Articles
356 Documents
CEMARAN Coliform fekal PADA AIR SUMUR BOR DENGAN METODE MPN DI PERUMAHAN BUMI AYU KOTA BENGKULU
Suryani, Lilis
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 11, No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52161/jiphar.v11i1.537
Coliform fekal adalah bakteri Coliform yang berasal dari tinja yang dijadikan indikator pencemaran air yang ditandai dengan kemampuan bakteri tersebut dengan menguraikan lactosa menjadi asam dan gas di dalam media BGLB. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cemaran Coliform fekal pada air sumur bor dengan metode MPN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimen laboratorium. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari sampai Februari 2023 dengan jumlah sampel 5 air sumur bor yang ada di RT. 20 Perumnas Graha Mutiara Bumi Ayu Kota Bengkulu. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada 5 sampel air sumur bor didapatkan hasil semua sampel positif terkontaminasi oleh Coliform fekal yaitu Escherichia coli dengan nilai indeks MPN ?1898. Hal ini menunjukkan bahwa air sumur bor tersebut tidak memenuhi persyaratan bakteriologis sesuai dengan permenkes RI nomor 492/MENKES/PER/IV/2010.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN MINYAK ATSIRI KULIT BUAH JERUK KALAMANSI (Citrus microcarpa Bunge) MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis
Septiani, Nadia;
Maryanti, Evi;
Hermansyah, Oky;
Putri, Mutiara Wulandareka Joliet
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 11, No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52161/jiphar.v11i1.529
Jeruk kalamansi mengandung senyawa yang berkhasiat sebagai antioksidan yang sangat baik untuk mencegah dan menangkal radikal bebas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai aktivitas antioksidan minyak atsiri dari kulit buah jeruk kalamansi (Citrus microcarpa Bunge). Penelitian ini dilakukan dengan mendestilasi minyak atsiri dari kulit buah jeruk kalamansi (Citrus microcarpa Bunge) menggunakan metode destilasi uap air. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrozil) dan diukur Spektrofotometri UV-Vis serapan 515 nm. Data yang diperoleh kemudian dihitung nilai aktivitas antioksidan dan dinyatakan dengan nilai IC50. Hasil penelitian menunjukan minyak atsiri kulit buah jeruk kalamansi memiliki aktivitas antioksidan, dengan nilai IC50 adalah 50,31 µg/mL (tergolong kuat 50 µg/mL – 100 µg/mL).
UJI EFEKTIVITAS ANTIPIRETIK EKTRAK ETANOL AKAR KATU (Sauropus androgynous (L) Merr) TERHADAP MENCIT (Mus Musculus)
dharmayanti, luky
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52161/jiphar.v11i2.597
Penggunaan bahan-bahan alami asal tumbuhan (herbal) untuk pengobatan berbagai penyakit sebenarnya bukan merupakan hal yang baru bagi masyarakat Indonesia. Salah satunya adalah tanaman katu (Sauropus androgynus (L) Merr) yang mempunyai efek antipiretik atau dapat menurunkan panas. Pada penelitian ini mencit putih jantan dibagi kedalam 5 kelompok perlakuan, masing-masing kelompok terdiri dari 5 ekor mencit putih jantan (Mus musculus). Kelompok kontrol negatif diberikan Na.Cmc 1%, kelompok kontrol positif diberikan parasetamol, dan 3 kelompok uji diberikan ekstrak akar katu (Sauropus androgynus (L) Merr) masing-masing dengan peningkatan dosis 1, 2, dan 3. Induksi demam pada hewan uji menggunakan vaksin DPT-Hb 0,02 cc. Pengukuran suhu rektal dilakukan sebelum dan sesudah pemberian vaksin.Pemberian ekstrak akar katu dengan dosis 3 menunjukkan penurunan suhu rektal lebih besar dibanding ekstrak etanol akar katu (Sauropus androgynus (L) Merr) dosis 1 dan dosis 2. Pemberian parasetamol menunjukan penurunan suhu rektal lebih besar daripada ekstrak etanol akar katu (Sauropus androgynus (L) Merr) dosis 3. Penurunan suhu tubuh Mencit dianalisis dengan uji statistik Anova satu arah. Ekstrak etanol akar katu (Sauropus androgynus (L) Merr) menunjukkan adanya efek antipiretik pada mencit namun efeknya lebih rendah dari parasetamol.
