cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
setiawan1000@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
nurgiansah@upy.ac.id
Editorial Address
Jl. IKIP PGRI I Sonosewu No.117, Sonosewu, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kewarganegaraan
ISSN : 19780184     EISSN : 27232328     DOI : https://doi.org/10.31316/jk.v7i1.5299
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Kewarganegaraan is published 2 times in 1 year in June and December. The scope of the article includes: 1. Pancasila Education 2. Citizenship Education 3. Social Sciences 4. Politic 5. Law
Articles 1,679 Documents
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN CIVIC KNOWLEDGE Eka Yanuar Indah Rizqiyani; Ratna Sari Dewi; Wika Hardika Legiani
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.469 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2235

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui langkah-langkah pembuatan bahan ajar video interaktif berbasis Problem Based Learning dan untuk mengetahui kelayakan produk bahan ajar video interaktif berbasis Problem Based Learning pada mata pelajaran PPKn di SMPN 1 Sindang Jaya. Langkah-langkah pengembangan bahan ajar video interaktif berbasis Problem Based Learning menggunakan desain penelitian dan pengembangan (research and development) atau R&D yang dikembangkan oleh Sugiyono. Langkah-langkah penelitian pengembangan bahan ajar video interaktif berbasis Problem Based Learning ini terdiri dari 6 tahapan, yaitu potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, dan uji coba produk. Bahan ajar video interaktif berbasis Problem Based Learning ini divalidasi oleh 3 ahli, yaitu ahli media, ahli materi, dan ahli pendidikan. Setelah dilakukan uji validasi oleh tim ahli selanjutnya dilakukan uji coba produk dengan subjek penelitian yaitu siswa kelas VII SMPN 1 Sindang Jaya yang dilaksanakan dengan jumlah siswa sebanyak 20 orang. Hasil uji validasi ahli media menunjukkan bahwa bahan ajar video interaktif berbasis Problem Based Learning memperoleh nilai rata-rata sebesar 81,48% dengan kategori “Sangat Layak”. Hasil uji materi menunjukkan bahwa bahan ajar video interaktif berbasis Problem Based Learning ini memperoleh nilai rata-rata sebesar 93,91% dengan kategori “Sangat Layak”. Hasil uji ahli pendidikan menunjukkan bahwa bahan ajar video interaktif berbasis Problem Based Learning memperoleh nilai rata-rata sebesar 98,57% dan masuk kategori “Sangat Layak”. Hasil uji coba produk pada siswa memperoleh nilai rata-rata sebesar 89,05% dan masuk kategori “Sangat Baik”. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bahan ajar video interaktif berbasis Problem Based Learning yang dikembangkan di Kelas VII SMPN 1 Sindang Jaya “Sangat Layak” untuk digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan pada materi Norma dan Keadilan.Kata kunci: Pengembangan Bahan Ajar Video Interaktif, Berbasis Problem Based Learning, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan  AbstractThis study aims to determine the steps for making interactive video teaching materials based on Problem Based Learning and to determine the feasibility of interactive video teaching materials based on Problem Based Learning in Civics subjects at SMPN 1 Sindang Jaya. The steps for developing interactive video teaching materials based on Problem Based Learning use research and development or R&D designs developed by Sugiyono. The research steps for developing interactive video teaching materials based on Problem Based Learning consist of 6 stages, namely potential and problems, data collection, product design, design validation, design revision, and product testing. Problem Based Learning-based interactive video teaching materials were validated by 3 experts, namely media experts, material experts, and education experts. After the validation test was carried out by a team of experts, a product trial was carried out with the research subject, namely class VII students of SMPN 1 Sindang Jaya which was carried out with a total of 20 students. The results of the media expert validation test showed that the interactive video teaching materials based on Problem Based Learning obtained an average score of 81.48% in the "Very Eligible" category. The results of the material test showed that the interactive video teaching materials based on Problem Based Learning obtained an average score of 93.91% with the "Very Eligible" category. The results of the education expert test showed that interactive video teaching materials based on Problem Based Learning obtained an average score of 98.57% and were in the "Very Eligible" category. The results of product trials on students obtained an average score of 89.05% and entered the "Very Good" category. Based on the results of the study, it can be concluded that the interactive video teaching materials based on Problem Based Learning developed in Class VII SMPN 1 Sindang Jaya are "Very Eligible" to be used in learning Pancasila and Citizenship Education on Norms and Justice.Keywords: Development of Interactive Video Teaching Materials, Problem Based Learning, Pancasila and Citizenship Education
PENERAPAN PENGGUNAAN BANDICAM UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN MAHASISWA PADA KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA Ari Retno Purwanti; Famatul Basiroh
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 2 (2021): 1 Juli - 31 Desember 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.852 KB) | DOI: 10.31316/jk.v5i2.2236

