cover
Contact Name
Florensius Tijan
Contact Email
admin@unka.ac.id
Phone
+6281227902049
Journal Mail Official
admin@unka.ac.id
Editorial Address
Jl.YC.Oevang Oeray Nomor 92 Baning Kota, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat 78612
Location
Kab. sintang,
Kalimantan barat
INDONESIA
PIPER
ISSN : 19070403     EISSN : 27755738     DOI : 10.51826/piper
PIPER merupakan salah satu media/wadah untuk mengembangkan kemampuan ilmiah civitas akademika Fakultas Pertanian, terutama kemampuan berkomunikasi secara tertulis sesuai kaidah-kaidah ilmiah. Sebagai wadah menampung hasil-hasil penelitian ilmiah, PIPER dapat memperkaya khasanah ilmu dan pengetahuan melalui berbagai aktivitas penelitian. PIPER diharapkan berisi konsep-konsep pemikiran yang objektif, kritis, maju, konstruktif dan mengandung upaya memecahkan berbagai masalah sektor pertanian terutama di wilayah Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat maupun di Indonesia bahkan dunia.
Articles 262 Documents
Jenis Dan Pemanfaatan Paku Pakuan Oleh Masyarakat Desa Ulak Jaya Kecamatan Sintang Kabupaten Sintang Muhammad Syukur
Publikasi Informasi Pertanian Vol 15, No 28 (2019): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v15i28.296

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan pemanfaatan paku pakuan oleh masyarakat desa Ulak Jaya Kecamatan Sintang Kabupaten Sintang. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan jalur/transek dan wawancara. Pembuatan jalur dilakukan untuk mengamati jenis paku-pakuan sedangkan wawancara dilakukan untuk mengetahui pemanfaatan paku-pakuan oleh masyarakat setempat. Penetapan jalur dilakukan dengan metode “Purposive Sampling” yaitu menetapkan jalur pengamatan secara sengaja. Metode ini dipilih dengan pertimbangan lokasi penelitian dan keterwakilan seluruh kawasan. Jalur pengamatan di buat sebanyak 2 (dua) buah, pada setiap jalur dilakukan eksplorasi, inventarisasi dan identifikasi jenis paku-pakuan. Hasil penelitian pada lokasi penelitian ditemukan 7 (tujuh) jenis Paku-Pakuan yaitu Marsilea crenata, Dicranopteris linearis, Nephrolepis sp, Nephrolepis exaltera, Circinate vernation, Nephrodopsis sp dan Nephrodopsis hirsula. Diantara 7 jenis paku-pakuan yang ditemukan, terdapat 3 jenis yang dapat dikonsumsi sebagai sayur, 1 jenis untuk bahan baku kerajinan tangan, 1 jenis untuk tumbuhan hias dan 2 jenis berfungsi sebagai obat (obat alergi dan infeksi luka) serta sebagai penambah ASI.
Pengaruh Pupuk Kandang Kotoran Ayam Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tomat (Lycopersicum esculentum. Mill) Ratri Ratri Yulianingsih
Publikasi Informasi Pertanian Vol 14, No 26 (2018): Jurnal Piper
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v14i26.129

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk kandang kotoran ayam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat dan untuk mendapatkan dosis pupuk kandang kotoran ayam yang menghasilkan pertumbuhan dan hasil tertinggi pada tanaman tomat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang kotoran ayam berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah buah, dan berat buah. Pemberian pupuk kandang kotoran ayam 2 kg/m² menghasilkan pertumbuhan dan hasil terbaik tanaman tomat pada penelitian ini. Tinggi tanaman rata-rata 81,35 cm, jumlah buah rata-rata 31,25 buah, dan berat buah rata-rata 1062,30 gram per tanaman.
Beberapa Jenis Pupuk NPK dan Pengaruhnya Terhadap Hasil Kacang Tanah (Arachis hypogaea L) di Tanah PMK Herlina Kurniawati
Publikasi Informasi Pertanian Vol 16, No 30 (2020): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v16i30.374

Abstract

Peningkatan hasil pertanian menuntut ketersediaan sarana produksi pertanian, termasuk diantaranya adalah pupuk. Dari beberapa jenis NPK yang banyak tersedia di kios-kios pertanian di Kalimantan Barat adalah NPK Granul, NPK Pak Tani, NPK Mutiara, NPK Mutiara Komplex, NPK Lao Ying, dan NPK Nova Tec Blue. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri atas 6 perlakuan, masing-masing perlakuan diulang 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis pupuk NPK berpengaruh terhadap hasil kacang tanah yang ditunjukkan oleh peubah jumlah polong isi, dan berat biji per tanaman. Hasil tertinggi akibat pemberian jenis NPK dicapai pada pemberin NPK Lao Ying dosis 25 g per m2, pada pemberian NPK NPK Lao Ying tersebut menghasilkan rerata jumlah polong isi per tanaman 17,42 buah, rerata jumlah polong kosong per tanaman 2,08 buah, dan berat biji per tanaman 10,42 g. Adanya perbedaan unsur hara yang terkandung dalam tiap jenis NPK baik secara kualitatif (jenis unsur yang terkandung) maupun kuantitatif (takaran unsur yang terkandung) menyebabkan ketersediaan unsur hara bagi tanaman juga berbeda.
Peningkatan Pertumbuhan dan Hasil Sawi Hijau (Brassica juncea, L.) Dengan Pemberian Bokashi Eceng Gondok (Eichornoa crassipes) Herlina Kurniawati; kristian very
Publikasi Informasi Pertanian Vol 15, No 28 (2019): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v15i28.286

Abstract

Pengunaan bahan organik sebagai pupuk memberikan keuntungan karena bahan-bahan organik akan mengaktifkan kehidupan mikroorganisme tanah dan menambah bahan organik tanah sehingga berpengaruh terhadap struktur tanah. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh bokashi eceng gondok terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi hijau pada tanah PMK; 2) mengetahui dosis bokashi yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi hijau pada tanah PMK. Ruang lingkup penelitian ini terdiri dari bokashi sebagai variabel bebas dan jumlah daun dan berat segar tanaman sebagai variabel terikat. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen lapangan. Rancangan lingkungan yang digunakan dengan pola rancangan acak kelompok (RAK). Faktor perlakuan dalam penelitian ini adalah pemberian bokashi (B) yang terdiri dari 6 taraf perlakuan dengan 4 kali pengulangan. Adapun taraf perlakuan bokashi terdiri dari: B0 =kontrol (tidak diberi bokashi), B1= 1 kg bokashi per m2, B2= 2 kg bokashi per m2, B3= 3 kg bokashi per m2, B4= 4 kg bokashi per m2, B5= 5 kg bokashi per m2. Data dianalisa dengan sidik ragam pada taraf 0,05 dan 0,01, selanjutnya data diuji dengan uji BNJ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bokashi eceng gondok berpengaruh nyata terhadap jumlah daun dan berat segar pada tanaman sawi hijau. Melalui Uji BNJ diketahui bahwa pemberian 5 kg bokashi eceng gondok menghasilkan rata-rata 11,25 helai daun dan rata-rata berat segar pertanaman 23,90 gram.
Studi Jenis Padi Pulut (Oryza glutinosa.L) Lokal Lahan Kering Di Kecamatan Kayan Hulu Kabupaten Sintang Syarif Nizar Kartana
Publikasi Informasi Pertanian Vol 13, No 25 (2017): Jurnal PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v13i25.95

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis padi pulut lokal lahan kering dan karakteristik agronomisnya secara sederhana di Kecamatan Kayan Hulu Kabupaten Sintang. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Februari sampai Juni 2017 di Kecamatan Kayan Hulu Kabupaten Sintang. Hasil penelitian menemukan delapan jenis padi pulut lokal lahan kering yang tumbuh di dua tipe lahan yaitu tepian sungai dan perbukitan. Kedelapan jenis padi pulut tersebut adalah pulut itam, pulut itam jabab, pulut kensurai, pulut lomak, pulut mentawak, pulut merah, pulut pantok manok, dan pulut paying.
PENGARUH PUPUK KANDANG DAN NPK MUTIARA TERHADAP HASIL TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus. L) PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Diah Nurhadiah
Publikasi Informasi Pertanian Vol 1, No 22 (2016): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v1i22.14

Abstract

Pengembangan tanaman mentimun di Kabupaten Sintang lebih diarahkan pada tanah Podsolik Merah Kuning (PMK) yang cukup luas dibandingkan jenis tanah lainnya. Tanah PMK ini sering mengalami kendala, terutama dalam hal sifat fisik, kimia dan biologi tanah, yang dapat menyebabkan pertumbuhan dan hasil tanaman tidak meningkat. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk kandang dan NPK Mutiara baik secara mandiri maupun interaksinya, serta untuk mengetahui kombinasi yang tepat terhadap hasil buah terbaik mentimun pada tanah Podsolik Merah Kuning. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor, yang masing-masing terdiri dari 4 Taraf dengan 16 kombinasi perlakuan. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama adalah pupuk kandang (h), yang terdiri atas: h0 = Tanpa Pupuk Kandang/petak, h1 = 1,5 kg pupuk kandang/petak, h2 = 3 kg Pupuk kandang/petak dan h3 = 4,5 kg pupuk kandang/petak. Fakor kedua adalah NPK mutiara (t), terdiri atas t0 = Tanpa NPK Mutiara/tanaman, t1 = 10 gr NPK Muitara/tanaman, t2 = 20 gr NPK Mutiara/tanaman dan t3 = 30 gr NPK Mutiara/tanaman. Parameter yang diamati adalah jumlah buah dan berat buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara pupuk kandang dan NPK mutiara, namun secara mandiri pupuk kandang berpengaruh terhadap jumlah buah dan berat buah, Sedangkan NPK mutiara berpengaruh terhadap jumlah buah. Pupuk kandang sebanyak 3 kg/petak memberikan rerata tertinggi jumlah buah sebanyak 37,75 buah dan berat buah 9,86 kg. NPK Mutiara sebanyak 20 gram/tanaman memberikan rerata tertinggi jumlah buah sebanyak 32,25 buah.
Studi Inventarisasi Serangan Hama Pada Karet Alam (Hevea brasilliensis) Di Desa Baras Kecamatan Dedai Kabupaten Sintang Antonius -
Publikasi Informasi Pertanian Vol 15, No 29 (2019): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v15i29.333

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis hama yang mengganggu atau merusak tanaman karet alam dan untuk mengetahui bagian-bagian tanaman karet alam yang diserang oleh hama di wilayah Desa Baras Kecamatan Dedai. Metode yang digunakan adalah metode inventarisasi dan identifikasi hama yang menyerang tanaman karet alam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jenis Hama pada tanaman karet alam yang sering terjadi adalah hama Rayap (Microternes inspiratus), Tikus (Rattus sp), Tupai (Callosciurus notatus), Babi (Sus venrrucosus), Kijang (Muntiacus muntjak) dan Rusa (Rusa timorensis). Serangan hama Rayap (Microternes inspiratus) pada akar hingga pucuk tanaman, Tikus (Rattus sp) menyerang kulit batang dan daun muda, Tupai (Callosciurus notatus) menyerang kulit batang, dahan dan daun serta buah, Babi (Sus venrrucosus) menyerang kulit batang dan daun serta membongkar tanah disekeliling tanaman karet, Kijang (Muntiacus muntjak) menyerang kulit batang dan daun dan Rusa (Rusa timorensis) menyerang kulit batang dan daun.
PENGARUH PUPUK KOMPOS KOTORAN KELELAWAR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt) PADA TANAH PMK Nining Sri Sukasih
Publikasi Informasi Pertanian Vol 14, No 27 (2018): Jurnal PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v14i27.196

Abstract

Pertumbuhan serta hasil tanaman Jagung Manis di Kabupaten Sintang perlu ditingkatkan antara lain dengan pemberian pupuk kompos kotoran kelelawar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk kompos kotoran kelelawar terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung pada tanah PMK dan dosis pupuk kompos kotoran kelelawar yang akan menghasilkan pertumbuhan serta hasil jagung tertinggi pada tanah PMK.Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok dengan pupuk kompos kotoran kelelawar sebagai perlakuan terdiri dari Lima taraf perlakuan yaitu N0= tanpa pupuk kompos kotoran kelelawar, N1= 1 kg per petak percobaan, N2= 2 kg per petak percobaan, N3= 3 kg per petak percobaan, dan N4= 4 kg per petak percobaan. Data hasil pengamatan dianalisis dengan analisis ragam, dan dilanjutkan dengan uji BNJ.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompos kotoran kelelawar berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung yang ditandai dengan tinggi tanaman, diameter batang dan berat tongkol. Pemberian pupuk kompos kotoran kelelawar 4 kg per m2 menghasilkan tinggi tanaman 171,5 cm, diameter batang tanaman 1,38, dan berat tongkol 149,25 gram per tanaman.
Pengaruh Pemberian Pupuk Kandang Kotoran Ayam Terhadap Pertumbuhan Anakan Rukam ( Flacourtian Rukam ) di Persemaian Sri Sumarni
Publikasi Informasi Pertanian Vol 13, No 24 (2017): Jurnal PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v13i24.70

Abstract

Rukam adalah tumbuhan endemik Kalimantan selain itu buah rukam digemari oleh masyarakat lokal karena rasa buah yang manis dan segar. Akan tetapi ketersediaan bibit di alam sudah mulai berkurang, oleh karena itu budidaya rukam dengan pupuk kandang kotoran ayam menjadi salah satu upaya untuk mengatasi masalah berkurangnya bibit rukam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kandang kotoran ayam dan dosis pupuk kandang kotoran ayam yang tepat dalam meningkatkan pertumbuhan anakan Rukam di persemaian. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen Rancangan Acak Kelompok (RAK), faktor tunggal dalam penelitian ini adalah dosis pupuk kandang kotoran ayam terdiri dari 6 taraf, yaitu : p0 = tanpa perlakuan, p1 = pupuk kandang kotoran ayam sebanyak 100 gr per anakan, p2 = pupuk kandang kotoran ayam sebanyak 150 gr per anakan, p3 = pupuk kandang kotoran ayam sebanyak 200 gr per anakan, p3 = pupuk kandang kotoran ayam sebanyak 100 gr, p4 = pupuk kandang kotoran ayam sebanyak 250 gr per anakan, p5 = pupuk kandang kotoran ayam sebanyak 300 gr per anakan. Parameter yang diamati adalah pertambahan tinggi dan jumlah daun. Data dianalisis dengan menggunakan Uji BNT pada taraf 5% dan 1%. Dosis pupuk kandang kotoran ayam sebanyak 300 gr (p5), merupakan perlakuan terbaik dalam mempengaruhi pertambahan tinggi dan pertambahan jumlah daun anakan Rukam, namun tidak signifikan dibandingkan dengan dosis pupuk kandang kotoran ayam sebanyak 250 gr (p4), sehingga secara ekonomis dapat diasumsikan bahwa perlakuan yang terbaik adalah perlakuan dengan dosis 250 gr (p4), dengan rerata pertambahan tinggi 8,50 cm dan rerata pertambahan jumlah daun 6,50 helai.
PENGARUH PEMBERIAN MOL BONGGOL PISANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS (Zea mays Saccharata) PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Nining Sri Sukasih
Publikasi Informasi Pertanian Vol 1, No 22 (2016): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v1i22.4

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Mol Bonggol Pisang terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis pada tanah PMK, serta untuk mengetahui dosis pemberian Mol Bongol Pisang yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tertinggi. Ruang lingkup penelitian ini terdiri dari variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas yaitu mol bonggol pisang, sedangkan variabel terikat terdiri dari tinggi tanaman, diameter batang, dan berat tongkol. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen lapangan. Rancangan percobaan digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan faktor perlakuan yaitu bonggol pisang (b) terdiri dari 6 taraf yaitu Kontrol  (b0), 50 cc/ liter air / petak (b1), 100 cc/ liter air / petak (b2), 150 cc/ liter air / petak (b3), 200 cc/ liter air / petak (b4), 250 cc/ liter air / petak (b5). Jumlah kombinasi taraf perlakuan ada 6 kombinasi dan diulang 6 kali. Data dianalisis dengan sidik ragam. Hasil penelitian diketahui bahwa mol bonggol pisang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis pada tanah PMK. Pertumbuhan tertinggi dihasilkan dari perlakuan 250 cc perliter air perpetak (b5) dan pertumbuhan terendah dihasilkan dari perlakuan Kontrol (b0) . Rata-rata tinggi tanaman pada perlakuan 250 cc MOL bonggol pisang per liter air (b5) dengan tinggi rata-rata 166.67 cm, rata-rata tanaman paling rendah tingginya hanya 92.83 cm pada tanaman yang tidak diberi MOL bonggol pisang (b0). Dan rerata diameter batang tertinggi terjadi pada pemberian MOL bonggol pisang 250 cc per liter air, dengan diameter rata-rata 25.21 mm. Sedangkan diameter batang yang terendah pada perlakuan kontrol (b0) dengan rata-rata 18.75 mm. Begitu juga dengan rata-rata berat tongkol per tanaman tertinggi pada percobaan ini dihasilkan oleh pemberian 250 cc MOL bonggol pisang dengan berat rata-rata 264.96 gram per tanaman, sedangkan tanaman yang tidak diberi MOL (kontrol) menghasilkan berat tongkol per tanaman paling rendah dengan berat rata-rata 109.58 gram per tanaman.

Page 8 of 27 | Total Record : 262