cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,916 Documents
DAMPAK PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION (PMR) TERHADAP PENURUNAN NYERI DISMENORE PADA REMAJA : STUDI KASUS Endah Deviani; Henny Dwi Susanti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58643

Abstract

Dismenore primer merupakan masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami remaja dan dapat menyebabkan nyeri menstruasi, gangguan aktivitas sehari-hari, gangguan tidur, serta ketidaknyamanan fisik dan psikologis. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri menstruasi adalah Progressive Muscle Relaxation (PMR). Penelitian ini bertujuan untuk melaporkan penerapan terapi PMR dalam menurunkan nyeri dismenore pada remaja. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Populasi penelitian adalah remaja yang mengalami dismenore primer, dengan sampel satu orang remaja perempuan usia 17 tahun di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Variabel penelitian adalah perubahan tingkat nyeri dismenore setelah pemberian terapi PMR. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan pengukuran nyeri menggunakan Visual Analog Scale (VAS). Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan skor nyeri sebelum dan sesudah intervensi. Terapi Progressive Muscle Relaxation dilakukan selama 20 sampai 30 menit, satu kali sehari selama tiga hari berturut-turut. Setelah dilakukan penelitian terdapat penurunan intensitas nyeri setelah pemberian terapi PMR berdasarkan skor VAS. Responden melaporkan peningkatan kenyamanan, perasaan lebih rileks, serta perbaikan kualitas istirahat selama menstruasi. Temuan ini menunjukkan bahwa Terapi Progressive Muscle Relaxation (PMR) efektif membantu menurunkan nyeri dismenore pada remaja dan dapat digunakan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis.
GAMBARAN AKTIVITAS KERJA PENYEBAB LOW BACK PAIN PADA PEKERJA DI RUMAH SAKIT ISLAM CEMPAKA PUTIH JAKARTA Gherice E Serumena; Rizka Putri Felisha; Yusril Ginting
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58703

Abstract

Low Back Pain (LBP) merupakan gangguan muskuloskeletal yang sering terjadi pada pekerja rumah sakit akibat aktivitas fisik dan postur kerja yang tidak ergonomis. Penelitian ini bertujuan menggambarkan kejadian LBP dan aktivitas kerja penyebabnya pada pekerja di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih. Penelitian menggunakan pendekatan qualitative descriptive dengan teknik observasi dan wawancara. Sampel dipilih secara purposive sampling yang melibatkan sepuluh responden dari tenaga medis dan nonmedis. Analisis data dilakukan secara descriptive qualitative untuk mengidentifikasi pola aktivitas kerja dan keterkaitannya dengan keluhan LBP. Sebagian besar responden mengalami keluhan LBP dengan intensitas bervariasi dan cenderung berulang (recurrent). Keluhan umumnya muncul setelah aktivitas kerja dan berkurang setelah istirahat. Aktivitas kerja berisiko meliputi manual handling, bending and twisting, serta posisi statis dalam waktu lama. Ketiga aktivitas tersebut memberikan beban biomekanik pada daerah lumbal. LBP pada pekerja rumah sakit merupakan fenomena multifaktorial akibat kombinasi aktivitas kerja dinamis, postural, dan statis. Diperlukan penerapan ergonomi dan program K3 yang terintegrasi untuk menurunkan risiko gangguan muskuloskeletal.
DENGUE WITH WARNING SIGN IN PREGNANCY : A CASE REPORT Cindra Indah Salsabila; Agus Rusdhy Hariawan Hamid
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58734

Abstract

Infeksi dengue pada kehamilan dapat meningkatkan risiko komplikasi maternal dan neonatal. Meskipun demikian, laporan kasus dari Indonesia yang mendokumentasikan secara komprehensif perjalanan klinis, interpretasi serologi, serta evaluasi transmisi vertikal pada infeksi dengue sekunder di kehamilan lanjut masih terbatas. Laporan kasus ini bertujuan untuk menyajikan tatalaksana dan luaran maternal serta neonatal pada kasus dengue dengan tanda peringatan yang disertai perdarahan antepartum berulang pada kehamilan trimester ketiga. Studi ini melaporkan kasus seorang wanita berusia 31 tahun, G3P1A1, usia kehamilan 35 minggu 1 hari, dirujuk dengan dengue disertai tanda peringatan (warning sign), perdarahan antepartum berulang, dan riwayat seksio sesarea (SC) satu kali. Keunikan kasus ini terletak pada koeksistensi infeksi dengue sekunder dengan perdarahan antepartum berulang pada trimester ketiga yang memerlukan keputusan obstetri kompleks. Pemeriksaan serologi menunjukkan NS1 positif dan IgG positif dengan IgM negatif, yang mengindikasikan infeksi sekunder. SC dilakukan atas indikasi perdarahan berulang dan riwayat SC sebelumnya. Bayi lahir prematur dengan berat badan 2980 gram disertai asfiksia berat. Serologi neonatal menunjukkan IgG positif dan IgM negatif tanpa manifestasi klinis dengue. Infeksi dengue sekunder pada kehamilan meningkatkan risiko komplikasi melalui mekanisme antibody-dependent enhancement. Hasil IgG positif pada neonatus tanpa disertai IgM positif dan gejala klinis dengue menunjukkan adanya transfer antibodi maternal secara transplasental, bukan infeksi aktif. Kasus ini menegaskan pentingnya pendekatan multidisiplin dalam tatalaksana dengue pada kehamilan, khususnya ketika disertai faktor penyulit obstetri. Interpretasi serologi yang cermat diperlukan untuk membedakan transfer antibodi maternal dari infeksi neonatal aktif.
IMPROVING CUSTOMER RETENTION THROUGH DIGITAL MARKETING WITH HOSPITAL BRAND IMAGE Adi Zufron Pringadi; Adhi Sudarmadji; Bachrul Ulum; A.A. Gede Agung Bayu Irawan; A.A. Istri Cyanthi Devi; A. Rohendi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58802

Abstract

Studi ini membahas retensi pelanggan sebagai strategi penting dalam mempertahankan loyalitas pelanggan pada layanan kesehatan rumah sakit. Perkembangan era digital telah mendorong rumah sakit untuk menerapkan strategi pemasaran digital guna memperkuat hubungan dengan pasien dan meningkatkan citra merek rumah sakit. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemasaran digital terhadap retensi pelanggan melalui citra merek rumah sakit. Metode penelitian yang digunakan adalah tinjauan pustaka melalui pencarian sistematis di basis data PubMed, Scopus, Web of Science, dan Google Scholar menggunakan kata kunci retensi pelanggan, pemasaran digital, dan citra merek rumah sakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksesibilitas, interaktivitas, dan informatifitas dalam pemasaran digital berpengaruh positif terhadap citra merek rumah sakit dan retensi pelanggan. Aksesibilitas memberikan akses yang lebih mudah ke informasi rumah sakit, interaktivitas meningkatkan komunikasi antara rumah sakit dan pasien, sedangkan informatifitas meningkatkan kualitas informasi yang disampaikan kepada publik. Citra merek rumah sakit yang positif meningkatkan kepercayaan dan loyalitas pasien terhadap layanan kesehatan. Studi ini menyimpulkan bahwa pemasaran digital memainkan peran penting dalam meningkatkan retensi pelanggan melalui penguatan citra merek rumah sakit dalam layanan kesehatan.
AKTIVITAS FISIK, SMARTPHONE DAN KERENTANAN PSIKOSIAL REMAJA A Dhini Alfiandari
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58804

Abstract

Masa remaja merupakan periode perkembangan yang rentan terhadap masalah psikososial akibat perubahan biologis, psikologis, sosial, serta meningkatnya tuntutan akademik. Dalam konteks sekolah, stres, aktivitas fisik, perilaku penggunaan smartphone, dan persepsi akademik dapat berperan dalam membentuk kondisi kesehatan mental remaja. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan profil kerentanan psikososial remaja sekolah menengah berdasarkan stres, aktivitas fisik, perilaku penggunaan smartphone, persepsi akademik, jenis kelamin, dan status gizi. Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain potong lintang pada 53 siswa sekolah menengah usia 16–18 tahun. Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang mencakup karakteristik responden, persepsi stres, persepsi akademik, aktivitas fisik, perilaku penggunaan smartphone, serta data antropometri untuk penghitungan indeks massa tubuh. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji beda dan uji korelasi. Rerata skor stres responden adalah 7,55 ± 1,76, rerata persepsi akademik 95,40 ± 10,26, rerata perilaku smartphone 32,00 ± 6,39, rerata aktivitas fisik 7063,67 MET-menit/minggu, dan rerata durasi duduk 297,75 menit/hari. Aktivitas fisik menunjukkan korelasi negatif bermakna dengan stres (r = –0,28; p = 0,041). Perempuan memiliki rerata stres lebih tinggi dibandingkan laki-laki, meskipun tidak bermakna secara statistik. Kerentanan psikososial remaja sekolah merupakan fenomena multidimensional yang berkaitan dengan faktor psikologis, perilaku, biologis, dan sosial. Aktivitas fisik tampak berperan sebagai faktor protektif terhadap stres sehingga diperlukan penguatan program kesehatan mental berbasis sekolah melalui promosi aktivitas fisik, literasi digital sehat, dan dukungan akademik.
EFEKTIVITAS INTERVENSI SAFETY RIDING TERHADAP SELF-EFFICACY DAN PERCEIVED SUSCEPTIBILITY DI SMK ISLAM RUHAMA TAHUN 2026 Reyvinnta Azka Agnaty
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58807

