cover
Contact Name
Zaedun Na'im
Contact Email
leadershipjurnal@gmail.com
Phone
+6282330512288
Journal Mail Official
zaedunnaim82@gmail.com
Editorial Address
https://e-journal.staima-alhikam.ac.id/index.php/mpi/pages/view/Editorial%20Team
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Leadership:Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam
ISSN : 27217108     EISSN : 27150399     DOI : https:/doi.org/10.32478/leadership
Core Subject : Education,
Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam adalah jurnal ilmiah yang terbit berkala dan diterbitkan oleh STAI Ma`had Aly Al-Hikam Malang. Jurnal ini dikhususkan untuk mengkaji seputar ilmu Manajemen Pendidikan Islam. Pengelola sangat mengapresiasi atas kontribusi dalam bentuk artikel dari kalangan akademisi dalam disiplin ilmu manajemen pendidikan Islam untuk dipublikasikan dan disebarluaskan melalui mekanisme seleksi naskah, telaah dan penyuntingan. Seluruh artikel yang dipublikasikan merupakan pandangan dan gagasan yang bersifat individu dari para penulis tidak mewakili jurnal ini ataupun lembaga afiliasi penulis. LEADERSHIP: Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam terbit dua kali dalam setahun pada bulan Juni dan Desember Fokus telaah di Jurnal Leadership sebagai berikut: 1. ilmu manajemen pendidikan Islam 2. Issue manajemen pendidikan di sekolah, madrasah atau pesantren 3. Peningkatan mutu pendidikan di sekolah, madrasah atau pesantren
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 2 (2025): Juni" : 10 Documents clear
THE URGENCY OF EDUCATIONAL FACILITIES AND INFRASTRUCTURE MANAGEMENT IN RESPONDING TO THE CHALLENGES OF THE TIMES Dzakaaul, Muhammad Dzakaaul Fikri; Gloria, Ria Yulia; Nadiyah, Azka Nailupar; Ashaffa, Syafiq Hisyam
Leadership:Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam Vol 6 No 2 (2025): Juni
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/f33pr733

Abstract

Education is not only about learning and skills but also a planned effort to develop the individual. The success of education is highly dependent on the effectiveness of the learning process which is influenced by various factors, including the availability of adequate facilities and infrastructure. Infrastructure is a supporting facility that is not used directly, such as classrooms, laboratories, and libraries, while educational facilities are tools and equipment used directly in the teaching and learning process, including computers, books, and stationery. Ensuring a smooth teaching and learning process requires efficient management of infrastructure and facilities. This includes planning, inventorying, structuring, utilization, maintenance and periodic elimination. Using the literature study methodology, this research gathered information from various sources, including books, journals, and other relevant references. The findings of this study highlight the importance of managing infrastructure and facilities well to facilitate an efficient teaching and learning process. Good management is expected to overcome the challenges in managing school facilities and contribute optimally to the education process. Keywords: Education Management; Facilities and Infrastructure; Management of Facilities and Infrastructure.   Abstrak Pendidikan tidak hanya mencakup tentang pembelajaran dan keterampilan, tetapi juga merupakan Upaya terencana untuk mengembangkan individu secara menyeluruh. Hal ini meliputi peneneman nilai-nilai dan asimilasi pengetahuan untuk membentuk pribadi yang utuh, keberhasilan Pendidikan sangat bergantung pada efektivitas proses pembelajaran yang dipengaruhi oleh berbagai factor, termasuk ketersedian sarana dan prasarana yang memadai. Prasarana adalah sarana penunjang yang tidak digunakan secara langsung, seperti ruang kelas, laboratorium, dan perpustakaan, sedangkan sarana pendidikan adalah alat dan perlengkapan yang digunakan langsung dalam proses belajar mengajar, antara lain komputer, buku, dan alat tulis. Menjamin kelancaran proses belajar mengajar memerlukan pengelolaan infrastruktur dan fasilitas yang efisien. Hal ini mecakup perencanaan, inventarisasi, penataan, pemanfaatan, pemeliharaan dan penghapusan secara berkala. Dengan menggunakan metodologi studi literatur, penelitian ini mengumpulkan informasi dari berbagai sumber, antara lain buku, jurnal, dan referensi terkait lainnya. Temuan studi ini menyoroti betapa pentingnya mengelola infrastruktur dan fasilitas dengan baik untuk memfasilitasi proses belajar mengajar yang efisien. Manajemen yang baik diharapkan dapat mengatasi tantangan dalam pengelolaan fasilitas sekolah dan memberikan kontribusi optimal bagi proses Pendidikan. Kata Kunci: Manajemen Pendidikan; Sarana dan Prasarana; Pengelolaan Sarana dan Prasarana.
THE ROLE OF PRINCIPAL LEADERSHIP IN IMPROVING THE QUALITY OF TEACHING PERSONNEL Baruno, Yosep Heristyo Endro; Azzahir, Syifak Zainal Abidin; Mustatho; Nuruddin Al-Akbar
Leadership:Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam Vol 6 No 2 (2025): Juni
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/leadership.v6i2.2877

Abstract

This study aims to examine the role, programs, and leadership strategies of principals in improving the quality of educators in Islamic elementary schools (SDI) in Malang City. This study uses a qualitative approach with data collection techniques through interviews, observations, and documentation. Data analysis is carried out by reducing, presenting, and drawing conclusions from the collected data, as well as checking the validity of the data through creativity, transferability, dependability, and confirmability. The results of the study indicate that the role of the principal includes several aspects, namely as an educator, manager, supervisor, administrator, leader, innovator, and motivator. The principal's programs include program formation, assignments, bringing in expert speakers, and conducting further studies and comparative studies. The strategy for developing the quality of educators involves awards, supervision, training, seminars, workshops, and education and training. Supporting factors for principal leadership in improving the quality of educators include high enthusiasm and cooperation, while inhibiting factors are differences in educator character and lack of adequate facilities and infrastructure. This study provides important insights into how principal leadership can improve the quality of educators through various roles, programs, and appropriate strategies as well as the support and challenges faced. Keywords: Leadership; Quality; Educators.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran, program, dan strategi kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu tenaga pendidik di sekolah dasar Islam (SDI) di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan mereduksi, menyajikan, dan menarik kesimpulan dari data yang terkumpul, serta melakukan pengecekan keabsahan data melalui credibility, transferability, dependability, dan confirmability. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran kepala sekolah meliputi beberapa aspek, yakni sebagai pendidik, manajer, supervisor, administrator, pemimpin, inovator, dan motivator. Program kepala sekolah antara lain pembentukan program, penugasan, mendatangkan narasumber ahli, serta melaksanakan studi lanjut dan studi banding. Strategi pengembangan mutu pendidik melibatkan penghargaan, supervisi, pelatihan, seminar, workshop, serta pendidikan dan pelatihan. Faktor pendukung kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu tenaga pendidik antara lain semangat dan kerjasama yang tinggi, sedangkan faktor penghambatnya adalah perbedaan karakter pendidik dan kurangnya sarana dan prasarana yang memadai. Penelitian ini memberikan wawasan penting tentang bagaimana kepemimpinan kepala sekolah dapat meningkatkan mutu pendidik melalui berbagai peran, program, dan strategi yang tepat serta dukungan dan tantangan yang dihadapi. Kata Kunci: Kepemimpinan; Mutu; Pendidik.
IMPLEMENTATION OF QUALITY ASSURANCE IN IMPROVING COMPETITIVENESS AT PUBLIC MIDDLE SCHOOL Arifin, M. Zainul; Moh. Mashudi; Satria Darma
Leadership:Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam Vol 6 No 2 (2025): Juni
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/97kn5z84

Abstract

Quality assurance in junior high schools (SMP) as one of the formal educational institutions is very urgent and necessary in order to increase competitiveness. This study aims to examine the increase in competitiveness caused by the implementation of internal quality assurance. This study uses a qualitative approach with a multi-case type. Data analysis in this study with interactive data analysis and data collection methods with interviews, documentation and direct observation in the field or two schools, namely SMPN 1 Kauman and SMPN 1 Sumbergempol. The results of this study indicate that quality assurance planning involves all elements in education, namely the principal, teachers and employees, guardians, community leaders and all students. Meanwhile, the implementation of quality assurance can have an impact on increasing output both in terms of academic achievement, in the form of increased achievement, students participating in district competitions, and non-academic achievements or student character in the form of characters that have been recorded in the quality indicators are internalized in students. Keywords: Competitiveness; Implementation; Junior High Schools; Quality Assurance.   Abstrak Penjaminan mutu di sekolah menengah pertama (SMP) sebagai salah satu lembaga pendidikan formal sangat urgen dan diperlukan dalam rangka meningkatkan daya saing. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti mengenai peningkatan daya saing yang disebabkan oleh implementasi penjaminan mutu internal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis multikasus. Analisis data dalam penelitian ini dengan analisis data interaktif dan metode pengumpulan datanya dengan wawancara, dokumentasi dan observasi langsung ke lapangan atau dua sekolah yakni SMPN 1 Kauman dan SMPN 1 Sumbergempol. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perencanaan penjaminan mutu melibatkan semua unsur dalam pendidikan yakni Kepala sekolah, guru dan karyawan, wali murid, tokoh masyarakat dan seluruh peserta didik. Sedangkan Implementasi penjaminan mutu mampu berdampak pada peningkatan output baik dari segi prestasi akademik, yang berupa prestasinya meningkat, anak didik mengikuti lomba kabupaten, maupun prestasi non akademik atau karakter peserta didik yang berupa karakter yang telah tercatat dalam indikator mutu tersebut terinternalisasi dalam diri anak didik. Kata Kunci: Daya Saing; Implementasi; Penjaminan Mutu; Sekolah Menengah Pertama.
INDUSTRY-RESPONSIVE AND ISLAMIC CURRICULUM: A NEEDS ANALYSIS FOR PUBLIC VOCATIONAL SECONDARY SCHOOLS Rhafiiqul Azhari Karim; Ahmad Rifki; Nadir; Dori Rusyunizal; Liza Efriyanti
Leadership:Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam Vol 6 No 2 (2025): Juni
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/leadership.v6i2.3536

Abstract

This study aims to analyze the needs of a curriculum that is responsive to the industry as well as relevant to Islamic values at SMKN 4 Payakumbuh majoring in Informatics Engineering. The current vocational curriculum faces the challenge of aligning technical competencies with the demands of the digital industry without neglecting the moral and character aspects of students. Using a qualitative approach through interviews, questionnaires, and focus group discussions, this research explores the perspectives of vocational teachers, industry players, students, and Islamic education leaders. The results show the need for curriculum reformulation that not only emphasizes mastery of skills such as programming, computer networking, and multimedia design, but also the integration of Islamic ethical values in the learning process. The strength of the current curriculum lies in its adaptability to technology and the industrial world, but there are still weaknesses such as limited infrastructure, lack of teacher training, and lack of integration of subjects across disciplines. Therefore, the proposed curriculum model is expected to bridge the gap between the world of education and the world of work while maintaining the moral identity of students. Keywords: Vocational Curriculum; Industry 4.0; Islamic Values.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan kurikulum yang responsif terhadap industri sekaligus relevan dengan nilai-nilai Islam di SMKN 4 Payakumbuh jurusan Teknik Informatika. Kurikulum kejuruan saat ini menghadapi tantangan untuk menyelaraskan kompetensi teknis dengan tuntutan industri digital tanpa mengabaikan aspek moral dan karakter peserta didik. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara, kuesioner, dan diskusi kelompok terfokus, penelitian ini menggali perspektif dari guru kejuruan, pelaku industri, siswa, dan tokoh pendidikan Islam. Hasilnya menunjukkan perlunya reformulasi kurikulum yang tidak hanya menekankan penguasaan keterampilan seperti pemrograman, jaringan komputer, dan desain multimedia, tetapi juga integrasi nilai-nilai etika Islam dalam proses pembelajaran. Kekuatan kurikulum saat ini terletak pada adaptabilitasnya terhadap teknologi dan dunia industri, namun masih ditemukan kelemahan seperti keterbatasan infrastruktur, minimnya pelatihan guru, dan kurangnya integrasi mata pelajaran lintas disiplin. Oleh karena itu, model kurikulum yang diusulkan diharapkan dapat menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia kerja dengan tetap menjaga identitas moral peserta didik. Kata kunci: Kurukulum Kejuruan; Industri 4.0; Nilai-Nilai Islam.
TRANSFORMATIONAL LEADERSHIP IMPLEMENTATION BY MADRASAH PRINCIPALS TO ENHANCE GRADUATE QUALITY IN ISLAMIC EDUCATIONAL INSTITUTIONS Luqman, Muhamad Luqman Nuryana; Dana Dihya’ Maulal Karim
Leadership:Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam Vol 6 No 2 (2025): Juni
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/leadership.v6i2.3543