PEMANFAATAN DAN PENGUJIAN EKSTRAK BUNGA KAMBOJA PUTIH (Plumeria alba) PADA SEDIAAN LOTION ANTI NYAMUK
Dewi, Betna;
sari, Rose intan perma
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52161/jiphar.v11i2.591
Bunga dari tanaman Bunga Kamboja Putih (Plumeria alba) dapat digunakan sebagai lotion anti nyamuk karena mengandung Plumierid merupakan suatu zat pahit yang tidak disukai nyamukPenelitian ekstrak etanol Bunga Kamboja Putih sebagai zat aktif dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%, sediaan lotion ekstrak bunga kamboja putih dibua dengan beberapa variasi konsentrasi yaitu FI (5%), FII (10%), FIII (15%). Dilakukan beberapa evaluasi sediaan Lotion Bunga Kamboja Putih berupa uji sifat fisik, uji hedonik dan uji efektivitas anti nyamuk. Hasil semua evaluasi yang telah dilakukan pada ke 3 formulasi bahwa Bunga Kamboja Putih dapat dijadikan lotion. Dari semua formula sediaan memiliki bentuk cairan kental berbau khas. Uji homogenitas menunjukan semua formula memliki sifat homogenitas yang baik. Pada Uji pH formula yang memenuhi standar pH kulit yaitu FI. Uji daya sebar dan Uji Viskositas yang paling baik sebagai lotion ialah FI. Uji tipe emulsi tipe lotion emulsi M/A.Uji Hedonik yang paling banyak disukai panelis yaitu FI.Uji efektivitas antinyamuk Bunga Kamboja Putih nyamuk yang paling sedikit menempel setelah penggunaan lotion yaitu FIII
UJI TOKSISITAS KRIM TIPE O/W MINYAK ATSIRI BUNGA CENGKEH (Syzygium aromaticum (L) Merrill dan perry) MELIHAT PROFIL HISTOPATOLOGI GINJAL DAN HATI PADA MENCIT Balb/c
Lestari, Gina
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52161/jiphar.v11i2.582
INTISARI Minyak atsiri bunga cengkeh memiliki aktivitas sebagai antiinflamasi didalamnya memiliki kandungan zat yaitu eugenol dimana Zat Eugenol ini memiliki aktivitas biologis sebagai antioksidan dan antinflamasi, hasil penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa krim tipe O/W konsentrasi minyak atsiri 5% dapat sebagai antiinflamasi. Dalam penelitian ini akan di kembangkan formula dengan penambahan enhancer menggunakan asam oleat dan propilen glikol dengan komposisi paling optimal kandungan krim tipe O/W asam oleat 50% propilen glikol 50%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh penambahan enhancer terhadap uji toksisitas krim Minyak Atsiri Bunga Cengkeh (MABC) dalam basis krim tipe O/W. Penelitian ini merupakan penelitain eksperimental yang menggunakan hewan percobaan mencil balb/c, menguji krim tipe O/W terhadap toksisitas MABC 2,5% yang mengandung enhancer asam oleat 50% propilen glikol 50%. Dengan membagi menjadi dua kelompok uji yaitu kelompok normal dan kelompok uji krim tipe M/A dengan masing-masing hewan uji 10 ekor yang diuji selama 24 jam setelah pemberian sedian uji, dan 14 hari setelah pemberian sediaan uji, dengan melihat profil histopatologi pada hati dan ginjal pada mencit tersebut. Uji yang dilakukan pada penelitian ini merupakan jenis Toksisitas akut menggunakan hewan percobaan mencit balb/c. Hasil dari penelitian uji toksisitas akut selama 24 jam setelah pemberian sedian uji dan 14 hari setelah pemberian sediaan uji menunjukkan gambaran histopatologi pada ginjal dan hati pada mencit balb/c menunjukan tidak ada perubahan fisik. Sehingga tidak menyebabkan toksisitas. Berdasarkan hasil uji dapat disimpulkan bahwa formulasi krim minyak atsiri bunga cengkeh tipe M/A tidak menyebabkan toksisitas sehingga aman untuk digunakan.
