cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,916 Documents
ANALISIS KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN PENDAFTARAN DI PUSKESMAS X MENGGUNAKAN METODE IMPORTANCE PERFOMANCE ANALYSIS Farhan Andhika; Fitria Dewi Rahmawati; Lina Khasanah; Maula Ismail Mohammad
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58992

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik responden dan menganalisis tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan pendaftaran di Puskesmas X dengan menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA). Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang melakukan pendaftaran di Puskesmas X pada periode penelitian bulan Mei 2026. Namun, jumlah populasi tidak diketahui secara pasti karena jumlah pasien bersifat fluktuatif setiap hari. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 96 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Penentuan jumlah sampel didasarkan pada perhitungan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan (e) sebesar 10% pada populasi yang tidak diketahui secara pasti, sehingga diperoleh sampel minimal sebanyak 96 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner berdasarkan lima dimensi SERVQUAL, yaitu reliability, responsiveness, assurance, empathy, dan tangibles. Analisis data dilakukan menggunakan metode IPA dengan membandingkan tingkat kepentingan (importance) dan kinerja (performance) serta memetakan hasil ke dalam diagram Kartesius. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai kinerja pelayanan sebesar 4,07 lebih tinggi dibandingkan nilai kepentingan sebesar 3,72 dengan selisih gap positif 0,35. Seluruh dimensi pelayanan menunjukkan kinerja yang baik dan cenderung melebihi harapan pasien, dengan dimensi assurance memiliki nilai tertinggi, sedangkan empathy dan tangibles memiliki gap terendah, dengan nilai gap terendah sebesar 0,28 pada indikator fasilitas ruang tunggu pendaftaran. Hasil pemetaan IPA menunjukkan sebagian besar atribut berada pada kuadran II (pertahankan prestasi), namun masih terdapat beberapa atribut yang perlu menjadi prioritas perbaikan terutama pada aspek responsiveness dan empathy.
FAKTOR RISIKO LINGKUNGAN DAN PERILAKU DENGAN KEJADIAN DBD DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BLANG BINTANG KABUPATEN ACEH BESAR Rifqa Alfina; Farrah Fahdhienie; Tiara Mairani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58997

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar. Faktor lingkungan dan perilaku masyarakat diduga berperan terhadap kejadian DBD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko lingkungan dan perilaku dengan kejadian DBD di wilayah kerja Puskesmas Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan desain case-control. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 42 responden yang terdiri dari 14 kasus dan 28 kontrol dengan rasio 1:2. Kasus dipilih menggunakan total sampling, sedangkan kontrol dipilih menggunakan random sampling. Variabel yang diteliti meliputi: suhu, kelembaban, penggunaan kasa nyamuk, kebiasaan menggantung pakaian, penggunaan obat nyamuk dan praktik 3M. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dan multivariat dengan menggunakan program SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan menggantung pakaian (p = 0,014; OR = 6,92), penggunaan obat nyamuk (p = 0,013; OR = 5,4), dan praktik 3M (p = 0,004; OR = 7,5) berhubungan signifikan dengan kejadian DBD. Sementara itu, suhu dan penggunaan kasa nyamuk tidak berhubungan dengan kejadian DBD (p>0,05). Analisis multivariat menunjukkan bahwa kebiasaan menggantung pakaian merupakan faktor yang paling berisiko terhadap kejadian DBD (p = 0,043; OR = 8,137). Disimpulkan bahwa faktor perilaku berhubungan dengan kejadian DBD dengan kebiasaan menggantung pakaian sebagai faktor yang paling berisiko. Puskesmas perlu memprioritaskan intervensi berbasis perubahan perilaku dalam upaya pengendalian DBD.
INTERVENSI KOMUNIKASI DAN SENTUHAN TERAPEUTIK PENATA ANESTESI TERHADAP KECEMASAN PASIEN SECTIO CAESAREA MENJELANG ANESTESI SPINAL Putri Anggi; Heri Puspito; Triyas Singgih Pambudi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.59002

Abstract

Sectio caesarea dengan anestesi spinal sering menimbulkan kecemasan pada pasien sebelum tindakan. Data menunjukkan bahwa sekitar 60–80% ibu yang akan menjalani sectio caesarea mengalami kecemasan, dengan distribusi sekitar 30–50% kecemasan ringan–sedang dan 20–30% kecemasan berat. Kecemasan ini dapat memengaruhi kerja sama pasien serta keberhasilan prosedur anestesi. Oleh karena itu, diperlukan intervensi nonfarmakologis seperti komunikasi terapeutik dan sentuhan terapeutik untuk membantu menurunkan kecemasan serta meningkatkan rasa aman dan kenyamanan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi komunikasi terapeutik dan sentuhan terapeutik oleh penata anestesi terhadap tingkat kecemasan pasien sectio caesarea menjelang anestesi spinal. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one group pretest–posttest. Sampel sebanyak 42 responden diambil secara purposive sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan kuesioner Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale (APAIS), dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi mayoritas responden mengalami kecemasan berat sebanyak 34 orang (81,0%), panik 7 orang (16,7%), dan sedang 1 orang (2,4%). Setelah intervensi, kecemasan menurun menjadi ringan sebanyak 22 orang (52,4%) dan sedang 20 orang (47,6%). Uji Wilcoxon menunjukkan p=0,000 (p<0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan.Komunikasi terapeutik dan sentuhan terapeutik dapat digunakan sebagai terapi nonfarmakologis oleh penata anestesi di rumah sakit dalam menurunkan kecemasan pasien, khususnya pada tingkat kecemasan ringan hingga sedang menjelang anestesi spinal.
ANALISIS KINERJA KADER TERHADAP PENEMUAN KASUS TUBERKULOSIS PARU DI UPTD PUSKESMAS BUMI AGUNG KOTA PAGAR ALAM TAHUN 2026 Metty Hernita Padma Kencana; Ali Harokan; Nurul Fitriah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.59006

Abstract

Pulmonary tuberculosis (TB) remains a major public health challenge in Indonesia. UPTD Puskesmas Bumi Agung recorded an average Case Detection Rate (CDR) of only 10.6% during 2023–2025, well below the national target of 90%. This research aims to analyze factors associated with the performance of health cadres in the detection of pulmonary TB cases. A quantitative analytical study with a cross-sectional design involving 239 health cadres (total sampling). Data were analyzed using univariate, bivariate (chi-square), and multivariate (multiple logistic regression) analysis. The majority of cadres (67.8%) had low TB case detection. Bivariate analysis showed significant associations with knowledge (p=0.022; OR=2.125), training (p<0.001; OR=7.667), healthcare worker support (p<0.001; OR=3.418), cadre activeness (p<0.001; OR=8.522), workload (p=0.030; OR=3.641), and experience (p<0.001; OR=30.104). Multivariate analysis identified three dominant variables: cadre experience (OR=21.781), workload (OR=8.744), and activeness (OR=2.710). The model explained 60.2% of case detection variation. Cadre experience is the most dominant factor. Capacity building through periodic training, mentoring programs, and workload redistribution are essential to improve pulmonary TB case detection.
HUBUNGAN KADAR GLUKOSA DARAH PUASA DENGAN KADAR TRIGLISERIDA PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RS X JAKARTA Lusiana Ramadhani; Nova Hardianto; Ayu Putri Utami
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.59008

Abstract

Resistensi insulin, pola makan kaya lemak dan karbohidrat, perilaku hidup kurang sehat, dan kurang aktifitas fisik pada pasien diabetes melitus (DM) tipe 2 berpotensi menyebabkan gangguan metabolisme lipid yang dapat meningkatkan kadar trigliserida. Namun, bukti empirik mengenai asosiasi kadar glukosa dengan trigliserida pada populasi lokal di Indonesia tampaknya masih terbatas dan dengan hasil yang cenderung kontradiktif. Penelitian ini mempunyai tujuan utama untuk menguji hubungan antara kadar glukosa darah puasa dengan kadar trigliserida pada pasien DM tipe 2. Desain potong lintang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan data rekam medis. Subyek penelitian terdiri dari 174 pasien DM tipe 2 yang melakukan pemeriksaan kesehatan di RS X, Tanjung Priok, Jakarta pada periode Januari—Desember 2024. Pemeriksaan glukosa darah puasa (GDP) dan trigliserida di RS X menggunakan alat chemistry analyzer EasyRA. Hasil penelitian menunjukan proporsi pasien yang memiliki kadar GDP tinggi dan kadar trigliserida melebihi ambang normal masing-masing berturut-turut sebesar 75,3 persen dan 83,9 persen. Berdasarkan uji korelasi Spearman, didapatkan nilai p sebesar 0,034 (nilai p < 0,05) dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,161. Hasil tersebut menunjukan bahwa terdapat korelasi positif yang signifikan tetapi relatif lemah antara kadar GDP dengan kadar trigliserida pada pasien DM tipe 2. Peneliti menyarankan agar penelitian-penelitian selanjutnya mempertimbangkan penggunaan desain longitudinal dan menguji serta menganalisis variabel lain yang berpotensi memengaruhi hubungan antara kadar GDP dengan kadar trigliserida pada pasien DM tipe 2.
FAKTOR PENGETAHUAN DALAM UTILISASI PESERTA PROGRAM PENGELOLAAN PENYAKIT KRONIS (PROLANIS) DI KLINIK PRATAMA UNIT PELAYANAN KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN RI Anggun Nabila; Fissilmi Kaaffah; Dwi Nurmawaty
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.59012

Abstract

Kasus Penyakit Tidak Menular (PTM) sebagai penyebab kematian di Indonesia mengalami peningkatan prevalensi setiap tahunnya. Program terintegrasi dari BPJS Kesehatan untuk penderita penyakit kronis meliputi diabetes melitus tipe 2 dan hipertensi dikenal sebagai Prolanis (Program Pengelolaan Penyakit Kronis). Utilisasi Prolanis yaitu tingkat pemanfaatan peserta Prolanis untuk mengendalikan penyakit dan faktor yang mempengaruhi diantaranya pengetahuan. Penelitian ini menggunakan PRECEDE-PROCEED Model (Lawrence Green Theory), bertujuan menganalisis hubungan faktor pengetahuan terhadap utilisasi Prolanis di Klinik Pratama Unit Pelayanan Kesehatan (UPK) Kementerian Kesehatan RI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi Cross Sectional. Jumlah populasi sebanyak 103 peserta Prolanis dan sampel sebanyak 68 responden dihitung dengan two proportion test. Kuesioner untuk mengukur variabel penelitian yang meliputi pengetahuan dan utilisasi peserta Prolanis. Analisis data menggunakan analisis univariat untuk mendeskripsikan dan analisis bivariat untuk mengidentifikasi hubungan antara faktor pengetahuan dan utilisasi Prolanis di Klinik Pratama UPK Kementerian Kesehatan RI. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa responden dengan pengetahuan baik sebanyak 94,1% dan pengetahuan kurang 5,9%. Di sisi lain, sebesar 61,8% tidak memanfaatkan (Prolanis) sedangkan yang memanfaatkan Prolanis berjumlah 38,2%. Analisis bivariat menunjukkan ada hubungan (p-values < 0.05) antara pengetahuan pasien dengan utilisasi Prolanis di Klinik Pratama Unit Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang baik, namun utilisasi Prolanis di Klinik Pratama UPK Kemenkes RI masih rendah. Hal tersebut menggambarkan bahwa tingginya pengetahuan belum tentu mendorong utilisasi Prolanis sebagai layanan kesehatan.
HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN RESILIENSI PENYINTAS BANJIR DIDUSUN NOGOSARI 1 KALURAHAN WUKISARI KECAMATAN IMOGIRI Anggel Odira Loika; Heri Puspito; Istiqomah Rosidah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.59025

Abstract

Banjir merupakan bencana alam yang sering terjadi di Indonesia dan menimbulkan dampak fisik maupun psikologis bagi penyintas. Salah satu kemampuan penting untuk pemulihan adalah resiliensi yang dipengaruhi oleh kecerdasan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dengan resiliensi penyintas banjir di Dusun Nogosari 1, Kalurahan Wukisari, Kecamatan Imogiri. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional dan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah penyintas banjir dengan sampel 85 responden yang dipilih menggunakan simple random sampling. Variabel terdiri dari kecerdasan emosional sebagai variabel independen dan resiliensi sebagai variabel dependen. Pengumpulan data menggunakan kuesioner kecerdasan emosional dan resiliensi, kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara kecerdasan emosional dengan resiliensi (p = 0,000; r = 0,611). Sebagian besar responden memiliki kecerdasan emosional tinggi (88,2%) dan resiliensi tinggi (78,8%). Hasil ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kecerdasan emosional, semakin tinggi resiliensi penyintas banjir. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan intervensi psikologis berbasis penguatan kecerdasan emosional untuk meningkatkan resiliensi masyarakat terdampak bencana.
THE ASSOCIATION BETWEEN NUTRITIONAL STATUS IN CHILDREN AND SCABIES AT RSUD DR. LA PALALOI MAROS IN 2020-2022 Muhammad Fitrah Asshobri; Syatirah Jalaluddin; Fhirastika Annisha Helvian; Rini Fitriani; Muhammad Dahlan
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.59068

Abstract

Skabies merupakan infestasi parasit pada kulit yang disebabkan oleh Sarcoptes scabiei var. hominis, yang umumnya menyerang anak-anak, terutama pada kondisi lingkungan padat penduduk dan status gizi yang kurang baik. Indonesia masih menghadapi prevalensi malnutrisi yang tinggi pada anak usia sekolah, yang secara teoritis dapat memengaruhi kerentanan terhadap penyakit infeksi, termasuk skabies. Namun, bukti ilmiah mengenai hubungan antara status gizi dan kejadian skabies masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dan infestasi skabies pada pasien anak di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUD dr. La Palaloi Maros, Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional yang dilakukan di rumah sakit regional di Maros, Indonesia, dengan subjek penelitian berupa pasien anak rawat jalan berusia 5–18 tahun pada periode 2020–2022. Data diperoleh dari rekam medis yang meliputi karakteristik demografis (usia dan jenis kelamin), pengukuran antropometri, serta diagnosis klinis. Status gizi ditentukan berdasarkan indeks antropometri, sedangkan diagnosis skabies ditegakkan secara klinis. Analisis hubungan antar variabel dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 25 untuk Windows. Sebanyak 89 subjek penelitian diikutsertakan, dengan 51 subjek (57,3%) terdiagnosis skabies dan 58 subjek (65,2%) termasuk dalam kategori gizi lebih. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi dan kejadian skabies (p = 0,715). Sebagai kesimpulan, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dan infestasi skabies pada pasien anak. Penelitian lebih lanjut dengan jumlah sampel yang lebih besar dan variabel yang lebih komprehensif diperlukan untuk mengevaluasi faktor-faktor lain yang mungkin berperan.
KEMAMPUAN KELUARGA DALAM MERAWAT KLIEN NYERI GOUT ARTHRITIS DI RUMAH Andi Saifah; Fatimah Azzahrah; Suwarty Nursahara Usman Putra
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.59093

Abstract

Gout arthritis merupakan penyakit inflamasi sendi yang ditandai peningkatan kadar asam urat, nyeri sendi, dan keterbatasan aktivitas. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi kemampuan keluarga merawat anggota keluarga dengan nyeri gout arthritis di rumah melalui akupresur. Desain penelitian menggunakan studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan keluarga pada tiga keluarga yang memiliki anggota keluarga dengan gout arthritis, kadar asam urat tinggi dan keluhan nyeri sendi. Intervensi meliputi pendidikan kesehatan, dukungan pengambilan keputusan keluarga dalam memilih caregiver, pelatihan akupresur, serta pendampingan pelaksanaan akupresur oleh caregiver selama 6-7 hari, dua kali sehari selama 10-15 menit. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pengukuran skala nyeri, tekanan darah, dan kadar asam urat selama 10 kali kunjungan. Hasil menunjukkan care giver terpilih adalah anak dan cucu yang tinggal serumah, melakukan akupressur dengan sangat baik, Dukungan keluarga dalam mengingatkan dan membatasi makanan pencetus turut memperkuat keberhasilan perawatan. Perubahan skala nyeri dan kadar asam urat sebelum dan setelah akupressur yaitu klien 1 (6-0; 8,4 mg/dl-5,3mg/dl), klien 2 (6-0; 8,3mg/dl-5,3mg/dl), klie 3 (7-2; 7,5mg/dl-5,6mg/dl, serta tidak terdapat keluhan kaki terasa berat dan panas. Kesimpulan penelitian adalah seluruh caregiver keluarga mampu merawat dan mengatasi nyeri gout dan kadar asam urat menjadi batas normal klien dengan akupressur titik KI3 dan ST36 dan dukungan pengendalian faktor pencetus di rumah. Disarankan kepada keluarga untuk tetap melanjutkan akupressur khususnya ST36 untuk meningkatkan imunitas klien dan mengembangkan desain quasi eksperimen bagi peneliti selanjutnya.
DETERMINAN KESEHATAN MENTAL PADA IBU HAMIL DENGAN KEHAMILAN RISIKO TINGGI : TINJAUAN LITERATUR Mifthah Muliani Lubis; Adelia Putri Mahardika; Shzalfa Azzahra
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.59100

Abstract

Kehamilan risiko tinggi meningkatkan tekanan psikologis yang berdampak pada kesehatan mental dan luaran kehamilan, sehingga penelitian ini bertujuan mengidentifikasi determinan kesehatan mental ibu hamil melalui systematic literature review dengan pedoman PRISMA. Pencarian dilakukan pada Google Scholar dan PubMed menggunakan kata kunci terkait kehamilan risiko tinggi dan kesehatan mental, dengan kriteria inklusi artikel tahun 2022–2026 dan desain cross-sectional, cohort, case-control, serta quasi-experimental. Dari 3.886 artikel, diperoleh 10 artikel yang dianalisis secara tematik. Hasil menunjukkan bahwa kesehatan mental ibu hamil dipengaruhi oleh faktor individual, sosial, dan klinis, dengan kehamilan risiko tinggi sebagai determinan utama yang meningkatkan kecemasan dan distress psikologis, sementara usia, riwayat gangguan mental, paritas, dukungan sosial, dan kualitas hubungan pasangan memperkuat kerentanan. Gangguan mental juga berkaitan dengan luaran kehamilan seperti bayi berat lahir rendah dan kelahiran prematur, sementara intervensi non-farmakologis terbukti efektif menurunkan kecemasan. Disimpulkan bahwa kesehatan mental ibu hamil bersifat multidimensional sehingga diperlukan skrining terintegrasi dalam layanan antenatal serta penguatan dukungan sosial.