cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
setiawan1000@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
nurgiansah@upy.ac.id
Editorial Address
Jl. IKIP PGRI I Sonosewu No.117, Sonosewu, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kewarganegaraan
ISSN : 19780184     EISSN : 27232328     DOI : https://doi.org/10.31316/jk.v7i1.5299
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Kewarganegaraan is published 2 times in 1 year in June and December. The scope of the article includes: 1. Pancasila Education 2. Citizenship Education 3. Social Sciences 4. Politic 5. Law
Articles 1,679 Documents
Persepsi Penumpang Terhadap Kualitas Layanan Pemeriksaan Selama Masa Pandemi Covid-19 Di Bandar Udara Internasional Adi Sutjipto Yogyakarta Yulia Yekti Prihananti; Gallis Nawang Ginusti
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.338 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2697

Abstract

AbstrakSejak tahun 2019 akhir, dunia pertama kalinya mencatat virus varian baru  yaitu coronavirus disease (Covid-19) yang menjadi pandemi di berbagai penjuru negara. Sesuai Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2021 tentang ketentuan perjalanan orang dalam negeri pada masa pandemi Covid-19 bahwa pelaku perjalanan transportasi udara dari dan ke Pulau Jawa dan Pulau Bali wajib menunjukkan hasil negatif tes PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2 x 24 jam sebelum keberangkatan dan wajib menunjukkan kartu vaksin (minimal vaksin dosis pertama). Hal ini merupakan tantangan baru bagi pihak bandar udara untuk menerapkan layanan yang berbeda dan fasilitas tambahan untuk memenuhi kebutuhan penumpang serta agar dapat meminimalkan penyebaran virus Covid-19 di bandar udara.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui persepsi penumpang terhadap kualitas layanan pemeriksaan selama masa pandemi covid-19. Layanan pemeriksaan yang menjadi fokus utama pada penelitian adalah fasilitas penambahan baru yang menjadi persyaratan baru bagi penumpang pesawat udara seperti ketersediaan hand sanitizer, petugas yang mengenakan APD lengkap dan fasilitas lain yang menjadi persyaratan tambahan di Bandar Udara Adisutjipto. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif untuk mengetahui nilai variabel secara mandiri tanpa membuat perbandingan atau menghubungkan dengan variabel lain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penumpang memberikan penilaian yang baik terhadap kualitas layanan pemeriksaan yaitu dimensi bukti fisik sebesar 3,56, dimensi kehandalan sebesar 3,50, dimensi daya tanggap sebesar 3,67 ,dimensi jaminan sebesar 3,54 dan dimensi empati sebesar 3,63 .Kata kunci: Persepsi, Penumpang, Kualitas Layanan, Covid-19, Adisutjipto AbstractSince late 2019, the world has recorded for the first time a new variant of the virus, namely coronavirus disease (Covid-19) which has become a pandemic in various countries. In accordance with Circular Letter Number 16 of 2021 concerning the provisions for travel for domestic people during the Covid-19 pandemic, air transportation travel agents from and to the island of Java and Bali are required to show a negative PCR test result whose sample is taken within a maximum period of 2 x 24 hours before departure and must show a vaccine card (at least the first dose of vaccine). This is a new challenge for the airport to implement different services and additional facilities to meet the needs of passengers and in order to minimize the spread of the Covid-19 virus at the airport. -19. The inspection service that is the main focus of the research is the new addition of facilities which are new requirements for aircraft passengers, such as the availability of hand sanitizers, officers wearing complete PPE and other facilities that are additional requirements at Adisutjipto Airport. This study uses a quantitative method with a descriptive approach to determine the value of a variable independently without making comparisons or connecting with other variables. The results showed that passengers gave a good assessment of the quality of inspection services, namely the physical evidence dimension of 3.56, the reliability dimension of 3.50, the responsiveness dimension of 3.67, the assurance dimension of 3.54 and the empathy dimension of 3.63.Keywords: Perception, Passengers, Service Quality, Covid-19, Adisutjipto Airport
Radikalisme Agama Dan Tantangan Identitas Nasional Di Indonesia Jeanie Annissa; Ricky Widyananda Putra
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.235 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2698

