cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,916 Documents
PEMERIKSAAN DAN DIAGNOSIS ADHD PADA POPULASI DEWASA DI INDONESIA : TINJAUAN SINTESIS DARI BERBAGAI PEDOMAN KLINIS Rachel Rae Kusuma; Made Kurnia Widiastuti Giri; Nyoman Intan Permatahati Wiguna
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57442

Abstract

Konseptualisasi attention-deficit/hyperactivity disorder (ADHD) telah bergeser dari gangguan perilaku disruptif terbatas pada masa kanak-kanak menjadi gangguan perkembangan saraf yang dapat menetap hingga dewasa. Gangguan ini masih sering mengalami underdiagnosis/misdiagnosis akibat keterbatasan pengetahuan dan pelatihan penyedia layanan, kondisi dual reference, dan absennya pedoman praktik klinis operasional untuk asesmen ADHD di Indonesia. Artikel ini bertujuan untuk: (1) mengurai dan membandingkan sistem klasifikasi diagnosis ADHD pada populasi dewasa di Indonesia; (2) menjelaskan diagnosis banding dan komorbiditas yang relevan; serta (3) menyintesis tahapan pemeriksaan klinis operasional ADHD pada populasi dewasa dari berbagai pedoman. Menggunakan metodologi tinjauan pustaka naratif, penelitian ini menganalisis berbagai buku/manual, dokumen pemerintah, dan artikel ilmiah terkini yang ditelusuri dari basis data elektronik dan sumber institusional resmi. Tinjauan menunjukkan adanya perbedaan mendasar terkait ADHD dalam kerangka konseptual, batas usia onset, ambang jumlah gejala, dan spesifikasi gejala pada dewasa antarsistem klasifikasi ICD-10/PPDGJ-III dan ICD-11/DSM-5. Selain itu, kondisi neurologis, psikiatrik, medis, dan efek samping obat dapat menjadi diagnosis banding dari ADHD. Artikel ini juga menyintesis tujuh tahap pemeriksaan klinis operasional ADHD pada populasi dewasa. Tinjauan ini menawarkan kerangka kerja operasional bagi klinisi untuk meningkatkan akurasi diagnostik serta memberikan dasar konseptual bagi pemerintah dalam penyusunan pedoman praktik klinis nasional mengenai ADHD lintas rentang kehidupan.
HUBUNGAN SPIRITUALITAS DAN STRES DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI RSUD DEPATI HAMZAH TAHUN 2025 Ivo Oktaviani; Nova Mardiana
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57445

Abstract

Gagal Ginjal Kronik (GGK) merupakan penyakit kronis yang memerlukan terapi hemodialisis jangka panjang dan dapat menimbulkan stres pada pasien, sehingga bisa berdampak pada penurunan kualitas hidup. Spiritualitas ini merupakan salah satu faktor yang berperan sebagai mekanisme koping ini dalam menghadapi stres akibat penyakit kronis. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui hubungan spiritualitas dan stres dengan kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronik di RSUD Depati Hamzah tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dan uji chi-square dengan hasil berupa yaitu analisa univariat dan bivariat. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh dari pasien gagal ginjal kronik yang menjalani pengobatan dan perawatan di RSUD Depati Hamzah pada tahun 2025 sebanyak 107 responden. Besaran sampel dalam penelitian ini sebanyak 51 responden. Penelitian ini juga dilaksanakan pada tanggal 12-20 November Tahun 2025 di RSUD Depati Hamzah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan spiritualitas dengan nilai (p = 0,001) dan stres (p = 0,002) terhadap kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronik. Saran dari penelitian ini yaitu dapat menjadi dasar pengembangan program perawatan holistik bagi pasien gagal ginjal kronik yang tidak hanya fokus pada pengelolaan gejala fisik saja, tetapi juga memperhatikan aspek psikologis maupun kebutuhan spiritual sehingga dapat meningkatkan kemampun dalam memperbaiki kualitas hidup pasien.
STRATEGI PENETAPAN HARGA DALAM MENANGKAP NILAI PELANGGAN Dasniati Dasniati; Kevin Girato; Sarimah Mudah. S
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57447

