cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
KARAKTERISTIK PASIEN PENDERITA KARSINOMA NASOFARING DI INDONESIA : NARRATIVE REVIEW Prayogi, Julian; Paulus, Paulus; Khaeruddin, Khaeruddin; Sanna, Andi Tenri; Carolina, Jane
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.27144

Abstract

Nasofaring merupakan bagian dari sistem saluran napas bagian atas dan merupakan elemen anatomi yang menghubungkan rongga hidung dengan laring dan trakea, melalui orofaring. Kanker nasofaring di Indonesia merupakan keganasan terbanyak ke-4 setelah kanker payudara, kanker serviks, dan kanker kulit, serta merupakan keganasan terbanyak di kepala dan leher. Tujuan penelitian untuk engetahui karakteristik pasien penderita karsinoma nasofaring di indonesia. Penelitian yang dilakukan adalah Literature Review dengan desain Narrative Review. Berdasarkan hasil pencarian didapatkan sebanyak 11 artikel yang relevan untuk digunakan dalam Narrative Review ini, dari beberapa jurnal tersebut menyatakan bahwa karakteristik penderita karsinoma nasofaring yaitu laki laki merupakan jenis kelamin yang paling banyak terkena KNF disertai predisposisi perokok, usia 46-55 tahun merupakan usia yang paling rentan, pekerja wiraswasta merupakan perkejaan paling banyak terkena KNF, gejala yang paling sering pada pasien dengan KNF adalah benjolan di leher dan hidung tersumbat, Kelompok stadium klinis pasien KNF terbanyak adalah stadium IV A dan dilakukan kemoterapi, Sedangkan tipe berdasarkan histopatologi KNF terbanyak adalah tipe Non-Keratinizing Squamous Cell Carcinoma undifferentiated. Berdasarkan hasil review dapat disimpulkan bahwa penderita karsinoma nasofaring paling banyak adalah laki-laki disertai predisposisi perokok dengan rentan usia 46-55 tahun, untuk gejala yang paling sering didapatkan adalah adanya benjolan di leher dan hidung tersumbat. Kelompok stadium klinis pasien KNF terbanyak adalah stadium IV A dan dilakukan kemoterapi Sedangkan tipe berdasarkan histopatologi KNF terbanyak adalah tipe Non- Keratinizing Squamous Cell Carcinoma undifferentiated.
GAMBARAN PEMBERIAN INFUS HANGAT TERHADAP MENGGIGIL PASCA SECTIO CAESAREA RSU MITRA DELIMA Negoro, Widigdo Rekso; Priyonggo, Reko; Saputra, Candra Dwi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.27175

Abstract

Menggigil adalah mekanisme pertahanan tubuh untuk melawan hipotermi. Menggigil berpotensi memberikan dampak buruk pada pasien termasuk peningkatan konsumsi oksigen, hipoksemia, dan memperparah nyeri operasi. Penggunaan cairan infus yang hangat merupakan salah satu strategi yang digunakan di instalasi bedah sentral (IBS) untuk membantu menjaga kenyamanan dan stabilitas suhu tubuh pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran pemberian cairan infus hangat terhadap pencegahan menggigil pascaoperasi pada pasien pembedahan Sectio Caesarea di RSU Mitra Delima Malang. Desain dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, jumlah sampel sebanyak 50 responden yang diambil secara consecutive sampling. Instrumen yang digunakan adalah cairan infus hangat, jam tangan, termometer digital, dan lembar prosedur pemberian infus hangat. Alat pengumpulan data menggunakan lembar observasi kemudian data dianalisis secara deskriptif untuk menentukan frekuensi dan persentase dari kejadian menggigil pascaoperasi. Hasil penelitian didapatkan Derajat menggigil paling banyak adalah derajat 0 tidak menggigil sebanyak 42 responden (84%), derajat 2 sebanyak 2 responden (4%), derajat 3 sebanyak 5 responden (10%), derajat 4 sebanyak 1 responden (2%). Kejadian menggigil dari 50 responden yang diteliti, hanya terjadi pada 8 responden atau 16% yang menggigil, sedangkan pada 42 responden atau 84% responden tidak menggigil. Simpulan penelitian menunjukkan penggunaan cairan infus hangat efektif dalam pencegahan terjadinya menggigil pada pasien pascaoperasi sectio cesarea.
SELF MANAGEMENT MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP PASIEN PASCA STROKE Kusyati, Eni; Mardianingsih, Utami; Utama, Julvainda Eka Priya
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.27185

