cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGUE HAEMORRHAGIC FEVER (DHF) DENGAN MASALAH KEPERAWATAN HIPERTERMIA MELALUI INTERVENSI TERAPI KOMPRES AIR HANGAT DI RUANG CENDRAWASIH RSUD WANGAYA KOTA DENPASAR Permana, Kadek Hendra Guna; Heri, Mochamad; Astuti, Luh Seri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45498

Abstract

Demam berdarah atau dengue hemorhagic fever (DHF) merupakan penyakit yang terjadi dikarenakan virus dengue, yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan tersebar luas di daerah tropis dan subtropis. Pasien dengan DBD biasanya menghadapi demam tinggi, penurunan jumlah trombosit yang signifikan, sakit kepala, mual, muntah, artralgia, dan ruam kulit. Penatalaksanaan pada pasien DHF yang mengalami hipertermi meliputi terapi farmakologi dan nonfarmakologi. Terapi nonfarmakologi bisa diberikan terhadap pasien yang menghadapi hipertermi ialah terapi kompres air hangat. Terapi kompres air hangat sebagai salah satu pendekatan yang dipergunakan perawat dalam upaya menurunkan suhu tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan Analisis Asuhan Keperawatan Pada Pasien Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) Dengan Masalah Keperawatan Hipertermia Melalui Intervensi Terapi Kompres Air Hangat Di Ruang Cendrawasih RSUD Wangaya Kota Denpasar. Studi inipun memanfaatkan desain penelitian deskriptif analitis menggunakan studi kasus melalui penggunaan satu pasien sebagai sampelnya. Instrumen yang dimanfaatkan adalah format asuhan keperawatan medikal bedah menyesuaikan terhadap ketentuan yang diberlakukan di institusi tersebut. Hasil studi ini membuktikan bahwasanya sebelum diberikan terapi suhu pasien berada pada 38⁰C dan setelah pelaksanaan terapi kompres air hangat yang diberikan selama 3 kali pertemuan dengan durasi waktu selama 3 hari dimana setiap pertemuan pasien diberikan intervensi terapi kompres air hangat selama 5-10 menit menunjukkan bahwa suhu pasien berada pada 36,5⁰C. Terapi kompres air hangat terbukti efektif dalam memberi solusi atas masalah keperawatan hipertermia terhadap pasien Dengue Haemorrhagic Fever (DHF).
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KUALITAS TIDUR PADA REMAJA DI INDONESIA: STUDI LITERATUR Wahyudi, Wahyudi; Panjaitan, Aulia Nazwa; Putri, Arinda Silvana; Bara, Fadhila Syafitri Batu; Winfi, Rahma Aliifah; Sembiring, Yegita Vepalemsa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45502

Abstract

Tidur yang berkualitas sangat diperlukan remaja untuk menunjang proses pertumbuhan dan perkembangan. Namun, sejumlah remaja di Indonesia menghadapi gangguan tidur, yang salah satunya disebabkan oleh kurangnya aktivitas fisik. Aktivitas fisik memiliki peran penting dalam mendukung pola tidur yang sehat. Seiring dengan perubahan gaya hidup masa kini, penting dilakukan penelitian mengenai kaitan antara kegiatan fisik dengan mutu tidur pada kalangan generasi muda Indonesia. Kajian ini memiliki tujuan agar mengeksplorasi dan menilai keterkaitan hubungan frekuensi kegiatan fisik dan pola tidur pada generasi muda Indonesia. Diharapkan kajian ini akan memberikan pemahaman yang luas tentang bagaimana aktivitas fisik memengaruhi kualitas tidur remaja, sehingga dapat menjadi landasan dalam upaya meningkatkan kesehatan fisik remaja. Kajian ini menerapkan metode studi literatur, yakni melalui penelaahan dan analisis terhadap sejumlah referensi ilmiah serupa dengan penelitian, publikasi ilmiah internasional, serta studi sebelumnya yang berfokus pada kolerasi dalam hubungan latihan jasmani dan kondisi tidur bagi kelompok remaja Indonesia. Mengacu pada hasil studi literatur, hal yang ditemukan bahwa mayoritas literatur memaparkan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan kualitas tidur pada remaja. Berdasarkan hasil analisis dari berbagai penelitian yang ditinjau, kajian ini menunjukkan adanya keterkaitan mengenai dampak aktivitas fisik dengan kualitas tidur yang memengaruhi kesehatan pada kalangan remaja di Indonesia.
TINJAUAN PUSTAKA : FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK PADA PEKERJA Ratu, Sarih; Mayasari, Diana; Nareswari, Shinta; Oktarlina, Rasmi Zakiah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45503

Abstract

Menurut International Labour Organization (ILO) di tahun 2023, sebesar 2,6 juta kematian pekerja disebabkan penyakit akibat kerja dan penyakit pernapasan termasuk dalam tiga penyebab utama kematian tersebut. Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) termasuk 3 penyakit yang paling banyak menyebabkan kematian. Prevalensi PPOK lebih tinggi pada pekerja yang terpapar bahan polutan dibandingkan pekerja yang tidak terpapar. Penyakit paru obstruktif kronik merupakan beban kesehatan dan ekonomi yang cukup besar di seluruh dunia. Artikel ini ditulis untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian PPOK pada pekerja. Faktor seperti derajat merokok dan penggunaan alat pelindung diri memiliki hasil yang berbeda, derajat merokok ditemukan berhubungan dengan kejadian PPOK pada pengemudi ojek online tetapi tidak pada pekerja di pelabuhan dan sebaliknya terkait penggunaan alat pelindung diri. Penelitian terkait lama kerja dan status gizi menunjukkan tidak adanya hubungan dengan gangguan fungsi paru ataupun kejadian PPOK pada pekerja. Namun, pada penelitian lain mengenai waktu pelaksanaan (shift) kerja ditemukan berhubungan dengan kejadian PPOK pekerja. Hasil yang bertentangan terkait derajat rokok dan penggunaan alat pelindung diri maupun tidak adanya hubungan lama kerja dan status gizi menunjukkan masih diperlukan lebih banyak penelitian mengenai faktor pekerjaan lainnya serta pengukuran pajanan pada tingkat personal untuk mendapatkan hubungan yang lebih akurat terkait faktor yang berhubungan dengan kejadian PPOK pekerja.
ANALISIS AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN METABOLIT SEKUNDER BIOTA LAUT KARANG LUNAK NEPHTHEA SP. Fahrudin, Fahri; Pramana, Firza Andika; Salshabil, Khairunnisa; Alma’arik, Difa; Hamida, Fathin
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45507

Abstract

Nephthea sp. merupakan karang lunak penyusun ekosistem terumbu karang yang memiliki fungsi ekologis dan diketahui dapat menghasilkan metabolit sekunder. Organisme laut yang menghasilkan metabolit sekunder berpotensi dijadikan sebagai marine natural product (MNP). MNP merupakan material biologis untuk bahan baku obat yang berasal dari laut seperti hewan, tumbuhan, dan alga. Nephthea sp. asal Pulau Pramuka belum pernah dilakukan uji aktivitas antioksidan dan identifikasi metabolit sekundernya. Tujuan penelitian ini adalah melakukan identifikasi metabolit sekunder secara kualitatif dan uji antioksidan pada ekstrak Nephthea sp. yang telah berhasil ditransplantasi. Sampel Nephthea sp. yang digunakan berasal dari Pulau Pramuka, Taman Nasional Kepulauan Seribu (TNKpS). Metode maserasi digunakan untuk ekstraksi sampel Nephthea sp. menggunakan pelarut ethanol 70% dengan perbandingan 1:4 (w/v). Identifikasi metabolit sekunder dilakukan secara kualitatif untuk mengidentifikasi alkaloid, saponin, steroid, flavonoid, dan tanin. Uji aktivitas antioksidan menggunakan DPPH (2,2-difenil-1-1 pikrilhidrazil) dengan lima seri konsentrasi sampel ekstrak Nephthea sp. (10, 50, 100, 150, dan 200 ppm). Tiga metabolit sekunder berhasil diidentifikasi secara kualitatif dari ekstrak Nephthea sp. yaitu alkaloid, saponin dan steroid. Terdapat peningkatan aktivitas antioksidan dari setiap konsentrasi sampel ekstrak Nephthea sp. (daya inhibisi 34,6% - 75,8%). Sampel dengan konsentrasi 100 ppm menghasilkan daya inhibisi 61,01%. Dengan demikian, Nephthea sp. terbukti mengandung metabolit sekunder dan memiliki aktivitas antioksidan yang kuat.
ANALISIS RISIKO KESEHATAN LINGKUNGAN: PAJANAN TIMBAL PADA PEKERJA PENGECATAN DI PT X Kamilah, Dhia Anindita; Lusno, Muhammad Farid Dimjati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45512

Abstract

Paparan timbal (Pb) di lingkungan kerja, khususnya pada proses pengecatan kendaraan bermotor, menjadi isu kesehatan yang penting karena sifat toksik dan bioakumulatifnya. PT X, sebagai perusahaan manufaktur kendaraan roda dua, memiliki area pengecatan yang berpotensi menghasilkan paparan timbal melalui jalur inhalasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko kesehatan akibat paparan timbal pada pekerja produksi unit pengecatan di PT X dengan pendekatan Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL). Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan rancangan cross-sectional yang dilakukan pada Oktober–Desember 2024 terhadap 55 pekerja berjenis kelamin laki-laki. Data diperoleh melalui pengukuran kadar timbal (Pb) di udara dan karakteristik individu pekerja, seperti berat badan, durasi dan frekuensi pajanan. Konsentrasi timbal (Pb) yang terukur sebesar 0.003 mg/m³ dan masih berada di bawah Nilai Ambang Batas (NAB) menurut Permenaker No. 5 Tahun 2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Kerja. Namun, hasil perhitungan Risk Quotient (RQ) menunjukkan bahwa sebagian pekerja memiliki nilai RQ > 1, yang mengindikasikan risiko kesehatan non karsinogenik akibat paparan kronis meski termasuk dalam kategori rendah. Faktor seperti durasi kerja yang panjang dan berat badan menjadi penentu utama besarnya nilai RQ. Temuan ini menunjukkan pentingnya pengelolaan risiko melalui upaya teknis, administratif, dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL) terbukti menjadi pendekatan yang efektif untuk mengidentifikasi risiko kesehatan akibat logam berat di industri, serta memberikan dasar ilmiah dalam perumusan kebijakan pencegahan dan perlindungan pekerja.
INTERVENSI KEPERWATAN BERBASIS EVIDENCE MINYAK KELAPA MURNI (VCO) DINGIN UNTUK MENGURANGI PRURITUS PASIEN HEMODIALISA silvia, lia; Rochmawati, Erna; Zuhri, Akhmad
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45519

Abstract

Pruritus dan keringnya kulit menjadi menjadi salah satu keluhan bagi pasien yang menjalani hemodialisa. Pruritus sangat mempengaruhi kualitas hidup dan dikaitkan sebagai salah satu penyebab kematian pada penderita gagal ginjal kronik. Terapi yang dapat digunakan yaitu farmakologi dan nonfarmakologi. Terapi yang paling sering digunakan yaitu krim topical, lotion, dan minyak. Salah satu contoh minyak yang mudah didapatkan dan efektif digunakan yaitu minyak kelapa murni. Minyak kelapa murni (VCO) dingin dapat mengurangi gatal karena suhu dingin dapat mempengaruhi reseptor rasa gatal (pruriseptor) dan juga mengurangi aktivitas reseptor yang memicu rasa gatal. Berpengaruh pada aliran darah karena dapat menyebabkan vasokonstriksi yang mengurangi darah ke area yang gatal.  Tujuan dari pemberian intervensi ini yaitu unyuk mengevaluasi penerapan intervensi berbasis evidence berupa pengaruh minyak kelapa murni (VCO) dingin terhadap tingkat pruritus pada pasien hemodialisa di RSUD Temanggung. Penerapan intervensi dilaksanakan di ruang Hemodialisa RSUD Temanggung pada tanggal 1 Mei – 6 Mei 2025. Partisipan berjumlah dua pasien dengan diagnosa gagal ginjal kronik menggunakan pretest dan posttest untuk mengukur pengaruh. Instrument yang digunakan yaitu 5-D Itch Scale. hasil yang didapatkan pada pasien pertama skor awal 22 (berat) menjadi 13 (ringan) dan pada pasien kedua dari skor awal 30 (berat) menjadi 15 (sedang) di akhir pertemuan. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan  terdapat penurunan tingkat pruritus pada pasien hemodialisa dari pemberian minyak kelapa murni (VCO) dingin.
PENGARUH HANDHELD FAN UNTUK MENGURANGI SESAK NAFAS PADA PASIEN CHF DI RUANG IGD RSUD TEMANGGUNG Setyoningsih, Nabila; Khoiriyati, Azizah; Krisyanto, Widayat Priyo
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45520

Abstract

Gagal jantung kongestif (Congestive Heart Failure) adalah sindrom klinis yang terjadi akibat ketidakmampuan jantung dalam memompa darah secara efektif ke seluruh tubuh, sehingga menyebabkan gangguan perfusi jaringan dan penumpukan cairan, terutama di paru-paru. Salah satu gejala yang paling sering dialami pasien CHF adalah sesak napas (dyspnea), yang dapat terjadi bahkan saat istirahat dan sangat memengaruhi kualitas hidup pasien. Penatalaksanaan sesak napas umumnya dilakukan melalui terapi oksigen dan pengaturan posisi, namun intervensi nonfarmakologis kipas angin genggam (handheld fan) juga dibutuhkan sebagai terapi tambahan yang mudah dan dapat dilakukan secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi kipas angin genggam (handheld fan) terhadap tingkat sesak napas pada pasien CHF di RSUD Temanggung. Desain studi kasus pada satu pasien perempuan yang didiagnosis CHF dengan keluhan utama sesak napas. Intervensi dilakukan dengan menggunakan handheld fan selama 5 menit yang diarahkan ke area wajah, dan pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah terapi menggunakan alat bantu seperti saturasi oksigen, frekuensi napas, dan Modified Borg Scale (MBS). Hasil terapi handheld fan menunjukkan adanya peningkatan saturasi oksigen dari 91% menjadi 96%, penurunan frekuensi napas dari 27x/menit menjadi 23x/menit, serta penurunan tingkat dyspnea dari MBS skala 3 menjadi skala 1. Hasil ini menunjukkan bahwa terapi handheld fan efektif untuk menurunkan sesak nafas pada pasien CHF.
PROSEDUR PEMERIKSAAN OS FEMUR PEDIATRIK DENGAN INDIKASI INTOEING FOOT DI INSTALASI RADIOLOGI RSUD SIDOARJO BARAT Ningsih, Dwi Syukuriah; Mahanani, Ayu; Anggraeni, Ari
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45523

Abstract

Intoeing foot adalah kondisi rotasi medial ekstremitas bawah yang umum terjadi pada anak-anak dan dapat bersifat unilateral maupun bilateral. Evaluasi klinis menggunakan Foot Progression Angle (FPA). Penyebabnya meliputi peningkatan anteversi femoralis, torsi tibialis internal, adduktus metatarsus, atau kombinasi ketiganya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur serta peran pemeriksaan os femur pediatrik dengan indikasi intoeing foot di Instalasi Radiologi RSUD Sidoarjo Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka terhadap tiga radiografer, satu dokter radiologi, dan satu dokter ortopedi selama periode September 2024 hingga April 2025. Analisa data dibentuk secara naratif, diverifikasi dengan teori dan ditarik  kesimpulan. Pemeriksaan os femur pediatrik dilakukan dengan melepas benda logam dan alas kaki yang dapat mengganggu citra radiograf. Teknik yang digunakan adalah proyeksi anteroposterior (AP) dengan posisi pasien erect, kaki sejajar dan lurus. Batas atas ditentukan pada spina iliaca anterior superior dan batas bawah hingga pertengahan cruris, dengan titik bidik pada distal femur. Proyeksi lateral tidak digunakan karena proyeksi AP dinilai cukup untuk evaluasi panjang, simetri, dan derajat kedua femur. Peran pemeriksaan ini mendukung analisis ortopedi terhadap gangguan pertumbuhan tulang, saraf, otot, atau struktur lain. Prosedur pemeriksaan memiliki perbedaan dengan teori, adanya variasi pada proyeksi serta batas anatomi. Peran pemeriksaan telah sesuai dengan penelitian sebelumnya. Disarankan agar pemeriksaan dilakukan sesuai teori yang mencakup os femur hingga ankle joint untuk hasil evaluasi yang lebih komprehensif.
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW TENTANG FRAKTUR OS NASAL: TREN PENELITIAN, DIAGNOSIS, DAN PENATALAKSANAAN Christanto, Antonius
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45524

Abstract

Fraktur os nasal merupakan cedera wajah yang paling umum, namun pendekatan diagnosis dan penatalaksanaannya terus berkembang seiring kemajuan teknologi medis. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tren terkini dalam diagnosis, penatalaksanaan, dan metode pengobatan fraktur os nasal melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Proses pencarian artikel dilakukan pada basis data PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar. Setelah melalui tahap seleksi berdasarkan kriteria inklusi, diperoleh 22 artikel yang relevan untuk dianalisis. Hasil studi menunjukkan bahwa teknologi pencitraan, khususnya CT-scan, semakin sering digunakan dalam diagnosis fraktur kompleks karena mampu memberikan visualisasi anatomi yang lebih detail, sementara radiografi konvensional masih digunakan untuk kasus ringan. Dalam hal penatalaksanaan, terdapat dua pendekatan utama yaitu konservatif dan operatif. Pendekatan konservatif diterapkan pada fraktur tanpa dislokasi, sedangkan penanganan operatif seperti reposisi tertutup atau rinoplasti diperlukan untuk fraktur kompleks. Faktor yang memengaruhi pemilihan terapi mencakup tingkat keparahan cedera, pertimbangan estetika, preferensi pasien, hingga aspek psikologis dan kualitas hidup. Simpulan dari studi ini menegaskan pentingnya pendekatan yang individual dan holistik dalam penanganan fraktur os nasal. Penelitian juga merekomendasikan pelatihan berkelanjutan bagi praktisi medis serta studi lebih lanjut mengenai inovasi terapi dan evaluasi jangka panjang terhadap berbagai metode penanganan.
PROSES WOUND HEALING PADA PERFORASI MEMBRAN TIMPANI: TINJAUAN SISTEMATIS LITERATUR Christanto, Antonius
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45525

Abstract

Perforasi membran timpani merupakan kondisi klinis yang dapat mengganggu fungsi pendengaran dan kualitas hidup pasien. Penanganan konvensional seperti miringoplasti sering menghadapi keterbatasan dalam regenerasi struktural dan fungsional. Oleh karena itu, tinjauan sistematis ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi pendekatan terapeutik terkini yang mendukung proses penyembuhan luka pada perforasi membran timpani, dengan fokus pada pemanfaatan biomaterial dan teknologi rekayasa jaringan. Pencarian literatur dilakukan melalui lima basis data utama: PubMed, ScienceDirect, DOAJ, Google Scholar, dan MDPI, mencakup publikasi antara tahun 2019 hingga 2024. Studi yang disertakan terdiri dari penelitian eksperimental, klinis, serta tinjauan sistematis yang membahas strategi intervensi biologis terhadap penyembuhan membran timpani. Penilaian kualitas metodologis menggunakan pedoman dari Joanna Briggs Institute. Hasil menunjukkan bahwa biomaterial seperti platelet-rich fibrin (PRF), kolagen, dan scaffold polimer bioaktif dapat mempercepat regenerasi jaringan timpani. Teknologi 3D printing memungkinkan penciptaan scaffold yang menyerupai struktur asli membran, mendukung pemulihan fungsional. Penggunaan sel punca mesenkimal dan sensor bioelektronik juga menonjol sebagai pendekatan inovatif dalam terapi personalisasi. Simpulannya, kombinasi biomaterial dan teknologi rekayasa jaringan terbukti efektif mempercepat epitelisasi, merangsang angiogenesis, serta meningkatkan integritas struktural hasil regenerasi. Pendekatan ini membuka peluang untuk pengembangan terapi regeneratif yang lebih presisi, minim invasif, dan berorientasi pada pemulihan optimal fungsi pendengaran.