cover
Contact Name
Ira Risye Manggribeth
Contact Email
risyemanggribeth@gmail.com
Phone
+6281340277108
Journal Mail Official
vivabio@unsrat.ac.id
Editorial Address
Biology Departement, Sam Ratulangi University, Manado
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Vivabio : Jurnal Pengabdian Multidisiplin
ISSN : 26851091     EISSN : 26851091     DOI : https://doi.org/10.35799/vivabio
VIVABIO adalah nama jurnal berkala ilmiah yang terbit 3 kali setahun yang memuat naskah atau artikel ilmiah hasil penerapan ilmu dan pengetahuan (Iptek) dalam bentuk pengabdian di masyarakat, hasil laporan kegiatan pelatihan dan pendampingan di masyarakat yang didasari gagasan ilmiah dan berdampak sosial humaniora. Pelaku pelaksana pengabdian dapat dilakukan oleh peneliti, akademisi, pendidik, rohaniawan, pemerintah dan masyarakat peduli sosial humaniora.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 154 Documents
Pelatihan dan Pendampingan Tentang Keamanan Produk Pangan Industri Rumah Tangga Usaha Mikro di Desa Kalawat Kecamatan Kalawat.: Training and Mentoring regarding Food Product Safety for Home Industry and Micro Small in Kalawat Village, Kalawat District Rotinsulu, Tri Oldy; Kindangen, Paulus; Kumenaung, Anderson
Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 7 No. 1 (2025): VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v7i1.60287

Abstract

This service activity aims to provide training and assistance to Micro and Small Enterprises on the Safety of Household Industrial Food Products in Kalawat Village, Kalawat District. The purpose of this service is to provide an introduction to the importance of having knowledge and information about food safety for household industry players who are just starting a business or who are already running their businesses. The community service methods used are counseling, training and mentoring. The results obtained from this activity are that the Kalawat MSME industry business actors gain understanding, skills in processing food properly and safely. The increase in knowledge from the evaluation of knowledge and information about food safety for micro and small business actors in the household industry increased by 90%. Around 90 percent of the trainees have understood the purpose and purpose of this service activity. The results of the posttest for the training 89 percent of the trainees have understood food safety, the mechanism for managing food household industry permits. ABSTRAK Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan pelatihan dan pendampingan kepada Usaha Mikro Kecil tentang Keamanan Produk Pangan Industri Rumah Tangga di Desa Kalawat Kecamatan Kalawat. Tujuan pengabdian ini memberikan pengenalan tentang pentingnya memiliki pengetahuan dan informasi tentang  keamanan pangan  bagi pelaku industri rumah tangga  yang  baru  memulai usaha  ataupun yang sudah menjalankan usahanya. Metode pengabdian kepada masyarakat yang digunakan adalah penyuluhan, pelatihan dan pendampingan. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini para pelaku usaha industri UMKM Kalawat mendapatkan pemahaman, ketrampilan dalam mengolah pangan dengan baik dan aman. Peningkatan pengetahuan hasil evaluasi terhadap pengetahuan dan informasi tentang  keamanan pangan  bagi pelaku  usaha mikro dan kecil di Industri rumah tangga meningkat 90%. Sekitar 90 persen peserta pelatihan  telah memahami  maksud dan tujuan  kegiatan pengabdian ini. Hasil postest untuk pelatihan  89 persen  para peserta pelatihan  telah memahami  mengenai keamanan pangan, mekanisme  pengurusn ijin industri rumah tangga pangan.
PENERAPAN TEKNOLOGI SEXING SPERMATOZOA SAPI GUNA MENDAPATKAN JENIS KELAMIN ANAK YANG DIHARAPKAN: Application of Spermatozoa Sexing Technology in Cattle to Obtain The Desired Offspring Sex Rumende, Rooije Roogerse Herolflijn; Rares, Fredine Esther Silvana; Rares, Laya
Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 7 No. 1 (2025): VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v7i1.59265

