cover
Contact Name
Arif Sofianto
Contact Email
01arifsofianto@gmail.com
Phone
+6224-3515591
Journal Mail Official
jurnallitbangjateng@gmail.com
Editorial Address
BAPPEDA PROV. JATENG Jl. Pemuda No.127-133, Kota Semarang, Jawa Tengah 50132 Telp. : (024) 351 5591, Fax. : (024) 354 6802 Email : bappeda@jatengprov.go.id, Website : http://bappeda.jatengprov.go.id
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah
ISSN : 14129833     EISSN : 2548463X     DOI : https://doi.org/10.36762/jurnaljateng
Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah merupakan media diseminasi hasil-hasil penelitian yang terkait dengan pembangunan daerah dan penyelenggaraan pemerintahan dan otonomi daerah secara luas. Fokus jurnal ini adalah hasil penelitian yang memberikan kontribusi pada percepatan pembangunan daerah di berbagai sektor serta peningkatan penyelenggaraan pemerintahan dan otonomi daerah. Jurnal ini diterbitkan 2 kali setahun dengan pemilahan fokus sebagai berikut: 1) Rumpun pengetahuan sosial meliputi fokus politik dan pemerintahan, hukum, kesehatan, pendidikan, sosial budaya, kesejahtaraan, dan perekonomian daerah. 2) Rumpun pengetahuan alam meliputi pertanian dalam arti luas, kelautan dan perikanan, kehutanan, pengelolaan sumberdaya alam, dan energi.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 464 Documents
KINERJA IMPLEMENTASI PROGRAM BADAN USAHA MILIK DESA BERSAMA DI KABUPATEN BANYUMAS Chamid Sutikno; Slamet Rosyadi; Denok Kurniasih
JURNAL LITBANG PROVINSI JAWA TENGAH Vol 16 No 1 (2018): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kebijakan mengenai pembentukan badan usaha milik desa yang diatur dalam Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas No 6 Tahun 2016 Tentang Pembentukan dan Pelaksanaan Badan Usaha Milik Desa. Akan tetapi, kebijakan tersebut tidak bisa berjalan secara maksimal dimana banyak desa-desa yang belum memiliki badan usaha milik desa. Sehingga salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah adalah dengan membentuk badan usaha milik desa bersama (BUMADes). Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis dan mengetahui bagaimana implementasi program BUMADes di Kabupaten Banyumas. Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini untuk menjawab masalah implementasi program BUMADes. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kinerja implementasi BUMADes di Kabupaten Banyumas secara umum belum berjalan secara maksimal. Hal ini ditunjukan dengan beberapa aspek. Pertama, belum sepenuhnya masyarakat dan pemerintah memiliki kesamaan pemahaman mengenai implementasi BUMADes. Kedua, kesamaan visi dan misi kedua belah pihak lebih mengarah pada upaya pemberdayaan, sehingga BUMADes implementasi program badan usaha milik desa bersama belum sepenuhnya menjadi unit bisnis yang berorientasi pada profit (commercial institution). Realitasnya, BUMADes lebih mengarah pada unit sosial yang bertujuan untuk pemberdayaan masyarakat (social institution).
RETHINKING MODEL BISNIS PEMERINTAH DESA: KASUS PADA BADAN USAHA MILIK DESA DI KABUPATEN BANYUMAS, INDONESIA Muhammad Husnul Maab; Shadu S. Wijaya; Zaula Rizqi Atika; Denok Kurniasih
JURNAL LITBANG PROVINSI JAWA TENGAH Vol 16 No 1 (2018): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahwa semangat pembentukan BUMDes telah sesuai dengan arah perkembangan paradigma administrasi publik, karena terjadi pergeseran paradigma dari OPA ke NPM yang diterapkan di pemerintah desa. Oleh karena itu, pembentukan Badan Usaha Milik Desa menjadi salah satu model pemanfaatan kapasitas finansial desa untuk pemanfaatan potensi dan aset desa. Tujuan penelitian ini membandingkan pengelolaan potensi secara tradisional melalui pemerintah desa dan pengelolaan berbasis badan usaha publik (public enterprice). Hasil wawancara dengan key informan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan mendasar dalam pengelolaan potensi desa. Oleh karena itu, kami berpandangan bahwa pergeseran business model pemerintah ke arah public enterprise untuk pengelolaan potensi desa telah berada di jalan yang benar. BUMDes bergerak dari paradigma birokratik ke sektor bisnis, namun bukan bisnis murni melainkan bisnis sosial.
