cover
Contact Name
Riana Nurhayati
Contact Email
riana_nurhayati@uny.ac.id
Phone
+6282223111133
Journal Mail Official
herwin89@uny.ac.id
Editorial Address
Jalan Colombo No 1, Karangmalang, Sleman DI Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
FOUNDASIA
ISSN : 14122316     EISSN : 27462307     DOI : https://doi.org/10.21831/foundasia
Core Subject : Education, Social,
FOUNDASIA is an open access, and peer-reviewed journal. FOUNDASIA will publish the selected articles under the Attribution-Share Alike 4.0 International Creative Commons license. The results of research and analysis contained in the journal accommodate manuscripts on foundations of education include: philosophy of education, socio-anthropology of education, educational psychology, educational economics, educational history, political education, and comparative education.
Articles 106 Documents
PENDIDIKAN DAN PEMAJUAN PEREMPUAN: MENUJU KEADILAN GENDER EFIANINGRUM, ARIEFA
FOUNDASIA Vol. 1 No. 9 (2008)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/foundasia.v1i9.5867

Abstract

Pendidikan yang tidak diskriminatif dan berkeadilan disadari sangat bermanfaat dalam upaya mewujudkan kesetaraan dalam relasi interaksi antara laki-laki dan perempuan. Namun dalam kenyataannya, perempuan masih banyak mengalami diskriminasi, khususnya dalam bidang pendidikan. Ada sejumlah faktor yang mempengaruhi terjadinya ketidakadilan tersebut, yaitu faktor struktural dan kultural. Selain kebijakan pembangunan yang kurang sensitif gender, di masyarakat juga macih terdapat praktik-praktik budaya yang bias gender. Menghadapi kondisi semacam itu, tentunya diperlukan upaya nyata dalam upaya pemajuan perempuan menuju pendidikan yang Iebih berkeadilan gender. Terbukanya akses pendidikan yang lebih luas adalah satu kunci untuk meningkatkan pemberdayaan perempuan agar dapat berpartisipasi di segala bidang kehidupan di masyarakat.
LEARNING SOCIETY SEBAGAt WAHANA MFMBANGUN KARAKTER BANGSA HANUM, FARIDA
FOUNDASIA Vol. 1 No. 6 (2005)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/foundasia.v1i6.6324

Abstract

All members of a society have rights to receive education (education for all) and what exist in a society can be educational resources (all for education). If such a concept is applied with a full commitment, a learning society will result. A learning society can reflect an educated society, which can be attained through formal or non formal institutions. An educated society will produce morale and ethics, and a society with morale and ethics is one with a character and a self-esteem as a nation. It is what people in the world aspire.
PEMBELAJARAN REMEDIAL SEBAGAI SUATU UPAYA DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR Lidi, Maria Waldetrudis
FOUNDASIA Vol. 9 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/foundasia.v9i1.26158

Abstract

Artikel ini merupakan telaah pustaka tentang pembelajaran remedial sebagai upaya untuk mengatasi kesulitan belajar. Berdasarkan temuan awal, sebagian besar tenaga pengajar di Universitas Flores belum melaksanakan pembelajaran remedial dan belum memahami prinsip-prinsip dan prosedur pembelajaran remedial. Oleh karena itu penulis merasa penting untuk melakukan kajian tentang pembelajaran remedial pada tahap akhir kegiatan pembelajaran. Hasil kajian yang diperoleh tentang pembelajaran remedial adalah pengertian dan karakteristik, tujuan, prinsip, tipe pengajaran remedial, prosedur dan waktu pelaksanaan remedial. Penelitian ini memberikan saran operasional bagaimana memperbaiki dan mengatasi kesulitan belajar. Kata Kunci: Pembelajaran Remedial, Kesulitan Belajar
Evaluasi kinerja pembangunan bidang pendidikan di Kabupaten Ngawi Tahun 2016-2018, Provinsi Jawa Timur Fajar Sidik; Firmansyah Firmansyah
FOUNDASIA Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : Prodi Filsafat dan Sosiologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/foundasia.v11i1.32097

Abstract

Problem kemiskinan dihadapi daerah-daerah telah menyebabkan perekonomian daerah kurang berkembang, termasuk daerah Ngawi, provinsi Jawa Timur. Tiga tahun terakhir (Tahun 2016-2018), pemerintah daerah kabupaten Ngawi berhasil menurunkan angka kemiskinan. Meski berhasil menurunkan angka kemiskinan, Ngawi masih dikategorikan sebagai daerah miskin dibanding dengan daerah-daerah yang ada di Provinsi Jawa Timur. Kondisi ini menunjukkan bahwa kinerja pemerintah daerah Kabupaten Ngawi dalam menjalankan program pengentasan kemiskinan perlu dievaluasi. Melalui dimensi pendidikan, kinerja pemerintah daerah Kabupaten Ngawi dicermati untuk menemukan akar persoalan yang dialami penduduk miskin. Penelitian kepustakaan digunakan untuk menilai kinerja pemerintah daerah di bidang pendidikan dari tahun 2016 hingga tahun 2018. Berdasarkan analisis data yang dilakukan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja pemerintah daerah kabupaten Ngawi dari tahun 2016-2018 belum mampu mencapai target yang direncanakan.
KEEFEKTIFAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DI SEKOLAH WAHYUNINGRUM, MM
FOUNDASIA Vol. 2 No. 10 (2010)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/foundasia.v2i10.5839

Abstract

Kepemimpinan merupakan salah satu variabel yang dapat mempengaruhi kinerja. Kepala sekolah sebagai pernimpin adalah orang yang mempunyai kemampuan mempengaruhi guru dan staf untuk melakukan pekerjaannya sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. Pencapaian tujuan tersebut dapat dilihat dari peningkatan kinerja guru. Kepemimpinan kepala sekolah dapat dilakukan dengan menerapkan fungsi-fungsi menejemen dalam merencanakan, mengorganisir, dan mengevaluasi visi, misi, clan tujuan sekolah yang sudah ditetapkan secara bersama. Kinerja guru merupakan kualitas dan kuantitas yang dicapai dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik dan pengajar secara bertanggung jawab. Kinerja merupakan penyelesaian tugas-tugas yang dilimpahkan kepala sekolah kepada guru. Tugas guru dapat dibedakan menjadi dua yaitu bidang akademik yang berkaitan dengan proses pembelajaran dan adminiatrasi. Keberhasilan kepemimpinan kepala sekolah dalam memimpin sekolahnya ditunjukkan oleh meningkatnya kesadaran para guru untuk meningkatkan kinerjanya, meningkatnya ketrampilan guru dalam melaksanakan tugas pembelajaran, meningkatnya prestasi guru secara professional, dan meningkatnya prestasi belajar peserta didiknya.
MENSTIMULASI KECERDASAN EMOTIONAL ANAK SEJAK USIA DINI HAYATI, NUR
FOUNDASIA Vol. 1 No. 9 (2008)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/foundasia.v1i9.5873

Abstract

The success of people in their life is influenced by various factors. According to the research of some psychologists, the intellectual intelligence factor has only little influences to the life success, while the rest influenced by emotional intelligence factor and other support factors. Emotional intelligence will not appear just like that, however, it needs to be growth and trained as early as possible. Early age children have capability to grow their emotional intelligence although it still conforms to their egocentric dominated development. That gold potentiality witl develop very well when it is often stimulated and sharpened. It is realized that an early age child who has emotional intelligence will be more adaptable to his/her environment and be more competent to cope with his/her lift problem. The life success of people will be easier to be attained if he%she has emotional and intellectual intelligence. To grow children emotional intelligence, there are some areas that need to he developed those are introducing self-emotion, managing emotion, self motivating, knowing other emotion or empathy and building relationship. To actualize those five areas is a genius first step in stimulated children emotional intelligence skill. The parents can actualizefilve areas emotional intelligence with develop love gjfirur, how to teach altitude, how to develop empathy, hew to teach honesty and realistic thinking.
PENDIDIKAN NILAI SEBAGAI KOMPONEN INTEGRAL PENDIDIKAN UNTUK MENGHADAPI TANTANGAN ABAD XXI PRIYOYUWONO, PETRUS
FOUNDASIA Vol. 2 No. 3 (2003)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/foundasia.v2i3.6529

