cover
Contact Name
Betna Dewi
Contact Email
jurnalilmiahpharmacy@gmail.com
Phone
+6281385092734
Journal Mail Official
jurnalilmiahpharmacy@gmail.com
Editorial Address
LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT SEKOLAH TINGGI KESEHATAN AL-FATAH BENGKULU Alamat : Jl.Indra Giri Gang 3 Serangkai Padang Harapan Bengkulu Telp : 0736-27508 Email : jurnalilmiahpharmacy@gmail.com Website : http://jurnal.stikesalfatah.ac.id/index.php/jiphar
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pharmacy
ISSN : 24068071     EISSN : 26158566     DOI : https://doi.org/10.52161/jiphar
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Pharmacy menerima tulisan ilmiah berupa jurnal hasil penelitian di bidang ilmu Farmasi
Articles 356 Documents
ANALISIS KADAR FENOL DAN FLAVONOID TOTAL EKSTRAK ETANOL 70% DAUN EKOR NAGA (Raphidopora Pinnata) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Kasmadi, Fathnur Sani; Elisma, Elisma; Qiftiah, Mariatul; Adisty, Aura Rasyanda; Usna, Rozatul
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 12, No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v12i1.621

Abstract

Daun ekor naga merupakan tanaman herbal yang sangat banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai tanaman hias dan terapi penyakit. Adanya kandungan senyawa metabolit sekunder membuktikan bahwa tanaman ini memiliki kandungan senyawa fenol total dan flavonoid total. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memastikan kandungan senyawa fenol total dan flavonoid total yang memiliki potensi dalam aktivitas penangkal radikal bebas yang kuat. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan pelarut etanol 70% untuk proses maserasi. Pengujian diukur menggunakan spektrofotometri UV-Vis hasil flavonoid total yang didapat dinyatakan dalam mgQE/g Sampel dan fenol total dinyatakan dalam mg GAE/g sampel. ekstrak etanol 70% daun ekor naga memiliki kandungan senyawa fenol total sebesar 23,84 mg GAE/gram sampel dan flavonoid total sebesar 9,75 mg QE/gram sampel.Kata Kunci : Daun Ekor Naga, Fenol, Flavonoid, Spektrofotometer Uv-Vis
IDENTIFIKASI BAKTERI GRAM POSITIF PADA URINE PASIEN PENGGUNA KATETER DI KOTA TERNATE Toka, Wahyunita Do; Rahman, Ismail
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 12, No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v12i1.629

Abstract

Infeksi dapat terjadi di berbagai tempat dan sering kali dikaitkan dengan rumah sakit. Infeksi nosokomial disebabkan oleh mikroorganisme, termasuk bakteri, yang berasal dari lingkungan rumah sakit. Salah satu jenis infeksi yang umum di fasilitas kesehatan adalah infeksi saluran kemih (ISK), dan beberapa kasus ISK disebabkan oleh penggunaan kateter. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri gram-positif dalam urine pasien yang menggunakan kateter di RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie Ternate. Penelitian ini menggunakan desain observasional deskriptif dengan pendekatan cross-sectional, dan metode total sampling untuk mengumpulkan 53 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 6,0% dari sampel (5 sampel) mengandung bakteri gram-positif, dengan empat spesies bakteri yang diidentifikasi, di mana yang paling umum adalah Staphylococcus sp. (37,5%). Sebagian besar pengguna kateter adalah perempuan (58,5%), dengan kelompok usia terbesar antara 17-35 tahun dan 56-65 tahun (37,7%), dan penggunaan kateter umumnya berlangsung kurang dari 72 jam (90,4%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa bakteri gram-positif ditemukan dalam urine pasien yang menggunakan kateter. Kata Kunci: Bakteri Gram Positif, Kateter Urine, Ternate
UJI KEBERADAAN EXTENDED SPECTRUM Beta-LACTAMASE PADA Pseudomonas aeruginosa DI RSUD Dr. H. CHASAN BOESOIRIE TERNATE A. Sibadu, Muhammad Subhan; Somadayo, Nur Asma S; Sandrawati, Sandrawati; Syakri, Syamsuri
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 12, No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v12i1.628

