cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
setiawan1000@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
nurgiansah@upy.ac.id
Editorial Address
Jl. IKIP PGRI I Sonosewu No.117, Sonosewu, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kewarganegaraan
ISSN : 19780184     EISSN : 27232328     DOI : https://doi.org/10.31316/jk.v7i1.5299
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Kewarganegaraan is published 2 times in 1 year in June and December. The scope of the article includes: 1. Pancasila Education 2. Citizenship Education 3. Social Sciences 4. Politic 5. Law
Articles 1,679 Documents
Penerapan Nilai-Nilai Pancasila Dalam Norma-Norma Yang Ada Di Masyarakat Dituangkan Ke Dalam Media Surat Sukmawati Sukmawati; Jamaludin Jamaludin; Tedy Yudiansa; Rahmat Rahmat; Gersiani Appang Allo; Anjeli Ayu Ranteallo; Riskina Saputri; Tri Nurfallah; Lilla Amalia
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.669 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2730

Abstract

AbstrakTujuan dari praktek ini adalah untuk mengetahui seberapa pentingnya nilai-nilai pancasila dan norma dalam pembelajaran PPKN , karena di zaman modernisasi seperti saat ini tidak selalu membawa perubahan yang lebih baik, contohnya yaitu terjadinya degradasi moral yang tampak pada perilaku generasi muda sekarang dengan maraknya pemberitaan tawuran pelajar yang berujung kematian. Hal ini menjadi tanggung jawab orang tua dan guru karena kurangnya perhatian yang cukup untuk anak melalui edukasi nilai, norma, dan moral. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, lalu instrumen yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner. Hasil dari penelitian dinyatakan bahwa guru harus membimbing peserta didik agar dapat menemukan dan mengembangkan konsep, nilai, moral dan norma ke dalam ruang lingkup pembelajaran PPKN . Melalui seorang guru ini kemudian yang harus dilihat bagaimana dalam mengambangkan nilai dan moral sebagai karakterisrik pembelajaran PPKN d dan ketika hal itu mempu dilaksanakan disitulah akan terlihat bahwa dalam pembelajaran PPKN hadir untuk menanamkan nilai dan moral bagi generasi bangsa. Mengapa penanaman nilai dalam rangka pembentukan sikap warga Negara perlu diterapkan dalam kehidupan sehari – hari karena kecerdasan yang tinggi tanpa dibarengi moralitas yang baik, mungkin akan berbahaya bagi diri dan umat manusia. Bagaimana manusia bersikap, dan melakukan perbuatan lahir dan batin sebagai dorongan kehendak yang didasarkan atas putusan akal, rasa, dan kehendak sikap, perkataan dan perbuatan tersebut senantiasa diarahkan kepada kebenarandan kebaikan. Pada diri manusia harus selalu ada kemampuan untuk menyelenggarakan kerjasama akal, rasa, dan kehendak itu dalam hubungan kesatuan, akal ialah yang memberikan pengetahuan tentang perbuatan bagaimana yang harus dilakukan, rasa yang mengujinya dengan berpedoman kepada hasratnya sendiri, sedangkan kehendaklah yang menentukan sikap akan dilakukan atau tidaknya.Kata kunci : pacasila, norma, pembelajaran generasi milenialAbstractThe purpose of this study is to find out how important concepts, values, morals and norms are in teaching pancasila and civic education, because in modern times such as today do not always bring better changes, for example the occurrence of moral degradation that appears in the behavior of the younger generation now with the prevalence of reporting student brawls that lead to death. This is the responsibility of parents and teachers due to the lack of sufficient attention for children through the education of values, norms and morals. This study uses a qualitative approach, then the instruments used are observation, interviews, documentation, and questionnaires. The results of the study stated that teachers must guide students to be able to discover and develop concepts, values, morals and norms into the scope of elementary pancasila and civic education learning. Through a teacher, then what should be seen in developing values and morals as a characteristic of pancasila and civic education learning in elementary schools and when it is implemented, it will be seen that in learning pancasila and civic education is present to instill values and morals for the nation's generation, especially in the scope. Why is it necessary to inculcate values in the context of forming citizen attitudes?applied in everyday life because of high intelligence without being accompanied good morality, may be harmful to self and mankind. How Humans behave, and do physical and spiritual actions as an impulse of will which is based on the decisions of reason, taste, and will, attitudes, words and deeds is always directed to truth and goodness. In humans must there is always the ability to organize the cooperation of reason, taste, and will In a unitary relationship, reason is what gives knowledge about actions how to do it, the feeling that tested it by referring to his own desires, while it is the will that determines the attitude to be carried out or whether or not.Keywords: pancasila, norm, millennial generation learning
Meningkatkan Kesadaran Bela Negara Pada Setiap Individu Dengan Nilai-Nilai Pancasila Pada Era Globalisasi Saat ini Muflih Ihsan Pratama; Fatma Ulfatun Najicha
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.967 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2733

