cover
Contact Name
Arif Sofianto
Contact Email
01arifsofianto@gmail.com
Phone
+6224-3515591
Journal Mail Official
jurnallitbangjateng@gmail.com
Editorial Address
BAPPEDA PROV. JATENG Jl. Pemuda No.127-133, Kota Semarang, Jawa Tengah 50132 Telp. : (024) 351 5591, Fax. : (024) 354 6802 Email : bappeda@jatengprov.go.id, Website : http://bappeda.jatengprov.go.id
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah
ISSN : 14129833     EISSN : 2548463X     DOI : https://doi.org/10.36762/jurnaljateng
Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah merupakan media diseminasi hasil-hasil penelitian yang terkait dengan pembangunan daerah dan penyelenggaraan pemerintahan dan otonomi daerah secara luas. Fokus jurnal ini adalah hasil penelitian yang memberikan kontribusi pada percepatan pembangunan daerah di berbagai sektor serta peningkatan penyelenggaraan pemerintahan dan otonomi daerah. Jurnal ini diterbitkan 2 kali setahun dengan pemilahan fokus sebagai berikut: 1) Rumpun pengetahuan sosial meliputi fokus politik dan pemerintahan, hukum, kesehatan, pendidikan, sosial budaya, kesejahtaraan, dan perekonomian daerah. 2) Rumpun pengetahuan alam meliputi pertanian dalam arti luas, kelautan dan perikanan, kehutanan, pengelolaan sumberdaya alam, dan energi.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 464 Documents
PENGARUH LAMA PENGUKUSAN DAN PENAMBAHAN LEVEL KADAR AIR YANG BERBEDA TERHADAP UJI PROKSIMAT DAN KECERNAAN PADA BUNGKIL KEDELAI, GAPLEK DAN POLLARD S. Y. Saroh; B. Sulistiyanto; M. Christiyanto; C. S. Utama
JURNAL LITBANG PROVINSI JAWA TENGAH Vol 17 No 1 (2019): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36762/jurnaljateng.v17i1.788

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji nilai nutrisi dari bahan pakan yang diberi tambahan air dengan level kadar air berbeda, yang di olah dengan pengukusan. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial dengan lama pengukusan sebagai faktor 1 (A1 dan A2, 15 menit dan 30 menit) dan level penambahan kadar air sebagai faktor 2 (B1, B2, B3, 25%, 50% dan 50%). Perlakuan dilakukan 2 kali ulangan kali. Hasil penelitian menunjukan tidak terdapat pengaruh interaksi, antara lama pengukusan 15 menit dan 30 menit dengan penambahan level kadar air 25 %, 50% dan 75% terhadap parameter yang diamati. Simpulannya bahwa kombinasi lama pengukusan dan penambahan level kadar air tidak berpengaruh terhadap nilai kandungan proksimat dan kecernaan protein. Saran dari penulis adalah perlu adanya uji kecernaan in-vivo lebih lanjut, untuk mendukung hasil daripada penelitian ini.
EVALUASI PEMBERIAN PAKAN DENGAN JUMLAH MULTINUTRIENT BLOCK YANG BERBEDA SEBAGAI SUPLEMEN TERHADAP PERFORMANS KAMBING KACANG Dearestantrianto Hadits Fardana; Baginda Iskandar Moeda Tampoebolon; Eko Pangestu,; Widiyanto; Retno Iswarin Pujaningsih
JURNAL LITBANG PROVINSI JAWA TENGAH Vol 17 No 1 (2019): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36762/jurnaljateng.v17i1.789