Abstract

Di Indonesia persentase keterlibatan remaja berumur di bawah 17 tahun mencapai angka 15%, sedangkan kelompok usia 17-25 tahun menyumbang hingga 25% dari keseluruhan kasus kecelakaan. Faktor psikososial khususnya rendahnya (self-efficacy) dan (perceived susceptibility), berkontribusi terhadap perilaku berkendara beresiko pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas edukasi berkendara aman (safety riding) berbasis Health Belief Model (HBM) dalam meningkatkan self-efficacy dan perceived susceptibility remaja. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pre-test and post-test. Kegiatan intervensi dilaksanakan pada 11 Mei 2026 di SMK Islam Ruhama, dengan melibatkan sampel sebanyak 50 siswa kelas X melalui teknik purposive sampling. Data Dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan signifikan pada variabel perceived susceptibility dengan nilai Z = -3,477; p < 0,001, di mana 34 siswa mengalami kenaikan skor peringkat positif (positive ranks). Pada variabel self-efficacy, ditemukan peningkatan signifikan dengan nilai Z = -3,030; p = 0,002, dengan 24 siswa mengalami kenaikan skor. Kesimpulan penelitian ini menyatakan bahwa intervensi edukasi melalui metode penyuluhan interaktif dengan media visual terbukti efektif secara signifikan dalam meningkatkan perceived susceptibility serta self-efficacy siswa ke arah yang positif guna mendukung pembentukan budaya berkendara yang aman (safety riding).
FORMULATION STRATEGIES FOR DRUG STABILITY IN EXTREME ENVIRONMENTS: A REVIEW FOR MILITARY APPLICATIONS Aurellia Muninggar Asyifa; Azizza Tiara As’ari
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58813

Abstract

Obat-obatan yang digunakan dalam operasi militer dan situasi tanggap darurat sering kali harus mampu bertahan dalam kondisi lingkungan ekstrem. Peningkatan suhu dan tekanan secara tiba-tiba, kelembapan berlebih, serta paparan sinar ultraviolet dapat mempercepat laju degradasi sediaan farmasi. Dalam konteks ini, ketidakstabilan obat merupakan masalah krusial yang dapat memengaruhi penurunan efektivitas terapi dan mengancam keselamatan konsumen maupun prajurit di lapangan. Tinjauan pustaka naratif ini mengeksplorasi berbagai strategi formulasi untuk meningkatkan ketahanan sediaan farmasi terhadap lingkungan yang tidak bersahabat. Pencarian literatur dilakukan melalui basis data ilmiah terkemuka seperti PubMed, Google Scholar, dan ScienceDirect berdasarkan kriteria dan kata kunci yang telah ditentukan, mencakup rentang publikasi antara tahun 2015 hingga 2025. Hasil analisis literatur menunjukkan bahwa strategi perlindungan sediaan obat dapat dicapai melalui kombinasi pendekatan konvensional dan inovatif. Strategi tersebut meliputi stabilisasi sediaan padat, sistem pengeringan beku (liofilisasi), teknologi enkapsulasi liposomal, serta penggunaan eksipien pelindung dan kemasan adaptif tingkat tinggi. Pembahasan ini juga mencakup analisis tantangan logistik dalam sistem distribusi militer, regulasi pengujian stabilitas konvensional yang perlu dievaluasi, serta contoh pengaplikasian produk farmasi di medan perang dan zona bencana. Tinjauan ini menyimpulkan bahwa pengembangan formulasi obat yang resisten dan adaptif memerlukan sinergi utuh antara inovasi teknologi sediaan, kemasan, serta modifikasi regulasi pengujian stabilitas agar pemenuhan kebutuhan medis di lingkungan ekstrem, khususnya sektor farmasi militer, senantiasa terjamin efektivitasnya.
EFEKTIVITAS MEDIA AUDIOVISUAL TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN IMS PADA SISWA SMA DI JAKARTA Bianca Bianca; Irene Dorthy Santoso
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58825

Abstract

Infeksi Menular Seksual (IMS) masih menjadi perhatian dalam kesehatan reproduksi remaja karena tingginya kerentanan terhadap perilaku seksual berisiko serta keterbatasan pemahaman mengenai pencegahannya. Upaya edukasi yang sesuai dengan karakteristik remaja diperlukan untuk meningkatkan literasi kesehatan reproduksi, salah satunya melalui penggunaan media audiovisual. Penelitian ini bertujuan menilai efektivitas video edukasi dalam meningkatkan pengetahuan mengenai IMS pada siswa SMA di Jakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimental melalui rancangan One Group Pre-test Post-test. Sebanyak 97 siswa SMA Methodist Jakarta dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan IMS berisi 19 pertanyaan yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Intervensi diberikan melalui video edukasi berdurasi 6 menit 16 detik, kemudian data dianalisis menggunakan paired-samples t-test dengan IBM SPSS Statistics. Sebelum intervensi, sebagian besar responden berada pada kategori pengetahuan kurang sebanyak 67 siswa (69,1%), sedangkan setelah intervensi mayoritas berada pada kategori baik sebanyak 57 siswa (58,8%). Nilai rerata pengetahuan meningkat dari 9,03 menjadi 14,9 dengan selisih sebesar 5,87 poin. Analisis statistik menunjukkan perbedaan yang bermakna antara skor sebelum dan sesudah intervensi (p<0,001). Hasil penelitian mengindikasikan bahwa video edukasi berbasis audiovisual berpotensi menjadi metode promotif dan preventif yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja mengenai IMS.
HUBUNGAN DISIPLIN KERJA DENGAN KINERJA PEGAWAI DI PUSKESMAS KOMBOS KOTA MANADO Frisdoanty Putri Manahampi; Febi Kornela Kolibu; Ribka Elisabet Wowor
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58849

Abstract

Pencapaian tujuan organisasi sangat bergantung pada performa kolektif seluruh elemen sumber daya manusia, mulai dari jajaran pimpinan hingga staf. Dalam hal ini, kinerja menjadi indikator utama yang merefleksikan keberhasilan maupun kegagalan organisasi dalam mewujudkan target yang telah dicanangkan. Indikator keberhasilan kinerja pegawai tercermin dari kualitas output yang dihasilkan dalam setiap penugasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis keterkaitan antara tingkat disiplin kerja dengan performa pegawai pada Puskesmas Kombos di Kota Manado. Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif melalui desain survei analitik. Pendekatan yang digunakan adalah cross-sectional study (studi potong lintang), di mana observasi terhadap variabel dilakukan secara simultan dalam satu waktu tertentu. .Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Kombos yang dilaksanakan dari bulan November sampai dengan Desember 2025. Populasi dari penelitian ini yakni pegawai di Puskesmas Kombos yang berjumlah 47 orang. sampel adalah jumlah populasi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi didapatkan berjumlah 36 orang. Hasil penelitian menunjukan terdapat sebanyak 15 responden dengan presentase 41,7% disiplin kerja baik serta kinerja baik. Kemudian terdapat 4 responden dengan presentase 11,1% disiplin kerja baik namun kinerjanya kurang baik. Kemudian terdapat 4 responden dengan presentase 11,1% disiplin kerja kurang baik namun kinerjanya baik, serta terdapat 13 responden dengan presentase 36,1% responden dengan disiplin kerja dan kinerjanya kurang baik. Berdasarkan hasil uji sttatistic yakni uji chi square dengan nilai signifikansi ɑ (0,05) diperoleh nilai p value = 0,001 sehingga menunjukkan bahwa nilai p < ɑ yang dapat dimaknai dengan terdapat hubungan antara disiplin kerja dengan kinerja pegawai. Hasil studi menunjukkan adanya korelasi positif antara variabel disiplin kerja dan variabel kinerja pegawai pada Puskesmas Kombos Kota Manado.
GAMBARAN STATUS IMUNITAS BERDASARKAN PEMERIKSAAN TUBEX PASIEN DEMAM TIFOID DI RUMAH SAKIT SANTA ELISABETH MEDAN Ruth Agree Kartini Sihombing; Yohana Beatry Sitanggang
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58850

Abstract

Demam tifoid adalah penyakit infeksi sistemik yang disertai dengan tingginya frekuensi angka kejadian penderitanya yang sangat berkaitan dengan faktor sanitasi dan faktor lingkungan juga. Demam tifoid juga dipengaruhi oleh perilaku individu untuk menjaga kesehatan personalnya, termasuk seperti kemampuan untuk mempertahankan sistem imun tubuh. Penelitian ini diharapkan bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai pada pasien yang mengalami demam tifoid berdasarkan hasil pemeriksaan imunologi. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan metode yang dilakukan untuk mengetahui gambaran yaitu uji cross tabulation Populasi sampel diambil dari seluruh pasien rawat inap yang positif menderita demam tifoid di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, dari keseluruhan sampel yang ada. Berdasarkan usia, menunjukkan bahwa pasien demam tifoid yang paling tinggi terjadi pada jenis kelamin laki-laki, yaitu sebanyak 7 orang (28%), dari kategori usia pada rentang usia remaja (12-20 tahun) sebanyak 6 orang (12 %), pada jenjang perguruan tinggi  yaitu sebanyak 5 orang (10%), dan pada lama rawat <7 hari yaitu sebanyak 7 orang (13%). Kesimpulan yang diharapkan agar masyarakat dapat mengetahui gambaran mengenai status imunitas demam tifoid serta dapat menerapkannya demi tercapainya kesehatan global.