ANALISIS PENGEMBANGAN KLASTER HORTIKULTURA DI KABUPATEN NGAWI Nurul Istiqomah; Nunung Sri Mulyani; Izza Mafruhah; Dewi Ismoyowati
JURNAL LITBANG PROVINSI JAWA TENGAH Vol 16 No 1 (2018): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia sebagai negara agraris mempunyai potensi untuk bersaing pada pasar pertanian di pasar internasional, sejalan dengan adanya Pasar Bebas ASEAN/ ASEAN Free Trade Area (AFTA). Kabupaten Ngawi termasuk daerah yang subur dan merupakan salah satu daerah penyangga sektor pertanian di Jawa Timur. Komoditas hortikultura merupakan salah satu sumber utama pada di sektor pertanian, karena mempunyai potensi yang tinggi dan bisa menyumbang pada perekonomian suatu daerah. Komoditas hortikultura yang berupa buah-buahan dan sayur-sayuran merupakan salah sumber pangan penting untuk memenuhi kebutuhan gizi dari masyarakat. Pertanian dengan fokus pada tanaman hortikultura di Kabupaten Ngawi dikembangkan dengan sistem cluster berdasarkan tingkat kemajuan, luas panenan serta dengan mempertimbangkan agroklimat untuk memetakan komoditas hortikultura unggulan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah memetakan kondisi pertanian hortikultura serta menganalisis permasalahan pada kluster tanaman hortikultura di Kabupaten Ngawi. Metode penelitian adalah mixed method yaitu penggabungan antara kuantitatif dan kualitatif dengan menggunakan analisis Location Quotient, Geographic Information System (GIS), dan Analysis Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian ini adalah Potensi pengembangan kluster hortikultura di Kabupaten Ngawi diperlukan upaya penataan dan pengembangan lokasi komoditas basis sesuai dengan kondisi agroekosistem. Pengembangan komoditas yang ada ada pada titik-titik basis tersebut akan menjadikan komoditas tersebut menjadi unggulan dan penunjang terciptanya sentra kluster holtikultura serta pengembangan agribisnis yang ada di suatu daerah. Pengembangan komoditas basis hortikultura untuk sayuran semusim dan buah-buahan bisa disesuaikan dengan hasil LQ untuk masing-masing kecamatan di Kabupaten Ngawi. Hasil Indepth interview yang diolah dengan menggunakan AHP memperoleh hasil bahwa ternyata terdapat tiga faktor utama dalam pengembangan kluster yaitu produksi yang terdiri atas empat faktor turunan yaitu riset dan pengembangan, bibit unggul, pupuk dan obat anti hama kemudian pemasaran dengan faktor turunannya yaitu standarisasi produk, packaging, pasar tradisional dan pasar modern. Kemudian faktor yang ketiga kelembagaan yang terdiri atas pelatihan, pengembangan jejaring, dukungan pemerintah dan pendampingan.
ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN DI PANTURA JAWA TENGAH (STUDI KASUS KABUPATEN BREBES) Mursid Zuhri
JURNAL LITBANG PROVINSI JAWA TENGAH Vol 16 No 1 (2018): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alih fungsi lahan secara umum menyangkut transformasi dalam pengalokasian sumber daya lahan dari satu penggunaan ke penggunaan lainnya. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengidentifikasi permasalahan alih fungsi lahan pertanian, khususnya lahan sawah (2) menganalisis pola spasialnya dan faktor-faktor yang mempengaruhi, serta (3) menganalisis kebijakan yang terkait dengan alih fungsi lahan pertanian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, pengumpulan data mengunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah 1) alih fungsi lahan pertanian ke penggunaan nonpertanian sangat dipengaruhi oleh dinamika pertumbuhan perkotaan yang sangat pesat, baik dilihat dari aspek demografis, ekonomi maupun fisik. 2) Pola spasial alih fungsi lahan sawah dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial ekonomi, meliputi pertumbuhan penduduk perkotaan, pertumbuhan dan pergeseran struktur ekonomi, pertumbuhan rumah tangga pertanian pengguna lahan dan perubahan luas penguasaan lahan. 3) Kebijakan yang terkait dengan pengendalian alih fungsi lahan pertanian adalah konsistensi pelaksanaan RTRW Provinsi maupun Kabupaten sebagai kunci pencegahan alih fungsi lahan pertanian ke nonpertanian.
