cover
Contact Name
Betna Dewi
Contact Email
jurnalilmiahpharmacy@gmail.com
Phone
+6281385092734
Journal Mail Official
jurnalilmiahpharmacy@gmail.com
Editorial Address
LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT SEKOLAH TINGGI KESEHATAN AL-FATAH BENGKULU Alamat : Jl.Indra Giri Gang 3 Serangkai Padang Harapan Bengkulu Telp : 0736-27508 Email : jurnalilmiahpharmacy@gmail.com Website : http://jurnal.stikesalfatah.ac.id/index.php/jiphar
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pharmacy
ISSN : 24068071     EISSN : 26158566     DOI : https://doi.org/10.52161/jiphar
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Pharmacy menerima tulisan ilmiah berupa jurnal hasil penelitian di bidang ilmu Farmasi
Articles 356 Documents
UJI PARAMETER SPESIFIK DAN NON SPESIFIK ESKTRAK ETANOL DAUN LEMPIPI (Gymnema inodorum (Lour) Decne.) aji, nurwani purnama
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v12i2.864

Abstract

Daun lempipi (Gymnema inodorum (Lour.) Decne.) diketahui mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid, saponin, dan tanin yang berpotensi sebagai agen biologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi parameter spesifik dan non spesifik ekstrak etanol daun lempipi sebagai dasar pengembangan sediaan farmasi. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi menggunakan etanol 96%, kemudian dianalisis dengan uji parameter spesifik berupa kandungan flavonoid, saponin, tanin, serta identifikasi organoleptis, sedangkan parameter non spesifik mencakup kadar air dan pH. Hasil uji parameter spesifik menunjukkan bahwa ekstrak memiliki warna cokelat kehijauan, bau khas tanaman, rasa pahit, serta kandungan flavonoid 1,45%, saponin 3,22%, dan tanin 2,87%. Uji parameter non spesifik menunjukkan kadar air sebesar 7,12% yang masih sesuai persyaratan stabilitas ekstrak, serta pH pada rentang 5,8–6,1 yang memenuhi standar keamanan sediaan farmasi topikal. Dengan demikian, ekstrak etanol daun lempipi telah memenuhi kriteria parameter spesifik dan non spesifik yang baik. Standarisasi ini penting untuk menjamin kualitas, keamanan, serta konsistensi ekstrak sebelum diformulasikan lebih lanjut. Hasil penelitian ini memperkuat potensi daun lempipi sebagai bahan aktif dalam pengembangan obat herbal modern, khususnya pada sediaan topikal.
HUBUNGAN KEPATUHAN MINUM OBAT TERHADAP EFEKTIVITAS TERAPI ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI DI RSUD PRINGSEWU Pratiwi, Mida
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v12i2.716

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi dapat diartikan sebagai peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolik lebih dari 140/90 mmHg. Penyakit hipertensi merupakan penyakit yang paling banyak diderita oleh masyarakat Indonesia. Salah satu faktor penentu keberhasilan terapi pada pasien hipertensi adalah adanya kepatuhan minum obat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan kepatuhan minum obat terhadap efektivitas terapi antihipertensi pada pasien hipertensi di RSUD Pringsewu. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasi dengan menggunakan metode pendekatan Cross Sectional. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuesioner. Pengambilan data dilakukan pada bulan Februari-Maret 2025 di RSUD Pringsewu. Sampel pada penelitian ini berjumlah 84 responden yang diambil dengan teknik purposive sampling. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian diperoleh tingkat kepatuhan minum obat dengan kategori patuh 28,6% dan tidak patuh 71,4%. Efektivitas terapi antihipertensi dengan kategori efektif 27,4% dan tidak efektif 72,6%. Hasil analisis data uji Chi-square menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan minum obat dengan efektivitas terapi antihipertensi dengan p-value 0,000 < 0,05. Tenaga kesehatan perlu meningkatkan motivasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya kepatuhan minum obat untuk mencegah terjadinya hipertensi maupun penyakit lainnya.
EFEKTIVITAS DAUN KELOR (Moringa Oleifera) SEBAGAI AGEN TERAPI ANTIOBESITAS : ANALISIS LITERATURE TERKINI Sulita, Herlin
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v12i2.843

