cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,916 Documents
PENGARUH AFIRMASI POSITIF TERHADAP HARGA DIRI ANAK DI SD NEGERI 024 BENGKURING Alfina Rizki Nurcahyani; Siti Kholifah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57386

Abstract

Harga diri rendah pada anak usia sekolah dasar sering kali dipicu oleh faktor eksternal seperti pengalaman perundungan (bullying) dan kurangnya dukungan emosional, yang jika dibiarkan dapat menghambat perkembangan psikososial mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian intervensi afirmasi positif terhadap peningkatan harga diri anak di SD Negeri 024 Bengkuring. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain Pre-Experimental melalui rancangan One Group Pre-test Post-test terhadap 26 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Intervensi dilakukan sebanyak tiga kali pertemuan dengan durasi 8-15 menit melalui pengulangan kalimat positif secara terbimbing dalam kelompok kecil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap pre-test, mayoritas responden (65,4%) memiliki harga diri rendah dengan nilai rata-rata 13,9. Setelah diberikan intervensi afirmasi positif, pada tahap post-test terjadi peningkatan nilai rata-rata harga diri menjadi 17,3, dengan skor minimal responden naik secara signifikan dari 6 menjadi 15. Berdasarkan analisis data menggunakan uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test, diperoleh nilai p-value sebesar 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan pemberian afirmasi positif terhadap peningkatan harga diri siswa. Kesimpulan dari penelitian ini adalah intervensi afirmasi positif efektif dalam merekonstruksi konsep diri anak dan dapat diimplementasikan sebagai salah satu upaya promosi kesehatan jiwa di lingkungan sekolah untuk membangun ketahanan mental siswa.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUALITAS TIDUR REMAJA DI SMK NEGERI 2 KOBA TAHUN 2024 M. Alamsah; Rezka Nurvinanda; Agustin Agustin
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57392

Abstract

Remaja merupakan aset masa depan bangsa yang memiliki peran penting dalam menentukan masa depan bangsa. Masa remaja merupakan masa transisi dari anak-anak ke dewasa yang ditandai dengan perubahan fisik, kognitif, dan sosial. Penelitian menunjukkan bahwa 62% remaja di dunia mengeluhkan gangguan tidur, dan 69% siswa SMA di Tualang mengalami kualitas tidur yang buruk. Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas tidur remaja antara lain penggunaan gadget sebelum tidur, kurangnya aktivitas fisik, dan gaya hidup yang tidak sehat. Kualitas tidur yang buruk dapat berdampak negatif pada kesehatan remaja, seperti obesitas, penyakit kardiovaskuler, dan penyakit Diabetes Mellitus. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kualitas tidur remaja, seperti mengatur waktu tidur, mengurangi penggunaan gadget sebelum tidur, dan meningkatkan aktivitas fisik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan rancangan cross-sectional dan teknik sampling random atau probability area (cluster) untuk mengkaji hubungan antara variabel independen dan dependen, dengan sampel berjumlah 79 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan uji chi-square p value 0,034 < =0,05 yang berarti ada hubungan bermakna antara durasi penggunaan gadget dengan kualitas tidur, nilai p value 0,006 < =0,05 yang berarti ada hubungan bermakna antara aktivitas fisik dengan kualitas tidur, nilai p value 0,044 <  =0,05 yang berarti ada hubungan bermakna antara gaya hidup dengan kualitas tidur. Kesimpulan dari penelitian ini Ada hubungan bermakna antara aktivitas fisik dan kualitas tidur remaja di SMK Negeri 2 Koba Tahun 2024, Ada hubungan bermakna antara gaya hidup dan durasi penggunaan gadget dengan kualitas tidur remaja di SMK Negeri 2 Koba Tahun 2024.
POLYARTERITIS NODOSA : SUATU TINJAUAN NARATIF KOMPREHENSIF TENTANG DINAMIKA EPIDEMIOLOGI, MEKANISME PATOFISIOLOGI, FAKTOR PREDISPOSISI, DAN PENDEKATAN TERAPI BERBASIS BUKTI Nasywa Renata Azzahra; Asiyah Fahiimatul Qonitah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57404

