cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
setiawan1000@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
nurgiansah@upy.ac.id
Editorial Address
Jl. IKIP PGRI I Sonosewu No.117, Sonosewu, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kewarganegaraan
ISSN : 19780184     EISSN : 27232328     DOI : https://doi.org/10.31316/jk.v7i1.5299
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Kewarganegaraan is published 2 times in 1 year in June and December. The scope of the article includes: 1. Pancasila Education 2. Citizenship Education 3. Social Sciences 4. Politic 5. Law
Articles 1,679 Documents
Penerapan Nilai-Nilai Pancasila Di Era Globalisasi Widianti Nurohmah; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.753 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2670

Abstract

AbstrakPenelitian dengan bertujuan untuk mendeskripsikan bahwa penerapan nilai-nilai Pancasila dalam Era Globalisasi sangat penting, sebagaimana yang telah diketahui Pancasila adalah pegangan hidup bangsa Indonesia dengan begitu lunturnya Pancasila secara perlahan akan menghancurkan pegangan hidup bangsa kita. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriftif dengan menggunakan metode studi literature. Sumber data yang diperoleh merupakan studi keperpustakaan yakni jurnal dan artikel ilmiah.Kata Kunci: Penerapan, Pancasila, Globalisasi. AbstrakThis research aims to describe that the application of Pancasila values in the Globalization Era is very important, as it is well known that Pancasila is the lifeline of the Indonesian people, so the erosion of Pancasila will slowly destroy the grip of our nation's life. The research was conducted with a descriptive approach using the literature study method. Sources of data obtained are library studies, namely journals and scientific articles.Keywords: Application, Pancasila, Globalization.
Peran Penggunaan Ground Support Equipment (GSE) Terhadap Kelancaraan Operasional Sisi Udara (Airside) Di Bandar Udara Mozes Kilangin Fransisca Angela Wallong
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (750.072 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2671

Abstract

AbstrakDalam dunia penerbangan bukan hanya tentang pilot dan ATC, tetapi pesawat udara pasti membutuhkan sebuah peralatan penunjang yang akan memberikan pelayanan terhadap pesawat selama berada di darat atau di bandar udara. Ground Support Equipment (GSE) atau peralatan pendukung merupakan bagian penting dalam tercapainya kelancaran kegiatan operasional Bandara udara pada sisi udara karena Ground Support Eqiupment mempunyai tugas untuk mempersiapkan keperluan pesawat udara pada saat mendarat (landing), lepas landas (take off), atau saat melakukan penurunan atau pemuatan penumpang kargo. Tujuan pada penelitian ini ialah untuk mengetahui apa saja kendala dalam penggunaan Ground Support Equipment (GSE) di Bandar Udara Mozes Kilangin dan juga untuk mengetahui apa saja peran Ground Support Equipment (GSE) dalam mencapai kelancaraan operasional sisi Udara (Airside) di Bandar Udara Mozes Kilangin. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif, dimana teknik pengumpulan datanya menggunakan triangulasi. Teknik triagulasi yaitu wawancara mendalam, obeservasi langsung, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dalam beberapa tahap yaitu reduksi data, display data, dan verifikasi data. Hasil dalam penelitian ini menunjukan bahwa masih terdapat beberapa petugas yang tidak taat menggunakan ear plug,dan terdapat beberapa alat GSE yang macet dan rusak akibat pemakian oleh operator saat sedang beroperasi yang dapat membuat terjadi hambatan terhadap kelancraan operasional di sisi udara (Airside), peranan Ground Support Equipment juga sangat penting untuk kegiatan operasioanl pada sisi udara (airside) mulai dari pesawat landing dan take off.Kata Kunci: ground support equipment, kendala operasional, kendaraan AbstractIn aviation, it's not just about pilots and ATCs, but airplanes definitely need a supporting equipment that will provide services to the aircraft while on the ground or at the airport. Ground Support Equipment (GSE) or supporting equipment is an important part in achieving smooth airport operational activities on the air side because Ground Support Eqiupment has the task of preparing aircraft needs at the time of landing, take off, or when disembarking or loading cargo passengers. The purpose of this study is to find out what are the obstacles in the use of Ground Support Equipment (GSE) at Mozes Kilangin Airport and also to find out what are the roles of Ground Support Equipment (GSE) in achieving airside operational smoothness at Mozes Kilangin Airport. The method used in this study is a descriptive qualitative method, where the data collection technique uses triangulation. Triagulation techniques include in-depth interviews, direct obeservation, and documentation. Data analysis techniques are carried out in several stages, namely data reduction, data display, and data verification. The results in this study show that there are still some officers who do not obey using ear plugs, and there are some GSE tools that are stuck and damaged due to erosion by the operator while in operation which can create obstacles to operational difficulties on the airside (Airside), the role of Ground Support Equipment is also very important for operational activities on the airside side starting from landing and take off aircraft.Keywords: ground support equipment, operational constraints, vehicles
Dialetika Pendidikan Pesantren Di Tengah Era Society 5.0 Ahmad Nurul Huda; Fauzi Fauzi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.6 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2673

