cover
Contact Name
Florensius Tijan
Contact Email
admin@unka.ac.id
Phone
+6281227902049
Journal Mail Official
admin@unka.ac.id
Editorial Address
Jl.YC.Oevang Oeray Nomor 92 Baning Kota, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat 78612
Location
Kab. sintang,
Kalimantan barat
INDONESIA
PIPER
ISSN : 19070403     EISSN : 27755738     DOI : 10.51826/piper
PIPER merupakan salah satu media/wadah untuk mengembangkan kemampuan ilmiah civitas akademika Fakultas Pertanian, terutama kemampuan berkomunikasi secara tertulis sesuai kaidah-kaidah ilmiah. Sebagai wadah menampung hasil-hasil penelitian ilmiah, PIPER dapat memperkaya khasanah ilmu dan pengetahuan melalui berbagai aktivitas penelitian. PIPER diharapkan berisi konsep-konsep pemikiran yang objektif, kritis, maju, konstruktif dan mengandung upaya memecahkan berbagai masalah sektor pertanian terutama di wilayah Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat maupun di Indonesia bahkan dunia.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 19, No 1 (2023): PIPER" : 15 Documents clear
IDENTIFIKASI MAKROFUNGI KELAS ASCOMYCETES DAN BASIDIOMYCETES DI LINGKAR HUTAN WISATA BUKIT KELAM KALIMANTAN BARAT Rachmi Afriani; Arfina Ratnawati
Publikasi Informasi Pertanian Vol 19, No 1 (2023): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v19i1.785

Abstract

Makrofungi Kelas Ascomycetes dan Basidiomycetes di Lingkar Hutan Wisata Bukit KelamDesa Kebong berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber gagasan yang dapat dikembangkanuntuk mendukung proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi makrofungikelas Ascomycetes dan Basidiomycetes di Lingkar Hutan Wisata Bukit Kelam Desa Kebong. Bentukpenelitian ini kualitatif deskriptif dengan menggunakan metode jelajah. Berdasarkan hasil penelitiandidapatkan 20 spesies makrofungi yang terdiri dari 2 divisi, 2 kelas, 4 ordo, 8 famili dan 14 genus.Pada penelitian makrofungi kelas Ascomycetes dan Basidiomycetes yang dilakukan di Lingkar HutanWisata Bukit Kelam Desa Kebong ditemukan 8 famili antara lain; Sarcoscyphaceae, Agaricaceae,Marasmiaceae, Tricholomataceae, Ganodermataceae, Polyporaceae, Schizophyllaceae, danAuriculariaceae. Famili Polyporaceae memiliki jumlah makrofungi yang paling banyak yaitu 9 spesies.
PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR KULIT BUAH PISANGTERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt) Syarif Nizar Kartana; Putriwani Putriwani; Budi Fitriani
Publikasi Informasi Pertanian Vol 19, No 1 (2023): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v19i1.775

Abstract

Tanaman jagung manis memiliki berbagai manfaat seperti sebagai bahan pangan penggantiberas serta bahan baku industri makanan, namun produksinya di Kabupaten Sintang masih belummaksimal.Rendahnya produksi ini perlu ditingkatkan, salah satunya adalah dengan pemberian pupukorganik cair (POC) dari kulit pisang, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk organikcair kulit buah pisang terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Penelitian ini menggunakanmetode Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri dari 5 taraf perlakuan yaitu P0 tanpa POC buahpisang/m2, P1 25 ml POC kulit buah pisang/m2, P2 50 ml POC kulit buah pisang/ m2, P3 75 ml POCkulit buah pisang/m2, P4 100 ml POC kulit buah pisang/m2. Penelitian ini dilakukan di Desa Jerora I,Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang.Penelitian ini dilaksanakan dari bulan April sampai Juli 2022.Hasilpenelitian menunjukkan bahwa pupuk organik cair kulit pisang tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan jagung manis namun berpengaruh terhadap hasil jagung manis. Hasil jagung manis yang ditunjukkan dengan peubah berat tongkol kotor dan berat tongkol bersih per tanaman pada tanaman yang diberikan pupuk organik cair kulit pisang pada berbagai taraf perlakuan lebih baik daripada jagung manis yang tidak diberikan pupuk organik cair kulit pisang (kontrol).
STUDI JENIS HAMAPENTING TANAMAN PADI LOKAL LAHAN KERINGDESATANJUNG SARI SINTANG Nurhadiah Nurhadiah; Syarif Nizar Kartana; Sanjan Sanjan
Publikasi Informasi Pertanian Vol 19, No 1 (2023): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v19i1.780

Abstract

Serangan hama pada tanaman padi dapat menyebabkan terganggunya pertumbuhan, lambat atau gagal berbunga, malai kosong, hasil panen menurun bahkan gagal panen. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan jenis-jenis hama penting yang menyerang tanaman padi lokal lahan kering di Desa Tanjung Sari Ketungau Tengah Kabupaten Sintang. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang dilakukan dengan menggunakan metode observasi lapangan. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara langsung pada areal pengamatan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh hama tanaman padi lokal lahan kering Desa Tanjung Sari. Sampel yang diambil adalah hama penting yang menyebabkan kerusakan tanaman padi diareal pengamatan. Hasil penelitian didapatkan hama penting dari filum arthopoda kelas insekta, terdiri atas 3 ordo yaitu ordo Lepidoptera, ordo Hemiptera dan ordo Orthoptera. Ordo Lepidoptera ditemukan 3 famili yaitu famili Crambidae spesies Scirpophaga innotata, famili Pyralidae dengan spesies Chilo suppressalis dan famili Noctuidae dengan spesies Spodoptera frungiperda. Ordo Hemiptera ditemukan 2 famili yaitu famili Lygaeidae spesies Spilostethus furcula dan famili Alydidae dengan spesies Leptocorisa oratorius. Ordo Orthoptera ditemukan hanya famili Acrididae dengan 3 spesies yaitu Dissosteira carolina, Oxya serville dan Oedaleus infernalis.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG KOTORAN AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN ANAKAN KERUING (Dipterocarpus spp) PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING DI PERSEMAIAN H.M.Kurniawan Candra
Publikasi Informasi Pertanian Vol 19, No 1 (2023): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v19i1.787

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan dosis pupuk kandang kotoran ayamyang terbaik dalam memberikan pengaruh pertumbuhan anakan Keruing di persemaian.Metode yangdigunakan dalam Penelitian ini adalah pola dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan dalampenelitian ini adalah pemberian Pupuk Kandang Kotoran Ayam yang terdiri dari 5 taraf yaitu : TanahPodsolik Merah Kuning (A1) sebagai control, Tanah Podsolik Merah Kuning dan Pupuk KandangKotoran Ayam dengan dosis 150 gram per anakan (A1), Tanah Podsolik Merah Kuning dan PupukKandang Kotoran Ayam dengan dosis 250 gram per anakan (A2), Tanah Podsolik Merah Kuning danPupuk Kandang Kotoran Ayam dengan dosis 350 gram per anakan (A3), Tanah Podsolik MerahKuning dan Pupuk Kandang Kotoran Ayam dengan dosis 450 gram per anakan (A4).Hasil penelitianmenunjukan bahwa pupuk kandang kotoran ayam yang di gunakan tidak memberikan berpengaruhsecara signifikan terhadap pertumbuhan jumlah daun pertambahan tinggi anakan Keruing di persemaian.Walaupun melalui hasil analisis sidik ragam tidak ada pengaruh yang signifikan, namun hasil pengukurandan penghitungan diketahui bahwa perlakuan yang terbaik dalam memicu pertambahan jumlah daundan tinggi anakan Keruingadalah A4 (Pupuk Kandang Kotoran Ayam dengan dosis 450 gram peranakan) dengan rerata pertambahan tinggi 15 cm dan rerata pertambahan jumlah daun 17,4 helai.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KOMPOS KOTORAN SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt) Mangardi Mangardi; Winda Aprillianti; Nining Sri Sukasih
Publikasi Informasi Pertanian Vol 19, No 1 (2023): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v19i1.776

Abstract

Jagung manis (Zea mays saccharataSturt) atau yang lebih dikenal dengan nama sweetcorn merupakan salah satu varietas jagung yang memiliki prospek untuk dibudidayakan karena hargajual serta nilai gizinya juga cukup tinggi sehingga digemari oleh masyarakat.Penelitian ini bertujuan untukmengetahui pengaruh kompos kotoran sapi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagungmanis.Penelitian ini dilaksanakan di Desa Jerora 1, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, ProvinsiKalimantan Barat, dilaksanakan mulai pada bulan September-Desember 2022. Rancangan yangdigunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri dari 5 taraf perlakuanyaitu K0: tanpa kompos kotoran sapi/m2, K:1 kg kompos kotoran sapi/m2, K2: 2 kg kompos kotoransapi/m2, K3: 3 kg kompos kotoran sapi/m2, dan K4: 4 kg kompos kotoran sapi/m2. Parameter yangdiamati adalah diameter batang (mm), berat kotor tongkol (g), berat bersih tongkol (g). Data dianalisisdengan Anova apabila berpengaruh nyata atau sangat nyata maka dilanjutkan dengan Uji Beda NyataJujur (BNJ) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kompos kotoran sapiberpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Pemberian kompos kotoran sapidengan dosis 4kg/m2mampu meningkatkan diameter batang tanaman jagung manis. Pemberian pupukkompos kotoran sapi dengan berbagai dosis mampu meningkatkan berat tongkol tanaman jagung manis.Dosis pupuk kompos kotoran sapi yang optimal untuk tanaman jagung manis yaitu 1 kg/m2.
KEANEKARAGAMAN JENIS AMFIBI DAN REPTIL DI KAWASAN HUTAN BUKIT BELUAN KABUPATEN KAPUAS HULU Sri Sumarni; Nazarudin Nazarudin; Zainudin Zainudin
Publikasi Informasi Pertanian Vol 19, No 1 (2023): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v19i1.781

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman Jenis Amfibi dan Reptil di KawasanHutan Bukit Beluan Kabupaten Kapuas Hulu. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi informasi untukpengelolaan kawasan dan wawasan bagi masyarakat dalam menjaga kelestarian jenis dan habitatnya.Pengumpulan data dilakukan secara ekplorasi dengan metode survey perjumpaan visual (Visual EcounterSurvey) pada dua tipe habitat yaitu perairan (aquatik) dan daratan atau terestrial. Penelitian ini berhasilmenemukan 23 jenis amfibi dan reptil, dimana 17 jenis amfibi terdiri dari 5 famili dan 10 genus meliputiBufonida (2 jenis), Dicroglossidae (4 jenis), Megophryidae (5 jenis), Ranidae (4 jenis) danRhacophoridae (2 jenis). Terdapat 6 jenis reptildari 4 famili dan 5 genus antara lain Agamidae (2 jenis),Geckonidae (2 jenis), Scincidae (1 jenis) dan Colubridae (1 jenis).Amfibi yang sering dijumpai adalahAnsonia minuta, Staurois guttatus, Meristogenys spdan Polypedates macrotis. Amfibi yang termasukkategori endemik Kalimantan yaitu Ansonia spinulifer, Limnonectes ibanorum, Limnonectesleporinus, Leptobrachium abbotti dan Staurois guttatu, dan terdapat satu jenis yang penyebarannyamasuk kategori rawan berdasarkan status konservasi IUCN adalah Meristogenys jerbo. Penemuanjumlah jenis dipengaruhi banyak faktor antara lain usaha(effort), faktor biotik (vegetasi) dan faktorlingkungan. Keadaan habitat dengan lingkungan yang mendukung menjadi tempat hidup yang sesuaiuntuk kehidupan amfibi dan reptil. Namun demikian aktifitas manusia menjadi salah satu ancamanterhadap kerusakan atau keberadaan jenis amfibi dan reptil yang terdapat di kawasan hutan BukitBeluan Kabupaten Kapuas Hulu.
PENGARUH PANJANG AKAR STUM TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KARET (Hevea brasiliensis M.) KLON PB 260 DI POLYBAG Kamaludin kamaludin
Publikasi Informasi Pertanian Vol 19, No 1 (2023): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v19i1.788

Abstract

Perkebunan karet di Kabupaten Sintang terus meningkat. Pada tahun 2019 luas kebun karendi kawasan ini adalah 69.281,00 ha, pada tahun 2022 menjadi 84.930,00 ha. Pengembangan perkebunankaret ini perlu disikapi dengan penyediaan bibit karet yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipengaruh panjang akar stum terhadap pertumbuhan bibit karet dalam polibag, dan untuk mendapatkanpanjang akar stum yang menghasilkan pertumbuhan bibit karet dalam polybag tertinggi. Penelitian inibermanfaat untuk menambah pengetahuan tentang pengaruh panjang akar stum terhadap pertumbuhanbibit karet dalam polybag, dan diharapkan dapat memberikan pedoman bagi petani yang akan mencobamembuat bibit karet dalam polybag. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK)yang terdiri dari 5 perlakuan, masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali. kelima perlakuantersebut adalah: A = Panjang akar stum 15,0 cm. B = Panjang akar stum 17,5 cm. C = Panjang akarstum 20,0 cm. D = Panjang akar stum 22,5 cm. E = Panjang akar stum 25,0 cm. Pengamatan dilakukanterhadap peubah tinggi pucuk, diameter pucuk, dan jumlah daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwapanjang akar stum berpengaruh terhadap pertumbuhan bibit karet klon PB 260 dalam polibag.Pertumbuhan tertinggi dicapai pada panjang akar stum 22,5 cm. Panjang akar stum menghasilkan tinggipucuk rata-rata (35.250 cm) dan diameter pucuk (5.160 mm).
PEMBERIAN PUPUK ORGANIK UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN SERTA HASIL TANAMAN GAMBAS (Luffa acutangula, L Roxb) PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Markus Sinaga; Alexander Alexander; Nikodemus Husein
Publikasi Informasi Pertanian Vol 19, No 1 (2023): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v19i1.777

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberian pupuk organik untuk meningkatkanpertumbuhan serta hasil tanaman gambas(Luffa acutangula, L Roxb) pada tanah ultisol, serta mengetahuidosis pemberian pupuk organik yang meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman gambas tertinggi.Penelitian ini menggunakan metode percobaan lapangan dan menggunakan Rancangan Acak Kelompok(RAK). Taraf perlakuan pupuk organik terdiri dari tanpa pupuk organik (S0), 1 kg/m2 (S1), 2 kg/m2(S2), 3 kg/m2 (S3), dan 4 kg/m2 (S4). Data dianalisis dengan analisis ragam dan dilanjutkan dengan ujiDuncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian diketahui bahwa pemberian pupukorganikmampu meningkatkan pertumbuhan serta hasil tanaman gambas pada tanah ultisol, hal ini diketahuidari hasil pengamatan terhadap jumlah buah, berat buah, dan berat berangkasan. Pemberian 4 kgpupuk organik mengasilkan pertumbuhan dan hasil teringgi tanaman gambas pada tanah ultisol, rataratajumlah buah 2,35/ tanaman, berat buah rata-rata 536,60 g/ tanaman, dan rata-rata beratberangkasan 1,30 kg/ m2.
STUDI KEANEKARAGAMAN JENIS TUMBUHAN LIANA PADA KAWASAN HUTAN ADAT DESA PAMPANG DUA KABUPATEN SINTANG Surya Aspita; Novi Avendi
Publikasi Informasi Pertanian Vol 19, No 1 (2023): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v19i1.783

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis tumbuhan liana yang terdapatdi Hutan Adat Desa Pampang. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode jalur dengan teknikeksplorasi, inventarisasi, identifikasi dan dokumentasi. Jalur diletakkan secara purposive, sebanyak 1(satu) buah dengan membagi wilayah Hutan Adat menjadi dua, selanjutnya dilakukan eksplorasi,inventarisasi dan identifikasidi kiri dan kanan sepanjang pada jalur tersebut. Hasil penelitian ditemukan13 (tiga belas) jenis berasal dari 12 genus dan 9 famili. Jenis jenis Liana yaitu Akar Amplas (Cayratiasp), Akar Beluru (Entada sp), Akar Jangkit (Ampelocissus sp), Akar Kacam (Parameria sp), AkarKelait/Bajakah (Uncaria nervosa),Akar Kubal (Wilughbeia angustifolia), Akar Lanjar (Tetrastigmasp), Akar Melantar (Piper sp), Akar Tuba (Derris elliptica Benth), Entuyut (Nepenthes sp), Kerarak/Beringin (Ficus annulata), Kerarak Rembat (Ficus sp) dan Wi Upak/Rotan Umbut (Calamus sp).Jenis Liana yang ditemukan terdiri atas 6 jenis tipe Perambat (Akar Beluru, Akar Jangkit, Akar Kelait/Bajakah, Akar Kubal, Akar Tuba dan Kerakat Rembat), 4 jenis tipe Pembelit (Akar Amplas, AkarKacam, Akar Lanjar danKerakak/Beringin) , 2 jenis tipe Bersulur (Akar Melantar dan Entuyut) dan 1jenis tipe Berduri (Wi Upak/Rotan Umbut). Hutan Adat Desa Pampang Dua adalah sebagai bentukkearifan lokal dan menyimpan potensi keanekaragaman jenis Liana bernilai ekonomis dan ekologis.
PENGARUH SUMBER MEDIA SEMAI TERHADAP PERTUMBUHAN SEMAI Shorea parvifolia Dyer DI PERSEMAIAN Antonius antonius
Publikasi Informasi Pertanian Vol 19, No 1 (2023): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v19i1.786

Abstract

Dua tantangan besar di hadapi kehutanan Indonesia pada abad ke-21, yaitu pasar bebasdan ekolabel sehingga perlu membangun hutan tanaman yang produktif, efisien, kompetitif, sehat danlestari melalui penerapan silvikultur intensif. Keberhasilan program pemuliaan tersebut sangat tergantungdari materi (benih) yang digunakan dalam pembangunan hutan, dan ini dapat dilihat melalui pertumbuhantanaman dari tingkat semai hingga penanaman di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipertumbuhan S. parvifolia Dyer. di persemaian, yang terdiri dari pertumbuhan diameter dan pertumbuhantinggi tanaman. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuanberupa tanah di bawah naungan pohon dan tanah dibawah tumbuhan alang-alang. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang sangat nyata yang ditunjukkan dengan nilai F. Hitunguntuk karakter sebesar 22,06 pada taraf kepercayaan 5% dan 1%. Untuk pertumbuhan diameterbatang menunjukkan perbedaan yang santa nyata pada taraf uji 0,01 atau 1%.

Page 1 of 2 | Total Record : 15