cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
LEGALITAS HAK PASIEN DALAM MENENTUKAN PERAWATAN UNTUK BEROBAT Azmi, Fathul; Rahayu, Baiq Zulvita; Babo, Djimmy Heru Purnomo
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.26936

Abstract

Pasien yang mengalami masalah kesehatan memiliki hak penuh dalam menentukan perawatan yang terbaik untuk dirinya. Hal ini merupakan norma hukum internasional yang mempercayai bahwa hak hidup juga berkaitan dengan hak menentukan yang terbaik untuk kesehatan dirinya. Dalam penafsirannya, terdapat dua pihak yang berbeda, yang pertama, benar benar menyerahkan hak bagi pasien untuk menentukan apa yang terbaik untuk kesehatannya dan yang kedua menganggap bahwa negara juga memiliki tanggung jawab ketika pasien menentukan pilihannya. Faktanya Indonesia memiliki panduan hukum yang membatasi hak pasien untuk memilih pengobatannya sendiri berdasarkan UU Kesehatan No. 17 Tahun 2023. Pembatasan hak pasien ini bukan berarti negara mengintervensi kebebasan pasien dalam menentukan apa yang terbaik untuk dirinya. Sebaliknya keberadaan pembatasan ini merupakan perwujudan Indonesia sebagai negara Pancasila yang tidak hanya bersandar pada hukum internasional melainkan juga menjunjung erat norma Ketuhanan, norma Sosial-Kebudayaan dan juga prinsip pada penghargaan kehidupan. Selain itu, negara juga memiliki tanggung jawab untuk melindungi pasien termasuk melindungi pasien dari diri mereka sendiri. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan normatif yudikatif untuk memahami kerangka legal hak pasien di Indonesia. Berdasarkan analisa berdasar teori stufenbau tersebut, dapat kita tarik kesimpulan bahwa batasan legalitas hak pasien untuk menentukan perawatan untuk berobat merupakan hal yang harus eksis dan sebenarnya merupakan bentuk perlindungan aktif kepada pasien yang memiliki keterbatasan pengetahuan medis dan seringkali tidak dapat memikirkan apa yang terbaik untuk dirinya.
TERAPI KOMPLEMENTER UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI ASI : SCOPING REVIEW Nisa, Hanik Khairun
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.26941

Abstract

Ketidakcukupan ASI menjadi alasan utama ibu untuk menghentikan pemberian ASI, dampak dari bayi yang tidak diberikan ASI antara lain resiko terkena penyakit dan infeksi penyakit pada bayi yang menyebabkan kematian bayi karena bayi tidak mendapatkan antibodi pada susu yaitu kolostrum,  dan  kurang  gizi  pada  bayi  yang  akan  menyebabkan  dampak  panjang  bayi  bisa stunting  di  kemudian  hari  dan  penurunan  kecerdasan  pada  otak  bayi.  Bayi yang tidak diberikan ASI eksklusif hal ini akan meningkatkan pemberian susu formula. Faktor kegagalan dalam menyusui antara lain karena ASI tidak segera keluar setelah melahirkan atau produksi ASI yang kurang, kesulitan bayi dalam mengisap, keadaan puting susu ibu yang tidak menonjol, produksi dan pengeluaran ASI sedikit pada hari- hari pertama setelah bersalin menjadi kendala bagi ibu untuk memberikan ASI.. Tujuan dari penelitian ini yaitu diketahuinya terapi komplementer yang efektif untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui. Penelitian ini menggunakan metode scoping review dengan framework Arskey dan O’Malley dengan cara menelaah pustaka-pustaka terdahulu untuk mengumpulkan data-data mengenai terapi komplementer  untuk meningkatkan produksi  ASI. Adapun tinjauan sistematis dilakukan dengan menggunakan   database online yaitu PubMed, Willey,ProQuest, serta menggunakan Grey  Literature dengan menggunakan kata kunci  yang telah ditentukan, kemudian artikel-artikel tersebut disaring berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian ini didapatkan 17 artikel yang memiliki kualitas baik dan relevan terhadap topik penelitian, yang menyebutkan bahwa terdapat tujuh jenis terapi komplementer yang mampu meningkatkan produksi ASI.
KAJIAN POTENSI TOKOH LEGENDA LOKAL SEBAGAI BAHAN PROMOSI KESEHATAN DI KABUPATEN BANYUWANGI Anjani, Rikha Aulia; Subekti, Dimas Ahmad Nurullah; Asdam, Wulan Syarani; Putri, Firrial Eksa Maulidania; Ramadhan, Syahrul; Lailiyah, Syifa’ul
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.26996