Abstract

AbstrakGlobalisasi adalah proses masuknya ke ruang lingkup dunia yang dapat dilihat oleh penjuru dunia mana pun tanpa harus melihatnya secara langsung. Globalisasi ini bisa menjadi peluang sekaligus tantangan yang harus dihadapioleh  semua orang yang ada di penjuru dunia mana pun, termasuk Indonesia itu sendiri. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang lebih maju dari sebelumnya akan memberikan dampak dari globalisasi yang positif mau pun negatif bagi kehidupan manusia di dunia. Pancasila terbentuk dari nilai-nilai luhur bangsa Indoensia yang menjadi dasar pedoman hidup masyarakat Indonesia sehari-hari dan menjadi keyakinan dalam mencapai tujuan dan cita-cita dari bangsa Indonesia. Pancasila yang dijadikan pedoman hidup bagi masyarakat bangsa Indonesia yang artinya pedoman bagi masyarakat Indonesia dalam kegiatan sehari-hari dalam berperilaku baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat Indonesia. Bela negara yaitu sikap, tekad, dan perilaku warga negara dalam menunjukkan kecintaannya kepada sebuah negara yang dihuninya mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Sikap bela negara ini yang akan membantu memperkuat keadaan Bangsa Indonesia untuk bertahan dalam arus kemajuan global yang sangat pesat sekaligus mencakup semua dimensi kehidupan manusia. Saat ini dan seterusnya, Indonesia akan terus hidup dengan keberagaman, kemajuan dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan, dan kuatnya Indonesia di mata dunia. Hal ini menjadi suatu tindakan bagaimana masyrakat Indonesia menghadapi globalisasi ini agar tetap menjadi Indonesia yang seutuhnya. Hal ini juga yang akan dipererat dan dikuatkan dengan  nilai-nilai Pancasila sebagai pandangan hidup masyarakat Indonesia, pedoman hidup dalam berperilaku di kehidupan sehari-hari di lingkungan masyarakat, berbangsa, dan bernegara.Kata Kunci: Globalisasi, Nilai-Nilai Pancasila, Bela Negara AbstractGlobalization is the process of entering into the scope of the world that can be seen by any corner of the world without having to see it directly. This globalization can be an opportunity as well as a challenge that must be faced by everyone in any corner of the world, including Indonesia itself. The development of information and communication technology that is more advanced than before will have a positive or negative impact on human life in the world. Pancasila was formed from the noble values of the Indonesian nation which became the basis for the daily life of the Indonesian people and became a belief in achieving the goals and ideals of the Indonesian nation. Pancasila is used as a way of life for the Indonesian people, which means guidelines for the Indonesian people in their daily activities in behaving both as individuals and as members of Indonesian society. Defending the country is the attitude, determination, and behavior of citizens in showing their love for a country they inhabit from children to adults. This state defense attitude will help strengthen the condition of the Indonesian nation to survive in the very rapid current of global progress while covering all dimensions of human life. Today and in the future, Indonesia will continue to live with diversity, progress in realizing the ideals of independence, and the strength of Indonesia in the eyes of the world. This is an act of how the Indonesian people face this globalization in order to remain a complete Indonesia. This will also be strengthened and strengthened by the values of Pancasila as the way of life of the Indonesian people, guidelines for life in behaving in everyday life in the community, nation and stateKeywords: Globalization, Pancasila Values, Defending The Country
Analisis Manajemen Sumber Daya Manusia Guna Mendukung Kerja Operasional Petugas Aviation Security Di Bandar Udara Tunggul Wulung Cilacap Alna Arliana Priyono Saputri; Raden Fatchul Hilal
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.283 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2740

Abstract

AbstrakBandar Udara Tunggul Wulung Cilacap merupakan satu-satunya bandar udara yang terdapat di Kota Cilacap dan termasuk dalam kategori bandar udara kelas 3. Hal ini tentunya membuat bandar udara tersebut membutuhkan sumber daya yang berkompeten dan memenuhi syarat sehingga dapat mendukung kinerja dari masing-masing kegiatan operasioanal di bandar udara tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas Petugas Aviation Security berdasarkan analisis manajemen sumber daya manusia serta untuk mengetahui bagaimana cara agar Petugas Aviation Security dapat mendukung kinerja operasional di Bandar Udara Tunggul Wulung Cilacap. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yakni melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara terhadap personil dari unit Aviation Security (AVSEC) serta pada Kepala Unit terkait. Penelitian dilakukan selama 2 minggu di Bandar Udara Tunggul Wulung Cilacap. Hasil dari penelitian ini adalah Petugas AVSEC di Bandar Udara Tunggul Wulung Cilacap dapat dikatakan cukup berkualitas dikarenakan beberapa komponen dalam MSDM sudah dijalankan. Namun dapat diketahui bahwa masih terdapat kurangnya tanggung jawab dalam proses penanganan kasus serta dalam bandara tersebut hanya 2 petugas AVSEC  yang sudah memiliki sertifikat DG (Dangerous Goods). Untuk meminimalisir resiko seperti yang telah terjadi sebelumnya maka sebagai petugas AVSEC harus lebih bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya sesuai dengan SOP yang berlaku. Dengan begitu kesesuaian kinerja petugas AVSEC bisa tercapai dengan baik serta aktivitas penerbangan terlaksana dengan aman.Kata Kunci: MSDM (Manajemen Sumber Daya Manusia), AVSEC (Aviation Security), Kinerja Operasional, Bandara Cilacap. AbstractCilacap Tunggul Wulung Airport is the only airport in Cilacap City and is included in the category 3 class airport. This of course makes the airport need competent and qualified resources so that it can support the performance of each operational activity at the airport. This study aims to determine the quality of Aviation Security Officers based on human resource management analysis and to find out how Aviation Security Officers can support operational performance at Cilacap's Tunggul Wulung Airport. This study uses a qualitative method, namely through observation, documentation, and interviews with personnel from the Aviation Security (AVSEC) unit as well as the Head of the related Unit.  The study was conducted for 2 weeks at the Tunggul Wulung Airport, Cilacap. The results of this study are that AVSEC officers at Cilacap's Tunggul Wulung Airport can be said to be of sufficient quality because several components in HRM have been implemented.  However, it can be seen that there is still a lack of responsibility in the case handling process and at the airport, only 2 AVSEC officers already have a DG (Dangerous Goods) certificate.  To minimize the risk as has happened before, as an AVSEC officer, he must be more responsible in carrying out his duties by the applicable SOP.  In this way, the performance of AVSEC officers can be achieved properly and flight activities can be carried out safely.Keywords: HRM (Human Resource Management), AVSEC (Aviation Security), Operational Performance, Cilacap Airport
Analisis Implementasi Digitalisasi Layanan Angkasa Pura Kargo (TERKA) Terhadap Mobilitas Pengiriman Kargo Udara Selama Pandemi Covid-19 Di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang Puteri Meidya Qatrunada; Dhiani Dyahjatmayanti
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.773 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2744

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui manfaat digitalisasi layanan kargo udara Bandar Udara Soekarno Hatta. Selain itu juga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengoptimalisasian fungsi dari sistem digitalisasi layanan kargo udara bagi para pengguna jasa, serta memahami langkah-langkah pengembangan teknologi digitalisasi layanan kargo di Bandar Udara Soekarno-Hatta Tangerang. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui bagaimana digitalisasi layanan dapat mempengaruhi mobilitas pengirirman kargo udara selama pandemic Covid-19 di Bandar Udara Soekarno Hatta Tangerang. Hal ini tentunya menjadi perhatian bagi masyarakat sehingga mereka dapat melakukan efisiensi waktu dan efektivitas tenaga terutama bagi penyedia jasa dan pengguna jasa. Dalam hal ini  para penyedia jasa transportasi tentunya harus menyediakan pra sarana bagi para pengguna jasa untuk mempermudah para stakeholder baik dari pihak consignee maupun shipper. Dikarenakan hal ini penulis melakukan penelitian yang dilakukan pada tanggal 20 November 2021 sampai dengan 20 Desember 2021, di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang. Penelitian dilakukan di beberapa unit khusus seperti IT dan CSC KSO (LOD) dengan menggunakan data sekunder dan data primer. Meliputi data yang diperoleh dari dokumen perusahaan dan melalui wawancara yang dilakukan pada unit IT, kantor pusat, dan CSC KSO (LOD) serta data yang juga diambil dari unit-unit terkait. Teknik analisis data yang digunakan penulis adalah dengan melakukan reduksi data, penyajian data, dan conclusion drawing/ verification. Angkasa Pura Kargo Bandar Udara Soekarno Hatta Tangerang juga bekerja sama dengan pesawat Garuda Indonesia untuk penanganan kargo udara dari bulan Agustus tahun 2019. Dari hasil penelitian yang didapatkan oleh penulis, dapat disimpulkan bahwa aplikasi tersebut merupakan proyek yang dikembangkan oleh user sebagai fasilitas pelayanan pandemic Covid-19 di Angkasa Pura Kargo Bandar Udara Soekarno Hatta. Aplikasi ini juga telah di implementasikan sejak tahun 2020 dan masih dalam tahap pengembangan. Pada tahun 2021 aplikasi ini telah digunakan oleh shipper dan consignee sebagai bentuk realisasi pencegahan pandemic Covid-19 di Angkasa Pura Kargo Bandar Udara Soekarno Hatta Tangerang.Kata Kunci: Digitalisasi Layanan, Mobilitas Pengiriman, Pandemi Covid-19 AbstractThe purpose of this study was to determine the benefits of digitizing air cargo services at Soekarno Hatta Airport. In addition, this study aims to analyze the optimization of the function of the air cargo service digitization system for service users, as well as to understand the steps for developing cargo service digitization technology at Soekarno-Hatta Airport, Tangerang. This study also aims to find out how digitizing services can affect the mobility of air cargo delivery during the Covid-19 pandemic at Soekarno Hatta Airport, Tangerang. This is certainly a concern for the community so that they can make time efficiency and energy effectiveness, especially for service providers and service users. In this case, the transportation service providers must of course provide pre-facilities for service users to make it easier for stakeholders, both from the consignee and the shipper. Due to this the author conducted a research conducted on November 20, 2021 to December 20, 2021, at Soekarno-Hatta International Airport, Tangerang. The research was conducted in several special units such as IT and CSC KSO (LOD) using secondary data and primary data. Includes data obtained from company documents and through interviews conducted at the IT unit, head office, and CSC KSO (LOD) as well as data also taken from related units. The data analysis technique used by the author is to perform data reduction, data presentation, and conclusion drawing/verification. Angkasa Pura Kargo Soekarno Hatta Airport Tangerang is also working with Garuda Indonesia aircraft to handle air cargo from August 2019. From the research results obtained by the author, it can be concluded that the application is a project developed by the user as a Covid-19 pandemic service facility at Angkasa Pura Kargo Soekarno Hatta Airport. This application has also been implemented since 2020 and is still in the development stage. In 2021 this application has been used by shippers and consignees as a form of realization of the prevention of the Covid-19 pandemic at Angkasa Pura Kargo Soekarno Hatta Airport Tangerang.Keywords: Service Digitization, Delivery Mobility, Covid-19 Pandemic.
Perkembangan Ilmu Pengetahuan Dan teknologi Dapat Mempengaruhi Gaya Anak Muda Dan Etika Pancasila Pada Masyarakat Indonesia Winda Nur Azizah; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.14 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2745