Abstract

Pemberian multinutrien blok sebagai pakan pelengkap bertujuan untuk mengkatalisis pemanfaatan yang lebih efisien dari pakan ternak berkualitas rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan performans kambing Kacang yang baik melalui pemberian jumlah multinutrien blok (MNB) yang tepat. Metode eksperimental menggunakan 12 ekor Kambing Kacang jantan umur 7 bulan yang dibagi menjadi 3 kelompok berdasarkan berat badannya yaitu, K1 (18,75 ± 1,25 kg), K2 (16,20 ± 1,20 kg) dan K3 (14,20 ± 1,20 kg). Hijauan jagung dan konsentrat sebagai pakan basal dengan komposisi 20:80. Konsentrat disusun dari bahan baku pakan berupa dedak padi, pollard, kulit kopi, molases. Bahan baku penyusun multinutrien blok terdiri atas hijauan jagung, urea, cangkang kerang darah, cangkang telur, molasses, bentonite dan garam. Rancangan acak kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan (T0: Hijauan+Konsentrat, T1: T0+5g MNB, T2: T0+10g MNB, T3: T0+15g MNB) dan 3 ulangan digunakan pada penelitian ini. Parameter yang diamati meliputi pertambahan bobot badan harian (PBBH), konsumsi bahan kering, bahan organik dan total digestible nutrients (TDN). Hasil penelitian menunjukkan pemberian MNB tidak memberikan pengaruh nyata pada konsumsi bahan kering disimpulkan bahwa pemberian MNB tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap konsumsi bahan kering T0 (1066 g), T1 (936 g), T2 (952 g) T3 (895 g), bahan organik T0 (967 g), T1 (844 g) T2 (842 g), T3 (800 g), total digestible nutrients T0 (693 g), T1 (603 g), T2 (629 g), T3 (570 g) dan pertambahan bobot badan T0 (5 kg/ekor), T1 (6,2 kg/ekor), T2 (5,5 kg/ekor), T3 (5,2 kg/ekor) pada Kambing Kacang. Pemberian multinutrien blok sebaiknya diberikan sebagai pakan pelengkap pada ransum berkualitas rendah untuk meningkatkan efisiensi pakan.
PENGARUH PEMBERIAN BERBAGAI POLLARD TEROLAH TERHADAP PERTUMBUHAN ORGAN PENCERNAAN AYAM BROILER UMUR 7 MINGGU C. S. Utama; B. Sulistiyanto; T. A. Wicaksono
JURNAL LITBANG PROVINSI JAWA TENGAH Vol 17 No 1 (2019): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36762/jurnaljateng.v17i1.790

Abstract

Penelitian bertujuan mengkaji pengaruh penggunaan pollard terolah dalam ransum terhadap pertumbuhan organ proventrikulus, ventrikulus, duodenum, jejenum dan ileum pada ayam broiler umur 7 minggu. Materi penelitian menggunakan 200 ekor ayam broiler umur 7 minggu dengan bobot rata-rata 859 ± 59 g dengan tiap unit percobaan terdiri dari 8 – 9 ekor. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu (T0= Pakan Pabrik, T1= Ransum dengan pollard tanpa diolah, T2= Ransum dengan pollard diolah secara fisik , T3 = Ransum dengan pollard terolah fisik dan biologi 40%, dan T4= Ransum dengan pollard terolah fisik dan biologi 60%) dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pollard terolah secara fisik dan biologis belum mampu meningkatkan semua bobot relatif organ pencernaan ayam broiler umur 7 minggu. Pada organ proventrikulus pakan perlakuan mampu meningkatkan bobot relatif organ pencernaan ayam broiler, namun bobot relatif proventrikulus yang dihasilkan masih tergolong normal. Pengukuran bobot organ ayam broiler perlu dilakukan per minggu untuk mengetahui laju peningkatan bobot relatif organ pencernaan yang optimal, sehingga diperoleh data maksimal pertumbuhan organ ayam broiler secara tepat.
PRODUKSI VOLATILE FATTY ACIDS DAN AMONIA (NH3) HIJAUAN PAKAN KAMBING SECARA IN VITRO Okta Filasari; Marry Christiyanto; Limbang Kustiawan Nuswantara; Eko Pangestu
JURNAL LITBANG PROVINSI JAWA TENGAH Vol 17 No 1 (2019): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36762/jurnaljateng.v17i1.791

