cover
Contact Name
Betna Dewi
Contact Email
jurnalilmiahpharmacy@gmail.com
Phone
+6281385092734
Journal Mail Official
jurnalilmiahpharmacy@gmail.com
Editorial Address
LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT SEKOLAH TINGGI KESEHATAN AL-FATAH BENGKULU Alamat : Jl.Indra Giri Gang 3 Serangkai Padang Harapan Bengkulu Telp : 0736-27508 Email : jurnalilmiahpharmacy@gmail.com Website : http://jurnal.stikesalfatah.ac.id/index.php/jiphar
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pharmacy
ISSN : 24068071     EISSN : 26158566     DOI : https://doi.org/10.52161/jiphar
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Pharmacy menerima tulisan ilmiah berupa jurnal hasil penelitian di bidang ilmu Farmasi
Articles 356 Documents
PENGETAHUAN LANSIA MENGENAI PENGGUNAAN OBAT ANALGETIK : TINJAUAN BERDASARKAN SUMBER INFORMASI Putri, Yona Harianti
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v11i2.593

Abstract

Pengetahuan lansia mengenai obat sangat dipengaruhi oleh berbagai sumber yang dapat mereka akses. Penyedia layanan kesehatan terutama farmasi memainkan peran penting dalam memberikan informasi yang jelas dan akurat tentang dosis, efek samping, dan cara penggunaan obat. Penelitian ini adalah penelitian observasional deskriptif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan secara non probabilitas dengan metode consecutive sample. Sampel merupakan lanjut usia (lansia) berumur ? 60 tahun menggunakan analgetika non opioid yang masuk dalam kriteria inklusi sebanyak 400 responden. Penelitian ini menggunakan instrument berupa kuesioner yang dibuat oleh peneliti dan telah dilakukan serangkaian uji validitas dan uji realiabilitas. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sumber informasi obat pada lansia adalah tenaga kesehatan (49,5%), orang sekitar (38,8%), resep dokter (10,2%) dan layanan internet (1,5%). Sumber informasi dari resep dokter paling banyak memengaruhi pengetahuan lansia daripada sumber informasi lain dimana 73% lansia mengetahui nama obat, 29,3% lansia mengetahui dosis obat, dan 9,8% lansia mengetahui efek samping obat.Kata kunci: Sumber Informasi Obat, Pengetahuan, Analgetika, Lansia.
UJI TOKSISITAS EKSTRAK ETIL ASETAT BIJI KEBIUL (Caesalpinia bonduc L. Roxb) PADA EKSTRAKSI MASERASI Wulandari, Septi
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v11i2.590

Abstract

ABSTRAKToksisitas adalah kemampuan suatu toksikan atau bahan kimia untuk menimbulkan kerusakan atau kelainan terhadap fungsi suatu sistem biologis dimana uji toksisitas ini berguna untuk mendeteksi efek toksik dengan memperoleh data dosis-respon yang khas dari sediaan uji. Tosikan dapat diperoleh dari bahan kimia maupun senyawa metabolit, seperti agen kemopreventif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya potensi toksisitas dengan metode brine shrimp lethality test (BSLT)  pada ekstrak etil asetat biji kebiul (Caesalpinia bonduc L. Roxb)  dan mengetahui nilai LC50 dari ekstrak etil asetat biji kebiul (Caesalpinia bonduc L. Roxb) dengan penggunaan variasi waktu ekstraksi. Sampel pada penelitian ini di ekstraksi dengan metode maserasi. Uji toksisitas dilakukan dengan metode brine shrimp lethality test (BSLT) menggunakan sepuluh ekor hewan coba Artemia salina Leach dengan konsentrasi larutan 25, 100, 250, 500, 1000 ppm, dan kontrol. Metode maserasi memilki nilai toksisitas yang lebih tinggi yaitu 681 ppm. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat ekstrak etil asetat biji kebiul (Caesalpinia bonduc L. Roxb) dengan metode brine shrimp lethality test pada dengan metode maserasi tergolong toksik.
PERBANDINGAN TINGKAT KEKAMBUHAN DEMAM TIFOID TERHADAP STRESS DAN RESPON IMUN DIWILAYAH PUSKESMAS SAWAH LEBAR BARU KOTA BENGKULU Dewi, Devi Cynthia
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v11i2.565