ORGANOLEPTIK CEREAL DARI TEPUNG BERAS MERAH (Oryza nivara Linn.) DAN TEPUNG KACANG MERAH (Phaseolus vulgaris Linn.) Sri Budi Wahjuningsih; Annisa Rizka Septiani; Haslina
JURNAL LITBANG PROVINSI JAWA TENGAH Vol 16 No 2 (2018): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan analisis kimia, fisik dan organoleptik dari sereal dengan bahan baku tepung beras merah dan tepung kacang merah. Penelitian ini menggunakan desain percobaan Rancangan Acak Lengkap satu faktor yaitu perbandingan tepung beras merah dan tepung kacang merah sebanyak 4 formula yaitu A=295 : 5, B= 290 : 10, C= 285 : 15, dan D=280 : 20. Penelitian menggunakan 4 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan formulasi terbaik sereal tepung beras merah dan tepung kacang merah secara kimia, fisik dan organoleptik adalah formula D yaitu sebanyak 280g tepung beras merah dan 20g tepung kacang merah, dengan kadar serat larut 0,86% dan serat tidak larut 0,54%, kadar protein 11,64%, dan aktivitas antioksidan 15,76%. Komposisi kimia yang lain yaitu kadar air 3,49%, kadar lemak 3,03%,dan kadar pati 10,26%. Produk ini memiliki waktu rehidrasi selama 830 detik saat mulai terbasahi media susu dan 1192 detik saat semua bagian terendam dalam media. Daya serap air produk adalah 2,9%. Parameter organoleptik secara keseluruhan menunjukkan skor 4,64 (sangat suka).
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN TEPUNG IKAN RUCAH YANG DIBERI EKSTRAK DAUN KERSEN (MUNTINGIA CALABURA L.) DALAM KEMASAN PLASTIK TERHADAP KUALITAS FISIK ORGANOLEPTIK Endah Eka Purnamasari; Retno Iswarin Pujaningsih; Sri Mukodiningsih
JURNAL LITBANG PROVINSI JAWA TENGAH Vol 16 No 2 (2018): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji pengaruh penambahan ekstrak daun kersen dalam pengawetan tepung ikan rucah terhadap kualitas fisik organoleptiknya selama penyimpanan. Pengambilan ekstrak daun kersen dengan cara diekstraksi menggunakan metode sokletasi. Tepung ikan rucah diberi perlakuan A0 (tidak diberi ekstrak) dan A1 (diberi ekstrak daun kersen dengan perbandingan penambahan ekstrak 1 : 10 (v/w) dengan konsentrasi ekstrak yang digunakan 50%, dikemas dengan kemasan plastik polyethylene dan di simpan pada lama penyimpanan T0 (penyimpanan minggu ke -0), T1 (penyimpanan minggu ke-2) dan T2 (penyimpanan minggu ke – 4). Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap pola faktorial 2×3 dengan 5 kali ulangan. Parameter yang diamati adalah uji organoleptik (tekstur, warna, aroma dan cemaran jamur). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian ekstrak dan lama penyimpanan berbeda nyata (P < 0,05) terhadap warna dan cemaran jamur namun tidak berbeda nyata (P > 0,05) terhadap tekstur dan aroma. Ekstrak daun kersen mampu mempertahankan kualitas fisik organoleptik dari aspek warna, tekstur dan aroma serta mampu menekan pertumbuhan jamur pada tepung ikan rucah yang dikemas dengan kemasan plastik polyethylene.
KONSENTRASI KARAGENAN TERHADAP FISITOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK JELYDRINK KRAI Eny Hari Widowati; Dewi Larasati
JURNAL LITBANG PROVINSI JAWA TENGAH Vol 16 No 2 (2018): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Krai merupakan kelompok sayuran yang banyak ditanam oleh masyarakat di Desa Kasreman Kabupaten Rembang. Krai ditanam setiap musim kemarau dengan produksi yang melimpah, produksi krai yang melimpah dan dijual dalam bentuk segar menyebabkan harga krai murah bahkan digunakan sebagai pakan ternak sapi hal ini disebabkan karena krai belum mempunyai nilai tambah. Krai mempunyai potensi untuk diolah menjadi aneka olahan pangan, salah satunya adalah olahan jely drink karena kandungan air pada sayur dan aroma yang khas. Pengolahan jely drink dengan krai belum dilakukan sehingga penggunaan kareganan perlu diketahui konsentrasinya untuk diterima konsumen. Metode penelitian: eksperimen dengan RAK sederhana dengan konsentrasi karagenan: K1:2%; K2:4%;K3:6%;K4:8%. Untuk organoleptik menggunakan panelis mahasiswa yang terbiasa melakukan uji organoleptik dengan kriteria penilaian ˃2-3:Tidak Suka;˃3-4%:Cukup Suka; ˃4-5%:Suka; ˃5-6%: Sangat Suka.Hasil: i)Konsentrasi Karagenan Terhadap pH : Terdapat perbedaan yang nyata antar perlakuan, pH tertinggi terdapat pada perlakuan K4 (4,26) Kenaikan konsentrasi karagenan diikuti dengan kenaikan nilai pH;ii) Konsentrasi Karagenan Terhadap Viskositas: terdapat perbedaan yang sangat nyata antar perlakuan, Semakin sedikit konsentrasi karagenan maka viskositas semakin rendah pula atau encer; iii) Konsentrasi Karagenan Terhadap Sineresis: konsentrasi karagenan yang diberikan berpangaruh nyata terhadap nilai sineresis. analisa sineresis minuman jelly drink krai berkisar antar 4,51 – 13,47 mg/menit. Sineresis tertinggi terdapat pada perlakuan K1; iv) Konsentrasi yang disukai dari tekstur, rasa, aroma adalah konsentrasi pada 0,6%.
ANALISIS KELAYAKAN USAHA BUDIDAYA CAPSICUM Sp. RAMAH LINGKUNGAN DI KABUPATEN TEMANGGUNG Fitri Lestari; Ridha Nurlaily; Vina Eka Aristya
JURNAL LITBANG PROVINSI JAWA TENGAH Vol 16 No 2 (2018): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabai (Capsicum sp.) merupakan salah satu komoditas sayuran strategis nasional karena memiliki kedudukan khusus di masyarakat sebagai bahan makanan/bumbu yang dikonsumsi setiap saat, dan karena gejolak harga cabai yang ditimbulkannya dapat mempengaruhi inflasi. Penelitian dilaksanakan selama 5 (lima) bulan dari bulan April s/d Agutus 2017 pada lahan demplot di Desa Campursari, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung. Tujuan dari penelitian ini adalah : (i). Mengetahui dan menjelaskan biaya produksi dalam budidaya cabai rawit ramah lingkungan; (ii). Mengetahui dan menjelaskan penerimaan usaha tani budidaya cabai rawit ramah lingkungan; dan (iii). Mengetahui dan menjelaskan kelayakan usaha tani budidaya cabai rawit ramah lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (i). Biaya produksi teknologi rekomendasi lebih rendah 11,18% dari cara petani; (ii). Penerimaan usahatani teknologi rekomendasi lebih tinggi 16,61% dari cara petani; (iii). Usahatani rekomendasi layak untuk diterapkan dalam budidaya cabai rawit ramah lingkungan yaitu dengan ditunjukkan bahwa R/C dan B/C ratio teknologi rekomendasi lebih besar dari cara petani yaitu masing-masing 2,42 > 2,05 dan 1,42> 1,05.
POTENSI PERTUMBUHAN PURWOCENG DENGAN TEKNIK IRIGASI TETES, NUTRIENT FILM TECHNIQUE (NFT) DAN PENANAMAN DI LAHAN TERBUKA Eni Sumarni; Loekas Soesanto; Noor Farid; Hanif Nasiatul Baroroh
JURNAL LITBANG PROVINSI JAWA TENGAH Vol 16 No 2 (2018): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya hasil dan kualitas purwoceng pada penanaman secara konvensional di lahan terbuka dapat diatasi dengan aplikasi teknologi hidroponik di dalam greenhouse. Teknologi hidroponik di dalam greenhouse memungkin pengendalian tanaman secara terkontrol, panen lebih terencana dan mengurangi hama dan penyakit. Hasil penelitian produksi purwoceng secara hidroponik melalui teknik irigasi drip dan NFT secara terpisah sudah dilakukan. Hasil kajian produksi purwoceng dengan teknik hidroponik nutrient film technique (NFT) menunjukkan bahwa purwoceng sensitif terhadap air yang tersirkulasi. Tanaman purwoceng layu pada sistem NFT mencapai 40%. perlu kajian lanjut bagaimana teknik hidroponik irigasi drip, NFT dan di lahan terbuka terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman purwoceng. Tujuan dari penelitan adalah mendapatkan pengaruh irigasi drip, NFT dan lahan terbuka terhadap pertumbuhan tinggi tanaman dan jumlah cabang tanaman purwoceng di musim kemarau. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 kali ulangan. Iklim mikro di dalam dan luar greenhouse yang diamati meliputi suhu udara dan kelembapan udara. Data pertumbuhan dianalisis dengan uji F dan dilanjutkan uji DMRT taraf 5%. Variabel pertumbuhan yang diamati meliputi tinggi tanaman dan jumlah cabang. Produksi purwoceng menggunakan sistem irigasi drip, sistem NFT dan lahan terbuka memberikan pengaruh yang berbeda terhadap pertumbuhan purwoceng. Irigasi drip di dalam greenhouse menghasilkan rata-rata tinggi tanaman dan jumlah cabang tertinggi dibandingkan teknik NFT dan di lahan terbuka. Penanaman purwoceng dengan irigasi drip menunjukkan hasil tertinggi, yaitu 14 buah. Jumlah cabang tanaman purwoceng di lahan terbuka rata-rata mencapai 6,9 buah. Teknik NFT menghasilkan jumlah cabang terendah yaitu 3,9 buah.
EFEKTIVITAS PENGOMPOSAN PUPUK ORGANIK DENGAN MENGGUNAKAN ORGADEC Alfina Handayani
JURNAL LITBANG PROVINSI JAWA TENGAH Vol 16 No 2 (2018): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana efektivitas Orgadec dalam pengomposan kotoran ternak sapi. Lokasi penelitian dilaksanakan di KWT Berdaya Desa Samiran, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. Komposisi pembuatan pupuk organik, untuk 1 ton kotoran ternak diberikan 5 kg Orgadec. Parameter yang diuji meliputi kadar air, carbon (C), nitrogen (N), Pospor (P), Kalium (K) dan rasio C/N yang dilakukan pada hari ke 20 pengomposan. Selanjutnya data dianalisis secara diskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Orgadec mempercepat proses pengomposan kotoran ternak menjadi pupuk organik dilihat dari parameter N-total, P₂O₅, K₂O dan kadar air, namun hanya C/N rasio yang sesudah memenuhi standar sesuai dengan Permentan No 70/Permentan/SR.140 /10/2011. Secara teori proses pengomposan menggunakan orgadec membutuhkan waktu sekitar 3 minggu, implementasi di lapangan menunjukkan proses pengomposan belum berjalan sempurna sehingga perlu pengujian lebih lanjut.

Filter by Year

2002 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 22 No 1 (2024): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 21 No 2 (2023): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 21 No 1 (2023): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 20 No 2 (2022): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 20 No 1 (2022): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 19 No 2 (2021): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 19 No 1 (2021): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 18 No 2 (2020): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 18 No 1 (2020): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 17 No 2 (2019): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 17 No 1 (2019): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 16 No 2 (2018): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 16 No 1 (2018): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 15 No 2 (2017): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 15 No 1 (2017): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 14 No 2 (2016): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 14 No 1 (2016): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 13 No 2 (2015): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 13 No 1 (2015): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 12 No 2 (2014): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 12 No 1 (2014): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 11 No 2 (2013): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 11 No 1 (2013): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 10 No 2 (2012): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 10 No 1 (2012): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 9 No 2 (2011): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 9 No 1 (2011): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 8 No 2 (2010): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 8 No 1 (2010): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 7 No 2 (2009): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 7 No 1 (2009): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 6 No 2 (2008): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 6 No 1 (2008): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 5 No 2 (2007): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 5 No 1 (2007): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 4 No 2 (2006): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 4 No 1 (2006): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 3 No 3 (2005): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 3 No 2 (2005): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 3 No 1 (2005): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 2 No 3 (2004): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 2 No 2 (2004): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 2 No 1 (2004): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 1 No 3 (2003): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 1 No 2 (2003): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 1 No 1 (2003): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol 1 No 1 (2002): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah More Issue