cover
Contact Name
Zaedun Na'im
Contact Email
leadershipjurnal@gmail.com
Phone
+6282330512288
Journal Mail Official
zaedunnaim82@gmail.com
Editorial Address
https://e-journal.staima-alhikam.ac.id/index.php/mpi/pages/view/Editorial%20Team
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Leadership:Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam
ISSN : 27217108     EISSN : 27150399     DOI : https:/doi.org/10.32478/leadership
Core Subject : Education,
Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam adalah jurnal ilmiah yang terbit berkala dan diterbitkan oleh STAI Ma`had Aly Al-Hikam Malang. Jurnal ini dikhususkan untuk mengkaji seputar ilmu Manajemen Pendidikan Islam. Pengelola sangat mengapresiasi atas kontribusi dalam bentuk artikel dari kalangan akademisi dalam disiplin ilmu manajemen pendidikan Islam untuk dipublikasikan dan disebarluaskan melalui mekanisme seleksi naskah, telaah dan penyuntingan. Seluruh artikel yang dipublikasikan merupakan pandangan dan gagasan yang bersifat individu dari para penulis tidak mewakili jurnal ini ataupun lembaga afiliasi penulis. LEADERSHIP: Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam terbit dua kali dalam setahun pada bulan Juni dan Desember Fokus telaah di Jurnal Leadership sebagai berikut: 1. ilmu manajemen pendidikan Islam 2. Issue manajemen pendidikan di sekolah, madrasah atau pesantren 3. Peningkatan mutu pendidikan di sekolah, madrasah atau pesantren
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 151 Documents
TRANSFORMATIONAL LEADERSHIP MANAGEMENT AT STATE ISLAMIC JUNIOR HIGH SCHOOL Usamah Azzuhri; Zaki Ulien Nuha
Leadership:Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam Vol 7 No 1 (2025): Desember
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/leadership.v7i1.4360

Abstract

This study aims to analyze the application of transformational leadership management by madrasah principals and its contribution to the realization of an excellent madrasah at MTs N 2 Kota Kediri. The study uses a descriptive qualitative approach to gain an in-depth understanding of transformational leadership practices in the natural context of madrasahs. The research subjects included the principal, teachers, staff, and students who were selected purposively based on their direct involvement in the leadership and educational management processes. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation, then analyzed using Miles and Huberman's interactive model, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study show that transformational leadership at MTs N 2 Kota Kediri is carried out in an integrated manner with managerial functions and is based on religious values. The madrasah principal acts as a driver of change through exemplary behavior, inspirational motivation, intellectual stimulation, and consistent individual attention. The application of this leadership has an impact on strengthening the school culture, increasing teacher motivation and commitment, creating a safe and conducive learning environment, and developing the character and achievements of students. This study concludes that transformational leadership management contributes significantly to building an excellent madrasah that not only emphasizes academic achievement but also character building, educator quality, and educational quality sustainability. Keywords: Transformational Leadership; Leadership Management; Excellent Madrasah; Madrasah Principal; Islamic Education       Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan manajemen kepemimpinan transformasional kepala madrasah serta kontribusinya terhadap terwujudnya madrasah unggul di MTs N 2 Kota Kediri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai praktik kepemimpinan transformasional dalam konteks alamiah madrasah. Subjek penelitian meliputi kepala madrasah, guru, staf, dan murid yang dipilih secara purposive berdasarkan keterlibatan langsung dalam proses kepemimpinan dan pengelolaan pendidikan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional di MTs N 2 Kota Kediri dijalankan secara terintegrasi dengan fungsi manajerial dan berlandaskan nilai-nilai religius. Kepala madrasah berperan sebagai penggerak perubahan melalui keteladanan, motivasi inspiratif, stimulasi intelektual, dan perhatian individual yang konsisten. Penerapan kepemimpinan tersebut berdampak pada penguatan budaya sekolah, meningkatnya motivasi dan komitmen guru, terciptanya lingkungan belajar yang aman dan kondusif, serta pengembangan karakter dan prestasi peserta didik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen kepemimpinan transformasional berkontribusi signifikan dalam membangun madrasah unggul yang tidak hanya menekankan capaian akademik, tetapi juga pembinaan karakter, kualitas pendidik, dan keberlanjutan mutu Pendidikan. Kata Kunci: Kepemimpinan Transformational; Manajemen Kepemimpinan; Madrasah Unggul; Kepala Madrasah; Pendidikan Islam
THE INFLUENCE OF MADRASAH PRINCIPAL'S LEADERSHIP STYLE ON TEACHER WORK MOTIVATION AND PERFORMANCE: LITERATURE REVIEW Enika Sari; Sunhaji
Leadership:Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam Vol 7 No 1 (2025): Desember
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/leadership.v7i1.4378

