cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,916 Documents
THE EFFECT OF PAVLIK HARNESS USE ON THE SUCCESS OF REDUCTION IN DEVELOPMENTAL DYSPLASIA OF THE HIP Sisybania Sisybania; Muhammad Fathi; Siwi Kusuma Ningrum
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58510

Abstract

Developmental Dysplasia of the Hip (DDH) merupakan kelainan perkembangan pada hip joint yang dapat menyebabkan ketidakstabilan hingga dislokasi pada kepala femur, dengan insiden global berkisar antara 1,4 hingga 20 per 1000 kelahiran hidup. Deteksi dini dan penanganan konservatif menggunakan alat ortosis, khususnya pavlik harness, terbukti efektif terutama pada bayi usia di bawah 6 bulan yang memiliki acetabulum dan kepala femur yang masih dalam kondisi reducible. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran keadaan pengetahuan terkini tentang efektivitas pavlik harness terhadap keberhasilan reduksi pada DDH. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan pendekatan retrospektif yang menganalisis lima artikel jurnal internasional yang diperoleh dari database Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect. Artikel diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi menggunakan kerangka PICO. Data yang dikaji meliputi keberhasilan reduksi DDH berdasarkan hasil radiologis dan stabilitas klinis. Dari lima jurnal yang dianalisis, seluruh penelitian menyatakan bahwa penggunaan pavlik harness efektif dalam mencapai keberhasilan reduksi pada DDH, khususnya pada bayi dengan klasifikasi Graf tipe IIa hingga III. Keberhasilan ditunjukkan melalui peningkatan sudut alfa ≥ 60°, penurunan indeks asetabular ≤ 30°, dan tidak adanya komplikasi klinis. Faktor yang memengaruhi efektivitas terapi meliputi usia saat memulai terapi, tingkat keparahan DDH berdasarkan klasifikasi Graf, dan pemantauan radiologis secara berkala. Pavlik harness merupakan pilihan terapi konservatif yang efektif dalam mencapai reduksi pada DDH bila digunakan sesuai indikasi, terutama pada bayi dengan diagnosis dini dan pemantauan yang tepat. Pemahaman mengenai prediktor radiologis dan klinis dapat meningkatkan keberhasilan terapi serta mencegah komplikasi jangka panjang.
IDENTIFIKASI DRUG RELATED PROBLEMS (DRPs) PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS KECAMATAN HAMPARAN RAWANG KOTA SUNGAI PENUH PERIODE TAHUN 2024 Mutma Regina; Amraini Amelia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58566

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kejadian DRPs pada pasien di Puskesmas Kecamatan Hamparan Rawang Kota Sungai Penuh Periode tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain observasional deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Populasi penelitian adalah seluruh pasien hipertensi di Puskesmas Kecamatan Hamparan Rawang periode Januari-Desember 2024. Sampel penelitian sebanyak 93 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dengan teknik random sampling. Variabel penelitian ini meliputi karakteristik pasien dan kejadian DRPs. Pengumpulan data dilakukan menggunakan rekam medis pasien hipertensi. Identifikasi DRPs dilakukan berdasarkan klasifikasi PCNE V9.00 meliputi indikasi tanpa obat, obat tanpa indikasi, dan interaksi obat. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan distribusi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien adalah perempuan, sebanyak 62 pasien (67%), dan usia tertinggi adalah 60-69 tahun, sebanyak 38 pasien (41%). Dari 93 pasien, 60 kasus DRPs termasuk kedalam kategori obat tanpa indikasi, sebanyak 48 kasus (80%), diikuti oleh indikasi tanpa obat, sebanyak 6 kasus (10%) dan interaksi obat sebanyak 6 kasus (10%). Interaksi obat yang paling sering ditemukan adalah kombinasi amlodipine dan ibuprofen yang berpotensi menurunkan efektivitas terapi antihipertensi. Kejadian DRPs pada pasien hipertensi di Puskesmas Kecamatan Hamparan Rawang masih cukup tinggi, terutama pada kategori obat tanpa indikasi. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pemantauan terapi dan peran aktif tenaga kesehatan, khususnya apoteker, untuk meningkatkan keselamatan pasien dan efektivitas terapi hipertensi.
ANALISIS FISHBONE TERHADAP HAMBATAN PENJADWALAN SHIFT PERAWAT DI BANGSAL ANAK RS X Siti Lathifah; Novita Kurnia Sari
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58571

