cover
Contact Name
Zaedun Na'im
Contact Email
leadershipjurnal@gmail.com
Phone
+6282330512288
Journal Mail Official
zaedunnaim82@gmail.com
Editorial Address
https://e-journal.staima-alhikam.ac.id/index.php/mpi/pages/view/Editorial%20Team
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Leadership:Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam
ISSN : 27217108     EISSN : 27150399     DOI : https:/doi.org/10.32478/leadership
Core Subject : Education,
Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam adalah jurnal ilmiah yang terbit berkala dan diterbitkan oleh STAI Ma`had Aly Al-Hikam Malang. Jurnal ini dikhususkan untuk mengkaji seputar ilmu Manajemen Pendidikan Islam. Pengelola sangat mengapresiasi atas kontribusi dalam bentuk artikel dari kalangan akademisi dalam disiplin ilmu manajemen pendidikan Islam untuk dipublikasikan dan disebarluaskan melalui mekanisme seleksi naskah, telaah dan penyuntingan. Seluruh artikel yang dipublikasikan merupakan pandangan dan gagasan yang bersifat individu dari para penulis tidak mewakili jurnal ini ataupun lembaga afiliasi penulis. LEADERSHIP: Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam terbit dua kali dalam setahun pada bulan Juni dan Desember Fokus telaah di Jurnal Leadership sebagai berikut: 1. ilmu manajemen pendidikan Islam 2. Issue manajemen pendidikan di sekolah, madrasah atau pesantren 3. Peningkatan mutu pendidikan di sekolah, madrasah atau pesantren
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 113 Documents
TRANSFORMATIONAL LEADERSHIP: TRADITIONAL PESANTREN TOWARDS SUFISM-BASED ENTREPRENEURIAL PESANTREN Bani Umar, Ervina Zulfa; Suheri; Pramuja, Ahmadi; Islam, Husein Muhammad Fajrul
Leadership:Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2024): Desember
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/leadership.v6i1.2881

Abstract

This study aims first, to explore and interpret the implementation of Kiai Muhammad Holid's transformational leadership. Second, to explore Kiai's leadership strategies in the transformation process from traditional pesantren to Sufism-based entrepreneurial pesantren. Third, to explore the effectiveness of Kiai Muhammad Holid's transformational leadership. The research method used is qualitative with the type of field research conducted at the Salafiyah Abu Zairi Pakisan Tlogosari Bondowoso Islamic Boarding School. Data collection techniques utilize documentation, deep interviews, and passive participation observation. Furthermore, the data validity test uses observation persistence, triangulation of sources and techniques by adopting the Miles, Huberman and Saldana interactive model data analysis which consists of data collection, data condensation, data presentation, conclusion drawing/verification. The results of this study show that first, Kiai Muhammad Holid successfully implemented transformational leadership through the main elements of Bass' (1999) theory which include: Idealized Influence, Inspirational Motivation, Intellectual Stimulation, and Individualized Consideration to all pesantren residents. Second, to realize Sufism-based entrepreneurial pesantren, Kiai Muhammad Holid formed an active entrepreneurial education system in formal instution and tasawuf amaliyah education in pesantren. Third, Kiai Muhammad Holid's transformational leadership provides real effectiveness in increasing the commitment, involvement, and loyalty of educators and students in the boarding school. Keywords: Transformational Leadership, Entrepreneurial Pesantren, Sufism Pesantren.     Abstrak Penelitian ini bertujuan pertama, untuk mengeksplorasi serta menginterpretasikan implementasi kepemimpinan transformasional Kiai Muhammad Holid. Kedua, mengeksplorasi strategi kepemimpinan Kiai dalam proses transformasi dari pesantren tradisional menuju pesantren entrepreneur berbasis sufisme. Ketiga, mengeksplorasi efektivitas kepemimpinan transformasional kiai Muhammad Holid. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis field research yang dilakukan di Pondok Pesantren Salafiyah Abu Zairi Pakisan Tlogosari Bondowoso. Teknik pengumpulan data memanfaatkan dokumentasi, deep interview, dan observasi partisipasi pasif. Selanjutnya uji keabsahan data menggunakan ketekunan pengamatan, triangulasi sumber dan teknik dengan mengadopsi analisis data model interaktif Miles, Huberman dan Saldana yang terdiri dari pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, penarikan kesimpulan/ Verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertama, Kiai Muhammad Holid berhasil menerapkan kepemimpinan transformasional melalui unsur-unsur utama dari teori Bass (1999) yang meliputi: Idealized Influence, Inspirational Motivation, Intellectual Stimulation, dan Individualized Consideration kepada seluruh warga pesantren. Kedua, untuk mewujudkan pesantren entrepreneur berbasis sufisme Kiai Muhammad Holid membentuk sistem pendidikan entrepreneur aktif di lembaga formal dan pendidikan tasawuf amaliyah di pesantren. Ketiga, Kepemimpinan transformasional Kiai Muhammad Holid memberikan efektifitas nyata dalam meningkatkan komitmen, keterlibatan, dan loyalitas pendidik dan santri di pondok pesantren. Kata Kunci: Kepemimpinan Transformasional, Pesantren Entrepreneur, Pesantren Sufisme.
MANAGEMENT AND INTEGRATION OF BOARDING SCHOOL EDUCATIONAL ACTIVITIES IN DEVELOPING STUDENTS' MULTIPLE INTELLIGENCES Mochamad Nurcholiq; Lisna Yunita; Vina Aula Rusdah
Leadership:Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2024): Desember
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/leadership.v6i1.2981

Abstract

Comprehensive education plays a crucial role in preparing students to contribute effectively to society. One approach to comprehensive education involves fostering multiple intelligences. The implementation of multiple intelligences programs is commonly found in boarding schools (pesantren). However, the management practices of these institutions vary across different establishments. This study was conducted at SMPI and Pondok Pesantren Miftahul Ulum using a case study methodology. Data was collected through interviews, observations, and document analysis. The data analysis was performed using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings suggest that, first, the planning of boarding school education aimed at developing multiple intelligences in students is based on a well-defined vision and mission, as well as a flexible and inclusive curriculum structure. Second, the implementation of boarding school education is carried out through the development of various intelligences, including linguistic, logical-mathematical, spatial, kinesthetic, musical, interpersonal, intrapersonal, and naturalistic intelligences. Third, the evaluation of the educational process is conducted through several assessment steps: evaluation of academic and logical-mathematical intelligence, linguistic intelligence, interpersonal and intrapersonal intelligence, kinesthetic intelligence, musical intelligence, spatial intelligence, naturalistic intelligence, and holistic assessment. Keywords: Boarding School Management; Multiple Intelligences; Educational Integration; Student Development. Abstrak Pendidikan komprehensif memegang peranan penting dalam mempersiapkan peserta didik untuk berkontribusi secara efektif bagi masyarakat. Salah satu pendekatan pendidikan komprehensif adalah dengan mengembangkan kecerdasan majemuk. Penerapan program kecerdasan majemuk umumnya ditemukan di pesantren. Akan tetapi, praktik pengelolaan lembaga ini berbeda-beda di setiap lembaga. Penelitian ini dilakukan di SMPI dan Pondok Pesantren Miftahul Ulum dengan menggunakan metodologi studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama, perencanaan pendidikan pesantren yang bertujuan untuk mengembangkan kecerdasan majemuk pada peserta didik didasarkan pada visi dan misi yang jelas, serta struktur kurikulum yang fleksibel dan inklusif. Kedua, penerapan pendidikan pesantren dilakukan melalui pengembangan berbagai kecerdasan, meliputi kecerdasan linguistik, logika-matematika, spasial, kinestetik, musikal, interpersonal, intrapersonal, dan naturalistik. Ketiga, evaluasi proses pendidikan dilakukan melalui beberapa langkah penilaian: penilaian kecerdasan akademik dan logika-matematika, kecerdasan linguistik, kecerdasan interpersonal dan intrapersonal, kecerdasan kinestetik, kecerdasan musikal, kecerdasan spasial, kecerdasan naturalistik, dan penilaian holistik. Kata Kunci: Manajemen Pondok Pesantren; Kecerdasan majemuk; Integrasi Pendidikan; Pengembangan peserta didik.
IMPLEMENTATION OF THE DRIVING SCHOOL (SEKOLAH PENGGERAK) AND DRIVING TEACHERS (GURU PENGGERAK) PROGRAM AS EDUCATIONAL INNOVATION IN THE SOCIETY 5.0 ERA Nor Rochmatul Wachidah; Habibie, M. Luqmanul Hakim; Nur Syamsiah; Nasution, Sri Purwanti
Leadership:Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2024): Desember
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/leadership.v6i1.2696

Abstract

In the Society 5.0 era, educational challenges have become increasingly complex, requiring innovations that support school transformation and the improvement of teacher quality. The Driving School Program and Driving Teachers Program are Indonesia's government responses to these needs. The School Empowerment Program aims to digitalize schools, strengthen governance, and create a more interactive and technology-adaptive learning environment. Meanwhile, the Teacher Empowerment Program focuses on human resource development through continuous training and study comparisons, aiming to enhance teachers' skills and competencies in facing the demands of the digital era. Teachers are expected to become agents of change capable of applying innovations within school environments, improving collaboration, and leading the educational transformation process. This research uses a literature review method, analyzing various relevant sources regarding the implementation of these two programs. The results show that these programs positively impact the improvement of teachers' competencies, particularly in mastering technology and teaching methodologies relevant to Society 5.0. Additionally, the implementation of the School Empowerment Program supports the role of schools in enhancing the quality of education through digitalization and innovation. Thus, the School Empowerment Program and Teacher Empowerment Program can be considered significant innovations in preparing Indonesia's young generation to compete in the continuously evolving digital era. Keywords: Digitalization; Driving School; Driving Teachers; Education Innovation; Society 5.0.   Abstrak Di era Society 5.0, tantangan pendidikan semakin kompleks, memerlukan inovasi yang mendukung transformasi sekolah dan peningkatan kualitas guru. Program Sekolah Penggerak dan Guru Penggerak merupakan respon pemerintah Indonesia terhadap kebutuhan ini. Program Sekolah Penggerak bertujuan untuk mendigitalisasi sekolah, memperkuat tata kelola, dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif dan adaptif terhadap teknologi. Di sisi lain, Program Guru Penggerak berfokus pada pengembangan sumber daya manusia melalui pelatihan dan studi banding berkelanjutan, yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi guru dalam menghadapi tuntutan era digital. Guru diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu menerapkan inovasi di lingkungan sekolah, meningkatkan kolaborasi, serta memimpin dalam proses transformasi pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur, dengan menganalisis berbagai sumber yang relevan mengenai implementasi kedua program tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini mampu memberikan dampak positif dalam peningkatan kompetensi guru, terutama dalam hal penguasaan teknologi dan metodologi pembelajaran yang relevan dengan Society 5.0. Selain itu, implementasi Program Sekolah Penggerak juga mendukung peran sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui digitalisasi dan inovasi. Program Sekolah Penggerak dan Guru Penggerak dapat dianggap sebagai inovasi penting yang mempersiapkan generasi muda Indonesia untuk berkompetisi di era digital yang terus berkembang. Kata Kunci: Digitalisasi; Guru Penggerak; Inovasi Pendidikan; Sekolah Penggerak; Society 5.0.
THE URGENCY OF EDUCATIONAL FACILITIES AND INFRASTRUCTURE MANAGEMENT IN RESPONDING TO THE CHALLENGES OF THE TIMES Dzakaaul, Muhammad Dzakaaul Fikri; Gloria, Ria Yulia; Nadiyah, Azka Nailupar; Ashaffa, Syafiq Hisyam
Leadership:Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam Vol 6 No 2 (2025): Juni
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/f33pr733

Abstract

Education is not only about learning and skills but also a planned effort to develop the individual. The success of education is highly dependent on the effectiveness of the learning process which is influenced by various factors, including the availability of adequate facilities and infrastructure. Infrastructure is a supporting facility that is not used directly, such as classrooms, laboratories, and libraries, while educational facilities are tools and equipment used directly in the teaching and learning process, including computers, books, and stationery. Ensuring a smooth teaching and learning process requires efficient management of infrastructure and facilities. This includes planning, inventorying, structuring, utilization, maintenance and periodic elimination. Using the literature study methodology, this research gathered information from various sources, including books, journals, and other relevant references. The findings of this study highlight the importance of managing infrastructure and facilities well to facilitate an efficient teaching and learning process. Good management is expected to overcome the challenges in managing school facilities and contribute optimally to the education process. Keywords: Education Management; Facilities and Infrastructure; Management of Facilities and Infrastructure.   Abstrak Pendidikan tidak hanya mencakup tentang pembelajaran dan keterampilan, tetapi juga merupakan Upaya terencana untuk mengembangkan individu secara menyeluruh. Hal ini meliputi peneneman nilai-nilai dan asimilasi pengetahuan untuk membentuk pribadi yang utuh, keberhasilan Pendidikan sangat bergantung pada efektivitas proses pembelajaran yang dipengaruhi oleh berbagai factor, termasuk ketersedian sarana dan prasarana yang memadai. Prasarana adalah sarana penunjang yang tidak digunakan secara langsung, seperti ruang kelas, laboratorium, dan perpustakaan, sedangkan sarana pendidikan adalah alat dan perlengkapan yang digunakan langsung dalam proses belajar mengajar, antara lain komputer, buku, dan alat tulis. Menjamin kelancaran proses belajar mengajar memerlukan pengelolaan infrastruktur dan fasilitas yang efisien. Hal ini mecakup perencanaan, inventarisasi, penataan, pemanfaatan, pemeliharaan dan penghapusan secara berkala. Dengan menggunakan metodologi studi literatur, penelitian ini mengumpulkan informasi dari berbagai sumber, antara lain buku, jurnal, dan referensi terkait lainnya. Temuan studi ini menyoroti betapa pentingnya mengelola infrastruktur dan fasilitas dengan baik untuk memfasilitasi proses belajar mengajar yang efisien. Manajemen yang baik diharapkan dapat mengatasi tantangan dalam pengelolaan fasilitas sekolah dan memberikan kontribusi optimal bagi proses Pendidikan. Kata Kunci: Manajemen Pendidikan; Sarana dan Prasarana; Pengelolaan Sarana dan Prasarana.
THE ROLE OF PRINCIPAL LEADERSHIP IN IMPROVING THE QUALITY OF TEACHING PERSONNEL Baruno, Yosep Heristyo Endro; Azzahir, Syifak Zainal Abidin; Mustatho; Nuruddin Al-Akbar
Leadership:Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam Vol 6 No 2 (2025): Juni
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/leadership.v6i2.2877

Abstract

This study aims to examine the role, programs, and leadership strategies of principals in improving the quality of educators in Islamic elementary schools (SDI) in Malang City. This study uses a qualitative approach with data collection techniques through interviews, observations, and documentation. Data analysis is carried out by reducing, presenting, and drawing conclusions from the collected data, as well as checking the validity of the data through creativity, transferability, dependability, and confirmability. The results of the study indicate that the role of the principal includes several aspects, namely as an educator, manager, supervisor, administrator, leader, innovator, and motivator. The principal's programs include program formation, assignments, bringing in expert speakers, and conducting further studies and comparative studies. The strategy for developing the quality of educators involves awards, supervision, training, seminars, workshops, and education and training. Supporting factors for principal leadership in improving the quality of educators include high enthusiasm and cooperation, while inhibiting factors are differences in educator character and lack of adequate facilities and infrastructure. This study provides important insights into how principal leadership can improve the quality of educators through various roles, programs, and appropriate strategies as well as the support and challenges faced. Keywords: Leadership; Quality; Educators.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran, program, dan strategi kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu tenaga pendidik di sekolah dasar Islam (SDI) di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan mereduksi, menyajikan, dan menarik kesimpulan dari data yang terkumpul, serta melakukan pengecekan keabsahan data melalui credibility, transferability, dependability, dan confirmability. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran kepala sekolah meliputi beberapa aspek, yakni sebagai pendidik, manajer, supervisor, administrator, pemimpin, inovator, dan motivator. Program kepala sekolah antara lain pembentukan program, penugasan, mendatangkan narasumber ahli, serta melaksanakan studi lanjut dan studi banding. Strategi pengembangan mutu pendidik melibatkan penghargaan, supervisi, pelatihan, seminar, workshop, serta pendidikan dan pelatihan. Faktor pendukung kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu tenaga pendidik antara lain semangat dan kerjasama yang tinggi, sedangkan faktor penghambatnya adalah perbedaan karakter pendidik dan kurangnya sarana dan prasarana yang memadai. Penelitian ini memberikan wawasan penting tentang bagaimana kepemimpinan kepala sekolah dapat meningkatkan mutu pendidik melalui berbagai peran, program, dan strategi yang tepat serta dukungan dan tantangan yang dihadapi. Kata Kunci: Kepemimpinan; Mutu; Pendidik.
IMPLEMENTATION OF QUALITY ASSURANCE IN IMPROVING COMPETITIVENESS AT PUBLIC MIDDLE SCHOOL Arifin, M. Zainul; Moh. Mashudi; Satria Darma
Leadership:Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam Vol 6 No 2 (2025): Juni
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/97kn5z84

Abstract

Quality assurance in junior high schools (SMP) as one of the formal educational institutions is very urgent and necessary in order to increase competitiveness. This study aims to examine the increase in competitiveness caused by the implementation of internal quality assurance. This study uses a qualitative approach with a multi-case type. Data analysis in this study with interactive data analysis and data collection methods with interviews, documentation and direct observation in the field or two schools, namely SMPN 1 Kauman and SMPN 1 Sumbergempol. The results of this study indicate that quality assurance planning involves all elements in education, namely the principal, teachers and employees, guardians, community leaders and all students. Meanwhile, the implementation of quality assurance can have an impact on increasing output both in terms of academic achievement, in the form of increased achievement, students participating in district competitions, and non-academic achievements or student character in the form of characters that have been recorded in the quality indicators are internalized in students. Keywords: Competitiveness; Implementation; Junior High Schools; Quality Assurance.   Abstrak Penjaminan mutu di sekolah menengah pertama (SMP) sebagai salah satu lembaga pendidikan formal sangat urgen dan diperlukan dalam rangka meningkatkan daya saing. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti mengenai peningkatan daya saing yang disebabkan oleh implementasi penjaminan mutu internal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis multikasus. Analisis data dalam penelitian ini dengan analisis data interaktif dan metode pengumpulan datanya dengan wawancara, dokumentasi dan observasi langsung ke lapangan atau dua sekolah yakni SMPN 1 Kauman dan SMPN 1 Sumbergempol. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perencanaan penjaminan mutu melibatkan semua unsur dalam pendidikan yakni Kepala sekolah, guru dan karyawan, wali murid, tokoh masyarakat dan seluruh peserta didik. Sedangkan Implementasi penjaminan mutu mampu berdampak pada peningkatan output baik dari segi prestasi akademik, yang berupa prestasinya meningkat, anak didik mengikuti lomba kabupaten, maupun prestasi non akademik atau karakter peserta didik yang berupa karakter yang telah tercatat dalam indikator mutu tersebut terinternalisasi dalam diri anak didik. Kata Kunci: Daya Saing; Implementasi; Penjaminan Mutu; Sekolah Menengah Pertama.
INDUSTRY-RESPONSIVE AND ISLAMIC CURRICULUM: A NEEDS ANALYSIS FOR PUBLIC VOCATIONAL SECONDARY SCHOOLS Rhafiiqul Azhari Karim; Ahmad Rifki; Nadir; Dori Rusyunizal; Liza Efriyanti
Leadership:Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam Vol 6 No 2 (2025): Juni
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/leadership.v6i2.3536

Abstract

This study aims to analyze the needs of a curriculum that is responsive to the industry as well as relevant to Islamic values at SMKN 4 Payakumbuh majoring in Informatics Engineering. The current vocational curriculum faces the challenge of aligning technical competencies with the demands of the digital industry without neglecting the moral and character aspects of students. Using a qualitative approach through interviews, questionnaires, and focus group discussions, this research explores the perspectives of vocational teachers, industry players, students, and Islamic education leaders. The results show the need for curriculum reformulation that not only emphasizes mastery of skills such as programming, computer networking, and multimedia design, but also the integration of Islamic ethical values in the learning process. The strength of the current curriculum lies in its adaptability to technology and the industrial world, but there are still weaknesses such as limited infrastructure, lack of teacher training, and lack of integration of subjects across disciplines. Therefore, the proposed curriculum model is expected to bridge the gap between the world of education and the world of work while maintaining the moral identity of students. Keywords: Vocational Curriculum; Industry 4.0; Islamic Values.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan kurikulum yang responsif terhadap industri sekaligus relevan dengan nilai-nilai Islam di SMKN 4 Payakumbuh jurusan Teknik Informatika. Kurikulum kejuruan saat ini menghadapi tantangan untuk menyelaraskan kompetensi teknis dengan tuntutan industri digital tanpa mengabaikan aspek moral dan karakter peserta didik. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara, kuesioner, dan diskusi kelompok terfokus, penelitian ini menggali perspektif dari guru kejuruan, pelaku industri, siswa, dan tokoh pendidikan Islam. Hasilnya menunjukkan perlunya reformulasi kurikulum yang tidak hanya menekankan penguasaan keterampilan seperti pemrograman, jaringan komputer, dan desain multimedia, tetapi juga integrasi nilai-nilai etika Islam dalam proses pembelajaran. Kekuatan kurikulum saat ini terletak pada adaptabilitasnya terhadap teknologi dan dunia industri, namun masih ditemukan kelemahan seperti keterbatasan infrastruktur, minimnya pelatihan guru, dan kurangnya integrasi mata pelajaran lintas disiplin. Oleh karena itu, model kurikulum yang diusulkan diharapkan dapat menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia kerja dengan tetap menjaga identitas moral peserta didik. Kata kunci: Kurukulum Kejuruan; Industri 4.0; Nilai-Nilai Islam.
TRANSFORMATIONAL LEADERSHIP IMPLEMENTATION BY MADRASAH PRINCIPALS TO ENHANCE GRADUATE QUALITY IN ISLAMIC EDUCATIONAL INSTITUTIONS Luqman, Muhamad Luqman Nuryana; Dana Dihya’ Maulal Karim
Leadership:Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam Vol 6 No 2 (2025): Juni
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/leadership.v6i2.3543

Abstract

In the era of globalization and modernization, Islamic educational institutions such as madrasahs face significant challenges in enhancing graduate quality to ensure their competitiveness. Transformational leadership, recognized for its ability to inspire and empower staff, has become an essential approach for creating a dynamic and progressive educational environment. This study aims to answer the question of how transformational leadership practices of madrasah principals can improve graduate quality. Using a descriptive qualitative research method, this study examines the four main components of transformational leadership, as proposed by Bernard M. Bass: idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, and individualized consideration. Findings from Madrasah Aliyah Al-Jawami reveal that the madrasah principal plays a crucial role in inspiring and motivating both teachers and students through exemplary behavior, empowerment, and inclusive communication. The impact of this transformational leadership is evident in the improved quality of graduates, both academically and in non-academic skills, preparing them for challenges beyond school. These findings suggest that implementing transformational leadership can be an effective strategy for enhancing educational quality in Islamic institutions. Keywords: Leadership; Transformational; Graduate Quality   Abstrak Dalam era globalisasi dan modernisasi, lembaga pendidikan Islam seperti madrasah menghadapi tantangan besar dalam meningkatkan mutu lulusan agar siap bersaing secara baik. Kepemimpinan transformasional, yang dikenal mampu menginspirasi dan memberdayakan staf, menjadi pendekatan penting untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang dinamis dan berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan bagaimana praktik kepemimpinan transformasional kepala madrasah dapat meningkatkan kualitas lulusan? Dengan metode penelitian kualitatif deskriptif, penelitian ini mengkaji empat komponen utama kepemimpinan transformasional: pengaruh ideal, motivasi inspirasional, stimulasi intelektual, dan pertimbangan individual yang dikemukakan oleh Bernard M. Bass. Hasil penelitian di Madrasah Aliyah Al-Jawami menunjukkan bahwa kepala madrasah memainkan peran penting dalam menginspirasi dan memotivasi guru serta siswa melalui keteladanan, pemberdayaan, dan komunikasi yang inklusif. Dampak kepemimpinan transformasional ini terlihat pada peningkatan mutu lulusan, baik secara akademis maupun dalam keterampilan non-akademik, yang mempersiapkan mereka menghadapi tantangan di luar sekolah. Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan kepemimpinan transformasional dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kualitas pendidikan di lembaga pendidikan islam. Kata Kunci: Kepemimpinan; Transformasional; Mulu Lulusan;
THE EXISTENCE OF THE SOROGAN METHOD IN THE 21ST CENTURY: ITS EFFECTIVENESS, ROLE, AND RELEVANCE IN MODERN EDUCATION Mas'ud; Tamrin Subagyo; M. Fahmi Arifin
Leadership:Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam Vol 6 No 2 (2025): Juni
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/wm1cn365

Abstract

The Sorogan method is a traditional learning approach that remains popular and widely implemented in both formal and non-formal educational institutions. Its enduring existence over time demonstrates the uniqueness of this method in terms of adaptability and resilience to changing eras. This study aims to describe the findings of a systematic literature review (SLR) concerning the effectiveness and relevance of the Sorogan method in the context of contemporary Islamic education, explore its role in learning, and provide recommendations for improving education quality. The research employed the SLR method, utilizing data sources from accredited national and international journal articles published within the last ten years, as well as books, academic manuscripts, and other relevant references. The study was conducted systematically through six stages: (1) topic determination, (2) literature search, (3) article selection and reduction, (4) data presentation, (5) analysis and discussion, and (6) conclusion drawing. The results indicate that the Sorogan method remains effective for modern learning when innovation and adjustments are made in line with current developments. Its relevance is still strong in addressing contemporary educational needs, particularly in enhancing learning effectiveness, motivating students, and strengthening the teacher-student relationship. Recommendations to improve the effectiveness of the Sorogan method include: (1) considering students' readiness for learning, (2) integrating it with other relevant teaching methods, (3) utilizing information and communication technology, and (4) encouraging teachers to actively adapt instruction to students' needs. Keywords: Sorogan Method, Effectiveness and Role, Relevance in Modern Education.   Abstrak Metode Sorogan merupakan pendekatan pembelajaran tradisional yang tetap populer dan banyak diterapkan di lembaga pendidikan baik formal maupun nonformal. Eksistensinya yang bertahan dari masa ke masa menunjukkan keistimewaan metode ini baik dari segi adaptabilitas maupun pamornya terhadap perubahan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil kajian systematic literature review (SLR) terkait efektivitas dan relevansi metode Sorogan dalam konteks pendidikan Islam kontemporer, mengeksplorasi perannya dalam pembelajaran, serta memberikan rekomendasi untuk peningkatan mutu pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah SLR dengan sumber data berupa artikel jurnal nasional dan internasional terakreditasi dalam sepuluh tahun terakhir, serta buku, naskah akademik, dan sumber relevan lainnya. Penelitian ini dilakukan secara sistematis melalui enam tahapan; 1) penentuan topik, 2) pencarian literatur, 3) seleksi dan reduksi artikel, 4) penyajian data, 5) analisis dan pembahasan, dan (6) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan metode Sorogan masih cukup efektif diterapkan dalam pembelajaran modern masa kini dengan diberikan inovasi dan penyesuaian yang berorientasi pada perklembangan zaman. Relevansinya tetap kuat dengan kebutuhan pembelajaran masa kini, khususnya dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran, memotivasi peserta didik, dan mempererat hubungan guru dengan siswa. Rekomendasi untuk meningkatkan efektivitas metode Sorogan meliputi: (1) perhatikan kesiapan belajar siswa dalam penerapan metode ini, (2) pengintegrasian dengan metode pembelajaran lain yang relevan, (3) pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, serta (4) guru hendaknya berperan aktif dalam menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan peserta didik. Kata Kunci: Metode Sorogan, Efektivitas dan Peran, Relevansi pada Pembelajaran Masa Kini
DISSECTING SCHOOL DYNAMICS AS A SOCIAL INTERACTION SYSTEM: SOCIAL NETWORKS, POWER, AND IDENTITY AT JUNIOR HIGH SCHOOL Siti Anisa; Riswal Setiadi; Mawardi Nurullah; Haidir Rasyid
Leadership:Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam Vol 6 No 2 (2025): Juni
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/leadership.v6i2.3755

Abstract

This study examines the classroom as a social system and the factors that influence social interaction in schools, especially in the classroom environment. From the perspective of the sociology of education, schools are understood as complex social systems with teachers, students, curriculum, and rules that interact with each other for educational purposes. The classroom not only functions as a place to learn, but also becomes a vital arena for social interaction between students and between students and teachers. Complex classroom dynamics are formed from the diversity of backgrounds, experiences, interests, personalities, and individual abilities of students. Positive interactions in the classroom are essential to creating a conducive and enjoyable learning environment, while less harmonious interactions can be an obstacle to the learning process. Through interviews with homeroom teachers, it was found that student heterogeneity (economic background, family, and learning readiness) is the main challenge that teachers must address wisely. The dynamics of communication between students vary, from those who are sociable to those who are selective in finding friends, requiring special guidance, especially in group work. The dynamics of communication between teachers and students are generally good, although there are differences in teaching styles among many subject teachers that require students to adapt. Individual differences in interests, personality, and abilities (IQ) also greatly affect social dynamics. Students with low abilities require more attention and motivation, while early interest direction is important to help students focus on the appropriate educational path. Understanding the class as a social system and the interactions within it is very relevant to creating a humanistic and meaningful learning environment. Keywords: Class as a Social System; Social Interaction; Class Dynamics; Sociology of Education; Learning Environment.   Abstrak Penelitian ini mengkaji tentang ruang kelas sebagai suatu sistem sosial dan faktor-faktor yang memengaruhi interaksi sosial di sekolah, khususnya di lingkungan kelas. Dari sudut pandang sosiologi pendidikan, sekolah dipahami sebagai suatu sistem sosial yang kompleks yang terdiri dari guru, siswa, kurikulum, dan aturan yang saling berinteraksi untuk tujuan pendidikan. Ruang kelas tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar, tetapi juga menjadi arena vital terjadinya interaksi sosial antar siswa dan antara siswa dengan guru. Dinamika ruang kelas yang kompleks terbentuk dari keberagaman latar belakang, pengalaman, minat, kepribadian, dan kemampuan individu siswa. Interaksi yang positif di dalam kelas sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan menyenangkan, sedangkan interaksi yang kurang harmonis dapat menjadi kendala dalam proses pembelajaran. Melalui wawancara dengan wali kelas, ditemukan bahwa heterogenitas siswa (latar belakang ekonomi, keluarga, dan kesiapan belajar) merupakan tantangan utama yang harus dihadapi oleh guru secara bijaksana. Dinamika komunikasi antar siswa bervariasi, ada yang mudah bergaul, ada yang selektif dalam mencari teman, sehingga memerlukan bimbingan khusus, terutama dalam kerja kelompok. Dinamika komunikasi antara guru dan siswa pada umumnya baik, meskipun terdapat perbedaan gaya mengajar di antara banyak guru mata pelajaran yang mengharuskan siswa untuk beradaptasi. Perbedaan individu dalam hal minat, kepribadian, dan kemampuan (IQ) juga sangat memengaruhi dinamika sosial. Siswa dengan kemampuan rendah memerlukan lebih banyak perhatian dan motivasi, sedangkan arahan minat sejak dini penting untuk membantu siswa fokus pada jalur pendidikan yang tepat. Memahami kelas sebagai sistem sosial dan interaksi di dalamnya sangat relevan untuk menciptakan lingkungan belajar yang humanis dan bermakna. Kata Kunci: Kelas sebagai Sistem Sosial; Interaksi Sosial; Dinamika Kelas; Sosiologi Pendidikan; Lingkungan Belajar.

Page 11 of 12 | Total Record : 113