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan mengetahui penerapan penggunaan Bandicam untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa pada kuliah pendidikan Pancasila. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakaan kualitatif dan metode deskriptif, peneliti menggunakan eksplorasi dalam pembelajaran daring dengan aplikasi online menggunakan elearning, Bandicam, Youtube dan Google meeting, subyek penelitian adalah 28 mahasiswa. Teknik pengumpulan data dengan observasi partisipan dari aplikasi Bandicam. Dari angket google form dapat diketahui efektivitas pembelajaran elearning dengan bandicam, You Tube dan google meeting. Teknik analisis data menggunakan analisis dari Miles dan Huberman. Dari hasil Penelitian berupa kegiatan reduksi data, data display dan verifikasi data atau kesimpulan. Perkuliahan Pancasila yang dilaksanakan dengan elearning yang semula hanya menggunakan PPT biasa untuk diberikan pada mahasiswa, hasil nya yang efektif hanya ada 5 orang/mahasiswa namun setelah PPT nya menggunakan bandicam mahasiswa yang efektif meningkat menjadi 21 orang. Hal ini dikarenakan bandicam membantu pemahaman mahasiswa untuk menangkap materi perkuliahan Pancasila yang tidak hanya melihat tulisan tapi juga mendengarkan penjelasan dosen yang telah dibuat dalam aplikasi bandicam dan ditayangkan berulang-ulang untuk lebih memahami kembali.Kata Kunci:  Penerpan, Bandicam, Pancasila AbstractThis research aims to find out the application of the use of Bandicam to improve student understanding in Pancasila education lectures. The approach in this study uses qualitative and descriptive methods, researchers use exploration in online learning with online applications using elearning, Bandicam, Youtube and Google meetings, the study subjects were 28 students. Data collection techniques with participant observations from the Bandicam application. From the google form questionnaire can be known the effectiveness of elearning learning with bandicam, You Tube and google google meeting. Data analysis techniques use analysis from Miles and Huberman. From the results of research in the form of data reduction activities, display data and data verification or conclusions. Pancasila lectures are carried out by elearning which originally only uses regular PPT to be given to students, the results are effective there are only 5 people / students but after the PPT uses an effective student bandicam increased to 21 people. This is because bandicam helps students understand to capture Pancasila lecture material that not only sees writing but also listens to lecturer explanations that have been made in bandicam applications and aired repeatedly to better understand again.Keywords: Penerpan, Bandicam, Pancasila
SISTEM TRADISI PERKAWINAN ADAT DAYAK NGAJU DI DESA PAMARUNAN KECAMATAN KAHAYAN TENGAH Julianti Agung Wati; Nurul Veronika Saputri; Sarny Manurung; Beniqno Chrishagel; Sakman Sakman; Dotrimensi Dotrimensi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 2 (2021): 1 Juli - 31 Desember 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (752.235 KB) | DOI: 10.31316/jk.v5i2.2290