Abstract

The purpose of education is in fact to improve the quality of one's life. Without ruling out the benefit and economic purposes, education has produced present generation with the most in number of experts and trained workers who makes fast progress within the science, knowledge and technology. even though in its process, mankind's interest, cultural and ethical values are often ignored The components of value education need to be put in the curriculum at different school level using various strategies. The value education is a task and responsibility of schools as well as parents.    
Peran guru sejarah dalam pendidikan karakter di Era Revolusi Industri 4.0 Suyanti Suyanti
FOUNDASIA Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Prodi Filsafat dan Sosiologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/foundasia.v10i2.27924

Abstract

Guru adalah pendidik profesional dengan tugas mengajar, mendidik, membimbing, melatih, dan menilai peserta didik. Peran guru sejarah semakin kompleks pada era Revolusi 4.0. Guru bukan hanya dituntut untuk menguasai materi pembelajaran maupun kompetensi penunjang pembelajaran, namun guru juga dituntut untuk mananamkan karakter nasionalisme. Di era revolusi 4.0  perkembangan teknologi semakin cepat dan guru sejarah diharapkan tidak hanya  memberikan ilmu pengetahuan saja tetapi harus menginternalisasi nilai-nilai karakter yang tidak bisa digantikan oleh teknologi secanggih apapun. Maka dari itu, sebagai guru sejarah harus bisa mengembangkan kompetensinya mengikuti perkembangan zaman dan bisa memainkan peran demi keberhasilan belajar peserta didik.Kata kunci: Guru sejarah, pendidikan karakter, Revolusi Industri 4.0
MENAKAR POTRET REALITAS DAN IDEALITAS KUALITAS SEKOLAH ROHMAN, ARIF
FOUNDASIA Vol. 2 No. 10 (2010)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/foundasia.v2i10.5834

Abstract

Banyak ahli mensinyalir bahwa ada persoalan dengan sekolah. Aneka kesulitan yang dialaminya antara lain menyangkut drug use, early pregnancy, delinquency, dan school failures. Salah satu yang termasuk school failures adalah kesulitan dalam menyelenggarakan proses belajar mengajar efektif. Proses ini hanya dapat dilakukan oleh sekolah berkualitas. Pandangan awam, sekolah berkualitas adalah sekolah dengan kemegahan gedung, keluesan den keindahan area lingkungan, secara kelengkapan fasilitas serana dan prasarananya. Namun oleh pare ahli, sekolah berkualitas lebih ditentukan pada kualitas proses belajar mengajar yang dapat menghasilkan lulusan berkualitas. Kualitas proses belajar mengajar ditentukan oleh enam faktor dan gabungan dari kesemuanya, yaitu: teacher's behavior, student's behavior and learning impact, learning climate, subject matters mastery, media, dan learning system. Untuk meningkatkan kualitas sekolah, dewasa ini terdapat dua gerakan yaitu School effective Movement oleh Mortimor dan kawan-kawan dan The Quality School Movement oleh William Glasser den kawan-kawan. Masing-masing memiliki pendekatan, cara, dan indikator yang berbeda.  
POTRET KEMEROSOTAN MORAL DALAM DUNIA PENDIDIKAN INDONESIA: SEBUAH KRITIK DARI ABDURRAHMAN ROHMAN, ARIF
FOUNDASIA Vol. 2 No. 3 (2003)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/foundasia.v2i3.6522

Abstract

The education is convinced to play an important role in solving and providing the way out upon the present social problem. One of the important results of educational implementation is the progress of science and technology proved to be able to assist mankind in solving the problem. Ironically, if the educational implementation practice it self contains the problem, for example degradation of morality in education. Therrfore, it, order to solve such a condition, an effort is needed to reconstruct morality to return the main mission of education fur the manifestation of the Indonesian societal typology which is within morality and just prosperity

Page 5 of 11 | Total Record : 106