cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,916 Documents
IMPLEMENTASI PENDEKATAN MANAJEMEN BERBASIS KOMUNITAS DALAM PENANGGULANGAN RUMAH TIDAK SEHAT DI WILAYAH PESISIR : STUDI KASUS DI DESA PUNGE JURONG, BANDA ACEH Zahratul Aini; Ira Anggraini; Putri Kartika Listya; Tilaili Ibrahim; Achmad Revi Fawwaz; Hendra Kurniawan; Syahrizal Syahrizal; Nur Ikhsani Rahmatika; Hafni Andayani; Tita Menawati Liansyah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57172

Abstract

Penelitian ini bertujuan menggambarkan kondisi rumah tidak sehat serta merumuskan intervensi berbasis komunitas di Desa Punge Jurong. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Populasi penelitian adalah seluruh keluarga di Desa Punge Jurong, dengan sampel keluarga yang memenuhi kriteria observasi lingkungan rumah dan dipilih secara purposive sampling. Variabel yang diteliti meliputi kondisi fisik rumah, sanitasi lingkungan, dan perilaku penghuni dalam menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Data dikumpulkan melalui observasi langsung menggunakan lembar skrining indikator rumah sehat serta wawancara terstruktur, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar indikator rumah sehat belum terpenuhi. Permasalahan utama yang ditemukan meliputi ventilasi yang tidak memadai, pencahayaan buruk, kepadatan hunian tinggi, keterbatasan akses air bersih, serta perilaku penghuni yang belum mendukung praktik hidup bersih dan sehat. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko penyakit infeksi, gangguan kesehatan mental, dan kecelakaan rumah tangga. Kondisi rumah di Desa Punge Jurong masih belum memenuhi kriteria rumah sehat, sehingga diperlukan intervensi berbasis komunitas melalui edukasi kesehatan, perbaikan sanitasi sederhana, peningkatan ventilasi, dan pemberdayaan masyarakat agar kualitas lingkungan hunian serta kesehatan masyarakat dapat meningkat secara berkelanjutan.
HIV-ASSOCIATED NEPHROPATHY (HIVAN) DITANDAI DENGAN DISFUNGSI GINJAL BERAT DAN KETIDAKSEIMBANGAN ELEKTROLIT : LAPORAN KASUS Nanda Syah Alam; Ita Murbani Handajaningrum; Velma Herwanto
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57210

Abstract

Infeksi HIV tetap menjadi masalah kesehatan global yang signifikan dan berhubungan dengan berbagai komplikasi sistemik, termasuk penyakit ginjal. Salah satu manifestasi ginjal yang paling dikenal pada pasien dengan HIV stadium lanjut adalah HIV-Associated Nephropathy (HIVAN), yang umumnya ditandai dengan proteinuria berat, penurunan fungsi ginjal yang berlangsung cepat, serta gambaran biopsi khas berupa glomerulosklerosis segmental fokal tipe kolaps. Seorang perempuan berusia 60 tahun dengan riwayat infeksi HIV selama tujuh tahun, yang saat ini menjalani terapi antiretroviral, datang ke unit gawat darurat dengan keluhan muntah berat yang menetap lebih dari 20 kali sehari, disertai penurunan nafsu makan dan kelemahan umum. Pasien juga memiliki diabetes melitus tipe 2 dan hipertensi yang tidak terkontrol sebagai komorbiditas. Pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 154/82 mmHg dengan temuan lain yang tidak bermakna. Pemeriksaan laboratorium mengungkapkan peningkatan kadar ureum dan kreatinin darah yang konsisten dengan gangguan ginjal, disertai hiperglikemia dan anemia. Foto toraks menunjukkan peningkatan gambaran bronkovaskular yang mengarah pada kemungkinan bronkitis. Berdasarkan gambaran klinis keseluruhan dan hasil laboratorium penunjang, pasien didiagnosis dengan HIVAN disertai hipertensi, diabetes melitus tipe 2, dan anemia. Tatalaksana meliputi perawatan suportif berupa terapi antihipertensi, diuretik, dan transfusi darah, serta persiapan hemodialisis dengan rencana pemasangan akses dialisis sentral.
PREEKLAMSIA BERAT DENGAN KPD PADA G2P1A0 RIWAYAT MEROKOK DAN HEG : LAPORAN KASUS Indah Septi Alviani; Ajeng Normala
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57211