Abstract

Di Indonesia demam tifoid masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dengan kejadian diantaranya 350-180 kasus per 100.000 penduduk dan CFR berkisar 3%. Demam tifoid (termasuk para-tifoid) yang biasa juga disebut typhus atau tipes merupakan penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh kuman Salmonella Typhi, yang dapat menyerang bagian saluran pencernaan dengan gejala demam yang lebih dari 7 hari, gangguan pada saluran pencernaan dengan atau tanpa gangguan kesadaran. Penyakit ini tergolong penyakit menular yang bisa menyerang banyak orang. Tifoid dapat disebabkan oleh imunitas keadaan/daya tahan tubuh seseorang, konsumsi makanan dan minuman yang beresiko (belum dimasak/direbus, stres terkena lalat, tidak memperhatikan kebersihannya), gaya hidup. Tujuan utama penelitian ini adalah  untuk mengetahui hubungan stress dan respon imun dengan tingkat kekambuhan demam tifoid pada masyarakat di wilayah Puskesmas Sawah Lebar baru Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode desain penelitian deskriptif corelatif dengan perangkat cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien tifoid yang datang ke Puskesmas Sawah Lebar Baru Kota Bengkulu, yaitu 95 pasien. Penelitian ini menggunakan tehnik pengambilan sampel purposive sampling dengan jumlah pasien sebanyak 35 orang sampel. Teknis pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara kuesioner dan wawancara kepada pasien. Kuesionernya meliputi stress, respon imun dan tingkat kekambuhan tifoid. Dari Penelitian ini dapat ditarik kesimpulan dari uji hipotesis yang dilakukan dengan analisis data menggunakan analisis bivariate tabulasi silang maka hasil nilai nilai Chi-Square (X²) dan Chi-Square (X²)  untuk tingkat kekambuhan tifoid serta hubungan respon imun yaitu sebesar 32,615. Tingkat signifikansi 0,011 lebih kecil dari 0,05 maka dalam hal ini Ho ditolak dan Ha diterima, maka disimpulkan ada hubungan antara respon imun dengan tingkat kekambuhan demam tifoid, sedangkan nilai Chi Square (X²) untuk stres dan tingkat kekambuhan tifoid sebesar 24,716 dengan tingkat signifikan 0,024 lebih kecil dari 0,05 maka Ho ditolak dan Ha ditolak. diterima. Pada penelitian ini makadapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara stress dan respon imun dengan tingkat kekambuhan demam tifoid pada masyarakat di wilayah Puskesmas Sawah Lebar Baru Kota Bengkulu.
DAYA TOLAK LALAT RUMAH (Musca domestica) TERHADAP EKSTRAK KULIT JERUK KALAMANSI (Citrofortunella microcarpa) puspitasari, septi
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v11i2.584

Abstract

Lalat rumah merupakan spesies yang berperan sebagai vektor penularan penyakit. Diperlukan pengendalian lalat rumah tanpa mencemari lingkungan. Alternatif yang dikembangkan adalah pemanfaatan tanaman/ tumbuhan sebagai pestisida nabati. Kulit jeruk kalamansi yang dijadikan ekstrak digunakan sebagai insektisida nabati untuk mengendalikan lalat rumah (Musca domestika). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui daya tolak ekstrak kulit jeruk kalamansi terhadap lalat rumah (Musca domestica). Jenis penelitian ini adalah experimental laboratorik yang dilakukan di laboratorium Patologi Akademi Analis Kesehatan Harapan Bangsa Bengkulu. Sampel dalam penelitian ini adalah ekstrak kulit jeruk kalamansi konsentrasi 10%, 20%, dan 30% dengan hewan uji yaitu lalat rumah (Musca domestica) sebanyak 150 ekor. Ekstrak kulit jeruk kalamansi efektif sebagai repellent lalat rumah dengan konsentrasi 30% yang mana rata – rata daya tolak mencapai 84,4 %, pada konsentrasi 20% yaitu 73,3 %, pada konsentrasi 10 % yaitu 68,4 %.
PENILAIAN IN VITRO ANTIBAKTERI FACIAL CLEANSING GEL FRAKSI ETANOL DAN ETIL ASETAT Citrus amblycarpa (Hassk.) OCHSE Sari, Dina Yuspita; Yusmanto, Eko Yohanes; Herliwisandi, Ferry; Rahman, Ika Ristia
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v11i2.596

