cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,916 Documents
ANALISIS HUBUNGAN PEMAHAMAN MAHASISWA DIII RMIK TERHADAP JKN DENGAN KESIAPAN PKL Roro Putri Salsabella; Achmad Jaelani Rusdi; Lilik Afifah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58314

Abstract

Jaminan Kesehatan Nasional merupakan program pemerintah yang bertujuan untuk menjamin pelayanan kesehatan yang merata, berkualitas, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Dalam pelaksanaannya, tenaga Perekam Medis dan Informasi Kesehatan (PMIK) memiliki peran penting dalam mendukung administrasi pelayanan kesehatan yang berkaitan dengan JKN. Oleh karena itu, mahasiswa Diploma III Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (DIII RMIK) perlu memiliki pemahaman yang baik mengenai JKN sebagai bekal dalam menghadapi Praktik Kerja Lapangan. Namun, masih terdapat mahasiswa yang belum memahami JKN secara optimal sehingga dapat memengaruhi kesiapan mereka dalam melaksanakan PKL. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pemahaman mahasiswa DIII RMIK terhadap JKN dengan kesiapan Praktik Kerja Lapangan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional yang dilaksanakan di Kampus III ITSK RS dr. Soepraoen Malang. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Tingkat III DIII RMIK yang akan melaksanakan Praktik Kerja Lapangan sebanyak 41 mahasiswa. Penelitian ini diambil dengan cara Teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, selanjutnya data yang diperoleh dianalisis dengan uji korelasi Kendall’s Tau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman mahasiswa terhadap JKN berada pada kategori cukup dengan nilai rata-rata 2,68, sedangkan kesiapan PKL berada pada kategori sedang dengan nilai rata-rata 2,10. Hasil uji Kendall’s Tau-b menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,002 (p<0,05) dan koefisien korelasi sebesar 0,450 yang menunjukkan adanya hubungan positif dengan kekuatan sedang. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman mahasiswa DIII RMIK terhadap JKN dengan kesiapan PKL. Semakin baik pemahaman mahasiswa mengenai JKN, maka semakin tinggi pula kesiapan mahasiswa dalam menghadapi PKL.
PENGARUH PEMAKAIAN ALAT PELINDUNG DIRI TERHADAP KECELAKAAN KERJA NELAYAN DI KECAMATAN GRESIK Habibun Nabila Nur Mustaqimah; Zufra Inayah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58315

Abstract

Dalam industri perikanan, kecelakaan kerja terus menjadi masalah utama, khususnya bagi nelayan yang menghadapi bahaya signifikan saat bekerja di laut. Salah satu strategi untuk menyusutkan kecelakaan kerja adalah dengan menggunakan alat pelindung diri (APD). Tetapi, nelayan masih belum menggunakan APD secara maksimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti bagaimana penggunaan APD oleh nelayan Kecamatan Gresik memengaruhi kecelakaan kerja. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross-sectional, analitis, dan observasional. Sampel sebanyak 251 nelayan dipilih secara acak dari populasi penelitian, yang terdiri dari seluruh 681 nelayan di Kecamatan Gresik. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan observasi lapangan dan kuesioner. Uji regresi logistik univariat dan bivariat sederhana digunakan untuk menganalisis data. Menurut uji tersebut, 72,1% nelayan tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) yang tepat. Luka tusuk atau sayatan akibat alat tangkap ikan (26,5%), jatuh atau tergelincir di perahu (22,5%), dan cedera akibat mesin perahu (22,1%) merupakan cedera kerja yang paling sering terjadi di kalangan nelayan. Penggunaan APD dan frekuensi kecelakaan kerja berkorelasi signifikan, menurut hasil analisis regresi logistik sederhana, yang menunjukkan nilai p sebesar 0,000 (p < 0,05). Menurut nilai odds ratio (OR) sebesar 0,291, nelayan yang enggan memakai alat pelindung diri dengan benar memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami kecelakaan kerja disamakan dengan nelayan yang menggunakannya dengan benar.
LITERATURE REVIEW : FAKTOR PENYEBAB KETIDAKLENGKAPAN PENGISIAN REKAM MEDIS RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT Sabrina Salsabilla Kartika Putri; Lilik Afifah; Untung Slamet Suhariyono; Agus Syukron Ma’aruf
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58321

Abstract

Rekam medis merupakan dokumen penting yang berisi identitas pasien, riwayat penyakit, hasil pemeriksaan, diagnosis, serta tindakan pelayanan yang diberikan kepada pasien. Standar kelengkapan pengisian rekam medis harus mencapai 100% dalam waktu 1×24 jam setelah pasien keluar rumah sakit, namun ketidaklengkapan pengisian rekam medis rawat inap masih sering ditemukan dan dapat memengaruhi mutu pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor penyebab ketidaklengkapan pengisian rekam medis rawat inap di rumah sakit. Metode yang digunakan adalah literature review dengan menelaah artikel ilmiah yang dipublikasikan pada tahun 2020–2025 melalui Google Scholar menggunakan kata kunci faktor, ketidaklengkapan, rekam medis, dan rumah sakit. Dari 2.190 artikel yang ditemukan, dilakukan proses seleksi berdasarkan kesesuaian judul, ketersediaan artikel full-text, dan kriteria inklusi hingga diperoleh 10 artikel yang dianalisis secara naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidaklengkapan pengisian rekam medis rawat inap dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu faktor sumber daya manusia berupa rendahnya kepatuhan dan kedisiplinan, tingginya beban kerja, kurangnya pelatihan, serta belum optimalnya evaluasi; faktor standar operasional prosedur berupa belum tersedianya SOP khusus, SOP yang belum rinci, serta sosialisasi dan pelaksanaan yang belum optimal serta faktor sarana prasarana berupa keterbatasan komputer, gangguan jaringan, dan penggunaan checklist kelengkapan dokumen yang belum maksimal. Disimpulkan bahwa peningkatan kompetensi dan kepatuhan tenaga kesehatan, pelaksanaan SOP yang konsisten disertai pengawasan, serta penyediaan sarana prasarana yang memadai diperlukan untuk mengoptimalkan kelengkapan rekam medis rawat inap di rumah sakit.  
HUBUNGAN KUALITAS TIDUR TERHADAP DERAJAT NYERI PREMENSTRUAL SYNDROME (PMS) PADA KADER IMMAWATI UNISA YOGYAKARTA TAHUN 2024 Fuji Padia Ramdani; Ismarwati Ismarwati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58406

Abstract

Perempuan usia subur memiliki berbagai masalah kesehatan reproduksi di setiap bulannya dengan menstruasi atau haid mereka salah satunya yaitu Premenstrual Syndrome (PMS). Prevalensi PMS di Indonesia semakin meningkat dan sekitar 80% wanita usia remaja mengalami gejala yang dapat mengganggu kehidupan sehari-hari. Masalah Kesehatan reproduksi perempuan dapat menjadi suatu hal yang berbahaya bagi kesejahteraan dan mempengaruhi kualitas hidup, saat ini International Conference on Population and Development (ICPD) menekankan pentingnya remaja perempuan dan perempuan usia subur untuk dapat mengakses layanan dan penyuluhan kesehatan reproduksi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara kualitas tidur terhadap derajat nyeri premenstrual syndrome (PMS) pada kader Immawati UNISA Yogyakarta. Penelitian ini berupa penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional menggunakan data primer berupa kuesioner PSQI untuk mengukur kualitas tidur dan kuesioner SPAF untuk mengukur derajat nyeri PMS responden dengan menggunakan teknik total sampling dalam pengambilan sampel dan uji analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian yang diperoleh dari 45 responden diketahui bahwa 37 responden (82,8%) memiliki kualitas tidur buruk dan 33 responden (73,3%) mengalami derajat nyeri PMS sedang-berat, pada penelitian ini diketahui sebanyak 31 responden (83,8%) memiliki kualitas tidur buruk dengan derajat nyeri PMS sedang-berat dengan nilai p-value sebesar 0,002 (p<0,005) serta nilai contingency coefficient 0,453. Kesimpulan penelitian ini menyatakan bahwa terdapat hubungan antara kualitas tidur terhadap derajat nyeri PMS pada kader Immawati UNISA Yogyakarta dengan keeratan hubungan cukup kuat.
PROFIL PREEKLAMSIA PADA IBU HAMIL DENGAN FAKTOR PEMBERAT DAN LUARAN MATERNAL DI RSUD PROVINSI NTB TAHUN 2023–2025: STUDI DESKRIPTIF RETROSPEKTIF Nindy Prawitasari; I Made W Mahayasa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58408

Abstract

Preeklampsia merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas maternal di dunia. Kondisi ini dapat berkembang menjadi preeklampsia berat dengan faktor pemberat yang berisiko menimbulkan komplikasi serius pada ibu maupun janin. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan profil pasien preeklampsia dengan faktor pemberat serta luaran maternal di RSUD Provinsi NTB periode 2023–2025. Penelitian ini menggunakan desain observasional retrospektif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh dari rekam medis pasien yang didiagnosis preeklampsia. Sebanyak 188 pasien teridentifikasi, dengan 168 pasien memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis, sedangkan 20 pasien mengalami kematian akibat komplikasi preeklampsia. Analisis dilakukan secara univariat untuk melihat distribusi frekuensi dan persentase karakteristik demografis, faktor klinis, faktor pemberat, serta luaran maternal. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pasien berusia 20–35 tahun (70,2%) dan multigravida (62,5%). Sebagian besar persalinan dilakukan melalui sectio caesarea (89,3%). Faktor pemberat tersering adalah hipertensi berat ≥160/110 mmHg (66,1%), diikuti gejala neurologis (12,5%), edema paru (10,7%), trombositopenia (8,9%), peningkatan enzim hati (8,3%), HELLP syndrome (7,1%), dan peningkatan kreatinin (6,5%). Sebagian besar pasien tidak mengalami komplikasi maternal berat (81,5%). Kesimpulannya, hipertensi berat merupakan faktor pemberat paling dominan pada preeklampsia. Mortalitas maternal 10,6% menunjukkan kondisi ini masih berisiko tinggi, sehingga diperlukan early detection dan tata laksana optimal untuk menurunkan angka kematian.
PENGARUH DEMONSTRASI DAN VIDEO CALL COUNSELING TEHNIK MENYUSUI DENGAN KEBERHASILAN TEHNIK MENYUSUI PADA IBU HAMIL TRIMESTER III Devi Endah Saraswati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58410

Abstract

Menyusui sebaiknya disiapkan sejak kehamilan agar tercapai keberhasilannya, karena menyusui untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh demonstrasi dan video call counseling tehnik menyusui dengan keberhasilan tehnik menyusui pada ibu hamil trimester III. Desain penelitian menggunakan quasy eksperiment pretest – posttest with control design. Populasi penelitian adalah ibu hamil trimester III (28-42 minggu). Sampel penelitian ini adalah 10 ibu hamil yang diberikan demonstrasi dan 10 ibu hamil yang diberikan demontrasi dan video call counselling. Tehnik sampel purposive sampling. Penelitian dilakukan di Desa Sumberjo, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro bulan Februari – Agustus 2024. Instrument yang digunakan adalah: Modul tehnik menyusui, SOP Demonstrasi, SOP video call counseling, daftar tilik keberhasilan menyusui, boneka peraga, peraga payudara, Hp. Demontrasi di berikan 1 kali dan pada kelompok demonstrasi dan kelompok demontrasi dengan video call counseling. Pemberian video call counseling sebanyak 3 kali. Keberhasilan tehnik menyusui diukur dari hasil pretest dan posttest pengamatan. Analisis data menggunakan SPSS uji Wilcoxon Siged Rank Test. Hasil penelitian terdapat peningkatan keberhasilan tehnik menyusui pada kelompok demontrasi dengan nilai p value 0,025 (<0,05) dan pada kelompok demontrasi dengan video call counseling dengan nilai p value 0,003 (<0,05) artinya kedua kelompok efektif terhadap keberhasilan menyusui. Pada pemberian edukasi demontrasi disertai dengan video call counseling lebih signifikan dibandingkan pada kelompok yang hanya diberikan demontrasi saja karena dengan ditambahkan video call counseling responden dapat berkomunikasi dengan peneliti jika terdapat kendala dengan tehnik menyusui diluar sesi demontrasi.
EFEK AROMATHERAPY CHAOMILE TERHADAP KECEMASAN IBU HAMIL TRIMESTER III Dhanita Waluya Rachmalia; Widia Shofa Ilmiah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58413

Abstract

Kehamilan trimester III merupakan periode yang rentan terhadap terjadinya kecemasan akibat perubahan fisik dan psikologis serta semakin dekatnya waktu persalinan. Kecemasan yang tidak ditangani dengan baik dapat berdampak pada kesehatan ibu maupun janin. Salah satu upaya non farmakologis yang dapat digunakan untuk menurunkan kecemasan adalah aromaterapi chamomile. Penelitiani ini bertujuan untuk menganalisis efek aromaterapi chamomile terhadap kecemasan ibu hamil trimester III. Penelitiani ni menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 13 April sampai 10 Mei 2026 di Puskesmas Arjuno Kota Malang. Populasi penelitian adalah seluruhi bu hamil trimester III yang melakukan kunjungan antenatal care selama periode penelitian. Sampel berjumlah 35 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Variabel independen adalah aromaterapi chamomile, sedangkan variabel dependen adalah tingkat kecemasan ibu hamil trimester III. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Analisisidata dilakukan menggunakaniUjiiWilcoxoniSigned Rank Test denganitingkatisignifikansi α = 0,05. Sebelum diberikan aromaterapi chamomile, sebagianibesariresponden mengalami kecemasan berat dan sebagian lainnya mengalami kecemasan sedang. Setelah pemberian aromaterapi chamomile, sebagian besar responden mengalami kecemasan ringan, sebagian mengalami kecemasan sedang, dan beberapa tidak mengalami kecemasan. HasiliUji  Wlcoxon Signed Rank Testimenunjukkaninilai p-value < 0,05 yang menunjukkan adanya perbedaan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi chamomile. Aromaterapi chamomile berpengaruh signifikan terhadap penurunan tingkat kecemasan ibu hamil trimester III sehingga dapat digunakan sebagai terapi komplementer nonfarmakologis yang aman dan efektif dalam membantu meningkatkan kenyamanan psikologis ibu hamil menjelang persalinan.
PENGARUH EDUKASI GIZI ANIMASI TERHADAP PENGETAHUAN IBU TENTANG PICKY EATER Diani Ayu Safitri; Zainal Munir; Husnul Khotimah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58421

Abstract

Masalah gizi pada anak merupakan aspek penting yang memengaruhi pertumbuhan, perkembangan otak, dan kesehatan secara keseluruhan. Salah satu masalah yang sering terjadi adalah perilaku pilih-pilih makanan (picky eater) yang dapat menyebabkan kekurangan gizi dan meningkatkan risiko stunting. Kurangnya pengetahuan ibu mengenai penanganan picky eater menjadi faktor yang memperburuk kondisi tersebut. Oleh karena itu, diperlukan edukasi yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan ibu, salah satunya melalui media animasi yang menarik dan mudah dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi gizi animasi terhadap pengetahuan ibu tentang picky eater di Kecamatan Paiton, Probolinggo. Metode penelitian menggunakan desain pre-eksperimental one group pre-post test with control group design. Sampel penelitian berjumlah 76 ibu yang memiliki anak dengan perilaku picky eater dan dibagi menjadi kelompok intervensi serta kelompok kontrol berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah edukasi gizi animasi, sedangkan variabel dependen adalah pengetahuan ibu tentang picky eater. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan pada kelompok intervensi setelah diberikan edukasi media animasi (p = 0,000), sedangkan kelompok kontrol tidak menunjukkan peningkatan yang signifikan (p = 0,552). Selain itu, terdapat perbedaan signifikan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol (p = 0,000). Penelitian ini menunjukkan bahwa edukasi gizi animasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu tentang picky eater.
HUBUNGAN SELF CARE DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS PEKAUMAN BANJARMASIN Sandy Syah Rajaby; Solikin Solikin; Sukarlan Sukarlan; Sri Sundari
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58422

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis dengan prevalensi meningkat dan berisiko menurunkan kualitas hidup pasien. Self care yang baik berperan penting dalam pengendalian glukosa darah dan pencegahan komplikasi, sehingga berpotensi meningkatkan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara self care dan kualitas hidup pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Pekauman Banjarmasin. Desain penelitian menggunakan kuantitatif deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi terdiri dari 81 pasien rawat jalan, dengan 76 responden yang dipilih melalui accidental sampling. Self care diukur menggunakan kuesioner SDSCA, sedangkan kualitas hidup menggunakan kuesioner DQOL yang valid dan reliabel. Analisis data dilakukan dengan uji Spearman Rho pada tingkat signifikansi 0,05  Hasil menunjukkan sebagian besar responden memiliki self care dan kualitas hidup dalam kategori baik. Uji bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara self care dan kualitas hidup (p = 0,000), di mana pasien dengan self care lebih baik cenderung memiliki kualitas hidup lebih baik.. Temuan ini menekankan pentingnya peran perawat dalam memberikan edukasi dan pendampingan self care secara komprehensif untuk meningkatkan kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe 2.
EFEKTIVITAS POSISI SEMI-FOWLER DAN TEKNIK PURSED-LIP BREATHING TERHADAP POLA NAPAS TIDAK EFEKTIF PADA PASIEN DISPNEA DI INSTALASI GAWAT DARURAT: STUDI KASUS SERI Isnaini Nur Afifah; Al Afik
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58506

Abstract

Dispnea merupakan kondisi kegawatdaruratan yang sering ditemukan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan menjadi penyebab utama diagnosis keperawatan pola napas tidak efektif. Intervensi mandiri keperawatan berupa posisi semi-Fowler dan teknik pursed-lip breathing (PLB) diketahui efektif memperbaiki status respirasi; namun pemilihan intervensi yang tepat berdasarkan kondisi klinis individu di IGD masih memerlukan kajian lebih mendalam. Penelitian menggunakan desain studi kasus seri (case series) dengan pendekatan deskriptif komparatif. Dua pasien dispnea di IGD dipilih secara purposive sampling. Pasien 1 (PPOK, SpO₂ 93%) menerima posisi semi-Fowler 30° dan O₂ nasal kanul 3 L/menit, sedangkan Pasien 2 (sequelae TB paru, SpO₂ 72%) menerima semi-Fowler 30°, teknik PLB, dan O₂ NRM 10 L/menit. Pengkajian menggunakan Skala Borg Dispnea yang Dimodifikasi dan kerangka SDKI–SLKI–SIKI dengan pemantauan setiap 15 menit. Pasien 1 mencapai resolusi klinis optimal (RR 20 x/mnt, SpO₂ 99%, Borg 1). Pasien 2 mencapai perbaikan oksigenasi (SpO₂ 99%) namun masih terdapat tanda klinis pola napas tidak efektif (RR 25 x/mnt, Borg 5, otot bantu aktif, ekspirasi memanjang). Temuan ini menunjukkan disonansi antara normalisasi SpO₂ dan resolusi klinis gangguan ventilasi. Intervensi mandiri keperawatan efektif meningkatkan parameter oksigenasi, namun normalisasi SpO₂ tidak selalu mencerminkan resolusi klinis pola napas. Evaluasi komprehensif berbasis SDKI–SLKI–SIKI dan pemilihan intervensi berbasis kondisi klinis individu merupakan elemen esensial praktik keperawatan profesional di IGD.