Abstract

Ketuban Pecah Dini (KPD) merupakan komplikasi obstetri yang terjadi pada 8–10% seluruh kehamilan dan berkontribusi terhadap sekitar 20% kematian ibu di Indonesia. Preeklamsia berat merupakan kondisi hipertensi pada kehamilan yang berkaitan erat dengan kejadian KPD melalui mekanisme disfungsi plasenta dan iskemia. Riwayat merokok dan hiperemesis gravidarum (HEG) turut menjadi faktor risiko yang memperburuk prognosis maternal dan perinatal. Laporan kasus ini bertujuan untuk mendeskripsikan penatalaksanaan KPD disertai preeklamsia berat pada ibu hamil dengan riwayat merokok dan HEG. Laporan kasus ini menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan sumber data tunggal. Subjek adalah seorang pasien perempuan usia 24 tahun dengan status obstetri G₂P₁A₀ yang dirawat di RSUD Ciawi pada November 2024. Data dikumpulkan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, serta rekam medis pasien. Pasien datang dengan keluhan keluarnya air ketuban sejak 8 jam sebelum masuk rumah sakit disertai nyeri perut hilang timbul. Tekanan darah 140/90 mmHg, proteinuria +2, dan hemoglobin 10,2 g/dL. Pasien memiliki riwayat merokok aktif selama kehamilan dan riwayat mual muntah berlebihan pada trimester pertama. Diagnosis ditegakkan sebagai KPD dan preeklamsia berat. Tatalaksana meliputi nifedipin, MgSO₄, antibiotik, analgetik, dan induksi persalinan dengan oksitosin. Kombinasi KPD dan preeklamsia berat pada ibu hamil dengan riwayat merokok dan HEG meningkatkan risiko komplikasi maternal dan perinatal secara signifikan. Deteksi dini dan penatalaksanaan segera merupakan kunci dalam menurunkan morbiditas dan mortalitas pada kasus ini.
POTENSI CRYOTHERAPY DALAM WELLNESS TOURISM UNTUK MODULASI NYERI NON-FARMAKOLOGI : TINJAUAN LITERATUR Dewa Ayu Aryantika Anggraeni; Made Kurnia Widiastuti Giri; yoman Ratih Widya Sari; Putu Ayu Daneswari Dewi; Kadek Listia Prasetya Dewi; Ni Nyoman Ayu Trisna Anggarini
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57216

Abstract

Nyeri merupakan perasaan emosional tidak menyenangkan yang terjadi akibat respon sistem saraf terhadap rangsangan yang dialami tubuh. Sensasi nyeri akan sering ditemukan pada pasien dengan gangguan sistem muskuloskeletal disertai dengan keluhan penurunan ruang gerak tubuh. Keluhan tersebut dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang untuk bisa melakukan aktivitas sehari-hari. Modalitas cryoteraphy tersebut sejalan dengan salah satu pendekatan kesehatan yakni wellness. Dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisata kebugaran, maka layanan untuk bisa mengintervensi nyeri semakin dibutuhkan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji potensi cryotherapy sebagai terapi komplementer pada layanan wellness tourism dalam memodulasi nyeri secara non-farmakologi. Penelitian ini berupa studi literatur riview yang menggunakan PRISMA sebagai landasan. Pencarian literatur dilakukan melalui dua sumber data digital yang ada, yakni Google Scholar dan Pubmed. Kata kunci yang digunakan yakni (cryotherapy OR “cold therapy” OR “whole body cryotherapy”) AND (pain OR “musculoskeletal pain” OR “chronic pain”) AND (rehabilitation OR recovery OR therapy OR wellness). Delapan artikel ilmiah yang dikaji membuktikan efektivitas cryotherapy dalam menurunkan sensasi nyeri secara signifikan dan mengurangi penggunaan obat analgesik pasca-intervensi. Penggunaan cryotherapy secara signifikan dapat mempercepat modulasi sensasi nyeri pada pasien dengan gangguan muskuloskeletal. Efek pemulihan tersebut membuka peluang pengintegrasian dengan wellness tourism yang baru terfokuskan pada pemulihan mental dan spiritual. Namun, sebelum diintegrasikan langsung, diperlukan penelitian lebih lanjut yang berfokus kepada individualisasi protokol suhu agar sesuai dengan profil masing-masing wisatawan.
- IMPLEMENTASI JAMBAN SEHAT SEKOLAH DALAM PERSPEKTIF COMMUNITY-ORIENTED PRIMARY CARE : STUDI KASUS SANITASI DI SD NEGERI 21 BANDA ACEH Zahratul Aini; Tasmiadi Tasmiadi; Putri Kartika Listya; Tilaili Ibrahim; Regita Ayu Kumuda Wardani; Hijra Novia Suadi; Vera Dewi Mulia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57223

