cover
Contact Name
Florensius Tijan
Contact Email
admin@unka.ac.id
Phone
+6281227902049
Journal Mail Official
admin@unka.ac.id
Editorial Address
Jl.YC.Oevang Oeray Nomor 92 Baning Kota, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat 78612
Location
Kab. sintang,
Kalimantan barat
INDONESIA
PIPER
ISSN : 19070403     EISSN : 27755738     DOI : 10.51826/piper
PIPER merupakan salah satu media/wadah untuk mengembangkan kemampuan ilmiah civitas akademika Fakultas Pertanian, terutama kemampuan berkomunikasi secara tertulis sesuai kaidah-kaidah ilmiah. Sebagai wadah menampung hasil-hasil penelitian ilmiah, PIPER dapat memperkaya khasanah ilmu dan pengetahuan melalui berbagai aktivitas penelitian. PIPER diharapkan berisi konsep-konsep pemikiran yang objektif, kritis, maju, konstruktif dan mengandung upaya memecahkan berbagai masalah sektor pertanian terutama di wilayah Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat maupun di Indonesia bahkan dunia.
Articles 262 Documents
PERKECAMBAHAN BENIH KARET (Hevea brasiliensis Muell. Arg) AKIBAT SKARIFIKASI DAN PERENDAMAN Mangardi -; Sri Umi Lestari; Sutoyo -
Publikasi Informasi Pertanian Vol 17, No 1 (2021): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v17i1.513

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh skarifikasi dan perendaman benihterhadap perkecambahan benih karet. Penelitian ini dilaksanakan di rumah kaca UniversitasTribhuwana Tunggadewi Malang, dari Maret-April 2019. Rancangan yang digunakan dalampenelitian ini adalah rancangan petak terbagi (RPT) yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertamaadalah skarifikasi sebagai petak utama yang terdiri dari 2 taraf, yaitu tanpa skarifikasi (S0) danskarifikasi (S1). Faktor kedua adalah perendaman sebagai anak petak yang terdiri dari 3 taraf,yaitu tanpa perendaman (P0); perendaman 12 jam (P1) dan perendaman 24 jam (P2). Data yangdiperoleh dianalisis menggunakan ANOVA, apabila ada pengaruh nyata atau sangat nyata makadilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT) 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwaskarifikasi mampu meningkatkan persentase perkecambahan sampai dengan 12,25% dan kecepatanberkecambah 2,31%KN/etmal. Perendaman selama 24 jam (P2) mampu meningkatkan persentaseperkecambahan 10,32% dan kecepatan berkecambah 1,96%KN/etmal. Interaksi antara skarifikasidan perendaman 12 jam (S1P1) merupakan perlakuan yang optimal terhadap perkecambahanbenih karet, namun tingkat perkecambahan yang dicapai tidak berbeda nyata dengan perlakuanperendaman selama 24 tanpa skarifikasi (S0P2).
STUDI KEBERADAAN TUMBUHAN INVASIF DI KAWASAN TAMAN NASIONAL BUKIT BAKA BUKIT RAYA Muhammad Abduh; Sigit Purwanto; Hendro Priyandono
Publikasi Informasi Pertanian Vol 17, No 1 (2021): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v17i1.518

Abstract

Salah satu penyebab hilangnya keanekaragaman hayati Indonesia adalah introduksi danpenyebaran jenis asing invasif pada beragam ekosistem di Indonesia. Kehadiran jenis asing invasifini menyebabkan terdesaknya jenis dan ekosistem asli. Taman Nasional Bukit Baka Bukit Rayamemiliki keanekaragamanjenis flora yangsangat tinggi serta mempunyai ciri khas vegetasi rheophytedan vegetasi perbukitan.Adapun tujuan dari penelitian ini pengumpulan data dan informasi tentangsebaran tumbuhan jenis invasif yang ada di wilayah kerja Resort Belaban SPTN Wilayah I NangaPinoh. Lokasi penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Resort Belaban SPTN Wilayah I NangaPinoh, pada lokasi yang diduga open area/bekas HPH yaitu pada grid A7, A8, B8, B9, C6, C7,C9, D11, F13, G15 dan G16. Sebanyak 12 jenis tumbuhan invasif yang ditemukan diantaranyaBellucia axinanther, Melastoma malabathricum, Piper aduncum, Urena lobata, Dicranopterislinearis, Imperata cylindrica, Mikania micrantha, Mimosa pudica, Acacia sp, Borreria alata,Chromolaena odorata, Chromolaena odorata, dan Merremia peltata.
PERANAN MOL BUAH PEPAYA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI HUMA (Nastortium montanum, wall) Nining Sri Sukasih; Soriyanti -
Publikasi Informasi Pertanian Vol 17, No 1 (2021): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v17i1.509

Abstract

Sawi huma (Nastortium montanum,wall) merupakan tanaman sayuran yang mempunyainilai ekonomis yang tinggi. Budidaya sawi huma di Kalimantan Barat sangat terbatas dan masihdalam skala kecil. Mengembangkan tanaman sawi huma di Kabupaten Sintang sampai saat inihanya bersifat musiman dan sedikit yang berorentasi pada pasar. Sebagian besar masyarakatterutama petani padi lahan kering menanam sawi dilakukan setelah membakar ladang danpengelolaanya tidak intensif serta hanya ditanam untuk konsumsi sehari-hari. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui pengaruh MOL buah pepaya terhadap pertumbuhan dan hasil sawi huma. Penelitianini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK), yang terdiri atas 5 perlakuan yaitu :P0 = tanpa perlakuan (kontrol), P1 = 20 ml/liter air MOL buah pepaya per bedengan, P2 = 40 ml/liter air MOL buah pepaya per bedengan, P3 = 60 ml/liter ait MOL buah pepaya per bedengan, P4 = 80 ml/liter air MOL buah pepaya per bedengan. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman,jumlah daun , berat segar tanaman .Data dianalisis dengan uji beda nyata jujur (BNJ) pada taraf0,05 dan 0,01.dengan dosis 60 ml/liter air/ m2memberikan hasil terbaik pada parameter tinggitanaman dengan rerata 28,46 cm, jumlah daun dengan rerata 8,18 helai, dan berat segar tanamandengan rerata 279,00 g.
INVENTARISASI JENIS POHON SEMPADAN PINTAS LAMPIK KECAMATAN SELIMBAU KABUPATEN KAPUAS HULU Muhammad Syukur
Publikasi Informasi Pertanian Vol 17, No 1 (2021): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v17i1.514

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis jenis pohon yang terdapat pada sempadanPintas Lampik Kecamatan Selimbau Kabupaten Kapuas Hulu. Penelitian dilaksanakan denganmenggunakan metode jalur/transek. Jalur dibuat dikiri dan kanan sempadan Pintas Lampik. PadaJalur pengamatan dilakukan eksplorasi dengan radius 50 meter dari tepi Pintas Lampik. Jalurdibuat mengikuti bentuk sungai dengan panjang jalur pengamatan ± 3.500 m (3,5 km). Hasilpenelitian diketahui bahwa Pada Sempadan Pintas Lampik Kecamatan Selimbau Kabupaten KapuasHulu terdapat 8 jenis pohon, yaitu Belantik, Bungur, Jabai, Kayu Ara, Leban, Rengas, Ringin danTebedak Aik.Hanya ada 2 (dua) jenis pohon yang kayunya mempunyai nilai ekonomis tinggi yaituRengas dan Bungur, sedangkan yang lain dapat dijadikan kayu bakar dan sebagai pohon penghasilbuah yang dimanfaatkan sebagai pakan satwa dan dikonsumsi langsung oleh masyarakat.
STUDI KEANEKARAGAMAN JENIS BURUNG DIURNAL PADA KEBUN AGROFORESTRY KAPUAS HULU Sigit Normagiat
Publikasi Informasi Pertanian Vol 17, No 1 (2021): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v17i1.519

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai keanekaragaman jenisburung diurnal di lokasi agroforestri Desa Sungai Uluk Palin Kecamatan Putussibau KabupatenKapuas Hulu. Analisis keanekaragaman jenis burung diurnal dilakukan dengan cara menghitungindeks dominansi jenis, indeks keanekaragaman jenis dan indeks kemerataan jenis. Pengumpulandata di lapangan menggunakan metode observasi langsung di lapangan, teknik inventarisasi yangdigunakan adalah teknik jalur yang dikombinasikan dengan titik hitung. Banyak jalur yang dilakukansebanyak 4 jalur dengan panjang setiap masing-masing jalur pengamatan 1.000 m. Waktu pengamatandisesuaikan dengan waktu aktifitas satwa, yaitu pada pagi hari dimulai pukul 05.30 – 08.30 WIBdan pada sore hari pukul 14.30 – 17.30 WIB. Pengamatan dilakukan pada satu jalur dalam satuhari dengan jumlah ulangan sebayak 2 kali pada masing-masing jalur pengamatan. Hasil penelitianmenunjukan jumlah jenis yang ditemuakan setidaknya berjumlah 27 jenis dengan jumlah individuyang ditemukan sebanyak 232 individu. Indeks dominansi tidak terdapat spesies yang mendominansispesies yang lain atau struktur komunitas dalam keadaan tidak stabil. Indeks keanekaragamanjenis berada pada tingkat keanekaragamannya sedang. Indeks kemerataan jenis berada padakelimpahan jenis tidak merata.
PENINGKATAN PRODUKSI SAWI HIJAU (Brassica chinensis Var. Parachinensis) MELALUI PEMBERIAN PUPUK KANDANG KOTORAN ITIK Ratri Yulianingsih; Eko Wardoyo
Publikasi Informasi Pertanian Vol 17, No 1 (2021): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v17i1.510

Abstract

Upaya peningkatan produksi sawi hijau dapat dilakukan dengan menambahkan pupukkandang kotoran itik pada tanah dengan kandungan bahan organik dan unsur hara rendah. Pemberiankotoran itik dapat memperbaiki sifat fisik tanah sehingga unsur hara lebih mudah diserap tanaman.Penelitian ini ingin mengetahui pengaruh pemberian pupuk kandang kotoran itik dalam meningkatkanproduksi sawi hijau. Penelitian ini menggunakan metode percobaan lapangan, percobaan dilakukandengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok. Perlakuan pada penelitian ini adalah pupukkandang kotoran itik, yang terdiri dari lima taraf yaitu: I0 (tanpa pupuk kandang kotoran itik), I1 (diberikan pupuk kandang kotoran itik sebanyak 1 kg/m2), I2 (diberikan pupuk kandang kotoranitik sebanyak 2 kg/m2), I3 (diberikan pupuk kandang kotoran itik sebanyak 3 kg/m2), I4 (diberikanpupuk kandang kotoran itik sebanyak 4 kg/m2). Data hasil penganatan dianalisis dengan uji F dandilanjutkan dengan uji BNJ. Hasil penelitian diketahui bahwa pemberian pupuk kandang kotoranitik sebanyak 4 kg/m2 dapat meningkatkan produksi hijau dengan rata-rata tinggi tanaman 26,20cm, jumlah daun 8,10 helai, dan berat segar tanaman rata-rata 37,75 gram per tanaman.
STUDI JENIS LUMUT DI KAWASAN TAMAN WISATA ALAM BANING KABUPATEN SINTANG Kamaludin -
Publikasi Informasi Pertanian Vol 17, No 2 (2021): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v17i2.543

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis lumut yang terdapat di kawasan hutan wisataalam Baning Kabupaten Sintang. Kegunaan penelitian untuk memberikan informasi dan pengetahuanmengenai jenis-jenis lumut yang terdapat di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Baning KabupatenSintang serta dapat dijadikan sebagai salah satu data bagi masyarakat dan pihak terkait dalam pengelolaanTWA Baning Kabupaten Sintang. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode jalur, dimanapada jalur pengamatan dilakukan eksplorasi untuk mengamati dan mengidentifikasi setiap jenis lumutyang ditemukan. Hasil penelitian ditemukan 8 jenis lumut dari 4 famili yaitu Ectropothecium dealbatum(Reinw & Homsch), Leucophanes glaucum (Schwaegr). Mitt, Syrrhopodon refecens Hook & Grev,Syrrhopodon gardneri (Hook.) Schwaegr, Pyrrhobryum latifolium (Bosch & Sande Lae) Mitt,Leucobryum octoblephariodes Brid, Lumut daun dan Kurzia gonyotticha (Sande Lac) Grolle.Tumbuhan lumut ini banyak ditemukan tumbuh pada subtrat kayu mati dan satu jenis tumbuh pada kulitkayu/batang.
PENINGKATAN PERTUMBUHAN SERTA HASIL TANAMAN JAGUNG (Zea mays, L) PADA TANAH PMK MELALUI PEMBERIAN PUPUK HAYATI CAIR Markus Sinaga; Rudi Rudi
Publikasi Informasi Pertanian Vol 17, No 2 (2021): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v17i2.534

Abstract

Meningkatkan hasil tanaman jagung (Zea mays, L) pada tanah yang kurang subur sepertipada tanah PMK perlu penanganan yang intensif salah satunya dengan pemberian pupuk dengan dosisyang tepat. Pada penelitian ini pupuk yang digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagungadalah pupuk hayati.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pertumbuhan serta hasiltanaman jagung PMK melalui pemberian pupuk hayati cair, dan mengetahui dosis pupuk hayati cairyang dapat meningkatkan pertumbuhan serta hasil yang tertinggi tanaman jagung pada tanah PMK.Lingkup dalam penelitian ini terdiri dari dua variabel. Variabel bebas yaitu, pemberian pupuk hayaticair. Variabel terikat yaitu diameter batang, berat tongkol dengan kelobot, dan berat tongkol tanpakelobot.Percobaan ini dirancang secara tunggal dengan menggunakan rancangan lingkungan pola dasarRancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor perlakuan adalah pupuk hayati cair yang terdiri dari limataraf perlakuan, yaitu: b0 (tidak diberi pupuk hayati cair), b1 (7,5 cc pupuk hayati cair/ liter air), b2 (15cc pupuk hayati cair/ liter air), b3 (22,5 cc pupuk hayati cair/ liter air), dan b4 (30 cc pupuk hayati cair/liter air). Data hasil pengamatan dianalisis dengan uji F kemudian dilanjutkan dengan uji BNJ.Hasilpenelitian diketahui bahwa pertumbuhan vegetatif tanaman jagung pada tanah PMK tidak nyatapeningkatannya tetapi nyata terhadap peningkatan hasil hal ini terlihat dari parameter berat tongkolkotor, dan berat tongkol. Pemberian 22,5 cc pupuk hayati cair/liter air menghasilkan berat tongkoltertinggi baik tongkol kotor (dengan kelobot) dengan berat rata-rata 0,29 kg per tanaman maupuntongkol bersih (tanpa kelobot) dengan berat rata-rata 0,22 kg per tanaman.
PENINGKATAN PERTUMBUHAN DAN HASIL BUNCIS PADA TANAH PMK DENGAN PEMBERIAN BOKASHI SEKAM PADI Herlina Kurniawati; markus sinaga; Julius Janir Guntara
Publikasi Informasi Pertanian Vol 17, No 2 (2021): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v17i2.539

Abstract

Buncis (Phaseolus vulgaris, L) termasuk sayuran sangat penting karena sayuran ini banyakmengandung karbohidrat, lemak, protein, dan vitamin. Zat-zat tersebut sangat dibutuhkan manusiauntuk menjaga kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian bokashisekam padi terhadap pertumbuhan dan hasil buncis, dan untukmendapatkan dosis bokashi sekam padiyang sesuai dan dapat berpengaruh pada jumlah polong, berat polong, dan berat basah berangkasanbuncis. Penelitian inimenggunakan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor perlakuandalampenelitian ini adalah bokashi sekam padi, yang terdiri atas 5 ulangan, dengan dosisyang diberikansebanyak 5 taraf perlakuan yaitu, B0= tidak diberi bokashi sekampadi (kontrol), B1= 1,5 kg bokashisekam padi/m², B2= 3 kg bokashi sekampadi/m², B3= 4,5 kg bokashi sekam jadi/m², B4= 6 kgbokashi sekam padi/m².Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bokashi sekam padiberpengaruhnyata terhadap pertumbuhan dan hasil buncis di tanah PMK, yang ditandai denganjumlahpolong, berat polong, dan berat basah berangkasan tanaman buncis.Pemberian 6 kg bokashi sekampadi menghasilkan pertumbuhan terbaik tanamanbuncis. Jumlah polong rata-rata 54,00 buah/tanaman,dan rata-rata berat polong283,20 gram/tanaman, sedangkan pemberian 6 kg bokashi jeramipadimenghasilkan berat basah berangkasan tertinggi dengan berat rata-rata 281,17gram/tanaman.
INVENTARISASI TEGAKAN HUTAN DESA MERPAK KECAMATAN KELAM PERMAI KABUPATEN SINTANG H.M.Kurniawan Candra
Publikasi Informasi Pertanian Vol 17, No 2 (2021): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v17i2.544

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis tegakan yang terdapat padakawasan Hutan Desa Merpak Kecamatan Kelam Permai Kabupaten Sintang. Penelitian ini dilaksanakandengan menggunakan metode jalur/transek, sebanyak 2 buah dengan panjang jalur masing-masing 300meter. Pada setiap jalur dibuatkan petak pengamatan kontinyu dengan ukuran 2m x 2m untuk tingkatSemai, 5m x 5m untuk tingkat Pancang, 10m x 10m untuk tingkat Tiang dan 2 m x 20m untuk tingkatPohon, sehingga luas total petak pengamatan adalah 1,2 Ha. Secara keseluruhan terdapat 22 jenistegakan hutan, untuk tingkat semai secara berurutan jenis-jenis yang dominan adalah Medang Piawas,Garu Engkaras, Terentang, Entangor dan Engkerabang. Untuk tingkat pancang secara berurutan jenisjenisyang dominan adalah Medang Piawas, Majau, Garu Engkaras, Entangor dan Terentang. Untuktingkat tiang secara berurutan jenis-jenis yang dominan adalah Medang Piawas, Entangor, Majau,Terentang dan Garu Engkaras, Untuk tingkat pohon secara berurutan jenis-jenis yang dominan adalahMedang Piawas, Entangor, Majau, Terentang dan Rengas. Keanekaragaman jenis tegakan hutan untuktingkat semai, pancang, tiang dan pohon menurut kriteria Shannon-Wielner tergolong sedang dengannilai indeks keanekaragaman jenis tingkat semai sebesar H= 1,3043, tingkat pancang sebesar H=1,2447, tingkat tiang sebesar H= 1,2467 dan tingkat pohon sebesar H= 1,1801.