Abstract

AbstrakEra society 5.0 hari ini telah mewarnai kehidupan masyarakat Indonesia, dimana terdapat transformasi digital yang menghasilkan nilai-nilai baru dan membawa perubahan signifikan terhadap perilaku hidup masyarakat. Gejolak disrupsi gelombang transformasi digital  yang berpotensi mempengaruhi secara negatif pada masyarakat perlu diantisipasi, maka  era society 5.0 harus menjadi pilar kebijakan baru seluruh elemen  masyarakat termasuk elemen lembaga pendidikan pesantren yang merupakan salah satu soko guru pendidikan di Indonesia. Guna memahami sejauhmana kebijakan era society 5.0 pada pendidikan pesantren, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan secara mendalam tentang praktik  era society 5.0 pada Pondok Pesantren Anwarush Sholihin yang berada di Jl. Arsadimeja RT 01/XII Kelurahan Teluk Kecamatan Purwokerto Selatan Kabupaten Banyumas Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan tujuan agar mampu  mendapatkan data yang lebih akurat mengenai sistem pembelajaran di Pondok Pesantren Anwarush Sholihin dalam perannya sebagai santri maupun kyai/ustadz dalam menghadapi era society 5.0. Adapun analisis data  menggunakan model Miles dan Hubberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan di pesantren Anwarush Sholihin mampu membekali dengan ilmu agama (Tafaqquh Fiddin) dan mampu mengantisipasi pengaruh negatif era society 5.0 dengan wujud santri yang memiliki kepribadian islami yang kuat. Namun dalam pemanfatan teknologi untuk mengadaptasi era society 5.0 masih lemah dilihat dari infrastruktur ICT, kurikulum, kapasitas pemahaman ICT maupun networking.Kata kunci: ICT, Pondok Pesantren, Society 5.0 AbstractThe era of society 5.0 today has colored the lives of Indonesian people, where there is a digital transformation that produces new values and brings significant changes to people's behavior. The disruption of the digital transformation wave that has the potential to negatively affect society needs to be anticipated, so the era of society 5.0 must become a new policy pillar for all elements of society, including elements of Islamic boarding schools which are one of the pillars of Soko guru in Indonesia. To understand the extent of the society 5.0 era policy on pesantren education, this study aims to describe in-depth the practice of society 5.0 era at Anwarush Sholihin Islamic Boarding School which is located on Jl.Arsadimeja RT 01/XII Teluk Village, South Purwokerto District, Banyumas Regency, Central Java Province. This study uses a qualitative descriptive method to be able to obtain more accurate data about the learning system at Anwarush Sholihin Islamic Boarding School in its role as santri and kyai/ustadz in facing the era of society 5.0. The data analysis uses the Miles and Hubberman model. The results showed that education at the Anwarush Sholihin Islamic boarding school was able to provide religious knowledge (Tafaqquh Fiddin) and was able to anticipate the negative influence of the era of society 5.0 with the form of students who had a strong Islamic personality. However, the use of technology to adapt to the era of society 5.0 is still weak in terms of ICT infrastructure, curriculum, capacity for understanding ICT and networking.Keywords: ICT, Islamic Boarding School, Society 5.0
Implementasi Nilai-Nilai Bela Negara Dalam Kehidupan Bermasyarakat Syakila Amalia Lihawa; Corleone AK Bangun; Angela Dewita Ayu; Satino Satino
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.241 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2674

Abstract

AbstrakPenelitian memiliki fokus dengan menjelaskan lebih jauh tentang bela negara, mendeskripsikan bagaimana poin-poin dalam bela negara diimplementasikan dalam lingkungan masyarakat yang luas, dan peranan mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat dalam upaya bela negara. Untuk memperoleh hasil penelitian yang relevan dengan tujuan, peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan penelitian kualitatif. Setelah melakukan penelitian dapat dipaparkan bahwa bela negara memiliki tiga landasan hukum berupa landasan operasional (Pancasila), landasan konvensional (UUD 1945), dan landasan idiil (TAP MPR). Indonesia memiliki empat bentuk upaya dalam melakukan bela negara yaitu pendidikan wawasan kebangsaan, edukasi dasar kemiliteran, mengemban tugas sebagai personel Tentara Nasional Indonesia secara wajib maupun sukarela, maupun bekerja sesuai dengan profesinya. Upaya bela negara memiliki nilai-nilai yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan masyarakat. Mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat dapat melakukan bela negara di dalam maupun luar kampus dengan cara menolak paham radikalisme dan masih banyak lagi.Kata kunci: Bela Negara, Masyarakat, Pancasila AbstractThis study focused on explaining further about defending the country, describe how the values of defending the country are implemented in people's lives, and the role of students as part of society in defending the country. Researchers employed descriptive research methods in this study, and the sort of research used was qualitative. The results showed that defending the state has three legal foundations, namely the operational basis (Pancasila), the conventional basis (UUD 1945), and the ideal basis (TAP MPR). Indonesia has four efforts in defending the country, namely civic education, basic military training, voluntary or mandatory duties as soldiers of the Indonesian National Army, and working according to their profession. Efforts to defend the state have values, that can be implemented in people's lives. Students as part of the community can defend the country on and off campus by rejecting radicalism and much more.Keywords: Defending Country, Pancasila, Society
Strategi Untuk Menumbuhkan Nilai Pancasila Pada Karakter Generasi Penerus Bangsa Nisagita Octavia; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.535 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2675

Abstract

AbstrakNilai-nilai pancasila yang berasal dari 5 dasar yaitu terdiri dari ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan yang bersifat universal dan objektif dimana nilai-nilai tersebut berisi makna yang menetap dan dapat diimplementasikan dan diakui oleh seluruh dunia. Nilai-nilai pancasila ini berfungsi sebagai pedoman kehidupan agar menjadi satu kesatuan yang utuh untuk mencapai tujuan yang sama. Seperti yang kita ketahui di era globalisasi dan modernisasi saat ini negara indonesia dihadapkan dengan tantangan mengenai solusi apa yang harus dilakukan untuk mempertahankan pancasila sebagai dasar negaranya. Hal itu disebut tantangan bagi negara kita karena mempertahankan pancasila bukan hal yang mudah untuk dilakukan oleh seluruh warga Negara Indonesia. Sebagai generasi penerus bangs akita harus memiliki rasa nasionalisme dan patriotisme yang tertanam dalam diri kita. Dampak negatif yang dihasilkan oleh arus globalisasi dan modernisasi membuat generasi penerus bangsa mengalami kerusakan moral. Sangat disayangkan sekali dan harus mendapat perhatian khusus kepada generasi muda karena seharusnya sebagai generasi muda mereka bisa meneruskan jasa para pahlawan yang sudah memperjuangkan untuk membangun indonesia merdeka. Oleh karena itu perlunya menumbuhkan nilai yang terkandung dalam pancasila pada generasi penerus bangsa. Penelitian ini dilakukan oleh penulis dengan menggunakan metode kualitatif  yang  bertujuan  untuk membahas tentang “Strategi Untuk Menumbuhkan Nilai Pancasila Pada Karakter Generasi Penerus Bangsa” yang mengkaji dari beberapa jurnal dan buku-buku.Kata kunci: Nilai-nilai Pancasila, Globalisasi, Modernisasi                  AbstractPancasila values derived from 5 basics, which consist of divinity, humanity, unity, democracy, and justice which are universal and objective where these values contain permanent meanings and can be implemented and recognized by the whole world. These Pancasila values function as life guidelines so that they become a unified whole to achieve the same goal. As we know, in the current era of globalization and modernization, the Indonesian state is faced with the challenge of what solutions must be taken to maintain Pancasila as the basis of its country. This is called a challenge for our country because maintaining Pancasila is not an easy thing for all Indonesian citizens to do. As the next generation of our nation, we must have a sense of nationalism and patriotism embedded in us. The negative impact generated by the currents of globalization and modernization makes the next generation of the nation experience moral damage. It is very unfortunate and special attention must be paid to the younger generation because as the younger generation they should be able to continue the services of the heroes who have fought to build an independent Indonesia. Therefore, it is necessary to cultivate the values contained in Pancasila in the next generation of the nation. This research was conducted by the author using a qualitative method which aims to discuss the "Strategy to Grow Pancasila Values in the Character of the Next Generation of the Nation" which examines several journals and books.Keywords: Pancasila values, Globalization, Modernization
Menerapkan Nilai-Nilai Pancasila Dalam Menghadapi Perkembangan Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Desi Nursyifa Ramdhani; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (728.773 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2676

Abstract

AbstrakPada dewasa ini masa semakin canggih yang dimana peran digital sudah merajalela begitu pula ilmu pengetaahuan dan teknologi. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi membuat perubahan besar bagi kehidupan saat ini. Dengan adanya perkembangan IPTEK yang sangat pesat membawa pengaruh baik yang dapat memudahkan segala urusan manusia, namun selain itu perkembangan IPTEK ini juga membawa pengaruh buruk bagi manusia jika tidak digunakan dengan bijak. Akibat jelek dengan adanya IPTEK bagi kehidupan manusia yaitu: pada hakikatnya jika manusia diberi kemudahan dalam melakukan segala hal seperti adanya alat-alat yang memudahkan pekerjaan mereka, hal ini membuat manusia ketergantungan dan merasa malas, karena sudah terbiasa dengan teknologi yang membantunya. Lalu manusia dapat melakukan penyelewangan terhadap IPTEK seperti penipuan di sosial media, dan melakukan transaksi ilegal. Mudahnya budaya asing masuk ke dalam negeri dengan tidak di saring oleh pelajar maupun mahasiswa. Banyaknya remaja saat ini menonton pornografi dan perjudian online. Oleh sebab itu nilai-nilai pancasila harus ditingkatkan pada jati diri masyarakat Indonesia untuk mempunyai sikap perilaku yang cocok dengan lima dasar pancasila, dan melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari untuk terlepas dari sikap buruk pada jati diri sendiri maupun orang lain. Hal ini akan menjadikan bangsa Indonesia yang aman dan sejahtera.Kata Kunci: Pancasila,IPTEK AbstractIn today's increasingly modern era where the role of digital is rampant as well as science and technology (Science and Technology). The development of science and technology makes major changes to life today. With the rapid development of science and technology, it has a good influence that can facilitate all human affairs, but besides that, the development of science and technology also has a bad influence on humans if it is not used wisely. The bad influence of the development of science and technology for human life, namely: in essence if humans are given the convenience of doing everything such as the existence of tools that facilitate their work, this makes humans dependent and feel lazy, because they are used to technology that helps them. . Then humans can commit fraud against science and technology such as fraud on social media, and make illegal transactions. It is easy for foreign cultures to enter the country without being filtered by students or students. Many teenagers nowadays watch pornography and online gambling. Therefore, the values of Pancasila must be instilled in the identity of the Indonesian people so that they have behavioral attitudes that are in accordance with the five basic principles of Pancasila, and practice them in everyday life in order to avoid bad attitudes towards themselves and others. This will make the Indonesian nation safe and prosperous.Keywords: Pancasila, science and technology
Struktur Pengadaan Alutsista Dalam Metode Berpikir Sistem Kasim Kasim; Waskito Dwiwicaksoputro; Hazen Alrasyid
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (724.208 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2677

Abstract

AbstrakPendekatan berpikir sistem telah dilakukan pada fenomena masalah pengadaan Alutsista untuk pembangunan postur pertahanan Negara Republik Indonesia. Tujuannya untuk mendapatkan gambaran yang lebih besar tentang struktur masalah pengadaan saat ini sehingga dapat memberikan usulan solusi atas masalah tersebut. Metode berpikir sistem dilakukan dengan membuat model pengadaan Alutsista yang sederhana dan diberikan analisis SWOT untuk memetakkan kekuatan, kelemahan, kesempatan dan ancamannya. Beberapa masalah pengadaan yang ditemukan adalah pengelolaan anggaran pengadaan yang lemah, adanya broker, fungsi pengawasan lemah, biaya pengadaan yang besar  karena regulasi perencanaan yang panjang, aktivitas pengadaan yang bergantung pada kualitas SDM yang terbatas, dualisme dalam sistem pengawasan dan sistem peradilan militer. Berdasarkan fenomena masalah tersebut, dihasilkan usulan solusi terhadap pengadaan Alutsista, yaitu implementasi adalah kunci, peningkatan fungsi dan lembaga pengawasan, pengelolaan anggaran berbasis kinerja, peningkatan audit pengadaan dengan pelibatan lembaga pengawas independen, reformasi undang-undang peradilan militer, peningkatan efektivitas birokrasi pengadaan dan pengadaan Alutsista berbasis elektronik atau e-procurement.Kata kunci: pengadaan alutsista, berpikir sistem, pertahanan, swot AbstractA systems thinking approach has been carried out on the phenomenon of the problem of procuring Alutsista for the development of the defense posture of the Republic of Indonesia. The goal is to get a bigger picture of the structure of the current procurement problem so that it can provide proposed solutions to these problems. The system thinking method is carried out by making a simple defense equipment procurement model and given a SWOT analysis to map out its strengths, weaknesses, opportunities and threats. Some of the procurement problems found were weak procurement budget management, the presence of brokers, weak supervisory functions, large procurement costs due to lengthy planning regulations, procurement activities that depend on the limited quality of human resources, dualism in the supervisory system and the military justice system. Based on the phenomenon of the problem, proposed solutions for the procurement of defense equipment, namely implementation is key, improvement of supervisory functions and institutions, performance-based budget management, improvement of procurement audits with the involvement of independent supervisory agencies, reform of the military justice law, increasing effectiveness of procurement and procurement bureaucracy Electronic-based defense equipment or e-procurement.Keywords: procurement of Alutsista, systems thinking, defense, swot
Analisis Dampak Sosial Dan Ekonomi Pasca Pembangunan Bandar Udara Internasional Yogyakarta Terhadap Kehidupan Masyarakat Bagi Pemuda Dan Pemudi Di Desa Glagah Kabupaten Kulonprogo Novita Magdalena
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (934.117 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2678

Abstract

AbstrakAdanya pembangunan Bandara International Yogyakarta menuai suatu masalah, terutama sosial dan ekonomi. Setelah adanya bandara baru ini tidak bisa dipungkiri dapat memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi kehidupan sehari-hari pemuda di Desa Glagah. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data yang diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Wawancara dilakukan secara semi terstruktur dengan penentuan responden menggunakan teknik purposive sampling. Hasil dari penelitian diperoleh bahwa setelah pembangunan bandara berdampak pada kehidupan sosial dan ekonomi pemuda di Desa Glagah. Pertumbuhan perekonomian pemuda mempengaruhi perubahan pola pikir, hubungan sosial, gaya hidup serta struktur kehidupan masyarakat. Mentalitas pemuda yang lebih progresif berdampak pada peningkatan kualitas sumber daya manusianya, dengan sumber daya masyarakat yang berkualitas maka laju perekonomian juga akan mengikutinya.Kata Kunci: Moda Transportasi, Taksi Online, Kepuasan Penumpang  AbstractThe existence of the construction of the Yogyakarta International Airport brings a problem, mainly social and economic. After the existence of this new airport, it is undeniable that it can have a social and economic impact on the daily lives of the youth in Glagah Village. The research uses a qualitative descriptive method with a case study approach. Data sources were obtained through interviews, observation, and documentation. Interviews were conducted in a semi-structured manner with the determination of respondents using the purposive sampling technique. The study results showed that the airport construction impacted the social and economic life of youth in Glagah Village. Youth economic growth affects changes in mindset, social relations, lifestyle, and the structure of people's lives. A more progressive youth mentality impacts the quality of human resources, and with quality community resources, the pace of the economy will also follow suit.Keywoards: Yogyakarta International Airport, Impact, Youth
Pengaruh Pendidikan Dan Pelatihan Dalam Meningkatkan Kinerja Petugas Aviation Security (AVSEC) Di Bandar Udara Hasan Sampit Maria Valeria Roellyanti; Hirzi Muhammad Farizan
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1074.28 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2679

Abstract

AbstrakAviation Security, adalah salah satu elemen yang sangat vital dalam terciptanya kemanan dan keselamatan penerbangan. Keamanan dan keselamatan penerbangan, salah satunya bergantung pada kinerja petugas aviation security. Jika membicarakan kinerja, maka tak dapat terlepas dari pembahasa pendidikan dan pelatihan yang dijalankan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui terdapat atau tidaknya pengaruh serta mengetahui nilai pengaruh pendidikan dan pelatihan terhadap kinerja petugas aviation security di Bandar Udara H. Asan Sampit dengan menggunakan metode kuantitatif. Teknuk pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuisioner dengan jumlah 39 responden, yaitu jumlah semua petugas aviation security yang ada di Bandar Udara H. Asan Sampit, kemudian hasil dari data yang didapatkan tersebut diolah menggunakan SPSS versi 25. Hasil penelitian ini yaitu, pada uji T diketahui nilai sig. untuk pengaruh X1 terhadap Y adalah sebesar 0,415 > 0,05 dan nilai T hitung 0,826 < t table 2,028, sehingga dapat disimpulkan bahwa  tidak terdapat pengaruh variable X1 (pendidikan) terhadap Y (kinerja), dan diketahui nilai sig. untuk pengaruh X2 terhadap Y adalah sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai T hitung 7.633 > t table 2,028, sehingga dapat disimpulkan bahwa  terdapat pengaruh X2 (pelatihan)  terhadap Y (kinerja)Kata Kunci : pendidikan, pelatihan, kinerja, petugas aviation security (avsec) AbstractAviation security, which is one of the most vital elements in the creation of safety and flight safety. Aviation security and security, for one thing, depend on officer aviation security's performance. When it comes to performance, it cannot be apart from the education and training that is being run. The study was conducted to determine whether or not there was an impact and the value of education and training on officer aviation security's performance in airport anti-venom. The technical data collection into the study used the study's questionnaire 39 respondents, the number of aviation security officers in h. sampits airport, and the results from the data obtained were processed using a 25 version SPSS. The study, which shows the value of sig for x1 impact on y is 0.415 > 0.05 and the value of t table 2.028, and it can be concluded that no variable x1 (education) affects y (performance), and the sig. value for x2 influence on y is of 0,000 < 0.05 and value t count 7,633 > t table 2.028, thus showing that there is an x2 influence on y (performance)Keywords: education, training, performance, officer
Penguatan Nilai-Nilai Pancasila Di Tengah Era Globalisasi Elsa Aulia Fadhilah; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.262 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2680

Abstract

AbstrakArtikel ini dibuat dengan tujuan mendeskripsikan mengenai penguatan nilai-nilai Pancasila di tengah globalisasi saat ini. tantangan dari dampak negative globalisasi saat tidak dapat lagi kita hindarkan, budaya-budaya luar masuk ke indonesia tanpa dapat kita cegah, ditambah pemikiran dan perubahan moral masyarakat yang banyak terjadi saat ini. Untuk mempertahankan identitas dan eksistensi bangsa indonesia  kita harus tetap berpegang teguh pada Pancasila sebagai dasar dan prinsip bangsa indonesia. lunturnya nilia-nilai Pancasila di era modern ini menyebabkan karakter bangsa indonesia mulai terkikis dan perlu penguatan kembali nilai-nilai Pancasila terutama pada generasi muda. Dengan begitu artikel ini akan mendeskripsikan bagaimana cara menguatkan nilai-nilai Pancasila dengan metode studi Pustaka.Kata kunci: Nilai Pancasila, Globalisasi, Penguatan Nilai AbstractThis article was created with the aim of describing the strengthening of Pancasila values in the midst of today's globalization. the challenges of the negative impact of globalization when we can no longer avoid it, foreign cultures enter Indonesia without us being able to prevent it, plus the thoughts and moral changes of society that are happening today. To maintain the identity and existence of the Indonesian nation, we must stick to Pancasila as the basis and principle of the Indonesian nation. The fading of Pancasila values in the modern era has caused the character of the Indonesian nation to begin to erode and it is necessary to re-strengthen Pancasila values, especially in the younger generation. Thus, this article will describe how to strengthen the values of Pancasila with the library study method.Keywords: Pancasila Values, Globalization, Strengthening Values

Page 41 of 168 | Total Record : 1679