Abstract

Infeksi adalah penyakit yang akibatkan oleh mikroba yang sangat berubah-ubah. Obat yang paling umum untuk mengobati infeksi yang oleh bakteri adalah antibiotik. Penggunaan antibiotik yang tidak sesuai dapat menyebabkan efek negatif seperti kekebalan mikroba pada beberapa antibiotik, peningkatan resistensi terhadap obat, efek samping dan bahkan kematian. Bakteri gram negatif yang menghasilkan enzim yang dikenal sebagai extended spectrum beta-lactamase antara bakteri ini adalah antibiotik seperti penisillin, sefalosporin, dan aztreonam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengumpulkan informasi tentang prevalensi resistansi bakteri Pseudomonas aeruginosa pada antibiotika golongan sefalosporin dan untuk menentukan frekuensi kejadian ESBL (Extended Spectrum Beta Lactamase) di RSUD Dr.H.Chasan Boesoirie Ternate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji sensitivitas antimikroba, dari 30 sampel klinik yang diuji pada antibiotika sefalosporin, yang paling resisten adalah seftazidim 26 sampel (87%) sefotaksim 21 sampel (70%), seftriakson 21 sampel (70%). Uji produksi ESBL diperoleh 25 sampel (83%) positif ESBL pada antibiotika sefotaksim+as. klavulanat, 21 sampel (70%) positif ESBL pada antibiotika seftazidim+as.klavunalat, dan 17 sampel (50%) positif ESBL pada antibiotika seftriakson. Bakteri Pseudomonas aeruginosa diketahui telah mengalami resistensi terhadap antibiotika golongan sefalosporin dan positif menghasilkan enzim ESBL di RSUD Dr. H.Chasan Boesoirie Ternate. Kata Kunci :Pseudomonas aeruginosa, Antibiotika Sefalosporin, ESBL 
PARADIGMA MASYARAKAT TENTANG KHASIAT DAUN BALIK ANGIN (Alphitonia incana (Roxb.) Teijsm. & Binn. ex Kurz) SEBAGAI ANTIOKSIDAN Ramadhan, Hafiz; Akbar, Depy Oktapian; Ramadhani, Syahrizal; Yanie, Akhmad; Fitriah, Rahmayanti; Alfi, Muhammad
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 12, No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v12i1.632

Abstract

Pentingnya pemahaman masyarakat tentang tanaman obat, khususnya daun Balik Angin (Alphitonia incana (Roxb.) Teijsm. & Binn. ex Kurz), yang diketahui memiliki potensi sebagai sumber antioksidan. Tanaman ini sering digunakan dalam pengobatan tradisional, namun pengetahuan masyarakat tentang manfaatnya masih perlu ditingkatkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran karakteristik masyarakat di Kawasan Bukit Tahura Desa Mandiangin Timur, Kecamatan Karang Intan, dan untuk mengetahui paradigma masyarakat tentang daun Balik Angin sebagai antioksidan di kawasan tersebut. Metode yang digunakan adalah survei dengan melibatkan 100 responden yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap daun Balik Angin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik masyarakat sebagian besar adalah perempuan sebanyak 60 orang (60%), dengan rentang umur 37-47 tahun sebanyak 42 orang (42%). Sebagian besar responden bekerja sebagai wirausaha atau pedagang sebanyak 30 orang (30%), dan pendidikan sebagian besar adalah SMA sebanyak 46 orang (46%). Selain itu, 84% responden memiliki pengetahuan baik mengenai manfaat daun Balik Angin sebagai antioksidan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa masyarakat di Kawasan Bukit Tahura memiliki paradigma positif terhadap penggunaan daun Balik Angin, namun masih diperlukan edukasi lebih lanjut mengenai cara pengolahan pemanfaatan tanaman secara optimal.
PROFIL SENYAWA BIOAKTIF EKSTRAK DAN FRAKSI DAUN KALANGKALA (Litsea angulata) SEBAGAI ANTIOKSIDAN MENGGUNAKAN KROMATOGRAPI LAPIS TIPIS Rikomah, Setya Enti
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 12, No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v12i1.630

Abstract

Komponen senyawa bioaktif seperti fenolik, flavonoid, kuesertin dan senyawa yang mempunyai gugus fenol pada tumbuhan berpotensi sebagai antiokidan. Penelitian ini bertujuan mengetahui senyawa bioaktif yang terdapat dalam tanaman daun kalangkala yang berpotensi sebagai antidiabetes menggunakan kromatograpi lapis tipis. Proses penelitian dimulai dari ektraki menggunakan etanol 70% dengan teknik maserasi. Maserat dikentalkan dengan rotary evapoator sampai mendapatkan ekstrak kental. Ekstrak kental dilakukan fraksinasi bertingkat sesuai dengan tingkat kepolaran pelarut n-hexan, ethtyl asetat dan metanol. Ekstrak dan fraksi dihitung rendemennya dan  dilakukan analisis komponen bioaktif menggunakan kromatograpi lapis tipis menggunakan pembnding quesertin dan katekin. Hasil penelitian diperoleh berturut-turut fraksi metanol 48,60%, fraksi ethyl asetat 8,52%, ekstrak 6,91%, fraksi n-hexan 6,06%. Rf yang diperoleh berturut-turut ekstrak 0,87, dan 0,75, fraks n-hexan 0,87 dan 0,75, fraksi ethyl asetat 0,83 dan 0,75, fraksi metanol 0,73 dn 0,87 yang sama dan mendekati dengan Rf pembanding katekin 0,87 dan quesertin 0,75. Kesimpulan ekstrak dan fraksi daun kalangkala memiliki senyawa bioaktif katekin dan quesertin yang berpotensi sebagai antioksidan.
GAMBARAN KEPATUHAN TENAGA KESEHATAN TERHADAP PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI DI RSUD KEPAHIANG diyan, diyan
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 12, No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v12i1.634

