan. Center for Disease Control and Prevention (CDC) menganjurkan untuk mencuci tangan di bawah air mengalir agar kuman-kuman ini dapat tersapu bersih. Air kobokan yang tergenang pada mangkok merupakan media yang tepat untuk kuman berkembang, sehingga cuci tangan lebih baik dilakukan pada air mengalir dengan menggunakan sabun.Kata kunci: air kobokan, rumah makan padang, COVID-19, virus. AbtractThe COVID-19 pandemic has made people more aware of the importance of hygiene. Finger bowl, one of Minang’s cultures that are still alive today and commonly found in Padang restaurants, is a small bowl of water for washing hands before dining. The purpose of this literature study is to examine the potential of the spread of COVID-19 through the use of finger bowl water as an alternative method of washing hands at the sink. In this study, the research method used is a literature study. This research was made so that people could have a better understanding about finger bowl water, which has the opportunity to spread COVID-19, so that people can look for other alternatives to and stop the use of finger bowl during the pandemic. This finding is supported by the opinions of numerous doctors and scientists alike who state that finger bowl water does not clean hands effectively, but instead increases the population of germs or viruses on hands. The Center for Disease Control and Prevention (CDC) recommends washing your hands under running water so that these germs can be washed away. This is because finger bowl water is essentially stagnant water in a bowl and is the right medium for germs to grow, so it is better to wash hands in running water using soap.Keywords: Finger bowl, padang restaurants, COVID-19, virus.
PERAN BUDAYA HUTAN LARANGAN ADAT RIAU SEBAGAI CONTOH SOLUSI PELESTARIAN EKOSISTEM DI INDONESIA Christian Jefferson Setiawan; Derrick Anthony; Mutiara Zukhrufiati Asyifa; Wafa Aulia Izzati
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 2 (2021): 1 Juli - 31 Desember 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.353 KB) | DOI: 10.31316/jk.v5i2.2058

Abstract

AbstrakIndonesia adalah salah satu negara dengan keanekaragaman hayati terbanyak di dunia. Indonesia juga menjadi salah satu penyumbang oksigen alami terbesar di dunia. Akan tetapi, Indonesia terus kehilangan daerah-daerah hijaunya akibat ulah manusia seperti penebangan liar, kebakaran hutan, dan lainnya. Setiap tahun, Indonesia kehilangan ratusan ribu hektar kawasan hutannya akibat kepentingan pihak yang tidak bertanggung jawab. Setiap tahun, kebakaran hutan dan lahan masif selalu terjadi Indonesia, terutama di daerah Sumatra dan Kalimantan. Kebutuhan akan tindakan harus segera ditingkatkan. Disinilah salah satu peran budaya-budaya seperti budaya hutan larangan adat di Riau. Budaya hutan larangan adat di Riau selain menjaga ekosistem flora maupun fauna hutan di Riau, juga dapat menjadi harapan untuk melestarikan ekosistem alami di Riau. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan korelasi antara budaya-budaya seperti budaya hutan larangan adat terhadap ancaman masif deforestasi di Riau melalui analisis data. Dengan menciptakan analisis data, penelitian ini diharapkan mampu memberikan data faktual berdasarkan hasil observasi dan pendapat subjektif masyarakat agar nantinya dapat mengedukasi dan memberikan kesadaran kepada masyarakat bahwa budaya hutan larangan adat tersebut bisa menjadi alasan untuk menghormati dan memahami peran budaya-budaya asli yang ada di seluruh Indonesia. Kata kunci:  Deforestasi, Budaya, Pelestarian, Hutan Larangan Adat AbstractIndonesia is one of the countries that have the most biodiversity in the world. Thus, Indonesia is also one of the most natural oxygen contributors in the world.  However, Indonesia continuously lost its green areas because of human activity such as illegal logging, forest burning, etc. Each year, Indonesia loses about thousands of hectares of forest area because of parties’ interests that are not responsible. Each year, massive forest and field fires happen in Indonesia, especially in Sumatra and Kalimantan. The needs of action must be raised as soon as possible. This is one of the cultural roles, such as the customary prohibited forest of Riau. Customary prohibited forest of Riau besides protecting the flora and fauna ecosystem in Riau, it has also become hopes to conserve the natural ecosystem in Riau. This research’s aim is to find out the correlation of cultures like Customary prohibited forest with massive threat of deforestation in Riau by using data analytics. By making data analysis, this research is expected to give factual data consisting of observational results and subjective opinion in the society so that it can educate and give awareness to society that customary prohibited forest can be a reason to respect and understand countries' original cultures.Key word: Deforestation, Culture, preservation, Customary Prohibited Forest
UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN DARING (GOOGLE CLASSROOM) MELALUI IN HOUSE TRAINING Sareh Joko Pitoyo
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 2 (2021): 1 Juli - 31 Desember 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.488 KB) | DOI: 10.31316/jk.v5i2.2072

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan Kompetensi guru dalam menggunakan media pembelajaran daring google classroom melalui in house training pada guru SD Negeri 3 Baturetno. Metode penelitian pada penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Sekolah. Subjek penelitian berjumlah 8 orang guru. Instrumen yang digunakan dalam penelitian yaitu angket dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu triangulasi metode. Sementara tindakan yang diberikan oleh peneliti yaitu berupa pemberian tindakan in house training. Indikator keberhasilan tindakan yaitu Tindakan dinyatakan berhasil apabila 100% subjek penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan menggunakan media pembelajaran daring google classroom pada kategori tinggi. Kondisi awal/pratindakan diperoleh hasil bahwa kemampuan guru menggunakan media pembelajaran daring Google Classroom pada kategori tinggi sebanyak 12,5%, kategori sedang sebanyak 37,5%, dan kategori rendah sebanyak 50%. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa perlu adanya perlakuan kepada subjek penelitian. Tindakan pada siklus I menunjukkan hasil bahwa subjek berkemampuan menggunakan media pembelajaran daring Google Classroom pada kategori tinggi sebanyak 50%, kategori sedang sebanyak 50%, dan kategori rendah sebanyak 0%. Tindakan siklus II menunjukkan hasil bahwa subjek berkemampuan menggunakan media pembelajaran daring Google Classroom pada kategori tinggi sebanyak 87,5%, kategori sedang sebanyak 12,5%, dan kategori rendah 0%. Tindakan siklus III menunjukkan hasil bahwa 100% subjek sudah berkemampuan menggunakan media pembelajaran daring Google Classroom pada kategori tinggi sehingga penelitian tindakan sekolah dinyatakan berhasil dan tidak perlu dilanjutkan pada siklus berikutnya. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa In House Training dapat meningkatkan kemampuan guru menggunakan media pembelajaran daring Google Classroom di Sekolah Dasar Negeri 3 Baturetno.Kata kunci: In House Training, Media Pembelajaran Daring, Google Classroom AbstractThis study aims to improve teacher competence in using online learning media google classroom through in-house training for teachers at State Elementary School 3 Baturetno. The research method in this study used School Action Research. The research subjects were 8 teachers. The instruments used in this research are questionnaires and observations. The data analysis technique used is triangulation method. Meanwhile, the action given by the researcher is in the form of providing in-house training. The indicator for the success of the action is that the action is declared successful if 100% of the research subjects show an increase in the ability to use online learning media google classroom in the high category. The initial/pre-action conditions showed that the teacher's ability to use Google Classroom online learning media was in the high category as much as 12.5%, in the medium category as much as 37.5%, and in the low category as much as 50%. These results indicate that there is a need for treatment of research subjects. The action in the first cycle showed that the subject was able to use Google Classroom online learning media in the high category by 50%, in the medium category by 50%, and in the low category by 0%. The second cycle of action shows that the subject is able to use Google Classroom online learning media in the high category as much as 87.5%, the medium category as much as 12.5%, and the low category 0%. The third cycle of action showed that 100% of the subjects were able to use Google Classroom online learning media in the high category so that the school action research was declared successful and did not need to be continued in the next cycle. Based on the results of the study, it can be concluded that In House Training can improve the ability of teachers to use online learning media Google Classroom at State Elementary School 3 Baturetno.Keywords: In House Training, Online Learning Media, Google Classroom
PENANAMAN KOMPETENSI KEWARGANEGARAAN MELALUI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN TERHADAP SISWA Ervina Putri Utami; Febrian Alwan Bahrudin; Wika Hardika Legiani
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.284 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2076

Abstract

AbstrakMempelajari cara menumbuhkan penanaman kompetensi kewarganegaraan melalui pembelajaran pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan terhadap siswa, serta untuk mengetahui Apa faktor pendukung, faktor penghambat dan solusi dalam penanaman kompetensi kewarganegaraan melalui pembelajaran PPKn terhadap siswa, dan memperoleh informasi mengenai Metode pembelajaran apa saja yang digunakan untuk menanamkan kompetensi kewarganegaraan melalui pembelajaran PPKn terhadap siswa. Penelitian dilakukan di SMK Bismillah Barugbug Serang Banten dengan menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan studi deskriptif. Pengumpulan data yang dilakukan yaitu melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ditemukan bahwa penanaman kompetensi kewarganegaraan kepada siswa melalui berbagai macam metode, strategi pembelajaran yang inovatif dan memberikan contoh keteladanan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, Adapun faktor penghambat dalam penanaman kompetensi yaitu sumber daya manusia dalam tenaga pengajar yang tidak linear, fasilitas laboratorium yang kurang memadai dan kurangnya ketertarikan siswa dalam pembelajaran pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan. Metode yang digunakan untuk penanaman kompetensi kewarganegaraan dengan menerapkan pemberian tugas, metode diskusi dan metode literasi.Kata kunci: Kompetensi Kewarganegaraan, Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan AbstractLearn how to cultivate citizenship competence through learning Pancasila and citizenship education for students, as well as to find out what are the supporting factors, inhibiting factors and solutions in inculcating civic competence through Civics learning in students, and obtain information about what learning methods are used to instill civic competence through Civics learning to students. The research was conducted at Bismillah Barugbug Vocational School, Serang Banten, using a qualitative approach with a descriptive study. Data collection is carried out by conducting observations, interviews, and documentation. The results of the study found that the inculcation of civic competence in students through various methods, innovative learning strategies and providing exemplary examples in accordance with the values of Pancasila. inadequate and lack of student interest in learning Pancasila and citizenship education. The method used to inculcate civic competence is by applying assignment assignments, discussion methods and literacy methods.Keywords: Citizenship Competence, Learning Pancasila and Citizenship Education.

Page 27 of 168 | Total Record : 1679