cover
Contact Name
Betna Dewi
Contact Email
jurnalilmiahpharmacy@gmail.com
Phone
+6281385092734
Journal Mail Official
jurnalilmiahpharmacy@gmail.com
Editorial Address
LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT SEKOLAH TINGGI KESEHATAN AL-FATAH BENGKULU Alamat : Jl.Indra Giri Gang 3 Serangkai Padang Harapan Bengkulu Telp : 0736-27508 Email : jurnalilmiahpharmacy@gmail.com Website : http://jurnal.stikesalfatah.ac.id/index.php/jiphar
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pharmacy
ISSN : 24068071     EISSN : 26158566     DOI : https://doi.org/10.52161/jiphar
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Pharmacy menerima tulisan ilmiah berupa jurnal hasil penelitian di bidang ilmu Farmasi
Articles 356 Documents
AKTIVITAS SEDIAAN GEL HAND SANITIZER BERBAHAN AKTIF EKSTRAK DAUN SUNGKAI (Peronema canescens Jack) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus dharmayanti, luky; novia, devi
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v10i1.459

Abstract

Daerah provinsi Bengkulu memiliki berbagai jenis tanaman salah satunya Daun sungkai atau P. canescens (Verbenaceae Jack) mempunyai potensi sebagai antibakteri karena Memiliki kandungan senyawa saponin, flavonoid, fenolik dan steroid, yang berpotensi dalam menghambat pertumbuhan bakteri. Flavonoid berperan menghambat sintesis asam nukleat, menghambat fungsi membran sel dan menghambat metabolisme energi. Potensi antibakteri diaplikasikan dalam bentuk sediaan gel Hand sanitizer . Tujuan dari penelitian ini untuk melihat  aktivitas sediaan gel dengan variasi konsentrasi ekstrak daun sungkai yang berbeda yaitu (2%, 4% dan 6%) terhadap evaluasi sifat fisik, kimia dan aktivitas antibakteri Staphlococcus aureus.Penelitian ini membuat sediaan sediaan gel Hand sanitizer  dari daun sungkai sebagai antibakteri Staphlococcus aureus dengan metode difusi agar. Daun sungkai diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Ekstrak daun sungkai dalam penelitian ini diformulasi sebagai gel Hand sanitizer  dengan memvariasikan konsentrasi ekstrak daun sungkai sebesar 2%; 4%; dan 6%) terhadap evaluasi sifat fisik, kimia dan aktivitas antibakteri Staphlococcus aureus.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun sungkai dapat dibuat sediaan dalam bentuk sediaan gel Hand sanitizer . Variasi konsentrasi ekstrak daun sungkai mempengaruhi uji sifat fisik dan kimia, serta mempunyai potensi lemah dengan diameter rata-rata 3,93-7,88 mm terhadap pertumbuhan bakteri Staphlococcus aureus.Kata Kunci  : Ekstrak Daun Sungkai, Hand sanitizer , Antibakteri.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Hidup Pasien Epilepsi di Poli Syaraf Rumah Sakit Kuningan Medical Centre Kabupaten Kuningan oktavia, nova; Latifah, Haty; Septiyani, Rani
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v10i1.460

Abstract

 ABSTRAKPenyakit epilepsi bersifat kronik sehingga dapat mengganggu kualitas hidup dan membutuhkan biaya cukup banyak. Gangguan kualitas hidup dapat disebabkan oleh komorbiditas terkait penyakit epilepsi, efek jangka panjang dari Obat Anti Epilepsi, keterbatasan dalam kehidupan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hidup pasien Epilepsi di Poli Syaraf Rumah Sakit Umum Kuningan Medical Center. Jenis penelitian ini observasional analitik dengan rancangan Cross-Sectional. Sampel penelitian ini diambil secara total sampling yaitu berjumlah 30 pasien, cara pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling. Penelitian ini menggunakan data primer, pengumpulan data menggunakan kuesioner MARS-5 dan QOLIE-31 dengan melakukan wawancara. Hasil penelitian menggunakan analisis univariat didapatkan bahwa dari 30 pasien epilepsy sebagian besar berusia < 55 tahun (73.3%), berjenis kelamin laki-laki (53.3%), berada pada jenjang pendidikan rendah (63.3%) dan tidak memiliki pekerjaan (70%). Hasil analisis bivariat didapatkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara jenis kelamin dan pekerjaan dengan kualitas hidup pasien Epilepsi di Rumah Sakit Kuningan Medical Centre Kabupaten Kuningan (p value < 0.05). Terdapat korelasi yang bermakna antara skor kepatuhan minum obat dengan skor kualitas hidup pasien epilepsy (p value < 0.005 = 0.019). Skor kepatuhan minum obat dan skor kualitas hidup memiliki kekuatan korelasi sedang (r = 0.425).  Kata Kunci: Faktor-Faktor yang Mempengaruhi, Kualitas Hidup, Pasien Epilepsi
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS SEDIAAN KRIM M/A EKSTRAK ETANOL DAUN GENDOLA (Basella Rubra L) TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acne lestari, Gina
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v10i1.457

