cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
setiawan1000@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
nurgiansah@upy.ac.id
Editorial Address
Jl. IKIP PGRI I Sonosewu No.117, Sonosewu, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kewarganegaraan
ISSN : 19780184     EISSN : 27232328     DOI : https://doi.org/10.31316/jk.v7i1.5299
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Kewarganegaraan is published 2 times in 1 year in June and December. The scope of the article includes: 1. Pancasila Education 2. Citizenship Education 3. Social Sciences 4. Politic 5. Law
Articles 1,679 Documents
Reaktualisasi Nilai Pancasila Dalam Membangun Karakter Bangsa Di Tegah Era Globalisasi Melia Nurkhalisa; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.149 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2660

Abstract

AbstrakDi era globalisai ini banyak sekali pengaruh baik maupun pengaruh buruk masuk kedalam negara Indonesia dan mempengaruhi bangsa indonesia. Namun diantara banyaknya pengaruh baik, globalisasi ini mempunyai pengaruh buruk yang dapat merusak karakter bangsa Indonesia. Negara Indonesia ini sudah mempunyai karakter asli yang sudah tertanam dan melekat di dalam diri bangsa Indonesia sejak zaman dulu, dan karakter yang teah dimiliki oleh bangsa Indonesia ini adalah yang menjadi salah satu inspirasi para pendiri bangsa untuk merumuskan Pancasila yang nantinya akan menjadi dasar negara dan pandangan hidup bangsa. Akan tetapi dalam pengimplementasiannya, banyak sekali ancaman dan tantangan yang menghadang salah satunya yaitu terjadinya globalisasi. Maka dari itu untuk mengembalikan karakter bangsa Indonesia yang semakin memudar diperlukan adanya reaktualisasi nilai Pancasila.Kata Kunci: globalisasi; Pancasila; karakter AbstractIn this era of globalization, there are many good influences and bad influences entering the Indonesian state and affecting the Indonesian nation. But among the many good influences, globalization has a bad influence that can damage the character of the Indonesian nation. This Indonesian state already has a genuine character that has been embedded and inherent in the Indonesian nation since ancient times, and the character that is owned by the Indonesian nation is one of the inspirations of the nation's founders to formulate Pancasila which will later become the basis of the state and the nation's outlook on life. However, in its implementation, there are many threats and challenges that confront one of them is the occurrence of globalization. Therefore, to restore the character of the Indonesian nation that is increasingly fading, there is a need for the re-actualization of the value of Pancasila.Keywords: globalization; pancsila, character
Penguatan Nilai Pancasila Pada Siswa Sekolah Dasar Di Tengah Era Disrupsi Budaya Farina Trias Alwasi; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.585 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2661

Abstract

AbstrakLunturnya nilai-nilai Pancasila di tengah generasi muda pada era globalisasi mengakibatkan perlahan eksistensi Pancasila sebagai ideologi dan pandangan hidup bangsa hilang dari segenap jiwa masyarakat Indonesia. Perilaku masyarakat yang semakin jauh dari nilai-nilai serta norma dalam Pancasila menjadi tantangan yang cukup serius yang dihadapi bangsa saat ini. Perlu dilakukan sebuah upaya untuk mengatasi persoalan tersebut yaitu dengan menyelamatkan moral generasi muda dari pengaruh disrupsi yang mengancam kebudayaan bangsa. Penguatan nilai Pancasila yang diberikan sejak usia dini yaitu usia sekolah dasar dapat menjadi sebuah pencegahan untuk mengembalikan nilai, norma serta kebudayaan yang terkandung dalam  setiap butir Pancasila agar terinternalisasi dalam segenap jiwa dan kehidupan masyarakat Indonesia.Kata Kunci: Pancasila, Sekolah Dasar, Kebudayaan AbstractThe fading of Pancasila values among the younger generation in the era of globalization has resulted in the slowly disappearing existence of Pancasila as the nation's ideology and way of life from all the souls of the Indonesian people. The behavior of people who are increasingly far from the values and norms in Pancasila is a serious challenge facing the nation today. An effort needs to be made to overcome this problem, namely by saving the morale of the younger generation from the influence of disruption that threatens the nation's culture. Strengthening the values of Pancasila given from an early age, namely elementary school age, can be a prevention to restore the values, norms and culture contained in each item of Pancasila so that they are internalized in all the souls and lives of Indonesian people.Keywords: Pancasila, Elementary School, Culture
Learning Loss: Analisis Pembelajaran Jarak Jauh Anti Muthmainnah; Siti Rohmah
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.132 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2662