Abstract

Sanitasi sekolah merupakan salah satu komponen penting dalam upaya promotif dan preventif kesehatan anak sekolah. Studi ini menggambarkan kondisi jamban di SD Negeri 21 Banda Aceh melalui pendekatan community case study berbasis Community-Oriented Primary Care (COPC). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, inspeksi sanitasi, serta analisis dokumen terkait aspek infrastruktur, ketersediaan air bersih, pengelolaan limbah, perilaku higiene, dan sistem pemeliharaan. Hasil observasi menunjukkan bahwa SD Negeri 21 Banda Aceh memiliki populasi 205 siswa dengan fasilitas 4 unit kamar mandi yang telah terbagi berdasarkan gender. Secara kuantitatif, ketersediaan ini menunjukkan upaya pemenuhan rasio fasilitas yang memadai, namun masih ditemukan permasalahan pada aspek kebersihan, sistem drainase, serta pemeliharaan fasilitas yang belum optimal. Faktor perilaku pengguna dan manajemen sekolah menjadi determinan penting dalam keberfungsian fasilitas sanitasi. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan sanitasi sekolah tidak dapat dicapai hanya melalui pembangunan fasilitas statis, melainkan memerlukan pendekatan komprehensif yang mengintegrasikan perbaikan infrastruktur, perubahan perilaku, serta penguatan tata kelola dan kolaborasi lintas sektor guna mencapai sanitasi sekolah yang berkelanjutan.Tanpa penguatan pada aspek tata kelola dan edukasi berkelanjutan, risiko penyakit infeksi dan hambatan psikososial akan tetap menjadi ancaman bagi produktivitas serta kualitas capaian akademik siswa di masa depan.
PENGARUH LITERASI DIGITAL TERHADAP KEPUASAN PESERTA JKN MELALUI PENGGUNAAN ANTREAN ONLINE Zulfikar Tabara; Andi Rizki Amelia AP; Andi Nurlinda
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57225

Abstract

Digitalisasi pelayanan kesehatan melalui aplikasi Mobile JKN, khususnya fitur antrian online, merupakan inovasi BPJS Kesehatan untuk meningkatkan efisiensi pelayanan. Pemanfaatan fitur ini dipengaruhi oleh literasi digital peserta yang dapat meningkatkan kepuasan layanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi digital terhadap kepuasan peserta JKN melalui penggunaan fitur antrian online di RSUD Lamaddukelleng Kabupaten Wajo. Metode. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei. Populasi terdiri dari 2.611 peserta JKN yang menggunakan fitur antrian online, dengan sampel sebanyak 347 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dan teknik random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner berskala likert dan dianalisis menggunakan metode univariat dan multivariat melalui analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital, penggunaan antrean online, dan kepuasan peserta semuanya berada pada tingkat tinggi. Literasi digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap penggunaan antrean online (β=0.771; p<0.05) dan kepuasan peserta (β=0.448; p<0.05). Penggunaan antrian online juga mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan (β=0.157; p<0.05). Selain itu, literasi digital mempunyai pengaruh tidak langsung terhadap kepuasan melalui penggunaan antrean online (β=0.121; p<0.05), yang menunjukkan adanya peran mediasi parsial. Kesimpulannya yaitu peningkatan literasi digital berkontribusi pada optimalisasi penggunaan layanan antrean online dan peningkatan kepuasan peserta JKN. Oleh karena itu, peningkatan edukasi digital dan optimalisasi layanan Mobile JKN sangat penting untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan.  
PENGARUH SIMULASI MANAJEMEN STRES TERHADAP KESIAPSIAGAAN PSIKOLOGIS SISWA SMA NEGERI 1 KRETEK Happy Aura; Vita Purnamasari; Aisyah Nur Azizah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57240

