cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
ANALISIS PEMBERIAN TERAPI KOMPRES HANGAT JAHE DAN SERAI PADA PASIEN GOUT ARTRITIS DENGAN MASALAH KEPERAWATAN NYERI AKUT DI DESA SINABUN Ernita, Kadek; Astuti, Ni Luh Seri; Heri, Mochamad
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45600

Abstract

Gout artritis merupakan kondisi peradangan akut yang menyebabkan nyeri hebat pada sendi, yang sering mengganggu aktivitas penderitanya. Terapi non-farmakologis, seperti kompres hangat dari bahan alami, menjadi alternatif aman dan efektif dalam mengurangi nyeri. Penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas pemberian terapi kompres hangat jahe dan serai dalam menurunkan nyeri akut pada pasien gout artritis di Desa Sinabun. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan sampel pasien yang mengalami nyeri akut dan diberikan intervensi berupa kompres hangat selama 15 menit. Data dianalisis menggunakan uji statistik untuk mengukur penurunan skala nyeri sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan penurunan signifikan pada skala nyeri pasien setelah diberikan terapi (p=0,003; p=0,000), yang didukung oleh kandungan gingerol dan sitral dari jahe dan serai yang berfungsi sebagai antiinflamasi dan vasodilator alami. Terapi ini aman, mudah diaplikasikan, dan dapat dijalankan secara mandiri oleh keluarga di rumah, serta berpotensi sebagai metode alternatif dalam manajemen nyeri gout. Kesimpulan, pemberian kompres hangat jahe dan serai efektif dalam mengurangi nyeri akut gout artritis, meningkatkan kenyamanan pasien, serta mendukung terapi klinis konvensional.
ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN PAD A PASIEN PRE OPERASI FRAKTUR DENGAN INTERVENSI TEKNIK GENGGAM JARI TERHADAP PENURUNAN KECEMASAN DI GEDUNG AYODYA DI RUANG LANTAI 2 KELAS 2 RSUD SANJIWANI GIANYAR Lorenza, Tania; Heri, Mochamad; Astriani, Ni Made Dwi Yunica
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45613

Abstract

Latar Belakang: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas teknik relaksasi genggam jari dalam menurunkan tingkat kecemasan pada pasien yang akan menjalani operasi fraktur di RSUD Sanjiwani Gianyar. Kecemasan pra-operasi merupakan kondisi umum yang dapat mengganggu kelancaran tindakan medis, sehingga dibutuhkan pendekatan non farmakologis yang sesuai untuk mengatasinya. Studi ini menggunakan pendekatan keperawatan melalui terapi relaksasi genggam jari. Subjek penelitian adalah seorang pasien dengan diagnosis fraktur yang dirawat di ruang kelas 2, lantai 2 RSUD Sanjiwani Gianyar. Hasil pengukuran menggunakan skala kecemasan menunjukkan penurunan signifikan dari skor awal 24 menjadi 16 setelah intervensi dilakukan, yang mengindikasikan bahwa teknik ini efektif dalam mengurangi kecemasan.Intervensi ini diharapkan dapat membantu pasien dalam mempersiapkan kondisi mental sebelum operasi serta memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu keperawatan, khususnya melalui pendekatan non-farmakologis dalam manajemen kecemasan. Selain itu, hasil penelitian ini juga diharapkan menjadi acuan dalam praktik keperawatan pre-operatif, terutama dalam penerapan teknik relaksasi sederhana namun efektif. Studi ini mendukung model keperawatan yang holistik dan berfokus pada kebutuhan pasien.Metode:Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi kasus. Subjeknya adalah satu pasien pre-operasi dengan fraktur yang dirawat di RSUD Sanjiwani Gianyar. Intervensi berupa teknik genggam jari diberikan selama 10–15 menit per sesi, dilakukan sebanyak dua kali sebelum prosedur operasi. Tingkat kecemasan diukur dengan Skala Kecemasan Hamilton, yang dilakukan sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan skor kecemasan pra dan pasca intervensi.Hasil:Skor kecemasan awal pasien berada pada angka 24, tergolong kecemasan sedang hingga berat. Setelah diberikan intervensi teknik genggam jari, skor menurun menjadi 16, masuk dalam kategori kecemasan ringan. Hasil ini menunjukkan bahwa teknik genggam jari efektif dalam meredakan kecemasan pada pasien yang akan menjalani operasi fraktur.Kesimpulan:Teknik genggam jari terbukti mampu menurunkan tingkat kecemasan pada pasien pre-operasi fraktur. Metode ini merupakan alternatif non-farmakologis yang aman, sederhana, dan praktis, yang dapat membantu meningkatkan kesiapan mental pasien menjelang tindakan operatif. Temuan ini memperkuat penerapan keperawatan berbasis bukti dalam pengelolaan kecemasan dan mendukung peningkatan mutu pelayanan keperawatan pre-operatif.
ANALISIS PEMBERIAN TERAPI MUSIK INSTRUMENTAL UNTUK MENGURANGI NYERI AKUT PADA PASIEN POST OPERASI APENDIKTOMI DI RUANG BELIBIS RSUD WANGAYA DENPASAR Astiyani, Ni Nyoman Sri; Tania, Ni Luh Linda Ayu; Aryawan, Kadek Yudi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45617

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas terapi musik instrumental dalam menurunkan nyeri akut pada pasien pascaoperasi apendiktomi di Ruang Belibis RSUD Wangaya Denpasar. Terapi musik merupakan metode non-farmakologis yang diketahui dapat memberikan efek relaksasi, meningkatkan kenyamanan, serta menurunkan persepsi nyeri melalui mekanisme fisiologis seperti pelepasan endorfin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental. Sampel terdiri dari pasien pascaoperasi yang memenuhi kriteria inklusi. Intervensi diberikan selama 30 menit menggunakan musik instrumental karya Gus Teja melalui earphone, setelah dilakukan pengkajian nyeri awal. Intensitas nyeri diukur sebelum dan sesudah terapi menggunakan skala nyeri. Hasil analisis menunjukkan adanya penurunan signifikan pada tingkat nyeri, dari skor rata-rata 6 menjadi 3. Pasien juga melaporkan peningkatan rasa nyaman dan ketenangan selama sesi terapi, serta menunjukkan ekspresi lebih relaks. Temuan ini mendukung bahwa terapi musik instrumental efektif sebagai intervensi non-obat untuk mengurangi nyeri pascaoperasi. Intervensi ini dinilai aman, praktis, dan mudah diterapkan dalam praktik keperawatan. Oleh karena itu, disarankan agar terapi musik diintegrasikan ke dalam standar manajemen nyeri non-farmakologi di rumah sakit, serta didukung oleh penelitian lanjutan guna memperkuat bukti ilmiahnya.
HUBUNGAN PEMBERIAN ANESTESI SPINAL LEVOBUPIVACAINE DENGAN KEJADIAN HIPOTENSI PADA PASIEN ANESTESI SPINAL DI RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CIKARANG Mesu, Maria Antonia; Husein, Alfi; Giatama, Ns.Zuhrah; Agus, dr.Henry; Anwar, La Ode Muhammad
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45622

Abstract

Pembedahan merupakan prosedur medis bermula ketika membuat sayatan pada tubuh dan diakhiri dengan menjahit luka untuk menutupnya. Anestesi spinal adalah menyuntikkan obat anestesi lokal ke dalam ruang subarachnoid. Levobupivacaine isobarik 10 mg dianggap efektif untuk anestesi spinal dengan efek samping lebih sedikit dibandingkan bupivacaine, termasuk toksisitas yang lebih rendah. Penggunaan levobupivacaine dapat menimbulkan efek samping berupa hipotensi. Apabila tidak tertangani cepat tepat, tentu akan berakibat pada penurunan kesadaran, aspirasi pulmonal, gangguan pernapasan, hingga henti jantung.Maka, penting untuk paham terkait faktor pengaruh hipotensi pasca anestesi spinal untuk meningkatkan keselamatan pasien selama prosedur pembedahan. Tujuan studi ini yaitu agar diketahui hubungan antara pemberian anestesi spinal levobupivacaine dengan kejadian hipotensi pada pasien yang menjalani anestesi spinal. Metode yang dipergunakan yakni studi kuantitatif dengan jenis studi korelasional dengan rancangan cross-sectional study. Penggunaan teknik sampling nya yaitu consecutive sampling dan didapatkan 33 responden. Alat ukur yang digunakan dalam studi ini mempergunakan lembar observasi tanda dan gejala hipotensi pada pasien pre spinal dan lembar observasi anestesi.Analisis data menggunakan uji sperman Rank correlation. Hasil studi mayoritas responden mengalami hipotensi sebanyak 21 responden (63,6%) dan mayoritas mengalami penurunan TD ≤ 20% yakni sebanyak 21 orang (63.6%). Hasil dari analisis spearman rank diperoleh nilai (r) sebesar 0,045 dan p < 0,003. Berdasarkan hasil studi terdapat hubungan siginifikan antara pemberian spinal anastesi levobupivacaine dengan terjadinya hipotensi.
PANDANGAN TENAGA KESEHATAN DAN ULAMA TERHADAP PENGGUNAAN CBD (CANNABIDIOL) ATAU GANJA SEBAGAI PENGOBATAN MEDIS Mauludia, Mila; Nurhayati, Fitri; Nur’aeni, Intan; Anshori, Muhammad Sholahuddin; Khairunnisa, Siti Zakiah; Supriyadi, Tedi; Faozi, Akhmad
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45630

Abstract

Penggunaan Cannabidiol (CBD) dalam dunia medis menjadi isu kontroversial yang melibatkan aspek kesehatan, hukum, dan agama, khususnya dalam konteks masyarakat Muslim Indonesia. Meskipun CBD memiliki potensi terapeutik yang signifikan, penggunaannya masih terbatas oleh regulasi ketat dan minimnya pemahaman terhadap kehalalan serta keamanan medisnya. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pandangan tenaga kesehatan dan ulama terhadap penggunaan CBD dalam pengobatan medis, serta menilai kemungkinan integrasi antara pendekatan ilmiah dan hukum Islam dalam menyusun kebijakan yang relevan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam kepada tenaga kesehatan dan ulama di Kabupaten Sumedang. Data dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi persepsi, tantangan, dan peluang penggunaan CBD dalam praktik medis yang sesuai dengan syariat Islam. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa tenaga medis mengakui manfaat CBD (Cannabidiol) dalam terapi penyakit tertentu seperti epilepsi dan nyeri kronis, namun tetap menyoroti perlunya pengawasan dan regulasi yang ketat. Di sisi lain, ulama menyatakan bahwa penggunaan ganja medis dapat diperbolehkan dalam kondisi darurat sesuai kaidah “adh-dharurat tubihu al-mahdhurat”. Terdapat perbedaan pandangan antara ulama menunjukkan pentingnya fatwa kolektif dan edukasi kepada masyarakat. Sinergi antara tenaga medis, ulama, dan pemerintah diperlukan untuk perlu penelitian lebih lanjut untuk penggunaan jangka panjang serta menyusun regulasi yang adil, etis, dan kontekstual.
ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN HIPERTENSI MELALUI TERAPI RELAKSASI NAFAS DALAM DAN TERAPI AKUPRESUR Widhiartana, I Gede Oka; Kresnayana, Gede Ivan; Antariksawan, I Wayan
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45633

Abstract

Sebagai salah satu dari sepuluh penyakit paling umum di antara orang lanjut usia, hipertensi adalah salah satu kondisi yang paling umum, terutama di antara demografis ini. Tekanan darah tinggi, yang sering dikenal sebagai hipertensi, adalah kondisi medis yang umum di Indonesia yang diklasifikasikan sebagai penyakit tidak menular. Penyakit ini juga merupakan penyebab utama kematian di seluruh dunia setiap tahun. Ada berbagai metode untuk mengelola hipertensi, termasuk teknik relaksasi pernapasan dalam dan terapi akupresur. mempersembahkan temuan dari evaluasi keperawatan gerontik terhadap pasien hipertensi dengan menggunakan terapi akupresur dan relaksasi pernapasan dalam sebagai strategi gabungan. Instrumen yang digunakan dalam studi ini adalah format perawatan keperawatan gerontologi yang sesuai dengan aturan institusi, dan menggunakan desain penelitian analitik deskriptif dengan studi kasus dengan ukuran sampel satu pasien. Menurut temuan penelitian, nyeri akut dapat secara efektif dikurangi dengan menggabungkan pendekatan farmakologis dan non-farmakologis. Tiga sesi akupresur dan relaksasi pernapasan dalam adalah contoh terapi non-farmakologis yang dapat digunakan.
PENGGUNAAN TELENURSING : WEBSITE TERHADAP SELF MANAGEMENT PADA PASIEN HIPERTENSI Mevia, Brilliant Septi Arta; Metasari, Sherly; Ginanjar, Rizal
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45635

Abstract

Jumlah penderita hipertensi terus meningkat setiap tahun. Orang yang menderita hipertensi sering tidak menyadari kondisinya, sehingga mereka bisa mengalami masalah kesehatan yang lebih serius atau komplikasi akibat hipertensi tersebut. Pengetahuan yang terbatas tentang self management hipertensi dapat menyebabkan rendahnya kesadaran akan resiko komplikasi ini. Edukasi kesehatan berperan penting dalam membantu memahami dan meningkatkan pengetahuan self management hipertensi, salah satunya melalui kemajuan teknologi dan informasi dalam bidang keperawatan yaitu telenursing berbasis website. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan telenursing berbasis website terhadap self management pada pasien hipertensi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain “One Grup Pretest Postest Design” yaitu penelitian yang dilaksanakan pada satu kelompok saja tanpa kelompok pembanding dengan sampel sebanyak 45 orang yang menderita hipertensi. Teknik sampling yang digunakan non probability sampling jenis accidental sampling. Instrument yang digunakan adalah kuesioner HSMBQ (Hypertension Self management Behavior Quetionnaire), untuk mengetahui pengaruh penggunaan telenursing berbasis website terhadap self management pada pasien hipertensi menggunakan uji Dependent t test. Hasil uji dari dependent t test didapatkan nilai signifikansi p value = 0,000 yang berarti p<0,05. Dari hasil tersebut maka Ha diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penggunaan telenursing berbasis website terhadap self management pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Rowosari Kota Semarang. Terdapat pengaruh yang signifikan antara penggunaan telenursing berbasis website terhadap self management pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Rowosari Kota Semarang.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL PELEPAH NIPAH (NYPA FRUTICANS. WURMB) TERHADAP KADAR GLIKOGEN HATI TIKUS DIABETES JANTAN GALUR WISTAR Wicahyo, Septian Maulid; Raharjo, Danang; Fadilla, Fitri Hansa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45638

Abstract

Definisi diabetes melitus yakni suatu penyakit menyerang metabolisme melalui kondisi glukosa darah yang mana melebihi batasan normal ataupun hiperglikemia. Tumbuhan nipah (N. fruticans) umumnya dimanfaatkan menjadi bahan obat tradisional misalnya obat sakit perut, diabetes serta obat penurun panas dalam bagi kalangan masyarakat. Glikogen yakni cadangan karbohidrat berwujud glukosa pada dalam tubuh yang mana dijadikan bahan bakar ataupun sumber energi. Tujuan penelitian ini guna menemukan dampak atas perbedaan dosis ekstrak etanol etanol pelepah nipah akan terjadinya peningkatan glikogen hati tikus diabetes. Metode yang digunakan adalah eksperimental. Sampel yang dimanfaatkan pada penelitian berikut yakni tikus jantan galur wistar yang diklasifikasikan enam kelompok, yakni tikus normal, kontrol negatif, kontrol positif, dosis 125 mg/kg, dosis 250 mg/kg, dan dosis 500 mg/kg. Glikogen hati tikus di uji menggunakan spektrofotometer, dan data diuji dengan menggunakan SPSS yaitu uji normalitas, homogenitas, one way anova, tukey dan duncan. Temuan hasil penelitian menegaskan bahwasanya pelepah nipah memiliki efek terhadap glikogen hati, dengan dosis 500 mg/kg dapat meningkatkan glikogen hati tikus. Ekstrak etanol pelepah nipah menunjukkan efek yang signifikan dalam menurunkan glikogen hati pada tikus diabetes
ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN ASMA DENGAN INTERVENSI INOVASI PERNAFASAN BUTEYKO Saputri, Rina; Pratama, Aditha Angga; Martini, Made
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45640

Abstract

Asma adalah kondisi peradangan kronis yang mengakibatkan pembengkakan atau penyempitan pada saluran pernapasan, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kepekaan dan reaktivitas saluran napas terhadap berbagai rangsangan. Pengobatan non-farmakologis mencakup terapi pelengkap yang dapat dilakukan melalui aktivitas fisik dan latihan pernapasan. Salah satu teknik pernapasan yang digunakan untuk meredakan sesak napas pada pasien dengan asma bronkial adalah teknik pernapasan Buteyko. Untuk memaparkan hasil pengkajian keperawatan pada pasien asma dengan Intervensi Inovasi Pernafasan Buteyko. Penelitian ini menerapkan desain deskriptif analitik dengan pendekatan studi kasus, melibatkan tiga pasien sebagai sampel. Instrumen yang digunakan berupa format perawatan keperawatan medis-bedah yang disesuaikan dengan regulasi yang berlaku di institusi terkait. Masalah keperawatan terkait pola napas yang tidak efektif pada pasien asma dapat diatasi dengan penerapan terapi Buteyko secara mandiri, sehingga masalah tersebut dapat teratasi atau setidaknya berkurang.
PERAN PERAWAT DALAM BERFIKIR KRITIS PADA PENGAMBILAN KEPUTUSAN DI RUANG GAWAT DARURAT Khairan, Moch. Akhdan Difa; Haryono, Arvi Aliviani; Adzra, Athifah Aulia; Olipia, Jesika; Sopian, Raditya Hafizh; Haryeti, Popon
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45648

Abstract

Pelayanan kesehatan di ruang gawat darurat (RGD) menjadi ujung tombak dalam sistem rumah sakit yang menuntut perawat untuk membuat keputusan secara cepat, tepat, dan akurat di bawah tekanan tinggi. Dalam kondisi tersebut, kemampuan berpikir kritis sangat dibutuhkan guna menjamin keselamatan pasien, meminimalkan kesalahan medis, dan meningkatkan mutu pelayanan keperawatan yang berkualitas tinggi dan berorientasi pada keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran berpikir kritis dalam proses pengambilan keputusan klinis oleh perawat di RGD. Studi ini menggunakan pendekatan narrative literature review dengan pencarian artikel melalui database Google Scholar, PubMed, dan Semantic Scholar. Tujuh artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan secara sistematis. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis perawat dipengaruhi oleh faktor internal seperti pendidikan, pengalaman kerja, dan pelatihan, serta faktor eksternal seperti tekanan kerja, keterbatasan sumber daya, dan bias kognitif yang tidak disadari. Hambatan utama yang dihadapi meliputi tekanan waktu dan beban kerja tinggi yang mengganggu proses analisis informasi secara mendalam dan objektif. Oleh karena itu, penguatan berpikir kritis perlu dilakukan melalui pelatihan yang terstruktur, dukungan lingkungan kerja, serta peningkatan kesadaran profesional dan etis. Simpulan dari studi ini menegaskan bahwa pengembangan kemampuan berpikir kritis merupakan langkah strategis untuk meningkatkan ketepatan triase, efektivitas pengambilan keputusan, dan keselamatan pasien di ruang gawat darurat.