cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
setiawan1000@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
nurgiansah@upy.ac.id
Editorial Address
Jl. IKIP PGRI I Sonosewu No.117, Sonosewu, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kewarganegaraan
ISSN : 19780184     EISSN : 27232328     DOI : https://doi.org/10.31316/jk.v7i1.5299
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Kewarganegaraan is published 2 times in 1 year in June and December. The scope of the article includes: 1. Pancasila Education 2. Citizenship Education 3. Social Sciences 4. Politic 5. Law
Articles 1,679 Documents
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN HAK ASASI MANUSIA DALAM DUNIA PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR Pertiwi, Sinta Galih; Hidayah, Yayuk
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5, No 2 (2021): Desember 2021 ( In Press )
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.667 KB) | DOI: 10.31316/jk.v5i2.1717

Abstract

AbstrakImplementasi pendidikan HAM  dalam dunia pendidikan Sekolah Dasar adalah salah satu bagian yang penting dalam pendidikan di Sekolah Dasar.  Tujuan penelitian ini adalah dari keinginan penulis dalam mengetahui bagaimana Implementasi pendidikan HAM  dalam dunia pendidikan Sekolah Dasar. Metode yang digunakan adalah kualitatif deksriptif dengan pendekatan studi literatur. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti mendapatkan jika  Implementasi pendidikan HAM  dalam dunia pendidikan Sekolah Dasar adalah cara dalam memperkanalkan anak pada paktek  non-diskriminasi sejak dini dan juga menjadi cara dalam mengenalkan konsep HAM sejak dini pada anak. Kesimpulan penelitian ini adalah implementasi pendidikan HAM  dalam dunia pendidikan Sekolah Dasar menjadi usaha dalam memberikan pendidikan HAM sejak dini.Kata kunci: Pendidikan, HAM, Sekolah Dasar AbstractThe implementation of human rights education in primary school education is an important part of primary school education. The purpose of this study is from the author's desire to find out how the implementation of human rights education in the world of elementary school education. The method used is descriptive qualitative with a literature study approach. Based on the results of the study, the researchers found that the implementation of human rights education in elementary school education is a way to introduce children to non-discrimination practices from an early age and also a way to introduce the concept of human rights to children from an early age. The conclusion of this study is that the implementation of human rights education in elementary school education is an effort to provide human rights education from an early age.Keywords: Education,  Human Rights, Elementary School
SIKAP PATRIOTISME BAGI WARGA NEGARA DI DAERAH 3T Pradita, Tegar Ngesti
Jurnal Kewarganegaraan Vol 1, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.832 KB) | DOI: 10.31316/jk.v5i1.1174

Abstract

AbstrakSikap patriotisme warga negara di daerah 3T kurang baik semua itu dikarenakan oleh suatu hal yaitu sikap dan moral warga negaranya sendiri oleh karena itu masalah moral harus diperhatikan disetiap manusia, karena baik buruknya moral setiap pribadi menentukan kualitas suatu bangsa. Nilai moral bangsa Indonesia harus dilandasi dengan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara. Dalam hubungan dengan bangsa dan negara setiap pribadi juga dituntut untuk mempunyai rasa patriotisme yang baik. Patriotisme adalah kecintaan kepada bangsa dan negara Indonesia, adapun rasa ptriotisme warga negara yang dilandasi dengan Pancasila bertujuan untuk menuntun suatuwarga negara agar memiliki sikap menjujung tinggi nilai keikhlasan, kemanusiaan, dan merasa bahwa bangsa Indonesia merupakan bagian dari seluruh umat manusia.Kata Kunci: 3T, Patriotisme, Moral AbstractThe attitude of patriotism of citizens in the 3T area is not good all because of a thing that is the attitude and morals of its own citizens, therefore, moral problems must be considered in every human being, because the good morals of each person determine the quality of a nation. The moral values of the Indonesian nation must be based on the values of Pancasila as the basis of the state. In relation to the nation and the country, every person is also required to have a good sense of patriotism. Patriotism is a love for the nation and the state of Indonesia, as for the sense of patriotism of citizens based on Pancasila aims to lead a citizen to have a high attitude of sincerity, humanity, and feel bhava Indonesian nation is part of all mankind. Keywords: 3T, Patriotism, Moral
DAMPAK PENGHAPUSAN UJIAN NASIONAL YANG AKAN DIGANTI DENGAN SISTEM ASASMEN KOMPETENSI DAN SURVEY KARAKTER Safitri, Safitri
Jurnal Kewarganegaraan Vol 3, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.203 KB) | DOI: 10.31316/jk.v3i2.1303

