cover
Contact Name
Ira Risye Manggribeth
Contact Email
risyemanggribeth@gmail.com
Phone
+6281340277108
Journal Mail Official
vivabio@unsrat.ac.id
Editorial Address
Biology Departement, Sam Ratulangi University, Manado
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Vivabio : Jurnal Pengabdian Multidisiplin
ISSN : 26851091     EISSN : 26851091     DOI : https://doi.org/10.35799/vivabio
VIVABIO adalah nama jurnal berkala ilmiah yang terbit 3 kali setahun yang memuat naskah atau artikel ilmiah hasil penerapan ilmu dan pengetahuan (Iptek) dalam bentuk pengabdian di masyarakat, hasil laporan kegiatan pelatihan dan pendampingan di masyarakat yang didasari gagasan ilmiah dan berdampak sosial humaniora. Pelaku pelaksana pengabdian dapat dilakukan oleh peneliti, akademisi, pendidik, rohaniawan, pemerintah dan masyarakat peduli sosial humaniora.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 150 Documents
PKM Pasang Planel Surya Oven Biovina Untuk Perbaikan Bahan Baku: Penurunan Kadar Air dan Kontaminasi Kapang: PKM Installs Planel Solar Biovina Oven for Raw Material Repair: Moisture Content Reduction and Mold Contamination Nainggolan, Nelson; Pandiangan, Dingse; Adinata, Harni Seven
Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 6 No. 2 (2024): VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v6i2.58421

Abstract

Biovina MSME products received directions from BPOM to re-test products that will be registered with BPOM. It was only after Biovina repaired the raw materials used that were drier and only re-tested because the previous materials were too old so that the results did not meet the requirements (not standardized). Because of this situation, Inventors always help MSMEs in meeting their needs so that they can still be worthy of CPOTB. Assistance is carried out so that problems can be overcome. The purpose of this program is to improve the process of providing quality raw materials with BPOM standards with a good drying process. Good products from standardized raw materials by improving and offering new products in the form of capsules and dryers that are fast and feasible according to BPOM standards. The specific target and purpose of this assistance is the process of making a large Biovina dryer power source and the electricity often goes out so that the raw materials are not good. Through this assistance, electricity from solar power is made with a size of 2x1 meters so that it can reduce electricity expenditure every day so that drying and the quality of raw materials and products increase and improve. A stable power source certainly improves the drying and processing process according to BPOM standards and the form of products in capsules registered and certified at BPOM and ready to use which are marketed online or on the website. The implementation methods that will be applied to this program are counseling, training, mentoring and evaluation of the aspects that cause the problems of the SMEs. The outputs of this program include Biovina products in the form of capsules that have been packaged in bottles and boxes that have been registered with BPOM and the results of the activity are published through Sinta 5 accredited journals.  Keywords: Solar Energy;  Drying; Quality Improvement; Product; Biovina. ABSTRAK Produk UMKM Biovina mendapat arahan dari BPOM untuk menguji kembali produk yang akan didaftarkan di BPOM. Kedudian setelah Biovina memperbaiki bahan baku yang digunakan yang lebih kering dan baru diadakan kembali pengujian karena bahan sebelumnya sudah terlalu lama sehingga hasilnya tidak memenuhi syarat (tidak terstandar). Oleh karena keadaan tersebut Inventor yang selalu membantu UMKM dalam memenuhi kebutuhannya agar tetap bisa layak CPOTB. Pendampingan dilakukan agar permasalahan dapat diatasi. Tujuan program ini untuk meningkatkan proses penyediaan bahan baku yang bermutu standar BPOM dengan proses pengeringan yang baik. Produk yang baik dari bahan baku yang terstandar dengan memperbaiki serta menawarkan produk baru dalam bentuk kapsul dan alat pengering yang cepat dan layak terstandar BPOM. Target dan tujuan khusus pendampingan ini adalah proses pembuatan sumber listrik alat pengering Biovina yang besar dan listrik sering padam sehingga bahan baku kurang yang baik. Melalui pendampingan ini listrik dari tenaga surya dibuat dengan ukuran 2x1 meter sehingga bisa menurunkan pengeluaran listrik setiap hari sehingga pengeringan dan mutu bahan baku dan produk meningkat dan terjada. Sumber listrik yang stabil tentu meningkatkan proses pengeringan dan pengolahannya terstandar BPOM serta bentuk produk dalam kapsul diregistrasi dan tersertifikasi di BPOM dan siap pakai yang dipasarkan secara online atau website. Adapun metode pelaksanaan yang akan diterapkan pada program ini yaitu penyuluhan, pelatihan, pendampingan dan evaluasi terhadap aspek-aspek yang menyebabkan masalah UKM tersebut. Luaran dari program ini meliputi produk Biovina dalam bentuk kapsul yang sudah dikemas dalam Botol dan kotak sudah teregistrasi di BPOM dan hasil kegiatas dipublikasi lewat jurnal terakreditasi Sinta 5.  
Upaya Peningkatan Budidaya Ayam Boiler Di Desa Curah Nongko Kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember: Efforts to Increase Boiler Chicken Cultivation in Curah Nongko Village Tempurejo District Jember Regency Immawan; Widjonarko, Widjonarko; Setiabudi, Dodi; Hadi, Widyono
Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 6 No. 3 (2024): VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v6i3.53386

Abstract

The high level of consumption of chicken meat as one of the protein sources is the community's primary choice, so the breeding process becomes crucial. The hatching process requires a long time, and the results could be more optimal. Based on the explanation above, the study designed an egg incubator to hatch more eggs. The village area of Nongko Tempurejo District, Jember Regency, is one of the centers of boiler chicken cultivation. Chicken livestock still uses manual methods in egg-shaping, so egg hatching could be more optimal and requires special attention from farmers. Applying an automatic egg incubator is expected to help the productivity of egg hatching. The incubator was designed using a DHT11 sensor, AC Dimmer Light Module, Nodemcu, Arduino, DC Fan, RTC, and Motor Servo. The DHT11 sensor reads the temperature and humidity conditions in the egg incubator. The data is processed by the Arduino board and then displayed on the LCD, then sent using the ESP8266 module contained in the nodemcu board so that the appearance of the conditions in the machine can also be seen on smartphones with the BLYNK application. By using this technology, the success of egg hatching can reach 87%, up from 70% -80% if conventional methods are still manual, and breeders can focus their time on other things that need more attention. ABSTRAK Tingginya tingkat konsumsi daging ayam sebagai salah satu sumber protein menjadi pilihan  utama bagi masyarakat sehingga proses pengembangbiakan menjadi sangat penting. Proses penetasan membutuhkan waktu yang lama dan hasil penetasannya tidak maksimal. Dari penjelasan di atas penelitian dilakukan perancangan mesin penetas telur yang digunakan untuk menetaskan lebih banyak telur. Daerah Desa Curah Nongko Kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember merupakan salah satu sentra budidaya ayam boiler, para ternak ayam masih menggunakan metode manual dalam pemetasan telur sehingga penetasan telur tidak maksimal dan membutuhkan perhatian khusus dari peternak. Penerapan teknologi penetas telur otomatis diharapkan dapat membantu produktifitas penetasan telur. Mesin penetas yang dirancangan menggunakan sensor DHT11, AC Dimmer Light Module, NodeMCU, Arduino, kipas DC, RTC dan motor servo. Sensor DHT11 digunakan untuk membaca kondisi suhu dan kelembaban yang ada di dalam mesin penetas telur, kemudian data diolah oleh board Arduino lalu ditampilkan pada LCD selanjutnya dikirimkan menggunakan modul esp8266 yang terdapat pada board Node MCU sehingga tampilan kondisi di dalam mesin juga bisa dilihat pada smartphone dengan aplikasi Blynk. Dengan menggunakan teknologi ini keberhasilan penetasan telur dapat mencapai 87% naik dari 70% - 80% jika menggunakan cara konvensional yang masih manual, dan peternak dapat menfokuskan waktunya kepada hal lain yang lebih membutuhkan perhatian mereka.
APLIKASI BIOETANOL AREN SEBAGAI DISINFEKTAN UNTUK PETERNAKAN AYAM: (Application of Palm Bioethanol as a Disinfectant for Chicken Farming) Sangian, Hanny F; Lengkong, Hanry; Setlight, Mercy M.M.
Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 6 No. 3 (2024): VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v6i3.57858

