cover
Contact Name
Lutfatulatifah
Contact Email
jurnalequalita@syekhnurjati.ac.id
Phone
+6282217654100
Journal Mail Official
lutfatulatifah@syekhnurjati.ac.id
Editorial Address
Jl. Perjuangan By Pass Sunyaragi Kota Cirebon 45132
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak
ISSN : 27456641     EISSN : 27756327     DOI : http://dx.doi.org/10.24235/equalita.v2i2.
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak focuses on topics related to gender and child issues. We aim to disseminate research and current developments on these issues. We invite manuscripts on gender and child topics in any perspectives, such as religion, economics, culture, history, education, law, art, communication, politics, and theology, etc. We look forward to having contributions from scholars and researchers of various disciplines.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2024)" : 8 Documents clear
Dampak Psikologis Pada Korban Kekerasan Seksual di Lingkungan Kampus. Masriah, Masriah; Triadhari, Imelda; Rahmawati, Fania
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v6i2.19155

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam pengalaman perempuan korban kekerasan seksual di lingkungan kampus UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon melalui pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Metode ini dipilih karena mampu menggali makna subjektif dan dampak psikologis yang dialami korban. Subjek penelitian berjumlah 9 partisipan yang dipilih secara purposive sampling dari berbagai jurusan, seperti Bimbingan Konseling Islam, Ekonomi Syariah, Bahasa Inggris, Sejarah Peradaban Islam, dan Perbankan Syariah. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif, dengan fokus pada pengalaman dan perasaan korban serta pengamatan terhadap reaksi emosional mereka selama wawancara. Penelitian ini berpegang pada prinsip etika penelitian kualitatif, antara lain menjaga kerahasiaan identitas partisipan dan memperoleh persetujuan tertulis sebelum penelitian dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korban mengalami berbagai dampak psikologis, seperti trauma, kecemasan, dan depresi, yang memengaruhi kehidupan akademis dan sosial mereka. Korban juga menyampaikan harapannya agar pihak kampus lebih serius dalam menangani kasus kekerasan seksual melalui sistem perlindungan yang lebih baik dan sanksi yang tegas bagi pelaku. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya peningkatan kewaspadaan terhadap kekerasan seksual dan pemulihan psikologis bagi korban di lingkungan akademis. Kata Kunci: Kekerasan Seksual; PSGA; Pengalaman Korban; Dampak Psikologis; Kampus.  
Analysis of Gender Responsive: Planning and Budgeting (Case Study in Two Regions City and Kediri Regency) Handayani, Diah; Wahyuni, Indar
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v6i2.19568

Abstract

ABSTRAK: Instruksi Presiden no 9 tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender dalam pembangunan nasional memiliki dampak terhadap perencanaan dan implementasi kebijakan daerah di Indonesia. Kebijakan pemerintah daerah menjadi arena penting bagi perjuangan mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender. Komitmen pemerintah terhadap hal tersebut salah satunya dapat dilihat melalui  Perencanaan dan penganggaran responsive gender (PPRG) dan anggaran responsive gender (ARG). Penelitian ini menganalisis anggaran responsive gender pada program kesetaraan dan keadilan gender di dua daerah Kota dan Kabupaten Kediri. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur dan studi kepustakaan, dengan mempelajari dokumen RPJMD dan APBD. Penelitian ini juga melakukan analisis ARG untuk tiga kategori analisis belanja anggaran, yaitu spesifically identified gender based-expenditure, equal employment opportunity expenditure, dan mainstream budget expenditure. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kota dan Kabupaten Kediri telah ada alokasi anggaran responsive gender untuk program afirmasi perempuan, anak, lansia, dan difabel. Namun demikian, terlihat bahwa anggaran dan pengeluaran belanja specific-gender masih terpusat di dinas-dinas yang identik dengan urusan perempuan dan tidak menjadi arus utama dalam alokasi program keadilan gender baik di Kota maupun Kabupaten Kediri.Kata Kunci : Perencanaan dan penganggaran responsive gender, program keadilan gender, Kota Kediri,          Kabupaten Kediri, Analisis Anggaran Belanja.
Analisis Perbandingan Literasi Digital dan Kompetensi Profesional ASN Berdasarkan Gender di Kalimantan Tengah Aquarini, Aquarini; Lisnawati, Lisnawati
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v6i2.18971

