cover
Contact Name
Betna Dewi
Contact Email
jurnalilmiahpharmacy@gmail.com
Phone
+6281385092734
Journal Mail Official
jurnalilmiahpharmacy@gmail.com
Editorial Address
LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT SEKOLAH TINGGI KESEHATAN AL-FATAH BENGKULU Alamat : Jl.Indra Giri Gang 3 Serangkai Padang Harapan Bengkulu Telp : 0736-27508 Email : jurnalilmiahpharmacy@gmail.com Website : http://jurnal.stikesalfatah.ac.id/index.php/jiphar
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pharmacy
ISSN : 24068071     EISSN : 26158566     DOI : https://doi.org/10.52161/jiphar
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Pharmacy menerima tulisan ilmiah berupa jurnal hasil penelitian di bidang ilmu Farmasi
Articles 356 Documents
PEMANFAATAN OVER-POPULATED CANGKANG KERANG DARAH (ANADARA GRANOSA) DALAM PRODUK KECANTIKAN SEBAGAI BAHAN DASAR PEEL OFF MASK Vita, Otita Diana; muninggar, siti; prabandari, sari
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v10i1.433

Abstract

Cangkang kerang darah merupakan salah satu limbah laut yang kaya akan manfaat untuk kesehatan kulit, karna mengandung kolagen 2,03%. Sediaan peel off mask merupakan sediaan yang mudah diaplikasikan. Komponen dari peel off mask yaitu cangkang kerang darah, kulit buah pir, pva dan pvp. Tujuan dari penelitian ini untuk memanfaatkan over-populated cangkang kerang darah sebagai bahan dasar peel off mask.Penelitian bersifat ekperimental. Peel off mask dibuat dari limbah cangkang kerang darah yang dihaluskan menjadi serbuk. Peel off mask dibuat sebanyak 15 gram. Preparasi sampel cangkang kerang darah dilakukan secara langsung di area pesisir Brebes. Melalui pemanfaatan ini peneliti berharap dapat mengurangi over-populated cangkang kerang darah disekitar area pesisir Brebes.Analis data dari evaluasi sediaan uji organoleptis berupa bentuk serbuk, warna krem dan bau khas aromatik. Uji kesukaan dilakukan terhadap 20 responden dengan hasil 80% responden suka pada sediaan peel off mask. Kata Kunci : Cangkang Kerang, Kulit Pir, Peel off Mask, eksperimental.
PENGARUH PENGGUNAAN ADSORBENS KARBON AKTIF BATANG KELAPA SAWIT DAN BAMBU ORI TERHADAP KANDUNGAN TANIN SEDUHAN DAUN STEVIA DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETER UV-VIS. Fatmawati, Sinta Nur laili
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v10i1.454

Abstract

Pemanis merupakan salah satu bahan makanan yang dibutuhkan setiap orang. Salah satu pemanis alami yang dapat digunakan adalah daun stevia. Senyawa gula dalam daun stevia tidak memiliki sifat karsinogenik sehingga dapat dikonsumsi dalam waktu lama. Namun, daun stevia mengandung senyawa tanin yang bisa membuat rasanya kelat dan pahit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan tanin pada seduhan daun stevia dan untuk mengetahui pengaruh penggunaan adsorbens karbon aktif batang kelapa sawit dan bambu ori dengan metode Spektrofotometer UV-Vis.Penelitian dilakukan dengan penyeduhan pada sampel daun stevia. Seduhan yang diperoleh dilakukan uji Fitokimia untuk membuktikan adanya senyawa tanin, dan uji kualitatif dengan metode Spektrifotometer UV-Vis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa seduhan daun stevia positif mengandung senyawa tanin . Pengurangan kadar tanin pada seduhan daun stevia di lakukan dengan cara mencampurkan hasil seduhan daun stevia dengan karbon aktif batang kelapa sawit berat 0,1g , 0,2 g , 0,3g dan karbon aktif bambu ori berat 0,1g , 0,2 g , 0,3g. Hasil Uji kuantitatif menggunakan spektrofotometer UV-Vis didapat stevia murni dengan kadar Tanin 0,155 ?g/mL, hasil pengurangan kadar tanin dengan penyerapan tanin terbanyak di peroleh dari percampuran antara seduhan daun stevia dan karbon aktif batang kelapa sawit dengan konsentrasi 0,3g yaitu sebesar -0,117 ?g/mL atau dapat di katakan kandungan tanin berkurang seluruhnya.Kata Kunci : Karbon Aktif,Pengurangan kadar tanin,Seduhan daun stevia,Spektrofotometer UV-Vis.
PENETAPAN KADAR TOTAL FENOL PADA EKSTRAK AKAR BAJAKAH (Spatholobus littoralis Hassk) HASIL PROSES INFUDASI DARI BEBERAPA MEREK YANG BEREDAR DI PASARAN Oktaviana, Yeyen Nurul; Febriyanti, Rizki; kusnadi, Kusnadi
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v10i1.465