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai nutrien hijauan yang biasa diberikan sebagai pakan kambing dilihat dari produksi volatile fatty acids dan Amonia (NH3). Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari perlakuan 8 jenis bahan pakan hijauan dengan 3 ulangan. Produksi NH3 daun mangga, daun nangka, daun pisang, daun lamtoro, daun turi, daun gamal dan daun kaliandra sudah mencukupi untuk kebutuhan sintesis mikrobia secara optimal. Produksi VFA daun mangga, daun nangka, daun pisang, daun turi, daun gamal, daun mahoni, dan daun kaliandra sudah mencukupi kebutuhan ternak rumen sebagai sumber energi utama untuk kebutuhan hidup pokok guna pertumbuhan.
PENELITIAN STRATEGI PENGUATAN KERJASAMA KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PARIWISATA DI JAWA TENGAH (STUDI KASUS KSPN DIENG DAN SEKITARNYA) Tri Risandewi; Wiwin Widiastuti
JURNAL LITBANG PROVINSI JAWA TENGAH Vol 17 No 2 (2019): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36762/jurnaljateng.v17i2.792

Abstract

Kawasan pariwisata Dieng merupakan kawasan wisata potensial di Jawa Tengah baik sumber daya alam, dan budayanya, namun menyimpan potensi konflik yang rentan. Sebagai suatu kawasan wisata yang potensial, keunikan Dieng tidak hanya karena adanya objek wisata yang beraneka ragam dalam satu kawasan, namun juga merupakan sebuah kawasan wisata yang terbagi menjadi dua wilayah administratif, yaitu Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo. Pengelolaan Kawasan Wisata Dieng yang baik akan sulit dilakukan tanpa adanya kerjasama antar daerah. Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) mengidentifikasi kondisi kerjasama antar daerah dalam pengelolaan KSPN Dieng dan sekitarnya; 2) menganalisis faktor-faktor penghambat dan pendorong kerjasama antar daerah; dan 3) merumuskan strategi penguatan kerjasama kebijakan pembangunan pariwisata di KSPN Dieng. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deksriptif kualitatif dengan lokasi enelitian di KabupatenWonosobo, Banjarnegara, Batang dan Pekalongan. Adapun hasil penelitian yang diperoleh yaitu (1) kerjasama antar daerah dalam hal pengelolaan KSPN Dieng sudah ada sejak tahun 1974 hingga tahun 2012, namun kerjasama dilakukan secara parsial, yaitu antar 2 (dua) kabupaten atau kerjasama pemerintah provinsi dengan 1 (satu) kabupaten dalam sub sektor pariwisata tertentu; (2) faktor-faktor yang menghambat kerjasama antar daerah diantaranya tidak ada persamaan persepsi, lemahnya koordinasi antar sektor,belum adanya regulasi kerjasama antar stakeholder, sedangkan faktor pendorong: dukungan stakeholder dan dana, serta banyaknya event wisata bersama; (3) strategi penguatan yang perlu dilakukan yaitu tata kelola destinasi pariwisata yang terpadu dan bersinergi dengan membentuk kelembagaan khusus.
STRATEGI PENINGKATAN PENDAPATAN DAERAH MELALUI PEMBERDAYAAN ASET DAERAH DI PROVINSI JAWA TENGAH Wiwin Widiastuti; Tri Risandewi
JURNAL LITBANG PROVINSI JAWA TENGAH Vol 17 No 2 (2019): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36762/jurnaljateng.v17i2.793