Abstract

Tinjauan naratif ini bertujuan menyajikan data terkini mengenai tren epidemiologi, mekanisme patofisiologi molekuler, faktor predisposisi, dan pendekatan terapi berbasis bukti untuk PAN. Penelitian ini mengadopsi desain tinjauan naratif komprehensif, mengikuti pedoman Scale for the Assessment of Narrative Review Articles (SANRA). Literatur medis global terkait vaskulitis, khususnya artikel ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2018 hingga 2026, dikumpulkan melalui pencarian sistematis di PubMed, Scopus, dan Google Scholar. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk mensintesis temuan klinis dan genetik terbaru. Hasil tinjauan menunjukkan prevalensi PAN yang konsisten, dengan pergeseran demografis ke usia lebih tua pada kasus idiopatik dan penurunan signifikan kasus terkait Hepatitis B (HBV) berkat program vaksinasi. Patofisiologi melibatkan kerusakan fibrinoid dinding arteri dan mikroaneurisma yang dipicu sitokin proinflamasi seperti TNF-α dan IL-6. Penemuan defisiensi Adenosine Deaminase 2 (DADA2) telah merevolusi diagnosis, terutama pada pasien anak dan kasus familial, memungkinkan identifikasi entitas genetik yang menyerupai PAN. Pendekatan terapi modern menekankan stratifikasi risiko menggunakan Five-Factor Score (FFS) untuk memandu penggunaan glukokortikoid dan imunosupresif, dengan regimen spesifik untuk PAN terkait HBV (antivirus, plasmapheresis) dan DADA2 (inhibitor TNF-α). Kemajuan ini telah meningkatkan tingkat kelangsungan hidup lima tahun hingga lebih dari 80%, meskipun risiko komplikasi jangka panjang dan kekambuhan tetap memerlukan pemantauan berkelanjutan. Simpulan, pemahaman tentang PAN terus berkembang, dari epidemiologi hingga terapi. Diagnosis yang akurat dan personalisasi pengobatan, didukung oleh penemuan genetik dan biomarker baru, menjadi kunci untuk meningkatkan prognosis pasien.
PENERAPAN TERAPI PIJAT REFLEKSI KAKI PENDERITA DIABETES MELITUS PADA LANSIA DI WAIPARE Maria Goreti Mogi; Yosephina M.H. Keytimu
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57411

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit tidak menular yang terus mengalami peningkatan baik secara global maupun nasional, sehingga memerlukan penanganan komprehensif melalui pendekatan farmakologis dan nonfarmakologis. Salah satu terapi komplementer yang dapat diterapkan adalah pijat refleksi kaki yang berpotensi membantu menurunkan kadar glukosa darah dan meningkatkan kenyamanan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan asuhan keperawatan keluarga dengan penerapan terapi pijat refleksi kaki pada penderita diabetes melitus di wilayah kerja UPTD Puskesmas Waipare. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif pada dua keluarga yang memiliki anggota keluarga dengan diabetes melitus tipe 2. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan pemeriksaan kadar gula darah sewaktu (GDS) menggunakan glucometer. Intervensi dilakukan selama tiga hari melalui edukasi, pendampingan keluarga, serta penerapan terapi pijat refleksi kaki. Hasil menunjukkan adanya peningkatan manajemen kesehatan keluarga yang ditandai dengan peningkatan pengetahuan, kepatuhan pengobatan, serta kemampuan keluarga dalam melakukan perawatan mandiri. Selain itu, terjadi penurunan kadar gula darah dan tekanan darah pada kedua klien, serta peningkatan kenyamanan setelah terapi pijat refleksi kaki. Kesimpulannya, asuhan keperawatan keluarga dengan penerapan terapi pijat refleksi kaki efektif dalam meningkatkan manajemen kesehatan keluarga, membantu pengendalian kadar glukosa darah, serta meningkatkan kualitas hidup penderita diabetes melitus tipe 2.
DESCRIPTIVE ANALYTIC PENYAKIT TERBANYAK BERDASARKAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK DI PUSKESMAS BAGU Lia Hardani; Giatma Dwijuna Ahadi; Lalu Muhammad Sadam Husen
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57413

Abstract

Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan wajib menyelenggarakan sistem pelaporan yang akurat, salah satunya melalui Laporan Bulanan Data Kesakitan (LB1). Morbiditas atau Tingkat Kesakitan merupakan indikator krusial dalam mengukur derajat kesehatan masyarakat. Rekam medis merupakan suatu dokumen mengenai identitas dan riwayat  pasien  yang digunakan dalam kepentingan pelayanan dan kesehatan. Rekam medis juga dapat digunakan sebagai dasar dalam pelaporan angka kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan dan pengolahan data rekam medis dalam pelaporan angka kesakitan di Puskesmas Bagu Tahun 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap dokumen rekam medis pasien periode Januari hingga September 2025 dan dianalisis menggunakan teknik tabulasi silang (crosstabulation). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengumpulan data rekam medis untuk LB1 masih dilakukan oleh tenaga medis (dokter/perawat) di poli, bukan oleh petugas rekam medis khusus. Selama periode tersebut tercatat total 11.463 kunjungan dengan penyakit tertinggi adalah Essential (primary) hypertension sebanyak 2.969 kasus (prevalence rate 12,16%). Berdasarkan jenis kelamin, kasus lebih didominasi oleh pasien perempuan dengan 15.918 kunjungan dibandingkan laki-laki sebanyak 8.482 kunjungan. Simpulan penelitian ini adalah pemanfaatan data rekam medis telah berjalan secara
STRATEGI CONTENT MARKETING UNTUK MENINGKATKAN AWARENESS KESEHATAN Wirdatun Nisa; Diannita Pratiwi; Nesia Oktarina
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57418

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah paradigma promosi kesehatan menjadi lebih inovatif dan interaktif. Content marketing menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan awareness kesehatan melalui penyediaan informasi yang edukatif, relevan, dan menarik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas strategi content marketing dalam meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat.Penelitian ini menggunakan desain systematic review dengan pedoman PRISMA. Sumber data diperoleh dari jurnal nasional dan internasional melalui database Sinta, Garuda, Neliti, PubMed, dan Scopus dengan rentang tahun 2018–2025. Artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis menggunakan pendekatan sintesis tematik untuk mengidentifikasi strategi content marketing dan dampaknya terhadap awareness kesehatan. Hasil kajian menunjukkan bahwa content marketing melalui media sosial dan platform digital efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan, keterlibatan masyarakat, serta perubahan perilaku kesehatan. Strategi yang paling efektif meliputi penggunaan konten edukatif, visual, storytelling, dan kolaborasi dengan influencer kesehatan. Selain itu, pendekatan komunikasi pemasaran terpadu berbasis data mampu meningkatkan brand awareness dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan. Content marketing merupakan strategi yang efektif dan inovatif dalam meningkatkan awareness kesehatan. Pemanfaatan teknologi digital yang optimal dapat mendukung promosi kesehatan yang berkelanjutan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
PENERAPAN TERAPI RENDAM KAKI AIR HANGAT DAN JAHE MERAH TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA Ny. A.B DENGAN HIPERTENSI DI RUANGAN MAWAR RSUD dr. T.C HILLERS MAUMERE Jeremias Jedo; Melkias Dikson
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57420

Abstract

Hipertensi adalah salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama kematian di seluruh dunia. Kondisi ini ditandai dengan meningkatnya tekanan darah, yaitu ketika tekanan sistolik melebihi 140 mmHg dan tekanan diastolik mencapai atau melebihi 90 mmHg. Hipertensi sering dikenal sebagai silent disease karena gejalanya cenderung tidak terlihat atau tidak disadari oleh penderitanya. Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2023, tercatat sebanyak 261.670 orang penderita hipertensi di wilayah tersebut, yang setara dengan sekitar 28,2% dari total penderita hipertensi di Indonesia. Hasil studi pendahuluan yang telah dilakukan di Ruang Mawar RSUD dr. T.C Hillers Maumere pada hari selasa 17 frebuari 2026 didapatkan jumlah pasien hipertensi selama 3 bulan terakhir sebannyak 119 kasus. Penyakit ini masuk dalam kategori kondisi kesehatan yang memerlukan perhatian khusus. Rendam kaki dengan air hangat (hidroterapi) dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah pada jaringan otot. Terapi ini juga dapat dikombinasikan dengan bahan herbal seperti jahe merah. Penggunaan jahe merah dalam rendam kaki air hangat merupakan salah satu metode non-farmakologis yang mulai banyak diperhatikan. Metode penulisan yang digunakan dalam studi kasus ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus, yang menggunakan pendekatan proses keperawatan dan memfokuskan pada salah satu masalah penting dalam kasus yang dipilih yaitu asuhan keperawatan pada klien hipertensi dengan fokus studi penerapan terapi rendam kaki air hangat dan jahe merah untuk menurunan tekanan darah.
KAITAN RIWAYAT PUBERTAS DAN PENGETAHUAN DENGAN STATUS GIZI REMAJA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Ade Salma Yunia Rachmah; Yania Febsi; Nisri Ina Zahrah; Qonita Qonita; Defi Selvianita; Tunjung Tri Agita
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57427

Abstract

Periode remaja setelah pubertas dimulai merupakan fase penting dalam siklus kehidupan karena status gizi pada masa ini mencerminkan hasil pertumbuhan sebelumnya sekaligus berperan dalam menentukan risiko kesehatan jangka panjang. Namun, status gizi remaja di Indonesia masih belum optimal, sementara penelitian yang mengkaji keterkaitan riwayat pubertas dan pengetahuan gizi pada remaja sekolah menengah kejuruan masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan keterkaitan riwayat usia pubertas dan pengetahuan gizi dengan status gizi remaja di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Pandeglang. Penelitian menggunakan desain potong lintang dengan melibatkan seluruh murid kelas 10 hingga 11. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling, sehingga diperoleh 29 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Riwayat usia pubertas dan pengetahuan gizi dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur, sedangkan status gizi dinilai menggunakan indikator indeks massa tubuh menurut umur (IMT/U) dan tinggi badan menurut umur (TB/U) berdasarkan standar WHO. Analisis dilakukan menggunakan uji Spearman. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara usia pubertas dan IMT/U (r = −0,580; p = 0,001), sementara usia pubertas tidak berhubungan signifikan dengan TB/U. Pengetahuan gizi juga tidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan IMT/U maupun TB/U. Kesimpulannya, riwayat usia pubertas merupakan faktor personal yang berasosiasi dengan variasi status gizi remaja setelah mulai pubertas, khususnya IMT/U, sedangkan pengetahuan gizi belum tentu tercermin langsung pada status gizi remaja SMK.
RELAKSASI NAPAS DALAM DAN AROMATERAPI PEPPERMINT MENURUNKAN NYERI PASCA APENDIKTOMI DI MAUMERE yovanista yerokoni anjeli; Anggia Riske Wijayanti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57434

Abstract

Apendisitis merupakan salah satu penyebab utama kegawatdaruratan abdomen yang sering memerlukan tindakan pembedahan apendiktomi. Nyeri pasca operasi menjadi masalah utama yang dialami pasien dan dapat menghambat proses pemulihan. Penatalaksanaan nyeri tidak hanya dilakukan secara farmakologis, tetapi juga dapat dikombinasikan dengan metode non farmakologis seperti relaksasi napas dalam dan aromaterapi peppermint. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan relaksasi napas dalam dan aromaterapi peppermint terhadap penurunan intensitas nyeri pada pasien post apendiktomi di Ruang Dahlia RSUD dr. T. C. Hillers Maumere. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan pada dua pasien post apendiktomi. Pengukuran intensitas nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Intervensi dilakukan selama tiga hari, dua kali sehari, berupa teknik relaksasi napas dalam yang dikombinasikan dengan pemberian aromaterapi peppermint. Hasil menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri pada kedua pasien, dari skala nyeri sedang (5) menjadi nyeri ringan (2) setelah dilakukan intervensi. Selain itu, pasien tampak lebih rileks, nyaman, dan mampu melakukan aktivitas secara mandiri. Kesimpulan dari studi ini adalah bahwa relaksasi napas dalam yang dikombinasikan dengan aromaterapi peppermint efektif dalam menurunkan intensitas nyeri pada pasien post apendiktomi. Intervensi ini dapat dijadikan sebagai terapi komplementer dalam praktik keperawatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan mempercepat proses pemulihan pasien.  
UJI EFEKTIVITAS ANTIANEMIA EKSTRAK ETANOL DAUN AWAR-AWAR (FICUS SEPTICA) TERHADAP MENCIT PUTIH JANTAN (MUS MUSCULUS) Khairun Nisa; A.M Muslihin; Angga Bayu Budiyanto
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57441

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas ekstrak etanol daun awar-awar (Ficus septica) sebagai antianemia pada mencit putih jantan (Mus musculus) yang diinduksi menggunakan natrium nitrit (NaNO₂). Penelitian menggunakan metode pretest-posttest control group dengan rancangan eksperimental melibatkan lima kelompok perlakuan yaitu kontrol positif (tablet tambah darah), kontrol negatif (Na-CMC 0,5%), serta tiga kelompok ekstrak etanol daun awar-awar dosis 10, 20, dan 40 mg/kgBB. Mencit diinduksi anemia selama 14 hari dengan NaNO₂ dan pengukuran kadar hemoglobin dilakukan menggunakan Hb meter. Hasil skrining fitokimia menunjukkan ekstrak mengandung flavonoid sebagai komponen utama yang diduga berperan dalam aktivitas antianemia. Hasil analisis paired t-test menunjukkan terdapat penurunan signifikan kadar hemoglobin setelah induksi pada semua kelompok (P < 0,05). Namun, analisis dan uji independen sampel t test menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok perlakuan ekstrak etanol daun awar-awar dengan kelompok kontrol, sehingga ekstrak etanol daun awar-awar pada dosis yang diberikan belum terbukti efektif meningkatkan kadar hemoglobin pada model anemia mencit. Penelitian ini merekomendasikan agar penelitian lanjutan mempertimbangkan pengendalian asupan nutrisi dan eksplorasi dosis maupun durasi pemberian yang lebih variatif untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal.