cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
INTERVENSI KEPERAWATAN BERBASIS EVIDENCE RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP KUALITAS TIDUR PADA PASIEN YANG MENJALANI HEMODIALISA Jannah, Fitri Raoddatul; Rochmawati, Erna; Zuhri, Akhmad
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45528

Abstract

Gagal ginjal kronik (GGK) adalah kondisi di mana fungsi ginjal menurun secara bertahap dan tidak dapat dipulihkan kembali. Kondisi ini menyebabkan gangguan pada fungsi metabolisme tubuh serta ketidakseimbangan cairan dan elektrolit, yang akhirnya memicu penumpukan zat sisa metabolik dan munculnya gejala uremia. Tulisan ini bertujuan untuk melaporkan pengaruh terapi relaksasi otot progresif terhadap peningkatan kualitas tidur pada pasien yang menjalani hemodialisis. Studi ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan di ruang Hemodialisa RSUD Temanggung pada periode 30 April hingga 3 Mei 2025. Dua pasien yang memenuhi kriteria inklusi mengikuti terapi relaksasi otot progresif selama tiga hari berturut-turut, dengan durasi tiap sesi 10–15 menit setelah prosedur hemodialisis. Terapi ini juga dianjurkan untuk dilakukan ulang pada malam hari. Pengukuran kualitas tidur dilakukan menggunakan instrumen Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) sebelum dan setelah pemberian intervensi. Selain itu, media edukasi yang digunakan berupa poster, leaflet, dan video. Setelah menjalani intervensi, kedua pasien menunjukkan peningkatan kualitas tidur yang signifikan. Pasien pertama mengalami penurunan skor PSQI dari 17 menjadi 9, sedangkan pasien kedua dari 16 menjadi 8. Terapi relaksasi otot progresif efektif dalam meningkatkan kualitas tidur pada pasien yang menjalani hemodialisis dan dapat menjadi alternatif intervensi nonfarmakologis untuk mengatasi gangguan tidur pada kelompok pasien ini.
FORMULASI KUE CUBIT DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG KACANG MERAH (PHASEOLUS VULGARIS L) DAN TEPUNG KACANG HIJAU (PHASEOLUS RADIATA) SEBAGAI SNACK TINGGI PROTEIN PADA BALITA WASTING Maulidya, Mala Putri; Joto , Nur Abri; Satriani, Satriani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45530

Abstract

Masalah gizi pada balita dengan prevalensi yang tergolong tinggi adalah balita wasting. Kondisi ini memerlukan penanganan yang tepat dan berkelanjutan. Salah satu strategi yang dapat dilakukan untuk menanggulangi permasalahan tersebut adalah melalui inovasi pengembangan produk pangan yang sesuai dengan kebutuhan gizi balita. Salah satu inovasi snack digemari adalah kue cubit. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis nilai gizi dan nilai daya terima pada formulasi kue cubit tepung kacang merah dan tepung kacang hijau. Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2024. Panelis pada penelitian berjumlah 25 orang panelis tidak terlatih. Jenis penelitian ini bersifat Eksperimental Murni dengan design Rancangan Acak Lengkap (RAL). Terdapat 4 perlakuan dan 3 kali pengulangan. Analisis Kuantitatif menggunakan Uji Kruskal Wallis dilanjutkan Uji Mann Whitney dan nilai gizi diperoleh melalui perhitungan Yield Factor dan Retention Factor. Pada semua perlakuan, perlakuan F0 memiliki nilai gizi tertinggi, yaitu energi 334,6 kkal, protein 5,04 gram, lemak, 19,26 gram, dan karbohidrat 35,3 gram. Uji hedonik warna dan aroma tertinggi pada perlakuan F0 3,64 dan 4,12. Uji hedonik rasa tertinggi pada perlakuan F0 4,04 dan nilai hedonik tekstur tertinggi pada perlakuan F2 4,04. Uji mutu hedonik warna, aroma dan rasa tertinggi pada perlakuan F1 3,72 dan 3,20 serta 3,76. Uji mutu hedonik tekstur tertinggi pada perlakuan F3 4,28. Formulasi kue cubit tepung kacang merah dan tepung kacang hijau dapat dijadikan alternative snack bernilai gizi tinggi untuk balita wasting dinilai dari nilai gizi empiris dan organoleptik.
PENGARUH TEKNIK THOUGHT STOPPING TERHADAP KECEMASAN PADA PASIEN REHABILITASI NAPZA Maryanto, Wulan Adelia Putri; Fahrizal, Yanuar; Triyana, Triyana
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45546

Abstract

Penyalahgunaan narkoba merupakan pola perilaku seseorang yang menggunakan seperti obat-obatan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif yang tidak sesuai dengan fungsinya. Terdapat data global saat ini menunjukkan bahwa penyalahguna narkotika telah mencapai angka 296 juta jiwa, naik sebesar 12 juta jiwa jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Angka ini mewakili 5,8% penduduk dunia yang berusia 15-64 tahun. Ada tiga kategori obat yaitu: stimulan, depresan dan halusinogen. Alasan obat depresan paling sering digunakan adalah karena obat tersebut mempunyai kemampuan menurunkan fungsi otak dengan mempengaruhi perasaan, sehingga dapat menimbulkan kecemasan. Kecemasan adalah perasaan tidak nyaman atau kekhawatiran yang dirasakan oleh seseorang, disertai dengan respon otonom dan seringkali bersumber dari hal yang tidak diketahui oleh individu. Sehingga perlu diberikan intervensi salah satunya yaitu teknik thought stopping. Terapi Tought Stopping merupakan strategi yang digunakan untuk mengatasi individu yang depresi yang di tandai dengan pemikiran irasional dan kecemasan. Metode penelitian ini menggunakan laporan kasus (case report) dengan pre-post experimental. Subjek yang digunakan yaitu seorang pasien dengan masalah kecemasan di Rehabilitasi Napza. Penerapan menunjukkan bahwa terdapat penurunan Tingkat kecemasan sebelum dan sesudah diberikan intervensi teknik Tought Stopping, dari skor (SAS/SRAS) sebelum intervensi 63 yang berarti kecemasan sedang menjadi skor (SAS/SRAS) 46 yang berarti menjadi kecemasan ringan. Terjadi penurunan tingkat kecemasan pada pasien rehabilitasi Napza sebelum dan sesudah dilakukan terapi Tought Stopping.
GAMBARAN HEMODINAMIK PADA PASIEN PASCA OPERASI DI RUANG PEMULIHAN wahdah, indri zahrotul; Sutrisno, Resti Yulianti; Suprapti, Yuni
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45550

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kejadian hemodinamik pada pasien pascaoperasi di ruang pemulihan Instalasi Bedah Sentral RSUD Tidar Kota Magelang. Penelitian menggunakan desain studi kasus. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien pascaoperasi di ruang pemulihan dengan jumlah sampel 38 orang yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu pasien dewasa berusia ≥18 tahun dalam keadaan stabil setelah operasi pada tanggal 29-30 April 2025. Data dikumpulkan melalui lembar observasi dan dokumentasi tekanan darah serta frekuensi nadi, kemudian dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 38 responden terdapat 33 (86,8%) responden yang tidak memiliki riwayat hipertensi. Dari 33 responden yang tidak memliki riwayat hipertensi tersebut  terdapat 25 (75,7%) responden yang mengalami kenaikan tekanan darah pada saat pascaoperasi, yaitu 9 responden (27,2%) pada kategori tekanan darah 120-139/80-89 mmHg, 11 responden (33,3%) pada kategori tekanan darah 140-159/90-99 mmHg, dan 5 responden (15,1%) pada kategori tekanan darah >160/100 mmHg. Hasil frekuensi nadi dari 38 responden menunjukkan bahwa pada frekuensi nadi 60-100x/menit sebanyak 27 respoden (71,0%) mengalami penurunan frekuensi nadi pada kategori <60x/menit sebanyak 7 responden dan 1 responden pada kategori frekuensi nadi >100x/menit. Pada kategori frekuensi nadi >100x/menit tidak mengalami perubahan frekuensi nadi pascoperasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa ketidakstabilan hemodinamik pascaoperasi cukup sering terjadi dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, sehingga diperlukan pemantauan intensif di ruang pemulihan untuk mencegah terjadinya komplikasi serius.
SIKAP CIVITAS AKADEMIKA TENTANG PENERAPAN KAWASAN TANPA ROKOK DI LINGKUNGAN KAMPUS Lutfianah, Vivi; Cahyadin, Cahyadin; Hanafi, Hanafi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45559

Abstract

Kawasan Tanpa Rokok (KTR) merupakan upaya preventif untuk melindungi masyarakat dari bahaya paparan asap rokok, khususnya di ruang publik termasuk lingkungan perguruan tinggi. Meskipun telah ada regulasi, pelaksanaannya masih menghadapi berbagai tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi civitas akademika Universitas Mbojo Bima terhadap penerapan KTR, mengetahui perilaku merokok, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi sikap terhadap kebijakan tersebut. Metode penelitian: Studi ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan 100 responden yang terdiri dari mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan pimpinan perguruan tinggi. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner online, dan dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil Penelitian: Sebanyak 84% responden merupakan bukan perokok dan 92% menyatakan setuju dengan penerapan KTR di kampus. Alasan dukungan mencakup peningkatan kenyamanan, kebutuhan udara bersih, dan kesadaran terhadap dampak buruk rokok. Bahkan mayoritas perokok aktif (81,3%) mendukung kebijakan ini. Resistensi terhadap KTR hanya berasal dari sebagian kecil responden yang merasa bahwa kebijakan ini membatasi hak individu. Kesimpulan dan Saran: Civitas akademika Universitas Mbojo Bima pada umumnya mendukung penerapan KTR. Dukungan dari level pimpinan melalui kebijakan, pengawasan, dan pemberian sanksi terhadap pelanggaran KTR sangat diperlukan.
PENGGUNAAN OBAT PSIKOTROPIKA UNTUK MENANGANI PENYAKIT EPILEPSI DALAM PERSPEKTIF ISLAM DI KECAMATAN PAMULIHAN KABUPATEN SUMEDANG Sulistyowati, Nur Wulandari; Az’Zahra, Aliza Rainiah; Rahma, Gadis Dewi; Shahira, Ghaida; Febrian, Rifky; Supriadi, Tedy
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45567

Abstract

Penelitian ini mengkaji penggunaan obat psikotropika dalam penanganan epilepsi dari perspektif Islam di Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang. Konflik antara tenaga kesehatan dan pemuka agama muncul akibat perbedaan interpretasi kebutuhan medis dan prinsip syariah. Metode kualitatif deskriptif diterapkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan dokter, apoteker, dan ulama. Hasil penelitian menunjukkan tenaga kesehatan memperbolehkan penggunaan psikotropika golongan IV (seperti diazepam) dalam keadaan darurat, sesuai regulasi medis, sementara ulama menolak penggunaan rutin karena potensi ketergantungan dan keharaman, serta lebih merekomendasikan pendekatan spiritual seperti doa dan terapi ilmu hikmah. Pembahasan mengungkap perlunya integrasi aspek medis dan religius untuk meningkatkan kepatuhan pasien, mengurangi stigma, dan mencegah komplikasi kesehatan. Simpulan penelitian menekankan urgensi pembentukan komite multidisiplin (dokter, ulama, bioetikawan) guna merumuskan pedoman pengobatan berbasis syariah. Saran mencakup pengembangan program edukasi terintegrasi, formulasi obat dengan efek minimal pada kesadaran, serta peningkatan dialog antar profesi untuk harmonisasi praktik medis dan nilai Islam.
INVESTIGATING THE ROLE OF COPING STRATEGIES IN MODERATING THE RELATIONSHIP BETWEEN ELECTRONIC DEVICE RADIATION AND MENTAL HEALTH OUTCOMES Gul, Maham; Fitria, Dr. Laila; Rauf, Hassan
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45568

Abstract

Mengingat perangkat elektronik yang ada di mana-mana dalam kehidupan sehari-hari, perhatian terhadap kemungkinan dampaknya terhadap kesejahteraan mental lebih luas dari sebelumnya. Sebuah studi cross-sectional yang bertujuan untuk memeriksa hubungan antara radiasi perangkat elektronik, sebagaimana ditentukan oleh rata-rata waktu layar harian, dan dimensi kesehatan mental, seperti stres yang dirasakan, gejala depresi, dan kesejahteraan psikologis secara keseluruhan. Lebih lanjut, penyelidikan tersebut membahas bagaimana strategi penanggulangan (adaptif dan maladaptif) memengaruhi hubungan ini.Data dikumpulkan dari 200 peserta berusia 15 tahun ke atas melalui survei daring antara Desember 2024 dan Februari 2025. Distribusi instrumen berikut yang banyak digunakan dalam penelitian kesehatan mental—Perceived Stress Scale (PSS), Patient Health Questionnaire-9 (PHQ-9), Mental Health Inventory (MHI), dan Brief COPE Inventory—disediakan. Statistik deskriptif, analisis korelasi, ANOVA, dan model regresi berganda digunakan untuk mengevaluasi data guna mempelajari hubungan dan efek moderasi. Hasilnya menunjukkan bahwa ada hubungan yang kuat antara peningkatan waktu menonton layar dan peningkatan tingkat stres, gejala depresi, dan masalah kesehatan mental secara keseluruhan. Menurut para peserta, 54,5% menunjukkan penggunaan layar setiap hari dalam waktu 6–9 jam, dengan hampir 50% menunjukkan tingkat stres sedang hingga serius. Mekanisme penanganan memainkan peran penting dalam kekuatan hubungan ini. Studi ini menyoroti pentingnya pengembangan strategi untuk meningkatkan ketahanan psikologis dan praktik penanganan yang sehat dalam konteks penggunaan teknologi digital.
EFEKTIVITAS TERAPI MUSIK DAN TERAPI OKUPASI MERONCE MANIK-MANIK TERHADAP PENURUNAN TINGKAT HALUSINASI PENDENGARAN PADA PASIEN SKIZOFRENIA Lestari, Made Putri; Warni, Hernida; Rahman, Aulia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45586

Abstract

Sekitar 70% pasien skizofrenia mengalami halusinasi pendengaran yang dapat mengganggu fungsi sosial serta emosional, sehingga memerlukan penanganan yang tepat. Pendekatan non-farmakologis seperti terapi musik dan terapi okupasi meronce manik-manik, dapat menjadi alternatif dalam menurunkan tingkat halusinasi pendengaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi musik dan terapi okupasi meronce manik-manik terhadap penurunan tingkat halusinasi pendengaran pada pasien skizofrenia di Yayasan Aulia Rahma. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasi-experiment, pendekatan two-group pretest-posttest menggunakan teknik total sampling. Jumlah sampel 30 orang pasien halusinasi pendengaran. Uji analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji paired t-test dan independent t-test. Hasil uji paired t-test menunjukkan bahwa terapi musik dan terapi okupasi meronce manik-manik memiliki pengaruh signifikan terhadap penurunan tingkat halusinasi pendengaran p = 0,000 (p<0,05). Uji independent t-test menunjukkan adanya perbedaan efektivitas antara kedua terapi p = 0,001 ((p<0,05), dengan terapi musik menunjukkan penurunan skor AHRS yang lebih besar. Pada penelitian ini terdapat pengaruh terapi musik dan terapi okupasi meronce manik-manik terhadap penurunan tingkat halusinasi pendengaran pada pasien skizofrenia di Yayasan Aulia Rahma tahun 2025.
PENGARUH EDUKASI MANAJEMEN LAKTASI TERHADAP EFEKTIVITAS MENYUSUI PADA IBU MULTIPARA: STUDI KASUS DI RUANG NIFAS Tiara, Mellinda Putri; Sumaryani, Sri; Wulandari, Noor
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45587

Abstract

Air susu ibu (ASI) merupakan makanan bagi bayi baru lahir yang memang dibuat dengan berbagai komponen gizi yang sangat unik dan ideal untuk kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan pada bayi. Menyusui merupakan proses penting dalam pemberian nutrisi optimal bagi bayi baru lahir, namun tidak selalu mudah dan memerlukan pengetahuan serta latihan yang tepat. Teknik menyusui dipengaruhi oleh paritas, di mana ibu multipara cenderung mengulang teknik sebelumnya, baik benar maupun salah, jika tidak dilakukan perbaikan. Tujuan dari penelitian ini yaitu mencegah masalah perlekatan dan mendukung keberhasilan menyusui, sekaligus memperkuat kebijakan kesehatan publik dan meningkatkan dukungan dari tenaga kesehatan, guna mengurangi risiko komplikasi dan meningkatkan kesejahteraan mental ibu. Studi kasus dilakukan pada satu ibu multipara di ruang nifas RSUD Tidar Kota Magelang selama tanggal 28 April 2025 – 29 April 2025. Intervensi berupa edukasi Teknik menyusui yang dilakukan selama dua hari berturut-turut. Evaluasi penelitian ini menggunakan lembar observasi teknik menyusui dengan 9 indikator. Setelah intervensi selama dua hari menunjukkan adanya peningkatan teknik menyusui yang dilakukan dengan benar dari 3 poin menjadi 8 poin pada hari pertama, dan dari 7 poin menjadi 8 poin pada hari kedua. Berdasarkan hasil tersebut didapatkan bahwa edukasi manajemen laktasi efektif meningkatkan teknik menyusui dan kepercayaan diri ibu dalam menyusui.  
ANALISIS DAMPAK POSITIF DELPHINIDIN 3-GLUCOSIDE BAGI KESEHATAN TUBUH (KANKER, TUMOR, MENCEGAH PENYAKIT KARDIOVASKULAR, DAN MENYEHATKAN JANTUNG): SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Yasmine, Ananda
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45599

Abstract

Delphinidin 3-glukosida (D3G) merupakan senyawa antosianin yang banyak ditemukan dalam buah beri seperti blueberry, dan terong ungu. D3G menarik perhatian karena potensi terapeutiknya, terutama dalam pencegahan dan pengobatan kanker serta penyakit kardiovaskular. Penelusuran dilakukan melalui database PubMed dan Google Scholar, menghasilkan lima studi utama dari total 17.691 artikel yang diidentifikasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa D3G bekerja melalui berbagai mekanisme molekuler. Pada sel kanker, D3G menghambat proliferasi sel kanker payudara, ovarium, dan prostat melalui modulasi jalur PI3K/Akt dan ERK1/2, penekanan ekspresi β-catenin, serta induksi apoptosis. Senyawa ini juga menekan angiogenesis dengan menurunkan ekspresi VEGF. Dalam konteks kardiovaskular, D3G menurunkan kadar kolesterol LDL hingga 28% dan mencegah pembentukan plak aterosklerotik. Mekanismenya meliputi peningkatan aktivitas enzim antioksidan (SOD, katalase) serta penurunan penanda inflamasi TNF-α dan IL-6 hingga 40%. Pada model kelinci, D3G dosis 20 mg/kg selama 12 minggu menurunkan trigliserida serum secara signifikan. Meski menjanjikan, bioavailabilitas oral D3G masih sangat rendah (<1%). Teknologi nanoenkapsulasi, seperti nanopartikel kitosan, terbukti meningkatkan penyerapan D3G hingga 5–12 kali lipat. Selain itu, kombinasi D3G dengan kemoterapi konvensional seperti doksorubisin menunjukkan potensi peningkatan efektivitas antitumor hingga tiga kali lipat. Kesimpulannya, D3G memiliki potensi besar sebagai agen terapeutik kanker dan kardiovaskular dengan berbagai mekanisme kerja. Namun, diperlukan studi lanjutan pada manusia untuk memvalidasi efektivitas dan keamanannya dalam jangka panjang.