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan aspek penting dalam lingkungan rumah sakit, di mana tenaga kesehatan berisiko tinggi terpapar berbagai bahaya. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan adanya kepatuhan teanaga kesehatan terhadap penggunaan alat pelindung diri (APD) di RSUD Kepahiang. Penelitian dilakukan dari tanggal 07 Juli - 07 Agustus 2020, dengan melibatkan 50 responden yang terdiri dari Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM), tenaga kebidanan, dan perawat. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan teknik pengambilan sampel random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua responden (100%) patuh terhadap penggunaan APD, yang mencerminkan kesadaran tinggi akan pentingnya perlindungan diri dalam mencegah risiko infeksi dan kecelakaan kerja. Karakteristik responden menunjukkan sebagian besar berusia di atas 30 tahun (64%) dan didominasi oleh perempuan (94%). Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi kebijakan kesehatan di rumah sakit, dengan tekanan perlunya pelatihan berkelanjutan dan penyediaan APD yang memadai untuk menjaga keselamatan tenaga kesehatan. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi acuan untuk meningkatkan kesadaran dan kesadaran terhadap penggunaan APD di lingkungan rumah sakit.Kata Kunci: Kepatuhan, Tenaga Kesehatan, Alat Pelindung Diri, RSUD Kepahiang, Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
ANALISA METABOLIT SEKUNDER TEH CELUP DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia (Ten) Steenis) SERTA UJI EFEKTIVITAS ANTI HIPERLIPIDEMIA PADA MENCIT JANTAN PUTIH (MUS MUCULUS) Lestari, Gina
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 12, No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v12i1.635

Abstract

Binahong Mengandung banyak senyawa metabolit skunder yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Tujuan penelitian ini untuk melihat kandungan teh celup daun binahong dengan metode secara kualitatif serta dilakukan pengujian efektivitas anti hiperkolesterolemia pada mencit janta putih.Pembuatan teh celup daun binahong (Anredera cordifolia (Ten) Steenis) dilakukan dengan cara dikeringkan menjadi simplisia kemudian dihaluskan lalu dibungkus menggunakan kantong teh celup. Dilakukan Uji makroskopik, uji susut bobot simplisia dan uji penapisan senyawa fitokimia dan dilanjukan uji penegasan denagn metose KLT. Metode pengujian untuk menganalisis anti-hiperkolesterolemia dilakukan dengan menggunakan alat Easy Touch Glucose Cholesterol Uric Acid (GCU). Pengujian antilipidemia menggunakan hewan percobaan berupa mencit jantan yang dibagi ke dalam 6 kelompok perlakuan. Pada hari pertama, kadar kolesterol darah mencit diukur sebagai acuan kadar kolesterol normal. Selanjutnya, kadar kolesterol ditingkatkan dengan memberikan pakan yang mengandung kolesterol tinggi berupa kuning telur puyuh selama 7 hari, kemudian dilakukan pengukuran kadar kolesterol darah mencit. Setelah itu, perlakuan air teh Daun Binahong diberikan selama 7 hari, dan kolesterol darah mencit diukur kembali setelah periode perlakuan tersebut. Hasil dari analisis kualiatatif yaitu didapat sediaan teh celup daun binahong positif mengandung flavonoid dan dilanjutkan dengan penegasan KLT positif mengandung flavonoid. Hasil Penelitian dianalisis menggunakan One Way ANOVA satu arah (p>0,05) yang menunjukkan teh daun Binahong dosis 1,5gram memiliki aktivitas sebagai antihiperlipidemia dengan persentase penurunan sebanyak 25,65% Pada Mencit Jantan (Mus Musculus) Kata Kunci : Binahong, hiperlipidemia, air teh binahong
PENENTUAN NILAI SPF (SUN PROTECTION FACTOR) FRAKSI ETIL ASETAT EKSTRAK ETANOL DAUN BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L) herlina, herlina
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 12, No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v12i1.636

