cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,916 Documents
ANALISIS PRAKTIK KLINIK KEPERAWATAN DENGAN INTERVENSI INOVASI MASASE NEUROPERFUSI DAN ALIH BARING TERHADAP PENCEGAHAN DEKUBITUS PADA PASIEN STROKE NON HEMORAGIK DI RUANG KARANG ASAM RSUD INCHE ABDOEL MOEIS SAMARINDA Zaina Maulida; Slamet Purnomo; Fitroh Asryadi; Siti Khoiroh Muflihatin
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57286

Abstract

Stroke merupakan manifestasi klinis yang muncul akibat diskontinuitas fungsi otak secara mendadak yang dipicu oleh hambatan sirkulasi darah serebral. Stroke nonhemoragik merupakan salah satu penyebab utama kecacatan yang sering disertai komplikasi imobilisasi, salah satunya adalah dekubitus. Pasien stroke nonhemoragik memiliki risiko tinggi mengalami dekubitus akibat keterbatasan mobilisasi, penurunan sensori, dan tirah baring yang berkepanjangan. Tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah untuk menggambarkan penerapan asuhan keperawatan pada pasien stroke nonhemoragik dengan fokus pada upaya pencegahan dekubitus melalui intervensi masase neuroperfusi dan alih baring. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Hasil penerapan menunjukkan bahwa masase neuroperfusi dan alih baring mampu meningkatkan perfusi jaringan serta mengurangi tekanan berkepanjangan pada area tulang yang menonjol, sehingga menurunkan risiko terjadinya dekubitus. Namun, berdasarkan kajian literatur lima tahun terakhir, pencegahan dekubitus akan lebih optimal apabila didukung oleh pendekatan multimodal, seperti penggunaan support surface, latihan Range of Motion (ROM), perawatan kulit terapeutik, optimalisasi nutrisi, serta edukasi keluarga dan caregiver. Kesimpulan dari karya ilmiah ini adalah bahwa intervensi masase neuroperfusi dan alih baring efektif sebagai upaya pencegahan dekubitus, namun perlu dikombinasikan dengan intervensi lain berbasis bukti untuk meningkatkan kualitas asuhan keperawatan pada pasien stroke nonhemoragik.
EVALUASI PROGRAM HOME CARE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANJARBARU SELATAN KOTA BANJARBARU Ayudiya Meisya Putri; Ahmad Zacky Anwary; Asrinawaty Asrinawaty; Siska Dhewi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57291

Abstract

Program home care di Puskesmas Banjarbaru Selatan, Kota Banjarbaru, merupakan inovasi pelayanan kesehatan yang dilatarbelakangi oleh keterbatasan akses masyarakat, khususnya lansia dan pasien kronis, dalam menjangkau fasilitas kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi program tersebut menggunakan pendekatan CIPP (context, input, process, product) guna memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kesesuaian pelaksanaan, kesiapan sumber daya, proses, serta hasil program. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam. Informan terdiri atas penanggung jawab program home care tingkat kota (informan kunci), pemegang program home care Puskesmas Banjarbaru Selatan dan petugas kesehatan pelaksana (informan utama), serta pasien atau keluarga pasien (informan pendukung). Teknik pengumpulan data meliputi wawancara dan dokumentasi, dengan peneliti sebagai instrumen utama. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini relevan dengan kebutuhan masyarakat dan didukung oleh Peraturan Wali Kota Nomor 11 Tahun 2022. Ketersediaan sumber daya manusia (SDM) sudah memadai, namun terdapat kendala pada pelatihan yang belum merata serta ketersediaan obat-obatan. Proses pelaksanaan telah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP), tetapi monitoring dan evaluasi dari dinas terkait belum konsisten. Program ini memberikan manfaat nyata berupa peningkatan akses dan kepuasan pasien, meskipun sosialisasi program kepada masyarakat belum optimal dan keberlanjutan program masih bergantung pada dukungan kebijakan.
PENERAPAN DISCHARGE PLANNING BERBASIS TRANSTHEORETICAL MODEL TERHADAP PENINGKATAN SELF-CARE MANAGEMENT PASIEN HIPERTENSI Maria Yulita Meo; Theresia Syrilla Da Cunha; Maria Febrianti Bhebhe Dosi; Maria Ermelinda Mau Lay
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57292

Abstract

Hipertensi dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup dan produktivitas penderitanya, sehingga perlu dilakukan peningkatan manajemen perawatan diri secara strategis melalui penerapan discharge planning berbasis Model Transtheoretical (TTM). Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi manajemen perawatan diri pasien hipertensi dan mengkaji pengaruh penerapan discharge planning berbasis Transtheoretical Model (TTM) terhadap manajemen perawatan diri pasien hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Nita Kabupaten Sikka. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasy eksperiment dengan rancangan pretest-postest with control group. Sampel dalam penelitian ini sebanaj 50 responden yang terdiri dari kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Teknik Sampling menggunakan teknik simple random sampling. Variabel independent penerapan discharge planning berbasis TTM, sedangkan variabel dependen adalah self-care management penderita hipertensi. Pengukuran variabel self-care management menggunakan kuesioner HSMBQ. Analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil uji statistic pada kelompok intervensi menunjukan nilai p sebesar 0,004 (p < 0,05) maka h0 ditolak dan ha diterima yang berarti terdapat pengaruh penerapan discharge planning berbasis TTM terhadap self-care management penderita hipertensi. Pada kelompok kontrol diketahui nilai p sebesar 1,000 (p>0,05), maka h0 diterima dan ha ditolak yang berarti tidak ada pengaruh terhadap manajemen perawatan diri pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Nita Kabupaten Sikka. Kesimpulannya, terdapat pengaruh penerapan discharge planning berbasis TTM terhadap self-care management pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Nita Kabupaten Sikka.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN SIKAP TERHADAP DAMPAK KEHAMILAN TIDAK DIINGINKAN PADA REMAJA Maisya Agustria; Fathiyatur Rohmah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57309

Abstract

Kehamilan tidak diinginkan (KTD) merupakan masalah kesehatan reproduksi yang sangat serius di kalangan remaja. Secara global, diperkirakan 21 juta anak perempuan berusia 15–19 tahun di negara berkembang mengalami kehamilan, dan sekitar 12 juta di antaranya berakhir dengan persalinan. Di tingkat lokal, Dinas Kesehatan DIY tahun 2020 mencatat Kabupaten Bantul sebagai wilayah dengan persentase KTD remaja tertinggi. Fenomena ini nyata terjadi di SMK Negeri 1 Pandak, di mana pada periode 2023-2025 tercatat 4 kasus KTD dan 2 kasus pelecehan seksual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap remaja terhadap dampak KTD di SMK Negeri 1 Pandak, Bantul. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling yang melibatkan 63 responden. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik Chi-square. Hasil analisis bivariat menunjukkan nilai p-value sebesar 0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan dan cukup kuat antar variabel. Data menunjukkan bahwa mayoritas responden, yaitu sebanyak 54 orang (85,7%), memiliki tingkat pengetahuan baik yang diikuti dengan sikap positif. Sementara itu, hanya 3 responden (4,8%) yang memiliki pengetahuan baik namun menunjukkan sikap negatif. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan sikap terhadap dampak kehamilan tidak diinginkan pada remaja di SMK Negeri 1 Pandak Kabupaten Bantul Yogyakarta.
EVALUASI INTERAKSI OBAT ANTIHIPERTENSI BAGI PENDERITA HIPERTENSI DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN RSU WILLIAM BOOTH SEMARANG PERIODE JULI - SEPTEMBER 2025 Widya Dikarani; Ria Etikasari; Galih Kurniawan
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57313

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang sering disebut sebagai silent killer karena dapat menyebabkan komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke, dan kerusakan ginjal. Pengobatan hipertensi umumnya melibatkan penggunaan beberapa obat, terutama pada pasien dengan komorbid, sehingga meningkatkan risiko interaksi obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil penggunaan obat antihipertensi dan interaksi obat pada pasien rawat jalan di RSU William Booth Semarang periode Juli–September 2025. Penelitian dilakukan secara observasional deskriptif retrospektif menggunakan data rekam medis 209 pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien hipertensi terbanyak berusia >65 tahun (37,32%) dan berjenis kelamin perempuan (73,68%). Polifarmasi ditemukan pada 81,82% pasien, dengan obat yang paling banyak digunakan adalah amlodipine dari golongan Calcium Channel Blocker (18,52%). Kombinasi terapi yang paling sering digunakan yaitu CCB + ARB + diuretik (18,21%). Interaksi obat yang ditemukan terdiri atas tingkat keparahan mayor (11,39%), minor (27,52%), dan moderate (61,09%).
PENERAPAN KOMPRES ALOEVERA TERHADAP HIPERTERMI PADA ANAK (DHF) DI MAUMERE Maria Bengan Making; Teresia Elfi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57334

Abstract

Dengue hemorrhagic fever (DHF) adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dengue. Penularannya terjadi melalui gigitan nyamuk aedes aegypti dan dapat menimbulkan hipertermi . Hipertermi atau panas tinggi merupakan suatu kondisi yang ditandai dengan peningkatan suhu tubuh melebihi rentang nilai normal. Suhu badan dikatakan normal jika berada pada rentang 36,5◦C-37,5◦C. Hipertermi dapat disebabkan oleh gangguan otak atau bahan toksin yang mempengaruhi pusat pengaturan tubuh. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diberikan untuk menurunkan hipertermi adalah kompres aloevera. Studi kasus ini bertujuan untuk mengidentifikasi Penerapan Kompres Aloevera Terhadap Hipertermi Pada Anak Dengan Dengue hemorrhagic fever (DHF) Di RSUD dr. TC.Hillers Maumere. Kompres aloevera dapat digunakan untuk menurunkan suhu tubuh, karena mengandung zat yang memiliki efek antipiretik. yang efektif menurunkan demam pada anak, karena aloevera mengandung air sebanyak 95%. Kandungan air dalam aloevera ini dapat memberikan efek dingin pada saat bersentuhan dengan kulit. Aloevera juga memiliki kandungan saponin dan lignin yang dapat menembus ke dalam kulit, serta dapat mencegah hilangnya cairan tubuh dari permukaan kulit. Metode pengeluaran panas dengan kompres aloevera ini menggunakan prinsip konduksi. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan jumlah sampel sebanyak 2 orang pasien. Pengumpulan data yang digunakan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik head to toe, dan studi dokumentasi. Hasil menunjukan terjadi penurunan suhu tubuh sebanyak 3◦C setelah dilakukan kompres aloevera selama 15-20 menit. Disarankan agar penerapan kompres aloevera diterapkan sebagai intervensi mandiri keperawatan untuk menurunkan suhu tubuh anak tanpa bergantung pada obat-obatan.
ANALISIS DRUG RELATED PROBLEMS (DRPs) TERAPI DIARE PADA PASIEN ANAK : REVIEW ARTIKEL Gusti Ayu Pratitha Devinta Putri; Dea Riski Pebrianti; Nabila Destia Zaneta; Diouf Maulana Dwi Putanto; Tri Purma Sari
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57350

Abstract

Diare merupakan salah satu penyakit yang sering terjadi pada anak dan berpotensi menimbulkan komplikasi seperti dehidrasi, gangguan elektrolit, hingga kematian jika tidak ditangani dengan tepat. Tingginya angka kejadian diare di negara berkembang menunjukkan pentingnya pengelolaan terapi yang optimal. Ketidaktepatan dalam pengobatan dapat memicu terjadinya Drug Related Problems (DRPs) yang berdampak pada efektivitas, keamanan, dan keberhasilan terapi. Tujuan dari review artikel ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis jenis-jenis DRPs serta intervensi yang direkomendasikan dalam pengobatan diare guna mendukung penggunaan obat yang rasional. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur dengan melakukan pencarian artikel melalui database PubMed dan Google Scholar. Sebanyak 10 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara sistematis untuk mengidentifikasi permasalahan terkait penggunaan obat pada pasien diare. Jenis DRPs yang paling sering ditemukan meliputi indikasi tanpa terapi (7–45%), ketidaktepatan dosis baik underdose (8–27%) maupun overdose (7–35%), terapi tanpa indikasi (10–85%), serta interaksi obat (12–56%). Selain itu, juga ditemukan ketidaktepatan pemilihan obat dan frekuensi dosis yang tidak sesuai. Permasalahan ini umumnya disebabkan oleh kurang tepatnya evaluasi klinis, ketidaksesuaian dengan pedoman terapi, serta kurang optimalnya pemantauan terapi. DRPs pada pengobatan diare masih sering terjadi dan berdampak pada penurunan efektivitas terapi, peningkatan risiko efek samping, serta memperpanjang durasi penyembuhan pasien. Oleh karena itu, diperlukan intervensi berupa medication review, penyesuaian dosis berbasis berat badan, pemantauan interaksi obat, serta edukasi tenaga kesehatan. Optimalisasi peran apoteker sangat penting dalam meminimalkan DRPs dan meningkatkan outcome pasien.
EFEKTIVITAS VARIASI FORMULASI UMPAN PADA ECO FRIENDLY FLY TRAP DI TPA TALANG GULO KOTA JAMBI TAHUN 2025 Mariyana Kholidah Lubis; Oka Lesmana S.; Andree Aulia Rahmat; Helmi Suryani Nasution; Vinna Rahayu Ningsih
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57354

Abstract

Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Talang Gulo memiliki kepadatan lalat yang sangat tinggi dengan rata-rata 29,2 ekor per blok grill, melebihi ambang batas berdasarkan Permenkes RI No. 2 Tahun 2023 yang menetapkan kategori sangat padat pada angka >20 ekor. Kondisi ini berpotensi menimbulkan risiko kesehatan masyarakat yang serius, mengingat lalat merupakan vektor penular berbagai penyakit infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas eco friendly fly trap dengan berbagai formulasi umpan organik sebagai upaya pengendalian populasi lalat secara ramah lingkungan di TPA Talang Gulo Kota Jambi tahun 2025. Penelitian menggunakan desain quasi-eksperimen dengan post test only control group design. Perangkap dibuat dari botol bekas berukuran 1.500 ml dengan empat perlakuan, yaitu umpan tomat busuk, insang ikan, buah pisang, dan kontrol tanpa umpan. Setiap formulasi menggunakan 100 gram bahan (80 gram bahan utama, 15 gram gula, dan 5 ml air) yang difermentasi selama 1–3 hari. Penelitian dilaksanakan selama 6 hari pengulangan pada pukul 09.00–12.00 WIB. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan uji Mann-Whitney untuk mengetahui perbedaan efektivitas antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umpan insang ikan merupakan formulasi paling efektif dengan total tangkapan 89 ekor (rata-rata 14,8 ekor per pengulangan), diikuti umpan tomat busuk sebanyak 63 ekor (10,5 ekor), buah pisang 32 ekor (5,33 ekor), dan kontrol hanya 3 ekor (0,5 ekor). Uji Kruskal-Wallis menunjukkan perbedaan yang signifikan antarkelompok perlakuan (p = 0,000). Uji Mann-Whitney mengonfirmasi bahwa umpan insang ikan dan tomat busuk masing-masing berbeda signifikan dibandingkan kontrol (p < 0,05). Berdasarkan temuan ini, formulasi umpan insang ikan direkomendasikan sebagai atraktan ramah lingkungan yang paling efektif untuk pengendalian lalat di Tempat Pemrosesan Akhir.
PEMANFAATAN KAPPAPHYCUS ALVAREZII SEBAGAI SUMBER KARAGENAN YANG BERFUNGSI SEBAGAI GELLING AGENT Jasmine Zaskia Kaori; Early Windary Suhayatman; Fara Mutia Bimantika; Aulya Nur'ain; Dista Widyananda; Raden Roro Elvina Chandra Yani; Intan Alfizahara; Windah Anugrah Subaidah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57359

Abstract

Eucheuma cottonii, yang lebih dikenal sebagai Kappaphycus alvarezii merupakan salah satu jenis rumput laut yang memiliki potensi besar sebagai sumber karagenan. Karagenan adalah polisakarida alami yang banyak dimanfaatkan dalam industri farmasi karena memiliki sifat biokompatibel, biodegradable, tidak toksik, serta kemampuan thermo-reversible yang memungkinkan pembentukan gel secara reversibel terhadap perubahan suhu. Dalam sediaan farmasi, gelling agent merupakan komponen penting yang berfungsi meningkatkan viskositas, membentuk struktur gel, serta menjaga stabilitas fisik sediaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi karagenan yang berasal dari Kappaphycus alvarezii sebagai gelling agent alami dalam formulasi sediaan farmasi. Metode yang digunakan adalah literature review dengan mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai jurnal nasional dan internasional yang diperoleh melalui database seperti PubMed, NCBI, dan Google Scholar berdasarkan kata kunci yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan karagenan pada konsentrasi 0,7–1,0% terbukti mampu meningkatkan viskositas, menghasilkan konsistensi gel yang baik, serta mempertahankan stabilitas selama penyimpanan hingga beberapa minggu. Dengan demikian, karagenan dari Kappaphycus alvarezii berpotensi sebagai alternatif gelling agent alami yang lebih aman dan ramah lingkungan dibandingkan bahan sintetik, meskipun optimasi sifat reologi tetap diperlukan dalam pengembangan formulasi. Penelitian ini menekankan bahwa karagenan memiliki potensi kuat sebagai gelling agent alami berdasarkan hasil kajian literatur yang mencakup aspek metode, karakteristik gel, serta stabilitas sediaan.
DARI HIPOTESIS INFEKSI HINGGA TERAPI TARGET : SEBUAH NARASI KOMPREHENSIF TENTANG EPIDEMIOLOGI, IMUNOPATOGENESIS, DAN MANAJEMEN TERAPI KAWASAKI DISEASE Luneta Azaria Nurdewati; Anugrah Wira Ramadan Widagdo
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57368

Abstract

Kawasaki Disease (KD) adalah vaskulitis sistemik akut pada anak-anak dan penyebab utama penyakit jantung didapat, dengan etiologi yang belum sepenuhnya dipahami, kemungkinan dipicu oleh infeksi pada individu dengan predisposisi genetik. Artikel ini meninjau secara komprehensif epidemiologi, imunopatogenesis, faktor risiko, dan manajemen terapi KD berdasarkan pedoman terbaru. Penulisan dilakukan dengan metode literature review naratif melalui pencarian artikel ilmiah pada database PubMed, Google Scholar, dan Scopus menggunakan kata kunci terkait Kawasaki disease. Artikel yang relevan dianalisis secara kualitatif dan disusun secara deskriptif. Insidensi KD paling tinggi di Asia Timur, terutama di Jepang, menunjukkan adanya peran faktor lingkungan atau infeksi sebagai pemicu. Imunopatogenesis melibatkan aktivasi sistem imun bawaan dan adaptif, yang menyebabkan disfungsi endotel dan kerusakan pembuluh darah, didukung oleh lokus genetik yang rentan. Terapi standar dengan Intravenous Immunoglobulin (IVIG) dan aspirin dapat mengurangi risiko aneurisma arteri koroner (CAA), namun 10-20% pasien resisten dan memerlukan terapi tambahan seperti kortikosteroid atau agen biologis sesuai pedoman AHA 2024. Penanganan KD memerlukan stratifikasi risiko dini dan pendekatan terapi target yang tepat guna mencegah komplikasi kardiovaskular jangka panjang. Pemantauan berkelanjutan sangat penting bagi pasien dengan sekuele vaskular permanen.