Abstract

Stroke adalah salah satu penyakit mematikan yang dapat menyebabkan morbiditas, mortalitas, dan disabilitas meningkat di Indonesia. Di Indonesia menurut data  Riskesdas jumlah pasien dengan stroke pada tahun 2018 meningkat dibandingkan tahun 2013 yaitu dari 7 % menjadi 10,9 %. Penyakit stroke dapat mempengaruhi kehidupan pasien dalam berbagai aspek kehidupan. Kecacatan fisik dan mental pada pasien pasca stroke dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien. Pasien stroke pada dasarnya tetap mempunyai potensi untuk sembuh sesudah mengalami stroke, akan tetapi pasien stroke terkendala dalam melangsungkan hidupnya, Hal ini disebabkan oleh dampak yang ditimbulkan oleh stroke sehingga menyebabkan pasien stroke mengalami penurunan kualitas hidup. Self management dibutuhkan untuk menurunkan dampak yang ditimbulkan oleh stroke. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan self management dengan kualitas hidup pasien pasca stroke di Puskesmas Kedungmundu. Jenis penelitian ini kuantitatif korelasional dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah semua pasien stroke di puskesmas Kedungmundu dari bulan Januari-Agustus 2022 sebanyak 280 pasien dan sampel sebanyak 42 pasien menggunakan teknik purposive sampling. Hasil Penelitian dianalisa menggunakan uji chi square didapatkan Self management pasien pasca stroke di Puskesmas Kedungmundu sebagian besar adalah baik dengan persentase 81,0% dan kurang baik dengan persentase 19,0%, Kualitas hidup responden di Puskesmas Kedungmundu sebagian besar adalah baik dengan persentase 83,3 dan kurang baik dengan persentase 16,7 % dan hasil uji statistik chi square menunjukkan p-value sebesar 0,001 kesimpulan yang dihasilkan ada hubungan antara self management dengan kualitas hidup pasien pasca stroke di Puskesmas Kedungmundu.
PERBEDAAN EFEK EPHEDRINE 10 MG DAN PHENYLEPHRINE 50 MG DALAM TATALAKSANA HIPOTENSI PADA SECTIO SESAREA DENGAN ANASTESI SPINAL DI RSU PINDAD MALANG Sintara, Sindu; Rodli, Muhammad; Syamsudin, Syamsudin
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.27186

Abstract

Anestesi spinal merupakan teknik anestesi yang umum digunakan untuk tindakan seksio sesarea, di mana obat anestesi disuntikkan ke ruang tulang belakang untuk menghentikan sensasi nyeri dan memungkinkan operasi pada area perut dan rahim. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan pengaruh Ephedrine 10 mg dan kelompok 2 Phenylephrine 50 mg pada pasien hipotensi pasca spinal. Metode Penelitian quasi experiment dengan menggunakan preexperimental one group pretest-posttest. Penelitian di Rumah Sakit Umum Pindad Malang, pada bulan Maret-April 2023. Populasi penelitian sebanyak 60 orang dibagi menjadi 2 kelompok, masing-masing kelompok sebanyak 30 orang. Pemilihan sampel dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dalam tabel distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan Independent Sample T Test. Hasil Ada perbedaan tekanan darah sistolik pasien seksio sesarea dengan tindakan anestesi spinal setelah diberikan Ephedrine 10 mg dan Phenylephrine 50 mg (posttest) di Rumah Sakit Umum Pindad Malang dengan nilai p = 0,000 < 0,05. Tekanan darah sistolik dengan nilai thitung = -4,079, tekanan darah diastolik dengan nilai p = 0,000 < 0,05 dan nilai thitung = -3,433. Kesimpulan Ephedrine 10 mg lebih efektif dalam meningkatkan tekanan darah ibu seksio sesarea yang mengalami hipotensi pasca anastesi spinal dibandingkan Phenylephrine 50 mg.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRA ANESTESI UMUM DI RST MALANG Rodli, Muhammad; Sintara, Sindu; Sapriandhy, Rizky Nanda
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.27187

Abstract

Latar Belakang: anestesi umum merupakan suatu tindakan yang bertujuan untuk menghilangkan nyeri, membuat tidak sadar dan menyebabkan amnesia yang bersifat sementara dan dapat diprediksi. Pelaksanaan tindakan operasi memiliki tahapan yang mana didalamnya terdapat beberapa fase, salah satunya yaitu fase preoperative, respon paling umum pada pasien pre operasi dan pre anestesi salah satunya adalah psikologi (kecemasan), Pada dasarnya kecemasan adalah kondisi psikologis seseorang yang penuh rasa takut dan khawatir akan sesuatu hal yang belum pasti akan terjadi. Menurut American Psychological Association (APA) dalam (Muyasaroh, et al., 2020). Metode: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berupa korelasi observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampling pada penelitian ini menggunakan teknik metode purposive sampling dengan kriteria inklusi yaitu metode pemilihan sampel yang dilakukan berdasarkan maksud atau tujuan tertentu yang ditetapkan peneliti. Hasil : Hasil analisis uji spearman rho didapatkan hasil angka sig. (2tailed) 0,002 yang artinya nilai ? value lebih kecil dari batas kritis ? = 0,05 menunjukan bahwa adanya hubungan antara pengetahuan dengan tingkat kecemasan pasien yang dilakukan anestesi umum, arah korelasi disimpulkan positif dan kekuatan korelasi kriteria rendah dengan nilai angka -.336. Kesimpulan : Secara umum terdapat hubungan pengetahuan dengan tingkat kecemasan pasien yang dilakukan tindakan anestesi umum di RST Malang. Dengan hasil angka sig. (2tailed) 0,002 yang artinya nilai ? value lebih kecil dari batas kritis ? = 0,05. Kata Kunci : Kecemasan, Praoperasi, General Anestesi
ANALISIS FAKTOR KECEMASAN PADA PASIEN PRAOPERASI LAPARATOMI DENGAN GENERAL ANESTESI DI ITSK DR. SOEPRAOEN MALANG Priyonggo, Reko; Negoro, Widigdo Rekso; Winanda, Dedek
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.27188

Abstract

Penggunaan general anastesi pada pasien laparatomi dapat menimbulkan kecemasan karena pasien akan kehilangan kesadaran selama operasi dan menghadapi ketidakpastian terkait proses anestesi dan efek sampingnya. Selain itu, ketakutan akan risiko dan komplikasi general anestesi juga dapat menyebabkan kecemasan yang tinggi pada pasien menjelang prosedur laparatomi. Tujuan : Menganalisis faktor kecemasan pada pasien praoperasi laparatomi dengan general anestesi. Penelitian ini adalah analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di RST dr.Soepraoen, pada bulan Mei - Juni 2023. Populasi penelitian sebanyak 55 orang dan seluruhnya dijadikan sampel. Pemilihan sampel dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dalam tabel distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji korelasi Gamma pada taraf kepercayaan 95% (a = 0,05). Pola kecemasan pasien praoperasi laparatomi dengan general anestesi di RST dr.Soepraoen berhubungan signifikan dengan umur (p = 0,003, r = 0,714), jenis kelamin (p = 0,000, r = 0,762), pendidikan terakhir (p = 0,000, r = -0,753), dan pengalaman operasi sebelumnya (p = 0,000, r = -0,826). Umur, jenis kelamin, pendidikan terakhir, dan pengalaman operasi sebelumnya berhubungan dengan pola kecemasan pada pasien praoperasi laparatomi. Disarankan pada perawat anestesi untuk memberikan teknik relaksasi sederhana seperti pernapasan dalam, meditasi, atau visualisasi yang dapat membantu pasien mengelola kecemasan sebelum operasi.
PENGARUH ELEVASI KAKI TERHADAP TEKANAN DARAH PASCA SPINAL ANESTESI PADA PASIEN SECTIO CAESAREA DI RSU MITRA SEJATI MEDAN Suryanto, Suryanto; Umifa, Kaslinda Nur; Samosir, Theresia Angela
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.27189