Abstract

Transformasi digital telah menjadi tantangan signifikan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), terutama dalam meningkatkan keterampilan literasi digital yang diperlukan untuk pelayanan publik yang efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat literasi digital ASN Suku Dayak di Kalimantan Tengah dengan fokus pada aspek gender. Metode survei digunakan dengan melibatkan 600 responden melalui purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner berbasis teori Bloom’s Taxonomy yang mencakup dimensi kemampuan teknis, evaluasi informasi, kolaborasi daring, dan keamanan digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laki-laki lebih unggul dalam kemampuan teknis dan kolaborasi daring, sementara perempuan memiliki keunggulan dalam evaluasi informasi dan kesadaran terhadap keamanan digital. Faktor usia, tingkat pendidikan, dan masa kerja juga memengaruhi tingkat literasi digital, di mana ASN yang lebih muda dan berpendidikan tinggi menunjukkan keterampilan digital yang lebih baik. Analisis lebih lanjut mengidentifikasi adanya kesenjangan gender yang dapat diatasi melalui program pelatihan yang inklusif dan berbasis kebutuhan lokal. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami dinamika literasi digital ASN di wilayah dengan karakteristik budaya unik. Rekomendasi mencakup peningkatan akses teknologi, pelatihan berbasis budaya, dan fokus pada keamanan digital untuk mendukung implementasi e-government yang efektif dan berkeadilan gender.Kata Kunci: literasi digital, gender, ASN, Kalimantan Tengah, keterampilan digital
Allah Ibu Dalam Perspektif Orang Riung Lilijawa, Isidorus; Djawa, Maya; Saingo, Yakobus Adi
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v6i2.19647

Abstract

Tradisi Kekristenan menyebut Allah adalah Allah Bapa, namun dalam penghayatan religiositas, Allah juga disapa dengan Allah ibu. Gelar Allah Ibu maupun Allah Bapa yang disematkan kepada Tuhan sebenarnya adalah sebuah simbol. Allah sebagai Bapa atau Allah sebagai Ibu disebutkan bukan karena atas dasar jenis kelamin tetapi merupakan sebuah simbol yang menjembatani hubungan dan komunikasi antara manusia dengan Allah yang adalah transenden sekaligus imanen.  Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pustaka dan wawancara mendalam untuk mendapatkan data penelitian yang valid. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa penghayatan orang Riung tentang Allah sebagai ibu yang disapa sebagai ibu (Nde) dengan beberapa penyebutan: Mori, Mbo Mori, Poso Wongko masih terus dihidupi hingga saat ini dalam tuturan ritual adat dan doa-doa personal maupun kolektif terhadap Sang Allah Ibu yang maharahim, mahapencipta dan penuh kasih sayang terhadap umat-Nya. Ungkapan doa orang Riung sering menyandingkan Allah bapa dan Allah ibu secara bersamaan. Kau Nde awa Ema eta - Kau Mori Keraeng Poso Wongko (Allah ibu dan Allah bapa, Engkaulah Mori Keraeng, Poso Wongko kami). Orang Riung mengakui Allah sebagai Nde (ibu) yang penjamin kebahagiaan, penyedia “rumah purba” (rahim) yang nyaman bagi kehidupan orang Riung. Ikatan arkhais ibu-anak  ini menjadi sumber pengalaman orang Riung, yang justru melahirkan religiositas. konsep adat orang Riung yang disebut Pintu Pazir, Allah atau Wujud Tertinggi selalu disapa sebagai Ibu (nde), Nde eta mai, awa mai, ilimai, le mai: ibu yang berada di depan, di belakang, di kiri dan kanan”. Ibu memenuhi kebutuhan dan memberikan perhatian serta cinta yang tidak bersyarat kepada anaknya.
Penerapan Teknik Gestalt Dalam Konseling Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Psikologi Pada Remaja Irfani, Fauriyatul; Yunika, Marwah; Asra, Yulita Kurniawaty; Diniaty, Amirah
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v6i2.19440

Abstract

Kesejahteraan psikologis merupakan aspek penting dalam perkembangan remaja, mencakup kemampuan mengelola emosi, membangun hubungan sosial yang sehat, serta mencapai keseimbangan hidup di tengah tantangan. Masa remaja sering diwarnai oleh tekanan eksternal seperti tuntutan akademik, konflik keluarga, dan dinamika hubungan sosial yang kompleks, sehingga membutuhkan pendekatan khusus untuk membantu mereka mengatasi berbagai kendala tersebut. Salah satu pendekatan yang terbukti efektif adalah terapi Gestalt, yang berfokus pada peningkatan self-awareness dan integrasi berbagai aspek internal individu. Teknik ini bertujuan untuk membantu individu memproses pengalaman emosional yang belum terselesaikan, sehingga mereka mampu menghadapi kehidupan dengan lebih sehat secara psikologis. Artikel ini mengeksplorasi penerapan terapi Gestalt, terutama teknik dialog kursi kosong dan pemusatan kesadaran, dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis remaja. Melalui metode studi kepustakaan, artikel ini meninjau teori dan penelitian empiris yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa teknik Gestalt dapat membantu remaja mengeksplorasi konflik internal, mengelola emosi yang terpendam, serta meningkatkan pemahaman diri. Dengan demikian, terapi Gestalt memberikan kontribusi yang signifikan dalam mendukung kesejahteraan psikologis remaja, terutama dalam membantu mereka menemukan solusi terhadap tantangan emosional dan sosial yang mereka hadapi.Kata kunci: Terapi Gestalt, Kesejahteraan Psikologis, Remaja, Teknik Konseling
Female Empowerment Redefinition in The Devil Wears Prada: A Character Analysis of Miranda and Andrea Cakrawati, Titis Dewi; Aisyiyah, Muhsiyana Nurul; Sandy, Fadillah
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v6i2.16816

Abstract

Deconstruction plays a significant role in literary analysis as a method of approaching distinct works by querying their original objectives. The Devil Wears Prada is a 2006 film that was adapted from Lauren Weisberger's 2003 book of the same name. The protagonist, Andrea Sachs, a 20-something woman, is following her dream of becoming a journalist by working as Miranda Priestly's assistant. This study aimed to describe the deconstruction of female empowerment on the two main characters of the movie The Devil Wears Prada, namely Miranda Priestly and Andrea Sachs. It was qualitative research with a critical discourse analysis approach. The researchers examined the movie and the screenplay to find elements supporting the female empowerment deconstruction in the two characters. The findings of this study elaborated the deconstruction of female empowerment in Miranda’s character and in Andrea’s character. The deconstruction of female empowerment in Miranda’s character shows that Miranda does not represent the idea of female empowerment. With her material and professional success, she seems to represent the notion but in a conventional way. Meanwhile, female empowerment is challenged with the Derrida’s theory and redefined through Andrea’s character. Andrea established herself as an empowered woman who shows integrity and makes unconventional significant decisions in her life. She also can take control and empower other people in the working place by showing sympathy to her colleagues including Miranda when her career was threatened.
Mewujudkan Pemerataan Pendidikan Melalui Kartu Indonesia Pintar di Kota Bandung Asrofi, Imam; Ratnawulan, Teti; Ma'rifat, Nur
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v6i2.19714

Abstract

Belum maksimalnya pembangunan layanan pendidikan salah satunya adalah belum meratanya Kartu Indonesia Pintar yang tepat sasaran secara efektif dan efisien. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan dan memperoleh gambaran tentang kebijakan terkait dengan program Kartu Indonesia Pintar dalam mewujudkan pemerataan pendidikan di SMP Negeri Kota Bandung yang dikaji berdasarkan sudut pandang perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, dan  faktor penghambat, serta solusi perbaikan kedepan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, kebijakan Kartu Indonesia Pintar dalam mewujudkan pemerataan pendidikan di SMP Negeri Kota Bandung telah dilakukan melalui perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan, namun belum maksimal melakukan pemerataan pendidikan dengan memberikan bantuan kepada siswa yang kurang mampu sesuai tujuan diharapkan ditinjau dari masih terdapatnya siswa yang putus sekolah karena kekurangan biaya, sering terlambatnya pencairan dana, dan kurangnya kerjasama sekolah dan pemerintah melakukan pengelolaan dan pengendalian Kartu Indonesia Pintar
Problematika Keadilan dalam Praktik Poligami: Telaah Aksiologis atas Etika dan Estetika Ahsani, Muhammad Riyan; Samanta, Silva; Soleh, Achmad Khudori; Hakim, M Aunul
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v6i2.21453

Abstract

ABSTRAK: Poligami merupakan praktik perkawinan yang memicu polemik dan perdebataan, terutama dalam hal keadilan gender dan etika keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah secara filosofis bagaimana konsep keadilan dalam poligami dapat dinilai melalui kerangka aksiologi, khususnya dari dimensi etika dan estetika. Penelitian ini dilakukan melalui studi kepustakaan dengan pendekatan filosofis serta dianalisis secara deskriptif dan kualitatif untuk memperoleh pemahaman yang mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam aspek hukum terdapat ketidak konsistenan antara Undang-Undang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam (KHI) dalam mengatur poligami, terutama terkait batas maksimal poligami, mekanisme persetujuan istri, dan pengawasan pemenuhan syarat keadilan. Dalam Hukum Islam keadilan poligami lebih menekankan aspek material (nafkah, pembagian waktu), tetapi kesulitan mengukur keadilan immateri (cinta, perhatian). Kemudian perspektif Aristoteles poligami sering bertentangan dengan prinsip keadilan sebagai kemanfaatan bersama, karena cenderung merugikan perempuan dan menimbulkan ketidakseimbangan dalam rumah tangga. Berdasarkan tinjauan aksiologi dari segi teleologi, poligami hanya dapat dibenarkan jika menghasilkan kebahagiaan kolektif, bukan individual. Sedangkan deontologi memandang poligami harus tunduk pada prinsip moral absolut tentang keadilan dan kesetaraan gender. Dari segi pandangan estetika poligami seringkali menimbulkan ketegangan sosial dan emosional dalam rumah tangga, sehingga mengurangi kemungkinan terciptanya harmoni. Kata Kunci: Poligami; Keadilan; Akisologi.

Page 1 of 1 | Total Record : 8