Abstract

This work explores the application of bioethanol derived from the sap of Arenga pinnata (sugar palm) as a disinfectant in poultry farming. Bioethanol, commonly known as an alternative fuel, also has strong antimicrobial properties, making it effective in eliminating bacteria, viruses, and fungi. Using Arenga pinnata as a bioethanol source provides a sustainable solution by leveraging renewable resources and reducing reliance on more hazardous chemical disinfectants. The study covers bioethanol production through fermentation, optimizing fermentation conditions to maximize ethanol yield. The antimicrobial efficacy tests show that bioethanol significantly reduces microbial load on poultry farm equipment and surfaces. Furthermore, feeding sick poultry with bioethanol-enhanced feed led to noticeable improvements within 2-3 days. These findings highlight bioethanol’s potential as an eco-friendly and safe disinfectant for both workers and poultry, offering practical guidelines for its application in farming. ABSTRAK Kegiatan ini membahas penggunaan bioetanol yang dihasilkan dari nira pohon aren (Arenga pinnata) sebagai disinfektan untuk peternakan ayam. Bioetanol, yang biasanya dikenal sebagai bahan bakar alternatif, juga memiliki kemampuan antimikroba yang kuat, sehingga efektif dalam membunuh bakteri, virus, dan jamur. Penggunaan pohon aren sebagai bahan baku bioetanol menawarkan solusi berkelanjutan dengan memanfaatkan sumber daya terbarukan dan mengurangi ketergantungan pada disinfektan kimia yang lebih berbahaya. Studi ini melibatkan produksi bioetanol melalui proses fermentasi dan optimalisasi kondisi fermentasi untuk memaksimalkan produksi etanol. Hasil pengujian menunjukkan bahwa bioetanol ini efektif dalam mengurangi jumlah mikroba pada peralatan dan permukaan di peternakan. Penggunaan bioetanol dalam pakan unggas yang sakit juga menghasilkan peningkatan kesehatan yang signifikan dalam 2-3 hari. Hasil ini menunjukkan potensi besar bioetanol sebagai disinfektan ramah lingkungan yang aman bagi pekerja dan unggas, sekaligus memberikan panduan penerapan praktis di peternakan..
The Community Partnership Program to Enhance High School Students' Understanding of Climate Change and Global Warming Concerns in Manado City: (Community Partnership Program to Enhance High School Students' Understanding of Climate Change and Global Warming Concerns in Manado City) Kindangen, Jefrey I.; Mandey, Johansen; Kalalo, Loudy
Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 6 No. 3 (2024): VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v6i3.58084

Abstract

Climate change and global warming affect all nations on Earth. We must vigorously raise community understanding and concern about this issue because human actions cause all climate change and global warming. Young people, especially high school students, lack complete information about climate change and global warming, which inhibits their prevention efforts. We can teach high school pupils about climate change and global warming and how to mitigate and prevent it. A clear understanding and positive everyday behaviour are the first steps to changing attitudes. We must properly convey the issues these partners, especially high school students, confront through counselling and assistance. Students of SMU Fr. Don Bosco Manado and SMUN 9 Manado are working to address climate change and global warming. Campaign delivery includes lectures, leaflet distribution, and conversations. Despite repeated exposure to this issue, they find the offered material and examples engaging and unique. They found the information beneficial, surprised by its impact, starting to increase awareness to do practical things, and wanting to become environmental ambassadors. ABSTYRAK Efek perubahan iklim dan pemanasan global menjadi isu mendunia dan merupakan persoalan terkini seluruh bangsa yang mendiami bumi. Kesadaran dan kepedulian terhadap masalah ini perlu dikampanyekan secara masif kepada masyarakat luas, karena seluruh penyebab perubahan iklim dan pemanasan global adalah akibat kegiatan manusia. Masalah yang dihadapi kaum muda sekarang initerutama siswa SMU adalah belum terpadunya pengetahuan akan efek perubahan iklim dan pemanasan global secara komprehensif sehingga mereka bisa menjadi agen terhadap kesadaran akan pencegahannya. Siswa SMU dapat diberikan penjelasan dan dilatih untuk mengetahui dengan benar kegiatan apa saja yang dapat menyebabkan masalah yang dimaksud dan bagaimana untuk mereduksi bahkan mencegah masalah perubahan iklim dan pemanasan global terjadi. Hal yang paling dasar adalah perubahan sikap dengan mengetahui dengan jelas dan merubah perilaku yang baik untuk tindakan sehari-hari. Masalah yang dihadapi oleh mitra ini khususnya siswa SMU perlu diberikan penjelasan secara jelas dan runtut dalam bentuk penyuluhan dan pendampingan yang baik. Siswa SMU Fr. Don Bosco Manado dan SMUN 9 Manado telah dilibatkan dalam upaya kepedulian dan turut serta dalam menanggulangi efek perubahan iklim dan pemanasan global yang menjadi isu aktual terkini. Materi kampanye dilakukan dalam bentuk ceramah, penyebaran leaflet dan diskusi. Walaupun mereka sering mendengar tentang hal ini akan tetapi beberapa hal yang didapati bahwa materi beserta contoh yang disampaikan sangat menarik bagi mereka dan merupakan hal yang baru. Kesan mereka terhadap materi yang disampaikan adalah: sangat berguna, mengejutkan dampak yang bisa terjadi, mulai timbul kesadaran untuk melakukan hal-hal yang praktis yang dapat mereka kerjakan, dan diharapkan mereka menjadi duta lingkungan.
Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat bagi Pengembang Perumahan Masyarakat Berpenghasilan Rendah dalam Membangun Perumahan yang Murah, Nyaman dan Hemat Energi: (The Empowerment of Community Partnerships for Low-Income Community Housing Developers in Building Low Cost, Comfortable and Energy-Efficient Housing) Kindangen, Jefrey I.; Mandey, Johansen; Tangkuman, Stenly; Marbangun, Laksamana; Liem, Cindy; Takaliuang, Adnan
Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 6 No. 3 (2024): VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v6i3.58397