Abstract

One of the common challenges faced by the community in managing cattle farming has been the reliance on manual reproduction methods. The drawback of using only manual reproduction is the limited increase in production and the inability to control the gender of the calves born. The separation of X and Y chromosome spermatozoa, known as sexing, can be implemented using the Percoll Density Gradient Centrifugation (PDGC) method. This method is advantageous because it is easy to apply, practical, valid, and cost-effective. Reproductive management still requires the application of practical technologies within farming groups to enhance the reproductive performance of cattle. This is necessary to increase livestock production in line with efforts to boost the productivity of cattle farming enterprises. The primary objective of improving cattle reproductive performance through sexing-based breeding is to increase the cattle population with the desired calf gender, enhance the birth rate and the quality of calves with the preferred gender, ensure the availability of replacement breeding stock, improve productivity and efficiency in cattle farming operations, and ultimately increase farmers' income and welfare through the application of sexing spermatozoa. The approach used involves outreach activities and training, including the introduction and demonstration of sexing technology using semen, as well as practical training in sexing techniques. The target partners for this initiative are cattle farmers in Kamasi Satu Village, Tomohon City. The training outcomes showed that participants gained an understanding of the sexing process for cattle spermatozoa to produce calves of the desired gender. Additionally, it has long-term benefits for sustainable cattle reproduction. By utilizing managed livestock, farmers can reduce dependency on natural cattle breeding and contribute to increasing the economic value of local livestock products. ABSTRAK           Selama ini kelemahan umum yang dijumpai di kalangan masyarakat dalam pengelolaan ternak sapi adalah reproduksi dilaksanakan secara manual. Dampak dari pengembangan ternak, jika hanya melaksanakan reproduksi sapi secara manual adalah, peningkatan produkksi terbatas, jenis kelamin anak sapi yang dilahirkan tidak dapat dikendalikan. Pemisahan kromosom X dan Y spermatozoa yang dikenal dengan sexing dapat dilaksanakan dengan menggunakan metode sentrifugasi gradien densitas percoll (SGDP). Keuntungan penggunaan metode SGDP selain mudah dilaksanakan dan dapat diaplikasikan, juga merupakan metode yang valid dan menekan biaya (murah). Manajemen perkembangbiakan masih memerlukan tindakan penerapan teknologi aplikatif kelompok peternak untuk meningkatkan kinerja reproduksi sapi sehingga dapat. Hal tersebut perlu dilakukan agar supaya produksi ternak meningkat seiring dengan peningkatan produktivitas usaha sapi. Tujuan memperbaiki kinerja reproduksi sapi dengan perkawinan sexing, adalah meningkatkan populasi sapi sesuai jenis kelamin anak yang diharapkan, meningkatkan jumlah kelahiran dan mutu pedet berjenis kelamin yang diharapkan, meningkatkan persediaan calon induk replacement, meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha peternakan sapi dan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan peternak sapi dari hasil penerapan penggunaan semen  sexing-sperm.  Metode yang digunakan penyuluhan penerapan dan pelatihan pengenalan dan peragaan teknologi penerapan sexing menggunakan semen serta pelatihan berupa teknik sexing. Mitra yang dirangkul dalam kegiatan ini adalah  peternak sapi di Kelurahan Kamasi Satu Kota Tomohon. Hasil pelatihan adalah, peserta memahami proses sexing spermatozoa sapi untuk mendapatkan jenis kelamin anak yang diharapkan. Juga memberikan dampak jangka panjang dari segi keberlanjutan reproduksi sapi. Dengan memanfaatkan sapi yang diternak, para peternak tidak hanya bisa mengurangi ketergantungan pada perkawinan sapi secara  alamiah, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan nilai ekonomi produk lokal
Implementasi Perda Kota Denpasar Nomor 8 Tahun 2023 Melalui Sosialisasi Peran Bank Sampah dalam Mengurangi Sampah di Desa Tegal Harum: The Implementation of (Denpasar City Regulation Number 8 of 2023 Through Socialization of the Role of Waste Banks in Reducing Waste in Tegal Harum Village) Antari, Ni Putu Bayu Widhi; Farendra, Dewa Gede Dedy
Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 7 No. 1 (2025): VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v7i1.60819

Abstract

This community service aims to raise awareness and encourage active participation of the community in supporting the implementation of Denpasar City Regional Regulation No. 8 of 2023 through the socialization of the role of waste banks in reducing household waste in Tegal Harum Village. The methods used in this community service include observation, socialization, and the implementation of waste banks. Efforts to increase community participation in the waste bank implementation were carried out through door-to-door socialization, followed by the distribution of flyers and sacks. The results of the socialization showed that out of 50 people who received the socialization, 19 people came to exchange recyclable waste for savings balances. ABSTRAK Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan mendorong partisipasi aktif masyarakat untuk mendukung implementasi Peraturan Daerah Kota Denpasar No. 8 Tahun 2023 melalui sosialisasi peran Bank Sampah dalam mengurangi sampah rumah tangga di Desa Tegal Harum. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini meliputi observasi, sosialisasi dan pelaksanaan bank sampah. Upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan bank sampah dilakukan dengan sosialisasi jemput bola ke rumah-rumah warga diikuti dengan pembagian flyer dan karung. Hasil dari sosialisasi yang dilaksanakan tersebut yakni dari 50 orang yang mendapatkan sosialisasi ada sebanyak 19 orang yang datang untuk menukarkan sampah daur ulang menjadi saldo tabungan. Kata kunci: Bank sampah; sosialisasi; partisipasi; implementasi.
Penyuluhan dan Edukasi Potensi Sumber Daya Alam Sekitar Sebagai Bahan Baku Obat dan Pangan Fungsional Desa Marinsow Likupang Minahasa Utara: Counseling and Education on the Potential of Environmental Natural Resources as Raw Materials for Medicine and Functional Food in Marinsow Village, Likupang, North Minahasa Pandiangan, Dingse; Nainggolan, Nelson; Maramis, Redway Truman Douglas
Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 7 No. 2 (2025): VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v7i2.61852

Abstract

Marinsow Village, located in East Likupang District, North Minahasa Regency, North Sulawesi Province, has a wealth of biological natural resources that have great potential to be developed as raw materials for traditional medicine and functional food. Unfortunately, the use of this potential by the local community is still limited, both due to limited knowledge and the lack of accessible scientific information. Based on these conditions, this community service activity was carried out with the aim of providing counseling and education to the people of Marinsow Village about the types of local plants that have medicinal properties and potential as functional food with high economic and health value. The method of implementing the activity is carried out through a participatory approach in the form of interactive lectures, group discussions, and demonstrations of simple processing of natural materials into value-added products. The results of the activity show high community enthusiasm and increased knowledge and understanding of the importance of conservation and wise use of local natural resources. Some plants that were previously considered wild are now starting to be considered for cultivation, such as turmeric, curcuma leaves, moringa leaves, and ginger. It is hoped that in the future, the people of Marinsow Village can develop herbal products and functional foods based on local wisdom that not only increase family health resilience, but also open up new economic opportunities based on village potential. This activity is expected to be the first step towards the sustainable development of healthy and independent villages.  ABSTRAK Desa Marinsow, yang terletak di Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara,Provinsi Sulawesi Utara, memiliki kekayaan sumber daya alam hayati yang sangat potensial untukdikembangkan sebagai bahan baku obat tradisional dan pangan fungsional. Sayangnya,pemanfaatan potensi tersebut oleh masyarakat setempat masih terbatas, baik karena keterbatasanpengetahuan maupun minimnya informasi ilmiah yang dapat diakses. Berdasarkan kondisitersebut, kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikanpenyuluhan dan edukasi kepada masyarakat Desa Marinsow mengenai jenis-jenis tumbuhan lokalyang memiliki khasiat obat serta potensi sebagai pangan fungsional yang bernilai ekonomi dankesehatan tinggi. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pendekatan partisipatif berupaceramah interaktif, diskusi kelompok, dan demonstrasi pengolahan sederhana bahan alam menjadiproduk bernilai tambah. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi sertameningkatnya pengetahuan dan pemahaman tentang pentingnya konservasi dan pemanfaatansumber daya alam lokal secara bijak. Beberapa tanaman yang sebelumnya dianggap liar kini mulaidipertimbangkan untuk dibudidayakan, seperti kunyit, temulawak, daun kelor, dan jahe. Harapanke depannya, masyarakat Desa Marinsow dapat mengembangkan produk herbal dan panganfungsional berbasis kearifan lokal yang tidak hanya meningkatkan ketahanan kesehatan keluarga,tetapi juga membuka peluang ekonomi baru berbasis potensi desa. Kegiatan ini diharapkan menjadilangkah awal menuju pengembangan desa sehat dan mandiri secara berkelanjutan.
Pemberdayaan Masyarakat Tani Desa Kayuuwi Kecamatan Kawangkoan Tentang Pembuatan Pupuk Organik dari Limbah Pertanian dan Rumah Tangga : Community Empowerment of Kayuuwi Village Farmers, Kawangkoan District Regarding Organic Fertilizer Based on Agricultural and Household Waste Satiman, Utari; Rungkat, Jouveline; Batmetan, Johan; Taulu, Marthy
Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 7 No. 2 (2025): VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v7i2.62930

Abstract

The Community Service activity partners are the Farmer Community, who are members of the Berkat Kayuuwi Kawangkoan Minahasa farmer group, with the following problems faced by the partners: 1) Low knowledge of farmer group members about organic fertiliser. 2) Low skills of farmers in empowering agricultural waste and household waste into organic fertiliser. 3). Low knowledge and skills of farmers in innovating daily community life activities in Kayuuwi Village, Kawangkoan District, such as household activities, farming, livestock raising which are found to have much waste that can be used as raw materials for making organic fertiliser so that it can increase community income while improving the quality of the soil and the surrounding environment. The methods used to achieve the PKM objectives were carried out in stages and systematically, starting with outreach and training. Then, direct field assistance until all activities were completed and partner issues were resolved. In addition to theoretical training, participants were also involved in hands-on practice in making solid compost. They were taught how to use a simple shredder as part of the application of appropriate technology. Evaluation was conducted by comparing pre-test and post-test results to assess participants' knowledge gains. The evaluation results showed a significant increase in farmers' understanding and skills, even reaching a 300% increase in some topics. Furthermore, organic fertiliser produced from agricultural and household waste was also directly utilised in peanut cultivation activities by farmer groups. This activity was not only educational but also productive because it encouraged farmers to be independent in meeting their fertiliser needs and opened up small business opportunities in organic farming. ABSTRAK Mitra kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) adalah Masyarakat Tani yang tergabung dalam kelompok tani Berkat Kayuuwi Kawangkoan Minahasa dengan permasalahan yang dihadapi mitra sebagai berikut: 1). Rendahnya pengetahuan anggota kelompok tani tentang pupuk organik. 2). Rendahnya keterampilan petani  dalam memberdayakan limbah pertanian dan limbah rumah tangga menjadi pupuk organik. 3). Rendahnya pengetahuan dan keterampilan petani dalam menginovasi aktifitas kehidupan masyarakat sehari-hari di Desa kayuuwi Kecamatan Kawangkoan, seperti aktivitas Rumah tangga, bercocok tanam, beternak yang didapati banyak limbahnya yang bisa dimanfaatkan menjadi bahan baku pembuatan pupuk organik sehingga bisa menambah pendapatan masyarakat sekaligus memperbaiki kualitas tanah dan lingkungan sekitar.  Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan PKM dilakukan secara bertahap dan sistematis dimulai dari sosialisasi, pelatihan, hingga pendampingan langsung di lapangan sampai seluruh kegiatan selesai dan permasalahan mitra teratasi.  Selain pelatihan teori, peserta juga dilibatkan dalam praktek langsung pembuatan pupuk kompos padat. Mereka diajarkan menggunakan mesin pencacah sederhana sebagai bagian dari penerapan teknologi tepat guna. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan petani, bahkan pada beberapa topik mencapai kenaikan hingga 300%. Tidak hanya itu, pupuk organik yang dihasilkan dari limbah pertanian dan rumah tangga juga langsung dimanfaatkan dalam kegiatan budidaya kacang tanah oleh kelompok tani. Kegiatan ini tidak hanya bersifat edukatif tetapi juga produktif karena mampu mendorong petani untuk mandiri dalam memenuhi kebutuhan pupuk serta membuka peluang usaha kecil di bidang pertanian organik.    
Peningkatan Pengetahuan Warga Terhadap Pengelolaan Dan Pengolahan Sampah Di Desa Tarikolot Majalengka Jawa Barat: (Increasing Community Knowledge of Waste Management and Processing in Tarikolot Village, Majalengka, West Java) Hamidah, Siti Nur; Anggara, Ikbal; Noval, Muhamad
Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 7 No. 2 (2025): VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v7i2.63244

Abstract

Waste is one of the problems that never seems to be resolved, whether it comes from households, industries, or markets, which can cause environmental pollution. One of them is located in the Majalengka area, specifically in the Village/Sub-district of Tarikolot, where waste remains an unresolved problem due to the suboptimal management and processing of waste carried out by the Community. This Community Service Program aims to increase the knowledge and insight of residents regarding the importance of protecting the environment, increasing knowledge regarding the management and processing of waste, both organic, inorganic and B3, as well as knowing the recycling process for organic waste into compost, as well as inorganic waste can be used as household goods and handling of B3 waste. This research was conducted in Tarikolot Village, Majalengka, West Java. The respondents who participated were approximately 15 residents of Tarikolot. This program includes socialization and education on waste management, as well as the provision of waste bin facilities. The method used is direct observation, as well as the distribution of pre-test and post-test questionnaires to residents to measure the increase in residents' knowledge of waste and waste management and processing. Testing was conducted using the normality test with the Shapiro-Wilk and Wilcoxon Signed Ranks Tests, both of Which Were Performed using SPSS software. The results of the community service obtained show that after the socialization, there is a change in residents' knowledge of waste and management and processing, as seen based on the results of the pre-test and post-test which have increased and have an asymptotic.Sig value of 0.001, so it can be concluded that there is an increase in knowledge about waste among Tarikolot residents after the socialization. ABSTRAK Sampah menjadi salah satu permasalahan yang tidak pernah ada hentinya untuk diselesaikan, baik berasal dari rumah tangga, industri maupun pasar yang dapat menimbulkan pencemaran lingkungan. Salah satunya di daerah Majalengka tepatnya Desa/Kel. Tarikolot sampah masih menjadi masalah yang belum terselesaikan dikarenakan belum optimalnya pengelolaan dan pengolahan sampah yang  dilakukan oleh Masyarakat. Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan warga terhadap pentingnya menjaga lingkungan, pengetahuan yang meningkat terhadap pengelolaan dan pengolahan sampah baik organik, anorganik maupun B3 serta mengetahui proses pendaur ulangan terhadap sampah organik menjadi pupuk kompos juga sampah anorganik bisa dimanfaatkan menjadi barang rumah tangga dan penanganan terhadap sampah B3. Penelitian ini dilakukan di Desa Tarikolot Majalengka Jawa Barat responden yang mengikuti terdapat sekitar 15 warga Tarikolot, program ini melibatkan sosialiasasi dan edukasi pengetahuan terkait pengelolaan sampah serta penyediaan fasilitas tempat sampah. Metode yang digunakan berupa  observasi langsung, juga penyebaran kuesioner pre-test dan post-test  terhadap warga untuk mengukur peningkatan pengetahuan warga terhadap sampah serta pengelolaan dan pengolahan sampah, pengujian menggunakan uji normalitas dengan Shapiro Wilk dan uji Wilcoxon Signed Ranks Test menggunakan software SPSS . Hasil pengabdian yang didapatkan menunjukkan setelah dilakukan sosialisasi bahwa terdapat perubahan pengetahuan warga terhadap sampah serta pengelolaan dan pengolahan dilihat berdasarkan hasil pre-test dan post test yang meningkat dan memiliki nilai Asymp.Sig 0.001 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan tentang sampah pada warga Tarikolot setelah dilakukan sosialisasi.
Entrepreneurial Development of C Pengembangan Wirausaha Cabai Rawit Varietas Bara F-1 Pada Kelompok Tani Wanita Berdikari Melalui Aplikasi Teknologi ULiBiCo, EM4 dan Plastikultur-MPHP : Entrepreneurial Development of Cayenne Pepper Variety Bara F-1 in the Berdikari Women Farmers Group through Technology Applications ULiBiCo, EM4 and MPHP Sakul, Ernest Hanny; Manoppo, Jacklin Stella Salome; Ngangi, Jantje; Rayer, Debby Jacqueline Jochebed; Nangoy, Wiesye Maya Selfia; Lawalata, Helen Joan; Rompas, Christny Ferdina Evie; Djarang, Rievo Handry; Sakul, Zefanya Escriva Rafael; Tengker, Anita Costanci Christine; Rawung, Stanny Sicilia; Silangen, Patricia Mardiana; Rumondor, Desire Atna Sridanty
Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 7 No. 2 (2025): VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v7i2.63298