Abstract

Kesiapsiagaan psikologis merupakan faktor yang sangat penting bagi siswa yang tinggal di daerah rawan bencana, khususnya wilayah pesisir yang berisiko tsunami. Kesiapsiagaan yang tidak memadai dapat meningkatkan kerentanan individu terhadap dampak psikologis maupun kesalahan dalam pengambilan keputusan saat bencana terjadi dan dampak negatif saat bencana terjadi akan semakin tinggi. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan kesiapsiagaan psikologis, salah satunya melalui simulasi manajemen stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh simulasi manajemen stres terhadap kesiapsiagaan psikologis siswa dalam menghadapi bencana tsunami di SMA Negeri 1 Kretek. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI dengan jumlah sampel sebanyak 132 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kesiapsiagaan psikologis yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon Signed Ranks Test untuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada kesiapsiagaan psikologis siswa setelah diberikan simulasi manajemen stres p-velue 0,001. Sebelum intervensi, sebagian besar siswa berada pada kategori sedang hingga tinggi, sedangkan setelah intervensi meningkat menjadi dominan pada kategori tinggi. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa simulasi manajemen stres berpengaruh positif dalam meningkatkan kesiapsiagaan psikologis siswa, sehingga dapat menjadi salah satu strategi yang efektif dalam upaya kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah.
PERAWATAN PALIATIF PADA PASIEN KANKER PARU : TINJAUAN LITERATUR Hendra Kurniawan; Muhammad Rahmat Pirwanja; Muhammad Fathan Mubina
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57248

Abstract

Kanker paru merupakan salah satu penyakit keganasan dengan tingkat mortalitas tertinggi di dunia khususnya pada stadium lanjut. Kanker paru mencakup semua keganasan pada paru, baik yang berasal dari jaringan paru itu sendiri maupun akibat proses metastasis dari organ lain. Secara histologis, kanker paru diklasifikasikan menjadi dua kelompok utama, yaitu small cell lung carcinoma (SCLC) dan non-small cell lung carcinoma (NSCLC). Pada stadium lanjut, pasien umumnya mengalami penurunan kualitas hidup yang signifikan akibat beban gejala fisik, psikologis, sosial, dan spiritual yang berat, sehingga pendekatan perawatan paliatif menjadi sangat relevan dan dibutuhkan. Studi ini menggunakan desain tinjauan literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif terhadap sebelas artikel ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal bereputasi nasional dan internasional melalui database PubMed, EMBASE, ScienceDirect, Wiley, dan Google Scholar dalam rentang tahun publikasi antara 2010 hingga 2022. Kriteria inklusi mencakup studi dengan desain uji acak terkontrol klinis, kohort retrospektif, dan kohort prospektif pada pasien yang didiagnosis dengan kanker paru stadium lanjut dan mendapatkan intervensi perawatan paliatif. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa sebanyak sembilan dari sebelas studi menemukan bahwa perawatan paliatif secara signifikan meningkatkan kualitas hidup pasien kanker paru stadium lanjut. Intervensi perawatan paliatif mencakup asesmen dan penatalaksanaan komprehensif yang bersifat multidimensi, meliputi aspek fisik, psikologis, spiritual, dan sosial pasien. Simpulan dari tinjauan ini menegaskan bahwa integrasi perawatan paliatif secara dini dalam manajemen kanker paru stadium lanjut terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas hidup pasien secara menyeluruh dan berkesinambungan.
HUBUNGAN STATUS FUNGSI GINJAL DENGAN TINGKAT KELELAHAN PADA PASIEN TALAMIA -β MAYOR DI RSUD SAYANG CIANJUR Bahrul ulum; M.Dodik Prastiyo
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57278