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan infromasi dan menganalisis: (1) Permasalahan learning loss pada anak dan (2) Solusi permasalahan learning loss pada anak. Metode studi literatur dan metode analisis adalah metode yang dipakai dalam penelitian ini. Pengumpulan informasi atau data dibuat dengan cara pengumpulan data pustaka, membaca dan mengolah bahan atau data penelitian. Setelah itu, analisis pengumpulan informasi serta teori tinjauan didapat dari hasil memperoleh data dari berbagai macam sumber dokumen seperti jurnal, buku, serta artikel yang meliputi sumber dari riset para pakar Hasil pembahasannya, yaitu pertama, permasalahan learning loss pada anak. Kedua, solusi permasalahan learning loss pada anak. Solusi atas permasalahan tersebut adalah coaching fasilitator, sosialisasi, talkshow atau FGD parenting, monitoring dan evaluasi, pendampingan literasi numerasiKata kunci: learning loss, analisis, pembelajaran jarak jauh AbstractThe purpose of this study was to obtain information and analyze: (1) problems of learning loss in children and (2) solutions to problems of learning loss in children. Literature study method and analytical method are the methods used in this research. The collection of information or data is made by collecting library data, reading and processing research materials or data. After that, the analysis of information collection and theoretical review was obtained from the results of obtaining data from various document sources such as journals, books, and articles that included sources from expert research. The results of the discussion, namely first, the problem of learning loss in children. Second, the solution to the problem of learning loss in children. The solutions to these problems are facilitator coaching, socialization, parenting talk shows or FGDs, monitoring and evaluation, numeracy literacy assistance.Keywords: learning loss, analysis, distance learning
Upaya Mahasiswa Dalam Mewujudkan Bela Negara Pada Sektor Keamanan Maritim Aini Nahdlia Puspita; Widodo Widodo; Abdul Rivai Ras; Pujo Widodo; Herlina Juni Risma Saragih
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.162 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2663

Abstract

AbstrakIndonesia merupakan negara maritim dengan wilayah laut yang sangat luas sehingga dibutuhkan pertahanan negara yang kuat pada sektor maritim. Salah satu komponen bangsa Indonesia yang dapat mempertahankan kedaulatan NKRI adalah mahasiswa. Sebagai agent of change, mahasiswa diharapkan mampu berperan menjaga keutuhan NKRI, salah satunya dengan cara membela negara. Namun, pada kenyataannya nilai kesadaran bela negara mahasiswa masih rendah dan perlu diperbaiki. Mahasiswa masih mengedepankan kepentingan pribadi dibandingkan kepentingan bangsa dan negara. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya bela negara yang dapat dilakukan oleh mahasiswa pada sektor maritim. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang mendeskripsikan fenomena melalui kata-kata. Selanjutnya, teknik pengambilan data berupa library research atau studi kepustakaan. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, kontribusi seorang mahasiswa dalam upaya mewujudkan bela negara pada sektor maritim adalah menjadi kader bela negara, melakukan riset atau penelitian di sektor keamanan maritim, serta melakukan pengabdian di masyarakat.Kata kunci: Bela Negara, Pertahanan Negara, Keamanan Maritim. AbstractIndonesia is the biggest archipelagic state so that strong maritime security is needed for national defense. one of the components of the state that can defend the state are students. As agents of change, students are expected to be able to maintain the integrity of the Republic of Indonesia, one of which is defending the country or Indonesian independence. But in reality, the value of students' awareness of state defense is still low and needs to be improved. Students more concerned with personal interests than the interests of the nation and state. Therefore, this research aims to determine the national defense efforts of students in the maritime sector. This research uses a qualitative method that describes the phenomenon through words. Furthermore, the data collection technique used is library research or literature study. Based on the analysis, the contribution of a student in the effort to realize state defense in the maritime sector is to become a cadre of state defense, conducting research in the field of maritime security, and doing community dedication in maritime sector. Keywords: Indonesian Independence, National Defense, Maritime Security.
Kewaspadaan Nasional Dalam Menghadapi Ancaman Kelangkaan Minyak Goreng Sebagai Bentuk Perwujudan Bela Negara Hazen Alrasyid; Kasim Kasim; George Royke Deksino
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.97 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2664

Abstract

AbstrakIndonesia adalah negara dengan penghasil sawit terbesar di dunia. Sebagai negara penghasil minyak sawit, minyak kelapa sawit Indonesia tidak hanya diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri namun juga merambah ke pasar internasional untuk kegiatan ekspor. Dengan status sebagai negara penghasil minyak sawit terbesar di dunia, hal ini tentu harus mempertimbangkan unsur kewaspadaan nasional, sebagai upaya dalam melakukan kesiapsiagaan dini dalam menghadapi ancaman. Termasuk ancaman kelangkaan minyak goreng karena dengan kenaikan harga jual minyak goreng akhir-akhir ini, menjadikan minyak goreng sebagai pusat perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab fenomena kelangkaan minyak goreng dan mengetahui bagaimana seharusnya regulasi pemerintah, pelaku industri dan kondisi masyarakat dalam menyikapi fenomena kelangkaan minyak goreng bila dikaitkan dengan unsur kewaspadaan nasional sebagai perwujudan sikap bela Negara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan studi pustaka. Hasil penelitian yang didapatkan adalah Kewaspadaan Nasional adalah konsep yang harus terus hadir dalam sistem penyelenggaraan negara atau sistem nasional kita, dalam menghadapi berbagai bentuk ancaman, termasuk dalam menghadapi ketidaksiapan dalam penanganan kelangkaan minyak goreng. Sikap Bela Negara sudah seharusnya menjadi dasar dan semangat dalam setiap tindakan. Mental bela Negara diharapkan mampu mengurangi pihak-pihak yang memanfaatkan kondisi kelangkaan minyak goreng untuk kepentingan dan keuntungan pribadi, tetapi sebaliknya kondisi kelangkaan minyak goreng menjadi momentum untuk saling bahu membahu dan bergotong royong menyelesaikan persoalan dari berbagai elemen masyarakat sesuai dengan profesi masing-masing.Kata kunci: Bela Negara, Kelangkaan Minyak Goreng, Kewaspadaan NasionalAbstractIndonesia is the second-largest supplier of palm oil. As the largest palm oil producing country in the world, Indonesian palm oil is not only intended to fulfill the domestic needs but also to fulfill the international market for export activities. With the status as the largest palm oil producing country in the world, this certainly must consider the element of national vigilance, as an effort to take early preparedness in the face of threats. Including the threat of scarcity of cooking oil due to the recent increase in the selling price of cooking oil, making cooking oil the center of attention. This research aims to determine the factors causing the cooking oil scarcity phenomenon and to find out how government regulations, industry players and community conditions should respond to the cooking oil scarcity phenomenon when associated with elements of national vigilance as a manifestation of the attitude of national defense. The method used in this research is a qualitative approach. The data collection technique uses literature study. The results of the research obtained are that National Vigilance is a concept that must continue to be present in the state administration system or our national system, in the encounter of various threats, included in the encounter of unpreparedness in handling the scarcity of cooking oil. The attitude of National Defense should be the basis and spirit in every action. The mental National Defense is expected to be able to reduce parties who take advantage of the scarcity of cooking oil for personal interests and gains, but in another hand, the condition of the scarcity of cooking oil becomes a momentum to help each other and work together to solve problems from various elements of society according to their respective professions.Keywords: National Defense, Scarcity of Cooking Oil, National Precautions
Peran Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai Pada PenangananWarga Negara Indonesia Yang Masuk Wilayah Indonesia Melalui Terminal Internasional Bandar Udara Internasonal I Gusti Ngurah Rai Di Era New Normal Covid-19 Yu Wendah Mahesti
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.07 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2665