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui Sistem Tradisi Perkawinan, Syarat utama prosesi pernikahan dan pantangan-pantangan Perkawinan Adat Dayak Ngaju di Desa Pamrunan. Metode yang digunakan adalah kualitatif. Prosedur pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sistem perkawinan Suku Dayak Ngaju bermula dari tradisi lisan yang berakar dari religi Kaharingan yang awalnya disebut dengan Agama Helo (Agama dulu). Dalam perkawinan adat Dayak Ngaju ada  yang disebut Pelek Rujin Pangawin, serta awal mulainya kehidupan berumah tangga termsauk didalamnya adanya Jalan Hadat yang harus dipenuhi oleh seorang laki-laki terhadap perempuan dan keluarganya. Hak,kewajiban dan tanggung jawab perkawinan termuat dalam Pelek Rujin Pangawin. Dalam prosesi perkawinan adat Dayak Ngaju ada beberapa tahapan yaitu antaranya; (1)Hakumbang Auh, (2)Mamanggul ,(3)Maja Misek, (4)Mananggar Janji atau Mukut Rapin Tuak. Saat akan berlangsungnya prosesi perkawinan adat Dayak melalui tahapan yang disebut Panganten Haguet dan Panganten Mandai. Ketika pengantin pria dan rombongan keluarganya tiba ada beberapa kegiatan yang dilakukan antaranya; (1) mambuka lawang sakepeng,(2) mamapas,(3) haluang hapelek,(4) manyaki panganten.Setelah prosesi perkawinan pun selesai  masih ada beberapa prosesi perkawinan yang harus dilewati kedua mempelai,masyarakat Dayak Ngaju menyebut nya dengan Maruah Pali dan Pakaja Manantu.Kata Kunci: Makna Simbolis Perkawinan; Adat Budaya; Dayak Ngaju Abstract`This research was conducted to find out the study of the Ngaju Dayak Traditional Marriage Tradition System in Pamarunan Village and what are the main requirements for the Ngaju Dayak Traditional wedding procession and its taboos. The method used is qualitative. The data collection procedure used observation, and interviews. The results showed that the marriage of the Ngaju Dayak Tribe stems from an oral tradition rooted in the Kaharingan religion which was originally called the Helo Religion (the first religion). In the Ngaju Dayak traditional marriage there is something called the Rujin Pangawin Rim, and the beginning of married life includes the existence of a Hadat Way that must be fulfilled by a man towards a woman and her family. The rights, obligations and responsibilities of marriage are contained in the Pangawin Rujin Rim. In the Ngaju Dayak traditional marriage procession there are several stages, namely; (1) Hakumbang Auh, (2) Mamanggul, (3) Maja Misek, (4) Mananggar Promise or Mukut Rapin Tuak. When the Dayak traditional marriage procession will take place through stages called Panganten Haguet and Panganten Mandai. When the groom and his family entourage arrived there were several activities carried out, including; (1) opening the lawang sakepeng, (2) mamapas, (3) haluang hapelek, (4) manyaki foodten. After the wedding procession is over, there are still several wedding processions that the bride and groom must go through, the Ngaju Dayak people call them Maruah Pali and Pakaja Manantu.Keywords: The Symbolic Meaning of Marriage; Cultural Customs; Dayak Ngaju
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SEBAGAI UPAYA PERTAHANAN IDENTITAS NASIONAL DALAM PENDIDIKAN MULTIKULTURAL Agus Sarwo Edi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 2 (2021): 1 Juli - 31 Desember 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.793 KB) | DOI: 10.31316/jk.v5i2.2291