Abstract

AbstrakRadikalisme agama merupakan suatu paham ekstrem yang mengharapkan perubahan dan pembaharuan sosial dan politik. Isu ini marak di perbincangkan dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Akar radikalisme agama di Indonesia dimulai pada saat orde lama, mengalami pembatasan paksa di masa orde baru, dan pergerakan yang massif di era pasca reformasi. Maraknya pergerakan radikalisme agama saat ini adalah bentuk akumulatif pembatasan ruang gerak mereka secara sosial dan politik sehingga mempengaruhi identitas nasional terhadap nilai kebangsaan di Indonesia. Dengan demikian, kondisi ini menjadi tantangan Indonesia di dalam memahamkan dan menguatkan nilai identitas nasional bangsa. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kualitatif dengan teknik analisa data deskriptif analitis dan teknik pengumpulan data sekunder melalui studi kepustakaan. Teori radikalisme digunakan sebagai alat analisis permasalahan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa akar radikalisme di Indonesia terjadi dari awal pembentukan negara. Bentuk-bentuk marjinalisasi terhadap kelompok agama dalam sektor ekonomi dan politik menambah daftar kecemburuan sosial. Selain itu, pemikiran agama yang sempit dalam kondisi masayarakat pluralis menambah daftar panjang pembentukan nilai radikalisme di masyarakat. Dengan demikian, radikalisme agama menjadi sebuah tantangan terhadap nilai identitas nasional bangsa Indonesia.Kata Kunci: Radikalisme, Agama, Identitas Nasional, Indonesia AbstractReligious radicalism is an extreme understanding that hopes for social and political change and renewal. This issue has been widely discussed in the last 5 years. The roots of religious radicalism in Indonesia began during the Soekarno era, experienced forced restrictions in the Soeharto era,, and massive movements in the post-reform era. The current rise of religious radicalism movements is an accumulative form of social and political limitation of their space for movement so that it affects national identity towards national values in Indonesia. Thus, this condition becomes a challenge for Indonesia in understanding and strengthening the value of the nation's national identity. This study uses a qualitative method approach with analytical descriptive data analysis techniques and secondary data collection techniques through literature study. The theory of radicalism is used as a problem analysis tool. The results of this study indicate that the roots of radicalism in Indonesia occurred from the beginning of the formation of the state. Forms of marginalization of religious groups in the economic and political sectors add to the list of social equity. In addition, narrow religious thinking in a pluralist society adds to the long list of radicalism values formation in society. Thus, religious radicalism becomes a challenge to the value of the Indonesian nation's national identity.Keywords: Radicalism, Religion, National Identity, Indonesia
Strategi Meningkatkan Sistem Keamanan Di Daerah Perbatasan Dengan Jaringan Logistik Yang Terintegrasi Virgin Kristina Ayu; Winka Wino Yunanda; Fiorentina Nulhakim
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (870.434 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2699

Abstract

AbstrakKawasan perbatasan merupakan daerah yang paling ujung suatu negara yang berdekatan dengan negara lain mengakibatkan wilayah perbatasan sangat rentan untuk berinteraksi dengan negara lain dan menimbulkan kekhawatiran akan lunturnya nilai-nilai nasionalisme masyarakat perbatasan Indonesia, selain itu kekhawatiran akan keamanan masyarakat yang rentan terhadap berbagai ancaman baik dari luar ataupun dari dalam negeri. Oleh karena itu maka perlunya strategi yang tepat dalam meningkatkan keamanan di wilayah perbatasan. Dengan metode system thinking dan dianalisis dengan analisis SWOT maka perlu peranan moda jaringan logistik yang terintegrasi menggunakan konsep supply chain management yang berkolaborasi dengan berbagai pihak dan dukungan dukungan dari berbagai pihak dari pelaku hingga pengguna sehingga tercipta sistem yang tersinkronisasi dan profesional selain itu perlunya penanaman rasa nasionalisme yang perlu terus ditanamkan kepada seluruh masyarakat untuk senantiasa cinta terhadap tanah air.Kata Kunci : Kawasan perbatasan, jaringan logistik, system thinking AbstractThe border area is the most extreme area of a country that is adjacent to other countries resulting in the border area being very vulnerable to interacting with other countries and raising concerns about the erosion of the values of nationalism of Indonesian border communities, in addition to concerns about the security of people who are vulnerable to various threats both from outside or from within the country. Therefore, it is necessary to have the right strategy in increasing security in the border area. With the system thinking method and analyzed with SWOT analysis, it is necessary to play an integrated logistics network mode using the concept of supply chain management in collaboration with various parties and support from various parties from actors to users so as to create a synchronized and professional system in addition to the need to instill a sense of nationalism which needs to be instilled in the whole community to always love the homeland.Keywords: Border area, logistics network, system thinking
Analisis Penerapan Ganti Rugi Bagasi Hilang Menurut PM 77 Tahun 2011 Pada Perusahaan Angkutan Udara Di Indonesia Muhammad Nahdif Zuhri
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.088 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2700