Abstract

Talasemia-β mayor adalah kelainan genetik akibat defek sintesis rantai hemoglobin yang mengharuskan penderitanya menjalani transfusi darah rutin seumur hidup. Prosedur transfusi yang berulang ini memicu penumpukan zat besi (iron overload) yang berisiko mengendap di parenkim ginjal, sehingga menimbulkan stres oksidatif dan kerusakan pada tubulus ginjal. Kondisi ini sering kali diikuti dengan keluhan kelelahan (fatigue) kronis yang bersifat multidimensi dan mengganggu kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara status fungsi ginjal dengan tingkat kelelahan pada pasien talasemia-β mayor di RSUD Sayang Cianjur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasi cross-sectional. Sebanyak 33 responden dipilih dari populasi pasien talasemia-β mayor di RSUD Sayang Cianjur melalui teknik purposive sampling. Data fungsi ginjal diperoleh melalui observasi kadar kreatinin serum, sedangkan tingkat kelelahan diukur menggunakan kuesioner FACIT-Fatigue Scale. Seluruh data diuji secara statistik menggunakan korelasi Spearman Rank. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (57,6%) berada pada kategori kelelahan sedang, sementara mayoritas responden (75,8%) masih memiliki kadar kreatinin dalam batas normal. Hasil uji bivariat memperlihatkan nilai p-value 0,046 dengan koefisien korelasi sebesar -0,350. Terdapat hubungan signifikan dengan kekuatan lemah dan arah negatif antara status fungsi ginjal dengan tingkat kelelahan. Hal ini mengindikasikan bahwa penurunan fungsi ginjal berkaitan dengan peningkatan rasa lelah yang dialami oleh pasien.
PENGARUH PEMBERIAN PELAYANAN INFORMASI OBAT DAN KONSELING TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI RUMAH SAKIT BALA KESELAMATAN BOKOR TUREN KABUPATEN MALANG Maria Elsiani Seran; Riana Putri Rahmawati; Intan Adevia Rosnarita
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57285

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang memerlukan kepatuhan tinggi dalam pengobatan guna mengontrol kadar glukosa darah dan mencegah komplikasi. Namun, tingkat ketidakpatuhan pasien masih cukup tinggi, terutama akibat kurangnya pemahaman mengenai penyakit dan penggunaan obat yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh Pelayanan Informasi Obat (PIO) dan konseling oleh apoteker terhadap tingkat kepatuhan minum obat pada pasien Diabetes Mellitus. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan model one group pretest–posttest. Pengukuran tingkat kepatuhan dilakukan menggunakan kuesioner MMAS-8 (Morisky Medication Adherence Scale) sebelum dan sesudah intervensi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk melihat distribusi tingkat kepatuhan serta secara inferensial menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum pemberian PIO dan konseling, tingkat kepatuhan rendah sebesar 61,6%, kepatuhan sedang 21,9%, dan kepatuhan tinggi 16,4%. Setelah intervensi, terjadi peningkatan kepatuhan tinggi menjadi 61,6%, kepatuhan sedang 24,7%, serta penurunan kepatuhan rendah menjadi 13,7%. Hasil uji statistik menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi (p = 0,000 < 0,05). Kesimpulannya, pemberian Pelayanan Informasi Obat dan konseling oleh apoteker berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kepatuhan minum obat pada pasien DM. Intervensi ini dapat menjadi strategi efektif dalam mendukung keberhasilan terapi dan meningkatkan kualitas hidup pasien.