cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
ANALISIS PROGRAM PENGELOLAAN PENYAKIT KRONIS (PROLANIS) BPJS KESEHATAN PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI UPTD PUSKESMAS KEDATON BANDAR LAMPUNG 2021 Upik Pebriyani; Deviani Utami; Rita Agustina; Siti Mariyam
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 3 No. 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v3i1.4065

Abstract

Penyakit diabetes merupakan salah satu PTM dimana terjadinya peningkatan kadar glukosa di dalam darah yang menyebabkan hiperglikemi. Diabetes dapat terjadi karena gaya hidup yang tidak sehat ataupun mempunyai riwayat genetik dari orang tua yang menderita diabetes melitus (DM). Diabetes perlu menjadi perhatian bagi dunia yang memiliki angka DM yang relatif tinggi karena dapat memicu timbulnya berbagai komplikasi, seperti penyakit jantung koroner, ulkus diabetikum, dan stroke yang menyebabkan kematian. Puskesmas Kedaton Bandar Lampung kejadian Diabetes Melitus pada tahun 2021 berjumlah 949 pasien kasus lama dan baru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan PROLANIS (Program Pengelolaan Penyakit Kronis) BPJS kesehatan pada pasien penderita DM (diabetes melitus) di UPTD Puskesmas Kedaton Bandar Lampung. Populasi pada penelitian ini yaitu penanggung jawab pada program PROLANIS serta peserta PROLANIS, dan sampel pada penelitian ini adalah Kepala Puskesmas, Penanggung jawab PROLANIS, Penanggung jawab UKP, Penanggung jawab UKM, Masyarakat (penderita diabetes melitus anggota prolanis). Puskesmas kedaton bandar lampung di dapatkan pasien diabetes melitus terbanyak pada bulan desember yaitu sebanyak 122 orang, dan pada pasien diabetes melitus terendah pada bulan mei yaitu sebanyak 53 orang. Jumlah keseluruhan pasien diabetes melitus di UPTD puskesmas kedaton bandar lampung 2021 sebanyak 949 orang. Pelaksanaan PROLANIS masih belum maksimal, ditandai dengan masih kurangnya kehadiran peserta untuk mengikuti kegiatan PROLANIS dikarenakan waktu pelaksanaan dipagi hari.   Kata Kunci     : Diabetes Melitus, Prolanis, BPJS Kesehatan, Puskesmas.
HUBUNGAN PEMBERIAN MP-ASI DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA USIA 6-24 BULAN DI PUSKESMAS KEDATON BANDAR LAMPUNG Nina Herlina; Festy Ladyani; Astri Pinilih; Ni Ketut Novita Yani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 3 No. 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v3i1.4069

Abstract

Penyakit diare menjadi salah satu masalah kesehatan sangat umum terjadi pada anak – anak, terutama pada balita usia di bawah 2 tahun. Kejadian diare pada balita salah satunya disebabkan oleh higienitas termasuk dalam pemberian makan pendamping ASI.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian makanan pendamping (MP-ASI) dengan kejadian diare pada balita 6-24 bulan di Puskesmas Kedaton Kota Bandar Lampung.Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan metode potong lintang. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Kedaton Kota Bandar Lampung pada bulan Januari – Februari 2022. Populasi pada penelitian adalah seluruh ibu-ibu yang memiliki balita usia 6 sampai 24 bulan dan jumlah sampel 127 balita. Variabel bebas pada penelitian adalah tekstur MP-ASI, frekuensi pemberian MP-ASI dan banyaknya MP-ASI per porsi, sedangkan variabel terikat adalah kejadian diare. Uji statistik dilakukan dengan uji chi kuadrat. Karakteristik responden paling banyak berusia 12 – 24 bulan (89%), pekerjaan orang adalah SMA (41,7%) dan pekerjaan orang tua adalah ibu rumah tangga (59,1%). Hasil uji statistik didapatkan ada hubungan yang signifikan antara tekstur MP-ASI (nilai p = 0,001), frekuensi MP-ASI (nilai p = 0,018) dan banyaknya MP-ASI (nilai p = 0,011) dengan kejadian diare pada balita. Terdapat hubungan pemberian MP-ASI dengan kejadian diare pada balita.   Kata Kunci      : Balita, Diare, Pemberian MP-ASI
GAMBARAN KEPATUHAN PELAKSANAAN PROGRAM PENGELOLAAN PENYAKIT KRONIS (PROLANIS) BPJS KESEHATAN PADA PASIEN HIPERTENSI DI UPTD PUSKESMAS KEDATON KOTA BANDAR LAMPUNG 2022 Upik Pebriyani; Rakhmi Rafie; Rita Agustina; Nida Zakariya
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 3 No. 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v3i1.4101

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyaki tidak menular (PTM) yang sangat berbahaya (Silent Killer) penyakit ini juga disebut sebagai suatu kondisi dimana terjadi kenaikan tekanan darah sistolik mencapai angka di atas sama dengan 140 mmHg dan diastolik diatas sama dengan 90 mmHg. Penurunan kualitas hidup penderita, manajemenhipertensi yang sangat mahal merupakan faktor yang memaksa indonesia mengadopsi sistem seperti di Amerika dan Inggris. Sistem tersebut adalah BPLB (Blood Pressure Leadership Board) guna memberikan pelayanan khusus pada pasien hipertensi pada pelayanan kesehatan primer. Program nasional di Indonesia diberi nama program pengelolaan penyakit kronis (Prolanis) yang berada di bawah naungan BPJS Kesehatan. Keberhasilan suatu pelaksanaan program dipengaruhi oleh kepatuhan penderita hipertensi dalam melaksanakan terapi. Kepatuhan merupakan kemampuan seseorang untuk tetap melaksanakan tindakan terapi yang telah diberikan oleh penyedia pelayanan kesehatan. Melakukan gambaran kepatuhan pelaksanaan program pengelolaan penyakit kronis (Prolanis) BPJS kesehatan pada pasien hipertensi di uptd puskesmas kedaton kota bandar lampung 2022. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif merupakan penelitian dengan menjelaskan situasi karakteristik responden. Data yang diambil adalah data kuesioner. Didapatkan sampel penelitian sejumlah 73 responden. Karakteristik pasien hipertensi yaitu usia pasien hipertensi terbanyak adalah sebanyak 45 orang (62%), jenis kelamin terbanyak adalah perempuan sebanyak 56 orang (77%),dan status pasien hipertensi adalah hipertensi tidak terkontrol sebanyak 43 orang (59%). Untuk tingkat kepatuhan paling banyak adalah tingkat patuh sebanyak 44  orang (60%).   Kata Kunci      : Kepatuhan,Prolanis,Hipertensi  
HUBUNGAN STATUS GIZI DAN KEBIASAAN SARAPAN DENGAN PRESTASI BELAJAR SAAT NEW NORMAL COVID-19 DI SDN 005 LANGGINI BANGKINANG KOTA TAHUN 2021 Parvita Hanna Fatiha; Widawati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 3 No. 2 (2022): Juni 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v3i2.3888

Abstract

Status gizi dan kebiasaan sarapan merupakan dua faktor yang mempengaruhi prestasi belajar pada anak sekolah. Kecukupan energi atau nutrisi untuk meningkatkan kemampuan kognitif dapat dipenuhi dengan sarapan. Kebiasaan sarapan yang baik secara tidak langsung akan membentuk status gizi yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan status gizi dan kebiasaan sarapan dengan prestasi belajar dimasa New Normal Covid-19 di SDN 005 Langgini Bangkinang Kota tahun 2021. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 28 Juni-8 Juli. Variabel independen pada penelitian ini status gizi dan kebiasaan sarapan pagi sedangkan variabel dependen pada penelitian ini adalah prestasi belajar. Adapun populasi pada penelitian ini adalah 408 siswa. Sampel pada penelitian ini adalah 30 siswa. Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis univariat dan analisa bivariat. Hasil penelitian univariat menunjukkan sebanyak 16 siswa (53.3%) berstatus gizi normal, 17 siswa (56.7%) mempunyai kebiasaan sarapan baik dan 21 siswa (70%) mempunyai prestasi belajar baik. Hasil uji Chi Square menunjukkan terdapat hubungan antara status gizi dengan prestasi belajar (p = 0,004) dan terdapat hubungan kebiasaan sarapan dengan prestasi belajar (p = 0,003). Kesimpulan ada hubungan antara status gizi dan kebiasaan sarapan dengan prestasi belajar. Hasil penelitian ini diharapkan para siswa dapat memperbaiki status gizi dan kebiasaan sarapan terutama dimasa new normal Covid-19.
HUBUNGAN KONSUMSI SAYUR DAN BUAH DENGAN KEJADIAN GIZI LEBIH PADA SISWA KELAS IV DAN V DI SD TEKNOLOGI KOTA PEKANBARU TAHUN 2021 Aisah Buddur Farida; Muhammad Nurman; Besti Verawati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 3 No. 2 (2022): Juni 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v3i2.3915

Abstract

Sayur dan buah merupakan sumber zat gizi mikro yang diperlukan untuk proses metabolisme tubuh. Di dalam sayuran dan buahan hijau mengandung antioksidan, vitamin C, dan vitamin A yang akan mencegah terjadinya gizi lebih pada anak usia sekolah dasar. Sayur dan buah merupakan makanan yang rendah kalori dan kaya akan serat yang menghambat terjadinya penimbunan lemak pada tubuh yang menyebabkan gizi lebih. Tujuan menganalisis hubungan konsumsi sayur  dan buah dengan kejadian gizi lebih pada siswa kelas IV dan V di SD Teknologi Kota Pekanbaru. Metode: Rancangan penelitian kuantitatif bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional. Waktu penelitian tanggal 16 Juni – 15 Juli 2021 di SD Teknologi Kota Pekanbaru. Sampel penelitian 100 siswa. Tekhnik pengambilan sampel Total Sampling. Instrumen yang digunakan timbangan, microtoice dan formulir FFQ. Analisis data mengunakan analisis univariat dan brivariat dengan uji Chi-Square. Hasil analisis univariat diproses bahwa kejadian tidak gizi lebih pada kategori gizi lebih sebanyak 21%, konsumsi sayur pada anak pada kategori kurang sebanyak 52%, konsumsi buah pada anak pada kategori kurang sebanyak 51%. Berdasarkan uji chi-squre diperoleh ada hubungan antara konsumsi sayur  dengan kejadian gizi lebih diperoleh p=0,000 (p<0,05), konsumsi buah dengan kejadian gizi lebih p =0,000 (p<0,05). Kesimpulan dari peneliti ini terdapat hubungan signifikan antara konsumsi sayur  dan buah dengan kejadian gizi lebih pada siswa kelas IV dan V di SD Teknologi. Saran untuk  dapat memberikan penyuluhan tentang standar porsi sayur dan buah agar masalah gizi lebih dapat teratasi dengan menggunakan leaflet standar porsi sayur dan buah bagi anak usia 9-11 tahun.   Kata Kunci     : Konsumsi Sayur, Buah, Gizi Lebih, Siswa Kelas IV dan V.
PEMBUATAN COOKIES BERBAHAN DASAR MOCAF DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG DAUN KEMANGI (Ocimum sanctum) SEBAGAI CEMILAN ALTERNATIF PENDERITA GASTRITIS Yurika Diah Safitri; Muhammad Nurman; Besti Verawati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 3 No. 2 (2022): Juni 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v3i2.3919

Abstract

Gastritis merupakan radang pada jaringan dinding lambung sering diakibatkan ketidakteraturan diet, gangguan pemenuhan zat gizi (karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Kandungan zat flavonoid dan Vitamin C sebagai antioksidan yang terkandung didalam daun kemangi bekerja melalui mekanisme antiinflamasi yang membantu proses penyembuhan pada penyakit Gastritis. Tujuan penelitian ini untuk melakukan substitusi cookies dengan penambahan tepung daun kemangi sebagai cemilan alternatif penderita Gastritis. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 1 kontrol dan 3 perlakuan yaitu control(0%), F1(40%),F2(50%),F3(60%). Penelitian dilakukan pada 08 Februari- 15 Juli 2021. Analisis yang dilakukan yaitu analisis deskriptif, proksimat, vitamin C dan flavonoid sebanyak 2 kali pengulangan serta uji statistik One Way ANOVA. Uji Organoleptik dilakukan di kampus Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai. Hasil uji organoleptik presentase pernerimaan cookies tertinggi yaitu control dan F1 dengan persentase 100%, Hasil uji proksimat cookies yaitu kadar air (8,15%), kadar abu (1,8%), kadar protein (3,6%), kadar Flavonoid (11,75%), dan kadar vit C ( 6,60%). Pada uji statistik One Way ANOVA tidak terdapat perbedaan antara cookies yang disubstitusi daun kemangi dengan cookies control. Flavonoid yang berasal dari tiap 25 gram cookies daun kemangi sebanyak 2.937 mg. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu satu buah cookies yang dikonsumsi 2 kali sehari sudah bisa mencegah dari kejadian Gastritis. Saran dari penelitian ini yaitu perlu dikembangkan produk olahan dari pemanfaatan daun kemangi selain produk cookies.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF Friska Margareth Parapat; Sharfina Haslin; Ronni Naudur Siregar
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 3 No. 2 (2022): Juni 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v3i2.4116

Abstract

ABSTRAK Cakupan pemberian ASI Eksklusif pada wilayah sangat kurang. Penyebab kurangnya pemberian ASI Eksklusif pada bayi berhubungan dengan pengetahuan ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dengan pemberian ASI Eksklusif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survei analitik dan menggunakan desain cross sectional. Sedangkan populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi yang berusia 6-12 bulan yang berdomisili dimana berjumlah 87 orang dan sampel berjumlah 47 orang. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder dan dianalisis dengan uji statistik chi Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari segi pengetahuan ibu tentang ASI Eksklusif adalah berpengetahuan baik sebesar 38,3%, dilihat dari segi pemberian ASI Eksklusif sebesar 61,7% dan terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan pengetahuan ibu dengan pemberian ASI Esklusif. Kesimpulan dari penelitian ini adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan pemberian ASI Esklusif. Disarankan kepada para ibu-ibu yang memiliki bayi berusia 6-12 bulan perlu meningkatkan pengetahuan tentang pemberian ASI Eksklusif dengan cara mengikuti penyuluhan yang diadakan petugas kesehatan serta aktif mencari informasi tentang ASI Ekslusif, dan kepada tenaga kesehatan perlu meningkatkan pemahaman ibu tentang pemberian ASI Eksklusif dan meningkatkan dukungan keluarga dalam upaya peningkatan pemberian ASI Eksklusif.
HUBUNGAN STRES AKADEMIK DENGAN MOTIVASI BELAJAR PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI ANGKATAN 2019 Octa Reni Setiawati; Riza Taufik Alamsyah; Nopi Sani; Marisa Anggraini
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 3 No. 2 (2022): Juni 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v3i2.4121

Abstract

Kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling pokok dalam keseluruhan proses pendidikan. Belajar membutuhkan motivasi, motivasi dalam belajar adalah motivasi proses yang melahirkan prestasi belajar. Stres menjadi salah satu tekanan yang dapat dialami oleh setiap individu didunia pendidikan atau disebut juga stres akademik. Stres akademik merupakan stres dialami oleh mahasiswa yang bersumber dari hal-hal yang berhubungan dari pembelajaran. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode penelitian analitik. Teknik pengambilan sampel dengan cara probalitity sampling. Sebanyak 102 orang responden pada untuk tingkat Tinggi dengan frekuensi 50 (49,5 %), pada tingkat sedang dengan frekuensi 47 (46,5%) dan pada tingkat rendah dengan frekuensi 4 (4,0%). Diketahui nilai Sig. antara variabel Motivasi Belajar dengan variabel Stres Akademik adalah sebesar 0,145 0,05, yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara variabel Stres Akademik dengan variabel Motivasi Belajar.  Tidak ada hubungan yang bermakna antara stres akademik dengan motivasi belajar pada mahasiswa Fakultas Kedokteran angkatan 2019 di Universitas Malahayati Bandar Lampung tahun 2021 dengan hasil P value sebesar (0,145).   Kata Kunci    :. Motivasi belajar, stres akdemik
PERBEDAAN TINGKAT PENGETAHUAN MAHASISWA KEDOKTERAN TINGKAT AWAL DAN AKHIR UNIVERSITAS MALAHAYATI MENGENAI PERAN VITAMIN C DAN D BAGI IMUNITAS TUBUH SAAT PANDEMI COVID-19 Yesi Nurmalasari; Tusy Triwahyuni; Dessy Hermawan; Mutiara Tasya Sazabilla
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 3 No. 2 (2022): Juni 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v3i2.4124

Abstract

ABSTRAK Pengetahuan adalah merupakan hasil dari rasa keingintahuan melalui proses sensoris, terutama pada mata dan telinga terhadap objek tertentu. Tingkat pengetahuan seseorang dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu tingkat pendidikan atau jenis pendidikan yang diperoleh, informasi yang diperoleh oleh orang tersebut, pengalaman, budaya dan status sosial ekonomi orang tersebut. Tingkat pengetahuan dan pemahaman setiap orang tentang penggunaan vitamin C dan D pasti berbeda-beda, vitamin C dan D juga sangat penting bagi imunitas. Vitamin C adalah vitamin yang larut dalam air, antioksidan, dan faktor yang penting dalam biosintesis kolagen, metabolisme tulang rawan dan katekolamin, dan penyerapan zat besi yang dihasilkan dari makanan. Sedangkan vitamin D adalah sejenis prohormon yang larut dalam lemak yang juga dikenal sebagai kalsiferol. Kedua vitamin ini dapat membantu menambah kekuatan imunitas tubuh saat pandemi COVID-19. Tujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan mahasiswa Kedokteran angkatan tingkat awal dan akhir Universitas Malahayati mengenai peran Vitamin C dan D bagi Imunitas tubuh saat pandemi COVID-19. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Dengan metode survey analitik dengan menggunakan desain cross sectional, melalui kuesioner yang diberikan secara online kepada responden yang memenuhi kriteria inklusi. Didapatkan sampel penelitian sejumlah 169 responden. Tingkat pengetahuan vitamin C mahasiswa menurut angkatan 2020 hasil yang diperoleh tingkat tertinggi adalah tingkat pengetahuan rendah 52 orang (75,4%). Dan vitamin D mahasiswa menurut angkatan 2020 hasil yang diperoleh adalah tingkat pengetahuan tinggi sebanyak 45 orang (65,2%). Sedangkan tingkat pengetahuan vitamin C mahasiswa menurut angkatan 2018 hasil yang diperoleh adalah Tingkat pengetahuan tinggi sebanyak 97 orang (97%). Tingkat pengetahuan vitamin D mahasiswa menurut angkatan 2018 hasil yang diperoleh adalah tingkat pengetahuan tinggi sebanyak 95 orang (95%). tingkat pengetahuan vitamin C dan D diperoleh hasil melalui uji Mann Whitney didapatkan p=0,001 (p<0,05). Kata kunci: Pengetahuan, vitamin C, vitamin D ABSTRACT Knowledge is the result of curiosity through sensory processes, especially in the eyes and ears towards a particular object. A person's level of knowledge can be influenced by several factors, namely the level of education or the type of education obtained, the information obtained by the person, the experience, culture and socioeconomic status of the person. Everyone's level of knowledge and understanding of the use of vitamins C and D must vary, vitamins C and D are also very important for immunity. Vitamin C is a water-soluble vitamin, antioxidant, and an important factor in collagen biosynthesis, cartilage and catecholamine metabolism, and absorption of iron produced from food. Vitamin D is a type of fat-soluble prohormone also known as calciferol. Both of these vitamins can help increase the strength of the body's immunity during the COVID-19 pandemic. To Find out the comparison of the knowledge level of Medical Students of the early and final levels of Malahayati University regarding the role of Vitamins C and D for immunity during the COVID-19 pandemic. This type of research is quantitative research. With the analytical survey method using cross sectional design, through questionnaires given online to respondents who meet the inclusion criteria. Obtained a sample of 169 respondents. The level of knowledge of vitamin C students according to the class of 2020 the highest level of results obtained is a low knowledge level of 52 people (75,4%). And vitamin D students according to the class of 2020 the results obtained are a high level of knowledge as many as 45 people (65,2%). While the level of knowledge of vitamin C students according to the class of 2018 the results obtained are a high knowledge level of 97 people (97%). The level of knowledge of vitamin D students according to the class of 2018 the results obtained are a high level of knowledge as many as 95 people (95%). The level of knowledge of vitamins C and D obtained results through the Mann Whitney test obtained p = 0.001 (p<0.05). Key Word: Knowledge, vitamin C, vitamin D
HUBUNGAN STUNTING DENGAN PERKEMBANGAN ANAK BATITA DI KECAMATAN PANJANG KOTA BANDAR LAMPUNG Lupiana, Mindo; Mulyani, Roza; Muliani, Usdeka; Yunianto, Andi Eka
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 2 No. 3 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v2i3.2458

Abstract

Stunting is a disorder and problem for children's growth and development if it is handled early so that. This study aims to determine the relationship between stunting and the development of toddlers. The study used a cross-sectional research design. This research was conducted in Panjang District, Bandar Lampung City. The subjects of this study were toddlers aged 1-3 years with stunting with a total sample of 84 children. The chi-square test was used to analyze the relationship between stunting, mother's education, mother's occupation, and toddler development. The results showed that there was a significant relationship between stunting and the development of toddlers p = 0.002, while education (p = 0.371) and mother's occupation (p = 0.229) had no relationship with the development of toddlers. The conclusion is that the status of efforts that can be made to deal with stunting toddlers is to improve the abilities and skills of mothers and cadres in providing stimulation to the development of stunting children optimally and strive for the child's developmental body to take place in harmony both in terms of physical, mental and psychosocial and improve sanitation. environment and hygiene as a preventive effort against infectious disease attacks in stunting toddlers.

Page 18 of 435 | Total Record : 4346