cover
Contact Name
Ira Risye Manggribeth
Contact Email
risyemanggribeth@gmail.com
Phone
+6281340277108
Journal Mail Official
vivabio@unsrat.ac.id
Editorial Address
Biology Departement, Sam Ratulangi University, Manado
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Vivabio : Jurnal Pengabdian Multidisiplin
ISSN : 26851091     EISSN : 26851091     DOI : https://doi.org/10.35799/vivabio
VIVABIO adalah nama jurnal berkala ilmiah yang terbit 3 kali setahun yang memuat naskah atau artikel ilmiah hasil penerapan ilmu dan pengetahuan (Iptek) dalam bentuk pengabdian di masyarakat, hasil laporan kegiatan pelatihan dan pendampingan di masyarakat yang didasari gagasan ilmiah dan berdampak sosial humaniora. Pelaku pelaksana pengabdian dapat dilakukan oleh peneliti, akademisi, pendidik, rohaniawan, pemerintah dan masyarakat peduli sosial humaniora.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 158 Documents
On Penyuluhan Pencegahan Penyakit Kulit Di Kelurahan Tuminting Health Education on Skin Disease Prevention in Tuminting Village: - Kaseke, Martha Marie; Doda, Diana Vanda Daturada; Pandaleke, Thigita Aga
Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 7 No. 3 (2025): Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v7i3.65542

Abstract

Skin diseases are common health problems in the community, particularly in tropical regions such as Tuminting Village. Community knowledge regarding risk factors, prevention methods, and early signs of skin diseases remains limited. This community service activity aimed to improve public knowledge related to the prevention of skin diseases. The activity was carried out in the form of a health education session using an educational video, accompanied by a pre- and post-test questionnaire assessing knowledge about skin disease prevention. The pre-test results showed a knowledge level of 83%, which increased significantly to 94% after the educational intervention. In conclusion, health education on skin disease prevention is essential to enhance community knowledge in Tuminting Village. ABSTRAK Penyakit kulit merupakan masalah kesehatan yang dapat terjadi di masyarakat terutama pada wilayah tropis seperti Kelurahan Tuminting. Pengetahuan masyarakat mengenai faktor risiko, cara pencegahan, dan tanda-tanda penyakit kulit masih terbatas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait pencegahan penyakit kulit. Pengabdian ini dilakukan dalam bentuk penyuluhan kesehatan kulit melalui video edukasi, dimana dilakukan pengisian kuesioner pengetahuan tentang penyakit kulit sebelum dan sesudah penyuluhan. Pada pengisian kuesioner sebelum penyuluhan pencegahan penyakit kulit hanya didapatkan pengetahuan sebesar 83% dan hasilnya meningkat signifikan menjadi 94% sesudah dilakukan penyuluhan pencegahan penyakit kulit. Sebagai kesimpulan bahwa penyuluhan pencegahan penyakit kulit diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat kelurahan tuminting.
Pembuatan Film Semi Dokumenter untuk Mencegah Pernikahan Dini pada Remaja di Provinsi Gorontalo : Making a Semi-documentary Film to Prevent Early Marriage among Teenagers in Gorontalo Province Juniarti, Gita; A, Hermila; Nasiru, La Ode Gusman
Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 7 No. 3 (2025): Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v7i3.64050

