cover
Contact Name
Riana Nurhayati
Contact Email
riana_nurhayati@uny.ac.id
Phone
+6282223111133
Journal Mail Official
herwin89@uny.ac.id
Editorial Address
Jalan Colombo No 1, Karangmalang, Sleman DI Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
FOUNDASIA
ISSN : 14122316     EISSN : 27462307     DOI : https://doi.org/10.21831/foundasia
Core Subject : Education, Social,
FOUNDASIA is an open access, and peer-reviewed journal. FOUNDASIA will publish the selected articles under the Attribution-Share Alike 4.0 International Creative Commons license. The results of research and analysis contained in the journal accommodate manuscripts on foundations of education include: philosophy of education, socio-anthropology of education, educational psychology, educational economics, educational history, political education, and comparative education.
Articles 118 Documents
Implementasi Pembelajaran Berbasis Project Based Learning dan Case Method terhadap Kepuasan Belajar Mahasiswa Pratiwi, Mirza Ayunda; Hidayat. R, Wahyu
FOUNDASIA Vol. 15 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/foundasia.v15i2.78330

Abstract

Effective teaching is crucial for enhancing learning quality in higher education, particularly at Universitas Maritim Raja Ali Haji. This study examines the impact of Project-Based Learning (PJBL) and the Case Method (CM) on student satisfaction. Using a survey method, questionnaires were distributed to 366 respondents, selected based on the Isac and Michael table with a 5% margin of error. PJBL and CM served as independent variables, while student satisfaction was the dependent variable. Data were analyzed using multiple linear regression, Pearson correlation, and validity and reliability tests with Cronbach's Alpha. Findings indicate a significant positive relationship between PJBL (r = 0.688) and CM (r = 0.639) with student satisfaction. Together, these methods contributed 49.3% to overall student satisfaction. These results highlight the effectiveness of PJBL and CM in improving student learning experiences and educational quality at Universitas Maritim Raja Ali Haji.Keywords: Project Based learning, Case Method, Study Satisfaction, Active Learning
Philosophy of Educational Policy: Problems, Challenges, and Possibilities Rachmadani, Fadhila; Ahmad, Norainie
FOUNDASIA Vol. 16 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/foundasia.v16i1.83822

Abstract

Educational policy is a conceptual basis that is essential for the implementation of education. Educational policy also holds an important position, role, and function in the implementation of education at the micro, meso, and macro scales. This article focuses on the problems, challenges, and future possibilities regarding educational policy from a philosophical perspective. This paper aims to explore the problems, challenges, and various future possibilities in the field of educational policy through the lens of philosophy, specifically ontology, epistemology, and axiology. This literature-based paper is a qualitative study that refers to John Ward Creswell 's book entitled "Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches". This research is a type of library research using data collection techniques that involve reading literature sources such as books, journals, and studies, which are then classified for further analysis of the literature. The results of this study reveal the hidden philosophical meanings behind the problems and challenges of educational policy, serving as reflective material to consider and estimate various future possibilities concerning the development of educational policies deemed appropriate and suitable for formulation and implementation in the education sector. The findings of this study also pave the way for various studies in the field of educational policy analyzed through the 'lens' of philosophy.
Advokasi Pendidikan Berkebutuhan Khusus Studi Kasus di Daerah Istimewa Yogyakarta Fahrozi Ar-Raafi'; Ariefa Efianingrum
FOUNDASIA Vol. 16 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/foundasia.v16i1.85593

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap skema proses advokasi pendidikan bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang dijalankan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan mengurai berdasarkan teori implementasi kebijakan Van Meter dan Van Horn (1975) dan kerangka proses advokasi Holloway (1998). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus, di mana data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis dengan teknik Pattern Matching dan Explanation Building. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi advokasi berjalan melalui enam variabel inti implementasi dan delapan tahapan advokasi strategis. Keunikan program ini terletak pada keterlibatan aktif pemerintah daerah sebagai pelaksana utama, serta penguatan regulasi daerah seperti Perda No. 5 tahun 2022. Dampaknya terlihat dari peningkatan jumlah sekolah inklusi, penerapan SLB satu atap, serta menurunnya angka ABK yang tidak bersekolah. Temuan ini menegaskan pentingnya model advokasi daerah dalam memperluas akses pendidikan ABK.
Pola Strategi Perencanaan Guru Dalam Penerapan Kurikulum Merdeka di SMP Negeri Susanto, Sarah Sasqia Fitriana; Yuliana, Lia
FOUNDASIA Vol. 16 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/foundasia.v16i1.85787