Abstract

Sectio Caesarea merupakan prosedur pembedahan untuk mengeluarkan janin melalui insisi di dinding abdomen (laparatomi) dan dinding uterus atau histerektomi, dan pasien biasanya akan mengalami penurunan tekanan darah pasca spinal anastesi. Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh elevasi kaki terhadap tekanan darah pasca spinal anestesi pada pasien sectio caesarea. Penelitian quasy eksperimen dengan desain pre-experimental one group pretest-posttest. Penelitian di Rumah Sakit Umum Mitra Sejati Medan. Populasi penelitian sebanyak 90 orang. Pemilihan teknik total sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dalam tabel distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji paired sample t-test pada taraf kepercayaan 95% (a = 0,05). Karakteristik pasien seksio sesarea di Rumah Sakit Umum Mitra Sejati Medan berusia 20-35 tahun (61,2%), tidak pernah bersalin seksio sesarea sebelumnya (70,0%), dan indeks massa tubuh (IMT) dalam kategori gemuk (80,0%). Elevasi kaki berpengaruh signifikan terhadap peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolik ibu seksio sesarea pasca spinal anestesi di Rumah Sakit Umum Mitra Sejati Medan, nilai signifikan tekanan darah sistolik yaitu p = 0,000 dan t = -23,141, sedangkan tekanan darah diastolik yaitu p = 0,000 dan t = -20,507. Pemberian elevasi kaki dengan tinggi 20° selama 15 menit dapat meningkatkan tekanan darah pasca spinal anestesi pada pasien seksio sesarea
HUBUNGAN KELENGKAPAN CAKUPAN IMUNISASI DASAR BAYI PADA MASA PANDEMI COVID-19 Hamdin, Hamdin; Hamid, Abdul; Hasifah, Herni; Cahyadin, Cahyadin
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.27249

Abstract

Imunisasi adalah suatu upaya untuk menimbulkan/meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit, sehingga apabila suatu saat terpajan dengan penyakit tersebut tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan. Imunisasi merupakan upaya kesehatan masyarakat paling efektif dan efisien dalam mencegah beberapa penyakit berbahaya. Tujuan untuk mengetahui berhubungan kelengkapan cakupan imunisasi dasar bayi pada masa pandemi Covid-19 di Desa Juranalas. Metode penelitian ini menggunakan rancangan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional untuk menggambarkan hubungan tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku ibu mengenai pemberian imunisasi dasar bayi pada masa Pandemi Covid-19. Hasil Sarana dan prasarana yang mendukung kelengkapan cakupan imunisasi selama pandemic covid-19 tersedia 72,8%, Dukungan keluarga tentang kelengkapan cakupan imunisasi sebanyak 80%, Tidak ada hubungan pengetahuan ibu dengan kelengkapan cakupan imunisasi pada masa pandemi covid-19, Ada hubungan sarana dan prasarana dengan kelengkapan cakupan imunisasi, Ada hubungan dukungan keluarga dengan kelengkapan cakupan imunisasi. Simpulan terdapat berbagai gangguan terhadap pelayanan kesehatan terutama imunisasi pada bayi dimana hal tersebut berpengaruh terhadap keterbatasan akses pelayanan kesehatan karena prioritas layanan terfokus pada penanganan Covid-19
PENGARUH TRUST TERHADAP KEPUASAN PASIEN RSUD HAJI PROVINSI SULAWESI SELATAN Niartiningsih, Andi; Munsir, Noviani; Malik, Nurintan; Wiguna, Paramita Kurnia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.27253