Abstract

In the era of globalization and modernization, Islamic educational institutions such as madrasahs face significant challenges in enhancing graduate quality to ensure their competitiveness. Transformational leadership, recognized for its ability to inspire and empower staff, has become an essential approach for creating a dynamic and progressive educational environment. This study aims to answer the question of how transformational leadership practices of madrasah principals can improve graduate quality. Using a descriptive qualitative research method, this study examines the four main components of transformational leadership, as proposed by Bernard M. Bass: idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, and individualized consideration. Findings from Madrasah Aliyah Al-Jawami reveal that the madrasah principal plays a crucial role in inspiring and motivating both teachers and students through exemplary behavior, empowerment, and inclusive communication. The impact of this transformational leadership is evident in the improved quality of graduates, both academically and in non-academic skills, preparing them for challenges beyond school. These findings suggest that implementing transformational leadership can be an effective strategy for enhancing educational quality in Islamic institutions. Keywords: Leadership; Transformational; Graduate Quality   Abstrak Dalam era globalisasi dan modernisasi, lembaga pendidikan Islam seperti madrasah menghadapi tantangan besar dalam meningkatkan mutu lulusan agar siap bersaing secara baik. Kepemimpinan transformasional, yang dikenal mampu menginspirasi dan memberdayakan staf, menjadi pendekatan penting untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang dinamis dan berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan bagaimana praktik kepemimpinan transformasional kepala madrasah dapat meningkatkan kualitas lulusan? Dengan metode penelitian kualitatif deskriptif, penelitian ini mengkaji empat komponen utama kepemimpinan transformasional: pengaruh ideal, motivasi inspirasional, stimulasi intelektual, dan pertimbangan individual yang dikemukakan oleh Bernard M. Bass. Hasil penelitian di Madrasah Aliyah Al-Jawami menunjukkan bahwa kepala madrasah memainkan peran penting dalam menginspirasi dan memotivasi guru serta siswa melalui keteladanan, pemberdayaan, dan komunikasi yang inklusif. Dampak kepemimpinan transformasional ini terlihat pada peningkatan mutu lulusan, baik secara akademis maupun dalam keterampilan non-akademik, yang mempersiapkan mereka menghadapi tantangan di luar sekolah. Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan kepemimpinan transformasional dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kualitas pendidikan di lembaga pendidikan islam. Kata Kunci: Kepemimpinan; Transformasional; Mulu Lulusan;
THE EXISTENCE OF THE SOROGAN METHOD IN THE 21ST CENTURY: ITS EFFECTIVENESS, ROLE, AND RELEVANCE IN MODERN EDUCATION Mas'ud; Tamrin Subagyo; M. Fahmi Arifin
Leadership:Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam Vol 6 No 2 (2025): Juni
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/wm1cn365

Abstract

The Sorogan method is a traditional learning approach that remains popular and widely implemented in both formal and non-formal educational institutions. Its enduring existence over time demonstrates the uniqueness of this method in terms of adaptability and resilience to changing eras. This study aims to describe the findings of a systematic literature review (SLR) concerning the effectiveness and relevance of the Sorogan method in the context of contemporary Islamic education, explore its role in learning, and provide recommendations for improving education quality. The research employed the SLR method, utilizing data sources from accredited national and international journal articles published within the last ten years, as well as books, academic manuscripts, and other relevant references. The study was conducted systematically through six stages: (1) topic determination, (2) literature search, (3) article selection and reduction, (4) data presentation, (5) analysis and discussion, and (6) conclusion drawing. The results indicate that the Sorogan method remains effective for modern learning when innovation and adjustments are made in line with current developments. Its relevance is still strong in addressing contemporary educational needs, particularly in enhancing learning effectiveness, motivating students, and strengthening the teacher-student relationship. Recommendations to improve the effectiveness of the Sorogan method include: (1) considering students' readiness for learning, (2) integrating it with other relevant teaching methods, (3) utilizing information and communication technology, and (4) encouraging teachers to actively adapt instruction to students' needs. Keywords: Sorogan Method, Effectiveness and Role, Relevance in Modern Education.   Abstrak Metode Sorogan merupakan pendekatan pembelajaran tradisional yang tetap populer dan banyak diterapkan di lembaga pendidikan baik formal maupun nonformal. Eksistensinya yang bertahan dari masa ke masa menunjukkan keistimewaan metode ini baik dari segi adaptabilitas maupun pamornya terhadap perubahan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil kajian systematic literature review (SLR) terkait efektivitas dan relevansi metode Sorogan dalam konteks pendidikan Islam kontemporer, mengeksplorasi perannya dalam pembelajaran, serta memberikan rekomendasi untuk peningkatan mutu pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah SLR dengan sumber data berupa artikel jurnal nasional dan internasional terakreditasi dalam sepuluh tahun terakhir, serta buku, naskah akademik, dan sumber relevan lainnya. Penelitian ini dilakukan secara sistematis melalui enam tahapan; 1) penentuan topik, 2) pencarian literatur, 3) seleksi dan reduksi artikel, 4) penyajian data, 5) analisis dan pembahasan, dan (6) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan metode Sorogan masih cukup efektif diterapkan dalam pembelajaran modern masa kini dengan diberikan inovasi dan penyesuaian yang berorientasi pada perklembangan zaman. Relevansinya tetap kuat dengan kebutuhan pembelajaran masa kini, khususnya dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran, memotivasi peserta didik, dan mempererat hubungan guru dengan siswa. Rekomendasi untuk meningkatkan efektivitas metode Sorogan meliputi: (1) perhatikan kesiapan belajar siswa dalam penerapan metode ini, (2) pengintegrasian dengan metode pembelajaran lain yang relevan, (3) pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, serta (4) guru hendaknya berperan aktif dalam menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan peserta didik. Kata Kunci: Metode Sorogan, Efektivitas dan Peran, Relevansi pada Pembelajaran Masa Kini
DISSECTING SCHOOL DYNAMICS AS A SOCIAL INTERACTION SYSTEM: SOCIAL NETWORKS, POWER, AND IDENTITY AT JUNIOR HIGH SCHOOL Siti Anisa; Riswal Setiadi; Mawardi Nurullah; Haidir Rasyid
Leadership:Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam Vol 6 No 2 (2025): Juni
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/leadership.v6i2.3755

Abstract

This study examines the classroom as a social system and the factors that influence social interaction in schools, especially in the classroom environment. From the perspective of the sociology of education, schools are understood as complex social systems with teachers, students, curriculum, and rules that interact with each other for educational purposes. The classroom not only functions as a place to learn, but also becomes a vital arena for social interaction between students and between students and teachers. Complex classroom dynamics are formed from the diversity of backgrounds, experiences, interests, personalities, and individual abilities of students. Positive interactions in the classroom are essential to creating a conducive and enjoyable learning environment, while less harmonious interactions can be an obstacle to the learning process. Through interviews with homeroom teachers, it was found that student heterogeneity (economic background, family, and learning readiness) is the main challenge that teachers must address wisely. The dynamics of communication between students vary, from those who are sociable to those who are selective in finding friends, requiring special guidance, especially in group work. The dynamics of communication between teachers and students are generally good, although there are differences in teaching styles among many subject teachers that require students to adapt. Individual differences in interests, personality, and abilities (IQ) also greatly affect social dynamics. Students with low abilities require more attention and motivation, while early interest direction is important to help students focus on the appropriate educational path. Understanding the class as a social system and the interactions within it is very relevant to creating a humanistic and meaningful learning environment. Keywords: Class as a Social System; Social Interaction; Class Dynamics; Sociology of Education; Learning Environment.   Abstrak Penelitian ini mengkaji tentang ruang kelas sebagai suatu sistem sosial dan faktor-faktor yang memengaruhi interaksi sosial di sekolah, khususnya di lingkungan kelas. Dari sudut pandang sosiologi pendidikan, sekolah dipahami sebagai suatu sistem sosial yang kompleks yang terdiri dari guru, siswa, kurikulum, dan aturan yang saling berinteraksi untuk tujuan pendidikan. Ruang kelas tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar, tetapi juga menjadi arena vital terjadinya interaksi sosial antar siswa dan antara siswa dengan guru. Dinamika ruang kelas yang kompleks terbentuk dari keberagaman latar belakang, pengalaman, minat, kepribadian, dan kemampuan individu siswa. Interaksi yang positif di dalam kelas sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan menyenangkan, sedangkan interaksi yang kurang harmonis dapat menjadi kendala dalam proses pembelajaran. Melalui wawancara dengan wali kelas, ditemukan bahwa heterogenitas siswa (latar belakang ekonomi, keluarga, dan kesiapan belajar) merupakan tantangan utama yang harus dihadapi oleh guru secara bijaksana. Dinamika komunikasi antar siswa bervariasi, ada yang mudah bergaul, ada yang selektif dalam mencari teman, sehingga memerlukan bimbingan khusus, terutama dalam kerja kelompok. Dinamika komunikasi antara guru dan siswa pada umumnya baik, meskipun terdapat perbedaan gaya mengajar di antara banyak guru mata pelajaran yang mengharuskan siswa untuk beradaptasi. Perbedaan individu dalam hal minat, kepribadian, dan kemampuan (IQ) juga sangat memengaruhi dinamika sosial. Siswa dengan kemampuan rendah memerlukan lebih banyak perhatian dan motivasi, sedangkan arahan minat sejak dini penting untuk membantu siswa fokus pada jalur pendidikan yang tepat. Memahami kelas sebagai sistem sosial dan interaksi di dalamnya sangat relevan untuk menciptakan lingkungan belajar yang humanis dan bermakna. Kata Kunci: Kelas sebagai Sistem Sosial; Interaksi Sosial; Dinamika Kelas; Sosiologi Pendidikan; Lingkungan Belajar.
STRATEGIC MANAGEMENT MODEL BASED ON ISLAMIC VALUES IN ISLAMIC BOARDING SCHOOL EDUCATION Rahmatullah, Rahmatullah; Maisyarah; Mutamakin
Leadership:Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam Vol 6 No 2 (2025): Juni
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/leadership.v6i2.3760

Abstract

This study aims to design a strategic management model integrated with Islamic values ​​in the context of Islamic boarding school education. The literature review method is used to analyze principles such as amanah, shiddiq, ihsan, musyawarah, tawazun, and hikmah which are the philosophical foundations of institutional management. The results of the study indicate that the vision and mission of Islamic boarding schools rooted in the value of tauhid are able to guide strategic planning, implementation, and evaluation consistently. This model emphasizes an adaptive organizational structure based on syura, human resource development through Islamic managerial training, and curriculum integration that balances religious and general knowledge. Information technology is also optimized for monitoring and evaluation, while external collaboration (taawun) strengthens resource support. The implementation of Islamic values ​​in budget policies and the leadership of visionary kiai are key factors in the effectiveness and sustainability of the institution. This finding is expected to be an applicable blueprint for Islamic boarding schools in improving the quality of education and competitiveness without sacrificing Islamic values. Keywords: Strategic Management; Islamic Values; Islamic Boarding Schools; Islamic Education; Institutional Management   Abstrak Penelitian ini bertujuan merancang model manajemen strategis yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam dalam konteks pendidikan pesantren. Metode kajian pustaka digunakan untuk menganalisis prinsip-prinsip seperti amanah, shiddiq, ihsan, musyawarah, tawazun, dan hikmah yang menjadi landasan filosofi pengelolaan lembaga. Hasil kajian menunjukkan bahwa visi-misi pesantren yang berakar pada nilai tauhid mampu memandu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi strategis secara konsisten. Model ini menekankan struktur organisasi adaptif berbasis syura, pengembangan sumber daya manusia melalui pelatihan manajerial Islami, serta integrasi kurikulum yang menyeimbangkan ilmu agama dan umum. Teknologi informasi juga dioptimalkan untuk monitoring-evaluasi, sementara kolaborasi eksternal (taawun) memperkuat dukungan sumber daya. Implementasi nilai-nilai Islam dalam kebijakan anggaran dan kepemimpinan kiai yang visioner menjadi faktor kunci efektivitas dan keberlanjutan lembaga. Temuan ini diharapkan menjadi blueprint aplikatif bagi pesantren dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan daya saing tanpa mengorbankan nilai keislaman. Kata Kunci: Manajemen Strategis; Nilai-Nilai Islam; Pesantren; Pendidikan Islam; Pengelolaan Lembaga
KIAI LEADERSHIP IN FORMING DISCIPLINE FOR STUDENTS IN ISLAMIC BOARDING SCHOOL almada, sirin; Abdullah Aminuddin Aziz; Arini Elya Nura Hanun
Leadership:Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam Vol 6 No 2 (2025): Juni
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/leadership.v6i2.3610

Abstract

This study discusses the role of kiai leadership in shaping the character of santri discipline. Kiai as a charismatic figure is not only a spiritual leader, but also a role model that is emulated in everyday life. Exemplary behavior is the main strategy in instilling discipline without coercion. The application of discipline is carried out through rules, educational sanctions, and the habituation of spiritual activities such as dhikr and tawassul. This effort not only regulates external behavior, but also forms an inner attitude that is voluntarily obedient. Challenges such as laziness and differences in the background of students are overcome through a consistent and humanistic approach. The case study research method is used in this study, so that several research steps ranging from interviews, documentation, and observations are carried out so that researchers conduct interactive analysis by Miles and Huberman, conclusions are drawn by researchers carefully and in accordance with applicable scientific principles. The results of the study show that the combination of inspiring leadership, a clear rule system, and intensive spiritual guidance can create the character of students who are disciplined, responsible, and independent. Keywords: Kiai leadership; role model; discipline; character; spirituality   Abstrak Penelitian ini membahas peran kepemimpinan kiai dalam membentuk karakter disiplin santri. Kiai sebagai sosok kharismatik tidak hanya menjadi pemimpin spiritual, tetapi juga panutan yang dicontoh dalam keseharian. Keteladanan menjadi strategi utama dalam menanamkan kedisiplinan tanpa paksaan. Penerapan disiplin dilakukan melalui aturan, sanksi yang bersifat mendidik, dan pembiasaan kegiatan spiritual seperti dzikir dan tawassul. Upaya ini tidak hanya mengatur perilaku lahiriah, tetapi juga membentuk sikap batiniah yang patuh secara sukarela. Tantangan seperti rasa malas dan perbedaan latar belakang santri diatasi melalui pendekatan yang konsisten dan humanis. Metode penelitian studi kasus digunakan dalam penelitian ini, sehingga beberapa langkah penelitian mulai dari wawancara, dokumentasi, dan observasi dilakukan sehingga peneliti melakukan analisis secara interaktif milik Miles dan Huberman, kesimpulan ditarik oleh peneliti secara seksama dan sesuai dengan kaidah ilmiah yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi antara kepemimpinan yang inspiratif, sistem aturan yang jelas, dan pembinaan spiritual yang intensif mampu menciptakan karakter santri yang disiplin, bertanggung jawab, dan mandiri. Kata Kunci: Kepemimpinan kiai; keteladanan; disiplin santri; karakter; spiritualitas
THE INTEGRATION OF SPIRITUALITY AND SOCIAL TRANSFORMATION IN PESANTREN LEADERSHIP: AN ANALYSIS OF NYAI HJ. MASRIYAH AMVA’S LEADERSHIP MODEL Alwiyah, Lulu; Farihin; Yani, Ahmad
Leadership:Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam Vol 6 No 2 (2025): Juni
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/leadership.v6i2.3766

Abstract

This study explores the leadership model of Nyai Hj. Masriyah Amva, a female Islamic scholar and leader of the Kebon Jambu al-Islamy Islamic Boarding School in Cirebon, Indonesia. Positioned within the historically patriarchal structure of pesantren leadership, her role represents a transformative shift. The research aims to analyze the Islamic spirituality that underpins her leadership, identify the social transformations resulting from her leadership style, and formulate a model of transformational leadership based on the integration of spirituality and social change. Using a qualitative approach and intrinsic case study method, data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis. The findings show that Nyai Masriyah's leadership is grounded in ethical and prophetic spirituality, which functions both vertically (relation to God) and horizontally (social ethics). Her leadership has initiated significant structural and cultural changes in the pesantren environment, such as the inclusion of women in decision-making, gender-sensitive curriculum development, and broader engagement with social issues. The study proposes a conceptual model of Islamic Transformational Leadership rooted in spiritual values, social justice, and gender equality. It offers a contextual and replicable framework that contributes both theoretically to Islamic leadership discourse and practically to the empowerment of women in Islamic educational institutions. Keywords: Islamic Leadership; Spirituality; Social Transformation; Gender; Pesantren       Abstrak Penelitian ini mengeksplorasi model kepemimpinan Nyai Hj. Masriyah Amva, seorang ulama perempuan dan pengasuh Pondok Pesantren Kebon Jambu al-Islamy di Cirebon, Indonesia. Dalam struktur kepemimpinan pesantren yang secara historis bersifat patriarkal, peran beliau merepresentasikan pergeseran yang transformatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis spiritualitas Islam yang melandasi kepemimpinannya, mengidentifikasi transformasi sosial yang muncul sebagai dampak dari gaya kepemimpinannya, serta merumuskan model kepemimpinan transformasional berbasis integrasi antara spiritualitas dan perubahan sosial. Dengan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus intrinsik, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Temuan menunjukkan bahwa kepemimpinan Nyai Masriyah berakar pada spiritualitas etis dan profetik yang berfungsi secara vertikal (hubungan dengan Tuhan) dan horizontal (etika sosial). Kepemimpinan beliau telah memicu perubahan struktural dan kultural yang signifikan di lingkungan pesantren, seperti pelibatan perempuan dalam pengambilan keputusan, pengembangan kurikulum yang sensitif gender, dan keterlibatan luas dalam isu-isu sosial. Studi ini mengusulkan model konseptual Kepemimpinan Transformasional Islam yang berakar pada nilai spiritualitas, keadilan sosial, dan kesetaraan gender. Model ini menawarkan kerangka yang kontekstual dan dapat direplikasi, yang berkontribusi secara teoretis pada wacana kepemimpinan Islam dan secara praktis pada pemberdayaan perempuan di institusi pendidikan Islam. Kata kunci: Kepemimpinan Islam; Spiritualitas; Transformasi Sosial; Gender; Pesantren

Page 1 of 1 | Total Record : 10