Abstract

Proporsi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Jawa Tengah masih didominasi pajak daerah, yakni sebesar 83,36%. Sedangkan penerimaan bukan pajak sebesar 16,64% yang berasal dari lain-lain PAD yang sah (12,81%), hasil pengelolaan kekayaan lainnya (2,94%) dan retribusi (0,87%). Mempertimbangkan pentingnya peningkatan pendapatan daerah Provinsi Jawa Tengah dari sumber non pajak maka perlu dikembangkan penerimaan yang bersumber dari pendapatan lain-lain yang sah seperti pemanfaatan aset daerah. Pada tahun 2015 konstribusi penerimaan lain-lain yang sah dari hasil pemanfaatan aset daerah relatif kecil yaitu kurang dari 1 %, sedangkan potensinya dinilai cukup memiliki prospek untuk dapat ditingkatkan. Maka perlu disusun langkah kebijakan guna meningkatkan pemanfaatan aset daerah. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi strategi pemberdayaan aset daerah Provinsi Jawa Tengah dan mengidentifikasi peluang alternatif pembiayaan investasi pemberdayaan aset daerah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan data menggunakan wawancara mendalam, Focus Group Discussion dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan kondisinya aset Provinsi Jawa Tengah dapat dikelompokkan menjadi aset potensial dan aset kurang potensial. Aset kurang potensial memerlukan perbaikan dalam hal sumber daya manusia; manajemen anggaran; dukungan stakeholder (BPN, dunia usaha, Pemda, Development finance, dll); dan deregulasi. Dalam pemberdayaan aset Provinsi Jawa Tengah diperlukan penyempurnaan manajemen aset, dan penerapan strategi pemberdayaan aset dengan cara: (a).Melibatkan pihak ketiga sehingga dapat mengurangi/menghilangkan biaya pemeliharaan aset dan sekaligus meningkatkan pendapatan daerah; (b). Menjalin kerjasama pengelolaan aset. Dalam penerapan strategi pemberdayaan aset perlu menggunakan instrumen yang obyektif. Kesimpulan diperlukan kemampuan mewirausahakan birokrasi di kalangan pejabat dan pegawai yang mengelola aset-aset daerah, sehingga pengelolaan aset-aset daerah dapat dilakukan secara kreatif dan inovatif, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan lingkungan yang dinamis. Untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari kontribusi aset daerah, maka perlu dibentuk Tim/Satgas validasi dan pemberdayaan aset.
DAMPAK INVESTASI ASING LANGSUNG DAN URBANISASI TERHADAP KONDISI LINGKUNGAN DI INDONESIA Maharanny Diwid Prasetyawati
JURNAL LITBANG PROVINSI JAWA TENGAH Vol 17 No 2 (2019): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36762/jurnaljateng.v17i2.794

Abstract

Studi ini merupakan upaya untuk menganalisis hubungan antara Investasi Asing Langsung (FDI) dan pertumbuhan ekonomi terhadap pencemaran lingkungan dan lahan pertanian di Indonesia. Studi ini memperkenalkan urbanisasi sebagai ukuran pertumbuhan sektor perkotaan untuk menganalisis kontribusinya terhadap polusi dan lahan pertanian. Dengan menggunakan Error Correction Mechanism (ECM) dan teknik integrasi, hasilnya menunjukkan terbentuknya pola Kurva Kuznets Lingkungan (EKC) di Indonesia dalam studi jangka panjang. FDI menunjukkan hubungan positif dengan pencemaran lingkungan baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek. Pertumbuhan ekonomi juga berkontribusi pada peningkatan emisi CO2 di Indonesia dalam jangka panjang. Meskipun urbanisasi terjadi secara intensif di Indonesia, namun hal tersebut tidak memicu pencemaran udara dalam analisis jangka panjang maupun pendek, tetapi menunjukkan hubungan negatif dengan lahan pertanian. FDI juga diikuti oleh penurunan lahan pertanian dalam analisis jangka pendek tetapi menunjukkan hubungan yang berkebalikan dalam studi jangka panjang. Hal ini menunjukkan bahwa FDI di Indonesia menopang sektor pertanian dalam jangka panjang.
MEMBANGUN EKONOMI HIJAU DENGAN BASIS PERTANIAN DI PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2013 – 2018 Diana Dwi Susanti; Alif Muhammad Wicaksono
JURNAL LITBANG PROVINSI JAWA TENGAH Vol 17 No 2 (2019): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36762/jurnaljateng.v17i2.795