Abstract

AbstrakPada saat ini adanya virus COVID-19 yang telah mewabah di Indonesia yang berpengaruh dalam sisi perekonomian dan kesehatan melahirkan salah satu tantangan para pemerintah dalam menjaga dan meminimalisir tingkat positif terpapar virus COVID-19 di zona Indonesia. Pengawasan dari imigrasi sebagai salah satu rangka daya pemerintah untuk memandu dinamika tiap orang masuk zona Indonesia khususnya warga negara Indonesia (WNI) memintasi Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) terminal internasional bandar udara I Gusti Ngurah Rai. Tujuan penelitian untuk menemukan peran,kebijakan baru dan kendala yang dialami kantor imigrasi kelas I khusus TPI Ngurah Rai dalam penanganannya agar tidak terjadi lonjakan angka positif terpaparnya virus COVID-19. Penelitian ini memanfaatkan metode kualitatif data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan merupakan teknik triangulasi data berupa mengamati secara langsung, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini direalisasikan pada tanggal 20 April-13 Mei 2022 di kantor imigrasi kelas I khusus TPI Ngurah Rai.Hasil penelitian peran kantor imigrasi kelas I khusus TPI Ngurah Rai dalam penggarapan warga negara Indonesia (WNI) yang masuk zona Indonesia melalui terminal internasional bandar udara internasional I Gusti Ngurah Rai yaitu sesuai dengan Undang-Undang No.6 Tahun 2011 tentang keimigrasian pada point peran imigrasi dalam penggarapan warga negara Indonesia (WNI) yang masuk zona Indonesia dan kebijakan baru yang diterapkan fokus pada penanganan meminimalisir penyebaran virus COVID-19 sesuai dengan SE SATGAS COVID No.17 Tahun 2022 tentang program kesehatan perjalanan luar negeri masa pandemi dan addendum SE SATGAS COVID No.17 Tahun 2022 tentang program kesehatan perjalanan luar negeri masa pandemi, serta terdapat kendala namun tidak berpengaruh signifikan yang berakibat fatal yang dihadapi oleh kantor imigrasi kelas I khusus TPI Ngurah Rai.Kata Kunci: Peran, Imigrasi, Penanganan warga negara Indonesia (WNI), New normal COVID-19 Abstract At this time the COVID-19 virus which has been endemic in Indonesia which has an impact on the economy and health has given birth to one of the challenges for the government in maintaining and minimizing the positive level of exposure to the COVID-19 virus in the Indonesian zone. Supervision of immigration is one of the government's power frameworks to guide the dynamics of each person entering the Indonesian zone, especially Indonesian citizens (WNI) crossing the Immigration Checkpoint (TPI) at the international terminal of I Gusti Ngurah Rai airport. The purpose of the study was to find the role, new policies and obstacles experienced by the class I immigration office specifically for TPI Ngurah Rai in handling it so that there would be no spike in the positive number of exposure to the COVID-19 virus. This research utilizes qualitative methods of primary data and secondary data. The data collection technique used is a data triangulation technique in the form of direct observation, interviews and documentation. This research was realized on April 20-13 May 2022 at the immigration office class I specifically for TPI Ngurah Rai. The results of the research on the role of the first class immigration office specifically for TPI Ngurah Rai in the cultivation of Indonesian citizens (WNI) who enter the Indonesian zone through the international terminal of the I Gusti Ngurah Rai international airport, which is in accordance with Law No. 6 of 2011 concerning immigration at the point of the role of immigration. in the cultivation of Indonesian citizens (WNI) who enter the Indonesian zone and the new policies implemented focus on handling minimizing the spread of the COVID-19 virus in accordance with SE SATGAS COVID No. 17 of 2022 concerning health programs for overseas travel during the pandemic and addendum to SE SATGAS COVID No 17 of 2022 regarding the health program for overseas travel during the pandemic, and there are obstacles but no significant effect that has fatal consequences for the class I immigration office specifically for TPI Ngurah Rai.Keywords: Role, Immigration, Handling Indonesian citizens (WNI), New normal COVID-19
Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Sebagai Solusi Dari Tantangan Generasi Milenial Asti Widiastuti; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.778 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2666