Abstract

AbstrakBerbagai perubahan terjadi karena globalisasi. Pada saat ini terjadi perubahan yang disebabkan oleh pengaruh dari luar maupun dari dalam negeri (Taufiqurrahman, 2018). Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) saat sini sedang mengalami perkembangan yang begitu luar biasa, khususnya teknologi yang dapat mempengaruhi kehidupan masyarakat Indonesia. Hal tersebut memberikan dampak yang begitu besar terutama generasi muda yang tak lepas dari teknologi. Terkikisnya kebudayaan dan etika Pancasila memunculkan permasalahan-permasalahan baru bagi bangsa Indonesia. Oleh karena itu, artikel ini dibuat untuk memberikan informasi terkait perkembangan IPTEK yang mempengaruhi gaya masyarakat Indonesia khususnya anak muda serta dapat juga mempengaruhi etika Pancasila. Pengambilan data  pada artikel ini  menggunakan kajian  literatur  yang  bersumber  dari  jurnal,  artikel,  dan  buku  cetak.  Diharapkan masyarakat Indonesia lebih pintar dalam memilah informasi dan menyikapi perkembangan yang terjadi, baik itu dari luar negeri maupun dalam negeri.Kata kunci : Teknologi, Masyarakat Indonesia, Perkembangan, Pancasila.AbstractVarious changes occur because of globalization. At this time there are changes caused by influences from outside and from within the country (Taufiqurrahman, 2018). Science and Technology (IPTEK) is currently experiencing extraordinary developments, especially technology that can affect the lives of Indonesian people. This has a huge impact, especially the younger generation who cannot be separated from technology. The erosion of Pancasila culture and ethics raises new problems for the Indonesian people. Therefore, this article was created to provide information related to the development of science and technology that affects the style of Indonesian society, especially young people and can also affect the ethics of Pancasila. Data collection in this article uses a literature review sourced from journals, articles, and printed books. It is hoped that the Indonesian people will be smarter in sorting information and responding to developments that occur, both from abroad and within the country.Keywords : Technology, Indonesian Society, Development, Pancasila.
Peran Guru Dalam Menerapkan Nilai-Nilai Pancasila Bagi Siswa Sekolah Dasar Di Era Globalisasi Yulia Nuraeni Pebriani; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.324 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2746

Abstract

Abstrak Pancasila adalah dasar dalam menjalankan hidup mulai dari lingkungan kecil seperti keluarga sampai dengan kehidupan lingkungan yang lebih besar yaitu berbangsa dan bernegara. Pancasila digunakan sebagai pegangan baik di masyarakat, lingkungan sekitar, keluarga bahkan yang lebih utama adalah sebagai acuan guru dalam mengajar siswa di sekolah dasar. Dengan berlandaskan pancasila, maka guru akan mengajar sesuai dengan norma dan amalan nilai-nilai yang yang tertuang di dalam pancasila. Pada saat ini, perkembangan siswa baik dari segi internal maupun eksternal sangat berbeda sekali pada setiap kemampuan siswa di sekolah dasar. Artinya perkembangan siswa banyak yang sudah tidak sesuai dengan nilai yang tertuang di dalam pancasila. Dengan demikian diharapkan guru mampu untuk membawa arah perkembangan siswa pada arah yang lebih baik sehingga kemampuan siswa di sekolah dasar bisa untuk dijadikan bekal nanti siswa masuk pada jenjang yang lebih tinggi dengan mengikuti norma dan aturan yang sesuai dengan nilai pancasila. Maka dari itu, dengan adanya penelitian terhadap peran guru dalam menerapkan nilai-nilai pancasila bagi siswa di sekolah dasar mampu untuk menjadikan guru sebagai peran terbaiknya bagi siswa dalam setiap pengajaran yang disampaikan. Selain itu, guru diharapkan untuk terus mampu menerapkan setiap nilai yang terdapat dalam pancasila sebagai dasar dan pegangan guru ketika mengajar siswa di sekolah dasar sehingga nilai pancasila mampu dijalankan dengan semestinya dalam kehidupan. Dengan menerapan nilai-nilai Pancasila, siswa sekolah dasar maka akan mudah dalam menghadapi globalisasi.Kata kunci: peran guru, nilai-nilai pancasila, siswa sekolah dasar, globalisasi Abstract Pancasila is the basis for carrying out life starting from a small environment such as a family to a larger environmental life, namely the nation and state. Pancasila is used as a guide both in the community, the surrounding environment, the family and even more importantly as a reference for teachers in teaching students in elementary schools. Based on Pancasila, the teacher will teach according to the norms and practices of the values contained in Pancasila. At this time, the development of students both internally and externally is very different for each student's ability in elementary school. This means that the development of many students is not in accordance with the values contained in Pancasila. Thus, it is hoped that the teacher will be able to bring the direction of student development in a better direction so that the ability of students in elementary schools can be used as a provision for students to enter a higher level by following the norms and rules that are in accordance with Pancasila values. Therefore, with research on the role of teachers in implementing Pancasila values for students in elementary schools, it is able to make teachers the best role for students in every teaching delivered. In addition, teachers are expected to continue to be able to apply every value contained in Pancasila as the basis and guidance for teachers when teaching students in elementary schools so that Pancasila values can be carried out properly in life. By applying the values of Pancasila, elementary school students will be better prepared to face globalization and maintain an Indonesian identity at the same time.Keywords : the role of teachers, Pancasila values, elementary school students, globatization
Pengelolaan Perpustakaan Bintang Cemerlang Di Kampung Maredan Barat Kecamatan Tualang Kabupaten Siak Norma Marsella; Titi Maemunaty; Daeng Ayub
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.888 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2747