Abstract

Kontaminasi bakteri dapat menyebabkan masalah pada kulit. Perawatan kulit dengan facial cleansing gel diharapkan mampu membersihkan serta mencegah kontaminasi bakteri area di sekitar wajah dan leher. Citrus ampblycarpa (Hassk) Osche mengandung terpenoid, flavonoid, polifenol dan alkaloid yang berpotensi menghasilkan aktivitas anti bakteri pada bakteri gram positif, yaitu Staphylococcus aureus. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan aktivitas antibakteri formula facial cleansing gel FGEE dan FGEA terhadap pertumbuhan bakteri S. aureus. Kulit jeruk sambal diekstraksi menggunakan etanol 96%, lau dilakukan partisi berturut-turut dengan n-heksana dan etil asetat. Facial cleansing gel menggunakan fraksi etanol (FGEE) dan etil asetat kulit buah jeruk sambal (FGEA) sebagai zat aktif, dengan konsentrasi masing-masing: FGEE (F1:0,20%, F2: 0,35%, dan F3 0,50%), dan FGEA (F4:0,20%, F5: 0,35%, dan F6 0,50%). Penentuan aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi kertas cakram. Hasil pengujian aktivitas antibakteri melalui pengukuran daya hambat terhadap pertumbuhan S. aureus pada formula FGEE masing-masing sebesar 17,80 mm, 22,09 mm, dan 18,77 mm, dan formula FGEA masing-masing sebesar 12,77 mm, 17,06 mm, dan 12,90 mm. F2 menunjukkan aktivitas antibakteri sangat kuat. Secara keseluruhan, FGEE dan FGEA menunjukkan sifat antibakteri sebagai penghambat potensial terhadap S. aureus dan berkontribusi pada penerapannya pada produk pembersih kulit wajah.
Sensitivitas Ekstrak Daun Bidara (Ziziphus Spinachristi L)Terhadap Pertumbuhan Jamur Penyebab Panu (Malassezia Furfur) Anwar, Eka Nurdianty; Sari, Wenda Permita; Arifin, Ismail; Parwito, Parwito
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v10i1.618

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang Uji Efektivitas Ekstrak Daun Bidara (Ziziphus spina-christi L) Terhadap Pertumbuhan Jamur Penyebab Panu (Malassezia furfur)pada tanggal 17 Mei – 3 Juni 2022 di Laboratorium Akademi Analis Kesehatan Harapan Bangsa Bengkulu dengan tujuan untuk mengetahui Efektivitas Ekstrak Daun Bidara (Ziziphus spina-christi L) Terhadap Pertumbuhan Jamur Penyebab Panu (Malassezia furfur) dan pada konsentrasi berapakah Ekstrak daun bidara memiliki daya hambat yang paling efektif terhadap Pertumbuhan Jamur Penyebab Panu (Malassezia furfur). Sampel pada pemeriksaan ini adalah ekstrak daun bidara yang diambil secara Purposive sampling. Penelitian ini menggunakan konsentrasi ekstrak 25%, 50%, 75%dan 100%. Hasil penelitian menunjukan ekstrak daun bidara dengan konsentrasi 25% menghasilkan 8,3 mm, 50% menghasilkan 9,3 mm, 75% menghasilkan 12 mm, pada konsentrasi 100% menghasilkan zona hambat yang paling besar yaitu 14,3 mm, sedangkan pada kontrol positif menghasilkan 24 mm, sedangkan kontrol negatif tidak memiliki zona hambat. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun bidara(Ziziphus spinachristi L)mampu menghambat pertumbuhan jamur penyebab panu (Malassezia furfur).
Uji Daya Hambat Air Rebusan Daun Sirih Hijau (Piper Betle L.) Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus Anwar, Eka Nurdianty; Sari, Wenda Permita; Parwito, Parwito; Arifin, Ismail
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v10i2.617

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang Uji Daya Hambat Air Rebusan Daun Sirih Hijau (Piper betle L) terhadap bakteri Staphylococcus aureus pada tanggal 20-24 Februari 2023 di Laboratorium Bakteri Kampus Akademi Analis Kesehatan Harapan Bangsa, Bengkulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Air Rebusan Daun Sirih Hijau (Piper betle L) dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini menggunakan metode Difusi dan Dilusi. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Air Rebusan Daun Sirih Hijau (Piper betle L). Penelitian dilakukan secara langsung dengan cakram cakram yang telah diisi air rebusan daun sirih hijau dengan beberapa konsentrasi yaitu 25%, 50%, 75% 100% dan kontrol positif (Kloramfenikol), kontrol negatif (Aquadest) pada media Mueller Hinton Agar (MHA) yang telah diinokulasikan bakteri Staphylococcus aureus. Hasil Uji Daya Hambat Air Rebusan Daun Sirih Hijau (Piper betle L) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus diperoleh hasil pada konsentrasi 25%, 75% bersifat Resisten dan pada konsentrasi 75%, 100% bersifat Intermediet.
Optimalisasi Peran Kader Dalam Program KADARZI (Keluarga Sadar Gizi) Nuriana, Nuzula Irfa
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v11i2.280

Abstract

Upaya untuk meningkatkan cakupan Kadarzi yang perlu dilakukan adalah upaya keras melalui upaya promosi, peningkatan kualitas petugas kesehatan dan pemberdayaan masyarakat serta peran tokoh masyarakat. Pemberdayaan masyarakat yang dimaksudkan adalah peran kader. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peran kader terhadap pelaksanaan keluarga balita menuju Kadarzi. Desain penelitian analitik dengan populasi 22 responden, menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen yaitu dokumentasi dan check list. Hasil penelitian: tidak ada hubungan optimalisasi peran kader dalam program kadarzi (keluarga sadar gizi)
Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Infestasi Pediculus humanus capitis di Pesantren Al-Quran Harsallakum Bengkulu Bahar, Mardiyansyah
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 11, No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v11i1.456

Abstract

Pediculosis humanus capitis adalah penyakit kulit kepala akibat infestasi ektoparasit obligat (tungau atau lice) spesies Pediculus humanus var. capitis. Penyakit ini merupakan penyakit menular yang dipengaruhi beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan terjadinya Pediculosis capitis meliputi : usia, jenis kelamin, frekuensi cuci rambut, dan menggunakan/meminjamkan akseosris. Penelitian ini bertujuan menjelaskan informasi mengenai faktor-faktor yang berhubungan dengan infestasi pediculosis humanus capitis pada Santri Pondok Pesantren Al-qur’an Harsallakum Kecamatan Selebar Kota Bengkulu. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian analitik cross sectional. control yang dilakukan pada 150 santri SMP Pondok Pesantren Al-qur’an Harsallakum yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Dari penelitian ini didapatkan proporsi kejadian Pediculosis capitis sebanyak 32 responden (21.3%), kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square di dapatkan variabel yang memiliki hubungan bermakna (p< 0,05).
PROFIL FITOKIMIA DARI FRAKSI ETIL ASETAT EKSTRAK ETANOL DAUN PUCUK MERAH (Syzygium myrtifolium Walp.) Noviyanty, Yuska
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 12, No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v12i1.638

Abstract

Tanaman Daun Pucuk Merah (Syzygium myrtifolium Walp.) memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder alkaloid, triterpenoid, flavonoid, fenolik dan saponin yang memiliki manfaat sebagai antioksidan, pewarna alami, antitumor, antiangiogenesis dan sitotoksik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder dan nilai Rf yang terkandung pada fraksi etil asetat dari ekstrak daun pucuk merah (Syzygium myrtifolium Walp.).Ekstraksi Daun Pucuk Merah (Syzygium myrtifolium Walp.) dilakukan dengan metode maserasi, selanjutnya dilakukan fraksinasi dengan metode fraksinasi cair-cair. Kemudian fraksi di identifikasi dengan uji skrining fitokimia dan dilanjutkan dengan uji penegasan dengan metode KLT (Kromatografi Lapis Tipis).Hasil identifikasi fraksi etil asetat ekstrak daun pucuk merah (Syzygium myrtifolium Walp.) menunjukkan fraksi etil asetat mengandung senyawa metabolit sekunder alkaloid, flavonoid, steroid dan fenolik dengan selisih nilai Rf secara berturut 0,02, 0,04, 0,03, dan 0,04. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kandungan senyawa metabolit sekunder tersebut dapat dinyatakan positif dari uji skrining fitokimia dan KLT yang menunjukkan nilai Rf dengan selisih  0,05 antara sampel dan baku pembanding