Abstract

Harga merupakan elemen penting dalam bauran pemasaran yang berperan langsung terhadap keputusan pembelian konsumen dan profitabilitas perusahaan. Dalam lingkungan bisnis yang semakin kompetitif, perusahaan perlu menetapkan harga yang tidak hanya mencerminkan biaya produksi, tetapi juga nilai yang dirasakan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep harga, nilai pelanggan, serta strategi penetapan harga yang efektif dalam menangkap nilai pelanggan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui studi literatur terhadap berbagai sumber akademik yang dipublikasikan pada periode 2018–2025. Data diperoleh dari buku, jurnal nasional, dan jurnal internasional yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan metode content analysis. Hasil kajian menunjukkan bahwa harga memiliki fungsi strategis sebagai indikator kualitas, alat persaingan, dan penentu keuntungan perusahaan. Nilai pelanggan terdiri atas nilai emosional, sosial, kualitas atau performa, serta nilai ekonomis. Ketika pelanggan merasakan manfaat yang lebih besar dibandingkan pengorbanan yang dikeluarkan, tingkat kepuasan dan loyalitas cenderung meningkat. Tiga pendekatan utama dalam penetapan harga yang ditemukan adalah cost-based pricing, competition-based pricing, dan value-based pricing. Di antara ketiganya, value-based pricing dianggap paling efektif karena berorientasi pada persepsi dan kebutuhan pelanggan. Dapat disimpulkan bahwa strategi penetapan harga yang berfokus pada nilai pelanggan mampu meningkatkan kepuasan, loyalitas, dan daya saing perusahaan sekaligus mendukung keberlanjutan profitabilitas jangka panjang.
INTERVENSI JALAN KAKI TERATUR DALAM MENURUNKAN TEKANAN DARAH PADA STUDI KEPERAWATAN KELUARGA Fransiska Barek Boli; Pasionista Vianitati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57454

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah ≥140/90 mmHg dan sering disebut sebagai silent killer karena tidak menimbulkan gejala yang jelas. Tingginya prevalensi hipertensi, termasuk di wilayah kerja UPT Puskesmas Waipare, dipengaruhi oleh pola makan tidak sehat dan kurangnya aktivitas fisik. Penanganan yang selama ini berfokus pada terapi farmakologis perlu didukung dengan intervensi nonfarmakologis, salah satunya aktivitas jalan kaki teratur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan jalan kaki teratur dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi melalui pendekatan asuhan keperawatan keluarga. Metode penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua keluarga penderita hipertensi di wilayah kerja UPT Puskesmas Waipare. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik. Intervensi berupa jalan kaki teratur dilakukan selama 3 hari dengan durasi 30 menit setiap pagi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tekanan darah pada kedua klien setelah penerapan jalan kaki teratur. Pada klien I tekanan darah menurun dari 160/100 mmHg menjadi 150/90 mmHg, sedangkan pada klien II terjadi perbaikan kondisi meskipun belum signifikan. Selain itu, klien merasa lebih bugar dan memahami pentingnya aktivitas fisik. Kesimpulannya, penerapan jalan kaki teratur efektif membantu menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kesadaran keluarga dalam pengelolaan hipertensi secara mandiri dan berkelanjutan
PERAN MANAGERIAL KEPALA RUANGAN DAN KEPATUHAN PERAWAT PELAKSANA DALAM MENERAPKAN SOP PENERIMAAN PASIEN BARU DI RSUD DR T.C HILLERS MAUMERE Anjelina Agustina Gau Lengo; Maria Yulita Meo
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57458

Abstract

Pelaksanaan SOP penerimaan pasien baru membutuhkan peran managerial kepala ruangan yang mencakup fungsi perencanaan, perorganisasian, pengarahan dan pengendalian agar pelayanan berjalan efektif dan sesuai standar. Ketidakpatuhan perawat pelaksana dalam menerapkan SOP tersebut dapat berdampak pada kualitas pelayanan dan keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepala ruangan serta tingkat kepatuhan perawat pelaksana dalam penerapan SOP penerimaan pasien baru di rumah sakit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian ini berjumlah 23 perawat pelaksana yang di pilih mengunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui lembar observasi untuk menilai kepatuhan terhadap SOP penerimaan pasien baru. Analisis data dilakukan dengan pendekatan SWOT. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 23 perawat pelaksana, 13 orang (56,5%) tidak patuh, 6orang (26,1%) kurang patuh, dan 4 orang (17,4%) patuh dalam menerapkan SOP penerimaan pasien baru. Analisis SWOT menunjukan nilai IFAS -0,4 dan EFAS 0,3 yang berada pada kuadran WO sehingga rencana strategis yang digunakan bersifat progesif atau trun around yaitu dengan meminimalkan kelemahan internal untuk memanfaatkan peluang yang ada. peneliti menyimpulkan bahwa peran managerial kepala ruangan yang optimal, supervise yang berkesinambungan serta komunikasi yang efektif dapa tmengurangi kelemahan internal,meningkatkan mutu pelayanan keperawatan dan berdampak pada peningkatan kepuasan pasien
ANALISIS FAKTOR PEMANFAATAN PELAYANAN ANTENATAL CARE DI PUSKESMAS TAWAELI KOTA PALU Nurul Evriany; Widy Try Windy
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57461

Abstract

Antenatal Care (ANC) adalah pemeriksaan kehamilan untuk mengoptimalkan kesehatan mental dan fisik ibu hamil, sehingga mampu menghadapi persalinan, kala nifas, persiapan pemberian ASI dan kembalinya kesehatan reproduksi secara wajar. Pemanfaatan pelayanan ANC oleh ibu hamil dapat dipantau melalui cakupan pelayanan K1 dan K4. Data Dinas Kesehatan Kota Palu tahun 2017 di Puskesmas Tawaeli cakupan kunjungan ibu hamil K1 dan K4 terendah sebanyak 87% dan 79,4%. Rendahnya pemanfaatan pelayanan ANC dipengaruhi beberapa faktor seperti pendidikan, pengetahuan, fasilitas kesehatan, dukungan suami, peran petugas kesehatan dan kondisi ibu. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan ANC di Puskesmas Tawaeli Kota Palu. Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan potong lintang (Cross-sectional). Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester III yang berada di wilayah kerja Puskesmas Tawaeli berjumlah 312 orang. Sampel berjumlah 76 orang diambil secara Stratified Random Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian berdasarkan uji Chi-Square ada hubungan antara fasilitas kesehatan (p = 0,016), peran petugas kesehatan (p = 0,009) dan kondisi ibu (p = 0,005) dengan pemanfaatan pelayanan ANC. Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa rendahnya cakupan kunjungan K1 dan K4 di Puskesmas Tawaeli disebabkan oleh interaksi antara fasilitas kesehatan, peran petugas kesehatan, dan kondisi ibu, yang semuanya berhubungan signifikan dengan pemanfaatan pelayanan Antenatal Care (ANC).
HUBUNGAN KOMPONEN TINGKAT KESEJAHTERAAN KELUARGA TERHADAP KEJADIAN STUNTING DI KECAMATAN PONDOK TINGGI Indira Harti; Herwansyah Herwansyah; Muldiasman Muldiasman
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57471

Abstract

Stunting adalah masalah gizi jangka panjang yang memengaruhi pertumbuhan anak. Meskipun tingkat stunting di Kota Sungai Penuh tercatat yang terendah di Provinsi Jambi dengan angka 4,1%, Kecamatan Pondok Tinggi menunjukkan jumlah keluarga yang berisiko stunting paling banyak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara komponen kesejahteraan keluarga seperti pendidikan ibu, pendapatan keluarga, akses sanitasi, sumber air bersih, dan pengetahuan ibu mengenai gizi dengan kejadian stunting. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain lintas potong. Sebanyak 88 balita berusia antara 0 hingga 59 bulan dari Kecamatan Pondok Tinggi dijadikan responden. Pemilihan sampel dilakukan melalui teknik pengambilan acak sederhana. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square. Ditemukan prevalensi stunting sebesar 45,5%. Terdapat hubungan yang signifikan antara pendapatan keluarga dengan nilai (p = 0,027) dan (PR 2,087), akses sanitasi dengan nilai p 0,000 dan PR 3,291, sumber air bersih dengan nilai p 0,000 dan PR 5,000, serta pengetahuan ibu tentang gizi dengan nilai p 0,004 dan PR 2,644 terhadap kejadian stunting. Namun, pendidikan ibu tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan nilai p 0,717. Empat dari lima aspek kesejahteraan keluarga berkaitan dengan stunting. Akses terhadap sumber air bersih diidentifikasi sebagai faktor risiko paling tinggi.
PERAN APOTEKER DALAM IDENTIFIKASI DAN PENANGANAN DRUG RELATED PROBLEMS PADA TUBERKULOSIS nur annisa septyaningrum; Indri Hapsari; Githa Fungie Galistiani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57472

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular dengan prevalensi tinggi di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dan menjadi salah satu penyebab utama kematian akibat infeksi. Kompleksitas regimen pengobatan TB yang melibatkan penggunaan obat jangka panjang berisiko menimbulkan Drug Related Problems (DRPs), seperti interaksi obat, efek samping, dan ketidakpatuhan pasien terhadap terapi. Tinjauan ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran apoteker dalam identifikasi dan penanganan DRPs pada pasien TB berdasarkan literatur terkini. Metode yang digunakan adalah narrative review terhadap 10 artikel ilmiah dalam rentang waktu 2019–2024 dari database bereputasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa peran apoteker mencakup identifikasi interaksi obat, edukasi pasien, pemantauan efek samping, serta penguatan kepatuhan melalui intervensi farmasi seperti Medication Therapy Management (MTM) dan program DOTS. Bukti ilmiah menunjukkan bahwa keterlibatan aktif apoteker dapat meningkatkan efektivitas terapi dan keselamatan pasien TB. Oleh karena itu, diperlukan penguatan sistem dan kebijakan kesehatan untuk mendukung optimalisasi peran apoteker dalam praktik klinik pengelolaan TB.
LITERATUR REVIEW : KONTAMINASI MAKANAN LAUT SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP KEAMANAN PANGAN Miftahul Jannah Brs; Maula Syakira; Hilal Zhumadhil Murtala; Firdus Firdus; Muhammad Nasir; Alia Rizki
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57474

Abstract

Kontaminasi logam berat pada pangan merupakan salah satu masalah penting dalam keamanan pangan global. Ikan dan seafood merupakan sumber protein hewani yang sangat penting, namun organisme perairan memiliki kemampuan tinggi dalam mengakumulasi logam berat dari lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kandungan logam berat pada ikan dan seafood serta dampaknya terhadap kesehatan manusia melalui metode studi literatur dari berbagai jurnal ilmiah. Logam berat yang paling sering ditemukan dalam produk perikanan antara lain merkuri (Hg), kadmium (Cd), timbal (Pb), dan arsenik (As). Hasil kajian menunjukkan bahwa kontaminasi logam berat pada seafood dipengaruhi oleh pencemaran lingkungan perairan akibat aktivitas industri, pertambangan, pertanian, dan limbah domestik. Akumulasi logam berat dalam rantai makanan dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan seperti gangguan saraf, kerusakan ginjal, gangguan metabolisme sel, hingga kanker. Oleh karena itu, diperlukan analisis dan tinjauan sistem pemantauan keamanan pangan yang ketat serta pengelolaan lingkungan perairan yang berkelanjutan untuk meminimalkan risiko kontaminasi logam berat pada produk perikanan.
ANALISIS SISTEM INFORMASI KESEHATAN DALAM MENDUKUNG PENGAMBILAN KEPUTUSAN PROGRAM KESEHATAN DI INDONESIA Evi Desiana; Telpa Abdi; Rina Hartanti; Budi Hartono
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57479

Abstract

Sistem Informasi Kesehatan (SIK) merupakan komponen strategis dalam mendukung pengambilan keputusan program kesehatan berbasis bukti di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi SIK dalam mendukung pengambilan keputusan program kesehatan, meliputi permasalahan, faktor penyebab, upaya penanganan, serta peran SIK dalam sistem kesehatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah berupa jurnal nasional dan internasional, buku, serta regulasi terkait dalam kurun waktu 5–10 tahun terakhir. Analisis dilakukan secara deskriptif dengan pendekatan tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi SIK di Indonesia masih menghadapi berbagai kendala, antara lain fragmentasi sistem informasi, kualitas data yang belum optimal, beban kerja tenaga kesehatan akibat duplikasi pencatatan, keterbatasan infrastruktur teknologi, serta rendahnya pemanfaatan data untuk pengambilan keputusan. Permasalahan tersebut dipengaruhi oleh keterbatasan sumber daya manusia, ketimpangan infrastruktur, kurangnya integrasi dan koordinasi antar program, keterbatasan pembiayaan, serta budaya pemanfaatan data yang belum kuat. Berbagai upaya telah dilakukan, seperti pengembangan integrasi sistem melalui platform nasional, peningkatan kapasitas SDM, penguatan infrastruktur, serta penerapan kebijakan tata kelola data. SIK memiliki peran penting dalam menyediakan data yang sistematis dan real-time untuk mendukung analisis situasi, monitoring, dan evaluasi program kesehatan. Namun, optimalisasi peran tersebut masih memerlukan penguatan integrasi sistem, peningkatan kualitas data, serta kapasitas analisis. Dengan demikian, pengembangan SIK yang komprehensif menjadi kunci dalam meningkatkan efektivitas program dan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia.