cover
Contact Name
Florensius Tijan
Contact Email
admin@unka.ac.id
Phone
+6281227902049
Journal Mail Official
admin@unka.ac.id
Editorial Address
Jl.YC.Oevang Oeray Nomor 92 Baning Kota, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat 78612
Location
Kab. sintang,
Kalimantan barat
INDONESIA
PIPER
ISSN : 19070403     EISSN : 27755738     DOI : 10.51826/piper
PIPER merupakan salah satu media/wadah untuk mengembangkan kemampuan ilmiah civitas akademika Fakultas Pertanian, terutama kemampuan berkomunikasi secara tertulis sesuai kaidah-kaidah ilmiah. Sebagai wadah menampung hasil-hasil penelitian ilmiah, PIPER dapat memperkaya khasanah ilmu dan pengetahuan melalui berbagai aktivitas penelitian. PIPER diharapkan berisi konsep-konsep pemikiran yang objektif, kritis, maju, konstruktif dan mengandung upaya memecahkan berbagai masalah sektor pertanian terutama di wilayah Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat maupun di Indonesia bahkan dunia.
Articles 262 Documents
Pengaruh Pemberian Kompos Kotoran Sapi Terhadap Pertumbuhan Anakan Salam (Syzygium Polyanthum) Di Persemaian Kamal Kamaludin
Publikasi Informasi Pertanian Vol 13, No 25 (2017): Jurnal PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v13i25.91

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi kompos kotoran sapi yang terbaik dalam mempengaruhi pertumbuhan anakan Salam di persemaian. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah ilmu dan pengetahuan terutama mengenai pengaruh kompos kotoran sapi terhadap pertumbuhan anakan Salam di persemaian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pola dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan tunggal adalah komposisi media tanam yang terdiri dari 5 taraf yaitu : Tanah topsoil (T0) sebagai kontrol, Topsoil dan Kompos Kotoran sapi dengan dosis 150 gram per anakan (T1), Topsoil dan Kompos Kotoran Sapi dengan dosis 250 gram per anakan (T2), Topsoil dan Kompos Kotoran Sapi dengan dosis 350 gram per anakan (T3) dan Topsoil dan Kompos Kotoran Sapi dengan dosis 450 gram per anakan (T4).Hasil penelitian menunjukan bahwa kompos kotoran sapi yang digunakan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pertambahan jumlah daun dan pertambahan tinggi anakan Salam di persemaian. Walaupun melalui hasil analisi sidik ragam tidak ada pengaruh yang signifikan, namun hasil pengukuran dan penghitungan diketahui bahwa perlakuan yang terbaik dalam memacu pertambahan jumlah daun dan tinggi anakan Salam adalah T4 (Kompos Kotoran sapi dengan dosis 450 gram per anakan) dengan rerata pertambahan jumlah daun sebanyak 17,40 helai dan rerata pertambahan tinggi 15,00 cm.
UPAYA PENINGKATAN HASIL TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum, L.) DENGAN PEMBERIAN EKSTRAK BAWANG MERAH Herlina Kurniawati
Publikasi Informasi Pertanian Vol 1, No 22 (2016): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v1i22.10

Abstract

Tanaman tomat (Lycopersicum esculentum L.) merupakan salah satu jenis tanaman hortikultura bernilai ekonomis tinggi, untuk itu cara menanam tomat yang baik perlu diperhatikan. Tanaman tomat termasuk komoditas multiguna, selain berfungsi sebagai sayuran dan buah, tomat juga dimanfaatkan sebagai bahan dasar kosmetik serta obat-obatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak bawang merah terhadap hasil tomat; untuk mengetahui dosis ekstrak bawang merah yang memberikan hasil tomat terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak bawang merah berpengaruh sangat nyata terhadap hasil tanaman tomat. Pemberian ekstrak bawang merah dengan konsentrasi 5 cc per liter air memberikan hasil yang tertinggi terhadap jumlah buah per tanaman yaitu 23,5 buah dan berat buah per tanaman sebesar 841,5 gram.
Peranan Kompos Batang Pisang Dalam Meningkatkan Hasil Tanaman Sawi Ladang (Nasturtium montanum Wall.) Pada Tanah PMK Nining Sri Sukasih; Dedi Nuari
Publikasi Informasi Pertanian Vol 15, No 29 (2019): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v15i29.338

Abstract

Sawi ladang cukup digemari oleh masyarakat di Kabupaten Sintang namun kendalanya adalah produksi yang rendah, hal ini disebabkan karena kondisi tanah yang kurang subur serta rendah bahan organik. Oleh sebab itu agar produksi meningkat perlu pemberian pupuk organik, pupuk organik yang digunakan dalam penelitian ini adalah kompos batang pisang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kompos batang pisang terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi ladang. Ruang lingkup penelitian ini terdiri dari variabel bebas yaitu: pupuk kompos batang pisang variabel terikat yaitu terdiri dari: tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat segar tanaman. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK), yang terdiri dari 5 perlakuan yaitu: So= tidak diberi kompos batang pisang, S1 = 1 kg kompos batang pisang /m2, S2 = 2 kg kompos batang pisang /m2, S3 = 3 kg kompos batang pisang /m2, S4 = 4 kg kompos batang pisang /m2masing-masing perlakuan di ulang 5 kali. Pengamatan dilakukan terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat segar tanaman.
PEMANFAATAN HASIL HUTAN BUKAN KAYU OLEH MASYARAKAT GALIK SEKAM DESA KASRO MEGO KECAMATAN BEDUAI KABUPATEN SANGGAU Kamal Kamaludin
Publikasi Informasi Pertanian Vol 14, No 27 (2018): Jurnal PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v14i27.192

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan hasil hutan bukan kayu oleh masyarakat galik sekam desa kasro mego kecamatan beduai kabupaten sanggau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, pengamatan langsung (observasi), dokumentasi, catatan lapangan dan studi literatur. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Desa Kasro Mego Kecamatan Beduai yang memanfaatkan HHBK. Teknik pengambilan sampel akan dilakukan secara sengaja (purposive sample). Dari hasil penelitian ditemukan 33 Jenis tumbuhan termasuk Kelompok HHBK dan dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Kasro Mego Kecamatan Beduai. Ada jenis-jenis tumbuhan mempunyai kegunaan lebih dari satu bila dilihat dari kategori kelompok HHBK. Potensi HHBK yang masih ada di Hutan Galik Sekam dapat dilihat dari pemanfaatan oleh masyarakat setempat. Pemanfaatan HHBK oleh masyarakat Desa Kasro Mego memiliki peranan penting terutama untuk keperluan dan kebutuhan sendiri, serta beberapa untuk meningkatkan penghasilan atau pendapatan masyarakat itu sendiri.
Pengaruh Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Daun (Allium Fistolosum L.) Nining Sri Sukasih
Publikasi Informasi Pertanian Vol 13, No 24 (2017): Jurnal PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v13i24.66

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh kompos tandan kosong kelapa sawit terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang daun dan untuk mendapatkan dosis kompos tandan kosong kelapa sawit yang akan menghasilkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang daun tertinggi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kompos tandan kosong kelapa sawit sangat berpengaruh pada seluruh pengamatan. Perlakuan kompos tandan kosong kelapa sawit 1,5 kg per m2 menghasilkan rerata terbaik dari pengamatan tinggi tanaman per rumpun yaitu 18,87 cm dan 32,00 cm, jumlah daun per per rumpun yaitu 11,40 helai dan berat segar bawang daun per rumpun yaitu 102,00 gram.
Pengaruh Pupuk Kandang Kotoran Ayam Dan NPK Mahkota Terhadap Pertumbuhan Serta Hasil Tanaman Bawang Daun (Allium fistulosum L.) Pada Tanah PMK Diah Nurhadiah
Publikasi Informasi Pertanian Vol 14, No 26 (2018): Jurnal Piper
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v14i26.128

Abstract

Peningkatan hasil bawang daun yang maksimal perlu dilakukan di Kabupaten Sintang, antara lain dengan pemberian pupuk kandang kotoran ayam dan NPK Mahkota. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh interaksi pupuk kandang kotoran ayam dan NPK Mahkota terhadap pertumbuhan serta hasil bawang daun pada tanah PMK, serta untuk mendapatkan kombinasi dosis pupuk kandang kotoran ayam dan NPK Mahkota yang akan memberikan pertumbuhan serta hasil tertinggi pada tanah PMK. Penelitian ini dirancang dengan rancangan acak kelompok (RAK), terdiri atas dua faktor. Faktor pertama adalah pupuk kandang kotoran ayam (k) terdiri dari 3 taraf, yaitu: yaitu: (k0) tanpa pupuk kandang kotoran ayam, (k1) pupuk kandang kotoran ayam 500 gr per m2, (k2) pupuk kandang kotoran 1000 gr per m2. Faktor kedua adalah NPK Mahkota (n) terdiri dari 4 taraf, yaitu: (n0) tanpa NPK Mahkota, (n1) NPK Mahkota 22,5 gr per m2, (n2) NPK Mahkota 45 gr per m2, dan (n3) NPK Mahkota 67,5 gr per m2, masing-masing kombinasi perlakuan diulang 3 kali. Peubah yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah anakan dan berat tanaman per rumpun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh interaksi pupuk kandang kotoran ayam dan NPK Mahkota terhadap pertumbuhan dan hasil bawang daun yang ditunjukan oleh peubah tinggi tanaman, jumlah anakan, dan berat tanaman per rumpun. Kombinasi perlakuan yang memberikan pertumbuhan dan hasil tertinggi adalah kombinasi pupuk kandang kotoran ayam 1,0 kg per m2 yang disertai NPK Mahkota 45,0 g per m2 (k2n2), pada kombinasi perlakuan tersebut menghasilkan rerata tinggi tanaman 57.33 cm, rerata jumlah anakan 4.00 anakan dan rerata berat tanaman per rumpun 140,50 gr.
PENGARUH PERLAKUAN PENGAMPLASAN TERHADAP KECEPATAN BERKECAMBAH BENIH AREN (Arenga pinnata) Kamal Kamaludin
Publikasi Informasi Pertanian Vol 12, No 23 (2016): Jurnal PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v12i23.28

Abstract

Tanaman Aren Merupakan salah satu jenis tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi untuk itu di perlukan cara perbanyakan tanaman yang baik untuk mendapatkan mutu sesuai kita inginkan. Percobaan ini dilakukan dengan eksperimen lapangan, rancangan lingkungan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 (lima) perlakuan dan 4 (empat) kali ulangan. Hasil penelitian secara berurutan menunjukkan bahwa persentase kecambah benih aren tertinggi terdapat pada perlakuan pengamplasan di area calon mata tunas (F1) sebesar 93,75 %; pengamplasan di kedua bagian ujung biji (F4) sebesar 81,25 %; pengamplasan di ujung bawah biji (F3) sebesar 68,75 %; pengamplasan di ujung atas biji (F2) sebesar 62,50 %; dan tanpa perlakuan (F0) sebesar 0%. Daya kecambah benih aren tertinggi secara berutun adalah sebagai berikut perlakuan pengamplasan di area calon mata tunas (F1) sebesar 81,25 %; pengamplasan di ujung atas biji (F2) sebesar 37,50 %; pengamplasan di ujung bawah biji (F3) sebesar 50,00 %; pengamplasan di kedua bagian ujung biji (F4) sebesar 56,25 % dan tanpa perlakuan (F0) sebesar 0%. Rata-rata kecepatan hari berkecambah benih aren secara beurutan adalah perlakuan pengamplasan di area calon mata tunas (F1) pada hari ke 17,47; pengamplasan di ujung atas biji (F2) pada hari ke 21,50; pengamplasan di ujung bawah biji (F3) pada hari ke 22,64 hari; pengamplasan di kedua bagian ujung biji (F4) pada hari ke 23,62 hari dan tanpa perlakuan (F0) hingga akhir penelitian belum ada yang berkecambah.
Peningkatan Produksi Kacang Panjang (Vigna sinensis, L.) Melalui Pemberian Solid Pada Tanah Podsolik Merah Kuning (PMK) Markus Sinaga
Publikasi Informasi Pertanian Vol 16, No 31 (2020): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v16i31.443