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan Perpustakaan Bintang Cemerlang di Kampung Maredan Barat Kecamatan Tualang Kabupaten Siak. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik dokumen, observasi, dan wawancara. Sedangkan analisis dalam penelitian meliputi reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan Pengelolaan Perpustakaan Bintang Cemerlang Di Kampung Maredan Barat Kecamatan Tualang Kabupaten Siak belum berjalan secara optimal karena masih memiliki kekurangan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan mengenai pengelolaan Perpustakaan Bintang Cemerlang Kampung Maredan Barat Kecamatan Tualang Kabupaten SiakKata Kunci: Pengelolaan; PerpustakaanAbstractThis study aims to determine the management of the Bintang Cemerlang Library in West Maredan Village, Tualang District, Siak Regency. This research is a type of descriptive research with a qualitative approach.  Data collection techniques in this study are document techniques, observations, and interviews. Meanwhile, the analysis in the study includes data reduction, data presentation, conclusion drawing, and triangulation. The results showed that the management of the Bintang Cemerlang Library in West Maredan Village, Tualang District, Siak Regency, has not run optimally because it still has shortcomings. The results of this study are expected to add insight and knowledge about the management of the Bintang Cemerlang Library, West Maredan Village, Tualang District, Siak RegencyKeywords: Management; Library
Semangat Berwiraswasta Peserta Pendidikan Dan Pelatihan Teknik Otomotif Di Riau Cipta Mekanik Kota Pekanbaru Rosidah Faku Dhotin; Wilson Wilson; Said Suhil Achmad; Tri Handoko
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (917.143 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2748

Abstract

AbstrakPenelitian ini mengkaji tentang semangat berwiraswasta peserta pendidikan dan pelatihan teknik ototmotif di riau cipta mekanik kota pekanbaru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tingkat semangat berwiraswasta peserta pendidikan dan pelatihan teknik otomotif di Riau Cipta Mekanik Kota Pekanbaru Riau. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deksriptif, dengan propses pengumpulan data menggunakan angket (kuesioner) yang disebarluaskan kepada responden. Teknik pengumpulan data yang digunakan menggunakan Teknik Random Sampling. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa semangat berwiraswasta peserta pendidikan dan pelatihan teknik otomotif di riau cipta mekanik tergolong rendah, dengan indikator yang digunakan dalam penelitian ini adalah sikap kejiwaan, minat, antisias, optimis, penciptaan/cipta, dan kekuatan.Kata Kunci: semangat berwiraswasta, peserta pendidikan dan pelatihan, teknik otomotif. AbstractThis study examines the entrepreneurial spirit of participants in automotive engineering education and training in Riau Cipta Mekanik, Pekanbaru. The purpose of this study is to describe the entrepreneurial spirit of participants in automotive engineering education and training in Riau Cipta Mekanik, Pekanbaru, Riau. This type of research used quantitative research with a descriptive approach, with the data collection process was using a questionnaire distributed to respondents. The data collection technique used was random sampling technique. The results of this study were that the entrepreneurial spirit of the participants in automotive engineering education and training in Riau Cipta Mekanik  is relatively low, with the indicators used in this study are psychological attitudes, interests, enthusiasm, optimism, creation, and strength. Keywords: entrepreneurial spirit, participants in education and training, automotive engineering.
Penerapan Nilai Pancasila Dalam Kehidupan Generasi Milenial Lulu Rahma Aulia; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.101 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2749