Abstract

Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi yang dianugerahi sumber daya alam yang melimpah. Potensi kekayaan alam mampu membuat Jawa Tengah menjadi salah satu lumbung pangan di Indonesia. Dalam beberapa dekade terakhir banyak pertanian hanya fokus pada pencapaian hasil yang tinggi, siklus hidup yang pendek, penyakit dan resistensi hama. Bahkan gizi sudah tidak terlalu penting, karena hanya mengejar produksi. Padahal pertanian menjadi salah satu cara untuk mengembangkan green economy atau pertumbuhan ekonomi hijau. Menjaga kelestarian lingkungan dan mengurangi resioko penumpukan karbon perlu dikembangkan kembali model pertanian yang berbasis organik. Penelitian dalam penulisan ini menggunakan metode deskriptif yang menggambarkan situasi atau kejadian. Dengan data sekunder yang mendukung penelitian yaitu struktur ongkos usaha tani (SOUT) 2014 -2017, pertumbuhan ekonomi dan riskesdas dalam jangka waktu 2013 – 2018. Hasil dari penelitian menggambarkan bahwa Jawa Tengah belum menggunakan konsep green economy. Terlihat dari penggunaan pupuk anorganik pada hasil pendataan SOUT masih mewarnai pertanian di Jawa Tengah. Penggunaan pupuk anorganik meningkat dari 72,33 persen padata tahun 2013 dan naik sebesar 78,05 persen pada tahun 2017. Penggunaan pestisida kimiawi juga meningkat dari 83,32 persen pada tahun 2013 naik sebesar 88,19 persen pada tahun 2017. Prevalensi penyakit modern seperti kanker, diabetes, ginjal kronis, hepatitis dan stroke hasil pendataan riskesdas juga meningkat. Produktivitas padi yang diharapkan dapat meningkat signifikan dengan penggunaan zat kimia tersebut ternyata tidak terbukti. Bahkan produktivitas kian menyusut, penyakit modern pada penduduk terus meningkat. Pemerintah mengeluarkan kebijakan dengan mengatur tanaman, pupuk organik yang dipakai dan membangun standar produk guna mengakses pasar internasional. Tanpa melibatkan zat-zat kimia yang bisa merusak kesehatan dan lingkungan. Menarik investor di bidang pertanian untuk peluang modal bagi petani dalam menerapkan Good Agriculture Practise (GAP).
PENGARUH PEMBERIAN POLLARD TEROLAH TERHADAP PERTUMBUHAN TOTAL BAKTERI ASAM LAKTAT DAN JAMUR PADA USUS HALUS AYAM KAMPUNG UMUR 7 MINGGU B. Sulistiyanto; C. S. Utama; M. R. Ulfah
JURNAL LITBANG PROVINSI JAWA TENGAH Vol 17 No 2 (2019): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36762/jurnaljateng.v17i2.796

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh pollard terolah terhadap jumlah bakteri asam laktat dan total jamur pada usus ayam kampung umur 7 minggu. Bahan yang digunakan adalah 200-an day old chick (DOC) ayam kampung asli dengan berat awal 38 ± 0,32g, pakan pabrik BR-IAJ, jagung, bungkil kedelai, vitamin-campuran, pollard, asam amino, limbah kubis yang difermentasi sebagai starter, sirup gula dan garam. Desain eksperimental yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan terdiri dari pakan pabrik BR-IAJ sebagai kontrol positif (T0), pollard yang tidak diobati (T1), pollard yang diolah secara fisik (dikukus) (T2) dan pollard yang diolah secara fisik dan biologis (dikukus dan difermentasi) (T3). Hasil penelitian menunjukkan ayam yang diberi pakan berdasarkan pollard yang diproses secara fisik dan biologis lebih baik daripada kontrol, pada parameter jumlah bakteri asam laktat (BAL) di jejunum (p <0,05), sedangkan duodenum dan ileum memiliki tidak ada efek signifikan, begitu juga parameter jamur total tidak menunjukkan efek signifikan pada semua bagian usus (p> 0,05). Disimpulkan bahwa ransum olahan pollard (pengukusan dan fermentasi) berbasis lebih baik daripada pakan pabrik seperti yang terlihat pada aspek total bakteri asam laktat dalam usus ayam umur tujuh minggu.
KECERNAAN SERAT BERBAGAI JENIS PAKAN PRODUK SAMPING PERTANIAN (BY PRODUCT) SEBAGAI PAKAN TERNAK RUMINANSIA YANG DI UJI SECARA IN VITRO Siti Athiya Wibowo; Marry Christiyanto; Limbang Kustiawan Nuswantara; Eko Pangestu
JURNAL LITBANG PROVINSI JAWA TENGAH Vol 17 No 2 (2019): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36762/jurnaljateng.v17i2.797

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kecernaan serat bahan pakan hasil samping pertanian sebagai pakan alternatif pengganti hijauan untuk ternak ruminansia. Penelitian dilakukan dengan metode in vitro menggunakan cairan rumen kambing Peranakan Etawa (PE). Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 6 jenis bahan pakan (kulit kacang, kulit kopi, kulit pisang, sabut kelapa, onggok dan janggel jagung) dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berbagai macam bahan pakan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kecernaan bahan kering, kecernaan Neutral Detergent Fiber (NDF), kecernaan Acid Detergent Fiber (ADF) dan kecernaan Hemiselulosa. Kecernaan bahan kering dan kecernaan NDF menunjukkan bahwa onggok dan janggel jagung memiliki kecernaan yang paling baik, kecernaan ADF menunjukkan bahwa onggok, janggel jagung dan kulit kopi memiliki kecernaan yang paling baik dan kecernaan hemiselulosa menunjukkan onggok, janggel jagung dan kulit pisang memiliki kecernaan yang paling baik. Onggok, janggel jagung, kulit kopi dan kulit pisang memiliki kecernaan serat yang baik dan dapat dimanfaatkan sebagai pengganti pakan hijauan untuk pemenuhan kebutuhan ruminansia.

Filter by Year

2002 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 22 No 1 (2024): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 21 No 2 (2023): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 21 No 1 (2023): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 20 No 2 (2022): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 20 No 1 (2022): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 19 No 2 (2021): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 19 No 1 (2021): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 18 No 2 (2020): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 18 No 1 (2020): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 17 No 2 (2019): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 17 No 1 (2019): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 16 No 2 (2018): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 16 No 1 (2018): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 15 No 2 (2017): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 15 No 1 (2017): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 14 No 2 (2016): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 14 No 1 (2016): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 13 No 2 (2015): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 13 No 1 (2015): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 12 No 2 (2014): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 12 No 1 (2014): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 11 No 2 (2013): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 11 No 1 (2013): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 10 No 2 (2012): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 10 No 1 (2012): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 9 No 2 (2011): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 9 No 1 (2011): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 8 No 2 (2010): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 8 No 1 (2010): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 7 No 2 (2009): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 7 No 1 (2009): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 6 No 2 (2008): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 6 No 1 (2008): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 5 No 2 (2007): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 5 No 1 (2007): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 4 No 2 (2006): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 4 No 1 (2006): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 3 No 3 (2005): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 3 No 2 (2005): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 3 No 1 (2005): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 2 No 3 (2004): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 2 No 2 (2004): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 2 No 1 (2004): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 1 No 3 (2003): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 1 No 2 (2003): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 1 No 1 (2003): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 1 No 1 (2002): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah More Issue