cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,916 Documents
OPTIMALISASI ALUR PENDAFTARAN PASIEN RAWAT JALAN DI RSAU dr. M. MUNIR MALANG Annabila Ferdianna; Ike Nur Rokhmadianti; Irish Zegenny Mailuhuw; Natalia Riza Pratiwi; Radha Ardya Garini Putri Tarika; Tasya Kirana Anggraini; Achmad Jaelani Rusdi; Agus Syukron Ma’ruf; Febrisari Putri Rahmahdan
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57486

Abstract

Antrian dalam pelayanan kesehatan masih menjadi permasalahan utama yang sering menghambat efektivitas proses pendaftaran pasien rawat jalan di rumah sakit. Kondisi ini juga terjadi di RSAU dr. M. Munir Malang, di mana tingginya jumlah kunjungan pasien belum diimbangi dengan sistem pelayanan pendaftaran yang optimal. Penggunaan satu loket pendaftaran menyebabkan terjadinya penumpukan pasien, meningkatnya waktu tunggu, serta menurunnya efisiensi kerja petugas. Selain itu, rendahnya pemahaman pasien mengenai alur pendaftaran online dan offline turut memperlambat proses pelayanan administrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan alur pendaftaran pasien rawat jalan melalui penerapan dua loket pendaftaran dan sosialisasi alur pelayanan kepada pasien di RSAU dr. M. Munir Malang. Metode yang digunakan adalah kegiatan observasional deskriptif dengan pendekatan sosialisasi menggunakan media poster alur pendaftaran online dan offline. Kegiatan dilaksanakan di dr. M. Munir Malang dengan sasaran pasien rawat jalan dan petugas pendaftaran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan dua loket mampu membantu pembagian beban pelayanan sehingga proses registrasi menjadi lebih cepat dan terorganisir. Sosialisasi alur pendaftaran juga meningkatkan pemahaman pasien terkait prosedur administrasi sehingga pasien lebih siap dalam memenuhi persyaratan pelayanan. Dengan demikian, optimalisasi alur pendaftaran melalui penerapan dua loket dan edukasi pasien terbukti dapat meningkatkan efisiensi pelayanan, mengurangi waktu tunggu, serta mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit.
PENGARUH LAMA PAPARAN DAN INTENSITAS KEBISINGAN TERHADAP GANGGUAN FUNGSI PENDENGARAN AKIBAT BISING : LITERATURE REVIEW Suwaldi Pradana; Taufik Septiawan; Nur Khaylila Ramadhanti; Fiky Jayanti; Nurul Azmi Eka Rinie; Puji Lestari; Ayi Hernani Putri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57489

Abstract

Orang yang terus-menerus terpapar suara keras dalam jangka waktu lama berisiko lebih tinggi mengalami gangguan pendengaran. Gangguan pendengaran akibat kebisingan (NIHL) adalah kondisi yang berkembang lambat dan, pada tahap awal, seringkali tidak terdeteksi. Berdasarkan studi sebelumnya, penelitian ini bertujuan untuk menentukan berapa lama paparan dan seberapa keras suara tersebut berhubungan dengan gangguan pendengaran. Untuk menemukan, menyaring, dan memilih publikasi, penelitian ini menggunakan prinsip PRISMA 2020; ini adalah tinjauan literatur deskriptif. Kami mencari artikel yang diterbitkan antara tahun 2019 dan 2026 di Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect. Setelah itu, Daftar Periksa Penilaian Penelitian (RAC) digunakan untuk mengevaluasi kualitas penelitian dalam artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Menurut tujuh publikasi yang ditinjau, dua variabel yang paling konsisten terkait dengan gangguan pendengaran adalah volume dan lamanya waktu terpapar suara keras. Paparan tingkat kebisingan di atas ambang batas lebih dari dua kali lipat meningkatkan risiko kerusakan pendengaran dibandingkan dengan tingkat di bawah ambang batas, menurut banyak penelitian. Risiko kerusakan pendengaran meningkat seiring dengan lamanya waktu terpapar dan jumlah tahun bekerja. Usia, durasi kerja, masalah kesehatan, dan penggunaan alat pelindung diri adalah variabel lain yang dapat memengaruhi hubungan ini. Menurut hasil ini, mengurangi tingkat kebisingan dan jumlah waktu yang dihabiskan orang untuk terpapar sangat penting dalam memerangi gangguan pendengaran. Penyedia layanan kesehatan, pemilik bisnis, dan akademisi dapat menggunakan temuan studi ini sebagai dasar untuk mengembangkan kebijakan dan program untuk mengurangi prevalensi gangguan pendengaran akibat kebisingan.
SISTEM PEMINJAMAN DAN PENGEMBALIAN BERKAS REKAM MEDIS BERBASIS GOOGLE SPREADSHEET Qanita Muji Panglipuringtyas; Dania Putri Ramadani; Fania Mizela Amanda; Nia Ariska; Sabrina Widad Nur Fauziah; Dwi Trisnawati; Fita Rusdian Ikawati; Anis Ansyori; Ahmad Rifai; Naufal Haidar Alif Panca; Lientin Metha Baretta
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57512

Abstract

Manajemen peminjaman dan pengembalian berkas rekam medis merupakan bagian penting dalam menjaga ketersediaan serta ketertelusuran dokumen pasien di rumah sakit. Namun, penggun aan sistem manual berupa buku ekspedisi masih menimbulkan berbagai permasalahan, seperti keterlambatan pengembalian, kesalahan pencatatan, serta risiko kehilangan berkas rekam medis. Kondisi tersebut dapat menghambat proses pelayanan kesehatan dan menurunkan efisiensi kerja petugas rekam medis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta merancang sistem peminjaman dan pengembalian berkas rekam medis berbasis Google Spreadsheet guna meningkatkan efektivitas monitoring dokumen rekam medis di RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan desain deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh proses peminjaman dan pengembalian berkas rekam medis rawat jalan, dengan sampel berupa petugas yang terlibat dalam kegiatan tersebut menggunakan teknik purposive sampling. Variabel penelitian meliputi proses peminjaman, pengembalian, keterlambatan berkas, dan monitoring dokumen rekam medis. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara menggunakan lembar observasi dan pedoman wawancara. Data dianalisis secara deskriptif melal ui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem berbasis Google Spreadsheet mampu membantu petugas dalam pencatatan dan monitoring berkas secara real-time, mempermudah pelacakan status dokumen, serta mengurangi risiko kesalahan pencatatan dan kehilangan berkas. Simpulan penelitian ini adalah sistem peminjaman dan pengembalian berbasis Google Spreadsheet dapat meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan ketertelusuran pengelolaan berkas rekam medis di rumah sakit.
DETERMINAN YANG MEMPENGARUHI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA INDIKATOR TIDAK MEROKOK tsaabitah zakhirah; Puspita Sari; Herwansyah Herwansyah; Hendra Dhermawan Sitanggang
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57521

Abstract

Pada data SKI (2023) Prevalensi merokok pada penduduk umur 10-18 tahun di Provinsi Jambi berada pada angka 1,7 % pada frekuensi merokok setiap hari, 1,5% untuk frekuensi kadang-kadang merokok. Kurangnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat menjadi salah satu penyebab angka kejadian merokok ini. Permasalahan ini menjadi alasan untuk meneliti determinan yang mempengaruhi perilaku hidup bersih dan sehat pada indikator tidak merokok di Sekolah Dasar Negeri 212 Kota Jambi. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif berdesain cross-sectional. Teknik pengambilan sampel yang Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah Probability Sampling dengan metode Proportionate Stratified Random Sampling dengan jumlah sampel sebesar 73 siswa dengan menggunakan analisis Chi-Square. Sebagian besar responden menyatakan bahwa indikator tidak merokok di Sekolah Dasar Negeri 212 Kota Jambi yang tidak terlaksana, yaitu sebesar 84,9%. Berdasarkan hasil analisis bivariat, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan indikator tidak merokok (p-value=0,596). Selain itu, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara sikap dengan indikator tidak merokok (p-value=0,338), fasilitas dengan indikator tidak merokok (p-value=1,000), peran guru dengan indikator tidak merokok (p-value=0,487), serta peran orang tua dengan indikator tidak merokok (p-value=1,000) di Sekolah Dasar Negeri 212 Kota Jambi. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap, fasilitas, peran guru, dan peran orang tua dengan indikator tidak merokok pada siswa di Sekolah Dasar Negeri 212 Kota Jambi Tahun 2025
PENERAPAN DIABETIC FOOT EXERCISE UNTUK MENURUNKAN GULA DARAH PADA DIABETES TIPE 2 Maria Yeliana Dua Wejor; Pasionista Vianitati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57527

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi dan kerja insulin. Permasalahan dalam penelitian ini adalah belum diterapkannya terapi diabetic foot exercise pada kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat, seperti Prolanis di Puskesmas Waipare, padahal latihan fisik merupakan salah satu upaya penting dalam pengendalian kadar gula darah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan diabetic foot exercise terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe 2. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua keluarga binaan yang memiliki anggota keluarga dengan diabetes melitus tipe 2. Intervensi dilakukan dengan memberikan terapi diabetic foot exercise selama tiga hari berturut-turut dengan durasi 30 menit setiap sesi. Pengukuran kadar gula darah dilakukan sebelum intervensi (pretest) dan setelah intervensi (posttest) untuk menilai perubahan yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan kadar gula darah pada kedua klien setelah dilakukan terapi diabetic foot exercise. Penurunan ini menunjukkan bahwa latihan tersebut efektif dalam membantu mengontrol kadar glukosa darah. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh penerapan diabetic foot exercise terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe 2. Terapi ini dapat dijadikan sebagai alternatif nonfarmakologis yang mudah dilakukan secara mandiri serta berpotensi untuk diintegrasikan dalam program pelayanan kesehatan masyarakat.
ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN STROK NON HEMORAGIK (SNH) DENGAN GANGGUAN MOBILITAS FISIK MELALUI INTERVENSI GENGGAM BOLA KARET BERGERIGI DI RUANG FLAMBOYAN BLUD RSUDdr. Tc. HILLERS MAUMERE Vinsentia Aprianci Dua Lesu; Fransiska Aloysia Mukin
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57529

Abstract

Stroke adalah penyebab utama kematian dan kecacatan dunia, dengan 12,2 juta kasus baru pada 2022 menurut World Stroke Organization. Gangguan saraf akibat stroke sering menyebabkan kelemahan otot pada salah satu sisi/ hemiparesis. Kondisi ini membuat pasien mengalami kesulitan dalam beraktivitas. Oleh karena itu, pemulihan fungsi motorik menjadi salah satu fokus utama dalam proses rehabilitasi pasien stroke (Ardi et al., 2024). Salah satu intervensi nonfarmakologis yaitu genggam bola karet bergerigi. Genggam bola karet bergerigi adalah terapi rehabilitasi untuk meningkatkan kekuatan otot tangan pada pasien stroke. Latihan ini dilakukan dengan gerakan menggenggam dan melepaskan bola secara berulang sehingga merangsang aktivitas neuromuskular dan meningkatkan kekuatan otot. Tujuan: memberikan asuhan keperawatan dengan genggam bola karet bergerigi dalam meningkatkan kekuatan otot pada pasien stroke non hemoragik di ruang Flamboyan BLUD RSUD dr. Tc. Hillers Maumere. Dsain penelitian: studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan meliputi pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi dan evaluasi. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien dengan diagnosa medis SNH. Data dalam studi kasus ini dikumpulkan melalui beberapa metode, yaitu wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumen. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah format pengkajian Asuhan Keperawatan Medikal Bedah yang sesuai dengan acuan literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah diberikan tindakan keperawatan genggam bola karet bergerigi selama 3 kali dalam 3 hari terdapat peningkatan kekuatan otot. Dapat disimpulkan bahwa dengan genggam bola karet bergerigi memiliki pengaruh terhadap peningkatan kekuatan otot pada pasien dengan SNH.
ARTIKEL REVIEW : TOKSISITAS LIMBAH DETERJEN TERHADAP ORGANISME DAN KUALITAS PERAIRAN Risna Zuryani; Ayu Pertiwi; Siti Parenda Istiqamah; Firdus Firdus; Muhammad Nasir; Alia Rizki
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57533

Abstract

Limbah yang berpotensi mencemari lingkungan akibat aktivitas manusia adalah limbah deterjen. Limbah deterjen mengandung surfaktan, senyawa fosfat dan zat adiktif yang dapat mengganggu ekosistem perairan. Pencemaran ini mengganggu organisme akuatik dan kualitas air. Oleh karena itu, penting untuk menelaah toksisitas limbah deterjen serta dampaknya terhadap organisme dan kualitas ekosistem perairan. Penelitian ini dilakukan dengan metode literature review, dimana literatur yang digunakan relevan dengan permasalahan toksisitas limbah deterjen terhadap organisme dan kualitas ekosistem perairan. Pencarian literature review ini dilakukan dengan empat prosedur, yaitu identifikasi, skrining, kelayakan dan inklusi. Data atau informasi yang didapatkan disajikan dalam bentuk tabel dan dianalisis secara deskriptif. Hasil dari artikel ini menunjukkan limbah detergen bersifat toksik dan memberikan dampak terhadap ikan, udang, zooplankton, fitoplankton, mikroorganisme dan kualitas air.
MANAJEMEN FISIOTERAPI PADA POST ORIF FRACTURE TIBIA SINISTRA 1/3 DISTAL Irawan Wibisono; Suci Amanati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57540

Abstract

Patah tulang tibia merupakan salah satu kasus muskuloskeletal yang berisiko menimbulkan gangguan fungsi terutama saat berjalan apabila tidak ditangani secara optimal. Salah satu tindakan medis yang umum dilakukan pada kasus ini adalah operasi dengan menggunakan Open Reduction Internal Fixation (ORIF). Fisioterapi memiliki peran penting dalam proses pemulihan pasca operasi agar pasien dapat kembali beraktivitas dengan baik dan optimal. Permasalahan fisioterapi yang timbul pasca ORIF meliputi penurunan kekuatan otot, gangguan keseimbangan, serta perubahan pola jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas manajemen fisioterapi pada kasus tersebut dalam meningkatkan kemampuan fungsional pada pasie. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus pada satu pasien berusia 17 tahun dengan riwayat fraktur tibia sinistra 1/3 distal. Metode intervensi yang diberikan pada penelitin ini berupa latihan fisioterapi yang bersifat progresif dengan dosis yang disesuaikan dengan kondisi pasien dan fase pembentukan tulang pasien. Variabel yang diukur pada penelitian ini meliputi kekuatan otot, keseimbangan, dan pola jalan,  sedangkan alat ukur yang digunakan antara lain: Manual Muscle Testing (MMT), Berg Balance Scale (modifikasi), serta analisis jalan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kekuatan otot serta perbaikan keseimbangan yang signifikan terutama pada aktivitas fungsional dasar pasien. Selain itu perubahan pola jalan menjadi lebih baik jika dibandingkan sebelum intervensi fisioterapi. Dari hasil penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa intervensi fisioterapi efektif dalam meningkatkan kekuatan otot, keseimbangan, dan fungsi berjalan pada pasien post ORIF.
PROSEDUR PEMERIKSAAN HYSTEROSALPINGOGRAPHY (HSG) DENGAN KLINIS INFERTILITAS PRIMER DI RSUD DR. SOEROTO NGAWI Nabila Nur Azizah; Anshor Nugroho
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57545

Abstract

Pemeriksaan hysterosalpingography (HSG) merupakan salah satu pemeriksaan radiologi kontras yang digunakan untuk menilai bentuk kavum uteri dan patensi tuba falopi, terutama pada kasus infertilitas primer. Di Instalasi Radiologi RSUD dr. Soeroto Ngawi terdapat perbedaan dengan teori, yaitu tidak menggunakan fluoroskopi dan hanya menggunakan proyeksi anteroposterior (AP) polos serta AP post kontras, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur pemeriksaan dan menganalisis penggunaan proyeksi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap satu dokter spesialis radiologi dan tiga radiografer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosedur pemeriksaan dilakukan melalui persiapan pasien berdasarkan Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT), pemasangan kateter di Poli KIA, serta pemasukan media kontras dan eksposur di instalasi radiologi. Proyeksi yang digunakan adalah AP polos dan AP post kontras. Hasil ekspertise dokter radiologi menunjukkan bahwa media kontras tidak mengisi kavum uteri dan mengalami refluks ke kavum vagina sehingga struktur uterus tidak dapat dinilai secara optimal, yang menimbulkan kecurigaan adanya hambatan pada kanalis servikalis atau gangguan teknis. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa prosedur telah sesuai prinsip dasar dengan penyesuaian fasilitas, penggunaan proyeksi dinilai cukup, namun keberhasilan pemeriksaan lebih dipengaruhi oleh distribusi media kontras dibandingkan variasi proyeksi yang digunakan.
IDENTIFIKASI PENGETAHUAN REMAJA DALAM MENGKONSUMSI MAKANAN BERGIZI DALAM MENCEGAH ANEMIA DI SMP SWASTA IMELDA MEDAN TAHUN 2025 Khairani Khairani; Maidina Putri; Ira Oktavia Devi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57555

Abstract

Permasalahan-permasalahan yang sering ditemukan akibat dari masalah gizi yang dihadapi oleh remaja di Indonesia yaitu pola makan yang tidak sehat serta masalah gizi mikronutrien atau sering disebut anemia. menurut WHO angka kejadian anemia pada remaja putri di negara berkembang sekitar 53,7 % dari semua remaja putri. Tujuan penelitian ini untuk Identifikasi Pengetahuan Remaja Dalam Mengkonsumsi Makanan Bergizi Dalam Mencegah Anemia di SMP Swasta Imelda Medan Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, waktu pengambilan data penelitian menggunakan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Swasta Imelda Medan. Informan dalam penelitian ini adalah siswi di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan berada dalam rentang usia 12-15 tahun yang berjumlah 7 orang. Instrumen dalam penelitian ini dengan menggunakan alat perekam, panduan wawancara dan catatan lapangan. Pengolahan data dengan cara tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian tingkat pengetahuan remaja tentang makanan bergizi yaitu sebagian besar informan memiliki pengetahuan gizi yang baik, remaja mengenal beberapa jenis makanan bergizi, seperti sayuran hijau, daging, telur, dan buah-buahan, namun konsumsi belum teratur karena sering memilih makanan instan atau jajanan, kebiasaan makan remaja menunjukkan adanya upaya mengonsumsi makanan bergizi, namun belum konsisten karena pengaruh lingkungan dan selera, sumber informasi mengenai gizi umumnya diperoleh dari sekolah, keluarga, dan media.