Abstract

Daun Gendola (Basella rubra L) memiliki kandungan kimia berupa flavonoid yang memiliki khasiat sebagai antibakteri. Penelitian ini Bertujuan untuk mengetahui formulasi dan aktivitas ekstrak etanol daun Gendola (Basella rubra L) dalam sediaan krim tipe Minyak/Air terhadap bakteri Propionibacterium acne.Daun Gendola (Basella rubra L) diekstraksi dengan metode maserasi selanjutnya dibuat sediaan krim tipe M/A dengan konsentrasi ekstrak 5% untuk F1, 10% untuk F2, dan 15% untuk F3. Setelah itu dilakukan evaluasi sediaan krim berupa uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat dan uji viskositas. Setelah dilakukan evaluasi sediaan krim, kemudian dilakukan uji sensitivitas sediaan krim etanol daun gendola (Basella rubra L) terhadap bakteri Propionibacterium acne menggunakan metode difusi paper disk.Hasil evaluasi sediaan krim tipe M/A ekstrak etanol daun gendola (Basella rubra L) setiap formula memenuhi persyaratan. Pada uji sensitivitas antibakteri didapat rata- rata zona hambat yang terbentuk setiap formulasi F1 6,39 mm, F2 9,36 mm, dan F3 12,21 mm. Terjadinya penghambatan pada pertumbuhan bakteri terhadap sediaan krim M/A ektrak etanol daun gendola dapat membuktikan bahwa krim daun gendola (Basella rubra L) memiliki sensitivitas terhadap bakteri Propionibacterium acne. 
FORMULASI NUTRASETIKAL SEDIAAN GUMMY CANDY JUS BUAH NANAS (Ananas comosus) SEBAGAI PENGHILANG PLAK GIGI Hairunnisa, Hairunnisa; rahman, ika ristia; kartikasari, Dian; Kurnianto, Erwan
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v10i1.461

Abstract

Karies gigi merupakan salah satu penyakit yang sering terjadi pada masyarakat yang diawali dengan terbentuknya plak gigi. Pencegahan karies gigi secara alami yaitu dengan menggunakan tumbuhan yang mengandung senyawa antibakteri. Buah nanas mengandung enzim bromelin, saponin, flavonoid dan tanin yang berkhasiat sebagai antibakteri. Pemanfaatan buah nanas sebagai produk nutrasetikal masih dirasa kurang. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sediaan gummy candy yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat secara praktis dan menarik. Gummy candy dibuat dalam 3 formulasi dengan variasi konsentrasi jus buah nanas sebagai zat aktif. Jus buah nanas dibuat dengan menghaluskan daging buah nanas hingga menjadi jus. Pengujian sifat fisik gummy candy meliputi uji organoleptis, uji keseragaman bobot, dan uji hedonik yang kemudian hasilnya dibandingkan dengan persyaratan dalam literatur. Selain itu, juga dilakukan pengujian gummy candy jus buah nanas terhadap bakteri penyebab plak gigi. Dari hasil yang diperoleh, jus buah nanas dapat diformulasikan menjadi produk nutrasetikal yang baik dalam sediaan gummy candy serta memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri penyebab plak gigi
Uji Aktivitas Sediaan Gel Handsanitizer dari Ekstrak Etanol Daun Turi Putih (Sesbania grandiflora) terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus Mugita Sari, Dessy Erliani
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v10i1.463

Abstract

Kulit sangat rentan terkena infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Tangan merupakan salah satu media utama dalam penyebaran bakteri (Astuti, 2017). Staphylococcus aureus merupakan bakteri gram positif biasanya terdapat dikulit berbagai penyakit disaluran pernafasan,saluran pencernaan, juga terdapat diudara. Untuk mengetahui aktivitas antibakteri gel ekstrak etanol daun turi sebagai sediaan handsanitizer. Proses ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi kemudian dibuat ekstrak. Selanjutnya,pengujian skrining fitokimia dan dilanjutkan pengujian terhadap bakteri staphylococcus aureus  ekstrak, kemudian dilakukan pembuatan formula handsanitizer ekstrak daun turi dan di ujikan terhadap bakteri staphylococcus aureus  dengan metode sumuran. Hasil yang didapatkan dianalisis dengan menggunakan SPSS yaitu uji normalitas dan homogenitas jika tidak terdistribusi normal maka dilanjutkan uji Kruskall wallis dan Mannwhitney Daun turi mengandung senyawa flavonoid, tanin dan saponin. Uji daya hambat ekstrak daun turi menunjukkan rata-rata 1.3mm. pada formula 1 dengan diameter zona hambat rata-rata 17mm dengan kategori sedang dan formula 2 diameter zona hambat rata-rata 19mm dengan kategori sedang dan formula 3 dengan diameter zona hambat rata-rata 21mm dengan kategori kuat. Berdasarkan analisis data tidak terdistribusi normal (p< 0,05) dan tidak homogen (p<0,05) dilanjutkan dengan uji Mann-whitney dan kruskall wallis untuk mengetahui perbedaan antara masing-masing kelompok. Hasil uji kruskall wallis menunjukkan hasil yang tidak signifikan antara formula I, formula II dan formula III (p>0.05). Pada uji Mann whitney basis dan formula I menunjukkan adanya perbedaan (p<0,05). Basis dan formula II menunjukkan adanya perbedaan (p<0,05).  Basis dan formula III menunjukkan adanya perbedaan (p<0,05).  Formula I dan formula II tidak menunjukkan adanya perbedaan (p>0,05) formula II dan formula III tidak menunjukkan adanya perbedaan (p>0,05). Daun turi memiliki aktivitas daya hambat terhadap bakteri staphylococcus aureus. Dan daya hambat handsanitizer formula I zona hambat rata-rata 17mm, formula II zona hambat rata-rata 19mm dan formula III zona hambat 21mmKulit sangat rentan terkena infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Tangan merupakan salah satu media utama dalam penyebaran bakteri (Astuti, 2017). Staphylococcus aureus merupakan bakteri gram positif biasanya terdapat dikulit berbagai penyakit disaluran pernafasan,saluran pencernaan, juga terdapat diudara. Untuk mengetahui aktivitas antibakteri gel ekstrak etanol daun turi sebagai sediaan handsanitizer. Proses ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi kemudian dibuat ekstrak. Selanjutnya,pengujian skrining fitokimia dan dilanjutkan pengujian terhadap bakteri staphylococcus aureus  ekstrak, kemudian dilakukan pembuatan formula handsanitizer ekstrak daun turi dan di ujikan terhadap bakteri staphylococcus aureus  dengan metode sumuran. Hasil yang didapatkan dianalisis dengan menggunakan SPSS yaitu uji normalitas dan homogenitas jika tidak terdistribusi normal maka dilanjutkan uji Kruskall wallis dan Mannwhitney Daun turi mengandung senyawa flavonoid, tanin dan saponin. Uji daya hambat ekstrak daun turi menunjukkan rata-rata 1.3mm. pada formula 1 dengan diameter zona hambat rata-rata 17mm dengan kategori sedang dan formula 2 diameter zona hambat rata-rata 19mm dengan kategori sedang dan formula 3 dengan diameter zona hambat rata-rata 21mm dengan kategori kuat. Berdasarkan analisis data tidak terdistribusi normal (p< 0,05) dan tidak homogen (p<0,05) dilanjutkan dengan uji Mann-whitney dan kruskall wallis untuk mengetahui perbedaan antara masing-masing kelompok. Hasil uji kruskall wallis menunjukkan hasil yang tidak signifikan antara formula I, formula II dan formula III (p>0.05). Pada uji Mann whitney basis dan formula I menunjukkan adanya perbedaan (p<0,05). Basis dan formula II menunjukkan adanya perbedaan (p<0,05).  Basis dan formula III menunjukkan adanya perbedaan (p<0,05).  Formula I dan formula II tidak menunjukkan adanya perbedaan (p>0,05) formula II dan formula III tidak menunjukkan adanya perbedaan (p>0,05). Daun turi memiliki aktivitas daya hambat terhadap bakteri staphylococcus aureus. Dan daya hambat handsanitizer formula I zona hambat rata-rata 17mm, formula II zona hambat rata-rata 19mm dan formula III zona hambat 21mm
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK LABU AIR (Lagenaria siceraria) TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PUASA PADA MENCIT YANG DIINDUKSI ALOKSAN Hamdi, Muhammad Irsyadul; rafsanjani, arief; yuliana, tri puspita
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v10i1.435

Abstract

Diabetes Melitus merupakan salah satu masalah kesehatan dunia. Organisasi Kesehatan dunia (WHO) menaksirkan adanya kenaikan jumlah penderita DM yang signifikan terlepas dari predikatnya menjadi salah satu permasalahan kesehatan global. Pada tahun 2045 ditaksirkan jumlah penderita DM bisa mencapai angka 700 juta penderita (WHO, 2016). Manfaat kesehatan yang dihasilkan asal buah labu air salah  satunya berpotensi sebagai antidiabetik, labu air mengandung dua senyawa metabolit sekunder yang sangat berperan sebagai antidaibetik yakni Flavonoid dan Saponin. Dari manfaat dan kandungan yang dimiliki labu air tersebut maka peneliti tertarik untuk melakukan uji efektivitas ekstrak labu air terhadap penurunan kadar gula darah puasa pada mencit. Jenis penelitian yang diterapkan adalah penelitian kuantitatif dengan desain eksperimental melalui rancangan Pre- test and Post-test with control group. Penelitian ini terdiri dari kelompok kontrol negatif, kontrol positif, perlakuan dosis 1 (8,4 mg/20 gr BB) perlakuan 2 (11,2 mg/20 gr BB) dan perlakuan dosis 3 (14 mg/20 gr BB). Berdasarkan hasil uji analisis one-way ANOVA menunjukkan terdapat perbedaan bermakna dari kelompok kontrol negatif dan kelompok kontrol positif, perlakuan dosis 1, dosis 2, dan dosis 3 dengan nilai signifikansi p<0,05. Kesimpulan dari penelitian ini ialah ekstrak labu air memiliki pengaruh dalam menurunkan kadar gula darah puasa pada mencit yang diinduksi aloksan.
ANALISIS PEMANIS BUATAN NATRIUM SIKLAMAT PADA MINUMAN ES BUAH KRISTAL YANG DIJUAL DI KOTA BENGKULU Anggreani, Nita
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v10i1.467

Abstract

 Buah-buahan merupakan sumber vitamin dan mineral yang penting bagi tubuh. Saat ini sajian olahan buah-buahan semakin bervariasi dan salah satunya adalah dalam bentuk minuman es buah kristal. Minuman ini dibuat dengan menghancurkan buah hingga halus lalu ditambah dengan es batu merk kristal serta diberi pemanis. Semakin banyaknya peminat dan penjual es buah kristal di Kota Bengkulu memunculkan kekhawatiran akan adanya produsen yang menambahkan pemanis buatan hingga melebihi ambang batas. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Mei 2022 di Laboratorium Kimia Akademi Analis Kesehatan Harapan Bangsa dengan mengambil sampel minuman es buah kristal dari 5 pedagang. Analisa kualitatif menggunakan metode pengendapan dan analisa kuantitatif menggunakan gravimetri. Hasil analisa menunjukkan bahwa semua sampel positif mengandung natrium siklamat dengan kadar yang jauh melebihi ambang batas menurut peraturan BPOM RI No. 4 Tahun 2014 sebesar 250 mg/kg. Kadar natrium siklamat dalam kelima sampel berturut-turut dari yang terkecil hingga terbesar yaitu 2.999 mg/kg, 3.827 mg/kg, 4.137 mg/kg, 5.241 mg/kg dan 5.275 mg/kg. Kata Kunci : Pemanis Buatan, Natrium Siklamat, Minuman, Es Buah Kristal
TINGKAT KEPUASAN PASIEN BPJS RAWAT JALAN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI INSTALASI FARMASI RS SENTRA MEDIKA CIKARANG TAHUN 2022 alwiyah, afifah halimatu; Marselina, Marselina
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v10i1.472

Abstract

Keberhasilan pelayanan kefarmasian di rumah sakit tergantung pada kepuasan pasien saat menerima pelayanan yang telah diselenggarakan oleh petugas farmasi. RS Sentra Medika Cikarang menyediakan program asuransi kesehatan dari pemerintah yaitu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Maka dari itu perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui seberapa puasnya pasien BPJS dalam pelayanan kefarmasian berdasarkan 5 (lima) parameter kualits pelayanan yaitu Kehandalan (Reability), Ketanggapan (Responsiviness), Jaminan (Assurance), Empati (Empathy), dan fasilitas berwujud (Tangible). Penelitian ini merupakan desktriptif dengan metode cross sectional. Sampel diperoleh menggunakan purposive sampling dengan total sampel berjumlah 95 responden, dan kuesioner sebagai instrument untuk mengukur tingkat kepuasan pasien. Penelitian ini  dilakukan selama 1 (satu) bulan dan mulai pengambilan data pada tanggal 7 juni 2022 – 9 Juli 2022. Responden yang dapat mengisi kuesioner ini harus berdasarkan kriteria inklusi yaitu pasien berusia > 17 tahun, pasien/keluarga pasien yang menebus obat di instalasi farmasi RS Sentra Medika Cikarang Tingkat kepuasan pasien rawat jalan peserta BPJS kesehatan terhadap pelayanan kefarmasian di RS Sentra Medika Cikarang diperoleh persentase kehandalan 89,31% (sangat puas), responbilitas 95,92% (sangat puas), keyakinan 94,80% (sangat puas), empati 94,91% (sangat puas), dan fasilitas berwujud  95,56% (sangat puas) dan menghasilkan tingkat kepuasan rata-rata sebesar 94,35% yang termasuk ketegori sangat puas.
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK GALUNGGUNG KECAMATAN CIBITUNG 13 JUNI – 5 JULI 2022 Oktavianti, Asti Hana
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v10i1.448

Abstract

Apotek merupakan salah satu pelayanan kefarmasian tempat dilakukan praktek kefarnasian oleh Apoteker. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis tingkat kepuasan konsumen terhadap pelayanan kefarmasian di apotek Galunggung Kecamatan Cibitung 13 Juni – 5 Juli 2022 dilihat dari parameter pengukurannya yaitu berwujud (tangibles), kehandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), kepastian (assurance), kepedulian (emphaty) dan untuk mengetahui hubungan yang signifikan antara karakteristik konsumen dengan tingkat kepuasan konsumen terhadap pelayanan kefarmasian di apotek Galunggung Kecamatan Cibitung. Metode non eksperimental dengan rancangan deskriptif analitik. Analisis data univariat menggunakan skala likert dan Customer Satisfaction Index (CSI), bivariat dengan bantuan program SPSS Versi 25 uji chi square. Hasil penelitian pada uji chi square dari karakteristik konsumen dengan tingkat kepuasan didapatkan hasil tidak terdapat hubungan yang signifikan adalah karakteristik konsumen berdasarkan umur dengan nilai P value 0,741, pendidikan P value 0,545, pekerjaan P value 0,059, pengeluaran P value 0,102 dan tujuan pengobatan P value 0,266. Sedangkan yang terdapat hubungan adalah karakteristk jenis kelamin dengan nilai P value 0,043 dan frekuensi kunjungan P value 0,019. Hasil tingkat kepuasan konsumen terhadap pelayanan kefarmasian di apotek Galunggung Kecamatan Cibitung secara keseluruhan konsumen merasa puas akan pelayanan yang diberikan. 
UJI DAYA TOLAK LALAT RUMAH (Musca Domestica) TERHADAP EKSTRAK BIJI PEPAYA (Carica papaya L) Hayati, Inayah
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v10i1.446

Abstract

Lalat rumah (Musca domestica) dapat menyebabkan penyakit secara tidak langsung karena berperan sebagai vektor mekanik yang menyebabkan penyakit seperti diare, demam tifoid, Amoebiasis, dan helminthiasis.  Tujuan penelitian ini adalah  untuk mengetahui  daya tolak ekstrak biji pepaya (Carica papaya L terhadap lalat rumah (Musca domestica). Jenis penelitian ini adalah experimental laboratorik yang dilakukan di laboratorium Biologi FMIPA Universitas Bengkulu. Sampel dalam penelitian ini  adalah ekstrak biji pepaya (Carica papaya L) konsentrasi 3%, 5%, dan 7% dengan hewan uji yaitu lalat dewasa Musca domestica sebanyak 180 ekor . Ekstrak biji pepaya (Carica papaya L) berpotensi sebagai repellent lalat rumah dengan konsentrasi 7% yang mana rata-rata daya tolak  77,77%. Pada konsentrasi 5% daya tolak 66,66% dan pada konsentrasi 3% daya tolak yaitu 40,00%. Hasil penelitian ini diharapkan Ekstrak biji pepaya (Carica papaya L) dapat menjadi suatu alternatif pengendalian Musca domestica sebagai insektisida nabati yang ramah lingkungan.