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan deskripsi mengenai implementasi nilai Pancasila terhadap tantangan yang terjadi dikalangan generasi milenial. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif berbasis studi literatur dengan mencari, membaca dan menganalisis berbagai sumber seperti buku, jurnal, artikel dan sumber-sumber lainnya yang dapat dipertanggungjawabkan. Seperti yang kita ketahui bahwa minimnya penerapan dan pengaplikasian nilai-nilai Pancasila dikalangan generasi milenial itu disebabkan oleh berbagai tantangan pada generasi milenial itu sendiri yang membuat generasi milenial tidak mengimlementasikan atau menerapkan nilai-nilai Pancasila dengan baik dan benar dalam kehidupannya. Nilai-nilai Pancasila yang seharusnya dijunjung tinggi dan dijadikan sebagai pedoman hidup dalam kehidupan bermasyarakat, saat ini sudah mulai pudar bahkan ditinggalkan dan diacuhkan. Dapat dilihat pada generasi milenial yang cenderung hidup individu, lebih menyukai dan tertarik pada hal-hal baru yang bahkan mereka tidak tahu apakah itu hal yang baik atau buruk untuk dirinya, dan juga generasi milenial cenderung lebih sering berinteraksi dengan menggunakan ponsel pintarnya. Jika hal ini dibiarkan begitu saja dan dianggap sebagai hal yang wajar, maka nilai-nilai Pancasila akan dengan mudah tergantikan oleh ideologi dan aliran-aliran baru lainnya yang datang dari luar. Untuk itu agar mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, perlu diadakannya upaya atau cara untuk mengubah prilaku dan kebiasaan buruk serta menangani tantangan yang ada pada generasi milenial.Kata kunci: Generasi Milenial, Implementasi, Nilai-nilai Pancasila AbstractThe purpose of this study is to provide a description of the implementation of Pancasila values to the challenges that occur among the current-=;millennial generation. The research method used in this study is a qualitative method based on literature study by searching, reading and analyzing various sources such as books, journals, articles and other sources that can be accounted for. As we know that the lack of application and application of Pancasila values among the millennial generation is caused by various challenges to the millennial generation itself which makes the millennial generation not implement or apply Pancasila values properly and correctly in their lives. The values of Pancasila, which should be upheld and used as a way of life in social life, are now starting to fade, even being abandoned and ignored. It can be seen in the millennial generation who tend to live individually, prefer and be interested in new things that they don't even know whether it's a good or bad thing for themselves, and also the millennial generation tends to interact more often using their smart phones. If this is left unchecked and considered as a natural thing, then the values of Pancasila will be easily replaced by other ideologies and new sects that come from outside. For this reason, in order to prevent unwanted things from happening, it is necessary to make efforts or ways to change bad behavior and habits and deal with the challenges that exist in the millennial generation.Keywords: Millennial Generation, Implementation, Pancasila values
Generasi Milenial Sebagai Penerus Bangsa Dalam Perspektif Nilai-Nilai Pancasila Syifa Dilla Khansa; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.916 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2667

Abstract

AbstrakKemajuan dalam suatu bangsa sangat berkaitan erat dengan peran pemudanya bagaimana ia produktif dalam kegiatan kemajuan bangsanya. Dengan begitu maksud dari penerus  bangsa ini mengartikan bahwa peranan pemuda sangat berkaitan dan bergantung pada peranan pemuda tersebut, yang menjadikan satuan komponen penting pada proses pembangunan bangsa Indonesia maupun penerus bangsa. Dengan cara berprilaku tersebut dalam pernan fungsi sosialnya pun berjalan dan saling berkaitan. Fungsi sosial milenial sangat erat kaitannya dengan lingkungannya dan perilaku dari generasi tersebut, serta dimana seluruh generasi milenial adalah sebagai  (sistem sosial dan jaringan sosial)  memenuhi kebutuhan dasar, memainkan peran sosial, dan  tekanan (shock and stress). (sedang dihadapi). Kemampuan kaum milenial dalam menjalankan fungsi sosial. Dan kita sebagai generasi penerus bangsa harus pandai dalam menjaga dan menyaring apa saja yang dapat mempengaruhi pelunturan dari nilai nilai pancasila tersebut. Dengan begitu kita paham betul sikap apa yang harus di tunjukan dan di lakukan pada kegiatan sehari hari kita sebagai generasi penerus bangsa agar dapat memajukan bangsa Indonesia tercinta.Kata Kunci: generasi milenial, nilai nilai pancasila Abstractprogress in a nation is closely related to the role of its youth how productive in the activities of the progress of the nation. Thus, the intention of the successor of this nation means that the role of youth is very important and useful to make the role of the youth, which is an important component unit in the process of nation building and the nation's successor. With this way of behaving in the role of social functions, it runs and is interrelated. The social function of millennials is very closely related to the environment and behavior of that generation, and where all millennials are (social systems and social networks) meeting basic needs, playing social roles, and stressing (shock and stress). (being faced). Millennials' ability to carry out social functions. And we as the nation's next generation must be good at maintaining and filtering anything that can affect the values of Pancasila. That way we understand very well what attitude we must show and do on a daily basis as the next generation of the nation in order to advance our beloved Indonesian nation.Keywords: millennial generation, Pancasila values
Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Sebagai Upaya Pembangunan Karakter Bangsa Di Era Globalisasi Modern Serli Malini; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.524 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2668

Abstract

AbstrakNilai-nilai Pancasila menjadi pedoman dan acuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sangat logis bahwa nilai-nilai tersebut disebarluaskan melalui banyak sektor dan kelas masyarakat. Di zaman modern atau era globalisasi seperti sekarang ini, banyak sekali dampak negatif yang ditimbulkan oleh suatu negara salah satunya hilangnya nilai-nilai luhur yang melekat pada suatu negara, dan hal ini juga yang terjadi di Indonesia saat ini, dengan banyak pengaruh globalisasi, salah satunya adalah pengaruh budaya asing yang tidak sesuai. dampak negatif globalisasi. Implementasi pendidikan berbasis Pancasila di antara siswa sangat penting karena bertujuan untuk memperkuat moralitas sesuai dengan kepribadian bangsa di Pancasila. Menerapkan nilai-nilai Pancasila kepada siswa, di era globalisasi ini dapat dicapai pada waktu yang tepat. Seperti saat memperingati Hari Sumpah Pemuda, Hari Kemerdekaan, Hari Pahlawan dan hari libur nasional lainnya. Seseorang dengan kepribadian berarti karakter dan kepribadian. Sementara mendidik karakter adalah pendidikan bertujuan untuk melatih karakter, menanamkan karakter moral dan mulia dan untuk perilaku terlarang terkait Normanorma. Pancasila dianggap mampu melakukan perannya dalam karakter pelatihan pada siswa, setelah lulus dari sekolah, direncanakan tidak hanya memiliki intelektual yang hebat, tetapi juga satu moralitas yang baik dan moralitas yang baik dalam peran mereka dalam peran mereka dalam masyarakat.Kata Kunci: Pancasila, Pendidikan Karakter, Bangsa Indonesia AbstractPancasila values become guidelines and references in the life of the nation and state. It is logical that these values are propagated through many sectors and classes of society. In modern times or the era of globalization as it is today, there are many negative impacts caused by a country, one of which is the loss of noble values inherent in a country, and this is also happening in Indonesia today, with many influences of globalization, one of which is is an inappropriate foreign cultural influence. negative impact of globalization. Implementation of Pancasila-based education among students is very important because it aims to strengthen morality in accordance with the nation's personality in Pancasila. Applying Pancasila values to students, in this era of globalization can be achieved at the right time. Such as when commemorating Youth Pledge Day, Independence Day, Heroes Day and other national holidays. A person with personality means character and personality. While educating character is education that aims to train character, instill moral and noble character and for forbidden behavior related to norms. Pancasila is considered capable of carrying out its role in character training in students, after graduating from school, it is planned not only to have great intellectuals, but also a good morality and good morality in their role in their role in society.Keywords: Pancasila, Character Education, Indonesian Nation
Menerapkan Nilai Pancasila Melalui Pendidikan Kewarganegaraan Dengan Tujuan Membangun Karakter Anak Bangsa Zulfa Ishmah Rahadatul Aisy; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.123 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2669

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk membangun karakter anak bangsa untuk menjadi generasi penerus yang lebih baik dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, baik dilingkungan keluarga, lingkunagn sekolah maupun lingkungan masyarakat melalui pendidikan kewarganegaraan. Pancasila adalah lima dasar yang berperan sebagai dasar negara dan pandangan atau pedoman hidup warga negara Indonesia. Dengan adanya Pancasila diharapkan kita sebagai warga negara dapat mengimplementasikan dengan baik agar menjadi warga negara yang menaati peraturan yang diberikan dan menjadi warga yang berkarakter dalam bermasyarakat, berbangsa maupun bernegara.Kata kunci: Nilai-Nilai Pacasila, Pendidikan Kewarganegaraan, Karakter Anak Bangsa AbstractThe purpose of this research is to build the character of the nation's children to become a better future generation by applying the values of Pancasila in everyday life, both in the family environment, school environment and community environment through civic education. Pancasila are five principles that serve as the basis of the state and the views or life guidelines of Indonesian citizens. With the existence of Pancasila, it is hoped that we as citizens can implement it well so that we become citizens who obey the given regulations and become citizens with character in society, nation and state.Keywords: Pancasila Values, Civic Education, Character Of The Nation’s Children

Page 40 of 168 | Total Record : 1679