Abstract

AbstrakPerubahan ujian nasional yang akan diganti dengan sistem asesmen kompetensi dan survey karakter oleh Menteri Pendidikan Nadiem Makarim tahun 2021 yang akan datang, dimana ujian nasional tidak lagi menjadi bahan tolak ukur peserta didik dan guru, untuk kedepannya diharapkan untuk peserta didik dapat menguasai sistem asesmen kompetensi dan survey karakter. Asesmen kompetensi kemampuan bernalar dalam memahami suatu bacaan (literasi), kemampuan mengaplikasikan suatu metode hitung meghitung atau matematika (numerasi), dan survey karakter adalah sebuah penilaian yang akan ditujukan pada peserta didik guna mengetahui keamanan, kerukunan, kondisi lingkungan rumah, kondidi lingkungan sekolah ( terdapat buliyeng dll), dan akhlak dari murid itu sendiri. Peserta didik akan ditanya mengenai gotong royong, Bhineka Tunggal Ika, tetapi bukan pertanyaan yang sesimpel itu melainkan esensi dari asas Pancasila. Dampak yang dirasakan adanya perubahan sistem tersebut dari kalangan guru, wali murid, dan peserta didik, serta pendapat dari perubahan sistem ujian nasional yang diganti menjadi asesmen kompetensi dan survey karakter.Kata kunci: dampak,asesmen kompetensi, dan survey karakter AbstractChanges in national exams that will be replaced with a system of competency assessment and character survey by the Minister of Education Nadiem Makarim in 2021, where the national exam is no longer a benchmark material for students and teachers, for the future it is expected that students can master the competency assessment system and character survey. Assessment of competency of reasoning ability in understanding a reading (literacy), the ability to apply a method of calculating math or math (numeration), and character survey is an assessment that will be aimed at students to know the safety, harmony, condition of the home environment, kondidi school environment ( there are buliyeng etc.), and the morality of the student itself. Students will be asked about gotong royong, Bhineka Tunggal Ika, but not a question that is as simple as that but rather the essence of the principle of Pancasila. The perceived impact of the system change from teachers, parents, and students, as well as opinions from changes in the national exam system that was changed to competency assessment and character survey. Keywords: impact, competency assessment, and character survey
PENINGKATAN KEMAMPUAN PENGGUNAAN MICROSOFT OFFICE 365 MELALUI PELATIHAN DAN SIMULASI PADA GURU SEKOLAH DASAR Ngatmiyatun, Binti
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.962 KB) | DOI: 10.31316/jk.v5i1.1279

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan guru SD Negeri 3 Belikurip dalam menggunakan program Microsoft Office 365 sebagai media pembelajaran melalui pelatihan dan simulasi. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) yang dilaksanakan dalam 2 (dua) siklus. Subjek penelitian adalah 8 orang guru SD Negeri 3 Belikurip. Penilaian kemampuan guru dilakukan dengan observasi menggunakan pedoman observasi. Validasi data dilakukan dengan teknik triangulasi. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis deskriptif komparatif. Pada kondisi awal hanya 2 orang guru (25,0%) yang kualifikasinya Baik dengan nilai rata-rata kompetensi guru hanya 59,5 (Cukup). Meningkat pada siklus I menjadi ada 1 orang (12,5%) yang kemampuannya Amat Baik dan 3 orang guru (37,5%) yang kemampuannya Baik dengan nilai rata-rata kompetensi guru adalah 70,3 (Cukup). Meningkat lagi pada siklus II menjadi 2 orang guru (25,0%) yang kemampuannya Amat Baik dan sebanyak 6 orang guru (75,0%) yang kemampuannya Baik dengan nilai rata-rata kompetensi guru 81,1 (Baik). Sehingga disimpulkan bahwa pelatihan dan simulasi dapat meningkatkan kemampuan menggunakan program Microsoft Microsoft Office 365  sebagai media pembelajaran pada guru SD Negeri 3 Belikurip Tahun Pelajaran 2019/2020.Kata kunci: kemampuan guru, Microsoft Office 365 , pelatihan dan simulasi AbstractThe purpose of this study is to improve the ability of SD Negeri 3 Belikurip teachers to use the Microsoft Office 365 program as a learning medium through training and simulation. This research is a School Action Research (PTS) which was carried out in 2 (two) cycles. The research subjects were 8 teachers of SD Negeri 3 Belikurip. Assessment of teacher abilities is carried out by observation using observation guidelines. The data validation was done by using triangulation technique. Data analysis was performed using comparative descriptive analysis techniques. In the initial condition, only 2 teachers (25.0%) had good qualifications with an average teacher competency score of only 59.5 (Enough). Increased in the first cycle to be 1 person (12.5%) whose ability is Very Good and 3 teachers (37.5%) whose ability is Good with an average score of teacher competence is 70.3 (Enough). Increased again in the second cycle to 2 teachers (25.0%) whose abilities were Very Good and as many as 6 teachers (75.0%) whose abilities were Good with an average score of teacher competence of 81.1 (Good). So it is concluded that training and simulation can improve the ability to use the Microsoft Microsoft Office 365 program as a learning medium for teachers of SD Negeri 3 Belikurip for the 2019/2020 academic year.Keywords: teacher ability, Microsoft Office 365, training and simulation
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PANCASILA DALAM MENINGKATKAN SUMBER DAYA MANUSIA INDONESIA Firdaus, Amanda Ramadhan; Dewi, Dinie Anggraenie
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.741 KB) | DOI: 10.31316/jk.v5i1.1447

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui upaya dalam meningkatkan sumber daya manusia Indonesia melalui aspek pendidikan dengan mengimplementasikan nilai-nilai pancasila. Metode penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat analisis deskriptif, dengan metode kepustakaan/library research yang bersumber dari jurnal dan artikel. Hasil dari penelitian ini didapat bahwa pendidikan merupakan aspek yang sangat berpengaruh terhadap sumber daya manusia. Oleh karena itu, kualitas pendidikan di Indonesia harus ditingkatkan. Sistem Pendidikan dalam metode belajar mengajar harus didasarkan dengan nilai-nilai Pancasila agar teratur dan tearah prosesnya sehingga mewujudkan tujuan Pendidikan yang sebenarnya dan membentuk moral anak bangsa yang memiliki karakter berdasarkan nilai-nilai Pancasila.Kata kunci: Nilai-Nilai Pancasila, Sumber Daya Manusia, Pendidikan. AbstractThis research was conducted to determine the efforts to improve Indonesia's human resources through educational aspects by implementing Pancasila values. This research method is carried out using a qualitative approach that is descriptive analysis, with the method of library research which is sourced from journals and articles. The results of this study indicate that education is an aspect that is very influential on human resources. Therefore, the quality of education in Indonesia must be improved. The education system in the teaching and learning method must be based on the values of Pancasila so that the process is regular and unorganized so as to realize the true goals of education and form the moral of the nation's children who have character based on the values of Pancasila.Keywords: Pancasila Values, Human Resources, Education.
URGENSI ETIKA DEMOKRASI DI ERA GLOBAL: MEMBANGUN ETIKA DALAM MENGEMUKAKAN PENDAPAT BAGI MASYARAKAT AKADEMIS MELALUI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Ulfah, Nufikha; Hidayah, Yayuk; Trihastuti, Meiwatizal
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5, No 2 (2021): Desember 2021 ( In Press )
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (988.86 KB) | DOI: 10.31316/jk.v5i2.1576

Abstract

AbstrakIstilah demokrasi secara singkat didefinisikan sebagai pemerintahan atau kekuasaan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Jika ditinjau dari sudut organisasi, negara demokrasi adalah negara yang diselenggarakan berdasarkan kehendak dan kemauan rakyat, negara demokrasi yaitu negara kedaulatan rakyat. Sedangkan etika memiliki arti: ilmu yang membahas tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan; etika dapat juga dijelaskan sebagai “ilmu pengetahuan yang membahas tentang asas-asas akhlak (moral). Adapun visi dari Pendidikan Kewarganegaraan itu sendiri yaitu agar menjadi warga negara yang baik yang memiliki civic knowledge, civic dispositions, serta mempu mengartikulasi civic skills (berkaitan dengan kecakapan intelektual: mengidentifikasi, menggambarkan, menjelaskan, menganalisis, menilai, dan mengambil serta mempertahankan posisi atas suatu isu; dan kecakapan partisipatif: berinteraksi, memantau, dan memengaruhi) dalam kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara yang demokratis. Pendidikan Kewarganegaraan diharapkan dapat melahirkan warga negara demokratis yang memiliki kecerdasan, kritis, bertanggung jawab serta partisipatif dalam menghadapi perubahan sabagai akibat dan tantangan globalisasi.Kata kunci: Etika Demokrasi,  Demokrasi Pancasila, Pendidikan Kewarganegaraan abstractThe term democracy is briefly defined as the government or power of the people, by the people, and for the people. When viewed from the point of view of the organization, a democratic state is a country organized based on the will and will of the people, a democratic state that is a country of people's sovereignty. While ethics has a meaning: science that discusses what is commonly done or the science of customs; ethics can also be described as "the science of moral principles." The vision of Citizenship Education itself is to be a good citizen who has civic knowledge, civic dispositions, and articulate civic skills (relating to intellectual proficiency: identifying, describing, describing, analyzing, assessing, and taking and maintaining positions on an issue; and participatory skills: interacting, monitoring, and influencing) in the lives of democratic societies, nations, and countries. Citizenship Education is expected to give birth to democratic citizens who have intelligence, critical, responsible and participatory in the face of changes such as the consequences and challenges of globalization.Keywords: Democratic Ethics, Pancasila Democracy, Citizenship Education
PENGEMBANGAN NILAI MORAL PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Febrianti, Natasya; Dewi, Dinie Anggraenie
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5, No 2 (2021): Desember 2021 ( In Press )
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (708.858 KB) | DOI: 10.31316/jk.v5i2.1772

Abstract

AbstrakMoral adalah ukuran baik buruk seseorang, baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat, dan warga negara. Sedangkan pendidikan moral adalah pendidikan untuk menjadikan anak manusia bermoral baik dan manusiawi. Tulisan ini bertujuan untuk memberi gambaran tentang menanamkan nilai moral peserta didik melalui pembelajaran pendidikan kewarganegaraan serta dapat mengetahui definisi-definisi dari moral, pendidikan moral dan pendidikan moral pada anak. Metode peneletian yang dipakai adalah menggunaakan metode penelitian kajian pustaka atau studi kepustakaan yaitu berisi teori teori yang relevan dengan masalah–masalah penelitian. Kesimpulan dari tulisan ini adalah pembentukan moral peserta didik tidak hanya dari pelajaran-pelajaran lain saja namun dalam pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan juga ikut serta berperan dalam pembentukan moral perserta didik.Kata Kunci: moral, warga negara, pendidikan moral, pendidikan kewarganegaraan. AbstractMoral is a measure of the good and bad of a person, both as a person and as a citizen, and a citizen. Meanwhile, moral education is education to make human children morally good and humane. This paper aims to provide an overview of instilling moral values in students through civic education and knowing the definitions of moral, moral education and moral education in children. The research method used is to use a literature review research method or literature study which contains theoretical theories that are relevant to research problems. The conclusion of this paper is that the moral prescription of students is not only from class lessons, but in Citizenship Education lessons also participate in the moral ordering of students.Keywords: moral, citizen, moral education, civic education.
LGBT DITINJAU DARI HAK ASASI MANUSIA Candra, Falla Rizqi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 2, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.169 KB) | DOI: 10.31316/jk.v3i2.920

Abstract

AbstrakPengakuan akan hak hak mengenai LGBT gencar terjadi di seluruh dunia. Komunitas atau penyandang LGBT ini terus mengangkat isu mengenai pelanggaran HAM yang berorientasikan akan seks dan gender . Kebiasaan semacam ini tidak hanya mengakibatkan masalah sosial tetapi juga masalah lain, yaitu  agama,  kesehatan,  dan hukum. Masalah itu menjadi perdebatan yang panjang antara yang mendukung  keberadaan  kaum LGBT dan yang melarang adanya kaum LGBT. Perdebatan atau diskusi juga belum menemukan titik temu yang maksimal untuk menyelesaikan perilaku yang  berbeda dari masyarakat Indonesia umumnya.Kata kunci: LGBT, Seksualitas, HAM AbstractRecognition of LGBT rights is happening all over the world. This COMMUNITY or LGBT people continue to raise issues regarding sex and gender oriented human rights violations. This kind of habit not only results in social problems but also other problems, namely religion, health, and law. The issue has been a long debate between those who support the existence of LGBT people and those who prohibit lgbt people. Debates or discussions have also not found the maximum meeting point to resolve different behaviors from indonesian society generally.Keywords: LGBT, Sexuality, Human Rights
HUKUMAN KEBIRI BAGI PELAKU KEJAHATAN SEKSUAL Nur Solikhah, Anisa
Jurnal Kewarganegaraan Vol 2, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.426 KB) | DOI: 10.31316/jk.v2i2.1293

Abstract

AbstrakJudul dari riset ini adalah Hukuman Kebiri Bagi Pelaku Kejahatan Seksual. Hukuman kebiri merupakan suatu reaksi dari banyaknya kasus kejahatan seksual di Indonesia karena pidana penjara dianggap kurang efektif dalam mengurangi kasus kejahatan seksual. Permasalahan dalam riset ini adalah apakah hukuman kebiri sudah sesuai dengan tujuan dan sistem  pemidanaan  di  Indonesia atau  hanya sebagai pembalasan terhadap tindakan pelaku dan mengesampingkan Hak Asasi Manusia bagi pelaku karena tujuan pemidanaannya menekankan pada perbuatan terpidana di masa lalu atau sebaliknya, yakni tujuan pemidanaan tersebut berorientasi pada perbaikan kelakuan terpidana yang tujuan pemidanaannya menekankan pada kepentingan terpidana di masa depan. Hal ini dikarenakan hukuman kebiri tidak tercantum dalam Pasal 10 KUHP mengenai jenis-jenis pidana yang terdiri dari pidana pokok dan pidana tambahan. Maka hukum kebiri tidak sesuai dengan sistem pemidanaan di Indonesia.Kata Kunci: Hukuman Kebiri, Kejahatan Seksual, Tujuan Pemidanaan. AbstractThe title of this research is The Punishment of Castration for Perpetrators of Sexual Crimes. Castration punishment is a reaction to the number of sexual crimes in Indonesia because prison sentences are considered less effective in reducing sexual crimes. The problem in this research is whether the punishment of castration is in accordance with the purpose and system of criminalization in Indonesia or only in retaliation for the actions of the perpetrator and set aside human rights for the perpetrator because the purpose of criminalization emphasizes on the criminal acts in the past or vice versa, namely the purpose of criminalization is oriented towards improving the behavior of convicted criminals whose criminal purpose emphasizes on the interests of the convicted in the future. This is because castration punishment is not listed in Article 10 of the Criminal Code concerning the types of criminal acts consisting of principal and additional criminal. Therefore, the law of castration is not in accordance with the criminal system in Indonesia.Keywords: Castration Punishment, Sexual Crimes, Criminal Purposes.
MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENYESUAIAN DIRI DENGAN LINGKUNGAN PADA SISWA Sumarni, Sumarni
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.124 KB) | DOI: 10.31316/jk.v5i1.1281

Abstract

AbstrakTujuan Penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar Menganalisis  cara makhluk hidup menyesuaikan diri dengan lingkungan menggunakan model pembelajaran Make a match. Penelitian merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan  dalam dua siklus dengan prosedur tiap siklus terdiri  atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa Kelas VIa SD Negeri 1 Baturetno berjumlah 21 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Make a match  dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi cara makhluk hidup menyesuaikan diri dengan lingkungan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) Pengunaan model pembelajaran Make a match dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran mencapai 85,71 %. (2) Pengunaan model pembelajaran Make a match dapat meningkatkan  ketuntasan hasil belajar siswa pada materi menerapkan konsep Menganalisis  cara makhluk hidup menyesuaikan diri dengan lingkungan individu mencapai 85,71%. (3) Pengunaan model pembelajaran Make a match dapat meningkatkan ketuntasan hasil belajar siswa pada materi Menyajikan karya tentang cara makhluk hidup menyesuaikan diri dengan lingkungannya mencapai 90,47%.Kata kunci: Model Pembelajaran, Make a Match, Hasil belajar AbstractThe purpose of this study is to improve learning outcomes. Analyze how living things adapt to the environment using the Make a match learning model. This research is a classroom action research conducted in two cycles with procedures for each cycle consisting of planning, implementing the action, observing, and reflecting. The research subjects were 21 students of Class VIa SD Negeri 1 Baturetno. The results showed that the Make a match learning model can improve student learning outcomes in the material on how living things adapt to the environment. Based on the research results, it can be concluded that (1) The use of Make a match learning model can increase student activeness in the learning process by reaching 85.71%. (2) The use of the Make a match learning model can improve the completeness of student learning outcomes in the material applying the concept of analyzing how living things adapt to individual environments reaches 85.71%. (3) The use of the Make a match learning model can increase the completeness of student learning outcomes in the material of presenting works on how living things adapt to their environment, reaching 90.47%.Keywords: Learning Model, Make a Match, Learning Outcomes

Page 6 of 168 | Total Record : 1679