Abstract

This service produces a final product in the form of a semi-documentary film to prevent early marriage. The target audience is teenagers in Ayula Selatan Village, and even teenagers in Gorontalo Province. Gorontalo was chosen as the target object because this province is in the top three provinces with the highest marriage rate in Indonesia. By presenting a semi-documentary film about the disadvantages of early marriage, it is hoped that the targeted teenagers can understand the values conveyed in the semi-documentary film. To make the film, the steps taken by the community partnership service team were to take pictures of the four main speakers first, followed by the illustrations shown in the semi-documentary film. After that, the community partnership service team designed the scenario, then made illustrations in accordance with the results of interviews from the four main speakers. The results show that the semi-documentary film has undergone a sequence of production stages until the end of the implementation stage in the field and the film is ready for public consumption. ABSTRAK Pengabdian ini menghasilkan produk akhir berupa film semi-dokumenter untuk mencegah pernikahan dini. Sasaran yang dituju adalah remaja di Desa Ayula Selatan, bahkan remaja-remaja di Provinsi Gorontalo. Gorontalo terpilih sebagai objek sasaran karena provinsi ini masuk di dalam tiga besar provinsi dengan angka perkawinan tertinggi di Indonesia. Dengan menghadirkan film semi-dokumenter mengenai kerugian dalam melakukan pernikahan dini, diharapkan para remaja yang menajdi sasaran dapat memahami nilai-nilai yang disampaikan di dalam film semi-dokumenter tersebut. Untuk membuat film tersebut, langkah-langkah yang dilakukan oleh tim pengabdian kemitraan masyarakat ini adalah mengambil gambar dari empat narasumber utama terlebih dulu, kemudian disusul oleh ilustrasi yang ditampilkan di dalam film semi-dokumenter tersebut. Setelah itu, tim pengabdian kemitraan masyarakat melakukan perancangan skenario, lantas membuat ilustrasi yang sesuai dengan hasil wawancara dari empat narasumber utama. Hasil menunjukkan bahwa film semi-dokumenter telah menjalani urutan tahapan produksi hingga akhir dari tahap pelaksanaan di lapangan dan film tersebut siap dikonsumsi oleh publik. 
Kreasi Mekar Digital : Pemberdayaan Wanita Bethel Indonesia (WBI) Wilayah Manado Melalui Seni Merangkai dan Branding Digital: Kreasi Mekar Digital Titaley, Jullia; Bobanto, Maria D.; Paendong, Marline S.; Salamena, Allgreat
Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 7 No. 3 (2025): Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v7i3.65508

Abstract

The “Kreasi Mekar Digital” Community Service Program was implemented to enhance woman’s sklls and economic capacity through training in floral arrangement and the strengthening of digital marketing competencies. The ptogram targeted members of the Women of Bethel Indonesia (WBI) in Manado region who have an interest in developing creativity and small craft-based businesses. The activites were carried out ini two main stages : a socialization session on branding and digital marketing strategies and a technical workshop on floral arrangement. This program has had a positive impact on improving participants confidence, digital literacy and entrepreneurial skills. With strong potential for future development, Kreasi Mekar Digital is expected to serve as asustainable community empowerment model that contributes meaningfully to the growth of community-based creative economies. ABSTRAK Program Pengabdian Kreasi Mekar Digital ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan ketrampilan dan kapasitas ekonomi perempuan melalui pelatihan seni merangkai bunga serta penguatan kemampuan pemasaran digital. Sasaran program adalah anggota Wanita Bethel Indonesia (WBI) wilayah Manado yang memiliki minat dalam pengembangan kreativitas dan usaha kecil berbasis produk kerajinan. Kegiatan dilaksanakn melalui dua tahapan utama yatu sosialisasi materi strategi branding dan pemasaran digital serta pelatihan teknis merangkai bunga.    Program ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan kepercayaan diri, literasi digital dan kemampuan wirausaha perempuan WBI. Dengan potens pengembangan di masa depan, Kreasi mekar Digital diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan komunitas yang berkelanjutan dan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan ekonomi kreatif berbasis komunitas.
Risk Factor Examination and Education for Prevention of Diabetes Mellitus in Women in The Manado Sentrum Region: Risk Factor Examination and Education for Prevention of Diabetes Mellitus in Women in The Manado Sentrum Region Wahongan, Greta Jane Pauline; Berhimpon, Siemona; Kapantouw, Nova Hellen
Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 7 No. 2 (2025): VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v7i2.58760

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is a chronic disease which is reported to be the leading cause of death in Indonesia.  The prevalence of DM increases along with increasing age and body weight, which are risk factors. The aim of this program is to examining risk factors and provide education for participants about preventing and controlling DM in Women in the Manado Sentrum Region. The method for carrying out this activity is to measure blood glucose index and found risk factors such as blood pressure and Body Mass Index. Activity participants were then given education regarding DM disease, risk factors, prevention and control of DM. The results of the activity showed that of the 36 participants, more than 50% were aged 55-74 years. Risk factors for DM such as being overweight and obese were experienced by 72.2% of participants, apart from that, hypertension was experienced by 41.7% of participants. Blood Glucose measurements showed that most were normal (72.2%), but 22.2% of participants were suspected of suffering from prediabetes and 2.8% was suspected of suffering from DM. Conclusion: More than half of participants have risk factors for DM, and are advised to adopt a healthy lifestyle in order to prevent or control DM.
Pengabdian Tekanan Darah dan Edukasi Kesehatan Bagi Kelompok Tani di Kecamatan Langowan, Kabupaten Minahasa: Blood Pressure Service and Health Education for Farmer Groups in Langowan District, Minahasa Regency Wulan Pingkan Julia Kaunang Kaunang Grad Dip; Nancy Swanida H Malonda; Dingse Pandiangan
Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 8 No. 1 (2026): Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v8i1.65468

Abstract

ABSTRACT Hypertension is one of the main health problems that is often not detected early, especially in rural communities with limited access to health services, including farmer groups. This Community Partnership Program activity aims to increase awareness, early detection, and understanding of blood pressure management through health education for farmer groups in Langowan District, Minahasa Regency. The methods used include direct blood pressure checks, health counseling using educational media, and interactive discussions related to healthy lifestyles, local food consumption, and hypertension prevention. This activity involved health workers and academics who collaborated with local farmer groups. The results showed that most of the participants had never had regular blood pressure checks and had limited knowledge about the risk factors for hypertension. After the education was carried out, there was an increase in participants' understanding of the importance of a healthy diet, physical activity, and stress control. In addition, the screening results showed that there were participants with high blood pressure categories who needed follow-up. This activity also increases the active participation of the community in maintaining health independently. In conclusion, this program is effective in increasing the awareness and knowledge of farmer groups related to hypertension and the importance of early detection and prevention. Similar activities are recommended to be carried out on a sustainable basis with cross-sectoral support to improve the health status of rural communities. This program is expected to be a model for community-based interventions in promotive and preventive efforts in the field of public health.   ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang sering tidak terdeteksi secara dini, khususnya pada masyarakat pedesaan dengan akses layanan kesehatan yang terbatas, termasuk kelompok tani. Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, deteksi dini, serta pemahaman tentang pengelolaan tekanan darah melalui edukasi kesehatan pada kelompok tani di Kecamatan Langowan, Kabupaten Minahasa. Metode yang digunakan meliputi pemeriksaan tekanan darah secara langsung, penyuluhan kesehatan menggunakan media edukatif, serta diskusi interaktif terkait pola hidup sehat, konsumsi pangan lokal, dan pencegahan hipertensi. Kegiatan ini melibatkan tenaga kesehatan dan akademisi yang berkolaborasi dengan kelompok tani setempat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta belum pernah melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin dan memiliki pengetahuan yang terbatas mengenai faktor risiko hipertensi. Setelah dilakukan edukasi, terjadi peningkatan pemahaman peserta terkait pentingnya pola makan sehat, aktivitas fisik, dan pengendalian stres. Selain itu, hasil skrining menunjukkan adanya peserta dengan kategori tekanan darah tinggi yang memerlukan tindak lanjut. Kegiatan ini juga meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kesehatan secara mandiri. Kesimpulannya, program ini efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan kelompok tani terkait hipertensi serta pentingnya deteksi dini dan pencegahan. Kegiatan serupa direkomendasikan untuk dilakukan secara berkelanjutan dengan dukungan lintas sektor guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat pedesaan. Program ini diharapkan dapat menjadi model intervensi berbasis komunitas dalam upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan masyarakat.
Pelatihan Dan Pendampingan Bagi Pelaku Usaha Mikro Kecil Untuk Memperkuat Kapasitas, Inovasi Dan Pemasaran Produk Berbasis Digitalisasi Di Desa Kalawat Kecamatan Kalawat : Training and Mentoring Program for Micro and Small Enterprises to Strengthen Capacity, Innovation, and Digital-Based Product Marketing in Kalawat Village, Kalawat District Tri Oldy Rotinsulu; Paulus Kindangen; Hanly Siwu
Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 8 No. 1 (2026): Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v8i1.66689

Abstract

UMKM  have long served as a key pillar of Indonesia’s economy due to their significant contribution to Gross Domestic Product (GDP) and employment absorption. However, after the Covid-19 pandemic, many micro businesses in North Minahasa Regency, particularly in Kalawat Village, experienced business decline and even closure. One of the main challenges faced by micro business actors is the low capacity in product innovation and digital-based marketing. This community service program aims to provide knowledge transfer through training and mentoring activities focused on strengthening business capacity, improving innovation, and enhancing digital marketing strategies. The priority issues faced by the partners include limited utilization of social media platforms such as Facebook, Instagram, and WhatsApp, as well as the lack of skills in developing websites and using Google My Business for promotion. In addition, partners require knowledge regarding consumer-oriented product design and basic digital marketing concepts. The activities were implemented through counseling, training, and continuous assistance. The expected outputs of this program include a scientific article published in an ISSN-indexed community service journal, improved business competitiveness, increased application of science and technology in business management,and a documentation video uploaded to YouTube. ABSTRAK Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) telah lama menjadi penopang perekonomian Indonesia karena kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan penyerapan tenaga kerja. Namun, pasca pandemi Covid-19 banyak pelaku usaha mikro di Kabupaten Minahasa Utara, khususnya di Desa Kalawat, mengalami penurunan aktivitas usaha bahkan penutupan. Salah satu permasalahan utama yang dihadapi adalah rendahnya kapasitas pelaku usaha dalam inovasi serta pemasaran produk berbasis digitalisasi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan transfer pengetahuan melalui pelatihan dan pendampingan terkait penguatan kapasitas, inovasi produk, dan strategi pemasaran digital. Permasalahan prioritas mitra meliputi keterbatasan pemanfaatan media sosial seperti Facebook, Instagram, WhatsApp, serta penggunaan website dan Google My Business sebagai sarana promosi. Selain itu, mitra juga membutuhkan pemahaman desain produk yang berorientasi pada kebutuhan konsumen serta dasar-dasar pemasaran digital. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan secara langsung. Luaran kegiatan berupa artikel ilmiah pada jurnal nasional pengabdian masyarakat multidisiplin ber-ISSN dan terindeks Sinta, peningkatan daya saing UMK, peningkatan penerapan IPTEK dalam manajemen usaha, dan video dokumentasi pada platform YouTube.  
Pelatihan Pembuatan Eco Enzyme dari Bahan Sampah Dapur oleh Kelompok PKK Desa Maumbi, Kecamatan Kalawat Minahasa Utara : Training on Making Eco-Enzymes from Kitchen Waste by the PKK Group in Maumbi Village, Kalawat District, North Minahasa Jeanne Martje Paulus; Meity Rosadelly Rantung; Paula Clara Heiny Supit; Langimanapa Sofia Demmassabu
Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 8 No. 1 (2026): Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v8i1.68039

Abstract

The creation of eco-enzymes is one solution to address waste problems, especially in urban areas. Eco-enzymes are fermented liquids made from organic waste such as fruit peels and vegetable scraps, with added brown sugar and water. They are dark brown in colour and have a strong fermented aroma. This liquid is useful as a multi-purpose cleaner, for personal care, health, the environment, and agriculture. Community Service Partners (PKM) are the PKK group from Maumbi Village, Kalawat District, North Minahasa, who generally do not have knowledge about eco-enzymes. The applied science and technology include: (1) an introduction to household organic waste and market waste, (2) training in processing kitchen waste into eco-enzymes (practised directly), and (3) how to apply eco-enzymes for various household and agricultural needs. The implementation methods include: (1) counselling on organic waste and its handling, (2) training in making eco-enzymes from kitchen waste, (3) mentoring partner groups, and (4) monitoring and evaluation. The results of the PKM activities demonstrated that partner groups were able to understand and practice eco-enzyme production and master its use for various household needs and as a nutrient source for plants. The output of this activity was a scientific article published in a national community service journal. ABSTRAK Pembuatan eco-enzyme merupakan salah satu solusi untuk mengatasi masalah sampah, terutama di wilayah perkotaan dan semi-perkotaan. Eco-enzyme adalah cairan hasil fermentasi dari sampah organik seperti kulit buah dan sisa sayuran yang diberi tambahan gula merah/molase dan air, berwarna cokelat gelap, serta memiliki aroma asam fermentasi yang kuat. Cairan ini bermanfaat sebagai pembersih serbaguna, disinfektan, pupuk cair, dan penjernih air. Mitra Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) adalah kelompok ibu-ibu PKK Desa Maumbi, Kec. Kalawat, Minahasa Utara, yang pada umumnya belum memiliki pengetahuan tentang pengelolaan eco-enzyme. Ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) yang diterapkan meliputi: (1) pengenalan tentang manajemen sampah organik rumah tangga, (2) pelatihan pengolahan sampah dapur menjadi eco-enzyme secara langsung, dan (3) tata cara aplikasi eco-enzyme untuk kebutuhan domestik dan pertanian. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, pelatihan praktik (hands-on), pendampingan intensif selama masa fermentasi, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan PKM menunjukkan peningkatan signifikan kapasitas mitra, di mana kelompok PKK mampu mempraktikkan pembuatan eco-enzyme secara mandiri dengan tingkat pemahaman di atas 85% serta menguasai aplikasinya sebagai nutrisi tanaman. Luaran dari kegiatan ini adalah publikasi artikel ilmiah pada jurnal nasional pengabdian masyarakat.
Pendampingan Pemanfaatan Limbah Organik Rumah Tangga Menjadi Cairan Multiguna Eco-enyme bagi Kelompok PKK Kelurahan Karombasan Utara: Technical Empowerment: Converting Domestic Organic Waste into Multipurpose Eco-Enzymes for the PKK Community in North Karombasan Livana Dethris Rawung; Johanna Zusye Wantania; Christny Ferdina Evi Rompas; Emma Mauren Moko; Dino Rahardiyan; Anatje Lihiang; Fanny Nella Nanlohy
Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 8 No. 1 (2026): Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v8i1.68519

Abstract

Waste management represents a critical daily challenge requiring systematic and effective solutions. The majority of generated waste is organic, while mostly domestic activities serving as the main contributor. Community-based waste management requires active multi-stakeholder participation, especially from household cohorts and the PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) family welfare movement. Transforming organic waste into a multipurpose eco-enzyme liquid offers a highly viable and practical method for the community level implementation. This community service initiative aimed to provide technical assistance in converting organic waste into multipurpose eco-enzyme liquids for the PKK group in Lingkungan 1, North Karombasan Sub-district of Manado City. The program was executed in three systematic stages: socialization and dissemination of the technology, hands-on technical mentoring for eco-enzyme formulation, and sustainability monitoring and evaluation. The results demontrated that the mentoring and technological transfer program significantly enhanced the knowledge and technical proficiency of the PKK participants. Consequently, the community successfully processed domestic waste into functioanl, high-value multipurpose eco-enzyme liquids. ABSTRAK Pengelolaan sampah menjadi salah satu issue atau permasalahan krusial sehari-hari yang membutuhkan penanganan yang tepat untuk diselesaikan, sebagian besar merupakan sampah organik dimana aktifitas rumah tangga menyumbang porsi terbesar produksi sampah. Pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat menuntut keterlibatan berbagai komunitas, termasuk keterlibatan dan partisipasi kelompok rumah tangga dan Ibu PKK. Metode pengolahan sampah organik menjadi cairan muktiguna eco-enzym merupakan metode yang mudah untuk diterapkan dimasyarakat. Tujuan dari kegiatan ini adalah melakukan pendampingan pengolahan sampah organik menjadi cairan multiguna ecoenzyme bagi ibu PKK Lingkungan 1, Kelurahan Karombasan Utara, Kota Manado. Kegiatan dilakukan melalui tahapan sosialiasi dan diseminasi alih teknologi pembuatan cairan multiguna eco-enzym, pendampingan alih teknologi pembuatan cairan multiguna eco-enzym dan monitoring dan evaluasi keberlanjutan program pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan program pendampingan dan alih teknologi dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kelompok Ibu PKK Kelurahan Karombasan Utara Lingkungan 1, Kota Manado dalam melakukan pengolahan sampah organik khususnya sampah rumah tangga menjadi cairan multiguna eco-enzyme.