cover
Contact Name
Ira Risye Manggribeth
Contact Email
risyemanggribeth@gmail.com
Phone
+6281340277108
Journal Mail Official
jpai@unsrat.ac.id
Editorial Address
Jln. Kampus, Bahu, Malalayang Manado, Sulawesi Utara - 95115
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Perempuan dan Anak Indonesia
ISSN : -     EISSN : 26862891     DOI : https://doi.org/10.35801/jpai
JPAI adalah Jurnal Perempuan dan Anak di Universitas Sam Ratulangi yang terbit secara berkala 2 kali dalam setahun atau terbit 6 bulan sekali. JPAI merupakan jurnal elektronik (e-journal) ilmiah yang diterbitkan oleh Pusat Kajian Perempuan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyrakat Universitas Sam Ratulangi Manado Sulawesi Utara. E-Journal ini merupakan wadah publikasi dan informasi terhadap hasil karya tulis, skripsi, tesis, disertas, hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat, dari mahasiswa, dosen, dan peneliti lainnya. E-Journal menggunakan Bahasa Inggris ini danBahasa Indonesia.
Articles 63 Documents
Peluang Peningkatan Pendapatan Usaha Telur Asin Melalui Pelatihan Manajemen Pemasaran Pada Ibu-Ibu Kelompok Usaha Telur Asin Di Desa Puuwonua Kabupaten Konawe Yunila Nila; Tauwi Tauwi; Misnawati Misnawati; Izharuddin Pagala; Radiasi Alam; Muhamad Pariama
JPAI: Jurnal Perempuan dan Anak Indonesia Vol. 4 No. 1 (2022): JPAI: Jurnal Perempuan dan Anak Indonesia
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/jpai.4.1.2022.42425

Abstract

Usaha telur asin di Desa Puuwonua sudah berlangsung cukup lama, namun usaha telur asin ini belum sepenuhnya berkembang dengan baik. Tujuan kegiatan PKM adalah: (1) Memberdayakan potensi ibu-ibu rumah tangga dalam meningkatkan pendapatan keluarga melalui usaha telur asin, (2) Menumbuhkan semangat berwirausaha bagi masyarakat khususnya usaha telur asin di Desa Puuwonua Kecamatan Konawe. Metode pelaksanaan dalam PKM ini yaitu koordinasi dengan mitra ibu-ibu rumah tangga yang memiliki usaha telur asin, Pelatihan dan pendampingan yang dilaksanakan melalui: pemberian materi dan praktek pembuatan telur asin, monitoring dan evaluasi kegiatan PKM. Berdasarkan kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Tim Pengabdian Kepada Masyarakat, hasil program PKM adalah: (1) Bertambahnya pengetahuan tentang teknik pengemasan, manajemen pemasaran dan teknologi pengawaten telur asin pada ibu-ibu kelompok usaha telur asin  yang menjadi peserta pada PKM, hal ini dilihat dari hasil monitoring kegiatan pelatihan dan (2) Peserta kegiatan PKM yakni ibu-ibu kelompok usaha telur asin Desa Puuwonua Kecamatan Unaaha ≥ 80 % sangat tertarik dan termotivasi mengembangkan usaha telur asin yang dijalankannya terutama adanya pengetahuan tentang inovasi aneka rasa pada telur asin. Kata Kunci : Pelatihan, Pendampingan, Telur Asin, Pemasaran. 