Abstract

Kepuasan pelanggan merupakan keseluruhan perasaan atau sikap yang dimiliki seseorang atas produk yang telah dibeli. Kepuasan adalah peran utama sehingga pelanggan menjadi setia dan akan berdampak pada profitabilitas. Kunjungan pasien rawat jalan mengalami penurunan selama empat tahun terakhir sehingga dapat mempengaruhi pendapatan rumah sakit dan berdampak pada penurunan seiring dengan jumlah pasien yang berkunjung ke rumah sakit. Untuk pelayanan rumah sakit, pasien tidak boleh dibedakan antara PBI dan non-PBI. Beberapa keluhan pasien BPJS yang paling umum adalah terkait kecepatan dan keramahan petugas kesehatan dalam merawat pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis pengaruh trust terhadap kepuasan pasien RSUD Haji Provinsi Sulawesi Selatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan studi observasional analitik dengan rancangan cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini ditentukan stratified random sampling yaitu 160 pasien. Analisis  data menggunakan uji chi square.  Rata-rata responden berada pada tingkat umur 36-45 tahun (41.3%), jenis kelamin perempuan (67.5%), pekerjaan wiraswasta (49.8%), pendidikan terakhir S1 (32.5%), jarak <5km  (77.5%), jumlah pelayanan tak terhingga (75%). Uji chi square menunjukkan bahwa ada pengaruh trust dengan kepuasan pasien dengan nilai (P=0.000), Hal tersebut berarti  apabila pasien mengharapkan pelayanan tertentu, dan sesuai dengan harapan yang diterimanya maka pasien akan puas. Disarankan untuk manajemen rumah sakit harus mempertahankan dan melakukan monitoring evaluasi dengan memberikan keyakinan akan kehandalan rumah sakit, cepat tanggap dalam memberikan pelayanan terhadap pasien dan memahami keingan pasien sehingga menimbulkan kepercayaan konsumen untuk sembuh jika berobat ke rumah sakit, kualitas peralatan yang dimiliki rumah sakit, melakukan sesuai janji yang diberikan.
HUBUNGAN C-REACTIVE PROTEIN DENGAN DERAJAT AKTIVITAS RHEUMATOID ARTHRITIS DI RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK TAHUN 2023 Saputra, Juli; Kriswiastiny, Rina; Hutasuhut, Arti Febriyani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.27276

Abstract

Rheumatoid Arthritis adalah kondisi autoimun reumatik yang paling umum terjadi dan ditandai oleh peradangan kronis yang terus berlanjut, menyebabkan kerusakan permanen pada sendi. Penyakit rheumatoid arthritis  sering disertai dengan peningkatan  C-Reaktif Protein (CRP) sehingga dapat menimbulkan kerusakan jaringan. Pengukuran CRP merupakan gambaran umum untuk pemantauan derajat penyakit RA. Pemantauan menggunakan DAS28 untuk melihat pengobatan agar penyakit lebih terkendali atau terkontrol secara terus-menerus, adapun kreteria penilaian DAS28 adalah menghitung jumlah sendi yang nyeri, jumlah sendi yang bengkak, visual analog scale, dan kadar CRP. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan c-reactive protein dengan derajat aktivitas rheumatoid arthritis di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi didapatkan sampel sebanyak 53 orang. Analisis data menggunakan uji statistik uji korelasi spearman’s. Hasil penelitian diketahui   Sebagian besar pasien rheumatoid arthritis memiliki kadar C-RP  di atas 6 (tinggi) sebanyak 45 orang (84.9%). memiliki derajat aktivitas Rheumatoid Arthritis derajat tinggi sebanyak 30 orang (56.6%). Ada korelasi yang signifikan antara kadar CRP dengan derajat aktivitas rheumatoid arthritis (p-value= 0.009 :r=0.356. Kesimpulannya yaitu ada Hubungan C-Reactive Protein dengan derajat aktivitas rheumatoid arthritis.