cover
Contact Name
Florensius Tijan
Contact Email
admin@unka.ac.id
Phone
+6281227902049
Journal Mail Official
admin@unka.ac.id
Editorial Address
Jl.YC.Oevang Oeray Nomor 92 Baning Kota, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat 78612
Location
Kab. sintang,
Kalimantan barat
INDONESIA
PIPER
ISSN : 19070403     EISSN : 27755738     DOI : 10.51826/piper
PIPER merupakan salah satu media/wadah untuk mengembangkan kemampuan ilmiah civitas akademika Fakultas Pertanian, terutama kemampuan berkomunikasi secara tertulis sesuai kaidah-kaidah ilmiah. Sebagai wadah menampung hasil-hasil penelitian ilmiah, PIPER dapat memperkaya khasanah ilmu dan pengetahuan melalui berbagai aktivitas penelitian. PIPER diharapkan berisi konsep-konsep pemikiran yang objektif, kritis, maju, konstruktif dan mengandung upaya memecahkan berbagai masalah sektor pertanian terutama di wilayah Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat maupun di Indonesia bahkan dunia.
Articles 262 Documents
Pengaruh Pemberian Pupuk Kandang Kotoran Sapi Terhadap Pertumbuhan Anakan Gaharu Beringin (Aquilaria malaccensis) Pada Tanah Podsolik Merah Kuning Kamal Kamaludin
Publikasi Informasi Pertanian Vol 14, No 26 (2018): Jurnal Piper
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v14i26.124

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kandang kotoran Sapi dan dosis yang terbaik dalam mempengaruhi pertumbuhan anakan Gaharu Beringin (Aquilaria malaccensis) pada tanah Podsolik Merah Kuning. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pola dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan tunggal adalah komposisi media tanam yang terdiri dari 4 taraf yaitu : Tanpa Pupuk/Kontrol (S0), Pupuk kandang kotoran Sapi 100 gram per anakan (S1), Pupuk kandang kotoran Sapi 200 gram per anakan (S2) dan Pupuk kandang kotoran Sapi 300 gram per anakan (S3). Rancangan ini dipilih karena anakan Gaharu Beringin dan alat yang digunakan dalam penelitian relatif homogen (seragam) Hasil penelitian diketahui bahwa pemberian pupuk kandang kotoran Sapi berpengaruh sangat signifikan terhadap pertambahan tinggi dan pertambahan jumlah daun anakan Gaharu Beringin pada tanah Podsolik Merah Kuning. Perlakuan berupa pemberian pupuk kandang kotoran Sapi sebanyak 300 gram per anakan (S3) adalah yang terbaik dibandingkan dengan perlakuan lainnya, untuk meningkatkan pertambahan tinggi dengan rerata 4,50 cm dan pertambahan jumlah daun anakan Gaharu Beringin dengan rerata 4,67 helai.
Pengaruh Komposisi Media Tanam dan Dosis NPK Terhadap Pertumbuhan Stek Kantong Semar (Nepenthes ampullaria Jack) H.M.Kurniawan Candra; Sumjulia -
Publikasi Informasi Pertanian Vol 13, No 24 (2017): Jurnal PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v13i24.61

Abstract

Kantong Semar merupakan tumbuhan yang mempunyai nilai estetika tinggi. Salah satu Kantong Semar yang memiliki nilai estetika serta banyak digemari oleh para pecinta  tumbuhan  hias  adalah  kantong  semar  (Nepenthes  ampullaria  Jack).  Meskipun jumlahnya  cukup  banyak  di  alam,  namun  apabila  tidak  ada  upaya  untuk  melestarikan dan  membudayakannya,  dikhawatirkan  jenis  ini  menjadi  punah.  Hal  ini  dapat  terjadi karena  tingginya  nilai  komersil  dari  kantong  semar  tersebut.  Sehingga  memicu masyarakat untuk memanfaatkannya tanpa terkendali, serta adanya upaya pengelolaan hutan yang tidak  berwawasan lingkungan. Penelitian ini dilakukan dengan mengunakan Rancngan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor, masing-masing factor terdiri dari  3  taraf  perlakuan  dan  3  kali  taraf  ulangan.  Factor  pertama  adalah  media  tanam kokopit dan sekam bakar, factor kedua adalah dengan dosis pupuk NPK. Analisis yang digunakan adalah Analis Sidik Ragam, selanjutnya untuk mengetahui untuk mengetahui perbedaan perlakuan digunakan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf perlakuan 5% dan  1%.  Dari  hasil  penelitian  tentang  pengaruh  komposisi  media dan  dosis  NPK terhadap pertumbuhan stek kantong semar  Nepenthes ampularia  Jack diketahui bahwa perlakuan  komposisi  media  tidak  signifikan  terhadap  panjang  akar,  jumlah  tunas  dan panjang  tunas,  sedangkan  interaksi  komposisi  media  75%kokopit  dengan  25%  sekam bakar  (K1n1)  dan  dosis  NPK  0,5  gram  hanya  signifikan  pada  jumlah  tunas  tanaman Nepenthes ampularia Jack. Dan tidak signifikan pada panjang akar dan panjang tunas.
Keanekaragaman Jenis Dan Pemanfaatan Buah Buahan Pada Areal Tembawang Landau Buaya Muhammad Syukur
Publikasi Informasi Pertanian Vol 16, No 31 (2020): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v16i31.439

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis dan pemanfaatan buah buhan pada areal Tembarawan Landau Buaya. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, yang meliputi wawancara / interview dan analisa vegetasi. Wawancara dilakukan untuk mendapatkan gambaran jenis-jenis tumbuhan penghasil buah-buahan lokal, sedangkan analisa vegetasi dilakukan dengan menggunakan metode eksplorasi melalui penjelajahan pada seluruh areal Tembawang. Hasil penelitian diketahui terdapat 12 jenis buah-buahan lokal yaitu Cempedak (Artocarpus cempedens), Durian (Durio zibethinus), Kemantan (Mangifera torquenda Kosterm), Kubal/Jetak (Lansium sp1), Langsat Lokal (Lansium sp2), Mantut (Nephelium mutabile), Mawang (Mangifera foetida Lour), Mentawak (Artocarpus lanceifolius),Pedalai (Artocarpus odoratissimus Blanco), Puak (Baccaurea edulis Merr), Sibau (Nephelium eriopetalum) dan Tertung (Durio dulcis).Pemanfaatan buah-buahan lokal oleh masyarakat belum ada pengolahan lebih lanjut, kecuali buah durian yang biasa dibuatkan Lempok dan Tempoyak. Selebihnya setiap jenis buah yang diambil hanya untuk dikonsumsi secara langsung. Kata Kunci: Keanekaragaman Jenis dan Pemanfaatan Buah Buahan, Tembawang Landau Buaya
Pemecahan Dormansi Dan Perkecambahan Keranjik (Dialium indum L.) Secara Mekanis Dan Kimiawi Surya Aspita
Publikasi Informasi Pertanian Vol 15, No 29 (2019): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v15i29.343

Abstract

Keranjik termasuk tumbuhan penghasil biji bertipe dormansi atau disebut “benih keras” biji ini sulit untuk menyerap air karena kulit bijinya yang keras dengan struktur terdiri dari lapisan sel-sel palisade berdinding tebal terutama di permukaan paling luar dan bagian dalamnya mempunyai lapisan lilin dari bahan kutikula. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan mekanis dan kimiawi terhadap perkecambahan Keranjik dan Perlakuan manakah yang terbaik dalam mempergaruhi kecepatan berkecambah biji Keranjik. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan ilmu dan pengetahuan terutama mengenai Pemecahan Dormansi Dan Perkecambahan Keranjik (Dialium indum L.) Secara Mekanis Dan Kimiawi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 (lima) perlakuan dalam penelitian yang meliputi 3 (tiga) perlakuan secara mekanis dan 2 (dua) perlakuan secara kimiawi .Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Analisis yang digunakan adalah analisis sidik ragam, selanjutnya untuk mengetahui perbedaan perlakuan digunakan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf perlakuan 5% dan 1%. Hasil penelitian tentang pemecahan dormansi dan perkecambahan Keranjik (Dialium indum l.) secara mekanis dan kimiawi diketahui bahwa memberikan pengaruh yang sangat singnifikan terhadap waktu berkecambah, persentase perkecambahan dan persentase hidup biji Keranjik. Perlakuan M1 (pengamplasan) adalah yang terbaik untuk mempercepat perkecambahan biji keranjik yaitu 11 kecambah yang hidup dengan rerata hari berkecambah 2,5 hari, persentase berkecambah yang terbaik yaitu perlakuan M1 (pengamplasan) yaitu sebesar 91,67%, sedangkan persentase hidup yang terbaik yaitu perlakuan pengamplasan (M1), sedangkan perlakuan terkecil adalah perlakuan K2 ( perendaman dengan menggunakan Air Infus Otsu-RL) yaitu pada perendaman dengan menggunakan Air Infus Otsu- RL yaitu sebesar 66,67%.
PENGARUH BOKASHI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG HIJAU (Phaseolus radiatus L.) Sumartoyo Sumartoyo
Publikasi Informasi Pertanian Vol 12, No 23 (2016): Jurnal PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v12i23.23

Abstract

Kacang hijau merupakan salah satu jenis tanaman pertanian yang penting karena banyak mengandung gizi. Hasil kacang hijau di kabupaten Sintang masih rendah, oleh karenanya perlu ditingkatkan. Salah satu upaya untuk meningkatkan hasil kacang hijau adalah dengan perbaikan teknik budidaya, antara lain melalui pemberian Bokashi Tandan Kosong Kelapa Sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bokashi tandan kosong kelapa sawit terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau dan untuk mendapatkan dosis bokashi tandan kosong kelapa sawit yang akan menghasilkan pertumbuhan serta hasil kacang hijau tertinggi pada tanah PMK. Penelitian ini menggunakan metode percobaan lapangan, dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), yang terdiri atas 5 perlakuan, masing-masing perlakuan diulang 5 kali, ke lima perlakuan tersebut adalah: B0 = Tanpa bokashi TKKS. B1 = Bokashi TKKS 5 ton per ha (0,50 kg per m2). B2 = Bokashi TKKS 10 ton per ha (1,00 kg per m2). B3 = Bokashi TKKS 15 ton per ha (1,50 kg per m2). B4 = Bokashi TKKS 20 ton per ha (2,00 kg per m2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bokashi tandan kosong kelapa sawit dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil kacang hijau yang ditunjukkan oleh peubah, diameter batang, jumlah polong per tanaman, dan berat biji per tanaman. Pertumbuhan dan hasil tertinggi akibat pemberian bokashi tandan kosong kelapa sawit dicapai pada dosis 2,00 kg per m2, pada dosis tersebut menghasilkan bahwa rerata diameter batang terbesar (8,650 mm), rerata jumlah polong per tanaman terbanyak (38,600 buah), dan rerata berat biji per tanaman terberat (45,500 g).
Potensi Karbon Dan Emisi Lahan Gambut Pada Tanaman Karet Di Desa Padang Tikar I Kabupaten Kubu Raya Widiya Octa Selfiany
Publikasi Informasi Pertanian Vol 16, No 31 (2020): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v16i31.434

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi besarnya simpanan karbon pada tegakan tanaman karet dan emisi dari dekomposisi lahan gambut penggunaan tanaman karet di Desa Padang Tikar I. Analisis kandungan karbon tegakan tanaman karet menggunakan metode survei dengan cara sensus menggunakan jalur berpetak. Pengumpulan data di lapangan menggunakan meode non destructive sampling (pengumpulan data tanpa pemanenan). Panjang jalur yang dibuat disesuaikan dengan kondisi lapangan, di dalam jalur penelitian dibuat sub-petak pengamatan 20 m x 20 m untuk pertumbuhan tingkat pohon dengan kelas dimater 20 cm sampai lebih; sub-petak 10 m x 10 m untuk pertumbuhan tingkat tiang dengan kelas diameter 10 - < 20 cm; dan sub-petak 5 m x 5 m untuk pertumbuhan tingkat pancang dengan tinggi > 1,5 m – diameter < 10 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Potensi karbon tanaman karet pada tingkat tiang adalah sebesar 30,05 Ton C/Ha atau setara dengan 110,18 Ton CO2/Ha, sedangkan pada tingkat pohon adalah sebesar 30,64 Ton C/Ha atau setara dengan 112,36 Ton CO2/Ha. Jumlah total karbon tersimpan pada tegakan tanaman karet adalah sebesar 60,69 Ton C/Ha atau setara dengan 222,55 Ton CO2/Ha. Jumlah emisi gas CO2 akibat proses dekomposisi lahan gambut akibat saluran drainase dengan kedalaman 100 cm adalah sebesar 19 ton CO2 ha-1 tahun-1. Emisi lahan gambut akibat proses dekomposisi dapat diserap kembali oleh tegakan tanaman karet dengan jumlah total emisi serapan sebesar 203,55 Ton CO2 ha-1 tahun-1. Kata Kunci : Karbon Tegakan, Tanaman Karet, Emisi Lahan Gambut
Peningkatan Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Bayam Merah (Amaranthus Tricolor, L.) Dengan Pemberian Pupuk Organik Cair Urine Sapi Ratri Ratri Yulianingsih
Publikasi Informasi Pertanian Vol 15, No 28 (2019): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v15i28.292

Abstract

Bayam merah dapat tumbuh pada semua jenis tanah, termasuk tanah PMK. Tanah PMK mempunyai keterbatasan seperti rendahnya kandungan bahan organik dan unsur hara. Untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bayam merah pada tanah PMK dapat dilakukan dengan memberikan pupuk organik cair atau POC. Salah satu jenis POC yang dapat digunakan adalah POC urine sapi, karena mengandung unsur hara N, P, dan K serta unsur hara mikro. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 6 taraf perlakuan dan 4 ulangan. Taraf perlakuan sebagai berikut: tidak diberi POC (N0), 50 cc POC urine sapi /1,5 liter air dengan volume 250 cc (N1), 100 cc POC urine sapi /1,5 liter air dengan volume 250 cc (N2), 150 cc POC urine sapi /1,5 liter air dengan volume 250 cc (N3), 200 cc POC urine sapi /1,5 liter air dengan volume 250 cc (N4), 250 cc POC urine sapi /1,5 liter air dengan volume 250 cc (N5). Data hasil pengamatan dianalisis dengan analisis sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji BNJ. Hasil penelitian menunjukan bahwa POC urine sapi dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil bayam merah, yang terlihat dari hasil pengukuran tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat segar tanaman. Pemberian 150 cc POC urine sapi/1,5 liter air dengan volume 250 cc menghasilkan pertumbuhan dan hasil bayam merah tertinggi dengan rerata pertumbahan tinggi tanaman (36,55 cm), rerata jumlah daun pertanaman (18 helai), dan rerata berat segar tanaman (0,079 g). Kata Kunci: POC Urine Sapi, Pertumbuhan, Hasil, Bayam Merah, Tanah PMK
Karakteristik Tempat Tumbuh Palaquium spp Pada Areal Tembawang Dusun Lubuk Tapang ecamatan Ketungau Hulu Kabupaten Sintang Kalimantan Barat Muhammad Syukur
Publikasi Informasi Pertanian Vol 14, No 26 (2018): Jurnal Piper
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v14i26.133

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik berupa vegetasi sekitar dan sifat fisika dan kimia tanah sebagai tempat tumbuh pohon Palaquium spp yang terdapat pada areal Tembawang dusun Lubuk Tapang Kecamatan Ketungau Hulu Kabupaten Sintang kalimantan Barat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah ilmu dan pengetahuan terutama mengenai karakteristik vegetasi sekitar dan sifat fisika dan kimia tanah sebagai tempat tumbuh pohon Palaquium spp yang terdapat pada areal Tembawang dusun Lubuk Tapang Kecamatan Ketungau Hulu Kabupaten Sintang Kalimantan Barat. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode petak tunggal. Penentuan petak pengamatan dilakukan secara purposive sampling (disengaja) pada areal yang terdapat banyak pohon Palaquium spp. Petak yang digunakan untuk pengamatan adalah petak tunggal yang berukuran 100 m x 60 m. Didalam petak tunggal tersebut terdapat masing-masing 15 plot pengamatan untuk tingkat pohon, tiang, pancang dan semai. Hasil penelitian diketahui bahwa terdapat 39 jenis vegetasi yang terdapat di sekitar pohon Palaquium spp yang terdiri atas 19 jenis pohon, 9 jenis Herba, 6 jenis Tumbuhan Bawah, 3 jenis Terna dan 2 jenis Liana. Tanah pada lokasi penelitian memiliki Karbon Organik sebesar 0,61 % (Sangat Rendah), N Total 0,09 % (Sangat Rendah), C/N rasio 6,78 % (Rendah), K 0,08 (Sangat Rendah), Ca 0,39 (Sangat Rendah), Mg 0,17 (Sangat Rendah), P tersedia 12,76 (Rendah), KTK 11,50 (Rendah), KB 5,60 (Sangat Rendah), pH H2O (Masam), Kadar Air 1,79% (Rendah) dan tergolong tanah Debu/Lempung berpasir dan iklim yang sesuai bagi pertumbuhan Palaquium spp yaitu rata-rata curah hujan bulanan adalah 230 mm, rerata suhu udara bulanan 23-33 OC, rerata Kelembaban Relatif bulanan 86 %.
Potensi Tumbuhan Lokal Di Areal Tembawang Desa Suka Jaya Kabupaten Sintang Ria Rosdiana Hutagaol
Publikasi Informasi Pertanian Vol 16, No 30 (2020): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v16i30.378

Abstract

Tembawang merupakan bentuk agroforestri khas Kalimantan Barat, yang juga diterapkan oleh masayarakat Suku Dayak di Desa Suka Jaya Kecamatan Tempunak Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tumbuhan lokal yang terdapat di areal tembawang Desa Suka Jaya. Penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara untuk mendapatkan informasi mengetahui jenis-jenis tumbuhan lokal serta teknik eksplorasi lapangan untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan lokal yang mencakup nama lokal dan nama ilmiah, famili, habitus serta kelompok tumbuhan. Berdasarkan hasil penelitian, Tembawang Desa Suka Jaya memiliki 12 jenis tumbuhan lokal dan 10 famili yang merupakan kelompok tumbuhan penghasil buah, tumbuhan obat dan tumbuhan hias. Tumbuhan penghasil buah mendominasi areal Tembawang Desa Suka Jaya yaitu 7 jenis dengan habitus berupa pohon, diikuti kelompok tumbuhan obat sebanyak 3 jenis dan kelompok tumbuhan hias sebanyak 2 jenis.
HABITAT TENGKAWANG BUKIT (Shorea beccariana Burck) PADA KAWASAN BERHUTAN BUKIT RUYUNG DESA SUNGAI SINTANG KECAMATAN KAYAN HILIR KABUPATEN SINTANG Sri Sumarni
Publikasi Informasi Pertanian Vol 14, No 27 (2018): Jurnal PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v14i27.203

Abstract

Habitat Tengkawang Bukit (Shorea beccariana Burck) Pada Kawasan Berhutan Bukit Ruyung Desa Sungai Sintang Kecamatan Kayan Hilir Kabupaten Sintang. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor biotik (vegetasi sekitar) dan faktor abiotik pada habitat Tengkawang Bukit pada kawasan berhutan Bukit Ruyung Desa Sungai Sintang Kecamatan Kayan Hilir Kabupaten Sintang. Hasil dari penelitian ini diharapkan bisa menjadi informasi tentang habitat Tengkawang Bukit yang terdapat pada kawasan berhutan Bukit Ruyung desa Sungai Sintang Kecamatan Kayan Hilir Kabupaten Sintang serta dapat dijadikan sebagai salah satu acuan dalam upaya pengelolaan dan penjagaan kelestarian pada kawasan tersebut. Metode yang digunakan adalah petak tunggal. Penentuan petak pengamatan dilakukan secara purposive sampling pada areal yang banyak terdapat pohon Tengkawang Bukit. Petak tunggal yang digunakan berukuran 100 m x 60 m, yang didalamnya terdapat masing-masing 15 plot pengamatan untuk tingkat semai, pancang, tiang dan pohon. Pada hasil penelitian diketahui ada 23 jenis vegetasi yang ditemukan tumbuh di sekitar pohon Tengkawang Bukit, 5 (lima) jenis yang paling dominan yaitu Menyatuk, Keladan, Tekam, Markubung dan Merantik. Kandungan tanah pada lokasi penelitian dengan pH 6,12 (Agak Masam), Karbon Organik sebesar 2,29 % (Sedang), N Total 0,25 % (Sedang), C/N rasio 9,16 % (Rendah), K 0,36 (Sedang), Ca 1,56 (Sangat Rendah), Mg 0,15 (Sangat Rendah), P tersedia 37,25 (Sangat Tingi) dan tergolong tanah Debu liat berpasir dan iiklim yang sesuai bagi pertumbuhan Tengkawang Bukit yaitu rata-rata curah hujan bulanan adalah 266,95, rerata suhu udara bulanan 27,20 OC, rerata Kelembaban Relatif bulanan 85,92 (%) dan Lamanya Penyinaran rerata bulanan adalah 57,25 (%). Mengingat kawasan berhutan tempat penelitian dekat dengan pemukiman dan terdapat banyak aktivitas masyarakat, maka diperlukan upaya yang sungguhsungguh oleh pemerintah melalui instansi terkait dan masyarakat untuk menjaga dan menjamin kelestarian pohon Tengkawang Bukit.

Page 9 of 27 | Total Record : 262