Abstract

Penjadwalan shift perawat merupakan bagian penting dalam manajemen keperawatan untuk menjamin kontinuitas pelayanan selama 24 jam. Sistem penjadwalan yang tidak optimal dapat menyebabkan ketidakseimbangan beban kerja, double shift, perubahan jadwal mendadak, serta berpotensi menurunkan kualitas pelayanan keperawatan. Kondisi tersebut juga ditemukan di Bangsal Anak RS X, sehingga perlu dilakukan identifikasi faktor-faktor yang menyebabkan hambatan dalam penjadwalan dan penugasan shift perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi hambatan penjadwalan shift perawat di Bangsal Anak RS X. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan analisis fishbone. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2025 dengan sampel kepala ruangan Bangsal Anak RS X melalui wawancara dan observasi langsung. Data dianalisis menggunakan pendekatan 5M+1E yang meliputi man, method, material, measurement, management, dan environment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan penjadwalan dipengaruhi oleh perawat yang cuti dan resign, keterbatasan jumlah Perawat Penanggung Jawab Asuhan (PPJA), adanya double shift, sistem penjadwalan yang masih manual, keterbatasan sarana pendukung, evaluasi beban kerja yang belum optimal, distribusi staf yang belum merata, serta tingginya BOR sebesar 86–95%. Faktor-faktor tersebut saling berkaitan dan memengaruhi efektivitas pengaturan tenaga perawat di ruangan. Simpulan penelitian ini adalah hambatan penjadwalan shift perawat dipengaruhi oleh faktor sumber daya manusia, metode kerja, sarana, pengukuran, manajemen, dan lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi sistem penjadwalan dan pengembangan sistem digital untuk mendukung distribusi tenaga perawat yang lebih efektif dan merata.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA SQUISY KOMBINASI BOLA KARET TERHADAP KEKUATAN OTOT MENGGENGGAM PADA PASIEN STOKE ISKEMIK DI RS MARDI RAHAYU KUDUS Candraningrum Sekar Jagat; Sri Puguh Kristiyawati; Siti Nafisah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58573

Abstract

Stroke iskemik merupakan kondisi yang terjadi akibat sumbatan pada pembuluh darah otak sehingga menyebabkan berkurangnya suplai oksigen dan nutrisi ke jaringan otak. Kondisi ini dapat mengakibatkan hemiparesis yang ditandai dengan penurunan kekuatan otot, termasuk kekuatan otot menggenggam, sehingga mengganggu kemampuan pasien dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Latihan menggenggam menggunakan media squishy dan bola karet merupakan salah satu bentuk rehabilitasi yang dapat digunakan untuk meningkatkan fungsi motorik pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media squishy kombinasi bola karet terhadap kekuatan otot menggenggam pada pasien stroke iskemik di RS Mardi Rahayu Kudus. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 49 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi dilakukan selama 5 hari berturut-turut dengan latihan menggenggam media squishy dan bola karet secara bergantian selama 10 menit pada setiap sesi. Data kekuatan otot menggenggam diukur sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan nilai p-value sebesar 0,336 (p>0,05), yang berarti tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara pemberian media squishy kombinasi bola karet dan peningkatan kekuatan otot menggenggam pada pasien stroke iskemik. Disimpulkan bahwa penggunaan media squishy kombinasi bola karet selama 5 hari belum efektif dalam meningkatkan kekuatan otot menggenggam pada pasien stroke iskemik di RS Mardi Rahayu Kudus.
PERAN PENDAMPINGAN KELUARGA DALAM MENURUNKAN KECEMASAN PADA PASIEN ABDOMINAL PAIN DI IGD Bunga Annisa Putri Handani; Al Afik
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58575

Abstract

Kecemasan merupakan salah satu respons psikologis yang sering dialami pasien selama menjalani perawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD), terutama pada pasien dengan abdominal pain. Kondisi nyeri yang muncul secara tiba-tiba disertai ketidakpastian diagnosis dapat meningkatkan kecemasan dan berpotensi menghambat proses perawatan. Pendampingan keluarga merupakan salah satu bentuk dukungan yang dapat membantu menurunkan kecemasan seperti dukungan emosional dan dukungan fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pendampingan keluarga dalam menurunkan kecemasan pada pasien abdominal pain di IGD. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan melibatkan dua pasien abdominal pain di IGD yang memenuhi kriteria compos mentis, mampu berkomunikasi, dan bersedia menjadi responden. Variabel pada penelitian ini adalah kecemasan pasien selama didampingi oleh keluarga. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi langsung, dan pengukuran tingkat kecemasan menggunakan kuesioner Hospital Anxiety and Depression Scale-Anxiety (HADS-A) versi Bahasa Indonesia. Analisis data dilakukan secara deskriptif berdasarkan respons pasien sebelum dan sesudah pendampingan keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua pasien mengalami penurunan respons kecemasan setelah mendapatkan pendampingan keluarga. Pasien tampak lebih tenang, gelisah berkurang, komunikasi membaik, serta mengungkapkan rasa nyaman selama proses perawatan. Dukungan verbal dan sentuhan fisik dari keluarga berkontribusi dalam memberikan rasa aman secara psikologis. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pendampingan keluarga berperan dalam menurunkan kecemasan pada pasien abdominal pain di IGD melalui dukungan emosional, verbal, dan fisik yang meningkatkan rasa aman dan nyaman selama perawatan.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA DIBAWAH USIA 18 TAHUN Dina Khairunnisa; Basri Aramico lb; Tiara Mairani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58577

Abstract

Perilaku merokok merupakan perilaku berisiko yang berdampak negatif terhadap kesehatan dan masih menjadi masalah serius pada remaja. Kelompok ini rentan terhadap pengaruh lingkungan sosial dan faktor psikologis sehingga berpotensi memulai kebiasaan merokok sejak dini. Peningkatan jumlah perokok pemula di Indonesia, termasuk di Kota Banda Aceh, menunjukkan pentingnya identifikasi faktor yang berhubungan dengan perilaku tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku merokok pada remaja di bawah usia 18 tahun di SMA Negeri 11 Kota Banda Aceh. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 44 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan pada Juli 2025 menggunakan kuesioner tertutup dan dianalisis secara univariat serta bivariat dengan uji Chi-square menggunakan SPSS 25.  Hasil menunjukkan 52,3% responden memiliki perilaku merokok kategori baik. Sebagian besar memiliki pengetahuan baik, sikap positif, dan tindakan pencegahan yang baik. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tindakan, alasan psikologis, dan lingkungan sosial dengan perilaku merokok, sementara pengetahuan, sikap, serta sarana prasarana tidak menunjukkan hubungan signifikan. Disarankan peningkatan edukasi, pengawasan, dan lingkungan yang kondusif untuk pencegahan
PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG PERAWATAN BAYI BARU LAHIR DENGAN STATUS PARITAS Alfania Salma Mukhti; Happy Dwi Aprilina; Reni Purwo Aniarti; Jumiati Riskiyani Dwi Nandia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58586

Abstract

Bayi Baru Lahir (BBL) rentan terhadap infeksi yang disebabkan oleh paparan virus dan kuman selama proses persalinan maupun beberapa saat setelah lahir. Timbulnya infeksi disebabkan kurangnya pengetahuan ibu tentang perawatan bayi yang benar. Sikap ibu terhadap perawatan juga mempengaruhi penerapan pengetahuan tersebut. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pengetahuan dan sikap ibu adalah status paritas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap ibu tentang perawatan bayi baru lahir dengan status paritas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain analitik korelasional. Sampel yang diambil yaitu sebanyak 32 ibu nifas. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampling. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik responden berdasarkan usia ibu mayoritas adalah ibu berusia 26-30 tahun (35,7%). Pendidikan ibu adalah SMA sederajat (46,4%). Status paritas adalah ibu primipara (53,6%). Karakteristik responden berdasarkan status nifas mayoritas adalah Intermediate (67,8%). Riwayat persalinan normal (60,7%). Usia bayi mayoritas adalah 1-7 hari (32,1%). Terdapat hubungan antara pengetahuan ibu tentang perawatan bayi baru lahir dengan status paritas (p value 0,015) dan hubungan antara sikap ibu tentang perawatan bayi baru lahir dengan status paritas (p value 0,017). Kesimpulannya, pengetahuan dan sikap ibu tentang perawatan bayi baru lahir memiliki hubungan dengan status paritas.
HUBUNGAN ANTARA CITRA TUBUH DAN SELF ESTEEM DENGAN KECENDERUNGAN BODY DYSMORPHIC DISORDER PADA MAHASISWI DEWASA AWAL Putri Dwi Sagita; Sri Astutik Andayani; Novela Eka Candra Dewi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58588

Abstract

Body Dysmorphic Disorder (BDD) merupakan gangguan mental serius yang ditandai dengan kekhawatiran berlebihan terhadap penampilan fisik, meskipun kekurangan tersebut tidak nyata atau sangat minimal. Mahasiswi dewasa awal, khususnya di lingkungan pendidikan tinggi, rentan terhadap BDD karena faktor sosial, psikologis, dan budaya, termasuk citra tubuh dan self-esteem  yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara citra tubuh dan self-esteem  dengan kecenderungan BDD pada mahasiswi Fakultas Kesehatan Universitas Nurul Jadid. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswi dewasa awal di Fakultas Kesehatan Universitas Nurul Jadid, dengan jumlah sampel sebanyak 96 responden yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner skala Likert untuk mengukur citra tubuh, self-esteem , dan kecenderungan BDD. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dan regresi logistik ganda untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswi memiliki citra tubuh sedang hingga rendah dan tingkat self-esteem  yang sedang. Ditemukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara citra tubuh dengan kecenderungan BDD (p < 0,05) dan antara self-esteem  dengan kecenderungan BDD (p < 0,05). Selain itu, citra tubuh dan self-esteem  secara simultan berkontribusi signifikan terhadap kecenderungan BDD. Citra tubuh yang negatif dan self-esteem  yang rendah berhubungan dengan meningkatnya kecenderungan Body Dysmorphic Disorder. Oleh karena itu, penting bagi institusi pendidikan dan tenaga kesehatan untuk memberikan intervensi berupa edukasi dan promosi kesehatan mental dalam upaya meningkatkan citra tubuh positif dan self-esteem  pada mahasiswi.
FASTING-BASED INTERVENTIONS AND MOOD STABILITY IN BIPOLAR DISORDER : A SYSTEMATIC REVIEW OF CLINICAL OUTCOMES, LITHIUM SAFETY, AND CIRCADIAN-RELATED EVIDENCE Eva Indreswari Tandisalla
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58626

Abstract

Gangguan bipolar sangat sensitif terhadap gangguan tidur, ritme sirkadian, ritme sosial, dan jadwal pengobatan. Puasa Ramadan dapat memengaruhi kestabilan suasana hati melalui perubahan pola makan, hidrasi, waktu tidur, kepatuhan minum obat, serta rutinitas religius dan sosial. Tinjauan sistematis ini mengevaluasi intervensi berbasis puasa, khususnya puasa Ramadan, pada pasien dengan gangguan bipolar, dengan fokus pada kestabilan suasana hati, kekambuhan, keamanan penggunaan lithium, kepatuhan, tidur, dan luaran terkait ritme sirkadian. Pencarian sistematis dilakukan pada PubMed, Cochrane Library, dan ScienceDirect. Studi yang memenuhi kriteria melibatkan pasien dengan gangguan bipolar atau gangguan afektif bipolar serta menilai puasa Ramadan, paparan puasa, luaran suasana hati, keamanan lithium, kepatuhan, atau temuan terkait sirkadian/tidur. Karena heterogenitas desain dan luaran penelitian, data disintesis secara naratif. Sebanyak tujuh studi dimasukkan, sebagian besar meneliti puasa Ramadan dibandingkan puasa intermiten sekuler atau pembatasan waktu makan. Studi yang berfokus pada lithium umumnya melaporkan tidak adanya perubahan bermakna pada kadar lithium serum, fungsi ginjal, maupun elektrolit pada pasien stabil selama Ramadan. Temuan terkait suasana hati tidak konsisten; satu studi melaporkan angka kekambuhan sebesar 45%, terutama episode mania, sedangkan studi lain tidak menemukan kekambuhan dan menunjukkan perbaikan skor HDRS/YMRS. Gangguan tidur dan perubahan kepatuhan pengobatan menunjukkan adanya “efek Ramadan” yang lebih luas. Puasa Ramadan pada gangguan bipolar sebaiknya dipandang sebagai paparan kompleks yang mengganggu ritme biologis, bukan sekadar pembatasan kalori.
MODIFIKASI FORMULA ENTERAL RUMAH SAKIT DIET TINGGI ENERGI TINGGI PROTEIN RENDAH LAKTOSA BERBAHAN KACANG HIJAU (VIGNA RADIATA L.) DAN BUBUK SARI KACANG KEDELAI (GLYCINE MAX L.) UNTUK PASIEN DEWASA DENGAN MALNUTRISI Febri Dwisinta; Mayesti Akhriani; Rosita Anwar
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58640

Abstract

Malnutrisi pada pasien rawat inap memerlukan intervensi gizi berupa diet tinggi energi tinggi protein (TETP). Selain itu, intoleransi laktosa dapat menyebabkan gangguan gastrointestinal sehingga diperlukan alternatif formula enteral rendah laktosa. Penelitian ini bertujuan mengetahui hasil modifikasi formula enteral berbahan kacang hijau (Vigna radiata L.) dan bubuk sari kacang kedelai (Glycine max L.) sebagai diet tinggi energi tinggi protein rendah laktosa untuk pasien dewasa dengan malnutrisi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen laboratorium dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan empat perlakuan, yaitu F0, F1, F2, dan F3. Penelitian dilaksanakan pada Januari 2026 di Instalasi Gizi Rumah Sakit Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Sampel penelitian berupa 20 panelis terlatih yang dipilih menggunakan purposive sampling. Variabel yang diteliti meliputi daya alir, daya terima, kandungan zat gizi, dan food cost. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran daya alir, uji organoleptik menggunakan formulir hedonik, perhitungan kandungan zat gizi menggunakan TKPI 2020, serta analisis biaya formula. Data dianalisis secara deskriptif dan analitik menggunakan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula memiliki densitas energi 1,5 kkal/ml dan dapat digunakan untuk pemberian enteral. Formula F3 memiliki karakteristik terbaik berdasarkan kandungan energi, protein, daya alir, daya terima, dan efisiensi biaya. Uji organoleptik menunjukkan tidak terdapat perbedaan nyata antar formula (p>0,05). Formula enteral berbahan kacang hijau dan bubuk sari kacang kedelai berpotensi menjadi alternatif diet enteral tinggi energi tinggi protein rendah laktosa bagi pasien dewasa dengan malnutrisi.