cover
Contact Name
Ira Risye Manggribeth
Contact Email
risyemanggribeth@gmail.com
Phone
+6281340277108
Journal Mail Official
vivabio@unsrat.ac.id
Editorial Address
Biology Departement, Sam Ratulangi University, Manado
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Vivabio : Jurnal Pengabdian Multidisiplin
ISSN : 26851091     EISSN : 26851091     DOI : https://doi.org/10.35799/vivabio
VIVABIO adalah nama jurnal berkala ilmiah yang terbit 3 kali setahun yang memuat naskah atau artikel ilmiah hasil penerapan ilmu dan pengetahuan (Iptek) dalam bentuk pengabdian di masyarakat, hasil laporan kegiatan pelatihan dan pendampingan di masyarakat yang didasari gagasan ilmiah dan berdampak sosial humaniora. Pelaku pelaksana pengabdian dapat dilakukan oleh peneliti, akademisi, pendidik, rohaniawan, pemerintah dan masyarakat peduli sosial humaniora.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 150 Documents
Pelatihan Aplikasi Program SPSS Bagi Dosen Fakultas MIPA Universitas Kristen Indonesia Tomohon: SPSS Program Training for Faculty of Mathematics and Natural Sciences Lecturers, Universitas Kristen Indonesia Tomohon Kekenusa, John Socrates; Hatidja, Djoni; Paendong, Marline S.
Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 7 No. 2 (2025): VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v7i2.64645

Abstract

              SPSS Program Application Training for FMIPA Lecturers at the Indonesian Christian University Tomohon was carried out according to the requests and needs of the participants. The knowledge qualification of lecturers about data analysis using computer applications is still relatively low, so it needs to be improved. This training aims to improve the knowledge and skills of the participants about statistics, especially about data analysis using SPSS computer software. With the facilitation of a guidebook and direct practice, the trainees can do data input, data description, and interpretation of data analysis results.  Participants perform independent tasks about data input, data description, and interpretation of data analysis results. Participants also reported the results of their independent work well. According to the results of the evaluation, all participants can practice the use of SPSS in conducting data analysis, as well as draw conclusions from the results of the data analysis. The benefit of this activity is that the participants gain broader knowledge and insight about statistics, especially research data analysis.  Trainees better understand data analysis using the SPSS application, so that it can improve the quality of research and teaching. ABSTRAK          Pelatihan Aplikasi Program SPSS Bagi Dosen FMIPA Universitas Kristen Indonesia Tomohon  dilaksanakan sesuai permintaan dan kebutuhan peserta. Kualifikasi pengetahuan para dosen tentang analisis data menggunakan aplikasi komputer masih relatif rendah, sehingga perlu ditingkatkan. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan para peserta tentang statistika, khususnya tentang analisis data menggunakan software komputer SPSS.. Dengan difasilitasi buku panduan serta praktek langsung, para peserta pelatihan dapat melakukan cara input data, deskripsi data, interpretasi hasil analisis data.  Peserta melakukan tugas mandiri tentang input data, deskripsi data, serta interpretasi hasil analisis data. Peserta juga melaporkan hasil kerja mandirinya dengan baik. Sesuai hasil evaluasi, semua peserta dapat mempraktekknn penggunaan SPSS dalam melakukan analisis data, serta menarik simpulan hasil analisis data tersebut  Manfaat kegiatan ini ialah para peserta mempeoleh pengetahuan dan wawasan yang lebih luas tentang statistika khususnya analisis data penelitian.  Peserta pelatihan lebih memahami analisis data menggunakan aplikasi SPSS, sehingga dapat meningkatkan kualitas penelitian dan pengajaran.
Implementation of K3 and Biosecurity in Freshwater Fish Cultivation in Bungalawang Village, Tabukan Tengah District: Implementation of K3 and Biosecurity in Freshwater Fish Cultivation darna; Karimela, Ely Jhon; Tomasoa, Aprelia M.
Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 7 No. 2 (2025): VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v7i2.64973

Abstract

Bungalawang Village, located in Tabukan Tengah District, Sangihe Islands, and tilapia is one of the types of fish that is commonly cultivated. Tilapia has economic value, fast growth, and good reproduction. In addition to tilapia, several other freshwater fish species are cultivated, including pomfret, catfish, and eel. Bungalawang Village has the potential to developing land cultivation businesses, and tilapia is the primary choice for the community. Demand for consumption, especially tilapia, is increasing daily, but the availability of seeds and fish for consumption remains a challenge and constraint. Therefore, fish farmers in Bungalawang Village are striving to improve freshwater fish cultivation. As a K3 is an effort to create a workplace that is safe, healthy and free from environmental pollution so that it can reduce or be free from work accidents and thus increase work productivity. Biosecurity is all actions, procedures and policies to prevent the entry and spread of pathogens such as bacteria, viruses, fungi and parasites in fish production facilities for hatchery, rearing and maintaining fish. The community service program of excellence aims to assist fish farmers in Bungalawang village in implementing of occupational health and safety (K3) and biosecurity in freshwater fish cultivation. The objectives PMUP can are achieved through education and training of K3 and biosecurity implementation, water management and quality, selecting superior seeds and broodstock, and controlling fish pests and diseases. ABSTRAK Kampung Bungalawang, terletak di Kecamatan Tabukan Tengah, Kepulauan Sangihe, dan ikan nila merupakan salah satu jenis ikan yang umum dibudidayakan. Ikan nila memiliki nilai ekonomis, pertumbuhannya cepat, dan perkembangbiakan yang baik. Selain ikan nila, ada beberapa jenis ikan air tawar yang dibudidayakan yaitu bawal, lele, dan sidat.  Kampung Bungalawang memiliki potensi untuk pengembangan usaha budidaya darat, dan ikan nila menjadi pilihan utama bagi masyarakatnya. Permintaan konsumsi, terutama ikan nila, semakin hari meningkat, namun ketersediaan benih dan ikan konsumsi masih menjadi tantangan dan kendala. Oleh karena itu, pembudidaya ikan di kampung Bungalawang berupaya melakukan perbaikan dalam budidaya ikan air tawar. K3 adalah upaya menciptakan tempat kerja yang aman, sehat, dan bebas dari pencemaran lingkungan sehingga dapat mengurangi atau bebas dari kecelakaan kerja sehingga dapat meningkatkan produktivitas kerja. Biosecurity adalah segala tindakan, prosedur dan kebijakan untuk mencegah masuk dan menyebarnya pathogen seperti bakteri, virus, jamur maupun parasit pada fasilitas produksi pembenihan, pembesaran, dan pemeliharaan ikan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Unggulan Program Studi bertujuan untuk membantu masyarakat pembudidaya ikan di kampung Bungalawang tentang penerapan K3 dan biosecurity dalam budidaya ikan air tawar. Tujuan PMUP ini dapat dicapai lewat edukasi dan pelatihan penerapan K3 dan biosecurity, manajemen dan kualitas air, memilih benih dan induk unggul, dan penanggulangan hama penyakit ikan
Peningkatan Taman Doa dengan Pendekatan Kolaboratif untuk Ruang Spiritual yang Inspiratif di Gereja Santo Leo Agung, Jakarta: Enhancement of A Prayer Garden through a Collaborative Approach for An Inspiring Spiritual Space at St. Leo Agung Church, Jakarta Prabawasari, Veronika Widi; Furuhitho, X.; Susanto, Remigius Hari; Nugroho, Agus; Christina, Erma Triawati; Gunarto, Thomas Yuni
Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 7 No. 3 (2025): Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v7i3.65043

Abstract

This Community Service (PkM) activity aims to address the needs of the congregation of St. Leo Agung Parish, East Jakarta, in enhancing and realizing a sacred and tranquil prayer garden as a means of devotion to Mary, Mother of the Redeemer. Stemming from the church's existing but unrealized master plan, this project faced the primary challenges of a limited land area of 67.20 m², coupled with the necessity to preserve existing trees. Through a collaborative approach, this PkM activity focused on two core areas: prayer garden planning and construction management. In the planning phase, the PkM team developed a prayer garden design embodying the concept of "Simplicity and Naturalness" within a spiritual space that reflects the humble character of Mary, the Praying Mother. This stage encompassed site identification, concept coordination, garden design creation, and the preparation of construction documents. In the construction management domain, the team provided comprehensive guidance, from selecting the implementing contractor and supervising quality and execution timelines, to finalizing construction and inaugurating the prayer garden, an event graced by the presence of the Archbishop of Jakarta, Mgr. Ignatius Suharyo. The outcome of this activity is the realization of the Our Lady of the Redeemer Prayer Garden, which has been inaugurated and blessed by the Archbishop of Jakarta, Mgr. Ignatius Suharyo. This prayer garden now serves as a spiritual space that enriches the faith of the congregation, reflects the simplicity and naturalness of the Virgin Mary, and demonstrates successful collaboration in creating an inspiring space. ABSTRAK Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk merespon kebutuhan umat Paroki Santo Leo Agung, Jakarta Timur, dalam meningkatkan dan mewujudkan sebuah taman doa yang sakral dan menenangkan sebagai sarana devosi kepada Bunda Maria. Berangkat dari masterplan gereja yang telah ada namun belum terealisasi, proyek ini menghadapi tantangan utama berupa keterbatasan luas lahan 67.20 m², serta kebutuhan untuk memelihara pohon eksisting. Melalui pendekatan kolaboratif, kegiatan PkM ini berfokus pada dua bidang utama: perencanaan taman doa dan manajemen konstruksi. Dalam bidang perencanaan, tim PkM menghasilkan desain taman doa dengan konsep "Kesederhanaan dan Kealamian" pada ruang spiritual yang mencerminkan kesederhanaan sosok Bunda Sang Pendoa. Tahap ini melibatkan identifikasi lahan, koordinasi konsep, pembuatan desain taman, dan penyusunan dokumen konstruksi. Di bidang manajemen konstruksi, tim memberikan pendampingan mulai dari pemilihan kontraktor pelaksana, pengawasan kualitas dan waktu pelaksanaan, hingga finalisasi pembangunan dan peresmian taman doa yang dihadiri oleh Uskup Agung Jakarta, Mgr. Ignatius Suharyo. Hasil kegiatan ini adalah terbangunnya Taman Doa Maria Bunda Sang Penebus yang telah diresmikan dan diberkati oleh Uskup Agung Jakarta, Mgr. Ignatius Suharyo. Taman doa ini kini berfungsi sebagai ruang spiritual yang memperkaya iman umat, mencerminkan kesederhanaan dan kealamian Bunda Maria, serta menjadi bukti keberhasilan kolaborasi dalam mewujudkan ruang yang inspiratif.
Pelatihan Aplikasi Program Eviews Bagi Mahasiswa Dan Dosen Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Sam Ratulangi : Capacity Building through EViews Application Training for Students and Lecturers of the Faculty of Economics and Business, Sam Ratulangi University Rotinsulu, Tri Oldy; Rorong, Ita Pingkan F; Sari, Greydi Normala
Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 7 No. 3 (2025): Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v7i3.65102

Abstract

The training program on data processing using the EViews software for lecturers and students aims to address the limited understanding and skills in managing and analyzing statistical and econometric data in a digital environment. In the current era of digital transformation, many lecturers and students have not yet fully mastered the use of analytical software such as EViews for conducting more complex data analyses, both in academic research and in teaching activities. This limitation results in the suboptimal utilization of EViews for statistical analysis, regression techniques, and time-series data processing, all of which constitute essential components of studies in economics and business. ABSTRAK Pelatihan pengolahan data menggunakan aplikasi EViews bagi dosen dan mahasiswa bertujuan untuk mengatasi keterbatasan pemahaman serta keterampilan dalam mengelola dan menganalisis data statistik dan ekonometrika secara digital. Di era transformasi digital saat ini, masih banyak dosen dan mahasiswa yang belum menguasai penggunaan perangkat lunak EViews untuk analisis data yang lebih kompleks, baik dalam konteks penelitian akademik maupun proses pembelajaran. Kondisi tersebut menyebabkan pemanfaatan EViews dalam analisis statistik, regresi, maupun data time series belum optimal, padahal kemampuan tersebut sangat penting dalam studi ekonomi dan bisnis. Pelatihan ini dirancang agar mahasiswa mampu memahami dasar-dasar penggunaan EViews, meliputi pengolahan data, analisis deskriptif, regresi sederhana dan berganda, pengujian asumsi klasik, serta visualisasi data. Sementara itu, bagi dosen, pelatihan difokuskan pada penguasaan teknik analisis lanjutan seperti model time series dan panel data sehingga dapat diterapkan dalam penelitian maupun pengajaran. Target khusus kegiatan ini adalah meningkatkan keterampilan teknis peserta dalam menggunakan EViews, mempersiapkan mereka untuk memanfaatkan teknologi digital secara efektif dalam analisis data, serta mengoptimalkan penggunaan EViews pada berbagai aktivitas akademik berbasis data besar. Luaran kegiatan PKM_K2 ini berupa satu artikel ilmiah yang akan dipublikasikan pada jurnal pengabdian multidisiplin VIVABIO UNSRAT serta disebarluaskan melalui media online dan video YouTube.                  This training is designed to equip students with foundational competencies in EViews, including data processing, descriptive analysis, simple and multiple regression, classical assumption testing, and data visualization. For lecturers, the program focuses on advanced analytical techniques such as time-series models and panel data analysis to support their research and teaching responsibilities.                  The specific objectives of this program are to enhance participants’ technical proficiency in using EViews, prepare lecturers and students to effectively employ digital tools in data analysis, and optimize the integration of EViews into academic and research activities involving large datasets. The expected output of the PKM_K2 initiative includes a scientific article to be published in the multidisciplinary service journal VIVABIO UNSRAT, as well as dissemination through online media and a YouTube video. Keywords: capacity development, technical skills, digital innovation, learning enhancement    
Penyuluhan Pengelolaan Keuangan Daerah Berdasarkan Undang-Undang No 1 Tahun 2022 Mengenai HKPD Di Fakultas Ekonomi Universitas Sam Ratulangi: Regional Financial Management Training Based on Law No. 1 of 2022 (HKPD) at the Faculty of Economics, Sam Ratulangi University Masinambow, Vecky A. J.; Kalangi, Josep Bintang; Mandeij.,SE.M.Si, Dennij; Sari , Greydi Normala; Lumi, Angela N.M
Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 7 No. 3 (2025): Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v7i3.65103

Abstract

Effective and transparent financial management between the Central Government and Regional Governments is essential in creating good and sustainable governance. This community outreach activity aims to provide a deeper understanding of Law No. 1 of 2022, which regulates the scope of fiscal relations between the central and regional governments. The program involves government officials, academics, and relevant stakeholders to enhance their knowledge of the mechanisms of intergovernmental fiscal transfers, which include: (1) granting sources of local revenue through taxes and levies; (2) management of transfers to regions (TKD); (3) management of regional expenditures; (4) authorization to conduct regional financing; and (5) the implementation of national fiscal policy synergy. ABSTRAK Pengelolaan keuangan yang efektif dan transparan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Pemda) sangat penting dalam rangka menciptakan pemerintahan yang baik dan berkelanjutan. Penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai Undang-Undang Nomor 01 Tahun 2022 UU ini mengatur mengenai lingkup hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Kegiatan ini akan melibatkan aparatur pemerintahan, akademisi, dan masyarakat umum yang berkepentingan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai mekanisme dana perimbangan, yang meliputi: 1) pemberian sumber penerimaan daerah berupa pajak dan retribusi; 2) pengelolaan Transfer ke Daerah/TKD; 3) pengelolaan belanja daerah; 4) pemberian kewenangan untuk melakukan pembiayaan daerah; dan 5) pelaksanaan sinergi kebijakan fiskal nasional. Penyuluhan ini akan dilaksanakan dengan metode ceramah yang diselingi dengan diskusi interaktif, yang memberikan kesempatan bagi peserta untuk membahas berbagai tantangan dalam implementasi UUD HKPD dan mencari solusi atas masalah yang dihadapi daerah dalam pengelolaan keuangan. Melalui kegiatan ini, target yang diharapkan peserta dapat meningkatkan kapasitas dalam pengelolaan anggaran daerah secara efisien, mengoptimalkan penggunaan dana perimbangan, dan meningkatkan transparansi dalam pengelolaan keuangan daerah untuk kesejahteraan masyarakat. Luaran hasil PKM_K2 adalah berupa satu artikel ilmiah yang akan dipublikasi pada media online dan membuat video youtube. The activity was conducted through a lecture method combined with interactive discussions, providing participants the opportunity to explore various challenges in implementing the Fiscal Relations Law (HKPD) and to identify practical solutions for improving regional financial management. Through this activity, participants are expected to strengthen their capacity in managing local budgets more efficiently, optimizing the use of fiscal transfer funds, and improving transparency and accountability in regional financial governance to promote public welfare. The expected outcomes of this PKM_K2 program include a scientific article published in an online media outlet and a YouTube video documenting and disseminating the activity results. Keywords: Fiscal Relations Law, Intergovernmental Transfer, DAU, DAK, Local Taxation  
PENGELOLAAN KEUANGAN GEREJA PADA GMIM JEMAAT TIBERIAS KIMA BAJO WILAYAH WORI: Church Financial Management in The GMIM Congregation of Tiberias Kima Bajo Wori Region Sabijono, Haryanto; Tirayoh, Victorina Zusana; Demmassabu, Langimanapa Sofia; Suwetja, I Gede
Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 7 No. 3 (2025): Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v7i3.65115

Abstract

Every existing organization will inevitably come into contact with organizational finances. An organization can run well thanks to financial support, whether in the form of contributions from individual members or from external parties. This also applies to non-profit organizations. Even though they are non-profit, they still deal with organizational funds because there are expenses that must be made for organizational activities or operations. These funds need to be accounted for in order to increase members’ trust in the organization’s administrators or leaders. The church is one example of a non-profit organization. Its purpose is to provide spiritual services to the congregation, which essentially does not demand compensation. However, members respond to this service by giving offerings. These congregational offerings are one of the church’s sources of income, in addition to other sources such as donations from various parties, whether in the form of funds or other assets. All of the church’s assets need to be reported as a form of accountability. Managing church finances is not easy and should not be taken lightly; it requires adequate accounting knowledge. Some financial managers feel they lack understanding of the church’s financial management system. For this reason, the PKM team will provide training on financial management at GMIM TIBERIAS Kima Bajo, Wori District. Those entrusted with managing church finances must be dependable; therefore, understanding how to record church transactions is essential for individuals chosen as treasurers. ABSTRAK Setiap organisasi yang ada pastinya akan bersentuhan dengan keuangan organisasi. Organisasi bisa berjalan dengan baik tidak lepas karena adanya dukungan dana apakah itu sumbangan orang pribadi anggota organisasi maupun yang dari luar organisasi. Begitu juga dengan organisasi nir laba, yaitu organisasi non profit. Sekalipun non profit tapi tidak lepas bersentuhan dengan dana organisasi oleh karena pembiayaan pembiayaan yang harus dikeluarkan dalam rangka kegiatan atau operasional organisasi. Dana tersebut tentunya perlu dipertanggungjawabkan agar dapat meningkatkan rasa kepercayaan anggota terhadap pengurus atau pimpinan organisasi. Gereja merupakan salah satu contoh organisasi non profit. Tujuannya adalah memberikan pelayanan rohani kepada jemaat, yang sebenarnya tidak menuntut imbalan tetapi jemaat dengan kesadaran merespon bagian dari pelayanan itu dengan memberikan persembahan. Persembahan jemaat ini merupakan salah satu sumber pendapatan gereja, di samping sumber yang lain seperti donatur dari berbagai pihak baik berupa dana maupun asset lainnya. Semua asset yang di miliki gereja ini perlu di laporkan sebagi bentuk pertanggungjawaban. Menjadi pengelola keuangan gereja tidaklah mudah dan jangan dianggap enteng, dibutuhkan pengetahuan akuntansi yang cukup. Sebagian pengelola keuangan merasa kurang paham akan sistem pengelolaan keuangan di gereja untuk itu tim PKM akan memberikan penyuluhan mengenai pengelolaan keuangan di GMIM Jemaat TIBERIAS Kima Bajo Wilayah Wori. Menjadi pengelola keuangan di gereja harus dapat diandalkan untuk itu pemahaman akan pencatatan transaksi di gereja harus dimiliki oleh orang orang yang dipilih sebagai pemegang kas.
PELATIHAN DAN PEMBERDAYAAN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM MENUNJANG KELURAHAN TONGKAINA SEBAGAI DESA WISATA KAMPOENG WISATA: Training and Empowerment of Human Resources to Support Tongkaina Village as A Tourist Village Tirayoh, Victorina Zusana; Taroreh, Rita Norce; Latjandu, Lady Diana
Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 7 No. 3 (2025): Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v7i3.65120

Abstract

The designation of Tongkaina Urban Village as a Tourism Village (Kampoeng Wisata) in Manado City, even being included in the Top 100 of the Indonesian Tourism Village Awards (ADWI), is a proud achievement. Tourism is a promising sector and can provide broad and sustainable development benefits for the community, thus requiring cooperation and collective work from various parties, not only tourism business actors and the government but also the community in general. The many attractions owned by Tongkaina Urban Village need to be supported by reliable human resources so that they can increase the number of visitors who come to travel. Through the existing community service team, community service activities have been carried out under the title Training and Empowerment of Human Resources in Supporting Tongkaina Urban Village as a Tourism Village (Kampoeng Wisata). Through this activity, it is hoped that tourism drivers will be born in the development of tourism in the village. To foster and develop Indonesian tourism and creative economy that is advanced, competitive, sustainable, and prioritizes local wisdom supported by the presence of reliable and competitive human resources. The methods carried out are counseling on entrepreneurship and knowledge of tourism business and its characteristics, training on the use of digitalization in improving tourism services and promotion, and mentoring. ABSTRAK Kelurahan Tongkaina ditetapkan sebagai Desa Wisata Kampoeng Wisata di Kota Manado, bahkan masuk 100 Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) merupakan prestasi yang membanggakan. Pariwisata merupakan sektor yang menjanjikan dan dapat memberikan manfaat pembangunan yang luas serta berkelanjutan bagi masyarakat sehingga membutuhkan kerja sama, kerja kolektif dari berbagai pihak, bukan hanya para pelaku usaha wisata dan pemerintah tetapi juga masyarakat pada umumnya. Banyaknya daya Tarik yang dimiliki kelurahan Tongkaina perlu di dukung dengan sumber daya manusia yang handal sehingga dapat meningkatkan jumlah pengunjung yang datang berwisata. Lewat tim pengabdian yang ada, telah dilaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan judul Pelatihan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia dalam menunjang kelurahan Tongkaina sebagai Desa Wisata Kampoeng Wisata. Melalui kegiatan ini diharapkan melahirkan para penggerak pariwisata dalam pengembangan pariwisata di desa. Menumbuhkembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia yang maju, berdaya saing, berkelanjutan, serta mengedepankan kearifan lokal yang ditopang dengan keberadaan SDM yang andal dan berdaya saing. Metode yang di lakukan yaitu, Penyuluhan tentang kewirausahaan dan pengetahuan bisnis pariwisata dan karateristikya, Pelatihan pemanfaatan digitalisasi dalam peningkatan pelayanan dan promosi pariwisata dan Pendampingan.
Pendampingan Kelompok Pengrajin Atap “Katu” untuk Meningkatkan Kualitas Produksi sebagai Material Penunjang Pariwisata Berkelanjutan: Assisting “Katu” Roof Craftsman Groups to Improve Production Quality for Sustainable Tourism Materials Kindangen, Jefrey I.; Mandey, Johansen; Kalalo, Loudy
Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 7 No. 3 (2025): Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v7i3.65220

Abstract

The continued growth of the tourism sector has increased the demand for natural and environmentally friendly building materials. Katu roofing, made from sugar palm leaves, holds strong potential as a supporting material for tourism facilities due to its aesthetic value, thermal performance, and use of local sustainable resources. However, artisans face challenges such as inconsistent production quality, limited market reach, and the absence of formal organizational structures. This Community Partnership Program (PKM) aims to improve production quality, strengthen marketing capacity, and promote the formation of artisan groups in North Minahasa Regency through outreach activities, production training, and marketing assistance. The program results indicate improved understanding of raw material processing, more aesthetically refined product designs, and increased awareness of the importance of collective organization to enhance market competitiveness. The program recommends stronger local government support, particularly in developing production centers and providing exhibition spaces to facilitate more effective product marketing. ABSTRAK Pembangunan sektor pariwisata yang terus berkembang meningkatkan kebutuhan akan bahan bangunan yang alami dan ramah lingkungan. Atap katu, berbahan daun pohon aren, memiliki potensi besar sebagai material penunjang pariwisata karena nilai estetika, kinerja termal, dan pemanfaatan sumber daya lokal. Namun, pengrajin menghadapi kendala berupa kualitas produksi yang belum konsisten, pemasaran terbatas, dan belum adanya kelembagaan usaha. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan memperbaiki kualitas produksi, memperkuat kapasitas pemasaran, dan mendorong pembentukan kelembagaan pengrajin atap katu di Kabupaten Minahasa Utara melalui penyuluhan, pelatihan produksi, dan pendampingan pemasaran. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman pengrajin terhadap pengolahan bahan baku, desain produk yang lebih estetis, serta pentingnya organisasi kelompok untuk meningkatkan daya tawar. Program ini merekomendasikan dukungan pemerintah daerah dalam pembentukan sentra produksi dan penyediaan ruang pamer untuk memfasilitasi pemasaran yang lebih efektif.
Pelatihan Dan Pendampingan Bagi Petani Pisang Goroho Menuju Digital Farm Untuk Memperkuat Inovasi Dan Pemasaran Produk Di Desa Rumoong Atas: Training and Mentoring for Goroho Banana Farmers Towards a Digital Farm to Strengthen Product Innovation and Marketing in Rumoong Atas Village Tolosang, Krest D; Rorong, Ita Pingkan F; Sari, Greydi Normala; Lumi, Angela N.M
Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 7 No. 2 (2025): VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v7i2.65280

Abstract

The Digital Farm Program for Goroho Banana Farmers in Rumoong Atas Village is an innovative initiative designed to integrate digital technology into agricultural production, management, and marketing processes. By utilizing social media, e-commerce, and other digital applications, farmers are expected to expand market access, improve operational efficiency, and reduce dependency on intermediaries. However, the implementation of digitalization faces challenges such as limited access to technology and low digital literacy among farmers. Therefore, this Training and Mentoring Program on Digital Farming was conducted to enhance farmers’ capacity in utilizing digital tools effectively. ABSTRAK Program Digital Farm untuk Petani Pisang Goroho di Desa Rumoong Atas merupakan inisiatif inovatif yang bertujuan untuk mengintegrasikan teknologi digital dalam proses produksi, manajemen, dan pemasaran hasil pertanian. Melalui penerapan media sosial, e-commerce, serta berbagai aplikasi digital, petani diharapkan dapat memperluas akses pasar, meningkatkan efisiensi usaha, dan mengurangi ketergantungan pada perantara. Namun, implementasi digitalisasi dihadapkan pada kendala seperti keterbatasan akses terhadap teknologi dan rendahnya literasi digital petani. Oleh karena itu, kegiatan Pelatihan dan Pendampingan Digital Farm dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan petani dalam memanfaatkan teknologi secara optimal. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan langsung dalam pengelolaan usaha berbasis digital. Target kegiatan ini adalah meningkatkan keterampilan digital petani, memperluas jaringan pemasaran, serta mendorong inovasi produk berbasis olahan pisang Goroho. Luaran yang dihasilkan mencakup publikasi artikel ilmiah pada jurnal pengabdian masyarakat ber-ISSN, peningkatan daya saing dan nilai tambah produk pertanian, penerapan iptek dalam manajemen usaha, serta publikasi media dan video edukatif di platform YouTube. Melalui kegiatan ini diharapkan kesejahteraan petani meningkat dan sektor pertanian di Desa Rumoong Atas berkembang menuju pertanian digital yang berkelanjutan.                  The program applied methods of education, training, and direct mentoring in managing digital-based agribusinesses. The main objectives are to strengthen farmers’ digital skills, expand product marketing networks, and foster innovation in Goroho banana-based products. The expected outputs include a scientific article published in an accredited community service journal (ISSN), improved competitiveness and value-added agricultural products, technology-based management practices, and dissemination through mass media and educational videos on YouTube. This program is expected to improve farmers’ welfare and promote the development of a sustainable digital agriculture system in Rumoong Atas Village.   Keywords: digital farm, product development, marketing innovation, digital literacy
Sistem Pemberdayaan Komunitas Berbasis Teknologi Pariwisata Berkelanjutan Di Kelurahan Kinilow Kota Tomohon: Sistem Pemberdayaan Komunitas Berbasis Teknologi Pariwisata Pinontoan, Benny; Titaley, Jullia; Montolalu, Chriestie E.J.C
Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 7 No. 3 (2025): Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v7i3.65489

Abstract

This study develops a technology-based community empowerment system to support sustainable tourism in Kinilow Village, Tomohon City. The initiative responds to the growing need for digital solutions that can enhance local participation, improve tourism management, and promote environmentally responsible practices. The system integrates key features such as digital tourism information services, community-based business mapping, training modules for local residents, and a reporting mechanism for environmental monitoring. Using a participatory approach, the development process involves community consultations, needs assessment, and iterative system design. The results show that the implemented system increases community engagement, strengthens local economic opportunities, and improves visitor access to accurate tourism information. Overall, this technology-based empowerment model provides a scalable solution for supporting sustainable tourism and can be adapted for other tourism-driven communities. ABSTRAK Penelitian ini mengembangkan sistem pemberdayaan komunitas berbasis teknologi untuk mendukung pariwisata berkelanjutan di Kelurahan Kinilow, Kota Tomohon. Sistem ini dirancang sebagai solusi digital yang mampu meningkatkan partisipasi masyarakat, memperkuat pengelolaan potensi wisata, serta mendukung praktik wisata yang ramah lingkungan. Fitur utama yang diintegrasikan meliputi layanan informasi wisata berbasis web, pemetaan usaha masyarakat, modul pelatihan digital, serta mekanisme pelaporan kondisi lingkungan. Metode pengembangan dilakukan melalui pendekatan partisipatif yang mencakup survei kebutuhan, konsultasi warga, serta perancangan sistem secara bertahap. Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem ini meningkatkan keterlibatan masyarakat, membuka peluang ekonomi lokal, serta menyediakan informasi wisata yang lebih akurat bagi pengunjung. Secara keseluruhan, model pemberdayaan berbasis teknologi ini berpotensi direplikasi pada kawasan wisata lainnya sebagai upaya mendukung pengembangan pariwisata yang berkelanjutan.