Abstract

AbstrakKarya tulis ini mengkaji ilmu dengan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data in-depth-interview yang bertujuan memberikan wawasan tentang penguatan identitas nasional melalui pendidikan multikultural. Dewasa ini, era globalisasi pada saat ini menyebabkan arus informasi dan mobilitas manusia dari satu daerah ke daerah lain bergerak dengan cepat. Hal ini memungkinkan interaksi manusia antara satu bangsa dengan bangsa lainnya menjadi semakin intens. Salah satu akibat yang ditimbulkan dari adanya globalisasi ini adalah adanya pengaruh yang sangat kuat dari nilai-nilai dan budaya luar yang mempengaruhi kehidupan masyarakat, terutama generasi muda. Diantara nilai dan budaya yang diserap masyarakat, banyak yang tidak sejalan dengan nilai-nilai Pancasila, sehingga dikhawatirkan hal ini berdampak pada tergerusnya nilai-nilai nasionalisme dan identitas bangsaKata kunci: Identitas nasional, globalisasi, pendidikan multikultural AbstractThis paper examines science using qualitative methods with in-depth-interview data collection techniques aimed at providing insight into strengthening national identity through multicultural education. Today, the current era of globalization causes the flow of information and human mobility from one area to another to move quickly. This allows human interaction between one nation and another to become more intense. One of the consequences of this globalization is the very strong influence of foreign values and cultures that affect people's lives, especially the younger generation. Among the values and cultures that are absorbed by the community, many are not in line with the values of Pancasila, so it is feared that this will have an impact on the erosion of the values of nationalism and national identity..Keywords: National identity, globalization, multicultural education
KETERKAITAN PEMIKIRAN AL-FARABI MENGENAI NEGARA YANG IDEAL DENGAN KONSEP KEHIDUPAN BERNEGARA DI INDONESIA Yumi Antika; Jagad Aditya Dewantara
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 2 (2021): 1 Juli - 31 Desember 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.064 KB) | DOI: 10.31316/jk.v5i2.2292

Abstract

AbstrakAl-farabi adalah seseorang yang memiliki latar belakang pendidikan di bidang filsafat dan ia merupakan seorang fisuf muslim pada abad ke-10. Menurut Al-Farabi dalam suatu negara pendudukannya perlu mengenal Tuhan, aktif secara spritual( Aql Fa’al), berdasarkan pada sistem nilai kebajikan yang harmonis, dan percaya akan adanya kehidupan setelah kematian. Ide al-Farabi tentang negara utama oleh banyak penulis diambil dari karyanya yang berjudul Arā’ Aḥl al-Madīnah al-Fāḍīlah yang secara harafiah berarti “Dasar-dasar Pandangan Warga Kota Utama” dan merupakan salah satu karyanya yang paling terkenal. Dalam karya ini, pandangan al-Farabi banyak dipengaruhi oleh dua filsuf Yunani, yaitu Plato dan Aristoteles. Negara utama adalah negara yang warganya memahami hakikat kebenaran (teoritis) dan juga memiliki kemampuan bertindak secara tepat (tawassuth) dengan mempertimbangkan tempat, waktu, pelaku dan juga alasan mengapa hal itu harus dilakukan (phronesis). Keutamaan ini dapat membuat warga negaranya mencapai kebahagiaan (al-sa’ dah). Kebahagiaan adalah tujuan hidup yang paling penting dan tertinggi dalam kehidupan manusia. Dalam upaya mewujudkan negara utama, peran filsuf raja menjadi sangat penting karena dia yang akan mendidik warganya untuk memahami dan bertindak berdasarkan dengan nilai-nilai kebajikan. Beberapa orang merasa sulit mewujudkan ide-ide Al-Farabi  dalam pemerintahan dan kekuasaan pada masa kini  karena menganggap bahwa pemikiran Al-Farabi ini besifat radikal. Gagasan ini juga bukan pemikiran utopis tetapi menjadi kritik bagi para penyelenggara negara. Penelitian ini bertujuan untuk mendefinisikan nnegara berdasarkan hubungan antara pandangan seorang filsuf politik Islam yang bernama Al-Farabi dengan keterkaitannnya tentang konsep kehidupan bernegara di indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data (penelitian kepustakaan) yang didapat dari beberapa website resmi, artikel, jurnal ilmiah, maupun dari penelitian terdahulu.Kata kunci: Al-Farabi, Negara, Konsep Negara Masa Kini AbstractAl-Farabi is someone who has an educational background in philosophy and he was a Muslim philosopher in the 10th century. According to Al-Farabi in an occupying country it is necessary to know God, be spiritually active (Aql Fa'al), based on a harmonious system of virtue values, and believe in life after death. Al-Farabi's idea of the main state by many writers is taken from his work entitled Arā' Aḥl al-Madīnah al-Fāḍīlah which literally means "Basics of the Main City Citizen's View" and is one of his most famous works. In this work, al-Farabi's views were heavily influenced by two Greek philosophers, namely Plato and Aristotle. The main state is a state whose citizens understand the nature of truth (theoretical) and also have the ability to act appropriately (tawassuth) by considering the place, time, actors and also the reasons why it must be done (phronesis). This virtue can make its citizens achieve happiness (al-sa'dah). Happiness is the most important and highest goal of life in human life. In an effort to realize the ultimate state, the role of the philosopher king becomes very important because he will educate his citizens to understand and act according to the values of virtue. Some people find it difficult to realize Al-Farabi's ideas in today's government and power because they think that Al-Farabi's thoughts are radical. This idea is also not a utopian thought but becomes a criticism for state administrators. This study aims to define the state based on the relationship between the views of an Islamic political philosopher named Al-Farabi with his relation to the concept of state life in Indonesia. The method used in this study is a qualitative method using data collection techniques (library research) obtained from several official websites, articles, scientific journals, as well as from previous research.Keywords: Al-Farabi, The State, The Concept of the Present State
PEMIKIRAN SOEKARNO DALAM AJARAN MARHAENISME Vhiasyah Raeinady; Jagad Aditya Dewantara
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 2 (2021): 1 Juli - 31 Desember 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.482 KB) | DOI: 10.31316/jk.v5i2.2293

Abstract

AbstrakTulisan ini menjelaskan sebuah konsep dari pemikiran Soekarno mengenai Marhaenisme yang dianalis dan dibedah sesuai dengan sumber kepustakaan yang ada. Kemudian, berisi sebuah wacana terhadap Indonesia tentang kewajiban pemerintah melindungi kaum Marhaen di tengah pandemi covid-19. Marhaenisme identik sebuah ideologi perjuangan yang melawan kapitalisme yang tumbuh dan berkembang di dunia ini. Marhaenisme lahir dan tumbuh berdasarkan rasa senasib dan sepenanggungan yang diakibatkan oleh kolonialisme dan imperialisme. Akibat penjajahan yang dilakukan oleh bangsa asing membuat rakyat Indonesia hidup dalam penuh penderitaan dan kesengsaraan. Dengan adanya ideologi ini diharapkan Indonesia yang terjajah segera bangkit dan pulih kembali. Kemudian, mampu mengelola kekayaan negeri sendiri tanpa tunduk kepada orang lain. Marhaenisme berusaha menghapus segala bentuk pertentangan dan perbedaan dalam kehidupan. Dalam hal ini, ideologi tersebut berusaha menjadi pembeda dengan ideologi lainnya.Kata kunci: Soekarno, Marhaenisme, Ideologi AbstractThis paper describes a concept from Soekarno's thoughts on marhaenism which is analyzed and dissected according to the available literature sources. Then it contains a discourse against Indonesia about the government's obligation to protect the Marhaen in the midst of the covid-19 pandemic. Marhaenism is identical to an ideology of struggle against capitalism that grows and develops in this world. Marhaenism was born and grew based on a sense of shared destiny and shared responsibility caused by colonialism and imperialism. As a result of colonization by foreign nations, the Indonesian people live in full of suffering and misery. With this ideology, it is hoped that colonized Indonesia will soon rise and recover. Then, they are able to manage the wealth of their own country without submitting to others. Marhaenism tries to erase all forms of contradictions and differences in life. In this case, ideology is made trying to be different from other ideologies.Keywords: Soekarno, Marhaenism, Ideology
NEGARA: KEADAAN SUATU MASYARAKAT BERDASARKAN IDEOLIGI YANG DIANUTNYA Tarmila Mohtar; Jagad Aditya Dewantara
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 2 (2021): 1 Juli - 31 Desember 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.995 KB) | DOI: 10.31316/jk.v5i2.2294

Abstract

AbstrakIdeologi adalah suatu konsep pemikiran yang mencakup kumpulan gagasan, ide, keyakinan dan kepercayaan yang menjadi dasar terkait kehidupan manusia yang sifatnya menyeluruh dan terstruktur yang menyangkut kehidupan masyarakat dalam berbagai bidang dan bertujuan untuk mencapai tujuan atau cita-cita bersama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Setiap ideologi mempunyai karakteristik tersendiri dan ideologi ini juga menjadi penentu dari keadaan suatu masyarakat oleh suatu negara. oleh karena itu penulis dalam kepenulisan ini akan membahas mengenai keadaan suatu masyarakat berdasarkan ideologi yang dianutnya. Hal tersebut dikarenakan setiap ideologi yang dianut mencerminkan keadaan suatu masyarakat yang berbeda. Dengan mambahas ini maka kita akan mengetahui seperti apa suatu masyarakat atau negara yang menganut ideologi tersebut dan tulisan ini akan membahas terkait negara berdasarkan ideologi Anarkisme, komunisme, dan Pancasila. Adapun hasil yang didapat dari tulisan ini adalah dimana anarkisme, komunisme dan Pancasila merupakan ideologi yang berbanding terbalik dan mempunyai perbedaan yang mendasar dan hal ini menciptakan keadaan suatu masyarakat yang sangat berbeda. Dimana sebenarnya setiap ideologi bertujuan untuk kebaikan rakyatnya hanya saja dalam pergerakan yang menyimpang membuat ideologi tersebut dipandang buruk.Kata kunci: Negara, Ideologi, Anarkisme, Komunisme, Pancasila AbstractIdeology is a concept of thought that includes a collection of ideas, ideas, beliefs and beliefs that form the basis for human life that is comprehensive and structured which involves people's lives in various fields and aims to achieve common goals or ideals in the life of the nation and state. Each ideology has its own characteristics and this ideology is also a determinant of the state of a society by a state. Therefore, the author in this paper will discuss the state of a society based on the ideology it adheres to. This is because each ideology adopted reflects the state of a different society. By discussing this, we will find out what a society or country that adheres to this ideology looks like and this paper will discuss the state based on the ideology of Anarchism, Communism, and Pancasila. The results obtained from this paper are where anarchism, communism and Pancasila are ideologies that are inversely proportional and have fundamental differences and this creates a very different state of society. Where in fact every ideology aims for the good of its people, only in a deviant movement makes the ideology seen as bad.Keywords: State, Ideology, Anarchism, Communism, Pancasila
Implementasi Nilai-Nilai Budaya Sunda dalam Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di Madrasah Aliyah Negeri Purwakarta Fazli Rachman; Rd. Sugara Mochamad Haddad; T Heru Nurgiansah
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (888.002 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2295

Abstract

Artikel diperoleh dari penelitian yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana nilai-nilai budaya Sunda diintegrasikan dalam pembelajaran PPKn. Nilai-nilai budaya Sunda yang menjadi perhatian dalam penelitian ini adalah falsafah dasar catur silih, yaitu silih asah, silih asih, silih asuh dan silih wawangi. Pergeseran menjauh dari nilai-nilai budaya yang rasakan hampir seluruh elemen bangsa. Etnopedagogi merupakan pendekatan pendidikan berbasis budaya kearifan lokal. Secara bottom-up mendukung tercapainya tujuan praksis PPKn yang bersifat cultural up root. Artikel dihasilkan dari penelitian kualitatif, berdesain deskriptif. Teknik wawancara, observasi dan studi dokumentasi digunakan untuk memperoleh data penelitian. Validitas data dilakukan dengan memperpanjang pengamatan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan model interaktif. Pembelajaran PPKn di Madrasah Aliyah Negeri Purwakarta falsafah fundamental budaya sunda yaitu catur silih. Catur silih diimplementasikan dalam pembelajaran PPKn pembelajaran mandiri, maupun dalam kelompok belajar. Catur silih diterapkan pembelajaran menjadi proses habituasi karakter peduli sosial siswa. Pendekatan catur silih memiliki karakteristik pembelajaran gotong royong. Penerapan catur silih dalam pembelajaran PPKn meningkatkan peran siswa sebagai tutor sebaya kepada siswa lain. Sehingga proses pembiasaan karakter peduli sosial lebih efektif dan efisien. Aktivitas yang multi treatment sedapat mungkin diupayakan untuk memaksimalkan meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan kewarganegaraan yang diperoleh dari pembelajaran PPKn
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN CITRA PERUSAHAAN TERHADAP MINAT BELI ULANG PENGGUNA JASA MASKAPAI SRIWIJAYA AIR DI BANDAR UDARA INTERNASIONAL JUANDA SURABAYA Khofifah Irma Hafsani; Fryda Fatmayati
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.657 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2310

Abstract

AbstrakDunia penerbangan saat ini berkembang dengan pesat dan banyak diminati juga memiliki daya tarik yang cukup besar kepada pengguna jasa penerbangan. Untuk dapat bertahan dalam persaingan, setiap perusahaan tentunya perlu melakukan peningkatan kualitas pelayanan dan citra perusahaan yang dimiliki sehingga dapat mempertahankan juga meningkatkan jumlah konsumen untuk menggunakan jasa perusahaan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan dan citra perusahaan baik secara parsial maupun simultan terhadap minat beli ulang pengguna jasa maskapai Sriwijaya Air di Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya. Penelitian ini dilakukan di Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ini yaitu i) kualitas pelayanan berpengaruh  terhadap minat beli ulang pengguna jasa maskapai sriwijaya air di Bandar udara Internasional Juanda surabaya yang dapat dilihat dari nilai thitung 3,721 > ttabel 1,985. ii) citra perusahaan berpengaruh terhadap minat beli ulang pengguna jasa maskapai sriwijaya air di Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya yang dapat dilihat dari nilai thitung 4,002 > ttabel 1,985. iii) Berdasarkan hasil uji F menunjukkan bahwa kualitas pelayanan dan citra perusahaan secara simultan berpengaruh  terhadap minat beli ulang pengguna jasa maskapai sriwijaya air di Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya yang dapat dilihat dari nilai Fhitung 68,067 > Ftabel 3,09 dengan besarnya pengaruh 58,4%.Kata kunci: Kualitas Pelayanan, Citra Perusahaan, Minat Beli Ulang AbstractThe world of aviation is currently growing rapidly and is in great demand and has a considerable appeal to flight service users. To be able to survive in the competition, every company certainly needs to improve the quality of service and the image of the company it has so that it can maintain and increase the number of consumers to use the company's services. This research was conducted with the aim of knowing the effect of service quality and corporate image either partially or simultaneously on the repurchase intention of Sriwijaya Air service users at Juanda International Airport, Surabaya. This research was conducted at Juanda International Airport, Surabaya. The research method used is a quantitative method with data collection techniques using a questionnaire. The results of this study are i) the quality of service affects the repurchase interest of Sriwijaya Air airline service users at Juanda International Airport, Surabaya which can be seen from the value of tcount 3.721 > ttable 1.985. ii) company image has an effect on repurchase interest of Sriwijaya Air airline service users at Juanda International Airport Surabaya which can be seen from the value of tcount 4,002 > ttable 1,985. iii) Based on the results of the F test, it shows that service quality and company image simultaneously affect the repurchase interest of Sriwijaya Air airline service users at Juanda International Airport, Surabaya, which can be seen from the Fcount 68,067 > Ftable 3,09 with a magnitude of 58.4%. .Keywords: Quality of Service, Company Image, Repurchase Interest
Pengaruh Service Recovery Terhadap Kepuasan Penumpang Maskapai Wings Air di Bandar Udara Komodo Labuan Bajo Elistia Savira; Kartika Fajar Nieamah
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.765 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2410

Abstract

AbstrakTransportasi udara saat ini mengalami perkembangan yang signifikan, hal itu bisa dilihat melalui banyaknya perusahaan ataupun maskapai penerbangan yang memberi pelayanan jasa penerbangan ke beragam rute baik domestik atau internasional. Dalam hal ini pihak maskapai perlu untuk memperhatikan kualitas pelayanan yang diberikan. Ketika terjadi kegagalan layanan (service failure), pihak maskapai harus cepat dalam melakukan pemulihan layanan (service recovery) untuk memberikan kenyamanan kepada penumpang sehingga penumpang merasa puas dan tetap percaya terhadap maskapai tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh service recovery terhadap kepuasan penumpang maskapai Wings Air di Bandar Udara Komodo Labuan Bajo dan jika ada, seberapa besar pengaruh tersebut.Penelitian ini dilakukan di Bandar Udara Komodo Labuan Bajo. Jenis penelitian menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jumlah sample sebanyak 100 responden yakni penumpang maskapai Wings Air yang pernah mengalami kegagalan layanan dan mendapat service recovery (pemulihan layanan) di Bandar Udara Komodo Labuan Bajo dan teknik pengambilan sample pada penelitian ini menggunakan teknik non probability sampling yakni dengan menggunakan teknik sampling purposive. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel service recovery (X) memiliki nilai t hitung > t table yakni sebesar 15,747 > t table 1,984 maka  H0 ditolak dan Ha diterima atau dapat dinyatakan bahwa variabel service recovery (X) memberikan pengaruh secara signifikan terhadap variabel kepuasan penumpang (Y) maskapai Wings Air di Bandar Udara Komodo Labuan Bajo. Dan dari hasil R square menunjukkan bahwa nilai sebesar 0,717 atau dapat diartikan bahwa variabel service recovery memberikan pengaruh sebesar 71,7% terhadap kepuasan penumpang.Kata kunci: Service Recovery,Kepuasan Penumpang AbstractAir transportation is currently experiencing significant development, it can be seen through the number of companies or airlines that provide flight services to various routes, both domestic and international. In this case the airline needs to pay attention to the quality of service provided. When there is a service failure, the airline must be quick in performing service recovery to provide comfort to passengers so that passengers feel satisfied and continue to believe in the airline. The purpose of this study was to determine whether there is an effect of service recovery on the satisfaction of Wing Air airline passengers at Komodo Labuan Bajo Airport and if there is, how big the influence is. This research was conducted at Komodo Airport Labuan Bajo. This type of research uses quantitative research methods with a 100 respondents, namely Wings Air airline passengers who have experienced service failures and received service recovery at Komodo Labuan Bajo Airport and the sampling technique in this study uses non-probability sampling techniques, namely by using purposive sampling technique. The results of this study indicate that the service recovery variable (X) has a value of t count > t table which is 15,747 > t table 1,984 the H0 is rejected and Ha is accepted or it can be stated that the service recovery variable  (X) has a significant influence on the passenger satisfaction variable (Y) Wings Air at Komodo Airport Labuan Bajo. And the results of R square show  that the value is 0,717 or it can be interpreted that the service recovery variable has an effect of 71,7% on passenger satisfaction.Keywords: Service Recovery, Kepuasan Penumpang

Page 30 of 168 | Total Record : 1679