Abstract

This study aims to analyze the influence of madrasah principals’ leadership styles on teachers’ motivation and performance. The method used is a descriptive qualitative approach through a literature study. The discussion covers four leadership styles: authoritarian, charismatic, laissez-faire, and democratic. The findings indicate that the authoritarian style tends to reduce teachers’ motivation and long-term performance, while charismatic leadership can enhance both through inspiration and emotional support. The laissez-faire style is effective for independent teachers but may weaken motivation for those who require guidance. Meanwhile, the democratic style provides the most positive impact as it encourages participation, creativity, and a sense of ownership in the workplace. Therefore, an appropriate leadership style plays an essential role in improving teachers’ motivation and performance in madrasah settings. Keywords: Leadership Style, Work Motivation, Teacher Performance   Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan kepala madrasah terhadap motivasi dan kinerja guru. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan studi literatur. Pembahasan mencakup empat gaya kepemimpinan: otoriter, karismatik, laissez-faire, dan demokratis. Hasil kajian menunjukkan bahwa gaya otoriter cenderung menurunkan motivasi dan kinerja jangka panjang, sedangkan kepemimpinan karismatik mampu meningkatkan keduanya melalui inspirasi dan dukungan emosional. Gaya laissez-faire efektif bagi guru yang mandiri, tetapi dapat melemahkan motivasi bagi guru yang membutuhkan arahan. Adapun gaya demokratis memberikan dampak paling positif karena mendorong partisipasi, kreativitas, dan rasa memiliki dalam bekerja. Dengan demikian, gaya kepemimpinan yang tepat berperan penting dalam meningkatkan motivasi serta kinerja guru di lingkungan madrasah. Kata Kunci: Gaya Kepemimpinan, Motivasi Kerja, Kinerja Guru
ANALYSIS OF ASN BKPSDM JOB PERFORMANCE IN PLANNING AND DEVELOPING EDUCATORS AND EDUCATION PERSONNEL IN MUARO JAMBI REGENCY Hendri Wijaya; Muhammad Imam Arifin; Eva Iryani; Mohamad Muspawi; Mulyadi
Leadership:Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam Vol 7 No 1 (2025): Desember
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/leadership.v7i1.4416

Abstract

This study aims to analyze the job performance of Civil Servants (ASN) at the Civil Service and Human Resource Development Agency (BKPSDM) of Muaro Jambi Regency in carrying out the functions of planning and developing human resources (HR) in education, particularly teachers and educational personnel. The study focuses on the effectiveness of teacher formation planning, the implementation of competency development, and the implementation of a merit system in education HR management. The research uses a descriptive qualitative approach through in-depth interviews, observation, and documentation studies. The results show that the performance of BKPSDM ASN has met education management standards in several aspects, especially in the administration of teacher requirement planning and the implementation of competency development programs. However, there are several limitations, such as gaps in the digital literacy of civil servants, suboptimal mapping of school performance-based training needs, and a lack of innovation in the implementation of educational human resource development. This study concludes that the job performance of ASN BKPSDM contributes significantly to the effectiveness of managing teaching and education personnel, but still requires systemic strengthening through data integration, competency improvement, and alignment of performance indicators with education quality standards. Keywords: Job Performance, Education Management, BKPSDM, Educators Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis job performance Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Muaro Jambi dalam melaksanakan fungsi perencanaan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) pendidikan, khususnya guru dan tenaga kependidikan. Kajian difokuskan pada efektivitas perencanaan formasi guru, pelaksanaan pengembangan kompetensi, serta implementasi sistem merit dalam pengelolaan SDM pendidikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui teknik wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja ASN BKPSDM telah memenuhi standar manajemen pendidikan dalam beberapa aspek, terutama administrasi perencanaan kebutuhan guru dan pelaksanaan program pengembangan kompetensi. Namun demikian, terdapat beberapa keterbatasan seperti kesenjangan literasi digital aparatur, kurang optimalnya pemetaan kebutuhan pelatihan berbasis kinerja sekolah, serta minimnya inovasi dalam implementasi pengembangan SDM pendidikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa job performance ASN BKPSDM memberikan kontribusi signifikan terhadap efektivitas pengelolaan tenaga pendidik dan kependidikan, namun masih memerlukan penguatan sistemik melalui integrasi data, peningkatan kompetensi, dan keselarasan indikator kinerja dengan standar mutu pendidikan.
RELIGIOUS ACTIVITIES AS HIDDEN CURRICULUM IN MADRASAHS: THE CONSTRUCTION OF RELIGIOUS CULTURE IN CHARACTER FORMATION Aulia Diana Devi; Sutiah; Moh. Padil; RAHMATULLAH ISMA'IL
Leadership:Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam Vol 7 No 1 (2025): Desember
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/leadership.v7i1.4699

Abstract

This study examines religious activities in madrasahs as a form of hidden curriculum that contributes to the construction of religious culture and the formation of students’ character. Using a qualitative approach with a library research design, this study analyzes various relevant literature on Islamic education, hidden curriculum, and character education. The findings indicate that religious activities such as congregational prayer, Qur’anic recitation, and other ritual practices are not merely formal obligations, but function as implicit pedagogical instruments that shape students’ values, attitudes, and behaviors. Through repetitive practices and social interactions within the madrasah environment, these activities construct a religious culture that fosters discipline, social responsibility, and spiritual awareness. Furthermore, the concept of hidden curriculum provides a theoretical framework to understand how values are transmitted indirectly through daily practices and institutional culture. However, the effectiveness of religious activities depends on their implementation. When carried out only as routine formalities without reflective understanding, their transformative impact becomes limited. Therefore, this study highlights the importance of integrating reflective and contextual approaches in managing religious activities, supported by teacher exemplification and a conducive institutional environment. This research contributes to the discourse on Islamic education by emphasizing the role of experiential learning and implicit value transmission in fostering holistic character development in madrasahs. Keywords: Hidden curriculum; Religious activities; Madrasah education; Religious culture. Abstrak Penelitian ini mengkaji kegiatan keagamaan di madrasah sebagai bentuk kurikulum tersembunyi yang berkontribusi pada pembangunan budaya keagamaan dan pembentukan karakter mahasiswa. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian perpustakaan, penelitian ini menganalisis berbagai literatur yang relevan tentang pendidikan Islam, kurikulum tersembunyi, dan pendidikan karakter. Temuan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan seperti shalat berjamaah, pembacaan Al-Qur'an, dan praktik ritual lainnya bukan sekadar kewajiban formal, tetapi berfungsi sebagai instrumen pedagogis implisit yang membentuk nilai, sikap, dan perilaku siswa. Melalui praktik berulang dan interaksi sosial dalam lingkungan madrasah, kegiatan ini membangun budaya keagamaan yang menumbuhkan disiplin, tanggung jawab sosial, dan kesadaran spiritual. Selanjutnya, konsep kurikulum tersembunyi memberikan kerangka teoritis untuk memahami bagaimana nilai-nilai ditransmisikan secara tidak langsung melalui praktik sehari-hari dan budaya kelembagaan. Namun, efektivitas kegiatan keagamaan tergantung pada pelaksanaannya. Ketika dilakukan hanya sebagai formalitas rutin tanpa pemahaman reflektif, dampak transformatifnya menjadi terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini menyoroti pentingnya mengintegrasikan pendekatan reflektif dan kontekstual dalam mengelola kegiatan keagamaan, didukung oleh teladan guru dan lingkungan kelembagaan yang kondusif. Penelitian ini berkontribusi pada wacana pendidikan Islam dengan menekankan peran pembelajaran pengalaman dan transmisi nilai implisit dalam mendorong pengembangan karakter holistik di madrasah. Kata kunci: Kurikulum tersembunyi; Kegiatan keagamaan; pendidikan madrasah; Budaya religius.
MEASURING THE SIGNIFICANCE OF DEEP LEARNING IMPLEMENTATION AND TEACHER PROFESSIONALISM IN BOOSTING THE QUALITY OF STUDENT LEARNING OUTCOMES Latifah Latifah; Ima Widiyanah; Ainur Rifqi
Leadership:Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam Vol 7 No 1 (2025): Desember
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/leadership.v7i1.4731

Abstract

The quality of education is highly dependent on the professionalism of teachers as the spearhead of the learning process. However, reality shows that student learning outcomes are still suboptimal, partly due to weak professional competence and teachers' low ability to design and implement adaptive learning. This study aims to analyze the significance of the application of deep learning and teacher professionalism in improving the quality of student learning outcomes through a comprehensive review of various previous studies. The type of research used is qualitative research with a library research method. Data sources come from scientific journals, academic books, proceedings, and credible documents published between 2019 and 2024. Data were collected through documentation techniques and analyzed using a qualitative descriptive approach through the stages of reduction, presentation, and drawing conclusions. The results show that teacher professionalism contributes significantly to improving student learning outcomes through mastery of pedagogical, professional, social, and personality competencies. Professional teachers are able to create a productive learning environment, implement innovative learning strategies, and foster student learning motivation. In addition, factors such as ongoing training, principal support, teaching experience, and intrinsic motivation also strengthen teacher professionalism. deep learning has also been shown to improve conceptual understanding, intrinsic motivation, and student engagement. This study confirms that improving teacher professionalism and implementing deep learning are strategic prerequisites for strengthening the quality of 21st-century education. Keywords: deep learning; learning outcomes; teacher professionalism; quality of education Abstrak Mutu pendidikan sangat bergantung pada kualitas profesionalisme guru sebagai ujung tombak dalam proses pembelajaran. Namun, realitas menunjukkan bahwa capaian hasil belajar siswa masih belum optimal, antara lain disebabkan oleh lemahnya kompetensi profesional dan rendahnya kemampuan guru dalam merancang serta melaksanakan pembelajaran yang adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis signifikansi penerapan pembelajaran mendalam dan profesionalisme guru dalam meningkatkan mutu hasil belajar murid melalui kajian komprehensif terhadap berbagai penelitian terdahulu. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode studi pustaka (library research). Sumber data berasal dari jurnal ilmiah, buku akademik, prosiding, dan dokumen kredibel yang diterbitkan antara tahun 2019–2024. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profesionalisme guru berkontribusi signifikan terhadap peningkatan hasil belajar siswa melalui penguasaan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian. Guru profesional mampu menciptakan lingkungan belajar yang produktif, menerapkan strategi pembelajaran inovatif, serta menumbuhkan motivasi belajar siswa. Selain itu, faktor seperti pelatihan berkelanjutan, dukungan kepala sekolah, pengalaman mengajar, dan motivasi intrinsik turut memperkuat profesionalisme guru. Pembelajaran mendalam juga terbukti meningkatkan pemahaman konseptual, motivasi intrinsik, serta keterlibatan siswa. Penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan profesionalisme guru dan implementasi pembelajaran mendalam merupakan prasyarat strategis untuk memperkuat mutu pendidikan abad ke-21. Kata Kunci: hasil belajar, pembelajaran mendalam, profesionalisme guru, mutu pendidikan
THE INFLUENCE OF RELIGIOUS AWARENESS ON STUDENT ETHICS AT UIN KIAI HAJI ACHMAD SIDDIQ JEMBER WITH LECTURERS' RELIGIOUS BEHAVIOR AS AN INTERVENING FACTOR Nuruddin
Leadership:Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam Vol 7 No 2 (2026): Juni
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/leadership.v7i2.4563

Abstract

This article aims to describe the role of religious consciousness in etiquette, with lecturers’ religious behavior as an intervening variable, among students of the Faculty of Tarbiyah at the Kiai Haji Achmad Siddiq State Islamic University of Jember, East Java. This study uses a quantitative method with a causal explanatory approach. The sample was calculated by multiplying 11 indicators by an interval of 7, yielding a total of 77 students selected using the side quota technique. Descriptive analysis uses the SPSS version 27.1 application to calculate the percentage of tendency. Hypothesis testing in SmartPLS 4.0 involves two stages: measurement model testing and structural testing. The research findings conclude that religious consciousness influences student etiquette by 46%. Religious consciousness influences lecturers’ religious behavior by 56.4%. Lecturers’ religious behavior influences student etiquette by 43.7%. Keywords: Religious Consciousness; The Etiquette; Lecturers In Religious Behavior; Students. Abstrak Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran kesadaran beragama terhadap adab tata krama dengan variabel perilaku keagamaan dosen sebagai variabel intervening pada mahasiswa fakultas tarbiyah di Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Dengan pendekatan causal eksplanatori. Sampel dihitung dengan mengalikan 11 indikator dengan interval 7 yang diperoleh jumlah responden sebanyak 77 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik kuota samping. Analisis deskriptif menggunakan aplikasi SPSS versi 27.1 untuk menghitung persentase kecenduran. Sedangkan pengujian hipotesis menggunakan aplikasi smart-pls versi 4.0 dengan dua tahap pengujian yaitu uji model pengukuran, outer model, measurement model dan uji structural. Temuan penelitian menyimpulkan bahwa; kesadaran beragama berpengaruh terhadap tata krama mahasiswa sebesar 46,%. Kesadaran beragama berpengaruh terhadap perilaku keagamaan dosen sebesar sebesar 56,4%. Perilaku keagamaan dosen berpengaruh terhadap tata krama mahasiswa sebesar43.7%. Kata kunci: Kesadaran Religius; Etiket Dosen; Perilaku Religius; Mahasiswa
A CO-OPETITION-BASED COLLABORATIVE GOVERNANCE MODEL FOR ENHANCING THE REGIONAL COMPETITIVENESS OF PRIVATE UNIVERSITIES THROUGH HYBRID GOVERNANCE MECHANISMS Aip Syarifudin; Muhammad Azka Maulana; Sirri Labibah
Leadership:Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam Vol 7 No 2 (2026): Juni
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/leadership.v7i2.4568

Abstract

The increasing competition among private higher education institutions (PHEIs) at the regional level often leads to managerial isolation, limiting collective capacity to improve quality and competitiveness. This study aims to develop a co-opetition-based collaborative governance model through hybrid governance mechanisms to enhance the regional competitiveness of private universities. Employing a qualitative multiple-case study design, data were collected from 28 institutional leaders in the Cirebon region through in-depth interviews, institutional document analysis, and reflective field observations. Data were analyzed using an interactive approach involving data condensation, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that private universities demonstrate strong readiness to transform competitive relations into a more collaborative and synergistic ecosystem. The study identifies a hybrid governance model integrating formal legal arrangements with informal trust-based relational mechanisms among institutional leaders. A distinctive feature of this model lies in the incorporation of local Islamic values as ethical capital for mitigating inter-institutional conflicts and strengthening collaborative commitment. The findings further indicate that co-opetition practices contribute to resource-sharing efficiency, support accreditation improvement, and strengthen collective bargaining capacity at the regional level. This study contributes to the development of a co-opetition-based governance framework by integrating strategic, relational, ethical, and cultural dimensions into higher education governance practices. Practically, the study highlights the importance of institutionalized inter-university collaboration forums to sustain competitive synergy within emerging regional higher education ecosystems. Keywords: Co-opetition; Collaborative Governance; Hybrid Governance; Islamic Education Management; Regional Competitiveness.   Abstrak Persaingan yang semakin intensif antar Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di tingkat regional seringkali mendorong terjadinya isolasi manajerial yang membatasi kapasitas kolektif dalam meningkatkan mutu dan daya saing. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model collaborative governance berbasis co-opetition melalui mekanisme hybrid governance untuk meningkatkan daya saing regional perguruan tinggi swasta. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus jamak. Data dikumpulkan dari 28 pimpinan perguruan tinggi di wilayah Cirebon melalui wawancara mendalam, analisis dokumen institusi, dan observasi lapangan reflektif. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui proses kondensasi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perguruan tinggi swasta memiliki kesiapan yang kuat untuk mentransformasikan hubungan kompetitif menuju ekosistem yang lebih kolaboratif dan sinergis. Penelitian ini mengidentifikasi model hybrid governance yang mengintegrasikan pengaturan legal-formal dengan mekanisme relasional berbasis kepercayaan antar pimpinan institusi. Keunikan model terletak pada integrasi nilai-nilai Islam lokal sebagai modal etis dalam memitigasi konflik antar institusi dan memperkuat komitmen kolaboratif. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa praktik co-opetition berkontribusi terhadap efisiensi berbagi sumber daya, mendukung peningkatan akreditasi, serta memperkuat daya tawar kolektif di tingkat regional. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kerangka tata kelola berbasis co-opetition melalui integrasi dimensi strategis, relasional, etis, dan kultural dalam praktik tata kelola pendidikan tinggi. Secara praktis, penelitian ini menegaskan pentingnya institusionalisasi forum kolaborasi antar perguruan tinggi untuk menjaga keberlanjutan sinergi kompetitif dalam ekosistem pendidikan tinggi regional yang berkembang. Kata Kunci: Co-opetition; Collaborative Governance; Hybrid Governance; Manajemen Pendidikan Islam; Daya Saing Regional
THE LEADERSHIP MODEL OF KH IMAM BARMAWI BURHAN IN PRESERVING ISLAMIC TRADITIONS Abd Salam; Akhmadi; Rifa'i; Roma Wijaya
Leadership:Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam Vol 7 No 2 (2026): Juni
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/leadership.v7i2.4580

Abstract

This study aims to analyze the leadership model of KH Imam Barmawi Burhan (KHIBB) in preserving Islamic traditions at PPI Nurul Burhan. This research employs a qualitative approach with a case study design to obtain an in-depth understanding of leadership practices within the pesantren context. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and document analysis, and were analyzed using an interactive analysis model consisting of data reduction, data display, and systematic conclusion drawing. The findings reveal four key elements of KHIBB’s leadership model in preserving Islamic traditions at PPI Nurul Burhan: (1) the model of preserving Islamic traditions; (2) strategies for maintaining Islamic traditions amid modernization; (3) the utilization of technological media in disseminating Islamic traditions; and (4) the formation of students’ Islamic character. In terms of the preservation model, KHIBB emphasizes religious routines, including congregational prayers, veneration of the Qur’an, and the recitation of shalawat. This leadership model demonstrates the integration of preserving religious traditions, adapting to technological developments, and fostering moderate religious character among students. This study contributes to the development of Islamic educational leadership studies by highlighting the crucial role of kiai leadership in sustaining Islamic traditions within pesantren while maintaining their relevance in the face of contemporary societal changes. Keywords: kiai leadership, preservation of Islamic traditions, pesantren, Islam Nusantara, Ahlussunnah wal Jamaah   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model kepemimpinan KHIBB dalam melestarikan tradisi Islam di PPI Nurul Burhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai praktik kepemimpinan dalam konteks pesantren. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat unsur model kepemimpinan KHIBB dalam melestarikan tradisi Islam di PPI Nurul Burhan, yakni 1) model pelestarian tradisi Islam; 2) strategi dalam menjaga kelestarian tradisi Islam di tengah modernisasi; 3) pemanfaatan media teknologi dalam menyiarkan tradisi Islam; dan 4) pembentukan karakter Islami. Dalam konteks model pelestarian tradisi Islam, KHIBB menkankan rutinitas, yakni sholat berjama’ah, mengangungkan Al-Qur’an, dan pembacaan sholawat. Model kepemimpinan ini memperlihatkan integrasi antara pelestarian tradisi keagamaan, adaptasi terhadap perkembangan teknologi, dan pembentukan karakter religius yang moderat. Penelitian ini berkontribusi pada penguatan kajian kepemimpinan pendidikan Islam dengan menegaskan pentingnya peran kepemimpinan kiai dalam menjaga keberlanjutan tradisi Islam di pesantren sekaligus menjadikannya tetap relevan dalam menghadapi perubahan zaman. Kata kunci: kepemimpinan kiai, pelestarian tradisi Islam, pesantren, Islam Nusantara, Ahlussunnah wal Jamaah
RECONSTRUCTION OF PESANTREN MANAGEMENT MODEL: INTEGRATING CHARISMATIC AUTHORITY AND ORGANIZATIONAL PROFESSIONALISM Muhammad Nur Kholis; Busro Karim; Rahmatullah; Hasan Zülfikar
Leadership:Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam Vol 7 No 2 (2026): Juni
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/leadership.v7i2.4607

Abstract

Pesantren are currently navigating a critical intersection between preserving their traditional heritage, which is deeply rooted in the Kiai's charismatic authority, and meeting modern educational demands for professional governance and accountability. This study aims to conceptually reconstruct a management model that synergizes this personalistic leadership with organizational professionalism without eroding the institution's distinct spiritual identity. Employing a qualitative library research method, the study systematically analyzes academic literature published between 2016 and 2026 using content and thematic analysis to build a new theoretical foundation. The findings demonstrate that the dichotomy between tradition and modern bureaucratic standards can be effectively bridged through a Hybrid Management Model. This model functions through a strategic symbiosis that positions the Kiai as the central moral guardian and strategic visionary, while a professional management team executes daily operations utilizing formal Planning, Organizing, Actuating, and Controlling functions. This approach successfully mitigates organizational risks such as bureaucratic inefficiency, structural dependency, and unethical pro-organizational behavior. Ultimately, this proposed hybrid architecture ensures that pesantren can achieve measurable professional integrity, resolve leadership succession challenges, and remain highly competitive within the national education system while authentically preserving their traditional religious values. Keywords: Pesantren Management; Charismatic Authority; Organizational Professionalism; Hybrid Management Model;     Abstrak Saat ini, pesantren tengah berada di persimpangan kritis antara upaya melestarikan warisan tradisional yang berakar kuat pada otoritas karismatik Kiai, dengan tuntutan pendidikan modern akan tata kelola profesional dan akuntabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi secara konseptual model manajemen yang mensinergikan kepemimpinan personalistik tersebut dengan profesionalisme organisasi tanpa mengikis identitas spiritual institusi yang khas. Dengan menggunakan metode penelitian pustaka kualitatif, studi ini menganalisis literatur akademik yang diterbitkan antara tahun 2016 dan 2026 secara sistematis menggunakan analisis isi dan tematik untuk membangun landasan teoretis baru. Temuan menunjukkan bahwa dikotomi antara tradisi dan standar birokrasi modern dapat dijembatani secara efektif melalui Model Manajemen Hibrida. Model ini berfungsi melalui simbiosis strategis yang menempatkan Kiai sebagai penjaga moral pusat sekaligus visioner strategis, sementara tim manajemen profesional mengeksekusi operasional harian menggunakan fungsi formal Perencanaan (Planning), Pengorganisasian (Organizing), Penggerakan (Actuating), dan Pengawasan (Controlling). Pendekatan ini berhasil memitigasi risiko organisasi seperti inefisiensi birokrasi, ketergantungan struktural, dan perilaku pro-organisasi yang tidak etis. Pada akhirnya, arsitektur hibrida yang diusulkan ini memastikan bahwa pesantren dapat mencapai integritas profesional yang terukur, menyelesaikan tantangan suksesi kepemimpinan, dan tetap kompetitif dalam sistem pendidikan nasional sambil tetap menjaga nilai-nilai agama tradisional secara autentik. Kata Kunci: Manajemen Pesantren; Otoritas Karismatik; Profesionalisme Organisasi; Model Manajemen Hibrida.
VALUE-BASED GLOBAL LEADERSHIP MODEL, “ING NGARSA SUNG TULADHA”: A LITERATURE REVIEW OF THE RELEVANCE OF KI HAJAR DIWANTARA’S THOUGHTS IN THE GLOBAL ERA Ahmad Suyanto; Vita Fitriatul Ulya; Ganes Gunansyah; Neni Mariana
Leadership:Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam Vol 7 No 1 (2025): Desember
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/leadership.v7i1.4671

Abstract

The glocalization of education presents a paradox between global standardization and the preservation of local identity in schools. Elementary education leadership is required to be adaptive to global dynamics without losing local cultural roots. This study aims to reconstruct a glocal leadership model based on the value of ing ngarsa sung tuladha in the thoughts of Ki Hajar Dewantara through a library research approach. Primary data were obtained from 25 reputable international and national journal articles indexed Q1, Q2, Sinta 1, Sinta 2 which were analyzed using thematic analysis and conceptual synthesis. The results of the study indicate that Ki Hajar Dewantara's exemplary principles have epistemological compatibility with the concept of glocalization which emphasizes the integration of global and local values in educational leadership practices. This study produces a Glocal leadership model GLOKADIG that integrates humanist digital exemplary behavior, value-based adaptive leadership, and glocal community involvement. Keywords: Glocalization; Educational Leadership; Ing Ngarsa Sung Tuladha; Ki Hajar Dewantara; Digital Role Model.   Abstrak Glokalisasi pendidikan menghadirkan paradoks antara standarisasi global dan pelestarian identitas lokal di sekolah. Kepemimpinan pendidikan dasar dituntut adaptif terhadap dinamika global tanpa kehilangan akar budaya lokal. Penelitian ini bertujuan merekronstruksi model kepemimpinan glokal berbasis nilai ing ngarsa sung tuladha dalam pemikiran Ki Hajar Dewantara melalui pendekatan penelitian kepustakaan. Data primer diperoleh dari artikel jurnal internasional dan nasional bereputasi yang berjumlah 25 artikel jurnal terindeks Q1, Q2, Sinta 1, Sinta 2 yang dianalisis menggunakan analisis tematik dan sintesis konseptual. Hasil kajian menunjukkan bahwa prinsip keteladanan Ki Hajar Dewantara memiliki kesesuaian epistemologis dengan konsep glokalisasi yang menekankan integrasi nilai global dan lokal dalam praktik kepemimpinan pendidikan. Penelitian ini menghasilkan model kepemimpinan Glokal GLOKADIG yang mengintegrasikan keteladanan digital humanis, kepemimpinan adaptif berbasis nilai, dan keterlibatan komunitas glokal. Kata kunci: Glokalisasi; Kepemimpinan Pendidikan; Ing Ngarsa Sung Tuladha; Ki Hajar Dewantara; Keteladanan Digital.