Abstract

Permasalahan kesehatan masih terjadi di berbagai daerah salah satunya di Kabupaten Banyuwangi. Masalah ini salah satu disebabkan faktor kebiasaan dan perilaku masyarakat yang belum sadar dan kepercayaan atau budaya yang telah mengakar dalam masyarakat. Kearifan lokal Banyuwangi melimpah yang bisa dimanfaatkan menjadi bahan media promosi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi tokoh legenda lokal Banyuwangi sebagai signature promosi kesehatan upaya meningkatkan pesan kesehatan di Kabupaten Banyuwangi. Penelitian merupakan studi literatur dan studi tematik. Pencarian literatur pada jurnal dan e-book berasal dari Google Scholar dan buku di Perpustakaan Daerah Kabupaten Banyuwangi. Hasil pencarian literatur akan di analisis tematik yang berfokus pada ekstraksi kedudukan tokoh, perwatakan tokoh dan keterhubungan. Hasil penelitian ditemukan pada buku dan artikel yang terdapat 7 kisah legenda lokal Banyuwangi yang dianalisis. Didapatkan 22 tokoh dalam legenda yang terdiri dari 14 tokoh protagonist dan 8 tokoh antagonis. Kedudukan tokoh yang teridentifikasi adalah 9 tokoh bangsawan, 2 tokoh petapa dan 11 tokoh rakyat biasa. Sedangkan hasil dari analisis konteks didapatkan 14 konteks yang dididominasi terkait simbol kepercayaan dan ketidakpercayaan, informasi bohong, mediator, respons dan provokasi, sihir dan kutukan serta kepatuhan. Berdasarkan potensi media tersebut perlu adanya penelitian lebih lanjut mengenai pembuatan media promosi kesehatan berbasis tokoh legenda lokal Banyuwangi yang juga mengukur efektivitas penyampaian pesan kesehatan.
EFEKTIVITAS KEGIATAN KEMAYU PADA PRA LANSIA DAN LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI DESA TANJUNGHARJO KABUPATEN BOJONEGORO, JAWA TIMUR Salsabila, Annisa Clara; Astutik, Erni
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.26999

Abstract

Hipertensi masih menjadi masalah kesehatan yang serius terutama di Indonesia. Hipertensi menempati urutan ketiga dari 10 penyakit terbanyak di wilayah kerja Puskesmas Tanjungharjo, Bojonegoro, tahun 2022. Oleh karena itu, perlu dilakukan program Kelas Memasak Sehat Yuk (KEMAYU) untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang hipertensi. Untuk mengetahui efektivitas dari program KEMAYU dalam meningkatkan pengetahuan pralansia dan lansia di Desa Tanjungharjo, Bojonegoro, Jawa Timur, Indonesia. Efektivitas program dilakukan dengan menggunakan pendekatan desain quasi experimental dengan rancangan penelitian menggunakan pre-test and post-test design. Kegiatan KEMAYU mencakup demo memasak, pembagian buku resep makanan sehat, dan berisi penyuluhan terkait makanan sehat pencegah hipertensi. Responden diambil secara purposive sampling dengan jumlah sampel sebesar 39 orang. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan ada peningkatan pengetahuan pra lansia dan lansia mengenai penyakit hipertensi sebesar 47%. Selain itu, terdapat perbedaan yang signifikan antara penegtahuan responden sebelum diberikan penyuluhan dan sesudah penyuluhan KEMAYU dengan nilai p < 0,001. Hal ini menunjukkan bahwa rangkaian kegiatan KEMAYU dapat memberikan pengaruh yang positif untuk meningkatkan pengetahuan pralansia dan lansia.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TERHADAP PERKEMBANGAN BAHASA ANAK USIA 24-36 BULAN Yudhistira, M Abrian; Saptanto, Agus; Prihandani, Oky Rahma
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.27060

Abstract

Keterlambatan bicara merupakan hambatan dan gangguan perkembangan bahasa pada anak-anak, bila dibandingkan dengan anak-anak sesuai usianya. Beberapa faktor yang dapat memengaruhi perkembangan bahasa anak ialah faktor internal yaitu meliputi fenotipe, kelainan genetik dan jenis kelamin anak, serta faktor eksternal yang meliputi status ekonomi, lingkungan pengasuhan, dan perilaku petugas kesehatan. Adapun manfaat dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap ibu terhadap perkembangan bahasa anak usia 24-36 bulan di kelurahan banyumanik. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dengan metode pengambilan sampel secara consecutive sampling. Data tingkat pengetahuan dan sikap ibu didapatkan dari pengisian kuisioner oleh ibu di Kelurahan Banyumanik. Analisis data tingkat pengetahuan dan sikap ibu terhadap perkembangan bahasa anak usia 24-36 bulan memakai uji statistika chi-square. Hasil uji statistika chi-square antara tingkat pengetahuan ibu terhadap perkembangan bahasa anak usia 24-36 bulan yaitu p = 0,04 dan Hasil uji statistika antara sikap ibu terhadap perkembangan bahasa anak usia 24-36 bulan yaitu p = 0,01. Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu terhadap perkembangan bahasa anak. Terdapat hubungan antara sikap ibu terhadap perkembangan bahasa anak. Saran peneliti untuk peneliti selanjutnya yaitu peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian pada factor yang menyebabkan gangguan perkembangan bahasa selain pengetahuan ibu dan sikap.
RESIDUAL SHUNT POST SURGICAL CLOSURE OF PATENT DUCTUS ARTERIOSUS, WHAT TO DO NEXT? Yahya, Dwi Akbarina; Patimang, Yulius; Armyn, Andi Alief Utama
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.27062

Abstract

Duktus arteriosus (DA) merupakan struktur pembuluh darah yang menjembatani 2 arteri utama yang berasal dari jantung, menghubungkan aorta desenden bagian proksimal ke arteri arteri pulmonalis cabang kiri. Pada bayi cukup bulan yang normal, DA menutup >90% pada usia 48 jam pertama dan 100% pada usia 96 jam. Jumlah residual shunt yang dilaporkan setelah ligasi PDA bervariasi dari 3% hingga 23%. Umumnya, residual shunt kecil tidak signifikan secara hemodinamik, namun memiliki ukuran yang berbeda-beda. Wanita 26 tahun datang dengan keluhan utama sesak napas intermiten, terutama saat melakukan aktivitas fisik. Pasien terkadang melaporkan nyeri dada dan jantung berdebar. Pada pemeriksaan fisik didapatka n murmur continuous  pada suprasternal. Ekokardiografi menunjukkan adanya residual shunt duktus arteriosus (PDA) yang signifikan dari kiri ke kanan, dan regurgitasi mitral ringan hingga sedang, dan moderate aortic regurgitation. Pasien didiagnosis menderita PDA left to right shunt, dan hipertensi pulmonal. Pengobatan yang diberikan yaitu  normal salin intravena (IVFD NaCl 0,9%) 500 cc/24 jam, ceftriaxone 2g/24 jam intravena (premedikasi), dan furosemide 40 mg/24 jam oral, Bisoprolol 2,5 mg/24 jam oral, serta Candesartan 4 mg/24 jam. Kemudian dilakukan Transcatheter PDA device closure. Kami melaporkan seorang wanita berusia 26 tahun dengan residual shunt PDA left to right shunt post operasi ligasi dan reseksi vegetasi pada bulan April 2019. Pasien kemudian ditatalaksana dengan Transcatheter PDA device closure, dengan hasil yang baik serta residual shunt yang minimal. Pasien keluar dari rumah sakit dengan hemodinamik stabil dan tidak ada gejala.
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN KEJADIAN STRIAE GRAVIDARUM Effendi, Arif; Aryunisari, Chyntia Giska; Sudiadynyani, Niputu; Permatasari, Nabila
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.27093

Abstract

Latar Belakang : Striae gravidarum adalah kondisi yang dialami oleh seorang wanita dimulai sejak terjadinya konsepsi hingga kelahiran. Striae gravidarum diperkirakan mencapai hingga 90% wanita hamil yang mengalami masalah umum yang terjadi saat kehamilan. Striae gravidarum dapat terjadi di bagian perut, payudara, bokong, pinggul dan paha. Perkembangan striae gravidarum biasanya terjadi pada trimester kedua atau ketiga kehamilan dan sebelum minggu ke-24 selama kehamilan. Metode Penelitian : Analitik observasional dengan menggunakan pendekatan metode cross sectional menggunakan teknik total sampling. Pengambilan data dimulai pada bulan Januari 2024. Penelitian ini dilakukan di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek. Data statistik uji chi-square menggunakan SPSS 27. Hasil Penelitian: Distribusi frekuensi IMT pada wanita hamil di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek dari 35 responden didapatkan responden terbanyak ialah IMT normal sebanyak 20 responden (57,1%) dan diikuti oleh IMT overweight sebanyak 15 responden (42,9%). Lalu pada nilai rata-rata responden didapatkan 25,7 kg/m2 dengan IMT terendah sebesar 21,2 kg/m2 dan IMT tertinggi sebesar 33,1 kg/m2. Sedangkan pada distribusi frekuensi tingkat kejadian striae gravidarum pada wanita hamil di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek dari 35 responden didapatkan sebanyak 22 responden (62,9%) memiliki striae gravidarum. Lalu dari 22 responden tersebut didapatkan tingkatan paling banyak pada tingkatan ringan sebesar 10 responden (45,4%) diikuti oleh tingkatan berat pada 9 responden (40,9%) dan terendah pada tingkatan sedang pada 3 responden (13,6%). Diketahui terdapat pengaruh IMT dengan tingkat derajat keparahan striae gravidarum pada uji Chi Square didapatkan p-value=0,000 (nilai p?0,05). Kesimpulan : Terdapat pengaruh IMT dengan tingkat derajat keparahan striae gravidarum.
KADAR LEUKOSIT DARAH BERHUBUNGAN DENGAN JENIS APENDISITIS AKUT DAN PERFORASI PADA PASIEN RAWAT INAP RSUP FATMAWATI Karimah, Anjani Dhiyaputri; Kurniasari, Kurniasari; Nugroho, Adianto
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.27121

Abstract

Apendisitis merupakan salah satu kegawatdauratan bedah yang sering ditemukan. Apendisitis akut dan apendisitis perforasi merupakan jenis apendisitis yang sering ditemukan. Penegakan diagnosis awal jenis apendisitis penting sebagai salah satu cara untuk mencegah komplikasi sehingga dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian. Pemeriksaan penunjang laboratorium yang umum sederhana yang dapat digunakan sebagai diagnosis lanjutan awal untuk apendisitis adalah pemeriksaan kadar leukosit darah. Perbedaan kadar leukosit dapat digunakan untuk memperkirakan jenis apendisitis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan antara usia, jenis kelamin dan kadar leukosit dengan jenis apendisitis. Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah potong lintang. Sebanyak 98 rekam medis pasien berusia 18 – 65 tahun dengan apendisitis akut atau apendisitis perforasi post operasi appendektomi di RSUP Fatmawati Jakarta dipilih menggunakan tehnik consecutive non-random sampling. Variabel yang diteliti adalah usia, jenis kelamin, jenis apendisitis dan kadar leukosit. Hasil yang ditemukan adalah 54,1% pasien didiagnosa dengan apendisitis akut, 64,3% berusia 18 – 45 tahun, 52% berjenis kelamin perempuan dan 54,1% mengalami leukositosis ringan. Analisa uji chi-square menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kadar leukosit dengan jenis apendisitis (p<0,001), namun tidak ada hubungan antara usia (p=0,097) dan jenis kelamin (p=0,165) dengan jenis apendisitis. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa hasil pengukuran kadar leukosit memiliki potensi digunakan sebagai salah satu kriteria untuk memprediksi jenis apendisitis termasuk apendistis akut atau perforasi.
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUTUSAN KUNJUNGAN ULANG PASIEN RAWAT JALAN DI POLI MATA RS PERTAMINA BINTANG AMIN 2024 Cahya, Fajar Nur; Samino, Samino; Angelina, Christin
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.27125

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pentingnya kepuasan pelanggan dalam keputusan kunjungan ulang di sebuah rumah sakit. Dimensi kualitas layanan kesehatan, seperti bukti fisik, kehandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati, dapat mempengaruhi keputusan kunjungan ulang pasien di Poli Mata RS Pertamina Bintang Amin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas layanan terhadap keputusan kunjungan ulang pasien rawat jalan di Poli Mata RS Pertamina Bintang Amin dengan menggunakan studi kuantitatif dan analisis data statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor bukti fisik dan jaminan memiliki hubungan signifikan dengan keputusan kunjungan ulang pasien, di mana meningkatkan kualitas bukti fisik, seperti kebersihan fasilitas dan ruang tunggu, dapat meningkatkan kemungkinan kunjungan ulang pasien. Pada hasil univariat terdapat 81% yang memutuskan berkunjung ulang, 19% memutuskan tidak berkunjung ulang, 55,6% bukti fisik baik, 44,4% bukti fisik tidak baik, 69,8% keandalan baik, 30,2% keandalan tidak baik, 85,7% daya tanggap baik, 14,3% daya tanggap tidak baik, 65,1% jaminan baik, 34,9% jaminan tidak baik, 57,1% empati baik, 42,9% tidak baik. Jenis penelitian ini merupakan sebuah studi kuantitatif, dimana survey tersebut dirancang dengan menggunakan desain studi potong lintang. Analisa data yang digunakan yaitu univariat, bivariat (chi square), dan multivariat (regresi logistic model faktor risiko). Meningkatkan kualitas bukti fisik yang berhubungan dengan fasilitas yang ada di RS berhubungan dengan kebersihan dan ruang tunggu, dimana dapat menambah sarana prasaran berkaitan dengan menjaga lingkungan seperti membuat poster untuk menjaga kebersihan dan menambah tempat pembuangan sampah disekitar RS dan juga fasilitas ruang tunggu agar pasien lebih nyaman dalam menunggu antrian.
KONSERVASI HUKUM TERHADAP HAK PASIEN SEBAGAI KONSUMEN DALAM PELAYANAN MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM Atmaja, Deni; Sadroi, Ado; Rahmawesih, Rahmawesih; Prayuti, Yuyut; Lany, Arman
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.27135

Abstract

Rumah sakit merupakan salah satu tempat fasilitas pelayanan kesehatan yang memiliki peranan dalam upaya pemeliharaan dan peningkatan derajat kesehatan melalui pelayanan medis. Hak pasien sebagai penerima pelayanan adalah untuk mendapatkan informasi pelayanan medis, mengetahui hasil pemeriksaan, dan berhak mengetahui tindakan apa yang harus diterima oleh pasien. Terlepas dari pelayanan yang diberikan oleh tenaga medis terkadang terdapat insiden yang timbul akibat kelalaian tenaga medis saat melakukan tugas profesinya, tentu akan merugikan pihak pasien. Oleh karena itu, perlindungan hukum bagi pasien selaku pemakai pelayanan kesehatan diatur dalam berbagi peraturan perundang-undang. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengkaji apa saja bentuk perlindungan hukum terhadap hak pasien sebagai konsumen dalam pelayanan medis dan pelaksanaan pelayanan medis berdasarkan hukum positif yang dilaksanakan di rumah sakit umum. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Teknik pengumpulan data menggunakan studi literatur dan teknik analisis data menggunakan analisis kualitatif dengan metode deduktif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa konservasi hukum pelayanan medis di rumah sakit umum terhadap hak pasien berhubungan dengan tindakan medis, tenaga kesehatan dan mutu pelayanan kesehatan yang diberikan. Tindakan penyimpangan yang dilakukan oleh tenaga medis menimbulkan sanksi hukum, seperti sanksi pidana, perdata, dan administratif yang menjadi bentuk perlindungan hukum terhadap pasien yang telah dirugikannya. Pelaksanaan penerapan pelayanan medis berdasarkan hukum positif yang telah diterapkan di rumah sakit harus dilakukan dengan penuh komitmen dan sesuai dengan tugas serta fungsi pada umumnya dalam mengayomi masyarakat.