Abstract

AbstrakDalam pengangkutan udara di Indonesia sering terjadi permasalahan antara pengangkut dengan penumpang atau pengguna jasa, salah satu permasalahan yang sering dialami penumpang adalah terjadinya kehilangan atau kerusakan bagasi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis penerapan ganti rugi bagasi hilang menurut PM 77 tahun 2011 pada perusahaan angkutan udara di Indonesia.Untuk penelitian yang dilakukan ini, pendekatan yang digunakan ialah berupa pendekatan kualitatif dengan memanfaatkan teknik studi kepustakaan. Penelitian ini menggunakan data sekunder karena data diperoleh secara tidak langsung. Untuk penelitian yang dilakukan ini, sumber data yang digunakan ialah berupa sumber data sekunder, hal ini dikarenakan bahwa data penelitian yang didapatkan peneliti ini sifatnya tidak langsung. Data penelitian yang didapatkan ini berasal dari data yang relevan terhadap masalah yang sedang dilakukan penelitian, di antaranya bersumber dari penelitian terdahulu, artikel, jurnal, buku dan lain sebagainya. Untuk penelitian yang dilakukan ini, teknik analisis yang digunakan ialah berbentuk dengan analisis isi (content analysis). Dari hasil penelitian terdapat beberapa maskapai penerbangan yang belum menerapkan peraturan menteri PM 77 Tahun 2011 dalam menangani kehilangan bagasi maupun bagasi rusak, dimana terdapat ada beberapa kasus yang ditangani dengan waktu yang cukup lama melebihi 14 hari kerja.Kata Kunci: Ganti Rugi, Bagasi Hilang, PM 77 Tahun 2011, Pengangkutan Udara AbstractIn air transportation in Indonesia, there are often problems between carriers and passengers or service users, one of the problems that passengers often experience is the loss or damage to baggage. The purpose of this study is to analyze the application of lost baggage compensation according to PM 77 of 2011 to air transportation companies in Indonesia.For this research, the approach used is in the form of a qualitative approach by utilizing literature study techniques. This study used secondary data because the data was obtained indirectly. For this research, the data source used is in the form of a secondary data source, this is because the research data obtained by this researcher is indirect. The research data obtained comes from data that is relevant to the problems being carried out by the research, including those sourced from previous research, articles, journals, books and so on. For this research, the analysis technique used is in the form of content analysis. From the results of the study, there are several airlines that have not implemented the ministerial regulation PM 77 of 2011 in handling lost baggage and damaged baggage, where there are several cases that are handled for a long time exceeding 14 working days. Keywords: Compensation, Lost Baggage, PM 77 of 2011, Air Transportation
Nasionalisme Bangsa Di Era VUCA (Volality, Uncertainty, Complexity Dan Ambiguity) Nadia Aurora Soraya; Salsa Ayuning Tyas; Virgin Kristina Ayu
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.675 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2701

Abstract

AbstrakDi era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity dan Ambiguity) banyak perubahan terjadi diiringi dengan ketidak pastian, tingkat kompleksitas yang tidak menentu, serta ambiguitas yang tidak mudah dijabarkan. Berangkat elemen di era VUCA ini, perkembangan teknologi pun turut menjadi pengaruh utama akan perubahan-perubahan tersebut. Hal ini menjadi tantangan serta ancaman baru dalam perkembangan zaman yang dihadapi sekarang. Bukan lagi ancaman nyata dengan senjata, namun potensi serangan terhadap ideologi dan paham yang dianutlah yang menjadi tantangan. Masyarakat sebagai penggerak utama akan nasionalisme sudah pasti turut terimbas akan perubahan ini. Menyikapi hal tersebut, pembinaan serta pemberdayaan teknologi sebagai media pembekalan, penanaman dan pendidikan nilai-nilai kebangsaan perlu dilakukan sebagai bentuk respon akan tantangan ini.Kata Kunci: nasionalisme, VUCA, perubahan AbstractIn the VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity) era, many changes occur accompanied by uncertainty, an uncertain level of complexity, and ambiguity that is not easily explained. Departing from elements in the VUCA era, technological developments have also become the main influence of these changes. This has become a challenge and a new threat in the development of the times that are faced now. It is no longer a real threat with weapons, but the potential for attacks on the ideology and understanding that is being embraced is the challenge. Society as the main driver of nationalism will certainly be affected by this change. In response to this, the development and empowerment of technology as a medium for debriefing, inculcating as well as educating national values need to be carried out as a form of response to this challenge.Keywords: nationalism, VUCA, change
Implementasi Nilai Gotong Royong Dalam Upaya Meningkatkan Rasa Nasionalisme Di Industri Pertahanan Salsa Ayuning Tyas; Virgin Kristina Ayu; Winka Wino Yunanda
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.913 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2702

Abstract

AbstrakNegara Indonesia adalah sebuah negara yang memiliki banyak keberagaman, yaitu suku, agama, bahasa, kebudayaan, dan lain sebagainya. Dari segi historis, keberagaman masyarakat Indonesia ini melatar belakangi keberagaman suku-suku bangsa yang ada di Indonesia, yang mana hal ini dapat menciptakan iklim kebudayaan yang berbeda. Tetapi hal tersebut bisa disatukan di bawah sila ketiga Pancasila yaitu Persatuan Indonesia yang mana perwujudan dari sila tersebut adalah nilai gotong royong. Nilai gotong royong itu sendiri sudah mencerminkan bahwa Negara Indonesia memiliki rasa nasionalisme yang tinggi terhadap negaranya. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengimplementasian nilai gotong royong dalam upaya meningkatkan rasa nasionalisme di industri pertahanan. Dengan menggunakan metode kualitatif serta studi literatur yang didapat dari buku, jurnal, berita elektronik dan lainnya, diharapkan bisa menjelaskan tentang bagaimana pengimplementasian tersebut. Maka dari itu, pengimplementasian nilai gotong royong yang membuat meningkatnya rasa nasionalisme di industri pertahanan Indonesia haruslah melibatkan keseluruhan aspek-aspek yang ikut serta dalam upaya kemandirian dan kemajuan industry pertahanan Indonesia. Seperti contohnya yaitu terwujudnya pembentukan holding BUMN industri pertahanan Indonesia yang diberi nama Defend ID.Kata Kunci: Gotong Royong, Nasionalisme, Industri Pertahanan AbstractIndonesia is a country that has a lot of diversity, namely ethnicity, religion, language, culture, and etc. From a historical point of view, the diversity of Indonesian society is the background for the diversity of ethnic groups in Indonesia, which can create a different cultural climate. However, this can be united under the third principle of Pancasila, namely the Unity of Indonesia, where the embodiment of these precepts is the value of mutual cooperation. The value of mutual cooperation itself has reflected that the Indonesian state has a high sense of nationalism towards its country. This article aims to find out how to implement the value of gotong royong in an effort to increase the sense of nationalism in the defense industry. By using qualitative methods and literature studies obtained from books, journals, electronic news and others, it is hoped that it can explain how to implement it. Therefore, the implementation of the value of mutual cooperation that increases the sense of nationalism in the Indonesian defense industry must involve all aspects that participate in efforts to become independent and advance the Indonesian defense industry. For example, the establishment of a BUMN holding for the Indonesian defense industry, which was named Defend ID.Keywords: Mutual Cooperation, Nationalism, Defense Industry
Pengaruh Kualitas Pelayanan Dan Harga Terhadap Kepuasan Pengguna Jasa Kargo Maskapai Citilink Bandar Udara Hasan Sampit Rahmat Rinaldy; Zenita Kurniasari
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.573 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2703

Abstract

AbstrakKualitas layanan dan harga adalah ukuran tingkat layanan yang diterima dan diharapkan oleh konsumen. Penelitian ini untuk melihat apakah kualitas layanan dan harga berpengaruh terhadap kepuasan pengguna jasa kargo maskapai Citilink. Penelitian ini menguji hubungan antara dua variabel independent, kualitas layanan dan harga, dengan satu variabel dependent, kepuasan. Penelitian ini memakai metode kuantitatif. Sumber data primer yang diperoleh dengan penyebaran kuisoner offline yang didistribusikan kepada pengguna jasa kargo maskapai Citilink sebanyak 65 responden dan data sekunder berupa dukumen, buku, dan jurnal, sebagai data pendukung dan pelengkap penulisan penelitian ini dengan uji validitas dan realibilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi berganda, uji t dan ujif serta koefisien determinan. Hasil penelitian menjelaskan apabila indikator ini sifatnya valid dan reliabel. Pada uji asumsi klasik data berdistribusi normal, tidak terjadi heterokedastisitas dan multikolineritas. Pada uji hipotesis, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas pelayanan dengan kepuasan. Dan pengujian hipotesis penetapan harga berpengaruh besar terhadap kepuasan pengguna jasa kargo maskapai Citilink. Hasil uji determinan yaitu 0,248 yang berarti bahwa kualitas pelayanan dan harga berpengaruh 24,8% terhadap kepuasan.Kata Kunci: Kualitas pelayanan, Harga dan kepuasan AbstractQuality of service and Price is a from of consumer assessment of the level of service received and expected. This study aims to determine whether there is an effect of service quality and price on customer satisfaction with Citilink Airline Cargo Services. This study uses two independent variables, namely service quality and price with one dependent variabel, namely satisfaction. This research uses quantitative methods. Sources of primary data were obtained by distributing offline questionnaires distributed offline questionnaires distributed to users of Citilink Airline Cargo services as many as 65 respondents and secondary data in the from of documents, books, and journals, as supporting data and caompleting this research writing with validity and rea;ibility tests, classical assumption test, regression analysis multiple, t test and f test as well as the determinant coefficient. According to the findings of this research, these indicators are genuine and dependable. In the traditional assumption test, the data are normally distributed, heteroscedasticity and multicollinearity are absent, and there is no evidence of heteroscedasticity. The pricing hypothesis test has a substantial influence on customer satisfaction with Citilink Airline Cargo Service, however the service quality hypothesis test has no effect. The outcome of the determinant test is 0.248, which indicates that service quality and pricing have a 24.8% impact on satisfaction.Keywords: service quality, price and satisfaction.
Analisis Lingkungan Kerja Terhadap Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Di PT. Gapura Angkasa Bandar Udara Internasional Ahmad Yani Semarang Yudi Setia Nugraha
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.463 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2704

Abstract

AbstrakBandar udara merupakan kawasan didarat atau perairan yang digunakan pesawat udara melakukan lepas landas dan mendarat tempat turunnya penumpang dan tempat pertukaran antar moda transportasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh dan mengetahui seberapa besar pengaruh lingkungan kerja terhadap keselamatan dan kesehatan kerja di PT Gapura Angkasa Bandar Udara Internasional Ahmad Yani Semarang Jawa Tengah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif melalui kuesioner dengan jumlah sampel sebanyak 58 responden. Metode pengambilan sampel menggunakan pendekatan nonprobabilitas dengan teknik purposive sampling dan Uji statistik dilakukan dengan menggunakan SPSS 20.0. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa berdasarkan analisis linier sederhana didapatkan nilai Sig.sebesar 0.000 hal ini menyatakan bahwa ada pengaruh antara variabel lingkungan kerja (X) terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (Y) dan untuk hasil pengujian hipotesis menunjukan bahwa variabel lingkungan kerja mempunyai pengaruh terhadap keselamatan dan kesehatan kerja sebesar 15,8% sedangkan sisanya 84.2% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diungkap dalam penelitian ini.Kata Kunci: Lingkungan Kerja, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) AbstractAn airport is an area on land or water that is used by aircraft to take off and land, where passengers get off and where they exchange between modes of transportation. This study aims to determine whether or not there is an influence and to find out how much influence the work environment has on occupational safety and health at PT Gapura Angkasa, Ahmad Yani International Airport, Semarang, Central Java. The approach used in this research is quantitative through a questionnaire with a total sample of 58 respondents. The sampling method used a non-probability approach with purposive sampling technique and statistical tests were carried out using SPSS 20.0. The results of this study state that based on a simple linear analysis, a Sig value of 0.000 is obtained, this means that there is an influence between the work environment variable (X) on occupational safety and health (Y) and the results of hypothesis testing indicate that the work environment variable has an influence on safety. and occupational health by 15.8% while the remaining 84.2% was influenced by other factors not disclosed in this study.Keywords: Work Environment, Occupational Safety and Health (K3)
Analisis Pengelolaan Dana Bantuan Sosial Tunai Di Kota Bandung Evi Nainah; Reza Mauldy Raharja; Siti Padia Hijriyana; Nazwarini Khairunisa; Sarah Ayu Ernawati Pasaribu; Seffi Lolita; May Delia; Ulfa Yuniar; Vivi Reviyanti; Yulistian Yulistian
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (708.865 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2705

Abstract

AbstrakBantuan Sosial Tunai merupakan bantuan sosial yang dikeluarkan oleh Kementerian Sosial dan diserahkan kepada Dinas Sosial untuk mengalokasikan dana bantuan kepada masyarakat dilingkup daerahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengelolaan dana bantuan sosial tunai yang dilaksanakan oleh Dinas Sosial Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil kajian penelitian ini menyatakan pendapat masyarakat Kota Bandung bervariasi mulai dari masyarakat miskin di perkotaan dan yang berpenghasilan berkecukupan, rencana bantuan sosial tunai ini dilaksanakan dengan memberikan bantuan secara tunai yang disesuaikan dengan data penerima manfaat kepada masyarakat yang sudah atau belum terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), penyaluran dana bantuan sosial tunai dilakukan selama 3 tahap sebesar 500.000/tahap. Fokus dinas sosial terkait bantuan sosial tunai di kota Bandung ini ialah terhadap masyarakat yang terdata atau belum di DTKS dan Bantuan Sosial Tunai dilihat dari hasil wawancara masyarakat didapati belum merata dan kurang sosialisasi di masyarakat.Kata kunci: Pengelolaan, Bantuan Sosial Tunai, Dinas SosialAbstractCash Social Assistance is social assistance issued by the Ministry of Social Affairs and handed over to the Social Service to allocate aid funds to the community in their area. This study aims to determine and analyze the management of cash social assistance funds carried out by the Bandung City Social Service. This study uses descriptive qualitative research methods. The procedure of data collection was done by interview, observation and documentation. The results of this research study state that the opinions of the people of Bandung vary from the poor in urban areas and those with ample income, this cash social assistance plan is implemented by providing cash assistance that is adjusted to the beneficiary data to people who have or have not been registered in the DTKS, distribution cash social assistance funds are carried out in 3 stages of 500,000/phase. The focus of social services related to cash social assistance in the city of Bandung is on people who are registered or not in DTKS and Cash Social Assistance seen from the results of community interviews found that it is not evenly distributed and lacks socialization in the community.Keywords: Management, Cash Social Assistance, Social Service.
Penerapan Media Pembelajaran “Mading Pancasila” Untuk Meningkatkan Keaktifan Siswa Dalam Pembelajaran PPKn Sukmawati Sukmawati; Jamaludin Jamaludin; Miftahul Jannah; Hilwa Hilwa; Deansi Deansi; Fani Fani; Nurfaisa Nurfaisa
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.754 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2710

Abstract

AbstrakDalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, guru dituntut mampu menjalankan tugasnya secara inovatif, kreatif, dan kritis dalam proses pembelajaran. Sehingga dengan adanya media pembelajaran mading pancasila yang kreatif mampu menarik perhatian peserta didik dalam proses pembelajaran. Dalam hal ini guru berperan sebagai fasilitator yang menunjang keberhasilan peserta didik dalam memahami materi yang disampaikan, untuk itu guru harus mampu menyesuaikan dengan media pembelajaran yang digunakan, hal ini berrtujuan agar siswa mampu fokus terhadap materi yang diberikan.Kata Kunci: Pancasila, kreatif, Perkembangan Teknologi, Tantangan Guru AbstractIn the development of science and technology, teachers are required to be able to carry out their duties innovatively, creatively, and critically in the learning process. So that with the existence of creative mading pancasila learning media, it is able to attract the attention of students in the learning process. In this case, the teacher acts as a facilitator who supports the success of students in understanding the material presented, for this reason, the teacher must be able to adjust to the learning media used, this is intended so that students are able to focus on the material provided.Keywords: Pancasila, creative, Technological Development, Teacher Challenge

Page 43 of 168 | Total Record : 1679