STUDI LITERATUR REVIEW : INTERAKSI OBAT GLIBENKLAMID DENGAN HERBAL PADA DIABETES MILETUS
Rohmah, Anjelir;
Rosita, Melia Eka;
Inna Matto, Juwita Admi
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52161/jiphar.v11i2.564
Diabetes miletus (DM) merupakan kondisi metabolik kronis yang berlangsung dalam jangka waktu yang panjang. Glibenklamid adalah salah satu obat antidiabetik oral yang umum digunakan. Obat ini bekerja dengan merangsang sel ? pankreas untuk mengeluarkan insulin. Literarur review jurnal ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang pemberian kombinasi herbal dengan glibenklamid yang efektif dan aman bagi penderita diabetes miletus.Studi literatur review ini dibuat menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan rancangan penelitian non eksperimental yang bersifat deskriptif, yang disusun menggunakan data yang berasal dari jurnal nasional yang diterbitkan dari tahun 2018-2024. Hasil penelitian ini menunjukan Penggunaan kombinasi Glibenklamid dengan beberapa bahan herbal seperti daun Murbei (Morus alba L.), aloe vera, jamu, daun sirsak (Annona Muricata L.), daun senggani (Malestoma polyanthum Bl.), daun pegagan (Centella asiatica L.) menunjukkan adanya interaksi farmakokinetik maupun farmakodinamik terhadap diabetes melitus. Interkasi farmakokinetik menunjukkan adanya peningkatan bioavailabilitas glibenklamid sedangkan interaksi farmakodinamik menunjukkan adanya efek penurunan kadar glukosa dalam darah.Beberapa jenis herbal yang dikombinasikan dengan obat glibenklamid yang paling efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah yang aman adalah kombinasi jus aloe vera dan Glibenklamid serta kombinasi daun sirsak (Annona Muricata L.) dan Glibenklamid.
UJI AKTIVITAS SEDIAN HAIR TONIC EKTRAK BUNGA TELANG (Clitoria ternatea) SEBAGAI PENUMBUH BULU PADA KELINCI JANTAN (Oryctolagus cuniculus)
Aprilianti, Stevi -
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52161/jiphar.v11i2.595
Bunga Telang (Clitoria ternatea). Merupakan tanaman yang memiliki kandungan senyawa flavonoid, fenolik, terpenoid dan alkaloid dengan aktifitas antioksidan. Kandungan tersebut dapat merangsang pertumbuhan rambut yang lebih cepat dan menjaga kesuburan pada rambut. Tujuan dari penelitian ini adalah apakah hair tonic dengan ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea) dengan konstrasi 5% dapat meningkatkan pertumbuhan bulu dan mengurangi kerontokan rambut pada hewan uji kelinci jantan, dan apakah hair tonic dari ekstrak bunga telang memiliki aktivitas terhadap pertumbuhan rambut kelinci dengan konsentrasi 5%. Penelitian ini berbentuk eksperimental dengan memformulasikan ekstrak etanol Bunga Telang (Clitoria ternatea) ke dalam bentuk hair tonic lalu dilakukan pengujian menggunakan hewan uji kelinci jantan (Oryctolagus cuniculus). Penelitian ini yaitu F2 ekstrak Bunga Telang 5% dengan kombinasi propilenglikol 20%, pembanding penelitian ini menggunakan Aquadest dan hair tonic makarizo. Hasil dari penelitian dari hari 1-14 diperoleh hasil hair tonic ekstrak bunga telang dapat merangsang pertumbuhan bulu sebanyak 0,4 mm sedangkan tingkat pertumbuhan paling cepat yaitu Hair tonic makarizo 0,6 , sedangkan perlakuaan menggunakan aquadest paling lambat yaitu 0,3.
STUDI INTERAKSI PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN STROKE DI RUMAH SAKIT : LITERATUR REVIEW
Pratiwi, Mida
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52161/jiphar.v11i2.576
Stroke merupakan salah satu penyebab utama kematian yang menunjukan kondisi pasokan darah ke otak terputus akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah sehingga terjadi kematian sel-sel pada sebagian area otak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengumpulkan informasi terkait dengan kejadian interaksi obat pada pasien dengan penyakit stroke. Tulisan ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian berupa studi kepustakaan (library research), yaitu mengumpulkan informasi ataupun karya tulis ilmiah yang memiliki hubungan dengan literature review. Hasil penelitian menunjukkan interaksi obat masih banyak terjadi pada pasien stroke. Interaksi obat terjadi melalui mekanisme interaksi farmakodinamik dan farmakokinetik. Onset interaksi obat dapat terjadi secara cepat terlihat dalam waktu 24 jam dan secara lambat. Interaksi obat yang banyak terjadi yaitu antara antiplatelet yang dikonsumsi bersamaan dengan obat-obatan hipertensi yaitu golongan CCBs dapat menurunkan efek antihipertensi; amlodipine, nimodipine, ACEI dapat menyebabkan efek hipotensi dan vasodilator captopril berkurang; captopril, ARB dapat menurunkan efek obat hipertensi; valsartan, candesartan. Interaksi obat antara aspirin dan beberapa golongan obat hipertensi dapat mengurangi interaksi obat antara antiplatelet warfarin dan paracetamol yang dapat meningkatkan efek antitrombotik dari antikoagulan. Interaksi aspirin sebagai antiplatelet dengan obat golongan PPI; omeprazole, lansoprazole dan interaksi dapat juga terjadi antara aspirin yang dikonsumsi bersamaan dengan diuretik seperti furosemide.