Abstract

Meningkatkan produksi kacang panjang pada tanah yang kurang subur seperti tanah Podsolik Merah Kuning (PMK) dapat dilakukan dengan pemberian bahan organik seperti solid, karena dapat mengatasi kekurangan bahan organik dan unsur hara. Tujuan penelitian untuk mengetahui peningkatan produksi kacang panjang melalui pemberian solid pada tanah PMK. Mengetahui jumlah pemberian solid yang dapat meningkatkan produksi kacang panjang pada tanah PMK. Penelitian ini menggunakan metode percobaan lapangan, dan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan pada penelitian ini adalah pemberian solid (S) yang terdiri dari lima taraf, yaitu: tanpa pemberian solid (S0), 1,3 kg solid/ m2 (S1), 2,6 kg solid/m2 (S2), 3,9 kg solid/m2 (S3), dan 4,2 kg solid/m2 (S4). Data hasil pengamatan dianalisis dengan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji BNJ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian solid tidak meningkatan berat berangkasan, tetapi meningkatkan jumlah dan berat polong. Pemberian 2,4 kg solid dapat meningkatkan produksi kacang panjang pada tanah PMK, rata-rata jumlah polong 372,63 per tanaman dan berat polong rata-rata 438,37 gram per tanaman. Kata kunci: PMK, Solid, Kacang Panjang, Produksi
Pengaruh Pupuk Kompos Kotoran Kelelawar Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays Saccharata Sturt) Pada Tanah PMK Syarif Nizar Kartana; Akiun -
Publikasi Informasi Pertanian Vol 15, No 28 (2019): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v15i28.290

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan pupuk kompos kelelawar dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis pada tanah Podsolik Merah Kuning (PMK). Penelitian ini dilaksanakan di desa Wirayuda Kecamatan Ketungau Tengah Kabupaten Sintang. Penelitian ini dilaksanakan mulai Oktober 2018 sampai Januari 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos kotoran kelelawar berpengaruh terhadap parameter tinggi tanaman dan berat tongkol tanaman jagung manis. Pertumbuhan dan hasil tertinggi akibat pemberian pupuk kompos kotoran kelelawar dicapai pada dosis 4 kg per m2, pada dosis tersebut menghasilkan rerata tinggi tanaman 173,45 cm dan rerata berat tongkol 149,25 gram per tanaman.
HABITAT POHON PUTAT (Barringtonia acutangula) PADA KAWASAN BERHUTAN SUNGAI JEMELAK KABUPATEN SINTANG Mumammad Syukur
Publikasi Informasi Pertanian Vol 12, No 23 (2016): Jurnal PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v12i23.17

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor biotik berupa vegetasi sekitar dan faktor abiotik meliputi tanah, suhu, kelembaban serta curah hujan pada habitat pohon Putat yang terdapat di kawasan berhutan sungai Jemelak desa Jerora Kecamatan Sintang Kabupaten Sintang. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah ilmu dan pengetahuan terutama mengenai habitat pohon Putat yang terdapat pada kawasan Sungai Jemelak di Desa Jerora Kecamatan Sintang Kabupaten Sintang serta dapat dijadikan sebagai salah satu acuan dalam upaya pengelolaan dan penjagaan kelestarian pohonnya. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode petak tunggal. Penentuan petak pengamatan dilakukan secara purposive sampling (disengaja) pada areal yang banyak terdapat pohon Putat. Petak yang digunakan untuk pengamatan adalah petak tunggal yang berukuran 100 m x 60 m. Didalam petak tunggal tersebut terdapat masing-masing 15 plot pengamatan untuk tingkat pohon, tiang, pancang dan semai/tumbuhan bawah. Hasil penelitian ditemukan 4 (empat) jenis tumbuhan yang terdapat di sekitar pohon Putat, yaitu Belantik, Ijab, Jambu-Jambuan dan Ubah. Tanah pada lokasi penelitian memiliki pH 3,85 (Sangat Masam), Karbon Organik sebesar 1,52 % (Rendah), N Total 0,13 % (Rendah), C/N rasio 11,69 % (Sedang), K 0,11 (Rendah), Ca 1,95 (Sangat Rendah), Mg 0,67 (Rendah), Kejenuhan Basa (KB) 16,62 % (Sangat Rendah), dan KTK 12,96 (Rendah) serta iklim yang sesuai dengan rerata curah hujan bulanan adalah 266,53, rerata suhu udara bulanan 27,04 OC, dan rerata Kelembaban Relatif bulanan adalah 84,17 (%). Kawasan berhutan sungai Jemelak desa Jerora sebagai tempat penelitian dekat dengan pemukiman masyarakat dan terletak dikiri-kanan sungai seta cukup banyak ditemukan adanya aktivitas pemanfaatan serta terdapat kegiatan penambangan emas, untuk menjaga dan menjamin kelestarian fungsi kawasan terutama pohon Putat .maka diperlukan upaya kerjasama yang sungguh-sungguh oleh pemerintah dan masyarakat.

Page 10 of 27 | Total Record : 262