Abstract

Daun bunga telang mengandung senyawa antioksidan dan fenolik yang berfungsi sebagai pertahanan dari radiasi sinar Ultraviolet (UV). Radiasi UV yang dipancarkan oleh sinar matahari dapat menyebabkan kerusakan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  potensi dari fraksi etil asetat daun bunga telang dalam memberikan perlindungan terhadap radiasi UV dengan mengukur nilai SPF (Sun Protection Factor) mengunakan metode spektrofotometri UV-Vis sebagai alternatif bahan pelindung kulit alami. Penelitian diawali dengan proses ekstraksi daun bunga telang menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol, selanjutnya ekstrak yg didapat difraksinansi sehingga diperoleh fraksi etil asetat. Penentuan nilai SPF dilakukan dengan membuatan larutan konsentrasi dari fraksi etil asetat daun bunga telang (Clitoria ternatea L) dengan konsentrasi 100 ppm, 200 ppm, dan 300 ppm dan diukur nilai absorbansinya pada panjang gelombang 290-320 nm. Data yang diperoleh dihitung nilai SPFnya dengan persamaan Mansur. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa fraksi etil asetat dari ekstrak etanol daun bunga telang (Clitoria ternatea L) mempunyai kemampuan sebagai tabir surya dengan nilai SPF yaitu fraksi etil asetat 100 ppm te.rmasuk kate.gori minimal de.ngan nilai SPF 2,2, 200 ppm kate.gori se.dang de.ngan nilai SPF 5,9, dan 300 ppm kate.gori maksimal de.ngan nilai SPF 9,6.Kata Kunci: Daun Bunga Te.lang, Fraksi e.til ase.tat, SPF (Sun Prote.ction Factor)
PERSEPSI PASIEN TERHADAP PERAN APOTEKER DALAM PELAYANAN KEFARMASIAN DI RSUD KOTA MANNA Fauziah, Dewi Winni
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 12, No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v12i1.637

Abstract

Permintaan dari pasien dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas layanan kefarmasian mendorong pergeseran dari paradigma lama yang berorientasi pada produk menuju paradigma baru yang lebih berfokus pada pasien, sejalan dengan filosofi pelayanan kefarmasian (pharmaceutical care) Semakin berkembang dan beragamnya pelayanan yang tersedia, menuntut Apoteker agar dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan dalam berinteraksi guna memenuhi kebutuhan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi responden terhadap peran Apoteker dalam melakukan pelayanan kefarmasian. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan Cross-Sectional Study. Sampel terdiri dari 97 pasien, yang dihitung menggunakan rumus Slovin dari total 3.215 kunjungan pasien dalam waktu satu bulan. Instrumen penelitian ini menggunakan kuisioner sebagai alat pengumpulan data, sementara pemilihan  sampel  dilakukan dengan metode accidental sampling, selanjutnya data yang diperoleh dianalisis menggunakan SPSS.Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi jenis kelamin responden hampir seimbang, dengan laki-laki mencakup 48,5% dari total partisipan. Sebagian besar responden berusia antara 31 hingga 50 tahun, dengan persentase sebesar 64,9%. Mayoritas responden memiliki tingkat pendidikan terakhir SMA, yaitu sebanyak 58,8%, sementara 28,9% di antaranya bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT). Selain itu, sebanyak 26,8% responden memiliki kisaran pendapatan antara Rp 0 hingga Rp 500.000. Secara keseluruhan, persepsi dikategorikan dengan 93,5% responden memiliki pandangan positif, sementara 6,5% responden berpendapat negatif. Dari hasil ini, dapat disimpulkan bahwa pasien menilai peran Apoteker dalam melaksanakan pelayanan kefarmasian di RSUD Hasanuddin Damrah Manna dalam kategori sangat baik.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN SIMBA TASIK (Clerodendrum serratum L. Spr) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Novia, Devi
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 12, No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v12i1.641

Abstract

Daun Simba tasik (Clerodendrum serratum L. Spr) merupakan tumbuhan yang hidup dihutan dan juga diperkebunan yang banyak masyarakat menggunakan daun ini untuk pengobatan, banyak manfaat lain pada daun ini seperti obat bisul, borok berair, cacingan dan luka. Tumbuhan ini mengandung antioksidan dan antibakteri. Senyawa yang diduga dapat memiliki aktivitas antibakteri yaitu steroid, terpenoid, flavonoid dan alkaloid. Ekstrak daun simba tasik digunakan untuk menguji aktivitas antibakterinya terhadap Staphylococcus aureus pada berbagai konsentrasi 30%, 40% dan 50%. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode difusi dengan menggunakan kertas cakram. Diameter zona hambat yang terbentuk di sekitar kertas cakram dianggap sebagai parameter untuk mengukur aktivitas antibakteri. Hasil penelitian menunjukkan adanya aktivitas antibakteri dari konsentrasi ekstrak yaitu 30% 40%, 50%, terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Konsentrasi efektif dari ekstrak yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus yaitu pada konsentrasi 50% dengan rata-rata diameter zona hambat 13,81 %. Terjadinya penghambatan pada pertumbuhan bakteri terhadap ekstrak dapat membuktikan bahwa ekstrak Daun Simba tasik memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus.