cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
setiawan1000@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
nurgiansah@upy.ac.id
Editorial Address
Jl. IKIP PGRI I Sonosewu No.117, Sonosewu, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kewarganegaraan
ISSN : 19780184     EISSN : 27232328     DOI : https://doi.org/10.31316/jk.v7i1.5299
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Kewarganegaraan is published 2 times in 1 year in June and December. The scope of the article includes: 1. Pancasila Education 2. Citizenship Education 3. Social Sciences 4. Politic 5. Law
Articles 1,679 Documents
IMPLEMENTASI PANCASILA DALAM MENGHADAPI MASALAH RASISME DAN DISKRIMINASI Suryani, Zihan; Dewi, Dinie Anggraenie
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.723 KB) | DOI: 10.31316/jk.v5i1.1448

Abstract

AbstrakRasisme merupakan salah satu masalah yang sering kita jumpai dalam kehidupan. Kita tinggal di wilayah yang sangat rentan dengan maslah diskriminatif dikarenakan kekayaan yang kita punya. Indonesia memiliki aneka ragam suku, bangsa, ras, agama, bahasa, budaya, warna kulit, dan masih banyak yang lainnya. Rasisme sering terjadi karena perbedaan yang dimiliki, terutama karena fisik dan yang sering terjadi lebih sfesifik kepada warna kulit. Warna kulit sering menjadi hal yang sangat kontroversial karena banyak yang beranggapan bahwa kaum pemilik kulit putih lebih baik dari pemiliki kulit hitam sehngga terjadi kesenjangan sosial dan diskriminasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data dalam artikel ini menggunakan studi pustaka berbagai sumber seperti jurnal, buku dan artikel. Hasil penelitian menunjukan bahwa kasus ketidakadilan seperti rasisme dan diskriminasi masih ditemukan di Indonesia. Padahal pancasila sebagai dasar negara menyatakan pada sila ke-2 dan sila ke-5 bahwa kemanusiaan yang adil dan beradad juga keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.Kata Kunci: Rasisme, Pancasila, Diskriminasi AbstractRacism is one of the problems we often encounter in life. We live in a very vulnerable area with discriminatory issues because of the wealth we have. Indonesia has various ethnic groups, nations, races, religions, languages, cultures, skin colors, and many others. Racism often occurs because of differences, especially because of physicality and what often occurs is more specific to skin color. Skin color is often a very controversial thing because many think that white owners are better than black owners so that there is social inequality and discrimination. The method used is a qualitative and descriptive approach. The data collection techniques in this article use literature studies from various sources such as journals, books and articles. The results showed that cases of injustice such as racism and discrimination are still found in Indonesia. Whereas Pancasila as the basis of the state states in the 2nd and 5th principles that a just and civilized humanity is also social justice for all Indonesian people.Keywords: Racism, Pancasila, Discrimination.
UPACARA ADAT MAMAPAS LEWU (STUDI KASUS DI KOTA KASONGAN KALIMANTAN TENGAH) Chilwanto, Erik; Safna, Safna; Mutiara, Mutiara; Rahmad, Gusmadi; Offeny, Offeny; Saefulloh, Ahmad
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5, No 2 (2021): Desember 2021 ( In Press )
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (905.6 KB) | DOI: 10.31316/jk.v5i2.1673

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tata cara upacara mamapas lewu, fungsi serta maknanya bagi kehidupan masyarakat di Kota Kasongan Kalimantan Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi sedangkan teknik analisis data menggunakan pengumpulan data (data collection), reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Mamapas lewu adalah salah satu implementasi ajaran Hindu kaharingan dalam mewujudkan rasa hormat, dan terima kasih kepada Tuhan (Ranying Hatalla Langit) karena telah menjaga alam dan kampung dari marabahaya. Mamapas Lewu dilakukan karena adanya suatu peristiwa atau kejadian yang berhubungan dengan pembunuhan, ancaman keselamatan, atau kejadian di timpa musibah penyakit yang menimpa seluruh penduduk atau kota. Upacara ini bertujuan untuk membersihkan alam dan lingkungan hidup (petak danum) beserta segala isinya dari berbagai bahaya dan celaka agar diberikan keberuntungan, keselamatan, umur yang panjang, rejeki yang melimpah serta ketentraman lahir batin kepada seluruh penduduk kampung atau kota.Kata Kunci: Upacara Adat Dayak; Mamapas Lewu; Kota Kasongan Abstract:This study aims to find out how the mamapas lewu ceremony is performed, its function and meaning for human life in Kasongan City, Central Kalimantan.The research method used is descriptive qualitative. Data sources are primary data and secondary data. Data collection techniques use interviews, observation, and documentation, while data analysis techniques use data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Mamapas lewu is one of the implementations of Hindu kaharingan teachings in realizing respect, and thanks to God (Ranying Hatalla Langit) for protecting nature and the village from harm. Mamapas Lewu is carried out because of an incident or incidents related to murder, a threat to safety, or an incident that occurs when a disaster strikes the entire population or the city. This activity aims to clean nature and the environment (Petak Danum) and all its contents from various dangers and misfortunes in order to be given luck, safety, long life, abundant fortune and inner and outer peace to all residents of the village or city.Keywords: Dayak Tradisional Ceremony; Mamapas Lewu; Kasongan city
PROSTITUSI DITINJAU DARI SILA KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB Amalia, Choirunnisa
Jurnal Kewarganegaraan Vol 2, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.305 KB) | DOI: 10.31316/jk.v3i2.922

Abstract

AbstrakProstitusi berarti berhubungan fisik secara intim atau hubungan badan antara laki-laki dan perempuan diluar ikatan yang sah atau perkawinan dan dilakukan secara berganti-ganti pasangan setelahnya mendapatkan uang atau imbalan serta maretial lainnya. Prostitusi yang ada di Indonesia dimulai sejak campur tangan Belanda pada waktu negara tersebut menjajah negara Indonesia dan mempengaruhi kehidupan dan tata kehidupan di Indonesia. Menurut nilai-nilai masyarakat di Indonesia yaitu pada sila kedua Pancasila terdapat urgensi dimana tercantum pesan atau amanat bahwasanya setiap warga negara harus memiliki nilai kemanusiaan yang adil dan beradab yang tinggi serta bisa menerapkan hal itu dalam kehidupan bernegara. Cita-cita hukum Indonesia terhadap kemanusiaan yang adil dan beradab akan terwujud apabila prostitusi lenyap dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Prostitusi di Indonesia disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya, kemiskinan dan lingkungan sosial. Dari faktor tersebut yang mendominasi masuknya dunia prostitusi yaitu kurangnya kesejahteraan dan fungsi serta peran dari keluarga dan pemerintah. Perlu ada bimbingan dan pendidikan yang sesuai dengan karakteristik dan kepribadian individu sejak dini.Kata Kunci: Prostitusi, Pancasila, sosial AbstractProstitution means intimate physical intercourse or intercourse between a man and a woman outside of a legal bond or marriage and is performed in alternating partners afterwards to obtain money or rewards and other benefits. Prostitution in Indonesia began since dutch intervention at the time the country colonized the country and affected the life and living system in Indonesia. According to the values of the people in Indonesia, namely in the second precept of Pancasila there is an urgency where there is a message or mandate that every citizen must have a fair and high civilized humanitarian value and can apply it in state life. Indonesia's legal ideals for a just and civilized humanity will be realized if prostitution vanishes in Indonesian people's lives. Prostitution in Indonesia is caused by several factors. One of them, poverty and the social environment. Of these factors that dominate the entry of the world of prostitution is the lack of welfare and the functions and roles of families and governments. There needs to be guidance and education that suits the characteristics and personalities of the individual early on. Keywords: Prostitution, Pancasila, social.
PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS MELALUI PEMBIASAAN SHALAT BERJAMAAH Kusuma, Destiara
Jurnal Kewarganegaraan Vol 2, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.587 KB) | DOI: 10.31316/jk.v2i2.1294

Abstract

AbstrakSelama ini, pendidikan di Indonesia hanya terfokus pada kemampuan intelektual dan kurang mendalami pembentukan karakter. Karakter adalah sesuatu yang dimiliki oleh manusia sebagai salah satu ciri individu itu sendiri. Jika seorang ingin memiliki karakter yang baik,maka harus diasah sedini mungkin dengan cara pembiasaan. Pembiasaan merupakan sesuatu kegiatan yang dilakukan oleh individu secara berulang-ulang,sehingga menjadi kebiasaan. Pembiasaan shalat berjamaah mampu meningkatkan kesadaran indvidu sebagai seorang hamba yang patuh kepada penciptaNya. Nilai-nilai agama islam yang terkandung dalam shalat berjamaah sangat berpengaruh bagi pembentukan karakter individu terutama karakter religius. Tujuan penulisan ini adalah untuk megetahui apakah shalat berjamaah berpengaruh dalam pembentukan karakter religius seseorang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pengamatan, dan kajian pustaka melalui internet. Hasil penelitian menunjukan pembiasaan shalat berjamaah mampu meningkatkan karakter religius seseorang jika dilakukan secara terus-menerus dan selalu mengambil nilai-nilai yang baik dari kegiatan shalat berjamaah. Hal ini bisa dilihat jika adzan berkumandang,maka seorang muslim akan segera ke masjid untuk menunaikan ibadah shalat berjamaah. Sehingga, melalui pembiasaan shalat berjamaah dapat membentuk karakter religius seseorang.Kata kunci: Karakter Religius, Pembiasaan, Shalat Berjamaah. AbstractSo far, education in Indonesia has only focused on intellectual ability and lack of character formation. Character is something that is possessed by man as one of the characteristics of the individual itself. If a person wants to have good character, then it must be honed as early as possible by habituation. Habituation is an activity that is carried out by individuals repeatedly, so it becomes a habit. The habituation of congregational prayer is able to increase individual awareness as a servant who obeys His creator. Islamic religious values contained in congregational prayer are very influential for the formation of individual characters, especially religious characters. The purpose of this writing is to find out if congregational prayer is influential in the formation of one's religious character. Data collection techniques used are observation, and review of libraries through the internet. The results showed that the habituation of congregational prayer is able to improve one's religious character if done continuously and always take good values from the activities of congregational prayer. This can be seen if the adhan berkumandang, then a Muslim will immediately go to the mosque to pray congregational prayers. Thus, through the habituation of congregational prayer can form one's religious character.Keywords: Religious Character, Habituation, Congregational Prayer
PEMAKNAAN MAHASISWA TERHADAP NARASI KONFLIK BERAGAMA Rahmelia, Silvia
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.665 KB) | DOI: 10.31316/jk.v5i1.1288

Abstract

AbstrakKonflik beragama di Indonesia menunjukkan bahwa potensi terjadinya konflik bisa berakar dari beberapa faktor seperti politik, ekonomi dan kultur pendidikan, sehingga penting untuk memahami bagaimana kita melihat konflik dengan cara berbeda. Telaah ini dilakukan dengan menggunakan teknik pengumpulan data primer berupa kuesioner terbuka dan tertutup kepada mahasiswa Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Palangka Raya dari berbagai program studi. Berdasarkan data yang didapat, pemaknaan mahasiswa mengenai konflik beragama menggambarkan ralita yang terjadi bahwa 1) konflik beragama banyak berawal dari tidak adanya toleransi antar umat beragama; 2) konflik beragama bisa berawal dari sikap eksklusif/fanatik seseorang atau sekelompok agama tertentu yang mengarah pada pemahaman truth claim; 3) konflik beragama dapat memicu terjadinya radikalisme dan terorisme. Pemahaman dan pemaknaan mahasiswa IAKN Palangka Raya terhadap konflik beragama juga dilatar belakangi oleh berbagai informasi yang mereka dapatkan. Diharapkan dengan pemahaman dan pemaknaan yang tergambar dalam diri mahasiswa dapat menjadi titik tolak pengelolaan kemajemukan beragama yang lebih baik di masa mendatang terutama dalam sektor pendidikanKata kunci: Agama, Indonesia, Konflik, Mahasiswa AbstractReligious conflict in Indonesia shows that the potential for conflict can stem from several factors such as politics, economy and educational culture, so it is important to understand how we view conflict differently. This study was conducted using primary data collection techniques in the form of open and closed questionnaires to students of Institut Agama Kristen Negeri Palangka Raya (IAKN) from various study programs. Based on the data obtained, the students' interpretation of religious conflicts illustrates the problems that occur that 1) many religious conflicts originate from the intolerance of religious communities; 2) religious conflict can originate from the exclusive / fanatical attitude of a person or group of certain religions which leads to an understanding of truth claims; 3) religious conflicts can trigger radicalism and terrorism. The understanding and meaning of IAKN Palangka Raya students towards religious conflicts is also motivated by the various information they get. It is hoped that the understanding and meaning that is reflected in students can become a starting point for better management of religious plurality in the future, especially in the education sector.Keywords: Conflict, Indonesia, Religious, Student
IMPLEMENTASI PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA Handayani, Puji Ayu; Dewi, Dinie Anggraenie
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.296 KB) | DOI: 10.31316/jk.v5i1.1439

