cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
RIWAYAT PEMBERIAN ASI EKSLUSIF, FREKUENSI DAN DURASI PEMBERIAN ASI PADA BALITA STUNTING (25-59 BULAN) DI KABUPATEN DEMAK Wahyuni Arumsari; Rani Tiara Desty; Al Dina Yuliana
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.17852

Abstract

Prevalensi stunting di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2021 menurun sebesar 6% jika dibandingkan dengan tahun 2019. Sejalan dengan hal tersebut, prevalensi stunting di Kabupaten Demak berangsur-angsur menurun hingga pada tahun 2022 menjadi 16,2%. Namun demikian, jika melihat target capaian penurunan stunting pemerintah pada 2023, yaitu sebesar 14%, maka rencana aksi pencegahan dan penanggulangan stunting harus lebih baik lagi terutama dalam pengendalian faktor risikonya. Maka dari itu, penelitian ini mencoba mengidentifikasi salah satu faktor risiko langsung terjadinya stunting, yaitu pemberian ASI. Penggunaan desain penelitian kuantitatif-kualitatif menggunakan metode cross sectional digunakan dalam merancang penelitian. Populasi dalam penelitian sejumlah 618 balita. Pengambilan sampel dilakukan secara acak menggunakan data balita stunting dari 27 puskesmas di Kabupaten Demak. Sampel kuantitatif diambil sejumlah 195 responden, sedangkan 27 informan dipilih guna melengkapi kajian kualitatif. Penelitian ini dilakukan pada Juni - Desember 2021. Balita stunting di Kabupaten Demak sebagian besar adalah perempuan (51,8%), dengan riwayat lahir normal (86,7%). Tingkat pendapatan keluarga dalam satu bulan tergolong rendah (< UMR) yaitu sebesar 65%. Tingkat pendidikan ibu tergolong rendah yaitu 42,6% di tingkat SMP. Sebagian besar balita stunting mendapatkan ASI ekslusif (78,9%), memiliki kebiasaan menyusu > 6 kali dalam sehari (52,6%), dan durasi menyusu yang relatif panjang (> 2 tahun) yaitu sebesar 59,8%. Berdasarkan penggalian informasi juga didapatkan faktor budaya setempat yang ikut mempengaruhi kegiatan menyusui. Faktor pemberian ASI secara garis besar mampu menggambarkan kejadian stunting pada balita.
THE RELATIONSHIP BETWEEN KNOWLEDGE AND FAMILY SUPPORT WITH THE ANXIETY LEVEL OF MOTHER IN THE FIRST STAGE OF LABOR Novia Sari
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.17853

Abstract

Persalinan merupakan suatu proses pengeluaran hasil konsepsi yang terdiri dari janin, selaput ketuban dan plasenta setelah kehamilan cukup bulan atau aterm. Tingkat kecemasan menyebabkan salah satu terjadnya persalinan lama. Data WHO menunjukkan 8-10% mengalami kecemasan selama kehamilan dan meningkat menjadi 13% ketika menjelang persalinan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menegtahui hubungan pengetahuan dan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan ibu bersalin kala I di RSUD Rupit Tahun 2023. Desain pada penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan pendekatan Cross sectional. Pengambilan sampel dengan metode nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling, responden adalah ibu bersalin kala I di ruang kebidanan RSUD Rupit berjumlah 41 responden. Variabel independent dalam penelitian ini adalah pengetahuan dan dukungan keluarga sedangkan variabel dependentnya adalah tingkat kecemasan. Uji statistik pada penelitian ini menggunakan Analisa univariat dan bivariat uji chi-square. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa Sebagian kecil dari responden memiliki pengetahuan baik, Hampir sebagian dari responden memiliki dukungan keluarga tinggi dan Hampir sebagian dari responden memiliki tingkat kecemasan ringan. Dari hasil Analisa bivariat diketahui adanya Hubungan Antara Pengetahuan dengan Tingkat Kecemasan Ibu Bersalin Kala I dengan nilai p value 0,000 < ? = 0,05 dan Ada Hubungan Antara dukungan keluarga dengan Tingkat Kecemasan Ibu Bersalin Kala I dengan nilai p value 0,000 < ? = 0,05.
AKTIVITAS FISIK DENGAN TINGKAT STRES MAHASISWA AKHIR PROGRAM STUDI ILMU KESEHATAN MASYARAKAT Tia Charenina; Nancy Sylvia Bawiling; Richard Andreas Palilingan
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.17858

Abstract

Mahasiswa akhir yang sedang mengerjakan skripsi atau tugas akhir sangat rentan mengalami stres. Salah satu cara yang sangat baik untuk mengendalikan kondisi ini adalah dengan melakukan aktivitas fisik. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan tingkat stres mahasiswa akhir Program Studi S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Manado. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei-April tahun 2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Populasi pada penelitian ini terdiri dari 154 mahasiswa dan sampel erdiri dari 60 mahasiswa, didapat dari mahasiswa aktif angkatan 2018-2019 Program Studi S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat. Menggunakan Kuesioner IPAQ-SF (Short-International Physical Activity Quistionnare) untuk aktivitas fisik dan Kuesioner PSS-10 (Perceived Stress Scale) untuk tingkat stres. Hasil analisa data dengan menggunakan uji Spearman’s Rho menunjukkan bahwa diperoleh hasil nilai sig. 0.283. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan bermakna antara aktivitas fisik dengan tingkat stres, sedangkan nilai r -0.155 menunjukkan tingkat kekuatan korelasi adalah hubungan yang sangat lemah dan bernilai negatif yang artinya hubungan kedua variabel tidak searah. Kesimpulan tidak terdapat hubungan Aktivitas Fisik Dengan Tingkat Stres Mahasiswa Akhir Program Studi S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Manado.
ANALISIS FAKTOR KARAKTERISTIK YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERSEPSI KEPUASAN PASIEN DI KLINIK BAYI TABUNG MORULA IVF TANGERANG TAHUN 2O23 Niken Eka Kurniati; Intan Silviana Mustikawati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.17871

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis karakteristik faktor-faktor yang berhubungan dengan kepuasan pasien di Morula IVF Tangerang Tahun 2023. Jenis penelitian yang digunakan adalah Jenis penelitian kuantitatif dengan desain study cross sectional analitik. Jumlah populasi sebanyak 569 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan nonprobability sampling dengan kuota sampling dan besar sampel 68 responden. Pengambilan data menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2022 – Juli 2023. Hasil univariat proporsi tertinggi kepuasan pasien merasa puas sebanyak 36 responden (52,9%), karakteristik individu pada usia dewasa awal sebanyak 41 (60.3%), pendidikan tinggi sebanyak 46 (67.6%), bekerja sebanyak 51 (75%), jenis kelamin perempuan sebanyak 43 (63,2%). Terdapat hubungan antara usia, pendidikan, dan jenis kelamin dengan kepuasan pasien, dan tidak terdapat hubungan pekerjaan dengan kepuasan pasien. Diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan klinik sehingga akan berpengaruh juga dengan kepuasan pasien terhadap kualitas layanan.
SOCIO-CULTURAL LINKS WITH STUNTING INCIDENTS Petrorima Selva; Tri Krianto Karjoso
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.17874

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan sosial budaya dengan kejadian stunting. Penelitian ini merupakan tinjauan sistematis yang bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor sosial budaya dengan kejadian stunting pada anak. Stunting merupakan masalah kesehatan global yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Faktor sosial budaya memainkan peran penting dalam mempengaruhi pola makan anak, perawatan kesehatan dan lingkungan sosial. Metode penelitian ini melibatkan identifikasi dan analisis studi empiris yang relevan dalam literatur ilmiah. Hasil studi yang dimuat dalam ulasan ini menunjukkan adanya hubungan yang kompleks antara faktor sosial budaya dengan kejadian stunting. Faktor sosial seperti pendidikan ibu, status sosial ekonomi keluarga, akses ke layanan kesehatan, dan praktik pemberian makan berperan dalam risiko stunting. Selain itu, faktor budaya seperti norma makan dan kepercayaan terkait kesehatan juga berperan penting dalam pola makan anak. Dalam konteks ini, intervensi yang efektif untuk mengurangi stunting perlu mempertimbangkan faktor sosial budaya tersebut. Pendidikan bagi ibu tentang gizi dan perawatan anak, penyediaan akses layanan kesehatan yang terjangkau, dan pendekatan yang peka terhadap konteks budaya dapat membantu mengurangi kejadian stunting. Kesimpulannya, tinjauan sistematis ini menggarisbawahi pentingnya memahami hubungan antara faktor sosial budaya dan kejadian stunting. Penanganan stunting tidak hanya memerlukan pendekatan medis, tetapi juga intervensi yang memperhatikan konteks sosial budaya dalam upaya pencegahan dan penurunan stunting pada anak.
PEMANFAATAN MEDIA MASSA TERHADAP PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) Hamsia L. Waru; Nur Hayati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.17890

Abstract

Kesehatan reproduksi adalah suatu keadaan sejahtera fisik, mental, dan sosial secara utuh, tidak semata-mata bebas dari penyakit atau kecacatan dalam semua hal yang berkaitan dengan sistem reproduksi. Rendahnya pengetahuan WUS tentang kesehatan reproduksi dapat berdampak terhadap ketidaktahuan WUS merawat alat reproduksinya karena minimnya informasi yang diterima sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemanfaatan jenis media massa dengan pengetahuan kesehatan reproduksi pada WUS. Desain penelitian adalah cross sectional. Populasi Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling dan besar sampel ditentukan menggunakan tabel Isaac dan Michael 5% dari 35 Populasi sehingga didapatkan jumlah sampel sebanyak 30 wanita usia subur di Kelurahan Liwuto Kecamatan Kokalukuna Kota Baubau pada bulan Desember 2022. Karakteristik dan pengetahuan respondek dikumpulkan menggunakan instrumen penelitian kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan dimana dari 30 responden terdapat 26 (86.7%) responden yang menggunakan internet untuk mencari informasi terkait kesehatan reproduksi sedangkan terdapat 4 (13.3%) responden yang tidak menggukan internet untuk mencari informasi terkait kesehatan reproduksi dan berdasarkan hasil uji chi square didapat nilai p-value = 0,009 dan ini lebih kecil dari ? = 0,05 (p-value = 0,009 < ? =0,05) sehingga dapat disimpulakan terdapat hubungan yang signifikan antara pemanfaatan internet dengan tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi pada wanita usia subur di wilayah kerja PKM Liwuto Kecamatan Kokalukuna Kota Baubau Tahun 2022.
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: PERLUKAH PENDEKATAN SPASIAL DALAM PENENTUAN PROGRAM PENANGGULANGAN STUNTING? Candra Puspitasari; Sunarti Sunarti; Sulistyawati Sulistyawati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.17911

Abstract

Prevalensi nasional stunting balita di Indonesia dari hasil Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) mengalami penurunan dari tahun 2021 sebesar 24,4 persen, turun menjadi 21,6% pada tahun 2022. Namun angka tersebut masih di di atas batas toleransi World Health Organization (WHO) sebesar 20%. Intervensi kebijakan pemerintah diharapkan dapat menyukseskan penurunan angka stunting di Indonesia. Heterogenitas kondisi dan faktor determinan antar wilayah membutuhkan analisis spasial sehingga dapat meningkatkan efektivitas intervensi. Penelitian ini akan membahas apakah pendekatan spasial dapat menjadi salah satu pertimbangan para pembuat kebijakan dalam membuat program intervensi stunting yang efektif dan tepat sasaran. Penelitian ini bertujuan ntuk mengetahui gambaran bagaimana analisis spasial berpengaruh terhadap kebijakan intervensi penurunan kejadian stunting. Desain penelitian ini adalah systematic literature review, dengan teknik pencarian artikel menggunakan bantuan aplikasi publish and perish pada database scopus berdasarkan kata kunci yang sesuai dengan kriteria inklusi penelitian yaitu spasial, stunting, balita usia 0-59 bulan. Tidak ada batasan wilayah dalam penelitian ini. Tahun pencarian artikel dibatasi dari publikasi tahun 2017 sampai dengan tahun 2023. Proses pencarian artikel menghasilkan 65 artikel, kemudian disaring sesuai inklusi penelitian menjadi 14 artikel yang relevan dengan tujuan penelitian. Penelitian dengan analisis spasial berupa pemetaan daerah dengan hotspot prevalensi stunting tinggi serta faktor resiko yang bersifat dominan pada daerah tersebut dapat dijadikan salah satu strategi kebijakan intervensi terhadap timbulnya stunting pada balita. Prioritas intervensi pada daerah hotspot tinggi stunting dengan sumber daya yang terbatas menjadi hal yang diutamakan dalam perencanaan pemerintah terhadap kebijakan penanggulangan stunting.
PEMANFAATAN INOVASI PELAYANAN KESEHATAN MOBILE JKN PADA MASYARAKAT DI KOTA MEULABOH Nuril Ade Baskila; Teungku Nih Farisni; Fitriani Fitriani; Fikri Faidul Jihad
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.17914

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pemanfaatan inovasi layanan kesehatan MobileJaminan Kesehatan Nasional (JKN) di masyarakat Kota Meulaboh. Mobile JKN adalah sebuah inovasi dalam layanan kesehatan yang memungkinkan akses informasi kesehatan dan layanan medis melalui perangkat mobile, seperti ponsel pintar. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan kuesioner yang disebarkan kepada masyarakat Kota Meulaboh yang telah menggunakan layanan Mobile JKN. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif untuk memahami sejauh mana inovasi layanan ini telah dimanfaatkan dan bagaimana dampaknya terhadap masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan inovasi layanan kesehatan Mobile JKN di Kota Meulaboh cukup signifikan. Masyarakat merespons positif kehadiran layanan ini karena memberikan kemudahan akses informasi kesehatan dan memungkinkan mereka untuk mendapatkan layanan medis lebih cepat dan efisien. Selain itu, Mobile JKN juga membantu dalam mengurangi beban administratif dan biaya yang terkait dengan layanan kesehatan secara manual Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa kendala yang dihadapi dalam pemanfaatan inovasi ini, seperti keterbatasan infrastruktur teknologi di beberapa wilayah, kurangnya literasi digital di kalangan tertentu, dan kekhawatiran terkait privasi dan keamanan data kesehatan berdasarkan temuan penelitian, disarankan agar pemerintah dan penyedia layanan kesehatan terus meningkatkan infrastruktur teknologi dan pelatihan literasi digital di masyarakat. Selain itu, perlindungan data dan privasi harus diutamakan untuk memastikan kepercayaan masyarakat dalam menggunakan layanan Mobile JKN.
PELAKSANAAN PROGRAM BIMBINGAN KONSELING DI SEKOLAH DASAR PASCA PANDEMI Arsan Shanie; Muhamad Ifan Fauzi; Mego Husodo; Rini Sugiarti; Fendi Suhariadi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.17942

Abstract

Kondisi Pasca Pandemi membuat siswa di sekolah dasar menghadapi berbagai kesulitan dalam beradaptasi dengan perubahan lingkungan belajar, kehilangan interaksi sosial dengan teman sebaya, dan merasa cemas mengenai kesehatan mereka dan keluargaDengan metode deskriptif kualitatif untuk menggambarkan implementasi program bimbingan dan konseling Pasca Pandemi di SDN 2 Kalicari Kota Semarang, fokus pada strategi dan langkah-langkah pelaksanaannya. Sumber data terdiri dari Data primer dikumpulkan melalui pengamatan langsung dan wawancara  dengan kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik SDN 2 Kalicari Kota Semarang. Instrumen pengumpulan data meliputi wawancara terbuka, observasi lapangan, dan dokumentasi. Analisis data mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program bimbingan dan konseling dilaksanakan dengan 3 strategi dan langkah-langkah yaitu 1) Menciptakan lingkungan komunikasi terbuka di kelas dengan cara melakukan kegiatan pembukaan dan Pengenalan dikelas saat awal pembelajaran, membuat norma dan aturan di kelas, melakukan kegiatan Ice Breaker, membuat jadwal khusus dan penggunaan jurnal pribadi masing-masing peserta didik. 2), Menerapkan pembelajaran yang berpusat pada siswa dan mengadaptasi pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan individu dengan cara mengumpulan Informasi,  melakukan analisis Data dan Profil Siswa, Menyesuaikan Materi dan Metode Pembelajaran, Menggunaan Pendekatan yang Beragam, memberian Tantangan yang Sesuai, Menerapkan Keterlibatan Aktif dan memberikan Dukungan Individual. 3) Mendorong keterlibatan orang tua Dalam pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan cara yaitu Melakukan Persiapan Pertemuan Orang Tua. Membuat Undangan dan Pengumuman. Melakukan Pertemuan Orang Tua, melakukan Diskusi dan Tanya Jawab, memberikan Materi Bacaan, memberikan dukungan melalui WhatsApp.
PENGARUH KONSUMSI PUTIH TELUR REBUS TERHADAP PERCEPATAN PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM PADA IBU NIFAS DI PMB WILAYAH PUSKESMAS POHJENTREK KABUPATEN PASURUAN Afrah Hidayah; Sulistiyah Sulistiyah; Raden Maria Veronika Widiatrilupi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.17957

Abstract

Robekan perineum terjadi pada hampir semua persalinan pertama atau tidak jarang juga pada persalinan berikutnya. Dampak terjadinya ruptur perineum atau robekan jalan lahir pada ibu antara lain tejadinya infeksi luka jahitan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konsumsi putih telur rebus terhadap percepatan penyembuhan luka perineum pada ibu nifas di PMB Wilayah Puskesmas Pohjentrek Kabupaten Pasuruan pada tanggal 16 maret – 28 mei tahun 2023. Metode penelitian menggunakan quasi eksperimental dengan pendekatan two group posttest only design. Populasi penelitian adalah ibu nifas dengan jumlah 32 orang dengan sampel 16 kelompok kontrol dan 16 kelompok intervensi. Pengambilan sampel menggunakan konsekutif sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi. Teknik analisis menggunakan uji paired t-test.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata waktu yang dibutuhkan ibu nifas yang tidak mengonsumsi putih telur rebus adalah 7,33 hari, sedangkan waktu yang dibutuhkan ibu nifas untuk penyembuhan luka perineum yang mengonsumsi putih telur rebus adalah 5,19 hari. Hasil uji paired t-test didapatkan p-value 0,000 < 0,05 artinya ada pengaruh konsumsi putih telur rebus terhadap percepatan penyembuhan luka perineum pada ibu nifas di PMB Wilayah Puskesmas Pohjentrek Kabupaten Pasuruan. Protein dari putih telur berguna sebagai zat pembangun untuk menganti sel-sel yang rusak dan membantu pembentukan jaringan baru dalam mempercepat penyembukan luka perineum.

Page 70 of 435 | Total Record : 4346