Abstract

The role of developers is crucial in addressing the housing requirements of low-income communities; they have made an effort to construct basic houses at a reasonable cost. The majority of low-cost houses in North Sulawesi are equipped with zinc or metal roofs, which frequently result in the residents experiencing excessive heating and discomfort. The Community Partnership Empowerment team has installed roof ventilation and incorporated radiative insulation technology in this activity, utilising recycled cardboard. These two technologies have the potential to substantially reduce the temperature of the attic and the room, as indicated by the research findings. The initial phase entails the identification of the needs of novice home builders, the dissemination of information regarding roof ventilation and radiative insulation technology, the provision of training to builders, the construction of houses that incorporate these technologies, the provision of marketing support to developers, and the conduct of evaluations only after production. The outcomes of each of these stages have been documented, including the misconception that the construction of a comfortable and energy-efficient low-cost house will necessitate a substantial outlay. Consequently, the team disseminated the information through technology applications that did not necessitate substantial expenditures during the dissemination phase. The contractors were instructed by the team on the installation of roof radiative insulation, the production of radiative insulation panels, and the installation of roof vents. The subsequent phase involves the construction of a high-quality, energy-efficient, and cost-effective residence. The primary consumers of low-cost houses are the majority of daily employees from government offices, the TNI, and the National Police, as well as a limited number of civil servants. Consequently, we are committed to improving our marketing initiatives by concentrating on the following: preserving the company's brand, guaranteeing the quality of the homes we sell, collaborating with the appropriate agencies of the Ministry of PUPR, and facilitating infrastructure in residential areas through government subsidies, banks, and other related elements. Once the marketed products have been constructed, we evaluate this program. The program's objective is to make a substantial contribution to the mitigation of climate change by reducing carbon emissions. It ensures the comfort and energy efficiency of residents in a cost-effective residence by prioritising their material and non-material well-being. ABSTRAK Dalam memenuhi kebutuhan perumahan terutama untuk masyarakat berpenghasilan rendah, peranpengembang sangat penting; telah berupaya untuk membangun rumah sederhana dengan harga yangterjangkau. Kebanyakan rumah sederhana di Sulawesi Utara dibangun dengan atap seng atau metal, inisering menjadi penyebab pemanasan yang berlebihan yang menimbulkan ketidaknyamanan penghunirumah. Dalam kegiatan ini tim Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat telah memperkenalkan teknologiinsulasi radiatif yang terbuat dari kardus bekas dan pemasangan ventilasi atap. Berdasarkan hasilpenelitian, kedua teknologi ini dapat menurunkan suhu loteng dan suhu ruangan secara signifikan. Tahappertama dilakukan identifikasi kebutuhan para pengembang rumah sederhana, diseminasi pengetahuantentang teknologi insulasi radiatif dan ventilasi atap, pelatihan kepada para tukang, produksi rumahdengan aplikasi teknologi tersebut, pendampingan terhadap pemasaran kepada pengembang dan evaluasiyang baru akan dilakukan setelah produksi. Hasil dari setiap tahapan tersebut telah dicatat yakni:kesalahpahaman bahwa untuk membangun rumah sederhana yang nyaman dan hemat energi akanmembutuhkan biaya yang besar, untuk itu tim melakukan diseminasi berupa aplikasi teknologi dengantidak memerlukan biaya yang besar yang dilakukan pada tahap diseminasi. Para tukang diberi pelatihandalam memasang insulasi radiatif atap serta bagaimana memproduksi panel insulasi radiatif tersebut sertapemasangan ventilasi atap. Tahapan selanjutnya adalah produksi rumah dengan kualitas yang baik yangmurah, nyaman dan hemat energi. Jenis konsumen rumah sederhana paling banyak pegawai harian lepasdari kantor pemerintah, TNI dan Polri dan sebagian kecil PNS/ASN; sehingga dalam upayamengembangkan pemasaran dilakukan secara kontinyu terutama mempertahankan branding perusahaan,kualitas rumah yang dijual, kerjasama dengan pemerintah dengan instansi terkait KemenPUPR termasukpola subsidi pemerintah, infrastruktur kawasan permukiman yang difasilitasi pemerintah, pihak bank, danunsur lain terkait. Evaluasi terhadap program ini dilakukan setelah produk yang dipasarkan terbangun. Iniakan menjadi program yang memberikan kontribusi yang berarti terhadap pengurangan emisi karbonsebagai upaya mitigasi perubahan iklim; untuk kesejahteraan penghuni baik secara matrial maupun nonmaterial yang kenyamanan yang penghematan energi yang digunakan dalam rumah sederhana tersebut.
Sosialisasi Penguatan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Bagi Masyarakat Di Desa Jagoi: Socialization Of Strengthening Clean And Healthy Living Behavior For The Community in Jagoi Village Musa, Dahniar Th; Marbun, Posmanto; Annisa Rizqa Alamri; Mutmainnah
Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 6 No. 3 (2024): VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v6i3.58449