Abstract

Tonsealama is a village that has the potential to develop an environmentally friendly organic-based agribusiness farmer group business that has maximum agribusiness products and high economic value. The livelihood of the villagers is dominated by farmers and farm laborers and only a small part is engaged in services. The development of agribusiness entrepreneurship of raw chilli bara F1 variety for women's farmer groups in Keroit village is deemed necessary to be developed, in order to utilize idle land and organic household waste products. This is also a business opportunity to increase household economic income and the welfare of women's farmer groups and their members. Based on the above, the Community Partnership Program for Women Farmers Group in Tonsealama Village was implemented. This program includes the use of agricultural technology products in the form of ULiBiCo (Unima Liquid Biofertilizer Combination) and Effective Microorganism (EM4) applications that help the decomposition process of chicken manure waste into quality organic fertilizer, and combined with the use of silver black plastic mulch technology (MPHP) and bioinsecticide-based pest control, it turns out to be able to provide good yields in the cultivation of cayenne pepper plants of the bara F-1 variety. The morphological character of the first harvest obtained is the quality of the cayenne pepper fruit, which has a sharp fruit, with a length of ± 3 cm, a diameter of ± 0.4 cm, shiny red skin, spicy taste, and can be harvested at the age of 78 - 100 days after planting (HST), the average yield of this cayenne pepper is 0.85 - 1.0 kg per plant, with a weight per fruit ranging from 0.9 - 1.8 grams and has a potential yield of 8.9 - 10 tons / ha. ABSTRAK Tonsealama merupakan desa yang memiliki potensi untuk dikembangkannya sebuah usaha kelompok tani agribisnis berbasis organik ramah lingkungan yang memiliki produk hasil agribisnis yang maksimal dan bernilai ekonomi tinggi. Mata pencaharian penduduk desa masih didominasi oleh para petani. Pengembangan wirausaha agribisnis cabai rawit varietas bara F1 pada kelompok tani wanita di desa Tonsealama dirasa perlu untuk dikembangkan, guna memanfaatkan lahan tidur dan produk limbah organik rumah tangga. Hal ini juga merupakan sebuah peluang usaha untuk meningkatkan pendapatan ekonomi rumah tangga dan kesejahteraan kelompok tani wanita beserta anggotanya. Berdasarkan hal tersebut di atas, maka dilaksanakanlah Program Kemitraan Masyarakat Kelompok Tani Wanita di Desa Tonsealama. Program ini meliputi pemanfaatan produk teknologi pertanian berupa aplikasi ULiBiCo (Unima Liquid Biofertilizer Combination) dan Effective Microorganism (EM4) yang membantu proses dekomposisi limbah kotoran ayam menjadi pupuk organik berkualitas, dan dikombinasikan dengan pemanfaatan teknologi mulsa plastik hitam perak (MPHP) serta pengendalian hama berbasis bioinsektisida, ternyata mampu memberikan hasil panen yang baik dalam budidaya tanaman cabai rawit varietas bara F-1. Karakter morfologi hasil panen pertama yang diperoleh yaitu kualitas buah cabai rawit memiliki buah lancip, dengan panjang ± 3 cm, diameter ± 0,4 cm, kulit buah berwarna merah mengkilap, berasa pedas,  dan dapat dipanen pada umur 78 - 100 hari setelah tanam (HST), rata-rata hasil cabai rawit ini yaitu 0,85 - 1,0 kg per tanaman, dengan bobot per buah berkisar 0,9 – 1,8 gram dan memiliki potensi hasil 8,9 – 10 ton/ha.
The Stigma Reduction in Tuberculosis (TB) to Increasing TB Case Detection Among Women's Communy in Abepura, Papua: Stigma Reduction in Women's Community in Abepura- Papua to Increase Tuberculosis (TB) Case Detection Sianturi, Elfride Irawati; Gunawan, Elsye; Appa, Felycitae Ekalaya; Soltief, Sitti Nurdjaja; Suthelie, Chinry Charolina; Febriyanti, Christine; Rusnaeni, Rusnaeni
Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 7 No. 2 (2025): VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v7i2.63904

Abstract

Papua Province is one of the regions with the highest number of tuberculosis cases, and this is a serious problem for the province and the surrounding area. The most significant impact of this disease on the community is a decline in quality of life and health status. Although patient care, evaluation of new treatments, and tuberculosis prevention strategies are constantly being updated, tuberculosis remains the leading cause of morbidity. The shame people feel around tuberculosis makes it hard to control the disease. TB patients are more likely to conceal their condition, which leads to delayed detection and increased transmission. The objective of this initiative is to enhance the involvement of women's groups in the region in recognizing TB symptoms and mitigating the stigma surrounding TB. The methods used were counseling and testimonials from TB patients who had recovered. The activity was participated in by a total of 19 women, and their stigma was observed before and after the activity. The results showed a tendency for significant change if this activity was carried out regularly, with the reduction in stigma leading to the community actively supporting early detection of TB when they saw symptoms of the disease without fear of being stigmatized by TB. ABSTRAK Provinsi Papua merupakan salah satu wilayah dengan kasus TBC tertinggi. Dampak yang paling dirasakan oleh masyarakat mengenai penyakit ini yakni terjadinya penurunan kualitas hidup dan status kesehatan. Meskipun perawatan pasien, evaluasi terhadap perawatan baru atau strategi pencegahan TBC selalu diperbaharui tetapi TBC masih menjadi penyebab utama morbiditas. Stigma yang memiliki keterkaitan pada TBC menghambat keseluruhan dari aspek yang terkait dengan pengendaliannya TBC. Para pasien yang terkena TBC jauh lebih cenderung untuk menyembunyikannya kondisi yang sedang mereka alami dan hal ini mengakibatkan  keterhambatan pendeteksian kasus hingga membuat terjadinya penularan yang lebih meluas. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan partisipasi kelompok wanita di daerah tersebut mampu mengenali gejala TBC serta pengurangan stigma terhadap TBC dapat dikurangi. Metode yang dilakukan adalah penyuluhan dan testimoni pasien TBC yang sudah sembuh. Sebanyak 19 perempuan mengikuti kegiatan ini dengan melihat stigma mereka sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil yang didapat bahwa adanya kecenderungan akan adanya perubahan secara signifikan bila kegiatan ini rutin dilakukan sehingga pengurangan stigma ini akan menyebabkan Masyarakat secara aktif mendukung pendeteksian dini TBC Ketika melihat simptom dari penyakit ini tanpa takut akan distigmatisasi.
PEMANFAATAN LIMBAH ORGANIK RUMAH TANGGA MENJADI CAIRAN MULTIGUNA ECO ENZYME: Utilization of Household Organic Waste Becomes Cairan Multiguna Eco Enzyme Wantania, Johanna Zusye; Roring, Verawati Ida Yani; Rahardiyan, Dino; Moko, Emma Mauren; Rawung, Livana Dethris
Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 7 No. 2 (2025): VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v7i2.64366

Abstract

Household waste contributes the largest share of daily waste production, necessitating waste management and the participation of women, as those responsible for managing household waste. Eco Enzyme is a product processed from organic waste to produce a multi-purpose liquid that is highly beneficial for women as housewives. The purpose of this activity is to manage waste through the production of eco-enzyme for women in the Sion Ranomut Congregation. This activity increases the knowledge and skills of women in waste management. Furthermore, this activity serves as a means of dissemination and training for women, fostering their enthusiasm and love for the environment at home and beyond. It also serves as a platform for lecturers to implement knowledge and conduct off-campus activities to achieve the Key Performance Indicators for Universities and Campuses with Impact. ABSTRAK Sampah rumah tangga menyumbang jumlah terbesar terhadap produksi sampah sehari-hari sehingga perlu tindakan pengolahan sampah dan partisipasi dari Wanita Kaum Ibu yang merupakan salah satu yang bertanggung jawab untuk mengelola sampah hasil kegiatan rumah tangga. Eco Enzyme merupakan salah satu produk olahan dari limbah organik untuk menghasilkan cairan serbaguna yang sangat bermanfaat untuk kebutuhan wanita kaum ibu sebagai ibu rumah tangga. Tujuan kegiatan ini adalah pengelolaan sampah dengan pembuatan melalui pembuatan Eco Enzyme bagi wanita kaum ibu di Jemaat Sion Ranomut. Melalui kegiatan ini terjadi peningkatan pengetahuan dan ketrampilan wanita kaum ibu tentang pengelolaan sampah, selain itu kegiatan ini menjadi media diseminasi dan pelatihan bagi wanita kaum ibu dalam menumbuhkan semangat dan kecintaan wanita kaum ibu terhadap lingkungan di rumah dan sekitarnya serta bagi dosen dalam implementasi ilmu pengetahuan serta melakukan kegiatan luar kampus dalam upaya pencapaian Indikator Kinerja Utama Perguruan Tinggi dan Kampus berdampak.
PENGUATAN JIWA KEWIRAUSAHAAN SISWA SMK DI PAMEKASAN MELALUI PELATIHAN GREEN SINTESIS NANOPARTIKEL SENG OKSIDA UNTUK APLIKASI TABIR SURYA: Strengthening the Entrepreneurial Spirit of Vocational High School Students in Pamekasan Through Training on Green Synthesis of Zinc Oxide Nanoparticles for Sunscreen Applications Jan Ady; Rudyardjo, Djony Izak; Ukhrowiyah, Nuril; Siswanto, Siswanto; Aminatun, Aminatun; Hikmawati, Dyah; Nabila, Desvika Yumna; Ferdy , Ferdy
Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 7 No. 2 (2025): VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v7i2.64555

Abstract

Strengthening the entrepreneurial spirit of vocational high school (SMK) students is a strategic step in addressing the challenges of the job market and creating opportunities for independent business ventures. This study aims to enhance the entrepreneurial mindset of SMK students in Pamekasan through training on the green synthesis of zinc oxide (ZnO) nanoparticles, applied as an eco-friendly sunscreen base. The training methods included lectures, demonstrations, laboratory practices, and interactive discussions. Plant extracts from local resources were used as natural reducing agents in the synthesis process. The results showed an increase in students’ knowledge of nanotechnology, environmental awareness, and entrepreneurial skills, as evidenced by their ability to produce prototypes of ZnO-based sunscreen. In conclusion, this training not only introduced environmentally. ABSTRAK Penguatan jiwa kewirausahaan siswa SMK menjadi langkah strategis dalam menghadapi tantangan dunia kerja dan menciptakan peluang usaha mandiri. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan semangat kewirausahaan siswa SMK di Pamekasan melalui pelatihan green sintesis nanopartikel seng oksida (ZnO) yang diaplikasikan sebagai bahan dasar tabir surya ramah lingkungan. Metode pelatihan meliputi ceramah, demonstrasi, praktik laboratorium, dan diskusi interaktif. Bahan yang digunakan dalam sintesis adalah ekstrak tanaman lokal sebagai agen reduktor alami. Hasil pelatihan telah menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa tentang nanoteknologi, kesadaran lingkungan, serta keterampilan kewirausahaan, yang terlihat dari kemampuan mereka menghasilkan prototipe tabir surya berbasis ZnO. Kesimpulannya, pelatihan ini tidak hanya memperkenalkan teknologi ramah lingkungan, tetapi juga menjadi sarana efektif dalam menumbuhkan jiwa wirausaha siswa melalui pemanfaatan potensi lokal berbasis inovasi ilmiah.