Abstract

AbstrakGenerasi milenial saat ini sedang berada di tengah derasnya arus globalisasi barat. Nilai-nilai Pancasila seharusnya sudah terpatri dalam jiwa dan akal generasi milanial saat ini. Namun, nilai Pancasila sudah mulai terkikis salah satunya karena gempuran globalisasi. Cara menerapkan Pancasila sebagai pandangan hidup berbangsa dan bernegara bagi generasi milenial adalah dengan menerapkan Pancasila sebagai tuntunan dalam kehidupan sehari-hari. Itu artinya nilai yang terkandung dalam Pancasila menjadi kunci dalam mengatur tingkah laku dan sikap masyarakat. Mayarakat Indonesia harus mampu menghayati dan mengamalkan nilai-nilai kebenaran yang terkandung didalamnya. Jika nilai kebenaran tersebut tidak diamalkan, maka filsafat Pancasila sebagai ideologi bangsa tidak lagi memiliki manfaat. Penerapan nilai-nilai Pancasila bagi generasi milenial tidak bisa dilakukan dengan cara pemaksaan. Kata kunci: nilai, milenial, pancasila AbstractThe millennial generation is currently in the midst of the swift currents of western globalization. The values of Pancasila should have been imprinted in the soul and mind of the current millennial generation. However, the value of Pancasila has begun to erode, one of which is due to the onslaught of globalization. The way to apply Pancasila as a way of life as a nation and state for the millennial generation is to apply Pancasila as a guide in everyday life. That means the values contained in Pancasila are the key in regulating people's behavior and attitudes. The Indonesian people must be able to appreciate and practice the truth values contained therein. If the truth value is not put into practice, then the philosophy of Pancasila as the nation's ideology will no longer have any benefits. The application of Pancasila values for the millennial generation cannot be done by coercion.Keywords: value, millennial, pancasila
Pengaruh Lingkungan Belajar Terhadap Efikasi Diri Pada Mahasiswa Dalam Mengikuti Pembelajaran Daeng Ayub; Tesa Nurman; Said Suhil Achmad; Tri Handoko
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.846 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2750

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui baiknya lingkungan belajar pada mahasiswa, mengetahui tingkat efikasi diri pada mahasiswa, dan mengetahui pengaruh positif dan signitifikan Lingkungan Belajar Terhadap Efikasi Diri Pada Mahasiswa. Jenis penelitian yaitu ex-post facto dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Pendidikan Masyarakat 2020 sebanyak 39 Mahasiswa Pendidikan Masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan diperoleh tingkat Lingkungan Belajar Mahasiswa ditentukan oleh demografi jenis kelamin dan kelas dapat disimpulkan bahwa 1) Lingkungan Belajar Mahasiswa berada pada nilai mean yang diperoleh sebesar 4,14 dengan taksiran tinggi, 2) Efikasi Diri Mahasiswa disimpulkan bahwa Efikasi Diri Mahasiswa berada pada tafsiran sangat baik dengan nilai mean yang diperoleh sebesar 4,25  dengan taksiran tinggi, 3) terdapat hubungan yang positif yang signifikan antara variabel lingkungan belajar dengan efikasi diri. Artinya semakin tinggi lingkungan belajar akan semakin tinggi pula efikasi diri mahasiswa, 4) Terdapat pengaruh lingkungan belajar terhadap efikasi diri mahasiswa sebesar 47,0% sisanya ditentukan oleh variabel lain.Kata kunci: lingkungan belajar, efikasi diri, mahasiswa pendidikan masyarakat . AbstractThis study aims to determine the good influence of learning environment for students, the level of self-efficacy and the positive and significant influence of the Learning Environment on Student Self-Efficacy. The type of this research is ex-post facto with a quantitative approach. The population of this study were the students of Public Education in the acedemic year of 2020 as many as 39 students. The results showed that the level of Student Learning Environment was determined by gender and class demographics. It could be concluded that 1) Student Learning Environment was at the mean value of 4.14 with a high estimate, 2) Student Self-Efficacy was concluded that Student Self-Efficacy was in the very good interpretation at the mean value of 4.25 with a high estimate, 3) there is a significant positive relationship between learning environment variables and self-efficacy. This means that the higher the learning environment, the higher the student's self-efficacy, 4) There is an influence of the learning environment on student self-efficacy by 47.0%, the rest is determined by other variables.Keywords: learning environment, self-efficacy, public education students.

Page 45 of 168 | Total Record : 1679