Abstract

AbstrakTulisan ini bertujuan untuk lebih mengetahui dan memahami tentang pancasila dan nilai nilai yang terkandung dalam pancasila itu sendiri, dan pentingnya pancasila bagi suatu negara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pembahasan secara deskriptif, yaitu teori yang menjadi bahan pembahasannya diperoleh dari hasil studi kepustakaan dengan berbagai macam sumber yang ada dari jurnal, artikel, buku yang memiliki kedalaman dari para ahli. Dengan pentingnya pancasila sebagai suatu negara maka penulis tertarik untuk menganalisi kembali implementasi pancasila sebagai dasar negara. Dengan demikian, implementasi pancasila sangat penting bagi suatu negara.Kata kunci: Pancasila, Dasar Negara, Kedudukan AbstractThis paper aims to better know and understand about Pancasila and the values contained in Pancasila itself, and the importance of Pancasila for a country. This research uses qualitative methods and descriptive discussion, namely the theory that becomes the discussion material obtained from the results of literature studies with a variety of sources available from journals, articles, books that have depth from experts. With the importance of Pancasila as a country, the authors are interested in re-analyzing the implementation of Pancasila as the basis of the state. Thus, the implementation of Pancasila is very important for a country.Key words: Pancasila, State Basis, Position
MANFAAT PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN PADA ANAK SEKOLAH DASAR Alfiyana, Fahrid Maruf; Dewi, Dinie Anggraenie
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5, No 2 (2021): Desember 2021 ( In Press )
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.486 KB) | DOI: 10.31316/jk.v5i2.1426

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahaui apa saja manfaat Pendidikan kewarganegaraan bagi anak.. Penelitian ini berlatarkan dari rasa keingintahuan penulis mengenai apa saja manfaat Pendidikan kewarganegaraan bagi anak menurut anak sekolah dasar itu sendiri. Metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, dimana peneliti secara langsung menanyakan informasi kepada anak-anak sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata anak sekolah dasar menjawab Pendidikan kewarganegaraan sangat bermanfaat bagi mereka, terlebih untuk meningkatkan rasa cinta tanah air diri mereka.Kata kunci: Pendidikan Kewarganegaraan, Manfaat, Anak Sekolah Dasar AbstractThe purpose of this research is to find out what are benefits of civic education for children. This research is based on the writer curiosity about the what are the benefits of civic education for children according to elementary school children. This research method uses a type of qualitative research in which researchers directly ask information to elementary school children. The result showed that the average distance between elementary school children answer civic education is very beneficial for them, especially to increase their love for their homeland.Keyword: Civic Education, Benefit, Elementary School Children
DAMPAK KETERLAMBATAN DOSEN TERHADAP ANTUSIASME MAHASISWA Akbar, Mukhlisin
Jurnal Kewarganegaraan Vol 1, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.478 KB) | DOI: 10.31316/jk.v1i1.925

Abstract

AbstrakRiset ini memiliki pengertian atau penjelasan tentang dampak keterlambatan dosen terhadap antusiasme mahasiswa. Penelitian ini juga dilakukan untuk mengetahui dampak keterlambatan dosen terhadap antuisasme mahasiswa.Kata Kunci: Dosen, Mahasiswa, Keterlambatan AbstractThis research has an understanding or explanation about the impact of lecturer delays on student enthusiasm. This study was also conducted to determine the impact of lecturer delays on student enthusiasm.Keywords: Lecturers, Students, Delays
REMISI BAGI PARA PELAKU KORUPSI DI KOTA JAMBI Tri Khasanah, Yufita
Jurnal Kewarganegaraan Vol 3, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.122 KB) | DOI: 10.31316/jk.v3i2.1310

Abstract

Abstrak Dalam hukum pidana teori pembalasan akan mengutamakan kepentingan orang yang menjadi korban. Teori pembalasan diterapkan dalam bentuk kurungan penjara. Tindak pidana yang diberikan kepada koruptor bukan sekedar memberikan hukuman nanmun memberikan efek jera agar tidak terulang. Tindakan korupsi jika dibiarkan maka akan merusak aset perekonomian negara. Dijelaskan dalam sila ke-2 bahwa menjunjung persamaan derajat dan persamaan di mata hukum maka diberikannya remisi bagi pelaku korupsi sesuai dengan peraturan pemerintah No. 99 tahun 2012 tentang perubahan kedua atas peraturan pemerintah No. 32 tahun 1999 tentang syarat dan tata cara pelaksanaan hak warga binaan permasyarakatan. remisi diberikan kepada narapidana dan anak pidana apabila telah memenuhi syarat yaitu berkelakuan baik, telah menjalani masa tahanan selama lebih dari enam bulan. Pemberian remisi di Indonesia menimbulkan pro dan kontra.Kata kunci: Remisi, Korupsi AbstractIn criminal law the theory of retaliation will put the interests of the victim first. The theory of retaliation is applied in the form of prison confinement. Crimes given to corruptors are not just giving penalties nanmun give a deterrent effect so as not to repeat. Acts of corruption if left unchecked will damage the country's economic assets. It is explained in the 2nd precept that upholding equality and equality in the eyes of the law, the granting of remission for perpetrators of corruption in accordance with government regulation No. 99 of 2012 concerning the second amendment to government regulation No.32 of 1999 concerning the terms and procedures for the implementation of the rights of citizens assisted by the community. remission is given to inmates and criminal children if they have qualified to behave well, have served a prison term of more than six months. Granting remission in Indonesia poses pros and cons.Keywords: Remission, Corruption
UPAYA MENINGKATKAN MINAT DAN KEMAMPUAN MENYUSUN RPP PADA GURU KELAS MELALUI SUPERVISI AKADEMIK Sutarman, Sutarman
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.667 KB) | DOI: 10.31316/jk.v5i1.1386

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat dan kemampuan guru kelas dalam menyusun RPP. Tindakan yang diberikan peneliti dalam penelitian yaitu dengan menerapkan metode supervise akademik bagi guru. Penelitian merupakan jenis penelitian tindakan atau Action Research. Penelitian ini dilaksanakan pada sepuluh  Sekolah Dasar Binaan  Suraseranggen  Unit Pelayanan Teknis (UPT) Dinas Pendidikan Kecamatan Slogohimo Kabupaten Wonogiri. Penelitian dilaksanakan pada Semester I Tahun Pelajaran 2014-2015, Subjek Penelitian Tindakan Sekolah ini adalah dua puluh orang guru kelas V dan VI. Objek penelitian adalah minat dan kemampuan guru sekolah dasar  Binaan  Suraseranggen  dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Penelitian tindakan ini dilaksanakan dalam dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Hasil penelitian ini yaitu Pelaksanaan supervisi akademik yang dilakukan Pengawas sudah  mampu meningkatkan minat dan kemampuan guru di Sekolah Dasar Binaan  Suraseranggen  Unit Pelayanan Teknis (UPT) Dinas Pendidikan Kecamatan Slogohimo Kabupaten Wonogiri Semester 1 Tahun Pelajaran 2014/2015 dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, sesuai dengan indikator kinerja yang telah ditetapkan.Kata Kunci : Minat, Kemampuan, RPP, Supervisi Akademik. AbstractThis study aims to increase the interest and ability of classroom teachers in preparing lesson plans. The action that the researcher gave in the research was by applying the academic supervision method for the teacher. Research is a type of action research or Action Research. This research was conducted at ten elementary schools that were built by Suraseranggen Technical Service Unit (UPT) of the Education Office of Slogohimo District, Wonogiri Regency. The research was conducted in Semester I of the 2014-2015 academic year, the subjects of this school action research were twenty grade V and VI teachers. The object of research is the interest and ability of the Suraseranggen-assisted elementary school teachers in compiling a Learning Implementation Plan. This action research was conducted in two cycles, namely cycle I and cycle II. The result of this research is that the implementation of academic supervision carried out by supervisors has been able to increase the interest and ability of teachers in the Suraseranggen Primary Schools Technical Service Unit (UPT) of the Slogohimo District Education Office, Wonogiri Regency Semester 1 of the 2014/2015 Academic Year in compiling a Learning Implementation Plan, according to the indicators. performance that has been set.Keywords: Interests, Abilities, RPP, Academic Supervision.

Page 8 of 168 | Total Record : 1679