Abstract

The educational result of understanding a set of behaviours practised is clean and healthy living behaviour. The purpose of this Community Service (PkM) activity is to arouse and increase public understanding, especially housewives, of the importance of implementing clean and healthy living behaviour in various order, namely workplaces, educational institutions, homes, health facilities, and public places. This PkM activity is carried out using the socialization and counselling method with several stages of implementation. The socialization and counselling method is the right method because the number of participants is 30 (thirty) people consisting of: the head of the PKK driving team and members, hamlet heads, village heads, religious leaders, community leaders, young people, and law enforcers so that it is carried out with lectures interspersed with question and answer sessions. In addition, this activity is also carried out by forming a Focus Group Discussion (FGD) in order to unite the views of the Jagoi Village community regarding the material provided, namely clean and healthy living behaviour. As a result, the insight of the Jagoi Village residents regarding clean living behaviour has increased and there are actions and changes in behaviour towards a better direction. ABSTRAK Hasil edukasi dari pemahaman seperangkat perilaku yang dipraktikkan adalah perilaku hidup bersih dan sehat. Maksud kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini yaitu untuk menggugah serta meningkatkan pemahaman masyarakat khususnya para ibu rumah tangga akan pentingnya implementasi berperilaku hidup bersih dan sehat di berbagai tatanan yaitu tempat kerja, lembaga pendidikan, rumah tinggal, fasilitas kesehatan, dan tempat publik. Kegiatan PkM ini dilaksanakan dengan metode sosialisasi dan penyuluhan dengan beberapa tahapan pelaksanaan. Metode sosialisasi dan penyuluhan merupakan metode yang tepat karena jumlah peserta sebanyak 30 (tiga puluh) orang terdiri dari dari: ketua tim penggerak PKK dan anggota, kepala dusun, kepala desa, pemuka agama, para tokoh masyarakat, kaum muda, dan penegak hukum sehingga dilakukan dengan ceramah diselingi dengan sesi tanya jawab. Selain itu, dalam kegiatan ini juga dilakukan dengan membentuk Focus Group Discussion (FGD) agar dapat menyatukan pandangan masyarakat Desa Jagoi tentang materi yang diberikan yakni perilaku hidup bersih dan sehat. Hasilnya, wawasan penduduk Desa Jagoi berkenaan perilaku hidup bersih semakin meningkat serta terdapatnya tindakan dan perubahan perilaku menuju arah yang lebih baik.
Training Of Posbindu Cadres In early detection Of Non Communicable Disease: Training Of Posbindu Cadres In Early Detection Of Non Communicable Disease Kolibu, Febi Kornela; Maino, Irny; Tewal, Florensia; Asriffudin, Afnal
Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 6 No. 3 (2024): VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v6i3.58492

Abstract

Indonesia is experiencing problems in the health sector, including increasing cases of non-communicable diseases. Non-communicable diseases occur due to various risk factors, such as smoking habits, drinking alcohol, rarely eating fruit and vegetables, rarely doing physical activity, consuming excess sugar and salt. The Indonesian government has launched the Integrated Development Post (Posbindu) program for non-communicable diseases as a concrete form of controlling non-communicable diseases. The Tempok Selatan Village Government has established Posbindu but in its implementation it has not been actively implemented, cadres only carry out posyandu for the elderly. The aim of implementing the activity is to provide training for Posbindu cadres to increase the knowledge and activeness of Posbindu cadres in implementing Posbindu and detecting non-communicable diseases. The method of implementing activities is by providing material, practice, discussion, pre-test and post-test. The results of activities for Cadre knowledge during the pre-test were in the good category, only 50% and after the pre-test it increased to 100%. In the skills of carrying out examinations, measurements and counseling there is an increase in skills. In conclusion, there was an increase in cadres' knowledge and skills after  training. ABSTRAK Indonesia mengalami permasalahan dalam bidang kesehatan diantaranya peningkatan kasus penyakit tidak menular. Penyakit tidak menular terjadi   akibat   berbagai   faktor risiko,  seperti kebiasaan merokok, kebiasaan minum alkohol, jarang makan buah dan sayur, jarang   melakukan   aktivitas   fisik,   konsumsi gula   dan   garam   berlebih. Pemerintah Indonesia telah mencanangkan  program Pos  Binaan  Terpadu (Posbindu) penyakit tidak menular sebagai  wujud nyata  bentuk pengendalian penyakit tidak menular. Pemerintah Desa Tempok Selatan telah membentuk Posbindu tapi dalam pelaksanaannya belum aktif dilaksanakan, kader hanya melaksanakan posyandu Lanjut usia. Tujuan pelaksanaan kegiatan adalah memberikan pelatihan bagi kader Posbindu untuk meningkatkan pengetahuan dan keaktifan Kader Posbindu dalam melaksanakan Posbindu dan mendeteksi penyakit tidak menular. Metode pelaksanaan kegiatan adalah dengan memberikan materi, Praktek, diskusi, pre test dan post test. Hasil kegiatan untuk pengetahuan Kader pada saat pre test kategori baik hanya 50% dan sesudah pre meningkat menjadi 100%. Dalam ketrampilan melakukan pemeriksaan, pengukuran dan konseling terdapat peningkatan ketrampilan. Kesimpulan, terjadi peningkatan pengetahuan dan ketrampilan Kader setelah mendapatkan pelatihan.
Rekayasa Atraktor Cahaya Pada Gill Net Dasar Untuk Peningkatan Jumlah Hasil Tangkapan Kelompok Nelayan Marginal Sario Tumpaan Kecamatan Sario, Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara: Application of Light Attractors on Bottom Gill Nets to Increase the Catch of Fishermen Groups in Sario Tumpaan, Manado City) Patty, Wilhelmina; Pangalila, Fransisco; Silooy, Fanny
Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 6 No. 3 (2024): VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v6i3.58494

Abstract

The use of trap fishing gear using coral reefs as ballast and camouflage efforts cause damage to coral reefs (Iskandar 2011). Several types of fish and other aquatic biota have positive phototactic properties towards light, so that light attractors can be used as lures (bait) for fishing targets and have a great influence on increasing the effectiveness of fishing gear. The results of research by Reppie and Patty (2016), show that there is a significant influence of the use of light attractors on the operation of trap fishing equipment. For this reason, the results of this research will be applied to fishermen through community service activities in the form of mentoring and training for trap fishermen in Kampung Ambong. The aim of this service is to apply a light attractor to traps for trap fishermen in Likupang Village, Kampung Ambong, East Likupang District, Kab. North Minahasa, North Sulawesi. So that through community service activities in the form of assistance and training in the science and technology of making fish traps with light attractors, the number of fish catches can be increased, fishermen's income and business can develop by applying light attractors to the construction of fish traps. ABSTRAK Lokasi Kelompok nelayan mitra Marjinal di Kelurahan Sario Tumpaan Kec, Sario Kota manado, tergolong kelompok nelayan tradisional. Jumlah hasil tangkapan mitra 5 – 10 kg per trip. Hal ini dirasakan sangat sedikit karena tidak seimbang dengan biaya yang harus dikeluarkan untuk operasi penangkapan yang terletak kira kira 2 mil dari pesisir. Selain itu teknik penangkapan alat gillnet ini bersifat pasif. Cara operasi penangkapan yang bersifat pasif seperti ini, tentunya perlu mendapatkan rekayasa teknologi yang tepat guna serta mudah diterapkan, supaya jumlah ikan akan lebih banyak tertarik mendatangi lokasi alat tersebut. Umumnya jenis ikan dan biota perairan lainnya memiliki sifat fototaksis positif terhadap cahaya, sehingga light attractor dapat dimanfaatkan sebagai pemikat terhadap sasaran penangkapan dan sangat berpengaruh untuk meningkatkan efektivitas alat tangkap yang bersifat pasif, seperti gillnet. Tujuan pengabdian ini adalah memperkenalkan dan menerapkan teknologi atraktor cahaya pada gill net dasar untuk meningkatkan kualitas kemampuan alat tangkap nelayan sehingga dapat meningkatkan jumlah hasil tangkapan nelayan mitra. Metoda yang digunakan adalah rekayasa lampu LED COB Celub,  sebanyak 1 (satu) unit,  dengan spesifikasi 12 V, 60 Watt. dengan  cahaya  berwarna putih. Sumber arus yakni batrei kering 4 V, 1.6 AH terdiri dari 4 unit yang disusun secara seri dan menggunakan pemberat timah. Rekayasa teknologi atraktor cahaya Lampu LED COB Celub yang dirakit di Laboratorium Rekayasa Perikanan Tangkap FPIK Unsrat. Operasi penangkapan dilakukan bersama nelayan mitra selama 3 (tiga) trip, yakni tgl 21 september, 25 September dan 27 september 2024. Pemasangan jaring yang yang memakai lampu dan tanpa lampu diletakan dengan jarak 1-2 m. Peggunaan atraktor Cahaya lampu LED COB celup pada alat tangkap jaring gill net dasar ternyata lebih banyak dalam jumlah hasil tangkapan dan jumlah jenis ikan yang tertangkap.
Empower Jatisari: Pelatihan Digitalisasi Dan Kelengkapan Legalitas UMKM Desa Jatisari Guna Peningkatan Value Usaha Dan Ekonomi Masyarakat Lokal : (Empower Jatisari: Digitalization Training and Legal Completeness of Jatisari Village MSMEs to Increase Business Value and Local Community Economy) Johan Octavian; Sa’diyah, Lailatus; Ulfa, Safinah Musfidah; Tariaranie, Rayie
Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 6 No. 3 (2024): VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v6i3.58604

Abstract

Empower Jatisari is outlined to extend the esteem of nearby businesses and economy in Jatisari Town through digitalization, preparation and counseling on the completeness of MSME lawfulness. This community benefit points to survey the affect of digitalization preparing on participants' abilities and understanding and its impacts on MSME operations. The strategies utilized in community benefit include pre- and post-training overviews, as well as in-depth interviews. Key discoveries demonstrate that digitalization preparing altogether makes strides participants' computerized understanding and aptitudes, which emphatically impacts the utilize of innovation in their businesses. In expansion, counseling on the completeness of legitimateness makes a difference MSMEs meet legitimate necessities, progressing the lawfulness and validity of their businesses. In spite of the fact that there are a few challenges related to foundation and starting understanding of members, this program appears awesome potential to make strides the nearby economy. Suggestions for encourage advancement and progressing back are recommended. ABSTRAK Empower Jatisari yang dirancang untuk meningkatkan nilai usaha dan ekonomi lokal di Desa Jatisari melalui pelatihan digitalisasi dan penyuluhan mengenai kelengkapan legalitas UMKM. pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menilai dampak pelatihan digitalisasi terhadap keterampilan dan pemahaman peserta serta efeknya pada operasi UMKM. Metode yang dilakukan dalam pengabdian masyarakat melibatkan survei pre-dan post-pelatihan, serta wawancara mendalam. Temuan utama menunjukkan bahwa pelatihan digitalisasi secara signifikan meningkatkan pemahaman dan keterampilan digital peserta, yang mempengaruhi penggunaan teknologi dalam usaha mereka secara positif. Selain itu, penyuluhan tentang kelengkapan legalitas membantu UMKM dalam memenuhi persyaratan hukum, meningkatkan legalitas dan kredibilitas usaha mereka. Meskipun terdapat beberapa tantangan terkait infrastruktur dan pemahaman awal peserta, program ini menunjukkan potensi besar untuk meningkatkan ekonomi lokal. Rekomendasi untuk pengembangan lebih lanjut dan dukungan berkelanjutan disarankan.  
Pen-culture Penerapan Teknologi Kurungan Tancap Berbahan PVC Dan Strategi Pemasaran Anakan Teripang Pasir Pada Kelompok Salterai Di Kota Tual: Teknologi Kurungan Tancap Berbahan PVC Dan Strategi Pemasaran Anakan Teripang Pasir Tomatala, Pitjont; Picaulima, Simon; Letsoin, Petrus Paulus
Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 6 No. 3 (2024): VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v6i3.58749

Abstract

Salterai is a group of sea cucumber farmers founded in 2020 in Tual City. The sea cucumber cultivation business includes Breeding and Growth. Nursery is one of the breeding chains. The death of sea cucumber seeds in nursery activities reaches 50-70% because the facilities and infrastructure owned by the Salterai group are inadequate. Besides, the demand for sea cucumber seeds in the local market is not optimal. The purpose of the community service is to implement PVC Pen-culture and marketing strategies to increase the production and income of the Salterai group. The methods used include interviews, observations, and documentation at the preparation stage, the implementation stage using the extension, training, and mentoring methods, and the evaluation stage using pre-test and post-test methods. Participants in this community service activity were 10 people from the Salterai group. The results of the community service activities showed increased knowledge regarding PVC Pen-culture technology and marketing strategies for sea cucumber seedlings.  Increasing knowledge and facilities owned can increase the production and income of the Salterai group and have a wider impact on local economic growth in the coastal communities of Tual City and Southeast Maluku Regency. ABSTRAK Salterai adalah kelompok pembudidaya teripang yang didirikan pada tahun 2020 di Kota Tual. Usaha budidaya teripang yang dilakukan meliputi pembenihan dan pembesaran. Pendederan merupakan salah satu dari mata rantai Pembenihan. Kematian anakan teripang dalam kegiatan pendederan mencapai 50 - 70% karena sarana dan prasarana yang dimiliki kelompok Salterai kurang memadai. Selain itu, permintaan anakan teripang di pasar lokal belum maksimal. Tujuan pengabdian adalah menerapan Pen-culture pendederan berbahan PVC dan strategi pemasaran untuk meningkatkan produksi dan pendapatan kelompok Salterai. Metode yang digunakan meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi pada tahap persiapan, tahap pelaksanaan menggunakan metode penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan, tahap evaluasi menggunakan metode pre-test dan post-test. Peserta yang berpartispasi dalam kegiatan pengabdian ini sebanyak 10 orang yang berasal dari anggota kelompok Salterai. Hasil kegiatan pengabdian yang dilakukan menunjukan peningkatan pengetahuan mengenai teknologi Pen-culture pendederan berbahan PVC dan strategi pemasaran anakan taripang. Melalui peningkatan pengetahuan dan sarana yang dimiliki dapat meningkatkan produksi dan pendapatan kelompok Salterai dan memberikan dampak yang lebih luas terhadap pertumbuhan ekonomi lokal di masyarakat pesisir Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara.