cover
Contact Name
Lukman
Contact Email
putrasanggar231@gmail.com
Phone
+6282339832420
Journal Mail Official
putrasanggar231@gmail.com
Editorial Address
http://ejournal.iaimbima.ac.id/index.php/pelangi/about/contact
Location
Kota bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Pelangi: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Published by IAI Muhammadiyah Bima
ISSN : 2655593     EISSN : 27456439     DOI : -
Core Subject : Education,
Fokus jurnal ini adalah studi akademik dilingkup TK/PAUD dalam berbagai perspektif yang berupa artikel hasil pemikiran dan penelitian pendidikan PAUD/TK.Ruang lingkup jurnal ini mengkhususkan pada pendidikan dasar terutama dilingkup Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah dalam berbagai disiplin ilmu dan perspektif, meliputi isu-isu sebagai berikut: 1. Kurikulum Pembelajaran PAUD/TK 2. Metodologi Pembelajaran PAUD/TK 3. Pembelajaran IPA PAUD/TK 4. Pembelajaran Bahasa PAUD/TK 5. Pembelajaran matematikan PAUD/TK 6. Assessment Pembelajaran Siswa PAUD/TK 7. Budaya dan Nilai Kaarifan Lokal di PAUD/TK
Articles 350 Documents
MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN MELALUI MANAJEMEN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI TK KARTIKA KOTA BIMA Rudiah Rudiah; Hendra Hendra; Ade S Anhar
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2025): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v7i2.5330

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki upaya meningkatkan kualitas pembelajaran melalui manajemen pendidikan Anak Usia Dini di TK Kartika Kota Bima. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TK Kartika menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan sumber daya, kurangnya pelatihan guru, dan rendahnya partisipasi orang tua. Namun, dengan menerapkan manajemen pendidikan anak usia dini yang efektif, seperti pengelolaan sumber daya yang optimal dan pengembangan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan anak, kualitas pembelajaran dapat ditingkatkan. Dalam konteks ini, peran aktif dari berbagai pihak, termasuk guru, orang tua, manajemen sekolah, dan pemerintah setempat, menjadi penting. Kolaborasi yang kuat antara stakeholder dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang kondusif dan merangsang perkembangan anak usia dini secara optimal. Hasil dari penelitian ini dapat meningkatan kualitas pembelajaran melalui manajemen pendidikan Anak Usia Dini di TK Kartika Kota Bima bukan hanya merupakan sebuah keharusan, tetapi juga sebuah investasi dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Dengan adanya dukungan dan komitmen bersama, upaya ini akan membawa dampak positif yang luas bagi perkembangan anak-anak di masa depan.
PENGEMBANGAN KEGIATAN MERONCE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI Ade Irmayanti; Sri Jamilah; Kaharuddin Kaharuddin
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2025): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v7i2.5331

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kegiatan meronce sebagai salah satu metode untuk meningkatkan kemampuan motorik halus pada Anak Usia Dini. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah anak-anak usia 4-5 tahun di sebuah Taman Kanak-Kanak. Kegiatan meronce dipilih karena melibatkan koordinasi mata dan tangan serta keterampilan jari yang kompleks. Kegiatan ini juga menawarkan variasi dalam bentuk, ukuran, dan warna manik-manik, yang dapat meningkatkan daya tarik dan motivasi anak. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan guru, dan dokumentasi hasil karya anak. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan meronce secara signifikan dapat meningkatkan kemampuan motorik halus Anak Usia Dini. Anak-anak menunjukkan peningkatan dalam ketepatan dan kecepatan saat memasukkan manik-manik ke dalam tali, serta peningkatan dalam konsentrasi dan ketekunan. Guru juga melaporkan bahwa kegiatan ini membantu anak-anak untuk lebih fokus dan sabar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kegiatan meronce efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik halus Anak Usia Dini. Penelitian ini merekomendasikan agar kegiatan meronce dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum pembelajaran di Taman Kanak-Kanak sebagai salah satu metode untuk mengembangkan kemampuan motorik halus anak. Lebih lanjut, penelitian ini menyarankan pengembangan variasi kegiatan meronce yang lebih kreatif dan menarik untuk menjaga minat dan motivasi anak.
PENGGUNAAN MEDIA FLASH CARDS TERHADAP PERKEMBANGAN BAHASA ANAK USIA DINI DI RA BANI AKHMAD Maemunah Maemunah
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2025): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v7i2.5368

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh penggunaan media flash cards terhadap perkembangan bahasa anak usia dini di RA Bani Akhmad, Sukajadi, Kragilan, Kota Serang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari empat anak usia 5–6 tahun dan tiga guru kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan flash cards meningkatkan kemampuan bahasa anak, baik dalam aspek reseptif maupun ekspresif. Anak lebih cepat mengenali huruf dan kata, memperkaya kosakata, serta lebih berani berbicara dan menyusun kalimat sederhana. Media ini juga menumbuhkan antusiasme dan keterlibatan aktif anak selama pembelajaran berlangsung. Meskipun terdapat kendala seperti kejenuhan dan kerusakan kartu, inovasi guru dalam variasi desain dan metode penyajian mampu menjaga efektivitas media. Dengan demikian, flash cards merupakan alat pembelajaran visual yang efektif, menarik, dan sesuai karakteristik anak usia dini. Kata kunci: flash cards, perkembangan bahasa, anak usia dini, pembelajaran visual.
EKSPLORASI SOSIAL-BUDAYA PERNIKAHAN DINI DI DESA KAWINDA TO’I KECAMATAN TAMBORA, NUSA TENGGARA BARAT Wahyu Mulyadi; Ilham Ilham; Muarif Muarif; Ferdiansyah Ferdiansyah; Juvita Juvita
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2025): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v7i2.5371

Abstract

Pernikahan dini masih menjadi persoalan serius di pedesaan Indonesia, termasuk di Desa Kawinda To’i, Kecamatan Tambora, Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi faktor sosial-budaya yang memengaruhi praktik pernikahan dini serta dampaknya bagi remaja. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap tokoh masyarakat, aparat desa, serta lembaga terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa norma budaya, keterbatasan ekonomi keluarga, serta rendahnya tingkat pendidikan menjadi pendorong utama pernikahan dini. Dampak yang ditimbulkan antara lain putus sekolah, terbatasnya kesempatan ekonomi, serta rendahnya posisi tawar perempuan dalam rumah tangga. Upaya pencegahan telah dilakukan melalui penyuluhan, sosialisasi, dan peran tokoh agama maupun pendidik. Kesimpulan penelitian menegaskan perlunya intervensi kebijakan dan perubahan nilai budaya.
IMPLEMENTASI PROJECT BASED LEARNING DALAM MENGEMBANGKAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA 4–5 TAHUN DI RA AL-FATH Herma wati
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2025): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v7i2.5388

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Project Based Learning (PjBL) dalam mengembangkan aspek sosial emosional anak usia 4–5 tahun di RA Al-Fath. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari 10 anak kelompok A dan tiga guru yang aktif menerapkan PjBL dalam kegiatan pembelajaran. Proyek yang dikembangkan adalah “Buku Saku Alfabet,” yang melibatkan anak dalam proses merancang, membuat, dan merefleksikan hasil karya mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PjBL secara efektif meningkatkan kemampuan sosial emosional anak, terutama dalam aspek kerja sama, empati, tanggung jawab, kepercayaan diri, dan regulasi emosi. Anak menjadi lebih aktif, percaya diri, serta mampu berinteraksi positif dengan teman dan guru. Keberhasilan pelaksanaan PjBL didukung oleh peran guru sebagai fasilitator, dukungan orang tua, dan lingkungan belajar yang kondusif. Sementara itu, hambatan yang muncul meliputi keterbatasan waktu, perbedaan kemampuan anak, dan kebutuhan pelatihan guru dalam perancangan proyek yang sesuai tahap perkembangan. Dengan demikian, PjBL terbukti menjadi pendekatan pembelajaran yang efektif, menyenangkan, dan kontekstual untuk mengembangkan sosial emosional anak usia dini. Kata Kunci: Project Based Learning, sosial emosional, anak usia dini, pembelajaran kontekstual.
PERAN KELUARGA TERHADAP PENDIDIKAN KARAKTER ANAK USIA DINI DI TK NEGERI 28 KODO KOTA BIMA Henny kurniati; Ihlas Ihlas; Lukman Lukman; Masita Masita
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2025): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v7i2.5404

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran keluarga dalam mendukung pendidikan karakter anak usia dini di TK Negeri 28 Kodo Kota Bima. Pendidikan karakter merupakan fondasi penting dalam pembentukan kepribadian anak sejak dini, dan keluarga sebagai lingkungan pertama dan utama memiliki tanggung jawab besar dalam menanamkan nilai-nilai moral dan sosial. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran keluarga sangat berpengaruh dalam pembentukan karakter anak, baik melalui teladan perilaku, komunikasi yang positif, pembiasaan nilai-nilai seperti disiplin, tanggung jawab, dan empati, serta keterlibatan aktif orang tua dalam kegiatan sekolah. Namun, ditemukan pula bahwa tingkat keterlibatan orang tua masih bervariasi, tergantung pada latar belakang pendidikan dan kesibukan pekerjaan. Penelitian ini merekomendasikan adanya sinergi yang lebih kuat antara pihak sekolah dan orang tua dalam mendukung pendidikan karakter anak secara berkelanjutan.
ETIKA PENDIDIK ANAK USIA DINI (PAUD) DALAM PERSPEKTIF AL-QUR'AN DAN HADITS ali masdar fahim
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 8 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v8i1.5522

Abstract

Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter dan moral. Penelitian ini berfokus pada etika pendidik, khususnya bagi anak usia dini (PAUD), mengingat masa kanak-kanak adalah tahap krusial dalam penanaman moral. Isu ini mendesak karena adanya kasus pelanggaran etika yang dilakukan oleh pendidik, yang dapat menurunkan kualitas pendidikan dan menodai nilai-nilai Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis standar etika pendidik dalam tinjauan Al-Qur'an dan Hadits sebagai pedoman moral. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research), di mana data dianalisis secara mendalam dari sumber-sumber Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika pendidik telah diatur dalam Islam melalui tiga dimensi: etika yang berkaitan dengan diri sendiri (seperti zuhud dan bersih dari sifat tercela), etika yang berkaitan dengan siswa (seperti bijaksana, pemaaf, dan sabar), dan etika terkait tugasnya (seperti tulus ikhlas, kompeten, dan komunikatif). Selain itu, pendidik dituntut menjadi teladan (uswah hasanah) dan mengamalkan sifat profetik, termasuk siddiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan), dan fathanah (cerdas). Disimpulkan bahwa menginternalisasi nilai-nilai etika ini merupakan landasan vital untuk mewujudkan lingkungan pendidikan yang kondusif dan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia.
PENGARUH KEGIATAN EKSPERIMEN SEDERHANA TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK USIA DINI 5 - 6 TAHUN DI TK ANNITA KAB. TAKALAR Khusnul Hotimah
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 8 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v8i1.5638

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengembangan kemampuan kognitif anak usia dini. Tujuan penelitian adalah: (1) mengetahui gambaran kemampuan kognitif anak sebelum dan sesudah diberikan metode eksperimen sederhana (2) mengetahui gambaran kemampuan kognitif anak sebelum dan sesudah diberikan metode eksperimen sederhana pada kelompok kontrol dan (3) mengetahui pengaruh metode eksperimen sederhana terhadap kemampuan kognitif anak di TK Annita Kab. Takalar. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan kognitif anak pada kelompok eksperimen mengalami peningkatan signifikan setelah perlakuan, dimana skor rata-rata meningkat dari 20,14 menjadi 24,64. Sedangkan pada kelompok kontrol peningkatan kemampuan kognitif tidak signifikan, skor hanya berubah dari 20,29 menjadi 20,82. Uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai signifikansi 0,001 pada kelompok eksperimen, mengindikasikan pengaruh positif dan nyata dari kegiatan eksperimen sederhana. Kesimpulannya, metode eksperimen sederhana efektif dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak usia dini di TK Annita Kab. Takalar melalui pembelajaran berbasis pengalaman langsung yang menyenangkan dan interaktif
ANALISIS POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP KECERDASAN EMOSIONAL PADA KELOMPOK B DI TK MARGOSARI Hikmah Islahunnisa; Dwi Prasetiyawati Diyah; Purwadi Purwadi
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 8 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v8i1.5783

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam hubungan dan pengaruh antara variasi pola asuh orang tua dengan tingkat kecerdasan emosional (KE) yang dimiliki oleh anak-anak Kelompok B di TK Margosari. Kecerdasan emosional, yang mencakup kemampuan mengenali, memahami, mengelola emosi diri, dan berinteraksi secara efektif, merupakan fondasi krusial bagi kesiapan sosial dan akademik anak usia dini. Konteks permasalahan utama yang diangkat adalah adanya indikasi perbedaan signifikan pada kemampuan regulasi emosi dan interaksi sosial anak, yang diduga kuat berkorelasi dengan perbedaan cara orang tua dalam memberikan pengasuhan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif-deskriptif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara mendalam dengan orang tua dan guru, serta studi dokumentasi, dengan fokus pada pemetaan jenis pola asuh (otoritatif, permisif, atau otoriter) yang dominan dan korelasinya terhadap dimensi-dimensi KE anak (seperti kesadaran diri, pengendalian diri, motivasi, empati, dan keterampilan sosial). Hasil analisis menemukan bahwa pola asuh Demokratis yang cenderung hangat, responsif, dan menetapkan batasan yang jelas, berkorelasi positif dengan tingkat kecerdasan emosional yang tinggi, ditunjukkan dengan kemampuan anak yang lebih baik dalam mengatasi frustrasi, menunjukkan empati, dan berhasil dalam negosiasi sosial. Sebaliknya, pola asuh Otoriter cenderung menghasilkan anak dengan tingkat pengendalian emosi yang rendah dan kesulitan dalam mengungkapkan perasaan secara verbal, sementara pola asuh Permisif berkorelasi dengan kurangnya disiplin diri dan regulasi emosi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran orang tua sebagai model utama dalam pembentukan kecerdasan emosional anak di TK Margosari adalah faktor yang sangat menentukan.
MENGHIDUPKAN DOA DI USIA DINI: STUDI KASUS DUKUNGAN ORANG TUA TERHADAP PEMBIASAAN DOA HARIAN ANAK DI TK KANISIUS KURMOSARI SEMARANG Patricia Inez Endajanitra
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 8 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v8i1.5982

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dukungan orang tua terhadap pembiasaan doa harian anak usia dini di TK Kanisius Kurmosari Semarang serta memahami bagaimana kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam menghidupkan praktik doa sejak dini. Penelitian ini berangkat dari fenomena menurunnya minat dan kebiasaan anak dalam berdoa di rumah, yang disebabkan oleh kesibukan orang tua dan perubahan pola hidup modern. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, guru, serta beberapa orang tua peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan doa harian di sekolah dilakukan secara rutin pada tiga momen utama, yaitu doa pagi, doa sebelum dan sesudah makan, serta doa sebelum pulang. Guru berperan aktif membimbing anak dalam berdoa dan memberi keteladanan melalui pembiasaan yang konsisten. Dukungan orang tua terlihat melalui teladan doa di rumah, pengawasan kegiatan rohani anak, serta komunikasi intensif dengan guru melalui grup kelas. Kolaborasi antara sekolah dan orang tua menjadi faktor kunci dalam menumbuhkan karakter religius dan spiritualitas anak. Pembiasaan doa harian tidak hanya membangun kedisiplinan spiritual, tetapi juga membentuk rasa syukur, empati, dan moralitas anak sejak usia dini. Kesimpulan penitian ini adalah dukungan orang tua berperan signifikan dalam menghidupkan budaya doa anak di lingkungan keluarga dan sekolah.