Abstract

Obesitas merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat serta berhubungan dengan berbagai penyakit metabolik, seperti diabetes melitus tipe 2 dan penyakit kardiovaskular. Keterbatasan efektivitas serta efek samping obat antiobesitas konvensional mendorong pencarian terapi alternatif berbasis herbal. Artikel ini bertujuan menganalisis efektivitas daun kelor (Moringa oleifera) sebagai agen terapi antiobesitas melalui systematic literature review sesuai pedoman PRISMA 2020. Pencarian literatur dilakukan pada PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, dan ResearchGate dengan rentang publikasi         2021–2025. Sebanyak 25 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis lebih lanjut. Hasil kajian menunjukkan bahwa daun kelor mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, polifenol, alkaloid, saponin, dan tanin yang bekerja melalui modulasi jalur AMPK dan PPAR?. Berbagai studi praklinis dan klinis membuktikan pemberian ekstrak daun kelor dalam dosis 200–2400 mg/hari mampu menurunkan berat badan, indeks massa tubuh, serta memperbaiki profil lipid dengan tolerabilitas baik. Mekanisme antiobesitas meliputi penghambatan adipogenesis, stimulasi lipolisis, regulasi hormon metabolik, serta peningkatan sensitivitas insulin. Secara keseluruhan, daun kelor menunjukkan potensi kuat sebagai terapi komplementer antiobesitas yang aman dan efektif. Meski demikian, penelitian lanjutan berupa uji klinis fase III dengan jumlah sampel lebih besar masih diperlukan untuk memastikan validitas dan penerapannya dalam praktik klinis. Kata Kunci    : Daun kelor, Moringa oleifera, Antiobesitas, Terapi herbal, Senyawa bioaktif
POTENSI EKSTRAK ETANOL MAHKOTA NANAS (Annanas comosus (L.)) ASAL TANGKIT SEBAGAI AGEN ANTIBAKTERI TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli Kasmadi, Fathnur Sani; Jannah, Miptakul; Muhaimin, Muhaimin; Maimum, Maimum; Yuliawati, Yuliwati
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v12i2.755

Abstract

Infeksi bakteri seperti Staphylococcus aureus dan Escherichia coli merupakan penyebab utama berbagai penyakit pada manusia. Pemanfaatan bahan alam sebagai sumber antibakteri menjadi salah satu alternatif dalam pengembangan terapi baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antibakteri ekstrak etanol mahkota nanas (Ananas comosus L.) asal Tangkit terhadap kedua bakteri tersebut. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi dan selanjutnya diuji menggunakan metode difusi cakram dengan variasi konsentrasi 1%, 2%, 3%, 4%, dan 5%. Kloramfenikol 30 µg digunakan sebagai kontrol positif, sedangkan DMSO 10% sebagai kontrol negatif. Hasil skrining fitokimia menunjukkan adanya kandungan metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan terpenoid. Uji antibakteri memperlihatkan bahwa ekstrak pada konsentrasi 4% dan 5% mampu menghasilkan zona hambat yang signifikan terhadap S. aureus maupun E. coli, dengan efektivitas yang mendekati kontrol positif. Aktivitas antibakteri ini diduga terkait dengan kandungan senyawa bioaktif yang dapat merusak dinding sel dan mengganggu metabolisme bakteri. Dengan demikian, ekstrak mahkota nanas asal Tangkit berpotensi dikembangkan sebagai agen antibakteri berbahan baku lokal.
ANALISIS RASIONALITAS KORTIKOSTEROID PADA FARINGITIS DAN NASOFARINGITIS AKUT PASIEN ANAK DI PUSKESMAS KARANGANYAR KABUPATEN KARANGANYAR TAHUN 2024 Anggraini, Alvina Ajeng
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v12i2.734

Abstract

Faringitis dan nasofaringitis akut merupakan infeksi saluran pernapasan atas yang sering ditemukan pada layanan kesehatan primer, terutama pada pasien anak. Kortikosteroid kerap diresepkan untuk mengurangi peradangan dan mempercepat pemulihan gejala, namun penggunaannya harus berdasarkan indikasi dan dosis yang tepat agar rasional dan menghindari efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis kortikosteroid yang paling sering digunakan serta mengevaluasi rasionalitas penggunaannya pada pasien anak dengan faringitis dan nasofaringitis akut di Puskesmas Karanganyar tahun 2024. Penelitian ini merupakan studi deskriptif non-eksperimental dengan pendekatan retrospektif. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan. Evaluasi rasionalitas penggunaan kortikosteroid mengacu pada pedoman BNF for Children 2023 dan Harriet Lane Handbook 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dexamethason merupakan kortikosteroid yang paling banyak digunakan pasien faringitis dan nasofaringitis akut di Puskesmas Karanganyar dengan persentase 89,45%. Rasionalitas penggunaan kortikosteroid berdasarkan indikator tepat pasien (100%), tepat rute pemberian (100%), tepat dosis (83,02%), tepat lama pemakaian (75,94%), dan tepat frekuensi pemberian (35,85%).
ANALISIS TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP TINDAKAN SWAMEDIKASI PADA DIARE : LITERATUR REVIEW afriyani, neti
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v12i2.838

Abstract

Masyarakat Indonesia melakukan pengobatan sendiri sebagai tindakan untuk merawat diri saat mengalami rasa sakit. Swamedikasi jika dilakukan dengan tindakan yang tepat dapat menghemat waktu dan biaya dalam pengobatan, karena swamedikasi yang tidak tepat pada diare bisa terjadi komplikasi yang serius dan dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit. Oleh karena itu, pada tinjauan literatur ini dilakukan evaluasi tingkat pengetahuan masyarakat terhadap tindakan swamedikasi pada diare. Penelitian dilakukan bertujuan mengetahui pengetahuan dan tindakan swamedikasi masyarakat pada diare. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Systematic literatur review (SLR) meliputi identifikasi, evaluasi, dan menginterprestasi bahasan setiap jurnal terkait pengetahuan dan tindakan swamedikasi diare. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengetahuan swamedikasi masyakat sudah baik dan tindakan swamedikasi pada diare sudah tepat tetapi peran tenaga kesehatan tetap diperlukan untuk pemberian penyuluhan dan informasi terkait diare, karena tindakan swamedikasi yang tidak tepat pada diare dapat menyebabkan masalah serius sehinggan obat tidak efektif dan muncul efek samping obat yang dapat membahayakan.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN JARAK MERAH (Jatropha gossypifolia L.) PADA BAKTERI Staphylococcus aureus DAN Pseudomonas aeruginosa Ngedo, Yusvilina Umbu; Pratiwi, Baiq Yulia Hasni; Ariasti, Mia
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v12i2.765

Abstract

Infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa merupakan masalah kesehatan yang serius. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan ekstrak etanol daun jarak merah (Jatropha gossypifolia L.) dalam menghambat pertumbuhan kedua bakteri tersebut. Uji dilakukan dengan metode sumuran pada konsentrasi 10%, 25%, 50%, dan 75%, dengan ciprofloxacin sebagai kontrol positif dan DMSO sebagai kontrol negatif. Hasil menunjukkan ekstrak mampu menghambat S. aureus pada konsentrasi 50% dengan zona hambat 9,7 mm dan 75% dengan zona hambat 11 mm, sedangkan tidak ada zona hambat terbentuk pada P. aeruginosa. Aktivitas antibakteri ini kemungkinan disebabkan oleh senyawa aktif dalam daun jarak merah yang merusak dinding dan membran bakteri. Penelitian ini menunjukkan bahwa daun jarak merah berpotensi sebagai antibakteri alami terhadap bakteri Gram positif.
PENGARUH KOMBINASI EKTRAK BINAHONG (Andredera cordifolia) DAN MINYAK ATSIRI LEMON (Citrus Limon L) PADA SABUN MANDI CAIR TERHADAP ANTIVITAS ANTIBAKTERI Staphylococcus Aureus Marzenta, Marzenta; Dewi, Betna
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v12i2.842

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh tingginya risiko infeksi kulit akibat bakteri Staphylococcus aureus yang secara alami ada pada kulit. Pemakaian sabun yang mengandung bahan kimia seperti triklosan berpotensi merusak keseimbangan flora normal pada kulit, sehingga diperlukan alternatif dari bahan alami. Daun binahong (Anredera cordifolia) serta minyak atsiri lemon (Citrus limon L.) dipilih karena memiliki kandungan flavonoid, saponin, dan senyawa atsiri dengan efek antibakteri. Penelitian ini dilakukan melalui proses ekstraksi daun binahong menggunakan metode maserasi, pemisahan minyak atsiri lemon, serta formulasi sabun cair dengan teknik hot process. Produk sabun kemudian diuji kualitas fisiknya, meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, tinggi busa, dan viskositas, serta diuji aktivitas antibakterinya dengan metode difusi cakram terhadap Staphylococcus aureus. Variasi konsentrasi kombinasi bahan aktif digunakan untuk memperoleh formula dengan efektivitas paling tinggi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak binahong dan minyak atsiri lemon dapat diformulasikan menjadi sabun cair dengan sifat fisik yang memenuhi standar, kecuali pada uji viskositas. Sediaan ini efektif menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus, dengan aktivitas antibakteri tertinggi pada konsentrasi ekstrak yang paling tinggi. Temuan ini menegaskan bahwa kedua bahan alami tersebut dapat berperan sebagai agen antibakteri dalam sabun cair dan memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk komersial.
PERBANDINGAN EFEK ANTIBAKTERI KULIT BATANG GAMAL (Gliricidia sepium) PADA BAKTERI GRAM POSITIF Bacillus sp. DAN GRAM NEGATIF Pseudomonas aeruginosa Maharani, Reyna; Kresnapati, I Nyoman Bagus Aji; Pratiwi, Baiq Yulia Hasni
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v12i2.751

Abstract

Infeksi nosokomial masih menjadi masalah serius di fasilitas kesehatan, mendorong pencarian senyawa antibakteri alami. Gamal merupakan tanaman yang berpotensi. Penelitian ini mengevaluasi aktivitas antibakteri ekstrak etanol kulit batang gamal terhadap Bacillus sp. (gram positif) dan Pseudomonas aeruginosa (gram negatif). Metode yang digunakan adalah difusi cakram dengan konsentrasi ekstrak 50%, 60%, 70%, dan 100%. Ekstrak diperoleh melalui maserasi etanol 96%, lalu diuji fitokimia dan antibakteri. Ciprofloxacin digunakan sebagai kontrol positif. Hasil skrining menunjukkan adanya alkaloid dan saponin, tetapi tidak flavonoid. Ekstrak mampu menghambat Bacillus sp. di semua konsentrasi, dengan zona hambat tertinggi 11,7 mm (100%). Namun, tidak ada penghambatan terhadap P. aeruginosa. Analisis statistik (Kruskal-Wallis) menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok (p = 0,017 untuk Bacillus sp.; p = 0,005 untuk P. aeruginosa). Uji Mann-Whitney membuktikan perbedaan antara ekstrak dan kontrol positif, tetapi tidak ada perbedaan antar konsentrasi. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak lebih efektif terhadap bakteri gram positif.
Uji Zona Hambat Antibakteri Ekstrak Etanol Bunga Kamboja Cendana (Pulmeria alba L.) terhadap bakteri Escheria coli dan Staphylococcus aureus indriyani, dwi windi; novitarini, novitarini novitarini; Muhsin, Lalu Busyairi
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v12i2.754

Abstract

Tingginya angka infeksi bakteri dan meningkatnya resistensi antibiotik memicu kebutuhan akan alternatif pengobatan berbasis herbal. Bunga kamboja cendana (Plumeria alba L.) diketahui memiliki kandungan senyawa bioaktif seperti flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji zona hambat antibakteri ekstrak etanol bunga kamboja cendana terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan variasi konsentrasi 25%, 50%, 75%, dan 100%. Metode yang digunakan adalah difusi sumuran dengan media Mueller Hinton Agar, serta dilakukan uji statistik Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zona hambat terhadap Staphylococcus aureus dari ekstrak pekat adalah 14,9 mm, 16,3 mm, 17,1 mm, dan 17,5 mm, sedangkan terhadap Escherichia coli sebesar 7,6 mm, 9,1 mm, 10,4 mm, dan 11,3 mm. Uji statistik menunjukkan hasil signifikan (p = 0,000) pada kedua jenis bakteri, menandakan adanya perbedaan antar konsentrasi. Dapat disimpulkan ekstrak etanol bunga kamboja cendana memiliki zona hambat yang signifikan, terutama lebih efektif terhadap bakteri gram positif Staphylococcus aureus.Kata kunci: Antibakteri alami; Escherichia coli; Plumeria alba L; Staphylococcus aureus; Zona hambat.