PKM Ibu-Ibu PKK Desa Palaes Minahasa Utara Untuk Pemanfaatan Daun atau Bunga Mangrove sebagai Minuman Fungsional Dingse Pandiangan; Nelson Nainggolan; Elvina Artha Nainggolan; Yultrina Taghulihi; Verina Putri Gloria Nainggolan; Eko Suyoko
JPAI: Jurnal Perempuan dan Anak Indonesia Vol. 4 No. 1 (2022): JPAI: Jurnal Perempuan dan Anak Indonesia
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Palaes Village has a PKK Village management organization which consists of women or the wives of village administrators. Empowerment of the wives of village administrators and PKK is very necessary and urgent in supporting the development of Palaes Village to become a holistic Tourism Village Pilot Village. As a supporting tool and preparation towards this goal, women's empowerment is very much needed. This women's empowerment program is carried out in stages. In 2022, the introduction of mangrove plants, especially the flowers, is very attractive to be used as a functional tea. The steps and processes are carried out in stages and will be delivered in the socialization stage. The problem of Palaes Village in achieving this goal is that there are lots of mangrove leaves and litter there that often pollute and disturb the beauty if allowed to fall. Therefore, use flowers or leaves that have fallen to be used as functional tea drinks so that the wives and women of Palaes Village have work and creativity to be used as a means of developing tourism in their village later in the following year. Standardized product quality needs a good process so that the content of antioxidants and other important substances is good and the storage period is good. The stages that will be carried out are conveyed at the stage of socialization and introduction of the benefits of mangrove plants in this activity. The purpose of this program is to increase understanding of the use of mangrove flowers and leaf litter to be used as functional drinks, and understanding and skills on how to make good raw materials for flowers or mangrove leaves to be used as BPOM standardized functional drinks. The final goal is the empowerment of PKK women in Palaes Village to manage mangrove plants into functional drinks that will be traded in the future at Palaes Tourism Village. The specific target and objective of this activity is the process of making good simplicia with the introduction of the drying process and the BPOM standard and the form of natural tea products in the following year that are ready to use which are marketed online or on the website. The implementation methods that will be applied to this program are counseling, training, mentoring and evaluation of aspects that increase the ability of PKK mothers to earn additional income and achieve cleanliness and beauty problems. The output of this program includes dry simplicia whose quality is known. and leaning that is ready to be implemented in 2024.
Upaya Pencegahan Stunting Melalui Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil Mengenai Pedoman Umum Gizi Seimbang di Wilayah Kerja Puskesmas Girian Weru Kota Bitung Nova Hellen Kapantow; Yulianty Sanggelorang; Adisti A. Rumayar
JPAI: Jurnal Perempuan dan Anak Indonesia Vol. 4 No. 1 (2022): JPAI: Jurnal Perempuan dan Anak Indonesia
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting yang terjadi pada anak membawa berbagai dampak negatif baik pada kehidupan masa anak-anaknya maupun di masa depan. Masalah stunting dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya pengetahuan ibu yang kurang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya penerapan Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS) untuk mencegah terjadinya kurang gizi pada anak yang akan dilahirkan nantinya. Metode pelaksanaannya yaitu penyuluhan. Luaran kegiatan ini yaitu peningkatan pengetahuan yang diukur dengan instrumen kuesioner (pretest dan post-test). Meskipun dalam analisis lanjut dengan menggunakan Paired T- Test menunjukan bahwa tidak terdapat perbedaan bermakna antara kelompok pretest dan post-test , namun deskripsi data menunjukan bahwa sebanyak 33.3% peserta kegiatan yang pada pretest tingkat pengetahuannya kurang baik menjadi baik pada hasil post-test. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan penyuluhan berhasil dengan baik dalam meningkatkan pengetahuan dan lewat peningkatan pengetahuan ini peserta diharapkan dapat mengaplikasikan teori.
Faktor yang Berhubungan dengan Stunting pada Balita di Wilayah Pesisir Kota Bitung Yulianty Sanggelorang; Adisti A. Rumayar; Dina Mariana
JPAI: Jurnal Perempuan dan Anak Indonesia Vol. 4 No. 1 (2022): JPAI: Jurnal Perempuan dan Anak Indonesia
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inadecuate nutrition intake in the early period of life (starting from conception to the age of 24 months), infectious diseases and various other indirect causes can cause malnutrition in children, one of which is stunting. Loss of opportunity to grow at the age of 0-3 years, especially in terms of height will cause height at a later age to be irreversible. This study aims to analyze factors related to stunting in children aged 36-59 months in the coastal area of ​​Bitung City. This type of research is analytic observational, with a cross-sectional study design. The research subjects were children aged 36-59 months who met the inclusion and exclusion criteria, totaling 80 children. The test results showed that low birth weight (POR 6.8, CI 0.393 - 117.579), history of colostrum administration (POR 2.333, CI 0.407 - 13,375), and maternal education (POR 2.743, CI 0.753 - 0.993) were factors associated with stunting in the child. So, in the group of children born with LBW, who were not given colostrum, the mother's education was low, the risk of stunting was higher than in the group of children born with normal birth weight, given colostrum, and the group of children whose mother's education was categorized as high. Keyword: Stunting; Under-Five Child; Children; Coastal; Area ABSTRAK Asupan zat gizi yang tidak terpenuhi pada periode awal kehidupan (mulai dari konsepsi sampai usia 24 bulan) dan penyakit infeksi serta berbagai penyebab tidak langsung lainnya dapat menyebabkan kekurangan gizi pada anak, salah satunya adalah stunting. Kehilangan kesempatan bertumbuh pada usia 0-3 tahun terutama dalam hal tinggi badan akan menyebabkan tinggi badan pada usia selanjutnya tidak dapat dipulihkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan stunting pada anak usia 36-59 bulan di daerah pesisir Kota Bitung. Jenis penelitian adalah observasional analitik, dengan desain cross sectional study. Subjek penelitian yaitu anak usia 36-59 bulan yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yang berjumlah 80 anak. Hasil uji menunjukan bahwa berat badan lahir rendah (POR 6.8, CI 0.393 - 117.579), riwayat pemberian kolostrum (POR 2.333, CI 0.407 - 13.375), dan pendidikan ibu (POR 2.743, CI 0.753 - 0.993) menjadi faktor yang berhubungan dengan stunting pada anak. Sehingga pada kelompok anak yang lahir BBLR, tidak diberikan kolostrum, pendidikan ibu rendah risiko mengalami stunting lebih tinggi dibandingkan pada kelompok anak yang lahir dengan berat badan lahir normal, diberikan kolostrum, dan kelompok anak yang pendidikan ibunya dikategorikan tinggi. Kata Kunci : Stunting; Balita; Anak; Wilayah; Pesisir
Edukasi Tentang Gizi Seimbang Pada Remaja di Kabupaten Minahasa Marsella Dervina Amisi; Nancy Swanida Hendriette Malonda1; Ester Candrawati Musa; Yulianty Sanggelorang1; Eva Mariane Mantjoro1
JPAI: Jurnal Perempuan dan Anak Indonesia Vol. 4 No. 1 (2022): JPAI: Jurnal Perempuan dan Anak Indonesia
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adolescence is a period of nutritional vulnerability, at this age, there is a rapid increase in physical growth accompanied by various hormonal changes, lifestyles, and diets causing the nutritional needs of adolescents to increase. If the nutritional needs of adolescents are not met, it will lead to malnutrition which can affect the health and productivity of adolescents. The practice of balanced nutrition is one of the ways that may help achive normal nutritional status. This program targeting student groups at SMK N. 1 Tombulu and SMA N 1 Pineleng, be done through counseling methods on balanced nutrition for adolescents. Through this activity, it’s hoped that there will be an increase in knowledge about the importance of applying balanced nutrition to students during adolescence so that they can achieve and maintain normal nutritional status. This activity was followed by 87 students. The results of the analysis of pre-test and post-test scores showed that there was a significant difference in mean (p<0.001). Based on this result, health counseling needs to be carried out continuously so that it is expected to be able to influence students' attitudes and actions to practice a lifestyle in accordance with balanced nutrition for adolescents. Keywords: Balanced Nutrition; Nutritional Status; Adolescents ABSTRAK Usia remaja merupakan periode rentan gizi, pada usia ini terjadi peningkatan pertumbuhan fisik yang pesat disertai berbagai perubahan hormonal, gaya hidup dan pola makan menyebabkan kebutuhan gizi remaja meningkat. Apabila kebutuhan gizi remaja tidak terpenuhi, maka akan menyebabkan timbulnya malnutrisi yang dapat memengaruhi kesehatan serta produktivitas remaja. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencapai dan mempertahankan status gizi yang normal yaitu dengan penerapan gizi seimbang. Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat dengan sasaran kelompok siswa SMK N 1 Tombulu dan SMA N 1 Pineleng, dilakukan melalui metode penyuluhan tentang gizi seimbang pada remaja. Melalui kegiatan ini diharapkan ada peningkatan pengetahuan tentang pentingnya penerapan gizi seimbang pada siswa di masa remaja, sehingga mampu mencapai dan mempertahankan status gizi normal. Kegiatan ini diikuti oleh 87 siswa. Hasil analisis skor pre test dan post test menunjukkan ada perbedaan rerata yang signifikan dan bermakna secara statistik (p<0.001). Berdasarkan hal ini, maka penyuluhan kesehatan perlu dilakukan secara berkesinambungan sehingga diharapkan mampu memengaruhi sikap dan tindakan siswa untuk mempraktikan gaya hidup sesuai dengan gizi seimbang untuk remaja. Kata Kunci: Gizi Seimbang; Status Gizi; Remaja
Kebermaknaan Hidup pada Remaja yang Hamil di Luar Nikah Ditinjau dari Dimensi Big Five Personality Eunike Adelya Elaina Sahertian; Arthur Huwae
JPAI: Jurnal Perempuan dan Anak Indonesia Vol. 4 No. 2 (2023): JPAI: Jurnal Perempuan dan Anak Indonesia
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/jpai.4.2.2023.44110

Abstract

The problem of pregnancy in adolescence is quite common in Indonesia. Teenagers who are pregnant out of wedlock must be able to form a good personality and learn to find meaning in life so that they can become a better person in the future. Therefore, this study aims to determine the relationship between the dimensions of the big five personality and the meaning of life in adolescents who are pregnant out of wedlock. The research method used is quantitative with a correlational design. The participants who were involved in this study were 40 teenagers who were pregnant outside the marriage bond, using purposive sampling technique. The scale used is the meaningfulness of life scale and the big five personality scale. The test results show that there is a positive relationship between the four dimensions of the big five personality, namely openness to experience, conscientiousness, agreeableness and extraversion. On the other hand, the neuroticism dimension has a negative relationship with the meaningfulness of life. Keywords: Meaning of Life; Big Five Personality; Adolescents Who Are Pregnant Out ABSTRAK Permasalahan kehamilan pada usia remaja cukup banyak terjadi di Indonesia. Remaja yang hamil di luar nikah harus dapat membentuk kepribadian yang baik serta belajar untuk menemukan makna hidup agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi di masa yang akan datang. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dimensi big five personality dengan kebermaknaan hidup pada remaja yang hamil di luar nikah. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan yang dilibatkan dalam penelitian ini sebanyak 40 remaja yang hamil di luar ikatan pernikahan, dengan menggunakan teknik purposive sampling. Skala yang digunakan yaitu skala kebermaknaan hidup dan skala big five personality. Hasil pengujian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara keempat dimensi big five personality yaitu openness to experience, conscientiousness, agreeableness dan extraversion. Di sisi lain, dimensi neuroticism memiliki hubungan negatif dengan kebermaknaan hidup Kata Kunci:  Kebermaknaan Hidup, Big Five Personality, Remaja yang Hamil di Luar Nikah
Pelatihan Pengolahan Sekam Padi (Rice Husks) Menjadi Dedak (Bran) Serta Fermentasi Dedak Menggunakan M-Bio Untuk Meningkatkan Ekonomi Kelompok Tani Perempuan di Desa Setiawaras Kabupaten Tasikmalaya Rudi Priyadi; Yaya Sunarya; Ade Hilman Juhaeni; Septian Cahya Azhari
JPAI: Jurnal Perempuan dan Anak Indonesia Vol. 4 No. 2 (2023): JPAI: Jurnal Perempuan dan Anak Indonesia
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/jpai.4.2.2023.44111

Abstract

Rice husks in general are not used optimally because considering the nutritional content in them is relatively low. Rice husks are generally only used as organic fertilizer for agriculture, carbon making and other types of non-food materials. Cipigan Hamlet is one of the main rice producing areas in Tasikmalaya Regency, so the potential for rice products is abundant. This community service aims to provide training on bran making and bran fermentation using M-Bio probiotics to increase the nutritional value of rice husks. This training is aimed at women's farmer groups and other farmer groups located in Cipigan Hamlet, Setiawaras Village, Tasikmalaya Regency. The results of community service are in the form of animal feed in the form of fermented bran that can be used to feed livestock such as cows, goats and chickens which can be used by the community of women's farmer groups to feed their livestock with feed obtained from their own brand of agricultural products. By using fermented bran, livestock become aroused in their growth so that they can increase the quantity and quality of livestock of female farmer groups in Cipigan Hamlet, Setiawaras Village, Tasikmalaya Regency. Keywords: Rice Husks; Bran; Fermentation; M-Bio; Women Farmers. ABSTRAK Sekam padi pada umumnya kurang dimanfaatkan dengan optimal karena mempertimbangkan kandungan nutrisi yang ada didalamnya relatif rendah. Sekam padi pada umumnya hanya dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk pertanian, pembuatan karbon dan jenis material non-pangan lainnya. Dusun Cipigan merupakan salah satu wilayah penghasil padi utama di Kabupaten Tasikmalaya, sehingga potensi produk padi melimpah. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan pembuatan dedak serta fermentasi dedak dengan menggunakan probiotik M-Bio untuk meningkatkan nilai nutrisi dari sekam padi. Pelatihan ini ditujukkan kepada kelompok tani perempuan dan kelompok tani lainnya yang berada di Dusun Cipigan, Desa Setiawaras, Kabupaten Tasikmalaya. Hasil pengabdian masyarakat berupa pakan ternak berupa dedak fermentasi yang dapat digunakan untuk pakan hewan ternak seperti sapi, kambing maupun ayam yang dapat dimanfaatkan masyarakat kelompok tani perempuan untuk memberi makan kepada hewan ternak mereka dengan pakan yang diperoleh dari hasil pertanian merek sendiri. Dengan menggunakan dedak fermentasi, hewan ternak menjadi terangsang pertumbuhannya sehingga dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas hewan ternak kelompok petani perempuan di Dusun Cipigan, Desa Setiawaras, Kabupaten Tasikmalaya. Kata Kunci: Sekam Padi; Dedak; Fermentasi; M-Bio; Petani Perempuan.
Sarana Air Bersih dan Jamban Keluarga pada Balita Penderita Diare Anak Berumur Bawah Lima Tahun Diqna Noventi; Jootje M.L. Umboh; Oksfriani Jufri Sumampouw
JPAI: Jurnal Perempuan dan Anak Indonesia Vol. 4 No. 2 (2023): JPAI: Jurnal Perempuan dan Anak Indonesia
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/jpai.4.2.2023.44112

Abstract

Clean water facilities are buildings, equipment, and equipment that produce, provide, and distribute clean water to the community for daily life, while a family latrine is a building used to dispose of and collect human waste, commonly called a latrine. The purpose of this study was to describe clean water facilities and family latrines for under-five children with diarrhea. This is a descriptive research. The sample size is 56 respondents using total sampling. The research was conducted from February to July 2022 through questionnaires distributed directly to respondents. The results shows that the distribution of piped clean water facilities can be seen that as many as 26 respondents (52.0%) of whom are included in the high pollution risk, while 24 respondents (48.0%) are included in the low pollution risk. The distribution of clean water facilities from drilled wells is 3 respondents (50.0%) of whom are included in the high pollution risk, while 3 respondents (50.0%) are included in the low pollution risk. The distribution of latrine sanitation shows that 27 respondents (48.2%) are included in the category of high pollution risk scores. The type of latrine owned by 51 respondents (91.1%) used a goose neck latrine with septitank and absorption, 1 respondent (1.8%) used a latrine with a cemplung type without a lid, and 4 respondents (7.1%) did not have a latrine. It can be concluded that the distribution of clean water facilities is mostly used in piped clean water facilities. For the distribution of latrine sanitation, the most used types of goose-neck latrines with septitank and absorption. Keywords: Clean Water Facilities, healthy latrine, Diarrhea, Under-five children ABSTRAK Sarana air bersih yaitu bangunan, peralatan beserta perlengkapan yang melakukan produksi, penyediaan, serta penyaluran air bersih terhadap warga guna kepentingan keseharian, sedangkan jamban rumah tangga adalah bangunan yang dipakai dalam penyimpanan dan pengumpulan kotoran manusia, biasanya dikatakan dengan WC atau jamban, jadi sampah yang digunakan. Tujuan Penelitian ini untuk menggambarkan sarana air bersih dan jamban keluarga pada penderita diare balita di wilayah kerja Puskesmas Kawangkoan Barat Kabupaten Minahasa. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Besar sampel yaitu sebanyak 56 responden dengan menggunakan total sampling. Penelitian di lakukan pada bulan Februari sampai dengan Juli 2022 melalui kuesioner yang disebarkan langsung kepada responden. Hasil penelitian ini distribusi sarana air bersih perpipaan dapat dilihat bahwa sebanyak 26 responden (52,0%) diantaranya termasuk dalam resiko pencemaran tinggi, sedangkan 24 responden (48,0%) termasuk dalam resiko pencemaran rendah. Distribusi sarana air bersih sumur bor sebanyak 3 responden (50,0 %) diantaranya termasuk dalam resiko pencemaran tinggi, sedangkan 3 responden (50,0%) termasuk dalam resiko pencemaran rendah. Distribusi sanitasi jamban menunjukkan 27 responden (48,2%) termasuk dalam kategori skor resiko pencemaran tinggi. Jenis jamban yang dimiliki sebanyak 51 responden (91,1%) menggunakan jenis jamban leher angsa dengan septitank dan resapan, 1 responden (1,8%) menggunakan jamban dengan jenis cemplung tanpa tutup, dan 4 responden (7,1%) tidak memiliki jamban. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu distribusi sarana air bersih terbanyak digunakan yaitu pada sarana air bersih perpipaan. Untuk distribusi sanitasi jamban paling banyak menggunakan jenis jamban leher angsa dengan septitank dan resapan. Kata Kunci: Sarana Air Bersih, Jamban Sehat, Diare, Balita
Hubungan antara Status Sosial Ekonomi dengan Status Gizi Balita Usia 24-59 Bulan di Desa Lesabe dan Lesabe 1 Kecamatan Tabukan - Selatan Josri Mandiangan; Marsella D. Amisi; Nova H. Kapantow
JPAI: Jurnal Perempuan dan Anak Indonesia Vol. 4 No. 2 (2023): JPAI: Jurnal Perempuan dan Anak Indonesia
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/jpai.4.2.2023.45418

Abstract

Masalah gizi pada balita masih terjadi di Indonesia, Sulawesi Utara, maupun di Kepulauan Sangihe, Kecamatan Tabukan Selatan. Faktor sosial ekonomi keluarga menjadi penyebab malagizi padaa balita, akibat kurangnya kemampuan membeli pangan yang cukup dan berkualitas menyebabkan asupan zat gizi tidak adekuat. Tingkat pendidikan orang tua berpengaruh dalam pemenuhan gizi yang adekuat pada balita, akhirnya berpengaruh terhadap status gizinya. Tujuan penelitian adalah mencari tahu apakah ada hubungan antara status sosial ekonomi dengan status gizi balita 24-59 bulan di Desa Lesabe dan Desa Lesabe 1. Penelitian ini menggunakan desain Cross-Sectional, dilakukan pada bulan Juli 2022 sampai dengan Oktober 2022. Populasi pada penelitian ini adalah balita usia 24-59 bulan berjumlah 67 balita, dengan sampel menggunakan total sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah status gizi balita dan status sosial ekonomi. Analisis data bivariat menggunakan uji Fisher’s Exact. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pendidikan ibu dengan status gizi balita berdasarkan BB/U dengan nilai p=0,018 sedangkan antara pendidikan ibu dengan status gizi balita berdasarkan TB/U dan BB/TB menunjukkan tidak terdapat hubungan. Sementara itu uji statistik antara status sosial ekonomi pekerjaan ibu dan pendapatan keluarga dengan status gizi balita berdasarkan BB/U, TB/U, dan BB/TB menunjukkan tidak terdapat hubungan. Kesimpulan ada hubungan antara pendidikan ibu dengan status gizi balita berdasarkan BB/U sehingga menunjukkan pentingnya pendidikan ibu bagi status gizi balita. Bagi orang tua disarankan mempertahankan status gizi anak selalu normal, serta bagi orang tua dengan anak yang memiliki status gizi tidak normal untuk memperhatikan pemberian makanan yang bergizi seimbang kepada balita.
Gambaran Pengetahuan tentang Anemia Gizi Besi pada Remaja Putri di SMP Negeri 1 Polewali Kabupaten Polewali Mandar Diana Christin; Yulianty Sanggelorang; Marsella D Amisi
JPAI: Jurnal Perempuan dan Anak Indonesia Vol. 3 No. 2 (2022): JPAI: Jurnal Perempuan dan Anak Indonesia
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/jpai.3.2.2022.39010

Abstract

Anemia gizi besi merupakan salah satu dari beberapa masalah gizi di Indonesia yang mana banyak terjadi pada kelompok remaja putri. Remaja putri rentan terhadap masalah anemia gizi besi karena mengalami menstruasi tiap bulannya sehingga kehilangan cadangan zat besi dalam tubuhnya, selain itu perilaku diet yang tidak seimbang yang marak dilakukan oleh remaja putri juga dapat menyebabkan kecukupan zat besi pada remaja putri tidak tercukupi dengan baik (Kemenkes RI, 2018). Data Riskesdas 2018  didapati prevalensi kejadian anemia pada penduduk Indonesia usia 5-14 tahun sebesar 26.8%, dan pada perempuan sebesar 27.2% (Kemenkes RI, 2019). Pengetahuan remaja putri yang rendah akan anemia gizi besi menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya anemia gizi besi pada remaja, yang mana pengetahuan berpengaruh terhadap kesadaran seseorang dalam berperilaku  Penelitian ini dilakukan pada Juni – Oktober 2021 dengan tujuan mengetahui gambaran pengetahuan anemia gizi besi pada remaja putri di SMP Negeri 1 Polewali. Populasi dalam penelitian sebanyak 338 remaja putri di SMP Negeri 1 Polewali dengan sampel sebanyak 187 orang. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat yang mana didapati bahwa pada pertanyaan mengenai definisi anemia gizi besi hampir semua responden telah tahu yaitu dengan persentase sebesar 90.9%, pertanyaan mengenai tanda dan gejala sebesar 88.2% responden telah tahu, begitupula pada pertanyaan mengenai penyebab dan dampak anemia gizi sebagian besar responden telah tahu dimana masing-masing sebesar 87.2% dan 74.9%. Pada kelompok pertanyaan mengenai pencegahan anemia gizi besi, sebagian besar responden telah tahu, namun pada pertanyaan pencegahan mengenai pengelompokan sumber zat besi dari bahan hewani dan nabati sebanyak 51.9% responden tidak tahu.Kata Kunci : Pengetahuan, Anemia Gizi Besi, Remaja Putri