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap pola strategi perencanaan guru dalam menerapkan Kurikulum Merdeka di SMP Negeri, juga untuk mengetahui pola strategi perencanaan yang efektif untuk digunakan oleh guru SMP Negeri dalam penerapan Kurikulum Merdeka. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Lokasi penelitian bertempat di SMPN 9 Yogyakarta dan SMPN 16 Yogyakarta. Informasi data diambil dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, wali kelas 7 dari kedua sekolah tersebut, serta artikel yang terpercaya. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa guru melakukan koordinasi dengan warga sekolah, utamanya wakil kepala sekolah bidang kurikulum dalam menyusun Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan. Guru juga menyusun Capaian Pembelajaran hingga Alur Tujuan Pembelajaran melalui kolaborasi sesama guru mata pelajaran, maupun dalam forum komunitas belajar untuk menyelaraskan strategi mengenai jalannya pembelajaran. Kemudian, terdapat perencanaan kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila oleh tim fasilitator. Pola strategi perencanaan yang efektif untuk digunakan oleh guru-guru SMP Negeri adalah dengan konsisten mengikuti proses penerapan Kurikulum Merdeka, menjalin komunikasi yang baik dengan warga sekolah, sekaligus berperan aktif dalam mengikuti kegiatan di komunitas belajar.
Pengembangan Media Kartu “PeKaD” untuk Peningkatan Perencanaan Karier Siswa SMK Anandita Denta Tamara; Antonius Ian Bayu Setiawan
FOUNDASIA Vol. 16 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/foundasia.v16i1.86214

Abstract

Media PeKaD merupakan bentuk dari sebuah media pembelajaran berupa kartu yang berisi poin pernyataan yang mengarah untuk mengukur tipe kepribadian siswa berdasarkan model RIASEC. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media kartu perencanaan karier PeKaD berbasis metode RIASEC sebagai media dalam layanan bimbingan dan konseling. Media ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan perencanaan karier siswa SMK. Penggunaan kartu PeKaD memungkinkan siswa untuk mengenali tipe kepribadian mereka berdasarkan teori RIASEC, yang terdiri dari enam kategori: Realistic, Investigative, Artistic, Social, Enterprising, dan Conventional. Metode dalam penelitian dan pengembangan (research and development) menggunakan model 4D yang berisi define, design, development, dan disseminate. Hasil dalam penelitian ini berdasarkan uji kelayakan satu validator media dan satu validator ahli dinyatakan “sangat layak”. Berdasarkan penilaian oleh guru bimbingan dan konseling, media PeKaD ini dinyatakan “sangat layak”. Hasil uji efektivitas yang dilakukan terhadap siswa SMK dinalisis menggunakan Uji-T. Hasi pengujian menunjukkan peningkatan hasil antara pretest dengan postest sebesar 7.75714. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan media kartu PeKaD dinyatakan layak dan efektif untuk perencanaan karier siswa SMK. Kata kunci: media kartu, perencanaan karier, research and development, siswa SMK
Perempuan Si Rukat Nakan: Konstruksi identitas gender pada budaya patriarki masyarakat Suku Karo Dermawan, Riki; Nuriza Dora
FOUNDASIA Vol. 16 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/foundasia.v16i1.88563

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang pembentukan identitas gender pada masyarakat karo yang dikenal memiliki budaya patriarki yang kental. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Temuan dalam penelitian ini adalah penggunaan istilah kiasan sirukat nakan, sebuah ungkapan tradisional dalam masyarakat Karo yang digunakan oleh laki-laki untuk merayu perempuan agar bersedia menjadi istri yang menerima segala kekurangannya. Secara simbolik, ungkapan ini mencerminkan nilai kesetiaan dan penerimaan tanpa syarat dalam relasi patriarkal. Namun, saat ini sirukat nakan semakin jarang digunakan, terutama di kalangan generasi muda. Hal ini dipengaruhi oleh arus globalisasi yang membawa nilai-nilai kesetaraan gender serta pergeseran budaya dan bahasa, maka bahasa Karo perlahan tergeser oleh bahasa Indonesia dan bahasa global. Temuan ini menunjukkan transformasi ekspresi budaya tradisional, sekaligus menekankan pentingnya pelestarian istilah lokal sebagai bagian dari identitas kultural dan warisan sosial masyarakat. Meski demikian, penggunaan istilah tersebut masih bisa ditemukan dalam percakapan masyarakat tertentu di wilayah Karo.
Strategi Implementasi Kebijakan Mutu Pendidikan PAUD dalam Konteks Akreditasi Nasional Muthia Putri Anugraheni; Arif Rohman
FOUNDASIA Vol. 16 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/foundasia.v16i2.89932

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan mutu pendidikan yang diterapkan di TK Among Siwi dan TK Dharma Bakti I Sleman dalam pemenuhan standar akreditasi. Fokus penelitian diarahkan pada tiga hal, yaitu perumusan kebijakan mutu pendidikan, proses implementasi, serta faktor pendukung dan penghambat yang memengaruhi keberhasilan kebijakan. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru, serta asesor akreditasi yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Untuk menjamin keabsahan data, digunakan teknik triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan TK Among Siwi relatif lebih konsisten dalam memenuhi indikator standar karena ditopang koordinasi yang solid, komunikasi intensif, dan disposisi guru yang positif, TK Dharma Bakti I menghadapi keterbatasan pada aspek sarana prasarana, birokrasi internal, dan beban administratif. Hasil penelitian menunjukkan keberhasilan implementasi kebijakan mutu PAUD sangat ditentukan oleh kombinasi faktor internal dan eksternal serta kemampuan lembaga dalam mengelola keterbatasan sebagai peluang perbaikan.
Guru Penggerak sebagai Solusi Peningkatan Mutu Pendidik Fahma, Hani A Maria; Rukiyati
FOUNDASIA Vol. 16 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/foundasia.v16i2.91935

Abstract

Kualitas pendidikan di Indonesia masih menghadapi tantangan serius, salah satunya ditunjukkan oleh penurunan skor PISA tahun 2022. Hal ini mengindikasikan bahwa mutu pendidikan nasional belum optimal, yang salah satu penyebab utamanya adalah rendahnya kompetensi guru sebagai ujung tombak pembelajaran. Guru dituntut untuk tidak hanya menguasai kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian, tetapi juga mampu menjadi pemimpin pembelajaran yang reflektif, kolaboratif, dan inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pelaksanaan Program Guru Penggerak di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dengan menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Penelitian ini menggunakan mixed methods dengan desain embedded design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini efektif dari seluruh aspek evaluasi. Aspek konteks menunjukkan bahwa program relevan dengan kebutuhan dan tantangan pendidikan lokal. Aspek input menilai bahwa proses seleksi, materi pelatihan, dan pendampingan dilaksanakan secara transparan dan sesuai standar. Aspek proses menunjukkan bahwa pelatihan berjalan efektif dengan pendekatan blended learning dan dukungan fasilitator yang kompeten. Sementara itu, aspek produk memperlihatkan peningkatan kompetensi guru dalam kepemimpinan pembelajaran, pengelolaan kelas, serta pengembangan diri dan orang lain.
Character Education Values in Adolescents’ Upstander Behavior Against Cyberbullying on TikTok Sofiatul Husna; Maemonah
FOUNDASIA Vol. 16 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/foundasia.v16i2.94386

Abstract

This study aims to identify character education values that shape adolescents’ upstander behavior toward cyberbullying on TikTok, with a particular focus on adolescents in rural communities. Cyberbullying, especially on social media platforms such as TikTok, has become a serious issue with significant impacts on adolescents’ mental and social well-being. Although many adolescents recognize cyberbullying as inappropriate behavior, a gap frequently exists between moral understanding and actual behavior. This study employed a descriptive qualitative approach through in-depth interviews with 15 adolescents aged 12 to 18 who were active TikTok users and had witnessed or been involved in cyberbullying situations. The findings indicate that although most adolescents understand cyberbullying as morally wrong (moral knowing), not all of them act as upstanders (moral action) due to strong social influences, such as fear of social exclusion or uncertainty about how to respond appropriately. Furthermore, empathy (moral feeling) arising from concern for victims does not always translate into action. Limited digital literacy and inadequate infrastructure in rural communities further exacerbate adolescents’ responses to cyberbullying. This study concludes that effective character education should integrate Lickona’s moral dimensions with digital literacy to foster adolescents who are more responsive to cyberbullying. These findings are significant for the development of educational policies that support adolescents’ active roles in addressing cyberbullying in the digital era.
An Evaluation of the Implementation of the Equivalency Education Program in Community Learning Centers (CLCs) Bengkayang Regency Agantina Venalia; Mami Hajaroh
FOUNDASIA Vol. 17 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/foundasia.v17i1.89448

Abstract

This study aims to describe the results of evaluating the implementation of the equivalency education program at community learning centers. This is an evaluative study that utilizes the CIPP (Context, Input, Process, and Product) evaluation model. The research uses a descriptive qualitative approach and purposive sampling. The sample consists of two Community Learning Centers (CLCs) in Bengkayang Regency: The Adubs Community Learning Center and the Insan Madani Community Learning Center. The research subjects or data sources were the institution managers, tutors, and learners. Data was collected using observation, interviews, and documentation. Data analysis involved triangulation and three stages: data reduction, data presentation, and conclusion. The result showed: (1) from a contextual perspective, that implementers' understanding of non-formal education policies and standards is not yet fully optimal. The identification of learners' needs has not been effectively carried out on a regular basis, resulting in strategic planning that is not fully targeted. (2) From the input aspect, the implementation of the equity education program still has limitations in terms of human resource quality, infrastructure, and funding that do not meet standards; tutor qualifications are still not in line with regulations, and budget constraints hinder the effectiveness of achieving an ideal program. (3) Process aspect: program implementation is approaching compliance and effectiveness based on Ministry of Education and Culture Regulation No. 47 of 2023, but there are still weaknesses in management, institutional oversight, and supervision of teachers/institutional heads, which is rarely conducted. Partnerships at CLC Adubs are quite good, while at CLC Insan Madani, they are still limited, thereby reducing the program's reach and support. (4) The product aspect indicates that the program is effective, as evidenced by the learning outcomes of the learners, with a graduation rate of nearly 90%. This study recommends improving human resource quality, fulfilling infrastructure needs, strengthening management and supervision, and expanding partnerships to support the quality and sustainability of the equity education program.

Page 11 of 12 | Total Record : 118