Abstract

Tumbuhan bajakah (Spatholobus littoralis Hassk) memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder seperti fenolik, flavonoid,  tannin, saponin, alkaloid, terpenoid yang mampu mengatasi berbagai penyakit degenerative, seperti diabetes, kanker, tumor dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui kandungan fenol total pada ekstrak hasil proses infundasi akar bajakah dari 4 macam merk yang beredar di pasaran.Metode ekstraksi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode ekstraksi infudasi, dimana digunakannya metode ekstraksi ini untuk mengetahui apakah rebusan akar bajakah tersebut terdapat kandungan fenol total dengan menggunakan uji kualitatif yaitu uji warna dan kromatografi lapis tipis dan uji kuantitatifnya yaitu penetapan kadar total fenol menggunakan reagen Folin Ciocalteau dengan spektrofotmetri Uv-Vis. Sampelsampel A 10,25 %,  B 13,011 %, sampel C 5,82 %, dan sampel D 9,022 %
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN MIANA (COLEUS SCUTELLARIOIDES L) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA SAYAT PADA KELINCI (ORYCTOLAGUS CUNICULUS) aji, nurwani purnama
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v10i2.510

Abstract

Luka sayat merupakan suatu keadaan yang terjadi karena kerusakan  pada jaringn kulit akibat adanya trauma benda tajam seperti Pedang, kapak tajam, pisau dan silet. diIndonesia memiliki tanaman yang dapat membantu mengobati luka salah satu tanaman yang berkhasiat sebagai penyembuhan luka yaitu daun miana, dengan kandung metabolit skunder yang dapat berfungsi menghambat pertumbuhan bakteri sebagai antispetik dengan jalan merusak permebealitas dinding sel.            Ekstrak etanol daun miana diperoleh dengan metode maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 96%. Kemudian ekstrak dibuat dalam 3 kosentrasi yaitu 20%, 40%, 80%. Dan dilakukan pengujian terhadap efektivitasnya pada luka sayat pada hewan kelinci sebanyak 5 ekor. Semua kelinci disayat sepanjang 1 cm, luka sayat diolesi ekstrak etanol daun miana sebanyak 2 kali sehari, pengamatan dilakukan setiap hari selama 7 hari.            Hasil penelitian menunjukkan luka yang dioleskan ekstrak etanol daun miana mengalami penyempitan luka, menutup mulai hari ke tiga. Hasil uji statistic menunjukkan efek ekstrak etanol daun miana signifikan terhadap penyembuhan luka pada kelinci yaitu ekstrak etanol daun miana dengan kosentrasi 80%.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTI BAKTERI SABUN PADAT MINYAK ATSIRI JERUK KALAMANSI (Citrus microcarpa) TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes Haque, aina Fatkhil
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v10i2.508

Abstract

Minyak Atsiri Kulit Jeruk Kalamansi (Citrus microcarpa) memiliki komponen utamanya yaitu limonene . Limonene adalah hidrokarbon dalam siklus terpen yang berupa cairan, memiliki bau khas dari kulit jeruk. oleh karena itu, diberi nama Limonene karena sebagian besar terdapat pada kulit jeruk. Limonene digunakan sebagai antibakteri yang dapat dibuat sediaan antimikroba dan antisepticMetode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode ekperimental. Sampel yang digunakan adalah minyak atsiri jeruk kalamansi (Citrus microcarpa) diformulasikan menjadi sabun padat lalu di ujikan dengan bakteri Propionibacterium Acnes.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa minyak atsiri jeruk kalamansi (Citrus microcarpa) dapat diformulasi menjadi sediaan sabun padat antibakteri.Variasi kandungan minyak atsiri jeruk kalamansi (Citrus microcarpa) mempengaruhi sifat fisik dari sediaan sabun padat antibakteri. Variasi minyak atsiri jeruk kalamansi (Citrus microcarpa) mempengaruhi kekuatan aktivitas antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acnes, formulasi yang memiliki aktivitas antibakteri yang paling kuat yaitu formula 3. 
POTENSI INTERAKSI OBAT-OBAT PADA RESEP POLIKLINIK PENYAKIT DALAM DI INSTALASI RAWAT JALAN RSUD DR. SOEDARSO PONTIANAK Herdaningsih, Sulastri; inderiyani, inderiyani; fauzan, suhaimi
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v10i2.501

Abstract

Interaksi obat merupakan salah satu drug related problems (DRP’s) yang bisa mempengaruhi outcome klinis pada pasien Banyaknya jumlah obat-obatan yang dikonsumsi dalam satu resep mempunyai kecenderungan terjadinya interaksi obat sehingga meningkatkan risiko gangguan kesehatan bagi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi interaksi antar obat dengan obat sehingga dapat mengetahui persentase potensi interaksi obat-obat pada resep poliklinik penyakit dalam di instalasi rawat jalan RSUD Dr. Soedarso Pontianak. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif retrospektif yang bertujuan untuk membuat gambaran dengan mengambil resep lampau yang dilakukan pada bulan Januari sampai dengan Maret 2022. Data diidentifikasi melalui literatur terpercaya dari website www.drugs.com atau Drug Interactions Checker. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan didapatkan persentase potensi interaksi obat adalah sebesar  34,27%, untuk interaksi mayor sebesar 7,82%, moderat 79,78%, dan minor 12,40%.Kata Kunci : Interaksi Obat-Obat, Rumah Sakit, Penyakit Dalam
Karakteristik Fisik Sediaan Serum Ekstrak Bonggol Nanas (Ananas comosus (L.) Merr) rosani, paramita
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v10i2.506

Abstract

Serum adalah sediaan dengan viskositas rendah, karena viskositasnya yang rendah. Keunggulan Serum adalah memiliki kandungan bahan aktif yang tinggi, sehingga efeknya lebih cepat diserap oleh kulit, sehingga memberikan efek yang lebih nyaman dan lebih mudah menyebar ke seluruh permukaan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik ekstrak serum bonggol nanas (Ananas comosus (L.) Merr). Tahapan penelitian ini meliputi pengambilan sampel tumbuhan, pembuatan ekstrak bonggol nanas, pembuatan formulasi sediaan serum, uji karakteristik sediaan serum ekstrak bonggol nanas yaitu oragnoleptis, ukuran partikel, homogenitas, uji pH, daya sebar, daya lekat. Hasil penelitiaan ini menunjukkan bahwa ekstrak bonggol nanas pada organoleptis sediaan berwarna coklat, bau yang khas dan terstur agak kental. hasil pengukuran ukuran partikel menunjukkan bahwa formulasi sediaan serum diperoleh ukuran partikel >1000 nm. Pada homogenitas, pH, daya sebar dan daya lekat didapatkan hasil sesuai dengan persyaratan.Kata kunci: Ekstrak bonggol nanas; karakteristik; serum; daya sebar ; daya lekat
POTENSI ANTIBAKTERI SABUN CAIR CUCI PIRING EKSTRAK ETANOL DAUN JERUK KUOK (Citrus nobilis L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli putri, awila
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v10i2.505

Abstract

Sabun cuci piring merupakan salah satu kebutuhan rumah tangga yang berfungsi sebagai penghilang kotoran dan lemak pada peralatan makan dan masak. Peralatan tersebut sebaiknya bebas dari bakteri untuk menjamin higienitas dari makanan yang disediakan. Sabun cair ekstrak etanol daun jeruk kuok merupakan sabun cair cuci piring yang diformulasikan menggunakan ekstrak etanol daun jeruk kuok (Citrus nobilis L.) dengan beberapa konsentrasi yang bertujuan sebagai antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.Tahapan penelitian ini meliputi pembuatan ekstrak daun jeruk kuok, skrining fitokimia, pembuatan sabun cair cuci piring, evaluasi mutu fisik sabun yaitu uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, stabilitas busa dan dilakukan uji potensi antibakteri pada bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli .Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun jeruk kuok menghasilkan rendemen ekstrak sebesar 38,38%, dengan kandungan senyawa kimia berupa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid, glikosida, dan sabun cair ekstrak etanol daun jeruk kuok memiliki mutu fisik yang baik sesuai dengan persyaratan uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, uji stabilitas busa dan memiliki zona hambat F0 (0%), F1 (20%), F2 (40%), F3 (60%) terhadap bakteri Staphylococcus aureus secara berturut-turut 23,33 mm, 25,66 mm, 28,33 mm, 32 mm dan terhadap bakteri Escherichia coli  25,33 mm, 26,66 mm, 28 mm, 30,66 mm. Kata Kunci : Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Sabun Cair Cuci Piring, Ekstrak Daun Jeruk Kuok (Citrus nobilis L.)
Formulasi Sediaan Balsem Stik Oleoresin Biji Pala (Myristica Fragrans Houtt) Rahmawati, Suci
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v10i2.502

Abstract

Oleoresin biji pala (Myristica fragrans Houtt) memiliki kandungan trimistin yang memiliki aktivitas sebagai analgetik-antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui memformulasi oleorein biji pala sebagai balsem stik dan mengetahui formula dengan sifat fisik terbaik. Pada penelitian ini oleoresin pala diperoleh dengan metode maserasi kinetic dan diformulasi menja empat formula dengan konsentrasi 0%, 5%, 10% dan 15%. Balsem stik kemudian dievaluasi fisik sediaan meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya oles, daya sebar dan uji stabilitas pada suhu kamar. Hasil penelitian terlihat bahwa uji organoleptis dari empat formula memiliki warna yang berbeda: F0 berwarna putih, F1 berwarna coklat muda sedangkan F2 dan F3 berwarna coklat dengan formula berbau khas pala pada F1, F2, dan F3. Uji homogenitas formula menunjukan hasil yang homogen. Keempat formula menunjukkan uji daya oles yang baik dengan nilai pH 4.5-6.5. Nilai daya sebar F1, F2, dan F3 memenuhi standar sediaan topikal semistiff yaitu 3-5 cm), sedangkan F0 tidak memenuhi. Uji stabilitas terlihat stabil pada evaluasi fisik sediaan kecuali pada daya sebar F0, F1 dan F2 yang mengalami penurunan, sedangkan F3 terlihat paling satabil. Pada penelitian dapat disimpulkan bahwa oleoresin pala dapat diformulasi menjadi sediaan balsam stick dengan kosentrasi terbaik 15% yaitu pada F3.
FORMULASI HARD CANDY DENGAN KOMBINASI JAHE MERAH, LEMON DAN SEREH Rahman, Ika Ristia; Hairunnisa, Hairunnisa; Kurnianto, Erwan; Kartikasari, Dian; Hamdi, Ananda
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v10i2.500

Abstract

Hard Candy merupakan sediaan penghantaran obat melalui mukosa rongga mulut dengan efek lokal dan sistemik. Jahe merah merupakan tanaman herbal yang dikenal dengan memiliki banyak khasiat, salah satunya antiemetic, kandungan gingerol dan shogaol yang memberikan rasa pedas dan aroma yang khas. Lemon selain kaya vitamin C juga mengandung antioksidan. Sereh memiliki banyak kegunaan dengan kandungan minyak atsiri yang dapat digunakan untuk mengatasi mual muntah dan masuk angin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui parameter fisik sediaan, seperti uji organoleptik, uji pH, uji keseragaman bobot, uji kadar air dan tingkat kesukaan hard candy. Metode penelitian dilakukan dengan perbandingan ekstrak jahe merah (10:15:20). Analisis yang dilakukan adalah uji organoleptik, uji pH, uji keseragaman bobot, uji kadar air dan uji hedonik. Hasil uji organoleptik hard candy memberikan warna merah muda dan merah, rasa agak pedas dan pedas. Uji pH menunjukkan pH tertinggi yaitu formula 1 dengan nilai pH 3.71. Uji keseragaman bobot didapatkan ketiga fomula memenuhi persyaratan. Uji kadar air menunjukkan hasil pengujian pada ketiga formula memenuhi spesifikasi dengan kadar air tidak lebih dari 3,5%. Berdasarkan hasil uji kesukaan panelis, formula 3 adalah hard candy yang disukai panelis.